Analisis Hasil Evaluasi Belajar Sd Kurikulum 2013

1. Pengkajian ini dilaksanakan di SD Negeri Jetis yang menetap di Urut-urutan Imogiri Barat, Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul Kewedanan Istimewa Yogyakarta 55781 kelas V.

2. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari sampai dengan Februari 2019.

49
C.

Populasi dan Sampel

Populasi studi ini adalah murid kelas V di SD Wilayah Jetis tahun 2018/2019. Sedangkan sampel pada studi ini adalah soal, kunci jawaban
dan lembar jawaban pesuluh. Ditentukan dengan menggunakan teknik besaran

sampling, dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Seluruh populasi

yang akan digunakan dalam riset berjumlah 84 petatar/3 kelas.

D.

Definisi Operasional Variabel

Dalam penelitian ini menggunakan laur tunggal (variabel terikat) yakni analisis butiran soal testimoni penilaian pengunci semester pilihan berganda mata pelajaran pendidikan raga olah tubuh dan kebugaran papan bawah V SD Kewedanan Jetis Kabupaten Bantul Masa ajaran 2018/2019. Definisi oprasionalnya adalah butir pertanyaan validasi penilaian akhir semester yang digunakan bakal mengungkap kompetensi siaran nan berbentuk pengecekan obyektif yaitu plong soal pilihan berganda. Tujuan dari analisis butir soal ialah bakal memberikan gambaran akan halnya taraf kesukaran dan kiat beda butir tanya agar dapat dijadikan bahan evaluasi bakal menciptakan menjadikan pertanyaan.

E.

Teknik Pengurukan Data

Penelitian ini menggunakan teknik akumulasi data dokumentasi.

Metode ini digunakan untuk mendapatkan data pengkaji yang faktual soal tentamen, kunci jawaban, dan untai jawaban pekerjaan siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah cak bertanya ujian, daya jawaban dan lembar jawaban murid sehingga dapat bertepatan digunakan umpama alamat amatan data untuk menganalisis soal.

50
F.

Instrumen Penekanan

Alat nan digunakan dalam penelitian ini merupakan organ yang dibuat sesuai dengan komponen pelaksanaan penilaian akhir semester gasal inferior V SD Negeri Jetis Kabupaten Bantul tahun ajaran 2018/2019 di Kecamatan Jetis plong tahap evaluasi nan diteliti. Gawai penelitan adalah dokumentasi paket soal dan kunci jawaban kelas V SD Provinsi Jetis Kabupaten Bantul Semester Gasal.

G.

Teknik Kajian Data

Analisis butir soal dilakukan secara deskriptif kuantiatif. Soal nan dianalisis merupakan soal-tanya saringan ganda penilaian intiha semester gangsal mata cak bimbingan pendidikan awak olaharaga dan kesehatan SD Negeri Jetis Kabupaten Bantul.

Kajian radas testimoni pilihan berganda dilakukan dengan menggunakan
acara Excel. Kejadian ini dilakukan karena karakteristik serta kualitas secara

empirik berasal butir tanya dapat diketahui dengan menggunakan acara ini. Hasil programa adalah karakteristik butir dan perabot tes secara perangkaan. Statistik granula tes tersebut adalah (1) Tingkat Kesukaran, (2) Anak kunci Beda, (3) Fungsi distraktor.

Berikut adalah kriteria tingkat kesukaran butiran:

Diagram 4. Tingkat Kesukaran Butir

Penunjuk kesukaran Kategori Soal

0,00-0,30 Susah

0,31-0,70 Sedang

0,71-1,00 Mudah

Sumber: Suharsimi Arikunto (2012: 225)

51

Klasifikasi Kancing Pembeda selisih butir soal disajikan andai berikut:

Tabel 5. Kalsifikasi Sentral Pembeda

Daya Beda Kategori

0,00-0,20 Jelek

0,21-0,40 Cukup

0,41-0,70 Baik

0,71-1,00 Baik Sekali

Negatif Semuanya tidak baik, jadi semua butir soal yang n kepunyaan poin D negatif sebaiknya dibuang saja

Sendang: Suharsimi Arikunto (2012: 232)

Klasifikasi efektivitas fungsi distraktor beda butir soal disajikan bagaikan berikut:

Tabel 6. Klasifikasi Efektivitas Maslahat Distraktor

Kuantitas Pemilih Kategori

≥ 5% Berfungsi baik

< 5% Berfungsi rendah baik

Sumber: Suharsimi Arikunto, 2012: 234

52
BAB IV

HASIL Penekanan DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan lakukan memafhumi kualitas butir tanya pilihan berganda penilaian intiha semester alat penglihatan cak bimbingan pendidikan awak latihan jasmani dan kesehatan kelas V di SD Negeri Jetis Kabupaten Bantul Periode Visiun 2018/2019, dari tingkat kesukaran, muslihat pembeda dan fungsi distraktor/pengecoh nan terdiri atas 5 KD atau 25 granula soal dengan 84 siswa tes yang terdiri dari 3 kelas (A,B dan C).

Data diperoleh dengan memperalat metode dokumentasi data primer yaitu lawai jawab Penilaian Intiha Semester Mata Les Pendidikan Jasmani Olah tubuh dan Kesehatan kelas V semester gasal waktu ajaran 2018/2019. Selanjutnya lembar jawab tersebut dianalisis dengan bantuan
program excel buat cak menjumlah amatan butiran tanya seleksian berganda ditinjau

dari tingkat kesukaran, daya pembanding dan efektivitas pengecoh. Hasil amatan yang diperoleh dan sesuai dengan rumusan masalah dapat dilihat sebagai berikut:

Tabulasi 7. Hasil Analisis Soal Seleksian Berganda

Analisis Kategori Jumlah
Presentase

Kesukaran

53

Amatan Kategori Total
Presentase

Fungsi Distraktor Baik 79 opsi 79%

Tekor Baik 21 opsi 21%

Berdasarkan puas grafik 11 di atas, hasil analisis soal pilihan berganda penilaian akhir semester netra tutorial PJOK kelas V di SD Negeri Jetis Kabupaten Bantul Perian Nubuat 2018/2019 dapat disajikan dalam diagram batang tampak puas rangka 1 sebagai berikut:

Gambar 2. Tabel Mayit Hasil Kajian Soal Pilihan Berganda Mata Pelajaran PJOK Kelas V di SD Kawasan Jetis Hari Ilham 2018/2019

0%

20%

40%

60%

80%

100%


Presentase Kajian Butir Soal

Kesukaran
Resep Selisih
Fungsi Distraktor

54
1. Tingkat Kesukaran

Bersendikan berpunca hasil analisis butir pertanyaan pilihan berganda mata tutorial pendidikan awak olahraga dan kesegaran bersumber segi tingkat
kesukaran melalui Program Excel maka bisa diperoleh hasil bahwa dari besaran

25 butiran pertanyaan pilihan berganda yang dianalisis (lebih lengkapnya ada di lampiran 9, halaman 87) menunjukan sebanyak 3 butiran pertanyaan (12%) kerumahtanggaan kategori sukar, 12 butir soal (48%) kerumahtanggaan kategori sedang, dan 10 butir cak bertanya (40%) internal kategori mudah. Apabila didistribusikan dengan indeks tingkat kesukaran, maka dapat dilihat hasilnya bak berikut:

Diagram 8. Persebaran Tingkat Kesukaran Butir Pertanyaan Mata Kursus PJOK

Sumur: Data Primer Dikerjakan (Perhitungan sreg Lampiran 9, halaman 87)

Berdasarkan puas tabel 14 tersebut di atas, tingkat kesukaran soal saringan berganda penilaian akhir semester mata pelajaran PJOK papan bawah V di SD Provinsi Jetis Kabupaten Bantul boleh disajikan dalam diagram batang tertentang pada rencana 4 sebagai berikut:

55

Gambar 3. Tabel Batang Tingkat Kesukaran Pertanyaan Pilihan Berganda Mata Pelajaran PJOK Papan bawah V di SD Negeri Jetis Tahun Visiun 2018/2019

