Bahan Manipulatif Dalam Pembelajaran Matematika Sd

4/4/2020

Penerimaan Matematika SD

tugaskuliah

Pembelajaran Matematika SD Desember 22, 2016

Media dan Bahan Manipulatif dalam Pengajian pengkajian Ilmu hitung SD

Dosen Pengampu: Nawang Bulan, S.Pd., M.Pd Disusun oleh: Gerombolan 6 1. Fitri Nur Lailiyah 2. Ainur Rohmah

(150611100122) (150611100130)

3. Rensi Vimbi Alfianita (150611100131) 4. Phatih Allam Harmahadinata (150611100137) 5. Aisyatur Rodiyah (150611100156)

Programa Penajaman PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS Ilmu keguruan fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pembelajaran-matematika-sd.html

1/15

4/4/2020

Pembelajaran Matematika SD

Perkumpulan TRUNOJOYO MADURA 2016

Sekapur sirih Puji terima kasih kami ucapkan kepada Allah SWT nan telah menerimakan rahmat dan kasih – Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas matakuliah Pembelajaran Ilmu hitung SD tentang Ki alat dan Mangsa Manipulatif kerumahtanggaan Pembelajaran. Kami menyadari privat penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan, baik privat penyusunan prolog, bahasa, dan sistematika pembahasannya. Sebab kata pepatah “tak terserah saing yang tidak retak alias dengan adagium enggak tak ada ranting yang bukan akan terpotong”. Oleh sebab itu kami sangat mengharapkan perolehan atau fitnahan serta saran yang berwatak membangun untuk mendorong kami menjadi lebih ke depanya. Penutup kata, kami menitahkan terima hidayah kepada pembaca yang telah berkenan membaca makalah ini. Semoga makalah ini bisa berjasa, khususnya bagi kami dan pembaca. Amin..

Bangkalan, 29 September 2016

Skuat Carik

DAFTAR ISI Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………….. 2 Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………….. 3 Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang ……………………………………………………………………………… 4 1.2 Rumusan Kelainan ………………………………………………………………………….. 4 1.3 Tujuan ………………………………………………………………………………………….. 5 Bab II Pembahasan 2.1 Signifikansi Alat angkut dan Korban Manipulatif …………………………………………. 6 2.2 Media intern Pembelajaran Matematika SD ……………………………………… 7 2.3 Alat Peraga Penerimaan Matematika ……………………………………………… 13 2.4 Alamat Manipulatif untuk Penataran Ilmu hitung SD ……………………………………………………………………………… 15 2.5 Contoh Korban Manipulatif untuk Pembelajaran Matematika SD ……………………………………………………………………………… 18 Gerbang III Intiha 3.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………………… 20 3.2 Saran ……………………………………………………………………………………………. 20 fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pembelajaran-matematika-sd.html

2/15

4/4/2020

Pembelajaran Matematika SD

Daftar bacaan ……………………………………………………………………………………….. 21

Bab I PENDAHULUAN 1.1

Rataan Belakang Masalah Pada dasarnya media dan bahan manipulatif dapat dimanfaatkan selengkapnya intern pembelajaran ilmu hitung. Keduanya yakni perlengkapan tolong pembelajaran matematika SD nan penggunaannya didasarkan pada pertimbangan, alasan, atau kriteria tertentu, misalnya kesesuaian dengan topik pelajaran, ketersediaan alat dan fasilitas simpatisan, ketersediaan teknisi, dan kesiapan biaya. Perbedaan media dan target manipulatif terletak lega keterkaitannya dengan materi tutorial nan diberikan, merupakan terkait tidak langsung dan terkait bertepatan. Kendaraan pembelajaran dalam pembelajaran matematika SD adalah alat tolong pendedahan yang digunakan cak bagi menampilkan, mempresentasikan, menyajikan, alias menjelaskan sasaran pelajaran kepada peserta didik, yang mana alat-radas itu sendiri bukan merupakan bagian dari pelajaran yang diberikan. Mangsa manipulatif kerumahtanggaan pembelajaran matematika SD adalah alat bantu pembelajaran yang digunakan terutama kerjakan mengklarifikasi konsep dan prosedur matematika. Peranti ini merupakan penggalan langsung dari mata latihan matematika, dan dapat dimanipulasikan maka itu peserta didik (dibalik, dipotong, digeser, dipindah, digambar, ditambah, dipilah, dikelompokkan atau diklasifikasikan). Penggunaan korban manipulatif ini dimaksudkan lakukan mempermudah pelajar didik dalam memahami konsep dan prosedur ilmu hitung.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apakah denotasi ki alat dan bahan manipulatif itu? 2. Bagaimanakah ki alat n domestik pembelajaran ilmu hitung SD? 3. Bagaimanakah alat peraga penataran ilmu hitung? 4. Bagaimanakah bahan manipulatif dalam penelaahan matematika SD? 5.

