5 Contoh Simpel Miskonsepsi Dalam Pembelajaran Ipa Di Sd

1
Komplemen UNIT 6 Plural CONTOH MISKONSEPSI IPA SD DAN Prinsip REMEDIASINYA Wahono Widodo Mintohari Suryanti PENDAHULUAN Selamat berjumpa lagi Saudara Mahasiswa. Melangkahi berbagai aktivitas dalam Unit 6.1, Anda sepatutnya mutakadim menyadari adanya miskonsepsi terhadap konsep-konsep IPA nan dialami oleh pelajar SD, termasuk miskonsepsi nan Ia alami. Akan tetapi, siuman saja tidak cukup! Bagaikan primadona guru, Kamu seharusnya mengenali heterogen miskonsepsi yang majuh dialami maka dari itu siswa dan guru SD berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan para ahli. Dengan mengidentifikasi miskonsepsi IPA SD, terdaftar miskonsepsi yang mungkin Anda alami, maka Ia diharapkan akan bisa memformulasikan program penelaahan nan tepat untuk mengatasi miskonsepsi tersebut. Suplemen Unit 6 ini kontributif Anda mengenali berbagai miskonsepsi IPA SD. Setelah mempelajari Suplemen Unit 6 ini diharapkan Anda dapat 1) mengidentifikasi miskonsepsi IPA; 2) merumuskan cara mengungkap miskonsepsi IPA; 3) mengekspresikan cara mengatasi miskonsepsi IPA. Pencapaian kompetensi tersebut dilaksanakan melalui kegiatan lihat muka dan kegiatan mandiri. Kegiatan bersemuka difokuskan pada kegiatan sumbang saran dan latihan terbimbing, sementara itu kegiatan mandiri difokuskan pada pelajaran secara individu sesuai dengan tugas terstruktur yang diberikan. Selama kegiatan bertatap dan mandiri, Anda bisa menggunakan suplemen bahan didik cetak, video penelaahan, serta bahan rujukan lainnya. Pencapaian tujuan pengajian pengkajian diukur melalui testimoni tulis dan pengumpulan tugas-tugas terkonsolidasi. Suplemen Unit 6 ini terdiri dalam dua unit yaitu miskonsepsi IPA (Tambahan sub-unit 6.1) dan konseptual prinsip memintasi miskonsepsi IPA (Suplemen sub-unit 6.2). Anda dapat pula mempelajari cara membereskan miskonsepsi dengan bantuan bulan-bulanan asuh non-detak (video pembelajaran). Pengembangan Pendedahan IPA SD (Suplemen) 109

2
SUPLEMEN SUB UNIT 6.1 MISKONSEPSI IPA Pasca- mempelajari Adendum Sub Unit 6.1 ini, Anda diharapkan boleh: 1. Mengidentifikasikan miskonsepsi IPA pelajar. 2. Merumuskan prinsip mengungkap miskonsepsi IPA petatar Kerjakan dengan seksama pertanyaan berikut: bulu kelereng Hampa udara (vakum) Buram di samping memperlihatkan sehelai bulu dan sebutir jaka yang dilepas bersamaan berasal ketinggian yang sama di dalam tabung hampa gegana. Pernyataan manakah nan benar? A. Kedua benda jatuh setakat di asal bersamaan. B. Surai sampai di bawah bertambah terlampau. C. Kelereng sampai di dasar bertambah dulu. D. Keduanya berlarut-larut-layang, dan benda mana yang sampai di dasar lebih lalu lain bisa ditentukan. Ke pompa vakum Bagaimana tingkat keyakinan Engkau terhadap jawaban Engkau? A. Yakin B. Minus yakin C. Tak berpengharapan Soal di atas gandeng dengan konsep-konsep segala apa? Menurut Anda, peristiwa barang apa yang ingin digali terbit yang melakukan tes melalui tanya di atas? Barang apa konsekuensinya jikalau yang mengerjakan pengecekan menjawab pelecok, tapi dia yakin bahwa jawabannya sopan? 110 Pengembangan Pendedahan IPA SD (Tambahan)

3
Alamat Teks A. Miskonsepsi privat Gerak, Mode, dan Energi Konsep-konsep tentang gerak, tendensi, dan energi termasuk konsep utama IPA SD, namun murid seringkali mengalami miskonsepsi puas konsep-konsep tersebut. Miskonsepsi ini umumnya terjadi karena adanya insting dan pengalaman awal siswa yang berbeda dengan konsep IPA. Penyebabnya, petatar dengan mudah mengandaikan hal yang diilustrasikan di internal hal gerak, tren, dan energi. Selain itu, sebelum memasuki papan bawah, secara masyarakat siswa sudah berpengalaman dengan situasi gerak, tendensi, dan energi. Camar duka dan pemikiran semula ini seringkali tidak sesuai dengan konsep-konsep standar IPA, dan menjadikan siswa tersebut mengalami miskonsepsi. Mari kita mulai dengan menggunjingkan soal di atas. Barang apa jawaban Anda? Yakinkah Anda dengan jawaban Engkau? Mulai sejak manakah Anda mendapatkan sumur-sumber butir-butir cak bagi menjawab pertanyaan tersebut? Kebanyakan sumber-sumber permakluman tersebut bersumber berbunga tayangan televisi atau berita mengenai angkasa luar. Oleh karena Anda bosor makan mendapatkan berita atau melihat film bahwa astronot melayang-layang di ulas hampa, maka Anda mengaitkan gravitasi dengan urat kayu nol, sehingga Beliau membidik menjawab D. Jawaban tersebut tidak tepat!! Jika Dia optimistis dengan jawaban D, maka Dia mengalami miskonsepsi puas konsep tersebut. Memang, tak adanya (atau kecilnya) gaya gravitasi menyebabkan tidak adanya udara di angkasa luar. Akan tetapi, jangan dibalik!! Tak adanya gegana di dalam torak bukan berguna bukan adanya gaya gravitasi, karena kecondongan gravitasi yakni tren tarik menganjur antara benda-benda (antara bulu dengan bumi dan antara kelereng dengan marcapada). Kedua benda tersebut akan jatuh dengan percepatan yang sama, dan karena lain ada singgungan dengan mega maka keduanya akan sampai di radiks tabung bersamaan (jawaban A yang ter-hormat). Berikut ini adalah beberapa ideal lain miskonsepsi dalam gerak dan gaya, yang dikemas intern rancangan soal, mudahmudahan Anda dapat mengidas jawabannya sesuai dengan konsepsi Ia, dan selanjutnya ditunjukkan jawaban yang benar beserta alasannya. Pengembangan Pembelajaran IPA SD (Lampiran) 111

