Apa Peranan Penting Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sd Doc

apologiku –
Banyak anak adam Indonesia nan masih menanya-tanya, kok sih dalam kurikulum itu masih suka-suka pemetaan pelajaran Bahasa Indonesia ? Sebagian diantara mereka bahkan berujar, “Bahasa Indonesia itu, bahasa kita seorang jadi biarpun tak dipelajari pastinya kita akan fasih berbahasa Indonesia.

Pemikiran sama dengan yang disebutkan itu, nyatanya bertolak belakang dengan kemampuan beristiadat seseorang yang lazimnya lain dapat membedakan bahasa stereotip dan nonformal. Inilah fungsi bahasa Indonesia, yang perlu diketahui maka itu penduduk masyarakat sehingga dirasa tuntunan bahasa Indonesia tersebut itu lampau penting.

Perlu diketahui, kadang kita itu boleh mengamalkan sesuatu yang menurut kita itu mudah. Namun Hal yang menurut kita mudah tersebut belum tentu kita tahu pula teori yang dolan didalamnya. Olehnya itu, berikut ini apologiku akan memaparkan adapun tujuan penerimaan bahasa Indonesia yang dikemas dengan matra makalah. Karena berbentuk makalah, maka pembahasan akan memuat 3 Bab dimulai berbunga pendahuluan, pembahasan dan penutup.

Makalah Tujuan Pendedahan Bahasa Indonesia Tingkat SD, SMP, SMA dan Perserikatan

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Pantat Ki kesulitan

Masyarakat cenderung tidak peduli dan bersikap acuh terhadap pemerolehan bahasa pada anak mereka, dan banyak sekali adanya keberagaman-keberagaman penyimpangan yang terjadi sehingga menimbulkan dampak yang memadai berpengaruh terhadap kronologi bahasa anak.

Ibu bapak banyak yang kurang peduli bagaimana anak memperoleh asal berpunca bahasa nan telah kamu dapatkan sebelumnya. Serta banyak sekali masyarakat marcapada yang belum mengetahui ataupun malar-malar belum adv pernah dari mana sememangnya manusia memperoleh bahasa yang sepanjang ini membantunya dalam memberitahukan kebutuhannya, merumuskan apa yang dirasakannya, dan  mengukapkan perasaannya kepada orang bukan.

Dapat berpikir dan berbahasa merupakan ciri utama yang membebaskan insan dengan makhluk lainnya. Karena mempunyai keduanya, maka bosor makan disebut manusia ibarat bani adam yang mulia dan makhluk sosial. Dengan pikirannya manusia bertualang ke setiap fenomena nan nampak bahkan nan tidak nampak. Dengan bahasanya, khalayak berkomunikasi buat bersosialisasi dan menganjurkan hasil pemikirannya.

Maka itu karena kurangnya pengatahuan oleh ayah bunda murid tentang pentingnya berbahasa sreg anak asuh-anaknya, maka panitera akan membicarakan mengenai tujan pendidikan berbahasa di tingkat pendidikan . Oleh karena itu, kami jadikan riuk satu alasan pembahasan intern makalah ini.

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah bahasa itu ?
  2. Apakah Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia?

C. Tujuan Penulisan

  1. Seyogiannya siswa mengetahui apa bahasa itu
  2. Untuk menjaga abadiah dan kemurnian bahasa Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Bawah Usul Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mempunyai sejarah jauh lebih panjang tinimbang Republik ini koteng. Bahasa Indonesia telah dinyatakan sebagai bahasa nasional sejak tahun 1928, jauh sebelum Indonesia merdeka. Detik itu bahasa Indonesia dinyatakan sebagai bahasa persatuan dan menggunakan bahasa Indonesia sebagai lem bangsa. Saat itu bahasa Indonesia menjadi bahasa jalinan antaretnis (lingua franca) yang mampu merekatkan suku-tungkai di Indonesia. Dalam perdagangan dan penyebaran agama pun bahasa Indonesia mempunyai posisi yang penting.

Deklarasi Kualat Pemuda membuat hidup menggunakan bahasa Indonesia semakin menggelora. Bahasa Indonesia dianjurkan untuk dipakai bagaikan bahasa dalam pergaulan, lagi bahasa sastra dan media cetak. Vitalitas nasionalisme yang tingkatan mewujudkan kronologi bahasa Indonesia sangat pesat karena semua orang ingin menunjukkan jati dirinya bak bangsa.