Bagaimanakah teoretis dari bahan manipulatif yang digunakan buat pembelajaran matematika SD? 1.3 Tujuan 1. Mengetahui signifikansi dari media dan bulan-bulanan manipulatif. 2. Memaklumi bagaimanakah media dalam pembelajaran ilmu hitung SD. 3. Mengetahui alat peraga pendedahan matematika. 4. Mengetahui bagaimanakah bahan manipulatif n domestik pembelajaran matematika SD. 5. Mencerna pola bermula korban manipulatif yang digunakan lakukan pengajian pengkajian matematika SD.

BAB II fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pembelajaran-matematika-sd.html

3/15

4/4/2020

Penataran Ilmu hitung SD

PEMBAHASAN 2.1

Pengertian Media dan Bahan Manipulatif Media (merupakan bentuk jamak berusul kata medium) adalah suatu sungai buatan untuk berkomunikasi. Diturunkan mulai sejak bahasa latin nan berguna “antara”. Istilah ini merujuk kepada sesuatu yang mengirimkan wara-wara dari pengirim proklamasi ke akseptor publikasi. Masuk diantaranya computer multimedia (Heinich, 1996). Ki alat pada dasarnya terkelompokkan ke dalam dua fragmen, ialah media sebagai pemandu informasi (ilmu permakluman) dan kendaraan yang sinkron merupakan perangkat untuk ki memasukkan konsep seperti halnya perlengkapan peraga. Media adalah barang apa sesuatu yang bisa digunakan untuk mengairi pesan berpunca pengirim ke pemeroleh sehingga dapat merangsang manah, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Media yakni segala apa bentuk dan kanal nan digunakan lakukan menyampaikan pesan atau informasi. Media ini berisikan pesan alias proklamasi yang bertujuan instruksional maupun mengandung intensi-tujuan penataran. Selain itu, ki alat adalah sarana komunikasi dalam proses belajar mengajar yang berupa perlengkapan keras maupun organ lunak untuk mencapai proses dan hasil instruksional secara efektif dan efisien, serta pamrih instruksional boleh dicapai dengan mudah. Dari pendapat-pendapat di atas, boleh disimpulkan bahwa media yakni seperangkat alat sokong yang digunakan lakukan memunculkan informasi dari pendidik kepada pelajar didik agar dapat menggelandang minat dan pikiran sehingga proses berlatih mengajar yang efektif dan efisien terjadi. Sedangkan, bahan manipulatif dalam pengajian pengkajian ilmu hitung SD yakni alat bantu pengajian pengkajian nan digunakan untuk menjelaskan konsep dan prosedur matematika. Alat ini merupakan babak langsung bersumber mata pelajaran ilmu hitung dan dimanipulasikan maka itu petatar pelihara (dibalik, dipotong, digeser, dipindahkan, digambar, dipilah, dikelompokkan atau diklasifikasikan (Muhsetyo, dkk, 2011). Penggunaan bahan manipulatif ini dimaksudkan untuk mempermudah pesuluh tuntun dalam memahami konsep dan prosedur matematika. Bulan-bulanan manipulatif ini berfungsi bakal menyederhanakan konsep nan rumpil/berat, menyuguhkan bahan yang relatif tanwujud menjadi lebih nyata, menjelaskan signifikansi ataupun konsep secara kian maujud, menguraikan resan-sifat tertentu yang tersapu dengan pengerjaan operasi hitung, kebiasaan-sifat bangun geometri serta memperlihatkan fakta-fakta (Muhsetyo, dkk, 2011).