4
1. Benda nan besar (atau terik) akan jatuh lebih lalu Jawablah tanya berikut: Sebuah keneker dan bola logam n sogokan peluru dijatuhkan bersamaan dari ketinggaian yang sama. Pernyataaan manakah yang benar? A. Kelereng sampai di tanah lebih dulu B. Bola lempar peluru sampai di kapling bertambah dulu C. Kedua benda tersebut jatuh bersamaan. Apabila cak bertanya ini ditanyakan ke siswa Beliau, biasanya mereka akan memilih jawaban B. Siswa Sira mutakadim akrab dengan benda roboh, dan berdasarkan asam garam sehari-perian dan dari rasa hati mereka, benda yang rumpil akan jebluk lebih cepat dibandingkan dengan benda nan ringan. Sebagai bagaikan, sehelai bulu akan jatuh lebih lambat dibandingkan dengan keropok resep. Hasil asam garam dan firasat ini oleh murid digeneralisasikan menjadi sebuah kognisi bahwa benda nan susah jatuh bertambah cepat ketimbang benda nan ringan. Sementara itu, selain mode gaya berat terdapat satu gaya juga yang berwibawa terhadap benda jatuh, yaitu tendensi menggosok benda dengan peledak. Sehelai rambut akan berkimbang-kimbang di gegana, karena mode geseknya dengan udara pas ki akbar untuk menyaingi tendensi musykil surai. Apabila faktor jamahan mega ini enggak terlalu berpengaruh, misalnya di tabung kosong mega atau untuk benda pejal berbentuk bola, maka kedua benda akan hingga di persil internal waktu yang bersamaan. Jadi, jawaban yang moralistis ialah C. Enggak beriktikad? Silahkan Anda buktikan! 2. Benda-benda mati yang diam tak mengerahkan gaya Berhati-hatilah dengan pengenalan berjenis-jenis macam gaya kepada siswa Anda. Jika tidak diiringi dengan reboisasi pemahaman yang sepan, murid Anda akan berpikir bahwa hanya basyar kehidupan dan benda bergerak saja yang bisa mengerahkan tendensi. Perhatikan pertanyaan berikut ini: 112 Pengembangan Penerimaan IPA SD (Suplemen)

5
Perhatikan tulang beragangan di radiks ini. Plong gambar kiri, joki mengendarai seekor kuda, sedangkan gambar kanan menunjukkan Beni mendorong tembok. Pernyataan manakah yang etis? A. Kuda memberikan gaya kepada joki, sedangkan tembok tidak memberikan tren kepada Beni. B. Tembok memberikan mode kepada Beni, sementara itu kuda lain menerimakan gaya kepada gacok. C. Kuda memberikan gaya kepada joki, dan tembok menyerahkan kecenderungan kepada Beni. Kalau siswa Anda diminta menyebukan varietas-macam kecenderungan, mereka akan menjawab gaya otot, tren pegas, tren mesin, tren gravitasi, kecenderungan listrik, dan gaya magnet. Hal ini menimbulkan pemahaman, bahwa benda-benda yang bisa jadi enggak teragendakan golongan itu tidak dapat mengerahkan gaya. Akibatnya, siswa Anda akan menentang melembarkan jawaban A lega pertanyaan di atas. Padahal, jika tembok tidak memberikan gaya kepada Beni, maka Beni akan terus bergerak. Kenyataannya, Beni tertahan oleh tembok, berarti tembok mengerahkan tendensi kepada Beni. Jadi, jawaban yang tepat bagi soal di atas yaitu C. Miskonsepsi ini relatif rumpil diperbaiki (diremediasi). Salah satu caranya, Sira dapat menanyakan siswa bakal menekan kuat-awet sisi meja dengan bekas kaki tangan. Jebolan tekanan oleh sisi bidang datar akan kelihatan pada telapak tangan, nan menunjukkan meja menekan tangan. Anda dapat juga menanyakan siswa Dia mendorong tembok kuat-kuat, dan pelajar Anda akan terpincut ke belakang. Terdorongnya siswa Ia tersebut menunjukkan bahwa tembok mengasihkan mode dorong. Lebih lanjut, Anda memahami bahwa peristiwa tersebut menunjukkan adanya pasangan kecenderungan usaha – gaya reaksi. Lebih jauh juga, kecenderungan Ekspansi Pembelajaran IPA SD (Suplemen) 113

6
oleh tembok atau papan meja tersebut berpunca semenjak gaya listrik antar zarah penyusun benda itu. 3. Benda bungkam, karena kecenderungan adanya gaya gesekan yang besar Siswa SD mutakadim belajar tentang kecenderungan menggosok, ialah gaya yang terjadi pada dua permukaan tidak licin nan bersentuhan. Definisi ini cukup pas, hanya berpotensi menimbulkan miskonsepsi. Bagaimanakah kalau balok yang permukaannya agresif diletakkan di atas lantai ki boyak? Apakah terjadi mode menggisil? Kalau terjadi, seberapa besar? Untuk mencegah kekhawatiran lebih jauh, coba pikirkan jawaban tanya berikut ini: Paket Toni mendorong meja yang berat, namun kenap tersebut tak bisa beringsut. Pernyataan manakah yang benar? A. Gaya gesekan permukaan meja dengan lantai lebih besar daripada gaya yang dikerahkan pak Toni. B. Gaya senggolan rataan meja dengan lantai sama tinimbang gaya yang dikerahkan sampul Toni. C. Gaya gesekan permukaan kenap dengan ubin lebih kecil daripada gaya yang dikerahkan pak Toni. Apakah Anda menjawab A? Baiklah, mari kita periksa. Jika gaya gesekan kian kecil, maka meja tersebut akan bergeser sesuai arah dorongan kelongsong Toni. Jika tren sentuhan lebih ki akbar, maka meja tersebut akan menolak kemasan Toni ke belakang. Maka dari itu karena kenyataannya pak Toni diam, maka gaya menggosok permukaan meja dengan tegel sama dengan gaya yang dikerahkan pak Toni. Jadi jawaban yang ter-hormat adalah B. Bagaimana takdirnya pak Toni memperkecil gaya dorongnya? Tentu sekadar, gaya menggosok nan terjadi juga mengecil (seperti kecondongan n sogokan pak Toni). Bagaimana jika selongsong Toni tak memberikan mode? Pasti hanya, tidak ada gaya gesek yang terjadi antara satah meja dengan lantai. 114 Pengembangan Pembelajaran IPA SD (Tambahan)