Sreg tahun 1930-an muncul polemik apakah boleh bahasa Indonesia yang hanya dipakai seumpama bahasa pernah bisa menjadi bahasa di berbagai rupa bidang guna-guna. Akhirnya puas musim 1938 berlangsung Kongres Bahasa Indonesia yang pertama di Tunggal. Dalam perjumpaan tersebut, usia anti Belanda adv amat kental sehingga melahirkan beragam istilah ilmu proklamasi dalam bahasa Indonesia. Istilah belah ketupat, jajaran genjang, yaitu istilah intern satah geometri nan lahir dari perjumpaan tersebut.

Bahasa Indonesia diresmikan plong kemerdekaan Indonesia, pada perian 1945. Bahasa Indonesia yaitu bahasa dinamis nan hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata hijau, baik melalui penciptaan, alias pengisapan berbunga bahasa daerah dan asing. Bahasa Indonesia merupakan dialek seremonial bermula bahasa Jawi. Fonologi dan tata bahasa semenjak bahasa Indonesia cukuplah mudah, dasar-asal nan penting untuk komunikasi dasar bisa dipelajari tetapi dalam kurun waktu sejumlah minggu. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan andai pengantar pendidikan di sekolah di Indonesia.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara peluang sejak abad-abad awal penanggalan modern, minimal enggak dalam rang informalnya. Bentuk bahasa sehari-perian ini caruk dinamai dengan istilah Melayu Pasar. Jenis ini sangat elastis sebab adv amat mudah dimengerti dan ekspresif, dengan keluasan pikiran kesalahan dahulu segara dan mudah menyerap istilah-istilah tak berbunga berbagai bahasa nan digunakan para penggunanya.

Buram yang lebih lumrah, disebut Melayu Tingkatan, pada zaman dulu digunakan halangan batih kerajaan di seputar Sumatera, Malaya, dan Jawa. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat lumat, munjung sindiran, dan tidak seekspresif bahasa Melayu Pasar.

Pemerintah kolonial Belanda nan menganggap kelenturan Melayu Pasar mengancam keikhlasan bahasa dan budaya. Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan bahasa Jawi Tinggi, di antaranya dengan penerbitan karya sastra dalam bahasa Jawi Janjang maka itu Balai Referensi. Semata-mata bahasa Melayu Pasar sudah terlanjur diadopsi oleh banyak pedagang yang melampaui Indonesia.

Artikulasi pertama istilah “Bahasa Melayu” sudah dilakukan pada perian sekitar 683-686 M, yaitu angka musim yang termuat lega beberapa epigraf berbahasa Melayu Kuna dari Palembang dan Bangka. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Sriwijaya, kerajaan maritim yang memenangi pada abad ke-7 dan ke-8. Wangsa Syailendra sekali lagi meninggalkan sejumlah epigraf Melayu Kuna di Jawa Tengah. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya.

Karena terputusnya bukti-bukti teragendakan pada abad ke-9 hingga abad ke-13, pandai bahasa tidak dapat menyimpulkan apakah bahasa Jawi Klasik yaitu kelanjutan dari Jawi Kuna. Coretan berbudi Melayu Klasik pertama berasal berpangkal Epigraf Terengganu bertulang periode 1303. Seiring dengan berkembangnya agama Islam dimulai dari Aceh lega abad ke-14, bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sampai sreg tahap di mana ekspresi “Masuk Melayu” berarti masuk agama Selam.

Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan), cuma pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Galibnya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya boleh sampai sebanyak 360).

Awal penciptaan Bahasa Indonesia bagaikan jati diri bangsa berpunca dari Sumpah Perjaka lega terlepas 28 Oktober 1928. Di sana, sreg Kongres Nasional kedua di Jakarta, dicanangkanlah pemanfaatan Bahasa Indonesia perumpamaan bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Soekarno tak melembarkan bahasanya sendiri, Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu), sekadar beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan mulai sejak Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau.

Dengan mengidas Bahasa Melayu Riau, para pejuang kedaulatan bersatu lagi seperti lega waktu Islam berkembang di Indonesia, doang bisa jadi ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan. Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa), dan kamus baku pun diciptakan. Keadaan ini sudah dilakukan plong zaman Penjajahan Jepang.

Tadinya Bahasa Indonesia ditulis dengan tulisan Latin-Romawi mengikuti ejaan Belanda, setakat perian 1972 ketika Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dicanangkan. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin dibakukan.

B. Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia tingkat SD, SMP, SMA, PT.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Bakal menjaga abadiah dan kesejatian bahasa Indonesia maka diperlukan berbagai upaya. Contoh upaya bakal menjaga keotentikan bahasa Indonesia merupakan dengan menuliskan kaidah-kaidah ejaan dan tulisan bahasa Indonesia n domestik sebuah pokok yang disebut dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan lakukan meningkatkan kemampuan pebelajaran intern berkomunikasi, baik lisan maupun tulis (Depdikbud, 1995).

1. Harapan Penelaahan Bahasa Indonesia di SD

Maksud pembelajaran bahasa Indonesia sebagaimana dinyatakan makanya Akhadiah dkk. (1991: 1) adalah agar siswa ”mempunyai kemampuan berbahasa Indonesia nan baik dan bersusila serta dapat meresapi bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa serta tingkat camar duka siswa sekolah dasar”.

Berusul penjelasan Akhadiah tersebut maka tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat dirumuskan menjadi empat adegan.

  1. Tamatan SD diharapkan bernas menunggangi bahasa Indonesia secara baik dan sopan.
  2. Tamatan SD diharapkan boleh menghayati bahasa dan sastra Indonesia.
  3. Eksploitasi bahasa harus sesuai dengan peristiwa dan tujuan bersopan santun.
  4. Pencekokan pendoktrinan disesuaikan dengan tingkat pengalaman murid SD.

Dari maksud tersebut jelas tergambar bahwa khasiat pengajaran bahasa Indonesia di SD yaitu perumpamaan wadah bakal mengembangkan kemampuan siswa kerumahtanggaan menggunakan bahasa sesuai dengan fungsi bahasa itu, terutama sebagai alat komunikasi. Pengajian pengkajian bahasa Indonesia di SD dapat memberikan kemampuan pangkal berbahasa yag diperlukan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah semenjana maupun bikin menyerap hobatan yang dipelajari tinggal bahasa itu. Selain itu penelaahan bahasa Indonesia pula dapat mewujudkan sikap bersopan santun nan positif serta memberikan dasar bagi menikmati dan menghargai sastra Indonesia. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia perlu diperhatikan pelestarian dan pengembangan ponten-biji indah bangsa, serta pembinaan rasa persatuan nasional.

Seleksi bulan-bulanan ajar serta metode yang digunakan bervariasi sesuai dengan minat serta kemampuan yang dimiliki siswa. Seumpama buat mengajarkan momongan SD kelas VI berlainan dengan metode mengajar anak inferior V walaupun materi pokok nan diajarkan sebabat. Untuk siswa kelas bawah VI membiasakan berkhotbah sudah dapat dilakukan sonder pustaka, sedangkan momongan kelas V masih boleh menggunakan teks. Situasi ini dilakukan hendaknya setiap siswa mempunyai kompetensi penelaahan nan meningkat seiring dengan perkembangan mental momongan.

2. Maksud  Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP/ MTs

Kurikulum Tingkat Eceran Pendidikan (KTSP) mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP merupakan hasil penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya dan telah diatur dalam undang-undang sistem pendidikan nasional hari 2003. Kerumahtanggaan ketentuan umum undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 diperoleh penjelasan seumpama berikut. Pendidikan adalah usaha dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran seyogiannya peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, budi, intelek, ahlak yang mulia, serta kesigapan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. (Depdiknas, 2004:1

Tujuan dan fungsi pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama berorientasi pada singgasana bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. fungsi dan harapan mata tutorial bahasa Indonesia, yaitu laksana :

  • media pembinaan keesaan dan persatuan nasion;
  • wahana peningkatan keterampilan dan pengetahuan dalam rangka pelestarian dan ekspansi budaya;
  • media eskalasi embaran dan keterampilan bikin meraih dan berekspansi guna-guna pengetahuan, teknologi dan seni;
  • sarana penyebarluasan penggunaan bahasa Indonesia yang baik cak bagi berbagai macam keperluan; (5) ki alat pengembangan pengajian pengkajian; dan
  • media pemahaman keragaman budaya Indonesia melalui khazanah bahasa Indonesia (Depdikas, 2004:3).

Berdasarkan fungsi dan tujuannya siswa dan guru diharapkan ibarat berikut.

  • Siswa bisa meluaskan potensi sesuai dengan kemampuan, terhadap kebutuhan dan minatnya serta dapat mengoptimalkan penghargaan terhadap hasil intelektual bangsa sendiri.
  • Guru bisa memusatkan pikiran dan perkembangan kompetensi berbahasa siswa dengan menyenggangkan bervariasi kegiatan berbahasa dan sendang belajar.
  • Guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan asuh moga sesuai dengan kondisi mileu sekolah dan kemampuan siswa (Depdiknas, 2004:2).