2.2

Media dalam Pembelajaran Matematika SD Dalam pembelajaran ilmu hitung SD, seyogiannya bahan pengajaran nan disampaikan menjadi makin mudah dipahami oleh pesuluh, diperlukan perkakas bantu pembelajaran yang disebut dengan media. Alat angkut adalah alat sokong pembelajaran nan secara sengaja dan terencana disiapkan

fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pembelajaran-matematika-sd.html

4/15

4/4/2020

Penelaahan Matematika SD

oleh guru bakal mempresentasikan dan/ataupun menjelaskan bahan pelajaran, serta digunakan pesuluh bikin bisa terlibat bertepatan dengan pembelajaran matematika. Peralatan yang akan digunakan n domestik kelas bawah dapat digunakan buat mengerjakan suatu tugas, menerimakan penjelasan, menyerang dan mempelajari hasil perincian, mengusut suatu pola, dan belajar cak bertanya-soal. Wahana dalam pembelajaran matematika relatif sebagai halnya kendaraan internal pembelajaran bidang yang tak, yaitu bisa dikelompokkan nyata sarana: (1) sederhana, misalnya papan tulis, gawang grafik, (2) cetak, misalnya buku, modul, LKS (Lembar Kegiatan Siswa), ramalan praktik atau praktikum, dan (3) media elektronik misalnya OHT (Over Head Transparency) atau OHP (Oper Head Projector), audio (radio, tape), audio video (TV,VCD,DVD), kalkulator, computer dan internet. Pengklasifikasian diatas dapat saja diganti brdasarkan alasan tertentu, misalnya media sederhana dan wahana modern (berbasis elektronik), media cetak dan kendaraan non-cetak, media proyeksi dan media non-proyeksi, dan sebagainya Seirama dengan perkembangan ICT (Information and Communication Technology), media berbasis elektronik semakin banyak dimanfaatkan dalam pembelajaran, pendidikan, dan latihan. LCD, power point, internet, televisi, dan teleconferencing merupakan media-media masa kini yang digunakan cak bagi bermacam rupa kegiatan pembelajaran. Dengan semakin beragamnya jenis dan loklok media pendedahan, suhu teristiadat semakin selektif internal menentukan media pembelajaran. Beberapa criteria terdepan dalam memintal wahana adalah kecocokan dengan materi pelajaran, kesiapan peranti dan pendukungnya, kemampuan financial kerjakan pengadaan dan operasional, dan kemampuan/kesigapan memperalat media dengan tepat dan benar. Banyak keuntungan yang bisa diperoleh privat penggunaan alat angkut pembelajaran antara lain ialah: 1. Lebih menyedot dan tidak membosankan bagi petatar. 2. Lebih mudah dipahami karena dibantu oleh pengisahan yang dapat memperjelas uraian. 3.

Lebih bersikukuh lama untuk diingat karena mereka bertambah terkesan terhadap tayangan atau tampilan.

4.

Mampu menyertakan pesuluh pembelajaran lebih banyak dan lebih tersebar (terutama penggunaan media elektronik: radio, televisi, internet).

5.

Dapat digunakan berulang kali bakal meningkatkan penguasaan bahan didik (terutama kendaraan yang berbentuk rekaman: kaset, VCD, DVD, film), dan

6. Lebih efektif karena dapat mengurangi hari pembelajaran. Garis osean jenis-jenis kendaraan dan penggunaannya dapat dijelaskan perumpamaan berikut: 1. Papan Tulis Sebagian besar sekolah memperalat papan catat hitam (black board) di dalam kelas. Dengan menunggangi kapur atau sejenisnya cak bagi menulis, bahan tuntunan dibicarakan dan dibahas dengan bantuan gawang tulis. Proses pembelajaran dalam bentuk contoh, uraian, atau pengerjaan tugas, dapat dilihat dan diikuti langsung oleh semua pelajar dalam kelas. Pembelajaran boleh dilaksanakan bertambah menarik dan bersasaran jika hawa menggunakan kapur fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/penerimaan-matematika-sd.html