7
4. Pesawat terlambat memperkecil persuasi yang dilakukan Pada saat membiasakan mengenai pesawat sederhana, pesuluh SD telah berpengalaman dengan pesawat sederhana internal hidup sehari-masa. Siswa merasa pesawat tertinggal (misalnya katrol) mempermudah kerja mereka. Anggapan ini enggak salah. Akan cuma, seringkali perkenalan awal mempermudah dikembangkan menjadi membuat kerja/persuasi menjadi mungil dibanding tanpa pesawat. Padalah, miskonsepsi inilah yang sering muncul. Anda coba buat cak bertanya berikut: Pak Wayan mengangkat boks dari lantai ke atas meja dengan menunggangi dua varietas prinsip: diangkat secara langsung dan dengan sambung tangan satah genyot. Pernyataan manakah yang benar? A. Tendensi buntelan Wayan untuk memerosokkan kotak lega bidang perot lebih kecil tinimbang gaya lakukan mengangkat langsung, sekadar kerja/usaha lakukan kedua cara itu sama. B. Mode dan kerja/aksi pak Wayan untuk mendorong kotak pada bidang benyot lebih kecil tinimbang gaya dan usaha cak bagi mengangkat langsung. C. Gaya bungkusan Wayan bikin mendorong kotak pada permukaan miring lebih kecil daripada tendensi bakal menggotong langsung, belaka kerja/manuver pak Wayan untuk mendorong kotak makin besar daripada manuver untuk menyanggang kotak. Apa jawaban Anda? Kalau Engkau menjawab A, maka Anda mutakadim bisa memahami secara tepat keefektifan pesawat primitif, adalah memudahkan kerja namun tak membuat kerja menjadi kian kecil. Walaupun demikian, kata mempermudah kerja tidak selalu punya guna gaya yang diberikan pada pesawat kian kecil. Situasi ini bergantung pada jenis pesawat dan keuntungan mekaniknya. Jawaban manakah yang benar pada soal berikut? Pengembangan Pembelajaran IPA SD (Suplemen) 115

8
Buntelan Alfons mengangkat benda yang sama dengan dua macam cara: diangkat bersama-sama dan dengan menggunakan katrol taat. Pernyataan manakah yang benar? A. Dengan katrol tetap, tendensi yang diperlukan kemasan Alfons lebih kecil ketimbang dengan mengangkat berbarengan. B. Dengan katrol tetap, gaya yang diperlukan pak Alfons sebagai halnya menggotong berbarengan, tapi kemasan Alfons makin mudah mengerahkan gaya. C. Dengan katrol tetap, tren nan diperlukan buntelan Alfons lebih besar ketimbang dengan mengangkat langsung. Anda memilih A? Jika demikian, ujilah jawaban Anda dengan menyukat kecenderungan yang diperlukan buat mengangkat benda secara bertepatan dan dengan bantuan katrol tetap, kemudian bandingkan! Maka, jawaban Kamu seharusnya akan gelesot menjadi B. Mengapa di n domestik jiwa sehari-musim orang memperalat katrol tetap untuk mengangkat benda, misalnya ketika menimba air di sumur? Jawabannya bukan karena dengan menggunakan katrol tetap maka akan kecondongan yang diperlukan makin kecil dibandingkan dengan menyanggang langsung, akan tetapi pengusahaan urat tubuh yang farik dan pertolongan elusif tubuh membentuk cara pengangkatan benda dengan katrol tetap terasa lebih ringan. B. Miskonsepsi n domestik Gelombang, Bunyi, dan Kirana Gelombang, obstulen, dan cahaya juga ialah materi esensial bagi siswa sekolah dasar. Juga, rasa hati dan pengalaman semula siswa membuat adanya berbagai rupa miskonsepsi puas diri pesuluh. Berikut ini beberapa transendental yang dapat mewakili miskonsepsi sreg konsep-konsep ini. 1. Materi semenjana ikut berpindah bersama energi gelombang Anak mutakadim berpengalaman dengan gelombang, terutama gelombang air. Dengan mencela gelombang air, momongan mempunyai kesan awal bahwa air berjalan atau air ikut menular bersama gelombang. Sira kerjakan soal berikut! 116 Pengembangan Penataran IPA SD (Suplemen)

9
Tono melemparkan batu ke perdua kolam, sehingga kulur gelombang yang menjalar dari tempat batu drop menuju got kolam. Air yang mengenai tepi kolam tersebut semenjak dari… A. sanding jatuhnya batu di tengah kolam B. dasar kolam tempat jatuhnya godaan C. dekat riol empang Jika Anda menjawab A atau B, maka kesan mulanya anak saat mengaram gelombang air tersebut lagi Anda alami, dan Beliau mungkin nanang bahwa air menjalar bersama gelombang. Padahal, saat gelombang melintas, air hanya bergerak turun-naik (bergetar), sehingga jawaban yang tepat ialah C. 2. Perbedaan awet bunyi dan irama bunyi Ciri zahir bunyi ditunjukkan oleh kuat bunyi dan nada obstulen. Ciri ini bersesuaian dengan karakteristik gelombang elektronik obstulen. Kuat obstulen berkaitan dengan amplitudo gelombang obstulen, sedangkan nada bunyi berkaitan dengan frekuensi gelombang obstulen. Akan tetapi, istilah-istilah kuat obstulen dan musik bunyi ini kadangkala dimaknai secara menjengkelit alias maknanya disamakan. Kerjakan soal berikut! Awang mengetuk meja dengan dua cara. Prinsip pertama, Awang mengetuk meja keras-keras. Sedangkan pendirian kedua, Awang mengetuk meja dengan pelan. Bagaimanakah perbedaan bunyi yang terdengar? Pilihan Nada bunyi Kuat bunyi jawaban A Bunyi permulaan lebih strata Bunyi pertama kian kuat B Bunyi pertama kian Bunyi pertama lebih langgeng rendah C Kedua obstulen sama Obstulen permulaan kian lestari Pengembangan Pembelajaran IPA SD (Suplemen) 117

10
Jika Anda ragu-ragu dengan jawaban Kamu, kemungkinan Dia masih belum dapat membedakan nada obstulen dan abadi obstulen. Jika Anda menjawab C dengan yakin, Selamat!, karena Sira mutakadim boleh membedakan abadi bunyi dan musik obstulen dengan tepat. Akan namun, kalau Kamu menjawab A ataupun B dengan yakin, maka Anda harus membaca ulang dan meresapi makna abadi bunyi dan nada bunyi. C. Miskonsepsi dalam Kelistrikan 1. Model konsumsi dan tabrakan arus Bermacam-macam konsep dalam Rangkaian elektrik sekali lagi berpotensi dimaknai siswa secara tidak tepat. Berdasarkan camar duka dan intuisinya, pesuluh telah membangun model di kerumahtanggaan benaknya seorang adapun konsep sirkulasi dan tarikan. Kerjakan soal berikut ini. A B C Gambar di atas menunjukkan rangkaian elektrik yang terdiri bermula 3 lampu serupa (A, B, dan C) serta baterai. Pernyataan yang melukiskan nyala ketiga lampu tersebut yaitu… A. Nyala bohlam A lebih kilap daripada nyala lampu busur B, dan nyala lampu busur B kian terang daripada nyala lampu C. B. Nyala lampu A dan C seimbang terang, dan lebih cuaca ketimbang nyala lampu B. C. Nyala lampu A dan C sama terang, dan lebih redup daripada nyala lampu B. D. Ketiga lampu tersebut menyala sama terangnya. 118 Pengembangan Pembelajaran IPA SD (Adendum)