2. Analisis Daya Pembanding

Beralaskan dari hasil analisis butir soal saringan berganda alat penglihatan pelajaran pendidikan tubuh latihan jasmani dan kesegaran dari segi kiat pembeda
melintasi programa excel diperoleh hasil bahwa bersumber total 25 butiran soal pilihan

berganda yang diujikan (lebih lengkapnya terserah di lampiran 9, halaman 87), terdapat 10 butir soal (40%) dalam kategori Jelek, 11 butir tanya (44%) dalam kategori Cukup, 3 butiran soal (12%) baik, dan 1 butiran soal (4%) Negatif atau tak memiliki daya pengimbang. Hasil hanya 4 kriteria dari 5 kriteria yang ada di dalam kajian teori. Biarpun demikian hal ini tidak ki aib karena poin nan muncul menunjukan kualitas tes tersebut apa adanya dari acara yang digunakan bakal menganalisis. Kemudian apabila didistribusikan berdasarkan penunjuk kunci pembeda, maka dapat dilihat hasilnya sebagai berikut:

0%

56

Tabel 9. Distribusi Daya Pembeda Butir Cak bertanya Mata Pelajaran Pendidikan

Jasad Latihan jasmani dan Kesehatan

No Kategori Nomor Soal Jumlah
Presentase

1. Jelek

Sumber: Data Primer Diolah (Perhitungan pada lampiran 9, halaman 87 )

Berlandaskan pada tabel 15 di atas, Pokok Pengimbang cak bertanya pilihan berganda penilaian akhir semester mata pelajaran PJOK kelas V di SD Kawasan Jetis Kabupaten Bantul dapat disajikan n domestik diagram buntang terbantah pada gambar 5 sebagai berikut:

Gambar 4. Tabel Kunarpa Daya Pembanding Soal Pilihan Berganda Mata Pelajaran PJOK Kelas bawah V di SD Kawasan Jetis Tahun Ajaran 2018/2019

57
3. Efektivitas Fungsi Distraktor/Pengecoh

Distraktor/Pengecoh dikatakan baik apabila alternatif jawaban yang dibuat sebagai penipu dipilih paling kecil oleh 5% dari jumlah keseluruhan peserta validasi. Berdasarkan bermula hasil analisis butiran tanya pilihan berganda mata
pelajaran pendidikan jasmani olah tubuh dan kesehatan melalui program excel

dari segi efektivitas keistimewaan distraktor dengan total 100 opsi pecah 25 soal pilihan berganda nan diujikan (lengkapnya suka-suka di lampiran 10, jerambah 90) diperoleh 79 opsi berfungsi baik berusul 25 butir pertanyaan, dan 21 opsi memiliki fungsi yang tekor baik semenjak 11 butir tanya. Hasil amatan khasiat distraktor soal saringan berganda ain kursus PJOK kelas V di SD Kawasan Jetis Kabupaten Bantul Tahun Ajaran 2018/2019, disajikan sreg tabel 9 sebagai berikut:

Tabel 10. Kekuatan Distraktor Soal Butir Soal Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

No Kategori Nomor Butir Soal dan Opsi Jumlah Opsi

Sumber: Data Primer Tergarap (Kalkulasi pada komplemen 10, halaman 90 )

58

Berdasarkan lega grafik 16 di atas, Daya Pembeda soal pilihan berganda penilaian penutup semester netra pelajaran PJOK kelas V di SD Negeri Jetis Kabupaten Bantul Tahun Ajaran 2018/2019 dapat disajikan privat tabel batang tampak pada gambar 6 sebagai berikut:

Rancangan 5. Grafik Layon Efektivitas Kebaikan Distraktor Soal Pilihan Berganda Netra Pelajaran PJOK Papan bawah V di SD Negeri Jetis Hari Wangsit 2018/2019

B. Pembahasan Hasil Penajaman

1. Tingkat Kesukaran

Hasil analisis butir soal pilihan berganda di SD Negeri Jetis Kabupaten Bantul Mata Cak bimbingan PJOK Kelas V yang telah dilakukan dengan program
excel terhadap 25 granula cak bertanya didapat hasil bahwa masih terdapat sejenis itu banyak

soal yang tercantum kerumahtanggaan kategori mudah yakni sebanyak 40% berbunga kuantitas keseluruhan, sehingga cak bertanya nan digunakna belum subur memberahikan pesuluh untuk menuntaskan pertanyaan.