5/15

4/4/2020

Pendedahan Matematika SD

nan berwarna-warni. Pada perkembangan berikutnya, didasarkan lega alasan bakal lebih menyehatkan mata, rona hitam papan tulis diganti dengan warna hijau (green board). Akhirakhir ini, dengan alaan lebih menyehatkan badan, dandan putih (white board) tiba banyak digunakan dan mengganti kapus dengan spidol. Kian berusul itu, papan steril ini dapat dipindahkan (enggak permanent) bahkan suka-suka nan bersifat elektronik sehingga tulisan di papan putih daapat langsung dibuat foto copy-nya. 2. Papan Diagram Pada dasarnya papan grafik sebagai halnya kayu catat, tetapi fungsinya lebih diarahkan kerjakan mempermudah guru dalam membuat grafik. Papan ini mempunyai peti-kotak berskala taat yang boleh dipakai buat merancang koordinat pecah titik-titik yang diperlukan bikin membuat diagram. 3. Papan Tempel Kusen tempel ini boleh diletakkan di n domestik atau di luar kelas. Takdirnya diletakkan di internal kelas, maka papan tempel ini dipasang tak di babak depan kelas (di samping kiri-kanan alias di fragmen bokong semenjak kelas). Fungsi dari gawang tempel ini antara lain kerjakan meledakkan embaran (pemberitahuan, berita, tugas), bikin menempel kliping dari Jurnal, majalah atau selebaran yang brkaitan dengan pelajaran atau kemajuan iptek. Bakal mata cak bimbingan ilmu hitung, papan tempel ini dapat digunakan bikin menginformasikan atau mengkomunikasikan antara bukan induk bala-tokoh matematisi, ki kenangan matematika, rekreasi ilmu hitung, permainan matematika, pola-pola spesifik matematika dan teka-teki matematika. 4. Media Cetak Media cetak merupakan media pembelajaran yang utama karena media ini mudah dibawa dan bisa dibaca di mana doang dan kapan saja. Bentuk media cetak ini dapat konkret resep (gerendel ajar, sosi mata pelajaran), LKS (Makao Kegiatan Siswa), petunjuk praktik, petunjuk praktikum, proklamasi kegiatan, modul dan kiat kerja. Seandainya koteng guru matematika menggunakan edia kiat pelajaran, maka guru itu harus betul-betul menguaai isi kiat, yaitu keadaan-hal yang terkait dengan jabaran, abstrak: cak bimbingan, tugas, dan usap. Penyerobotan itu sekali lagi diikuti dengan wawasan yang perseptif bermula peristiwa-hal tersebut diatas, jika ada materi, urutan, les nan keseleo, maka guru itu harus berani mebetulkan (jangan dibiarkan pelecok); dan jika suka-suka yang abnormal (tekor lengkap), maka hawa itu harus nekat melengkapi alias menambahkan. Kalau ada sesuatu yang dianggap benur jelas atau meragukan, maka suhu itu harus bahadur bertanya kepada sejawat atau hamba allah lain yang lebih luang. Seandainya dalam penerapa anak kunci itu dirasakan peserta pelihara banyak nan mengalami kesulitan, maka guru itu bisa menganalisisnya, dan kemdian melakukan Penelitian Tindakan Kelas bawah (PTK). 5. Kalkulator Sebetulnya kalkulator termaktub ki alat elektronik, tetapi keberadaannya sudah dijumpai di mana-mana, dan dapat dibeli dengan harga yang terjangkau. Sebagai perlengkapan yang canggih nan mampu melakukan perhitungan dengan cepat dan akurat, maka pote sang kalkulator ini bisa dimanfaatkan intern pembelajaran ilmu hitung di sekolah dasar. fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pembelajaran-matematika-sd.html

6/15

4/4/2020

Pembelajaran Matematika SD

Penggunaan kalkulator kerumahtanggaan penataran matematika telah lama dirintis di Negaranegara maju, sebgaai alat bentu penataran (instructional aids) dan alat hitung (computational tools). Dengan adanya kalkulator, guru dan pendidik/penegmbang dalam pembelajaran ilmu hitung punya kesempatan yang bertambah luas kondusif pelajar memepelajarai matematika dan memintasi kebobrokan-keburukan terkini. Doang dmeikian, penggunaan kalkulator tidak boleh menggantikan perlunya proses pembelajaran ang membawa siswa terampil dalam berhitung (komputasi). NCTM (1980) merekomendasikan bahwa “mathematics programs must take full advantage of the power of calculators and computers at all grade levels”.

a.

Sejumlah contoh penggunaan kalkulator dalam pembelajaran matematika dapat dikaitkan dengan bahan atau keperluan yang mau dikembangkan oleh guru. Kalkulator ibarat gawai bantu berhitung Dengan kecepatan, ketepatan, dan kemampuan kalkulator dalam melakukan pengerjaan bagian kadar, kalkulator dapat dipakai menghitung (35,7 × 29,8)/(22 × 31) sampai persepuluh terhampir, berburu √3/(5+ √2) sebatas perseratusan terdeka, atau mencari √2+3√510,2 setakat satuan terdekat.

b. Kalkulator umpama perlengkapan bantu meningkatkan pemahaman konsep matematika Dengan menunggangi kalkulator, siswa dapat mempraktikkan, mengepas, dan mencerca beragam gabungan secara induktf-analitis sehingga mereka seolah-olah “menemukan” sifatsifat matematka tertentu. Generalisasi kasus-kasus bisa dilakukan untuk menunjukkan sifat garis hidup nol, sifat predestinasi satu, rasam pertukatran (komutatif), kebiasaan pengelompokkan (asosiatif), sifat peneybaran (distributif), sifat oponen, sifat kebalikan. Konsep ketentuan prima, konsep factor, dan konsep-konsep privat pecahan dapat diselidiki dan dijelaskan dengan menggunkan kalkulator. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan parsitipatif jika dilengkapi dengan kendaraan belajar nan lain, misalnya trik kerja alias LKS (Tali Kegiatan Siswa). c.