11
Bagaimanakah bola lampu mercu dapat menyala? Bersendikan konsep standar IPA, nyala lampu busur tersebut berasal berpunca filamen yang berpijar. Filamen berpijar, karena ketika terdapat rotasi listrik di dalamnya, adanya hambatan filamen menyebabkan energi listrik menjadi energi panas. Di n domestik satu pelintasan sirkulasi listrik, kuat revolusi listrik di mana-mana besarnya sama. Konsep barometer ini menghasilkan pilihan jawaban yang benar, merupakan seleksian C. Akan tetapi, konsepsi petatar lain teristiadat sebagai halnya itu. Bohlam dapat menyala, karena filamen lampu tersebut memakan arus listrik. Akibatnya, sekiranya lampu dirangkai seperti di dalam soal di atas, siswa yang memiliki konsepsi sejenis itu akan memintal jawaban A (karena arus sudah dimakan di bohlam A, maka rotasi akan mengecil, sehingga B lebih redup. Demikian halnya dengan yang C). Rukyah ini dikenal andai model konsumsi. Selain teladan konsumsi, ada pula siswa yang berpendapat bahwa lampu tunu karena arus listrik bertabrakan dan menghasilkan seksi (model benturan perputaran). Pesuluh nan memiliki konsepsi demikian akan cenderung menjawab pilihan B dan C. A B Tulang beragangan di atas menunjukkan rangkaian elektrik termengung di titik A dan B. Afiliasi melangah tersebut terdiri semenjak dua lampu serupa dan baterai 3 V. Beda tegangan AB adalah… A. 0 V B. 1,5 V C. 3 V Peluasan Pendedahan IPA SD (Adendum) 119

12
2. Tekanan listrik dipandang sebagai arus dan sebaliknya Secara kualitatif murid SD sudah dikenalkan dengan perputaran listrik dan tegangan listrik. Kedua konsep ini merupakan konsep yang abstrak, sehingga siswa kesulitan membedakan arus listrik dan tegangan listrik. Engkau telah mengerjakan soal di atas? Apa jawaban Dia? Banyak siswa (tambahan pula guru) yang menjawab A. Menurut rukyah ini, jika arus elektrik nol (karena rangkaian terbuka) maka tarikan pun nol. Konsepsi ini menunjukkan kerancuan dalam membedakan arus listrik dan tegangan elektrik, dengan mengabaikan fakta bahwa adanya tarikan listriklah nan menyebabkan adanya sirkuit elektrik (dan enggak dibalik). Sebenarnya miskonsepsi ini tidak terjadi jika kita lebih jernih dalam memahami aki. Baik dihubungkan dalam pertalian listrik maupun tidak dihubungkan, lampu senter selalu memiliki tekanan listrik (yang dikenal laksana gaya gerak elektrik). Sehingga, dalam kasus soal di atas, saat afiliasi diputus maka beda tegangan antara AB sama dengan voltase aki, yakni 3 V (jawaban C). D. Miskonsepsi intern Biologi 1. Miskonsepsi dalam Pertumbuhan pada Pokok kayu Pertumbuhan pada tumbuhan dipengaruhi oleh faktor dari privat dan faktor luar. Faktor berpunca internal misalnya hormon dan genetis, sementara itu faktor dari asing misalnya cahaya, suhu, vitamin, dan air. Ia harus hati-hati bilamana mengajarkan kepada siswa akan halnya supremsi berbagai faktor tersebut terhadap kecepatan pertumbuhan pada tanaman. Nan camar terjadi miskonsepsi pada topik ini merupakan pengaruh cahaya terhadap kederasan pertumbuhan. Sebelum kita bahas kian jauh, perhatikan pertanyaan berikut ini: Ada dua buah tumbuhan sekaum yaitu pokok kayu A dan tanaman B, tanaman A diletakkan ditempat nan lain terjangkit cuaca sewaktu-waktu sedangkan tumbuhan B diletakkan ditempat nan rantus cahaya secara langsung. Mulai sejak dua tanaman tersebut, mana nan lebih cepat pertumbuhannya? 120 Pengembangan Pembelajaran IPA SD (Suplemen)

13
Bagaimana pengaruh sinar terhadap kederasan pertumbuhan puas tumbuhan? a. Mempersering pertumbuhan b. Membancang pertumbuhan Cak kenapa tumbuhan pron bila merecup mengarah ke arah datangnya sinar? Jikalau pertanyaan-cak bertanya di atas ditanyakan kepada peserta, pertanyaan pertama lega umumnya siswa akan menjawab pohon A, sedangkan cak bertanya ke dua, pada umumnya siswa akan menjawab a dan soal ke tiga akan menjawab karena tumbuhan mencari cahaya. Menurut Anda, apakah jawaban pesuluh tersebut sopan? Kalau Anda mengatakan benar apa alasannya? Apakah alasan Anda sederajat dengan uraian berikut ini? Peserta menjawab soal purwa A, pertanyaan ke dua A, dan pertanyaan ke tiga mencari kurat karena dipengaruhi oleh pemberitahuan awal mereka tentang tumbuhan. Sebelum mempelajari akan halnya pertumbuhan pada pohon, mereka lebih lagi dahulu telah mempelajari tentang pernapasan. Cahaya dibutuhkan dalam proses asimilasi yang menghasilkan zat rezeki. Semakin banyak nur yang akan halnya tumbuhan, semakin cepat proses asimilasi berlangsung, dan semakin banyak gizi yang dihasilkan. Zat makanan yang dihasilkan berpangkal proses pernapasan sebagian disimpan internal bentuk cadangan tembolok, sedangkan sebagian lainnya digunakan oleh pokok kayu bagi melakukan berbagai aktivitas termasuk pertumbuhan. Berdasarkan kognisi tersebut, siswa beranggapan bahwa cuaca mempercepat proses fotosintesis, semakin cepat asimilasi akan menghasilkan zat perut kian banyak, dan zat makanan dibutuhkan oleh tumbuhan kerjakan proses pertumbuhan. Dengan demikian, kurat akan mempercepat pertumbuhan. Pengembangan Pembelajaran IPA SD (Pelengkap) 121

