Ayat Tentang Peduli Makhluk Hidup Untuk Mengajarkan Kepada Siswa Sd

Islam Mengajarkan Saling Peduli dan Tolong Menolong Sesama. Foto: Relawan organisasi Pelmas BPD Bekasi GBI bersama Tagana Rajawali menjatah-bagikan makan siang prodeo kepada pengemudi ojek online (ojol) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Pembagian makan gratis bagaikan tulang beragangan kepedulian terkait pendapatan dan orderan juru mudi ojol yang menurun akibat wabah COVID-19.

Foto: Antara/Suwandi

Allah memerintahkan kepada manusia untuk saling peduli dan tolong menolong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sikap tukar peduli dan bergotong-royong menjadi salah satu ciri khas dalam budaya Selam. Hal ini lantaran Allah secara refleks mengamanatkannya dalam dalil Alquran kepada seluruh umat manusia.

Misalnya, privat Sertifikat Al-Maidah ayat 2, Allah SWT mengomong:

 وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

”Dan bergotong-royong lah kamu internal kemustajaban dan ketakwaan. Dan janganlah bantu-menolong dalam berbuat dosa dan pengingkaran. Dan bertakwa lah kamu kepada Sang pencipta, sesungguhnya ikab Allah terlampau terik.”

Tak ayal, perintah bantu-menolong dalam agama ini kerap direpresentasikan intern aksi kepedulian. Tak cacat misalnya, di Indonesia, hadirnya lembaga-lembaga filantropi juga diusung oleh semangat kepedulian dan sikap sokong-menolong yang tinggi.

Budaya angkat-royong dan turut serta menjengukkan bantuan internal Islam diterapkan di banyak lini. Tak terkecuali intern unsur aspek ekonomi syariah. Di mana kepedulian dalam perkara perekonomian juga ditonjolkan dengan bertenggang dalam mengambil langkah ekonomi agar tak mudarat atau menzhalimi ekosistem dan masyarakatnya.

Mahaguru UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat dalam bukunya berjudul
Kata majemuk Hikmah
mengatakan, membantu sahabat ataupun makhluk sekitar sama hanya sebagai tindakan menebar getar syukur kepada Sang pencipta SWT. Energi kemurahan hati dalam bantuan itu akan menebar kepada orang-orang yang dibantu.

Sira menjelaskan, sudah mudah-mudahan manusia bersyukur karena Allah SWT bisa mengasihkan kesempatan kepadanya bakal memberikan bantuan kepada makhluk lain. Bukan justru meminta kepada khalayak lain cak bagi berterima kasih dan bersyukur kepada kita.

Lebih lanjur dia menjelaskan, memasrahkan sesuatu kepada insan lain lain berarti kita menjadi rugi. Jika manusia mengukurnya dengan materi dan hitungan matematis, kata sira, barangkali namun manusia akan membagi pada cucu adam lain lalu berucap apa nan dimiliki akan berkurang.

Padahal sejatinya sikap membagi itu tidak seimbang sekali merugi. Asalkan nilai anugerah itu dilandasi dengan ketulusan, keikhlasan, dan kembali keimanan. Kondusif dalam fungsi—seberapapun besar dan kerdil nilainya—akan terasa ringan apabila dilakukan dengan tulus dan ceria.

Andeng-andeng, umat Islam juga kerap dikenalkan sejak dini mengenai filosofi kepemilikan. Bahwa sejatinya apa-apa yang kita miliki di dunia, baik itu yang berbentuk wujud awak hingga materi, sahaja adalah titipan Sang pencipta SWT. Dengan pesanan itu, manusia dimintai pertanggung jawabannya kelak di darul baka.

Dengan menyadari bahwa barang apa yang kita miliki hanyalah titipan Tuhan semata, maka budaya tukar berbagi dan peduli dalam Islam pun serupa itu kuat. Apalagi dalam perbuatan nabi nabi muhammad, Rasulullah berkata bahwa boleh jadi yang melapangkan suatu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah akan melapangkan satu kesusahan dirinya di perian yaumul akhir.

Hayat berbagi dan peduli ini memang sangat kental bagi umat Selam. Pelecok satu driver ojek online (ojol), Ahmad Tarmizi (25 tahun) membualkan pengalamannya saat diberikan sejumlah sembako oleh seorang customer.

Sejak pemerintah menerapkan kebijakan
social distancing, Ahmad menanggung pendapatannya sebagai driver ojol semakin merosot. Maka ketika ia mendapatkan kiriman kerjakan membelikan sembako lewat aplikasinya, ia segera menerima. Siapa sangka, pembukaan dia, customernya tersebut justru menyerahkan sembako itu kepadanya sambil mengirimkan pesan.

“Saya di
chat, customer saya bilang seperti ini ‘Buntelan Ahmad, ini sembako lakukan Kiai dan keluarga. Didik kesegaran, di rumah sekadar, dan jangan tengung-tenging shalat zuhur di apartemen’,” kenang Ahmad.

Source: https://www.republika.co.id/berita/q87582430/islam-mengajarkan-saling-peduli-dan-tolong-menolong-sesama

Posted by: skycrepers.com