Analisis butir soal pecah segi tingkat kesukaran dilakukan untuk mengukur seberapa besar derajat kesukaran cak bertanya nan akan diujikan. Ini dilakukan untuk mengetahui rasio banyaknya pelajar didik yang menjawab sopan bermula seluruh peserta verifikasi dan membedakan soal apakah terdaftar intern kategori

0%

59

mudah, sedang atau sukar. Cak bertanya yang baik adalah pertanyaan yang bukan berlebih mudah maupun terlalu sukar, karena soal yang plus mudah lain akan sensual siswa buat berfikir atau mempertinggi usahanya untuk menyelesaikan ki aib semacam itu juga soal yang terlalu langka akan menyebabkan pelajar menjadi putus taksir dan tidak memiliki semangat cak bagi mencoba kembali karena diluar jangkauanya. Analisis butiran soal pilihan berganda dapat digunakan cak bagi meneliti materi-materi mana yang belum dikuasai murid tuntun (pada soal yang rumit) sehingga guru boleh mengulang pula atau memperbaiki proses membiasakan mengajarnya. Kerjakan putir soal yag pelik bakal keseluruhan kelas dapat berguna untuk pembimbingan ke jihat penajaman yang kian luas dengan cara mendiskusikan bersama siswa didik, sehingga bisa memperluas pengetahuan dan menghilangkan salah signifikansi. Selain keadaan tersebut analisis butir soal pun sangat bermanfaat untuk master PJOK dalam mengejar kelemahan-kelemahan yang ada kerumahtanggaan cara mengajar teori PJOK serta ketrampilan guru dalam penulisan tanya.

Taraf kesukaran harus mampu melepaskan soal nan pelik mudah dan musykil, sehingga soal yag digunakan tidak membuat putus asa jika soal nan di gunakan terlalau sukar dan tidak mewujudkan petatar meremehkan alias tidak terserah usaha yang dialukan murid cak bagi memecahnkan pertanyaan. Sebaiknya soal yang digunakan tidak plus sukar maupun bersisa berat, namun hasil dianalisis menemukan soal yang sesak terlalu mudah sedemikian itu banyak sehingga tindakan lanjut yang dapat dilakukan semenjak hasil kajian tingkat kesukaran tersebut :

60

a) Mengingat-ingat tanya yang memang telah n kepunyaan tingkat kesukaran nan sudah baik sehingga boleh digunakan kembali.

b) Lakukan granula cak bertanya nan terlalu mudah maupun berlebih sulit ada dua prospek yang dapat dilakukan yakni di lepaskan apabila memang benar-etis bukan cukup dan lain dapat diperbaiki dan diteliti ulang alias diperbaiki sehingga menjadikan tanya lebih berbobot dan nantinya dapat digunakan lagi.

2. Buku Penyelaras

Hasil amatan siasat pengimbang berpokok 25 butir soal yang digunakan guru PJOK di SD Negeri Jetis Kabupaten Bantul masih terdapat butir soal negatif atau sama sekali tidak memiliki daya pembeda dan butir tanya privat kategori jelek masih sangat tinggi merupakan 40% berusul keseluruhan granula soal yang digunakan kerumahtanggaan pembuktian, sehingga dilihat bersumber hasil tersebut granula soal pilihan berganda yang digunakan di SD Kawasan Jetis Kabupaten Bantul menunjukan bahwa cak bertanya yang digunakan indeks daya pembedanya masih sedikit, sehingga belum mampu membedakan siswa yang mampu/tukang dan belum makmur/bebal secara maksimal.

Menganalisis butiran pertanyaan dari segi daya pembeda ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan butir soal yang akan diujikan bagi dapat membedakan anatara murid didik yang belum berbenda mengatasi materi yang akan diujikan, sehingga apabila verifikasi tersebut diberikan kepada siswa nan mampu akan menunjukan penampilan yang tinggi dan bila diberikan kepada murid yang lemas maka hasilnya rendah. Semakin tinggi penunjuk anak kunci pembeda soal maka semakin gemuk soal yang digunakan memperlainkan siswa yang pandai

61

dan siswa nan kurang pandai. Sejalan dengan peristiwa tersebut maka analisis daya pembeda memiliki arti untuk meningkatkan mutu setiap butiran tanya melalui data empirisnya, sehingga diketahui butir cak bertanya itu baik, direvisi atau ditolak serta mengasingkan kemampuan petatar nan mampu dan bukan.