14
Apakah Dia sependapat dengan uraian di atas? Untuk memahami apakah jawaban dan alasan tersebut benar, marilah kita cermati bersama kok pokok kayu bilamana tumbuh rajin mengarah ke jihat datangnya cahaya seperti rang di samping. Pohon mengalami pertumbuhan memanjang karena pada ujung tanaman terdapat jaringan meristem apikal. Sel-sel penyusun jaringan ini aktif mengalami pembelahan yang mengakibatkan jumlah kamp di ujung tumbuhan bertambah terus menerus. Kenaikan sel pada ujung tumbuhan inilah yang menyebabkan ujung batang tumbuhan mengalami pertumbuhan ki bertambah. Pembelahan pengasingan lega jaringan meristem apikal dipengaruhi hormon auksin nan disintesis pada ujung tanaman. Hormon auksin adalah hormon pertumbuhan yang disintesis puas ujung pohon yang berperan intern memburu-buru pembelahan kurungan meristem apikal. Hormon auksin bersifat lampau perasa terhadap cahaya surya, apabila hormon auksin terkena cahaya rawi maka akan rusak. Jaringan meristem plong ujung pokok kayu (Sumur: Brian Prayle, Darren Hester, 2006) Pada keadaan tumbuhnya ujung buntang ke arah cahaya matahari, berkairan dekat dengan sifat hormon auksin tersebut. Lega sisi pokok kayu yang terkena sinar surya, sebagian hormon auksin plong wadah tersebut mengalami penguraian dan rusak padahal pada sisi layon tumbuhan yang tidak terkena semarak matahari hormon auksinnya tidak mengalami kehancuran. Dengan demikian jumlah hormon auksin yang terdapat pada sebelah nan terjangkit sinar matahari jumlahnya lebih terbatas dibandingkan 122 Pengembangan Pembelajaran IPA SD (Suplemen)

15
dengan sisi batang nan enggak rantus panah surya. Situasi ini akan berkarisma terhadap kepantasan pembelahan sel sreg negeri ujung bangkai. Pembelahan bui pada sisi bangkai yang terjangkit cahaya lebih lambat dibandingkan dengan jihat yang tidak dijalari kurat, akibatnya sisi yang tidak kena cahaya pertumbuhannya kian cepat bila dibandingkan dengan sisi yang bukan kena kirana. Akibat berpunca keadaan tersebut, tanaman akan bertaruk belengkok ke arah datangnya cahaya. Dari jabaran tersebut dapat disimpulkan bahwa cahaya dapat menunggak kecepatan pertumbuhan pada tumbuhan. Artinya dengan adanya kurat matahari pohon tetap mengalami pertumbuhan hanya namun bertambah lambat bila dibandingkan dengan tanpa cahaya. Konsep mengenai cahaya dapat memperlambat kelancaran pertumbuhan tumbuhan kembali dapat dibuktikan dengan percobaan dengan memperalat biji kacang bau kencur. Langkah yang Anda bikin menghampari (1) siapkan dua kaca aqua nan diisi dengan kapas pada episode dasarnya dan serah merek A dan B, (2) tetesi kapas dengan air sampai lembab, (3) letakkan empat biji kacang hijau ke dalam masing-masing gelas, (4) letakkan kaca A di tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung dan beling B di kancah gelap, (5) amati pertumbuhan sejauh 6 tahun. Berpokok percobaan tersebut Ia akan menemukan kenyataan bahwa kredit kacang hijau yang berada di tempat palsu akan mengalami pertumbuhan bertambah cepat bila dibandingkan dengan poin kacang hijau yang berada di medan pendar. Kejadian pertumbuhan yang sangat cepat puas keadaan minus cahaya disebut peristiwa etiolasi. Hanya sahaja hasil pertumbuhan tumbuhan yang berada di tempat cahaya dengan yang bernas di temapat gelap tanpa cerah memiliki ciri yang berlainan. Tumbuhan nan berada di wadah bawah tangan pertumbuhannya lebih cepat tapi menghasilkan batang cacat kokoh dan daun yang pucat lesu tekor zat hijau. Peristiwa ini disebabkan di tempat gelap hormon auksin secara maksimal merangsang pembelahan sel sehingga pembelahan sel terjadi dengan cepat dan menghasilkan makin banyak sel. Di samping itu dalam kondisi ilegal, kelancaran penguapan air internal tanaman sekali lagi berjalan lambat sehingga rumah pasung yang dihasilkan berpangkal proses Ekspansi Pembelajaran IPA SD (Suplemen) 123

16
pembelahan bisa membelenting dan memanjang secara maksimal, cairan di intern sel maupun di ruang antar sel banyak, dan dinding penjara tipis. Sedangkan sreg tumbuhan yang produktif di bekas seri mengalami pembelahan sel lebih lambat karena sebagian auksin terderai oleh kilap sehingga hasil pembelahan selnya lebih sedikit. Di samping itu di tempat terang, proses penguapan yang terjadi sreg pohon berlantas kian cepat yang menyebabkan kanduang air dalam sel lebih abnormal sehingga rumah tahanan-sel hasil pembelahan ukurannya lebih mungil, dinding selnya lebih tebal, dan ruang antar interniran makin sempit. Hal ini menyebabkan pertumbuhan tumbuhan di palagan nur makin lambat tetapi menghasilkan pokok kayu nan bertambah kokoh dan sehat. 2. Miskonsepsi pada perkembangbiakan lumut Pokok kayu berdasarkan cara perkembangbiakannya dikelompokkan menjadi dua yaitu tumbuhan berspora dan tanaman berbiji. Tumbuhan berspora yaitu pokok kayu yang berkembangbiak dengan spora, sedangkan tumbuhan berbiji ialah pokok kayu yang berkembangbiak dengan ponten. Lumut termuat tanaman yang berkembangbiak dengan spora. Bilamana mengajarkan konsep ini kepada siswa, Anda harus berhati hati karena sebenarnya sepanjang siklus hidupnya, lumut tidak namun menghasilkan spora sahaja juga menghasilkan sel kelamin. Sebelum lebih jauh kita telaah tentang cara perkembangbiakan lumut, cermati lebih habis cak bertanya berikut ini. 1. Apakah selama proses perkembangbiakan, pokok kayu kulat menghasilkan lokap kelamin bahaduri dan gamet lebah ratulebah? 2. Apakah tanaman kulat dewasa menghasilkan spora? Kalau cak bertanya di atas Anda berikan ke siswa, mereka pada umumnya akan menjawab pertanyaan permulaan dengan Lain, sedangkan pertanyaan ke dua akan menjawab Ya. Apakah Anda juga mempunyai jawaban yang sama dengan jawaban siswa? 124 Peluasan Pembelajaran IPA SD (Lampiran)

17
Jawaban pesuluh seperti itu karena lega dasarnya sreg saat membahas mengenai perkembangbiakan pada lumut, banyak guru yang menjelaskan bahwa pohon lumut berkembang biak dengan spora tanpa disertai dengan penjelasan yang menyeluruh dan utuh tentang proses proliferasi lumut. Sehingga secara logika kalau lumut berkembangbiak dengan spora, maka lumut dewasa akan menghasilkan spora lain menghasilkan gamet yang identik dengan perkembangbiakan secara perantaraan (generatif). Buat mengetahui kebenaran jawaban tersebut, perhatikan buram siklus hidup kulat berikut ini. Dari gambar di atas, nampak bahwa perkembangbiakan lumut enggak hanya menghasilkan spora tetapi sekali lagi menghasilkan gamet. Perkembangbiakan yang demikian disebut metagenesis. Metagenesis lumut n kepunyaan dua fase yaitu fase sporofit dan fase gametofit. Fase sporofit merupakan fase penghasil spora, sedangkan fase gametofit menghasilkan gamet. Secara rinci proses perkembangbiakan lumut yaitu lumut dewasa takhlik archegonium dan anteredium. Archegonium menghasilkan gamet betina, padahal anteredium menghasilkan gamet jantan. Peleburan gamet jantan dan gamet betina menghasilkan zygot yang lebih lanjut tumbuh menjadi sporogonium. Sporogonium menghasilkan Pengembangan Pembelajaran IPA SD (Komplemen) 125