Mesin hitung seumpama alat bantu belajar penceraian kelainan Sifat bilangan makul nan dapat dinyatakan sebagai desimaldengan adanya lambinglambang yang berulang secara integral, adalah salah satu penyelidik yang boleh dikemas dalam kegiatan pemecahan masalah. Wasilah pecahan sedrhana a/b (dengan fpb antara a dan b merupakan 1) dan lambing desimalnya, dapat dikemas dalam kegiatan pemisahan masalah. Investigasi dapat dilakukan dengan melembarkan penyebut b secara berjenis-jenis, misalnya faktor 10, faktor 100, faktor 1000,…., faktor 10n (tepi langit=1,2,3,…) dan lain faktor 10n (falak=1,2,3,…). Dengan semakin canggihnya produk-barang kalkulator, misalnya TI (Texas Instrument) nan memounyai kemampuan membuat grafik, maka pemecahan problem matematika dapat dikembangkan internal geometri, terutama cak bagi mengamati tingkah laku grafik jika persyaratan tertentu diketahui. Contoh 2.1

fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/penerimaan-matematika-sd.html

7/15

4/4/2020

Pembelajaran Matematika SD

Dengan menggunakan kalkulator, secara orang seorang atau kelompok, para siswa bisa mempraktikkan ( ), ( ), dan ( ), sehingga mereka mengarifi bahwa: 6. Komputer Sebagai alat bantu mengajar, komputer juga diperlukan kerjakan pendidikan matematika. Penataran nan dibantu komputer disebut pembelajaran berbantuan komputer (computer assisted instruction). Bahkan komputer dalam penelaahan ilmu hitung dikembangkan dengan memanfaatkan program-acara komputer yang siap pakai dalam bentuk perangkat panjang hati (software), atau program-program komputer yang dirancang dan dibuat maka dari itu temperatur matematika. Perangkat lunak dalam pembelajaran matematika berbantuan komputer (PMBK) dapat faktual kemasan-paket matematis atau paket-paket pembelajaran ilmu hitung. Bungkusan-cangkang matematika (misalnya MAT LAB, MAT CAD, DERIVE, MATHEMATICA, MAPLE) memuat topik-topik penyelesaian permasalahan ilmu hitung (misalnya polinomial, grafik manfaat, pendiferensialan, pengintegralan, grafik format tiga, matriks dan permasalahannya), sehingga dapat dimanfaatkan oleh guru lakukan memberikan penandasan kepada peserta internal pencacahan, manifestasi hasil, pengamatan pola, dan pembuatan grafik. Petatar pula dapat diberi pengalaman cak bagi banyak berinteraksi dengan komputer jinjing, merupakan menentukan, memilih, dan mencoba koteng besaran/ ukuran/ data yang diperlukan sebagai akuisisi. Paket-paket penelaahan matematika, dalam bentuk perabot lunak yang siap pakai maupun yang dibuat oleh temperatur, dapat maujud model tutorial, model latihan dan praktik (drill & practice), atau model simulasi. 7. Media Tayangan Kendaraan tayangan adalah media yang berharta menayangkan program pembelajaran pada jib sehingga bisa diikuti makanya banyak hamba allah murid belajar. Media ini dapat berupa OHP (Adv lewat Head Projector), LCD projector, film (untuk motion picture dan still picture), audiovideo, dan televisi. Dengan memanfaatkan plastic ttransparansi, OHP secara efektif dapat digunakan untuk mempresentasikan jabaran, penjelasan atau pengetahuan. Dengan gabungan buram goresan, rona, dan gambar, tayangan pembelajaran matematika dengan OHP menjadi lebih menggelandang dan terpusat. Perkembangan teknologi foto copy yang berharta meng-copy gambar dan karangan lega plastic transparansi, tayangan OHP boleh dikembangkan menjadi lebih baik dan lebih komunikatif. Kendatipun penggunaan film (dan film strip) sudah diganti dengan teknologi nan lebih mudah dioperasikan (misalnya VCD alias DVD), film ingatan dan mengajak penonton lebih antusias dan menikmati pengajian pengkajian nan diberikan. Hal serupa dapat dilakukan dengan menunggangi wahana penerimaan VCD/DVD, dan televise. Peragaan dari suatu proses penuntasan matematika menjadi bertambah mudah dipahami, lebih lagi jika digabung dengan gerak, music, nyanyian, dan permainan.

fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pembelajaran-matematika-sd.html

8/15

4/4/2020

Penelaahan Matematika SD

2.3

Alat Peraga Pembelajaran Matematika Pada dasarnya anak berlatih melalui benda/incaran konkret. Untuk mengerti konsep mujarad anak memerlukan benda-benda faktual (substansial) seumpama calo atau visualisasinya. Konsep kamil itu dicapai melalui tingkat-tingkat membiasakan yang berbeda-beda. Malah, manusia dewasapun yang pada rata-rata telah dapat memahami konsep abstrak, pada keadaan tertentu, sering memerlukan visualisasi. Pembelajaran matematika sering disampaikan dengan menggunakan alat peraga. Hal ini dimaksudkan sebaiknya konsep maya yang akan dipahami siswa dapat terjatuh, melekat, dan

resistan lama bila siswa belajar melintasi perbuatan dan bisa dimengerti petatar, bukan namun melalui menghafaz-ingat fakta. Intensi memperalat radas peraga adalah: 1. Proses belajar mengajar termotivasi; 2.

Konsep tanwujud matematika tersajikan dalam lembaga riil dan lebih dapat dipahami dan dimengerti pelajar, serta dapat ditanamkan sreg tingkat-tingkat bertambah rendah, dan 3. Jalinan antara konsep abstrak matematika dengan benda-benda di alam sekitar akan kian dapat dipahami. Pemanfaatan alat peraga dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan pelecok satu ataupun beberapa dari:

a) Pembentukan konsep b) Kognisi konsep c) Latihan dan pemantapan d) Pelayanan terhadap perbedaan individual (anak nan lemah dan berbakat) e) Pengukuran (alat ukur) f) Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan gayutan baru serta penyimpulan secara umum (misal sasaran penelitian maupun radas lakukan meneliti) g) Pemecahan masalah puas umumnya h) Pengundangan untuk berpikir i) j)

Pengundangan untuk berdiskusi Pengundangan partisipasi aktif. Sejumlah hal yang terbiasa diperhatikan dalam menciptakan menjadikan perabot peraga pendedahan matematika:

a. Tahan lama b. Lembaga dan corak menghela c. Sederhana dan tidak langka d. e. f. g.

Ukurannya sesuai (sebanding) dengan ukuran fisik anak Dapat menyervis konsep matematika (bentuk riil, gambar atau tabel) Sesuai dengan konsep Dapat menunjukkan konsep matematika dengan jelas

fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pendedahan-matematika-sd.html

9/15

4/4/2020

Pembelajaran Matematika SD

h. Peragaan itu cak agar merupakan dasar bagi tumbuhnya konsep abstrak i. Siswa belajar secara aktif (perangkat peraga itu supaya bisa dimanipulasikan: diraba, dipegang, dipindahkan, diutak-atik, atau dipasangkan dan dicopot) j.

Bila boleh jadi dapat berarti lipat (banyak). Macam-macam alat peraga pembelaran matematika: a) Perabot peraga kekekalan luas, misal: tangan b)

Organ peraga kekekalan panjang, laksana: tataran garis kodrat, neraca bilangan, mistar hitung, batang Cuisenaire. c) Instrumen peraga kekekalan tagihan, laksana: balok Dienes d) Alat peraga kekekalan banyak, andai: abakus biji, lidi, dan kartu nilai tempat. e)

Alat peraga untuk percobaan kerumahtanggaan teori kemingkinan, misal: persen besi, dadu, paku payung, kartu bridge/domino, bola bercat, dan distribusi Galton (sesatan Hexagon) f) Perlengkapan peraga untuk pengukuran intern matematika, misal: meteran, paser tolak, busur derajat, sperometer, kilometer, besikal meteran, kapak tomahawk, dan hypsometer. g) Ingat-bangun geometri, seumpama: segitiga sama, segiempat, dok, segi banyak, pengubinan, bangun ruang. h) Perlengkapan peraga lakukan permainan matematika, misal: flat perkalian, segitiga ajaib, menara Hanoi, mesin fungsi, saringan Erastothenes, bujur sangkar ajaib, mobiles, pergandaan benak Napier, pita mobius, blok logic, kartu penebak angka, kartu penyangka bulan, karcis penyangka “hati”. 2.4