Soal nan dianjurkan yaitu pertanyaan nan memiliki biji P antara 0,30 dan 0,70 sehingga butir tanya n domestik kategori baik dan cukup dapat dikatakan dalam kategori cukup meski tidak semua kategori pas dapat dikatakan memadai (dibawah 0,30 enggak pas). Bersendikan hasil analisis diatas maka dapat disimpulkan bahwa sebanyak 5 butiran pertanyaan dalam kategori cukup lain memadai karena di pangkal 0,30, sehingga 16 (64%) butir soal bukan memiliki muslihat beda yang memadahi atau bisa dikatakan lemah dan sisanya sebanyak 9 butir cak bertanya (36%) memiliki kunci selisih yang memadahi (dapat dilihat secara rinci di adendum 9, pelataran 87). Mudahmudahan granula tanya yang belum menyempurnakan kategori perlu diperbaiki atau direvisi apabila masih memungkinkan dan ditolak atau dibuang apabila akibatnya negatif/sangat jauh berasal kriteria sehingga sulit diperbaiki dan soal nan memenuhi kategori atau n domestik artian baik dan memadahi dapat ditulis kembali.

3. Efektivitas Fungsi Distraktor

Analisis butir soal dari segi efektivitas penipu ini dilakukan untuk mengetahui seberapa baik sortiran salah mampu mengecoh peserta pembenaran yang memang tidak mampu mengidas jawaban nan tepat. Untuk mengetahui efektivitas dari pengecoh tersebut boleh dilakukan dengan cara melihat persebaran jawaban soal (opsi yang dipilih) berasal peserta didik. Berdasarkan bersumber

62

pola persebaran inilah akan diketahui apakah penipu dapat berfungsi dengan baik ataupun enggak.

Efektivitas pengecoh diperoleh dengan mengitung banyaknya pelajar tes nan memilih jawaban A,B,C dan D. Suatu distraktor dapat dikatakan berfungsi dengan baik apabila dipilih minimal oleh 5% penyembah tes.

Bersendikan hal tersebut maka kerjakan jumlah paling pengiku tes dalam penelitian ini dikatakan berfungsi dengan baik apabila dipilih minimal oleh 4 pemuja tes, karena kuantitas subjek dari penelitian ini ialah 84 peserta tes.

Berdasarkan hasil amatan efektivitas fungsi distraktor berbunga 100 opsi berasal 25 butir soal yang digunakan guru PJOK di SD Negeri Jetis Kabupaten Bantul menunjukan 79% distraktor dapat dipertahankan karena mampu berfungsi dengan baik, dan sisanya 21% lainya dapat diperbaiki/direvisi seperlunya dengan cara mengganti pendusta yang berpotensi hampir sama dengan jawaban sehingga dapat ditulis kembali dan dapat mengecoh siswa tes, sehingga pecah data soal yang digunakan n kepunyaan efektivitas yang janjang karena terdapat layak banyak distraktor nan berfungsi dengan baik.

63
BAB V

Deduksi DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penajaman dan pembahasan kajian butiran soal pilihan berganda yang menghampari tingkat kesukaran, daya penyelaras, efektivitas penokoh sreg soal pilihan berganda Penilaian Penutup Semester Gasal Alat penglihatan Les Pendidikan Raga Olah tubuh dan Kesegaran Kelas bawah V SD Negeri Jetis Kabupaten Bantul Waktu Ajaran 2018/2019, maka dapat disimpulkan berbunga 25 butir soal pilihan berganda pasca- dilakukan amatan butir tanya diperoleh hasil misal berikut:

1. Ditinjau dari tingkat kesukaran menunjukan sebanyak 3 butir soal (12%) dalam kategori susah, 12 butir tanya (48%) n domestik kategori medium, dan 10 butir soal (40%) dalam kategori mudah.

2. Ditinjau dari tingkat daya pembeda terdapat 10 butir soal (40%) dalam kategori Jelek, 11 butir cak bertanya (44%) dalam kategori Cukup, 3 butir cak bertanya (12%) baik, dan 1 butir cak bertanya (4%) Negatif alias tak memiliki daya pembeda.

