4 Faktor Penghambat Proses Belajar Di Sd

Lega setiap atma pasti selalu suka-suka hambatan nan dialami, tidak terkecuali dalam prosesppembelajaran. Setiap kendala nan cak semau, tentu memiliki solusi yang dapat menyelesaikan problem tiap-tiap.AApabila bisa menemukan solusinya, akan dapat mempermudahppembelajaran dan dapat menghasilkan hasil yang lebih maksimal. Sejumlah kendala yang terdapat dlam proses pendidikan menurutiMuhaimin adalah keterbatasan perigi sparing nan terserah, keterbatasan alokasi tahun,ddan keterbatan dana yang ada (Muhaimin, 2002:150).

Obstruksi adalah apa sesuatu yang menjadikan penghalang dalam melakukan aktvitas maupun tindakanddalam menjalankan satu acara sehingga dapat mengakibatkankkurang berhasilnya pencapaian tujuan programa tersebut. Kamus Umum Bahasa Indonesia (1990: 235), mendefinisikan yang dimaksud

23

pengadang merupakan hal nan menjadi penyebab atau karena doang tujuan atau keinginan tidak dapatddiwujudkan. Bintang sartan, penghambat yang dimaksudkan privat penelitian ini, sebagai faktor yang dapat menimbulkan suatu kendala guru pendidikan jasad plong pelaksanaan pembelajaran renang di sekolah. Suatu rintangan akantterjadi bila kesiapan siswa didik kerjakan melakukan pembelajaran kurang. Ketersediaan belajarspeserta didik sangat penting buat menjejak hasil penerimaan nan diharapkan, dengan memiliki kesiapan diharapkanpproses pembelajaran renang dapatssesuai tujuan pendidikan jasmani.

Menurut Slameto (2006: 54) faktor yang mempengaruhi berlatih adalah sebagai berikut:

a. Faktor internal, meliputi:

1) Faktorffisiologis yaitu: faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu atau fisis.

2) Faktorppsikologis yaitu: intelegensi, ingatan siswa, bakat, motivasi, minat, kematangan.

b. Faktor ekstern, meliputi:

1) Faktor keluarga ialah: pendirian ibu bapak ki menggarap anak, nikah antara kelauarga. Hubungan antara anggotakkeluarga, orang tua, anak nan harmonis akan membatu pelajar jaga melakukan aktivitas berlatih dengan baik. Dalam situasi ini peran orang tua subur di luar proses kegiatan berlatih mengajar.

2) Faktor sekolah, yaitu: Guru, administrasi, kurikulum (materi), relasigguru dengan siswa, instrumen pelajaranddan teman sekitarnya. Faktor sekolah akan

24

berhubungan langsung dalam proses kegiatan sparing mengajar pendidikan awak khususnya lega materi pelajaran, master pengajar, dan sarana parasarana. 3) Faktor masyarakat, yaitu: Kondisi lingkungan umum tempatttinggal siswa

yang mempngaruhi belajarssiswa.

Agar fungsi pendidik sebagai fasilitator, inspirator, dan motivator dapat dilakukan dengan baik, maka pendidik perlu memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. JamilSSuprihartiningrum (2013: 85) menyatakan “faktor yang mempengaruhipproses pembelajaran, diantaranya pendidik, siswa, kurikulum, kendaraan prasarana, tenaga non pendidik dan lingkungan”. Faktor-faktor tersebut adv amat berperan penting dalam proses pendedahan karena menentukan berakibat atau tidaknya satu intensi pembelajaran. Faktor tersebut boleh dijelaskan sebagai berikut:

1. Faktor Pendidik (Guru)

Guru merupakan babak terpenting intern pendidikan. Kerelaan seorang guru mutlakddiperlukan kerumahtanggaan kegiatan sparing mengajar.PPendidik sering disebut juga pengajar, penyuluh alias suhu. Menurut Undang-Undang No. 14 Perian 2005 Akan halnya Temperatur dan Dosen, guruaadalah pendidik profesional dengan tugas terdepan membimbing, mendidik, mengajar, melatih, membiji, mengarahkan, dan mengevaluasi pesuluh didik pada pendidikan anak spirit dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan sedang (Anwar Arifin, 2007: 29). Untuk itu hawa dituntut untukmmenguasai kompetensi tersebut. Jamil Suprihartiningrum (2013: 90) mengemukakan bahwa komptensi yang harus dimiliki seorang pendidik membentangi: 1) Kompetensippribadi (personal) meliputi penampilanffisik dan

25

prestasi psikis.PPenampilan tubuh yaitu indra meliputi pandangan mata, suara, pendengaran, kebugaran, tubuh, kesehatan, dan pakaian, sedangkan psikis ialah semangat, disiplin, sopan, palamarta, cerbak, jujur, tegas, pandai, sabar, berkeyakinan diri, kreatif, dan inovatif. 2) Kompetensissosial akan kelihatan dalam hubungan antar guru dan siswa, seperti ketabahan, dedikasi, kerja sama, tertib dan nonblok. 3) Kompetensi profesional guru menghampari: menguasaibbahanaajar, pengelolaan program pembelajaran, penyelenggaraan kelas, penggunaan wahana/sumber membiasakan, mengendalikan dok kependidikan, menggapil interaksii penelaahan, memonten prestasi belajar, mengenal fungsi dan program layanan bimbingn dan penyuluhan, mengelola dan menyelenggarakan administrasi sekolah, mengetahui prinsip-mandu dalam menafsirkan hasil penelitian, berpengetahuan luas dan n kepunyaan kecekatan. 2. Faktor Siswa

Siswa adalah subyek penting dalamppendidikan. Murid sering diartikan sebagaippeserta didik, pelajar, mahasiswa, murid, anak didik, pembelajar dan sebagainya (Jamil Suprihartiningrum 2013: 85). Pada hakikatnya obstruksi pembelajaran lain nomplok terbit pendidik sekadar melainnkan pula dari pelajar, hal tersebut terjadi karena faktor-faktor bagaikan berikut:

a. Kelemahanssecara jasad (sakit, ketaton, cacat jasad, dan penyakit menahun) b. Kelemahanssecara mental

c. Kelemahaneemosional 1) Terwalak rasattidak nyaman

2) Penyesuaian nan salah terhadap orang-orang , situasi, dan permohonan tugas- tugas serta lingkungan.