18
spora yang seterusnya berkecambah menjadi protonema. Protonema bertaruk menjadi lumut dewasa yang dapat menghasilkan sel kelamin jantan dan gamet betina. Dari uraian tersebut, menunjukkan bahwa lumut dewasa bukan secara serempak menghasilkan spora sekadar menghasilkan sel kelamin. Sedangkan spora pada tumbuhan kulat dihasilkan oleh sporogonium. 3. Miskonsepsi pada sistem pernapasan turunan Sistem pernapasan makhluk terdiri atas beberapa organ yang saling bekerjasama untuk menjalankan maslahat bernapas. Lega saat Engkau menanyakan soal kepada siswa dengan pertanyaan: Peranti apa saja nan mengekspresikan sistem pernapasan pada individu? Kemudian siswa menjawab dengan jawaban hidung, laring, pharing, trachea, bronchus, dan peparu, apakah menurut Anda jawaban tersebut benar? Kerjakan mengetahuinya silakan kita cermati gambar berikut ini. Semenjak gambar di atas dapat kita lihat bahwa pharing adalah asal oesophagus atau kerongkongan, sementara itu laring adalah pangkal trachea atau tenggorokan. Dengan demikian pharing bukan termuat sistem fotosintesis doang termaktub sistem pencernaan ki gua garba. Sehingga yang 126 Pengembangan Pembelajaran IPA SD (Suplemen)

19
tertera sistem pernapasan manusia yaitu hidung, laring, trachea, bronchus, dan paru-paru. Peserta menjawab pharing termasuk dalam organ pernapasan karena mereka menyahajakan bahwa pharing merupakan provinsi persuaan antara sistem respirasi dan sistem pencernaan. Seharusnya kawasan persuaan antara sistem pernapasan dan sistem pencernaan disebut dengan laringopharing. 4. Miskonsepsi dalam proses Respirasi dan Respirasi Tumbuhan Pada siang periode, Beliau berada di bawah pohon nan rindang bagaimana rasanya? Bandingkan dengan sreg lilin lebah hari berada di bawah pokok kayu nan rindang, apa sama rasanya? Tentunya akan berbeda, pada siang hari akan terasa nyaman, sejuk dan segak sedangkan pada malam hari akan terasa lain nyaman. Takdirnya Sira tanyakan suatu pertanyaan kepada siswa tentang keadaan tersebut dengan tanya: Mengapa pada siang hari kita berada di bawah pohon yang rindang terasa nyaman, sejuk dan segar sedangkan pada malam hari terasa tidak nyaman? kemungkinan besar mereka akan menjawab sreg siang hari tanaman melakukan proses fotosintesis yang membutuhkan CO 2 dan menghasilkan oksigen, sedangkan pada malam masa tumbuhan mengamalkan bernapas yang membutuhkan oksigen dan menghasilakan CO 2. Menurut Engkau, apakah jawaban petatar tersebut bermoral? Untuk mengetahuinya mari kita kaji kian jauh tentang proses fotosintesis dan bernapas sreg tanaman. Fotosintesis merupakan proses penyusunan senyawa karbon mania yang berpokok dari senyawa karbon sederhana dengan bantuan energi cahaya. Di level sekolah dasar, pernapasan biasanya didefinisikan sebagai proses penyusunan zat makanan oleh tanaman bau kencur dengan bantuan cahaya. Sumber: Endanglastriana.2011 Peluasan Pembelajaran IPA SD (Suplemen) 127

20
Rumus umum fotosintesis adalah 6H 2 O + 6CO 2 + cahaya C 6 H 12 O 6 (glukosa) + 6O 2 Dari uraian tersebut nampak bahwa intern proses respirasi membutuhkan cahaya sebagai sumber energi, air (H 2 Ozon) dan karbondioksida (CO 2 ) misal sasaran, serta menghasilkan glukosa dan oksigen. Proses asimilasi dapat berlantas apabila terdapat cahaya, baik cahaya surya maupun cahaya nan berpunca bermula sumber lainnya. Sehingga proses fotosintesis boleh berlangsung setiap saat dengan syarat terdapat sinar laksana sumber energi. Sreg siang hari, proses respirasi secara alami berlangsung makin cepat di bandingkan dengan pada lilin lebah hari karena siang hari terdapat cerah matahari sedangkan pada malam masa cahaya sangat minim yang bersumber dari lampu, wulan, alias bintang. Malar-malar seandainya plong lilin lebah hari tidak ada cahaya yang dituruti makanya tumbuhan, maka proses respirasi tidak boleh berlantas. Respirasi adalah suatu proses pengutipan O 2 lakukan memecah sintesis-campuran organik menjadi CO 2, H 2 O dan energi. Fotosintesis merupakan satu proses pembebasan energi yang tersimpan n domestik zat sumber energi melangkaui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Karbohidrat ialah substrat respirasi utama yang terwalak n domestik sel tumbuhan jenjang. Secara umum, respirasi fruktosa dapat dituliskan misal berikut: C 6 H 12 O 6 + 6O 2 6CO 2 + 6H 2 O + Energi Dari reaksi umum tersebut dapat dilihat bahwa proses respirasi menghasilkan karbondioksida, air, dan energi yang digunakan cak bagi berbagai aktivitas tumbuhan. Karbondioksida hasil proses respirasi dikeluarkan melalui stoma menghadap ke gegana. Tumbuhan membutuhkan energi setiap detik untuk melakukan berbagai aktivitas, sehingga proses respirasi berlangsung terus menerus baik siang maupun malam hari. Dari uraian di atas, kita ketahui bahwa pohon hijau melakukan dua kegiatan secara bersamaan yaitu fotosintesis dan respirasi. Untuk lebih jelasnya perhatikan rajah berikut ini. 128 Peluasan Pembelajaran IPA SD (Suplemen)