3. Ditinjau dari efektivitas fungsi distraktor berasal 100 opsi nan ada diperoleh 79 (79%) opsi berfungsi baik, dan 21 (21%) opsi memiliki fungsi yang kurang baik.

64
B. Implikasi

Evaluasi dimaksudkan untuk mengawasi lagi apakah tujuan yang ditetapkan sudah tercapai dan apakah proses pembelajaran sudah efektif, dengan demikian hasil membiasakan pelajar dapat dipantau oleh guru, yang lebih jauh akan diketahui sampai mana pelajar mampu memintasi materi yang diajarkan. Untuk mengetahui hal tersebut maka kajian butir pertanyaan sangat mesti dilakukan. Tanya yang digunakan temperatur lakukan mengetes/menyukat kemampuan pesuluh pun harus menyempurnakan ciri-ciri cak bertanya yang baik diantaranya adalah harus valid dan reliabel.

Menganalisis granula soal merupakan salah satu kegiatan dari evaluasi yang harus dilaksanakan oleh guru terhadap soal nan digunakan untuk mengetes siswa. Evaluasi sendiri memiliki banyak kekuatan baik kerjakan master, siswa, maupun sekolah diantaranya untuk siswa buat mengetahui tingkat kejayaan setelah mengakui asam garam belajar nan diberikan maka dari itu guru. Hawa pula dapat mengetahui apakah materi yang diajarkan sudah tepat bagi petatar atau belum dan organ evaluasi nan digunakan sudah tepat maupun belum. Padahal lakukan sekolah dapat digunakan sebagai pedoman terhadap rasio kebikan nan diambil sekolah, apakah telah menetapi tolok alias belum.

Berdasarkan simpulan bisa diperoleh implikasi studi soal penilaian akhir semester yang digunakan di SD Kewedanan Jetis belum dapat digunakan umpama pengukur kualitas peserta tuntun atau soal nan digunakan cacat baik.

Keadaan ini beralaskan dari amatan butir soal penilaian pengunci semester tersebut yang menyatakan masih terletak kualitas butir soal nan kurang baik terbit beberapa karakteristik nan dianalisa yakni baik dari tingkat kesukaran, resep

65

pembanding dan fungsi distraktor/pengecoh. Namun demikian masih terdapat soal nan baik sehingga subur cak bagi digunakan kembali, sekadar sebaiknya sebelum soal tersebut digunkan kembali perlu diadakan reformasi secara cermat dengan mengkaji lebih dalam pun mengenai patok-rambu pembuatan tanya pilihan berganda dan ciri-ciri soal nan baik.

Perombakan tersebut perlu dilakukan karena sejatinya tes memiliki fungsi sebagai perlengkapan pengukur terhadap petatar didik dan misal alat pegukur keberhasilan acara pencekokan pendoktrinan. Sehingga apabila butir cak bertanya yang digunakan belum baik maka pengecekan yang dilaksanakan tidak akan berfungsi andai mana mestinya. Perbaikan dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan teknik penyusunan konfirmasi dengan memperhatikan rambu-rambu penulisan pemeriksaan ulang pilihan berganda dan menuding kembali kesesuaian materi yang diajarkan dengan soal yang dibuat, sehingga pada musim nan akan datang dapat dipergunakan pula.

C. Keterbatasan Riset

Biarpun studi ini telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sekadar tidak dapat dipungkiri bahwasanya masih terdapat banyak keterbatasan dan kekurangan, diantaranya:

1. Investigasi dilaksanakan setelah penilaian intiha semester, sehingga peneliti tidak mempunyai dan melampirkan kopi konkret susuk detik siswa melakanakan pembuktian penilaian akhir semester.

2. Pengambilan data tidak dipantau refleks oleh penyelidik, sehingga tidak boleh diketahui kesungguhan peserta dalam mengerjakan verifikasi dan apakah

66

jawaban nan diberikan serius dikerjakan sesuai dengan kemampuanya sendiri dan bersunguh-betapa alias bukan.

3. Terwalak banyak jawaban keseleo yang dibenarkan oleh siswa karena soal dikoreksi sekalian atau dikoreksi oleh siswa, sehingga penyelidik harus mengkoreksi ulang sutra jawab petatar.

4. Jawaban murid tidak jelas maupun berubah-ganti dalam menyilang jawaban, sehigga menyulitkan peneliti n domestik mengoreksi jawaban nan dipilih maka dari itu siswa.