26 3) Tercekam rasa phobia (takut berlebihan)

4) Ketidakmmatangan (ketersediaan siswa menerima penerimaan) 5) Kurikulum (materi ajar)

Perubahan baik fisik maupun psikis harusimendapat perhatian semenjak pihak ayah bunda, sekolah dan individu-khalayak yang berada di lingkungan seputar. Selain itu, orng tua juga harus mengontrol dan mengawadsi anaknya dalam berbuat kegiatan sehari waktu. Siswaimerupakan salah suatu komponen paling utama diantara komponen lainnya. Tanpa adanyassiswa maka tidak akan terjadi proses indoktrinasi. 3. Faktor Sarana Prasarana

N domestik proses pembelajaranbbanyak hal yang membantu tercapainya tujuan pembelajaran, salah satunya adalah sarana dan infrastruktur. Alat angkut dan prasarana mencakupp alat dan akomodasi sebagai suporter proses pembelajaran penjas khususnya pembelajaran renang dissekolah. Menurut Enggus Subarman (1983: 11) Wahana dan prasarana olahragaddalam fungsi luas ialah kelengkapan-kelengkapan yang harus dipenuhi satu sekolah untuk keperluan pelajaranoolahraga pendidikan disekolah tersebut, seperti konstruksi olahraga serba kebaikan, yang bisa dipakai semua silang olahraga pada hari musim hujan angin, lapangan olahragasserba maslahat, yang bisa dipakai semua cabangoolahraga puas waktu musim sensual/kemarau.

Ki alat dan prasarana tersebut meliputi: gawang luncur, pelampung,kkacamata, pakaian renang, dan kolam renang untjk sport renang. Sedangkan bagi olahraga tidak meliputi: bola besar, bola katai/kasti, jaring, tiang gawang, dan sebagainya. Selain itu kepemilikan, kualitas danjjumlah sarana dan infrastruktur dahulu bertindak berjasa dalam pelaksanaan pengajian pengkajian. Wahana

27

prasaeana akan mempengaruhi keberhasilanssuatuppembelajaran, apabila sarana prasarana tak terserah maka pembelajaran lain akan berjalan dengan baik. Mulai sejak pendapat di atas boleh disimpulkan bahwa kendaraan dan prasaeana mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di seolah. Peserta didik dapat belajar dengan efektif dan menyenangkan apabila satu sekolah memenuhi kebutuhan membiasakan.

4. Faktor Tenaga non Pendidik

Tenaga non pendidik meliputi tiga kelompok, yakni bimbingan (pengorganisasi), staf administrasi danttenaga pembatu. Pimpinan bertugas ikutikutan dan mengendalikan satu lembagappendidikan. Tenaga staf administrasi, yakni tenaga yang membentuk secsra administrasi, lega sendirisendiri pengelola. Tenaga pembantu mempunyai kewajiban lakukan mendukung tugas non administrasi, namun mempunyai perananan terdahulu, begitu juga sopir, mengantar surat, tenaga pembersih, pemotong jukut dan sebagainya.

5. Faktor Lingkungan

Lingkungan disini diartikan sebagai situasi dan kondjsi tempat rangka pendidikan itu berada (Jamil Suprihartiningrum, 2013: 92). Menurut kamus besar Indonesia (2005: 675) lingkunganaadalah kawasan maupun kawasanyyang termasuk didalamnya. Menurut Slameto (2006: 60) kondisi lingkunganmmerupakan unsur-unsur nan datang dari luar diri petatar.

Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama privat pendidikan, tanggungan memberikan pematang bawah untuk proses berlatih di lingkungan sekolah dan masyarakat. Faktor-faktor fisik danssosial kognitif nan ada dalam keluarga sangat berpengaruh terhadap kronologi berlatih pelajar. Termasuk faktor-faktor

28

fisik privat lingkungan keluarga antara tak ruangan panggung belajar yang cak semau, suasana rumah apakahttenang atau banyak kegaduhan, jua suasana lingkungan di sekeliling kondominium ataupun palagan sparing.

Semenjak uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hambatan pendedahan ialah segala sesuatu yang menjadi penghambat/perintang suatu peristiwa terjadinya suatu pembelajaran. Proses penelaahan merupakan suatu proses yang melancarkan terjadinyappembelajaran.NNamun, Apabila proses dari suatu penelaahan tidak dapat berjalan dengan baik, maka dapat menjadi suatu penahan proses pembelajaran, hambatan-kendala tersebut boleh dipengaruhi maka dari itu beberapa faktor merupakan: faktor pendidik/suhu, faktor pesuluh didik/siswa, faktor, kurikulum/materi jaga, faktor sarana dan prasarana, faktor non pendidik, dan faktor mileu.

Source: https://123dok.com/article/faktor-faktor-penghambat-dalam-pembelajaran.qm52evwz

Posted by: skycrepers.com