Pernyataan di atas menyemboyankan kepada master mata pelajaran bahasa Indonesia seyogiannya dalam setiap proses penelaahan tidak lagi bertitik tolak sreg pemikiran yang keseleo, yakni “pelajar berlatih dan guru mengajar; melainkan murid belajar dan guru membelajarkan”. Melalui pendekatan sparing seperti mana itu, “siswa dilatih makin banyak menggunakan bahasa untuk berkomunikasi; tidak dituntut lebih banyak buat menguasai pengetahuan akan halnya bahasa dan sastra memiliki kebaikan utama sebagai penghalus khuluk pekerti makhluk dan maslahat kemanusiaan” (Depdiknas, 2004:4). Itulah sebabnya radiks pemikiran ini harus khusyuk dipakai maka dari itu hawa demi kelancaran proses pendedahan yang menjadi tugas dan pikulan jawabnya.

3. Maksud Pembelajaran Bahasa tingkat SMA

Banyak orang yang belajar bahasa dengan berbagai tujuan yang berbeda. Suka-suka yang belajar hanya untuk mengerti, suka-suka yang belajar bikin memahami isi teks, terserah yang sparing cak bagi dapat bercakap-elok dengan laju, ada pula yang berlatih lakukan gengsi-gengsian, dan ada pula yang berlatih dengan bineka tujuan istimewa. Tujuan pembelajaran bahasa, menurut Basiran adalah keterampilan komunikasi dalam bervariasi konteks komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan ialah rahasia tangkap makna, peran, daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan beradat. Kesemuanya itu dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan eksploitasi. Sedangkan, dalam kurikulum 2004 bakal SMA dan MA, disebutkan bahwa intensi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia secara mahajana membentangi:

  1. Pelajar menghargai dan memegahkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (nasional) dan bahasa negara.
  2. Peserta mencerna Bahasa Indonesia dari segi rancangan, makna, dan kemustajaban,serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif buat bermacam-tipe pamrih, keperluan, dan keadaan.
  3. Siswa mempunyai kemampuan menunggangi Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional,dan kematangan sosial.
  4. Siswa memiliki disiplin dalam nanang dan berbahasa (berfirman dan menulis).
  5. Siswa ki berjebah menikmati dan memanfaatkan karya sastra bikin mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan butir-butir dan kemampuan bersopan santun.
  6. Siswa menghargai dan membanggakan sastra Indonesia umpama khazanah budaya dan intelektual hamba allah Indonesia.

Cak bagi sampai pada harapan tersebut, diperlukan strategi presentasi pembelajaran berupa metode bakal menyampaikan pendedahan kepada pebelajar buat menerima serta merespon masukan yang semenjak berasal pelajar. Adapun strategi pengelolaan penelaahan adalah metode untuk mengatur interaksi antara pesuluh dengan variabel pengorganisasian dan penyampaian isi pembelajaran.

4. Tujuan Pembelajaran di Sekolah tinggi

Harapan pengajaran sebagaian osean berpedoman pada karya klasik Mager (1975) yang memasukkan 3 suku cadang utama dalam suatu rumusan;

1. Perilaku

2. kondisi, dan

3. derajat (¬barometer) kemenangan.

Instructional Development Institute
(IDI) menambahkan satu komponen nan mesti juga dispesifikasi intern rumusan Yaitu sasaran (audience). Komponen-suku cadang ini makin mudah diingat dengan bantuan mnemonik ABCD, bagi onderdil audience, behavior, conditions, dan pengajaran. Kondisi yang mempengaruhi perilaku mahasiswa n domestik menerjemahkan bahasa merupakan ada atau tidak adanya mata air informasi mengenai bahasa nan diterjemahkan. Biasanya sumur pemberitahuan ini adalah kamus bahasa. Privat contoh rumusan harapan ini, mahasiswa diharapkan dapat menerjemahkan kalimat bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia minus menggunakan kamus. “Tanpa menunggangi kamus” dalam rumusan tujuan ini dolan laksana kondisi. Indonesia, tanpa menggunakan kamus.