21
Perhatikan reaksi umum fotosintesis dan selanjutnya bandingkan dengan reaksi umum fotosintesis. Reaksi umum fotosintesis adalah 6H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 + 6O2 sementara itu reaksi umum respirasi adalah C 6 H 12 O 6 + 6O 2 6CO 2 + 6H 2 Ozon + Energi. Dari reaksi umum ke dua proses tersebut dapat dilihat bahwa proses pernapasan membutuhkan CO 2 yang diambil berpokok udara dan menghasilkan Udara murni 2 yang dilepaskan ke udara, sedangkan proses asimilasi membutuhkan O 2 yang diambil dari mega dan menghasilkan CO 2 yang dilepaskan ke gegana. Apabila kedua proses ini berlantas secara bersamaan maka gas yang lebih dominan nan diserap dari udara atau dilepaskan ke udara terampai proses mana yang kian cepat, proses respirasi alias respirasi. Apabila proses respirasi makin cepat dibandingkan dengan proses respirasi, gas nan di butuhkan oleh tumbuhan dan diambil berpunca udara kian banyak CO 2 bila dibandingkan dengan O 2 sedangkan gas yang dihasilkan lebih banyak O 2 bila dibandingkan dengan CO 2. Demikian pun sebaliknya, apabila proses fotosintesis makin cepat bila dibandingkan dengan proses pernapasan maka asap yang di butuhkan oleh pokok kayu dan diambil berusul udara kian banyak O 2 bila dibandingkan dengan CO 2 padahal gas yang dihasilkan kian banyak CO 2 bila dibandingkan dengan O 2. Sreg siang hari, tumbuhan melakukan proses asimilasi dan respirasi berlantas bersamaan namun karena siang waktu cahaya tersedia memadai banyak maka proses fotosintesis berlangsung makin cepat bila dibandingkan dengan proses respirasi. Dengan demikian udara yang diambil oleh tumbuhan kian dominan CO 2 sementara itu yang dilepaskan Pengembangan Pembelajaran IPA SD (Suplemen) 129

22
oleh pohon bertambah dominan O 2. Kondisi inilah yang menyebabkan pada saat siang tahun kita berada di radiks tumbuhan yang rindang terasa nyaman, sejuk, dan cegak. Puas malam hari sinar adv amat minim sehingga proses fotosintesis berlangsung adv amat lambat bahkan sampai tidak terjadi bila tidak ada cahaya sama sekali, sedangkan proses respirasi berlanjut dengan kecepatan yang hampir proporsional dengan siang hari. Hal ini berarti, pada lilin lebah hari proses asimilasi kian cepat bila dibandingkan dengan proses asimilasi. Dengan demikian udara nan diambil oleh tumbuhan bertambah dominan O 2 sementara itu nan dilepaskan maka dari itu pokok kayu kian dominan CO 2. Kondisi inilah nan menyebabkan bilamana malam masa kita berada di bawah pohon nan rindang terasa tidak nyaman. E. Latihan Kerjakan les di bawah ini buat menerapkan cara membolongi miskonsepsi siswa. 1. Buatlah masing-masing satu soal lakukan mengungkap miskonsepsi sreg kemagnetan dan tata surya. Harap diingat, bahwa miskonsepsi tidak sekedar melibatkan definisi konsep, akan tetapi menyertakan hubungan antar konsep. Untuk membantu Anda, kunjungilah 2. Soal berdasarkan kejadian nyata. Di intern buku wacana IPA kelas II dinyatakan bahwa zat padat memiliki bentuk teguh. Sementara itu, siswa Engkau menyatakan, Gelas yang benda padat itu kalau dibanting khan pecah… Jadi, benda padat bentuknya tidak konstan. Apakah siswa tersebut mengalami miskonsepsi? Bagaimanakah penjelasan Anda untuk mengatasi inkompatibilitas tersebut? Rambu-rambu Pengerjaan Kursus, Perhatikan dan bandingkan hasil latihan Ia dengan arketipe yang diberikan sebelumnya. 130 Pengembangan Pembelajaran IPA SD (Apendiks)

23
SUPLEMEN SUB UNIT 6.2 REMEDIASI MISKONSEPSI Selepas mempelajari Apendiks Sub Unit 6.2 ini, Kamu diharapkan dapat: 1. menguraikan cara meremedi miskonsepsi 2. merumuskan acara membereskan miskonsepsi Setelah Sira memahami, bahwa peserta Beliau mengalami miskonsepsi, apa nan akan Anda lakukan? Tentu saja Sira harus meremidi miskonsepsi tersebut. Akan tetapi, bagaimanakah mandu meremedinya? Perhatikan ilustrasi berikut. Pak Sudin, koteng guru kelas bawah V SD menengah membahas gaya gravitasi. Selongsong Sudin bertanya, Takdirnya kamu menolak tembok, maka tembok akan mendorong kamu. Aldo tidak percaya, ia bertanya, Bungkusan, tembok khan benda mati nan bungkam, mana mungkin bisa mengerahkan kecenderungan? Kemasan Sudin menjawab, Biarpun benda mati, tembok dapat mengerahkan tren. Jelas? Aldo menjawab, Iya, Pak… jelas. Berdasarkan ilustrasi di atas, apakah Aldo memiliki potensi mengalami miskonsepsi? Apakah metode yang digunakan Pak Sudin cocok digunakan kerjakan mengendalikan miskonsepsi Aldo? Menurut pendapat Anda, bagaimanakah alternatif kegiatan remedi yang boleh digunakan bikin mengendalikan miskonsepsi siswa tersebut? Remediasi Miskonsepsi IPA Objek Referensi Seperti telah diketahui, konsep-konsep IPA pada tingkat pendidikan yang kian minus akan diulang, diperdalam, dan diperluas pada tingkat pendidikan yang bertambah tinggi. Maka dari itu karena itu, miskonsepsi yang terserah lega diri petatar SD prospek akan tercabut sampai dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Miskonsepsi yang lain tepat ini harus dibongkar semenjak tokoh siswa dan diganti dengan konsepsi yang benar. Kaidah radiks yang umumnya disepakati untuk meremedi miskonsepsi antara enggak laksana berikut: (1) Sebelum mempelajari suatu konsep secara normal, pesuluh sudah memiliki pengetahuan ataupun pengalaman dengan topik itu, oleh karena itu yang baru dengan yang lama harus terangkai secara etis dalam otak petatar. Pengembangan Penerimaan IPA SD (Adendum) 131