5. Kajian nan dilakukan kerumahtanggaan studi ini masih terbatas pada amatan kuantitatif.

D. Saran

Berdasarkan penali penelitian di atas, cak semau bilang saran yang dapat disampaikan yaitu:

1. Apabila dibutuhkan data berupa pengarsipan sebaiknya penyelidik mencari mualamat jauh-jauh musim kapan ujian dilaksanakan sehingga peneliti bisa mempunyai dokumentasi, atau bisa meminta ke pihak sekolah apabila pihak sekolah memiliki.

2. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya penyelidik memantau dan memastikan bahwa jawaban nan diberikan siswa merupakan jawabanya sendiri dan tergarap dengan sugguh-sungguh.

3. Mudah-mudahan soal dikoreksi oleh guru sendiri, sehingga tidak ada tes jawaban yang dilakukan oleh siswa.

67

4. Plong saat ujian hendaknya guru memberi penjelasan bahwa cak bertanya yang disilang haruslah satu/tidak boleh menyilang jawaban lebih dari satu, apabila akan berganti jawaban dapat dihapus dengan bersih atau menggaris dengan dua garis horizontal.

5. Tugas akhir skripsi ini masih banyak kekurangan, lakukan penyelidik selanjutnya hendaknya meluaskan dan menetapi lagi riset ini.

68

Daftar bacaan

Tepung Achmadi, Cholid Narbuko. (2010). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT

Dunia Leter.

Arifin Zaenal. 2013. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur.

Bandung: PT Muda Rosdakarya.

Atmojo Mulyono Biyakto. 2010. Testimoni dan pengukuran dalam Pendidikan

Jasmani/Olahraga. Jawa Tengah: Lembaga Ekspansi Pendidikan

(LPP) UNS.

Budi Susetyo. 2015. Prosedur penyusunan dan Analisis Tes untuk Penilaian

Hasil Belajar Bidang Kognitif. Bandung: PT Refika Aditama.

Chabib Thoha. (2003). Teknik Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo

Persada.

Daryanto. (2012). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Desmita. 2012. Psikologi Perkembangan Pesuluh Asuh (Panduan bagi Anak adam

Tua dan Master privat Memahami Ilmu jiwa Anak Nasib SD, SMP, dan

SMA). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Erickson Richard C. 1976. Measuring Student Growth. University of Missouri

at Columbia: Allyn and Bacon, Inc., Boston, London Sydney.

Gronlund Norman E. 1982. Constructing Achievement Test. United States of

America: Prentice-Hall,Inc.,Englewood Cliffs.

H.M Sukardi. 2010. Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Oprasionalnya. Jakarta:

Marcapada Aksara.

H. Nindya Yuli Wulandana. 2015. Evaluasi Pendidikan. Lampung: STAIN

Ramburambu Siwo Metro Lampung.

Ida Farida. (2017). Evaluasi Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Nasional.

Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Kunandar. 2014. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Berlatih Pesuluh Didik

Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: Rajawali Press.

Kepriyayian Made Sriundy. 2014. Evaluasi Pengajaran. Surabaya: Unesa

University Press.

69

Maksum Ali. (2012). Metodologi Penelitian dalam olahraga. Surabaya:

Unesa University Press.

Mardapi Djmari. 2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Non Tes.

Yogyakarta: Mitra Cendikia.

Mudjiono, Dimyati. (2002). Sparing dan Penelaahan. Jakarta: PT Rineka

Cipta.

Nana Sudjana. 2014. Penilaian Hasil Proses Membiasakan Mengajar. Bandung: PT

Remaja Rosdakarya.


. 1995. Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya.

Ngatman. (2017). Evaluasi Pendidikan Awak Latihan jasmani dan Kesegaran.

Jawa Paruh: CV Sarnu Untung.

Ngatman, Fitria Dwi Andriyani. 2017. Konfirmasi dan Pengukuran bakal Evaluasi

Ngatman, Fitria Dwi Andriyani. 2017. Tes dan Pengukuran untuk Evaluasi

Source: https://123dok.com/article/tes-sebagai-alat-evaluasi-deskripsi-teori.q5mgg32j

Posted by: skycrepers.com