Bahan Manipulatif dalam pembelajaran matematika SD Dalam pembelajaran matematika SD, sebaiknya agar bahan latihan yang diberikan lebih mudah dipahami oleh murid, diperlukan objek-objek yang teristiadat disiapkan master, mulai sejak barang-barang yang harganya relatif murah dan mudah diperoleh, misalnya jeluang manila, karton, tiang, kawat, kain bakal menyuntikkan konsep matematika tertentu sesuai dengan keperluan. Bahan-bahan itu bisa dipegang, dipindah-bermigrasi, dipasang, dibolak-miring, diatur/ditata, dilipat/dipotong maka itu siswa sehingga dapat disebut andai bahan manipulatif, adalah incaran yang dapat “dimain-mainkan” dengan tangan. Bahan ini berfungsi untuk menyederhanakan konsep yang sulit/sukar, meladeni alamat yang relatif mujarad menjadi bertambah nyata, menguraikan pengertian maupun konsep secara makin konkret, menjelaskan sifat-rasam tertentu yang terkait dengan pengerjaan (operasi) hitung dann sifat-sifat pulang ingatan geometri, serta memperlihatkan fakta-fakta. Dengan semakin banyaknya kesempatan dan keleluasaan guru kerumahtanggaan melaksanakan proses berlatih mengajar, agar siswa benar-bermartabat menguasai kompetensi yang dituntut, maka suhu bisa berkreasi secra dinamis, tanpa harus menunggu hidayah orang enggak “dropping” dari atas, untuk mampu menyiagakan mangsa manipulatif dalam pembelajaran matematika SD. Berbunga komoditas ajang/buangan atau enggak terpakai, misalnya dari berbagai karton bungkus makanan, bungkus berbagai rokok, plastik-plastik eks dan potongan kayu yang tidak terpakai.

fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pembelajaran-ilmu hitung-sd.html

10/15

4/4/2020

Pembelajaran Ilmu hitung SD

1. Bahan Manipulatif dari Jeluang Bahan plano ini mudah diperoleh, dengan warna nan berbagai macam, bermula kertas manila yang dibeli terbit toko, alias dari lulusan berbagai sampul enggak terpakai (buku,map), terbit diversifikasi-macam bungkus rokok yang berwarna-warni, semenjak karton pembungkus rahim atau minuman. Keseleo kepentingan dari bahan manipulatif kertas/karton ini antara lain yaitu: Bakal menjelaskan pecahan (konsep, sama/senilai, operasi). Konsep pecahan m/n perumpamaan m penggalan dari n bagian yang ekuivalen, dapat didemonstrasikan guru, atau dipraktikkan siswa, dengan menggunakan berbagai ingat geometri, misalnya persegi, persegi panjang, jajargenjang, jajaran genjang, segitiga, lingkaran.

A

B

C

D

Gambar 1 ditunjukkan dengan satu bagian berbunga empat bagian yang selevel. Rekahan-pecahan senilai juga boleh ditunjukkan dengan potongan kertas memanjang kertas memanjang alias potongan kertas dalam bangun-bangun geometris, misalnya, dengan menggunakan racikan plano ki bertambah, bisa ditunjukkan pecahan-pecahan senilai, misalnya: ½

1/2

1/3

1/3

1/4

1/4

1/6 1/8

1/3

1/6 1/8

1/4

1/6 1/8

1/8

1/4

1/6 1/8

1/6 1/8

1/6 1/8

1/8

Dengan menggunakan pola, boleh dikembangkan tulangtulangan-rencana belahan senilai yaitu: 2. Lengkap Stik (Lidi: Terbit Rangka Patera Kelapa, Dari Bambu, Atau Berasal Plastik) Model ini dapat dipakai bagi menjelaskan konsep eceran, puluhan, dan ratusan untuk siswasiswa SD ,inferior kurang. Lidi-lidi tersebut dalam bentuk lepas (sebagai eceran), tulangtulangan kekeluargaan (dengan lembar/perca) sepuluhan, dan rang ikatan dari ikatan sepuluhan (dan disebut seratusan). Model-model stik ini dapat digunakan cak bagi mengklarifikasi konsep numeral (lambing bilangan), ekualitas bilangan, manuver (penjumlahan, pengurangan ,perkalian), kadar melingkar, misalnya: 234 = 2 ratusan + 3 puluhan + 4 runcitruncit = 2 ikatanratusan + 3 ikatanpuluhan + 4 amnesti 35 = 30 + 5 = 20 + 15 = 10 + 25 = 23 + 12 = 18 + 17 = 9 + 26 3×6 = 6 + 6 + 6 = 18 5 x 10 = 10 + 10 + 10 + 10 + 10 = 50 2 x 100 = 100 + 100 = 200 fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pembelajaran-ilmu hitung-sd.html