C. Pamrih Pengajaran Bahasa Indonesia

Tujuan pengajaran bahasa Indonesia pada semua strata pendidikan adalah membimbing momongan didik kiranya mampu memfungsikan bahasa Indonesia internal komunikasinya dengan segala aspek. Kerumahtanggaan konotasi ini jelas bahwa tujuan pencekokan pendoktrinan bahasa Indonesia itu diarahkan kepada kemampuan anak asuh agar berbuat komunikasi dengan bahasa Indonesia sesuai dengan fungsinya.

Antar Semi dalam bukunya Tulangtulangan Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia membentangkan, bahwa maksud pengajaran bahasa yaitu ibarat berikut :

  1. Memperluas pengalaman anak asuh asuh melalui media massa serta dapat menyenanginya
  2. Membantu anak didik seharusnya mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia secara efektif sesuai dengan potensi masing-masing.
  3. Memperkenalkan kepada anak didik karya sastra yang bernilai, sehingga mereka terjerat dan terpaut kerjakan membacanya.
  4. Membantu dan membimbing anak jaga semoga memperoleh kemampuan dalam menyimak, mengomong, membaca dan batik.
  5. Merangsang manah momongan didik terhadap bahasa nasional serta mengintensifkan apresiasi nan baik dan mempunyai rasa tanggungjawab sehingga menyeringkan kelincahan mereka n domestik berbahasa Indonesia
  6. Membantu anak ajar mengenai aturan bahasa Indonesia yang baik, serta mempunyai kemauan menggunakannya n domestik berbahasa, baik ucapan maupun oral.
  7. Membimbing anak bimbing hendaknya mempunyai keberanian untuk menyatakan pendapat, serta mempunyai ajun kepada diri sendiri, sehingga berlambak berkomunikasi dengan baik dan benar intern majemuk situasi.

Tujuan pengajaran di atas menunjukan bahwa sebelah tujuan pengajaran bahasa Indonesia adalah terampil menggunakan bahasa Indonesia nan baik dan benar sesuai dengan situasi dan kondisi dan pula kemampuan mengapresiasikan sastra yang baik.

Portal III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Bahasa merupakan sebuah sangkut-paut nan bersifat arbiter dan sewenangwenang karena terdapat banyak kemajemukan dari bahasa tersebut. Hal tersebut dikarenakan banyaknya multikulturalisme pada setiap daerahnya. Sehingga pendakyahan bahasa lebih bervariasi dan bersifat bermacam rupa karena terjadinya pemecahan berpokok setip variable-laur yang suka-suka dan takhlik variable yang plonco dan memiliki kelainan nan cukup mencolok di setiap negeri. Kemajemukan tersebut belalah sekali disebut dengan dialeg.

Banyak sekali teori-teori nan menjelaskan tentang belajar bahasa yang sudah di ungkapkan oleh berbagai tokoh dan para ahli. Teori tersebut di antaranya adalah Teori Behavioristik, Nativisme, Kognitivisme, Sibernetik, Fungsional, konstruktisme, dan Humanisme. Berasal semua teori yang di sampaikan, semua teori telah memasrahkan penjelasan dan memberikan bukti yang mempengaruhi masukan belajar bahasa pada manusia.

B. Saran

Sebaiknya pemerintah bertambah menggarisbawahi pada jalan yang telah banyak merubah berasal struktur bahasa yang terserah. Pemerintah seharusnya lebih mempertahankan bahasa-bahasa yang telah menjadi dialeg nan sudah lama suka-suka di dunia Indonesia. Pemerintah seharusnya memasukan kurikulum-kurikulum tentang bahasa daerah puas setiap hierarki pendidikan SD, SMP, SMA, kalau perlu sampai di tingkat PT. Sehingga, bahasa tersebut tidak tergerus oleh zaman.

Pada peneliti, ilmuan dan murid seharusnya lebih memperkuat berbunga bahasa nan telah terserah selama ini nan sudah lalu menjadi peninggalan budaya setempat. Lebih-terlebih melakukan plural eksplorasi bikin membantu memecahkan mirakel bagaimana kaidah membuat proses belajar bahasa kian menarik dari pendirian-cara yang telah cak semau sebelumnya.

Demikianlah Referat tentang Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia Plong Semua Panjang Pendidikan SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Semoga dapat meninggi pemahaman sobat pembelajar sekalian.

**Source By: Makalah Teori Belajar Beradat dengan Pembahasan Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SD, SMP, SMA dan Perguruan Strata yang disusun makanya ibu ST. Nurjannah Hamzah, S.Pd.

Source: https://www.apologiku.com/2019/10/tujuan-pembelajaran-bahasa-indonesia.html

Posted by: skycrepers.com