24
(2) Pengetahuan dan camar duka sudah menghasilkan struktur wara-wara di dalam otak. Tetapi belum tentu struktur ini benar, dan seringkali pra-konsepsi ini harus dibongkar. Jadi guru harus siuman bahwa kadang-kadang teristiadat membongkar sesuatu dulu sebelum membangun sekali lagi. (3) Agar terjadi proses belajar, petatar harus aktif. Antara lain berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, berikut ini sejumlah pendekatan remidiasi miskonsepsi nan diajukan para penyelidik. 1. Konflik Kognitif Jaringan konsep sebenarnya merupakan suatu teori atau lengkap yang digunakan pelajar bikin menguasai soal dan komplikasi IPA. Jika jalinan antara benda tegangan dan kuat arus salah, maka banyak soal yang menyangkut hubungan antar keduanya akan pelecok. Sesuai teori masukan konsep, petatar akan menguji setiap konsep yang yunior dengan teori peserta tersebut. Takdirnya siswa dihadapkan plong satu masalah, kemudian diminta meramalkan apa yang terjadi kalau. Sehabis melakukan ramalan, temperatur dan siswa menguji ramalan siswa dengan demonstrasi di depan kelas alias praktikum. Jika ramalan siswa tidak cocok (prakonsepsinya salah ), siswa mengalami konflik kognitif yang boleh menghasilkan perubahan struktur kognitifnya. Perubahan ini belum pasti benar. Dengan terus membiasakan menggunakan konsep barunya secara aktif dalam sejumlah masalah nan sesuai, siswa dilatih dan diarahkan ke konsep nan sopan. Contoh konflik kognitif ini boleh Anda pelajari dalam suplemen video. 2. Kias Privat analogi, suatu keadaan fisika yang niskala dianalogikan dengan keadaan lain yang lebih nyata dan menjadi sauh di n domestik penggerak cak bagi merintih konsep yang baru. Lalu dengan tamsil, siswa diantarkan menuju keadaan nan abstrak itu. Perumpamaan contoh cara kias, ahli pendidikan yang bernama Minstrell (1982) menemukan banyak siswa tidak percaya bahwa meja mengerjakan tren pada benda di atasnya. Doang pesuluh yakin tangan akan mengerjakan gaya plong gerendel yang terletak di atasnya. Maka Minstrell menganalogikan bidang datar dengan 132 Pengembangan Penerimaan IPA SD (Suplemen)

25
tangan. Buat jujur peserta, dibuat suatu jembatan nan mengantarkan analogi ini kepada situasi sesungguhnya. Jembatan itu adalah tiang tipis. Jika buku diletakkan di atasnya, papan akan melengkung (bintang sartan papan mengamalkan gaya, seperti halnya tangan). Lalu pusat diletakkan lega kusen yang makin tebal, lengkungan papan semakin invalid, hasilnya menjejak meja. Contoh lain analogi dapat Anda pelajari dalam suplemen video. 3. Interaksi Pasangan (Think Pair Share) Temperatur meminta siswa menjawab pertanyaan diagnostik miskonsepsi. Berdasarkan hasil jawaban siswa, guru memasangkan peserta nan konsepsinya berbeda, kemudian mereka diminta menjelaskan alasan jawaban kepada pasangannya. Dalam interaksi itu, siswa akan habis aktif takdirnya konsepsinya farik dengan pasangannya. Maka struktur (konsep) di dalam otak pesuluh dapat berubah, walaupun perubahan itu belum tentu menghasilkan konsep yang etis. Kelemahan kaidah ini adalah sesudah beberapa kali, siswa galibnya tahu siapa yang biasanya benar, sehingga pasangannya menjadi mudah menunduk, konsepsi baru tidak terikat di otaknya. Latihan Pilihlah satu konsep yang banyak dipahami secara tidak tepat oleh peserta Anda. Sira dapat menggunakan jabaran maupun pertanyaan-pertanyaan nan digunakan bagi menggali konsepsi siswa sreg seksi 6.1. Rumuskan langkah-langkah meremidi miskonsepsi pada konsep tersebut. Pacak-rambu Pengerjaan Latihan, Perhatikan dan bandingkan hasil les Anda dengan cara dan teladan remedi miskonsepsi nan telah diuraikan pada seksi ini. RANGKUMAN Siswa-siswa SD telah memiliki konsepsi akan halnya konsep-konsep IPA sebelum memasuki kelas. Konsepsi ini belum tentu tepat. miskonsepsi terhadap konsepkonsep IPA yang dialami oleh murid SD, termasuk miskonsepsi yang Sira alami. Akan tetapi, sadar saja tidak layak! Misal calon suhu, Kamu mudahmudahan Pengembangan Pendedahan IPA SD (Suplemen) 133

26
mengidentifikasi berbagai miskonsepsi yang sering dialami oleh pelajar dan temperatur SD berdasarkan hasil penggalian yang telah dilakukan para juru. Dengan mengenali miskonsepsi IPA SD, tersurat miskonsepsi yang mungkin Anda alami, maka Anda diharapkan akan boleh mengekspresikan acara pendedahan yang tepat kerjakan mengatasi miskonsepsi tersebut. Suplemen Unit 6 ini mendukung Beliau mengidentifikasi majemuk miskonsepsi IPA SD. Setelah mempelajari Suplemen Unit 6 ini diharapkan Kamu bisa 1) mengidentifikasi miskonsepsi IPA; 2) mengekspresikan mandu mengungkap miskonsepsi IPA; 3) merumuskan cara memecahkan miskonsepsi IPA. Pencapaian kompetensi tersebut dilaksanakan melalui kegiatan bersemuka dan kegiatan mandiri. Kegiatan tatap muka difokuskan puas kegiatan diskusi dan tuntunan terlatih, sementara itu kegiatan mandiri difokuskan pada latihan secara individu sesuai dengan tugas koheren yang diberikan. Sepanjang kegiatan lihat muka dan mandiri, Anda dapat menggunakan adendum bahan asuh cetak, video pembelajaran, serta bahan rujukan lainnya. Pencapaian tujuan pembelajaran diukur menerobos tes tulis dan pengumpulan tugas-tugas terstruktur. Daftar Referensi Berg, Euwe van den Miskonsepsi Fisika dan Remidiasi. Salatiga: UK Satya Bacaan. Budi, Kartika Pembelajaran Fisika yang Humanistis. Yogyakarta: Kanisius. Brian Prayle, Darren Hester, 2006.Gateway Biology Revision B3. Tersedia: stthomasmore.org.uk.[diakses terlepas 10 Maret 2011] Dahar, Ratna Wilis Teori-teori Membiasakan. Jakarta: Erlangga. Endanglastriana Fotosintesis. Cawis [ diakses tanggal 10 Maret 2011] Pengembangan Pengajian pengkajian IPA SD (Suplemen)

27
Minstrell, J Explaining the Force at Rest Condition of an Object. The Physics Teacher. January 1982, Sumaji Dimensi Pendidikan IPA dan Pengembangannya Sebagai Kesetiaan Ilmu. Yogyakarta: Kanisius Sundaru, Berg, Euwe van den Miskonsepsi Mahasiswa dan Guru Mengenai Rambatan dan Kelancaran Binar. Salatiga: UK Satya Teks. Suparno, Paul Miskonsepsi (Konsep Alternatif) Pelajar SMU internal Bidang Fisika. Yogyakarta: Kanisius. Wasis Miskonsepsi Suhu-hawa SD Kelas VI di Kecamatan Ngetos, Upaya Remidiasi dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Belajar Peserta. Maklumat Penelitian. Lemlit UNESA. bukan diterbitkan. Wilardjo, Liek Secercah Pandangan tentang Indoktrinasi Sains. Yogyakarta: Kanisius. Peluasan Pembelajaran IPA SD (Adendum) 135

Source: https://docplayer.info/32349031-Berbagai-contoh-miskonsepsi-ipa-sd-dan-cara-remediasinya.html

Posted by: skycrepers.com