11/15

4/4/2020

Penataran Matematika SD

46 – 23 35 – 19

= (40 + 6) – (20+3) = (40 – 20) + (6 – 3)= 20 +3 =23 =(30 +5) – (10 + 9) = (20 + 10 + 5) – (10 + 9) =(20-10) + (10 +5 -9) = 10 +6 = 16

3. Model Persegi Dan Strip Dari Papan/Tripleks Sempurna ini terdiri semenjak irisan-potongan persegi kayu/tripleks, strip- strip sepanjang dasa persegi, dan daerah seluas sepuluh strip. Kegunaan contoh persegi dan strip serupa dengan kegunaan ideal stik, yaitu bagi menjelaskan konsep numeral, kesamaan garis hidup, dan operasi ganjaran bulat. Bahan kusen/ tripleks dapat diganti dengan karton yang relatif tebal. 4. Transendental Plano Bertitik Atau Berpetak Daluang bertitik dapat bersifat persegi maupun isometric. Model ini dapat digunakan lakukan menjelaskan banyak keadaan nan terkait dengan ilmu ukur (sadar datar dan aturan-sifatnya, hubungan antar bangun datar, dan luas bangun datar). Heterogen posisi melelapkan, mengalir perlahan-lahan, miring sadar datar (segitiga, persegi, persegipanjang, jajargenjang, belah ketupat, layang-layang dan trapesium) dapat diperagakan dengan model kertas bertitik (pengerjaannya menunggangi pensil sehingga dapat dihapus). Dengan perkembangan kesiapan bahan kini, kertas memercik/ berpetak ini bisa menggunakan white board (dengan titik/persil menggunakan spidol permanen), dan pengerjaannya menggunakan spidol white board yang dapat dihapus.

2.5 Komplet Bahan Manipulatif Lakukan Pembelajaran Matematika SD 1. Alat dan Incaran Spesifik alamat manipulatif untuk pembelajaran matematika SD ini terbuat berasal bahan dasar triplek dan kertas manggis berwarna (bangkang dan kuning). Triplek digunakan sebagai tempat menggambarkan bongkahan yang akan kita operasikan sedangkan daluang menggusta warna berma menandakan pecahan mula-mula dan plano menggusta berwarna kuning merepresentasi pecahan kedua. 2. Kaidah membuat objek manipulatif Anju-langkah menciptakan menjadikan sasaran manipulatif bagi penelaahan matematika SD: materi manuver pecahan merupakan sebagai berikut: –

Siapkan sebuah triplek putih, kemudian potonglah menjadi ukuran 50 cm x 50 cm Penggal-potnglah daluang menggusta berwarna merah dan kuning menjadi beberapa rincihan yang masing-masing potongannya 5 cm x 10 cm Berilah double-tip pada masing-masing rincihan kertas manggis agar dapat ditempelkan puas triplek. 3. Pemanfaatan bahan manipulatif bikin materi operasi retakan a. Penjumlahan Adapun awalan-persiapan yang akan kita lakukan privat menjumlahkan dua buah ketentuan belahan yakni sebagai berikut: – Buatlah sebuah persegi panjang plong triplek nan sudah kita sediakan.

fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pembelajaran-matematika-sd.html

12/15

4/4/2020

Pembelajaran Matematika SD

Kemudian bagilah persegi panjang tersebut menjadi 3 bagian yang sama (karena penyebut bilangan pertama 3). Dari sisi yang lain, bagilah persegi tinggi tersebut menjadi 2 fragmen yang sederajat (karena penyebut yang bilangan kedua 2). Letakkan kertas manggis berwarna merah sebanyak 1/3 bagian berpokok jihat vertikal, dan kertas manggis bercat kuning sebanyak ½ bagian pecah arah horizontal. Pada percobaan tersebut satu kotak nan berisi dua warna, pindahkan salah satu

warnanya ke kotak yang masih nol. Hitunglah berapa banyak boks berwarna merah dan berwarna kuning, serta seluruh peti yang cawis. b. Pengkhitanan Adapun ancang-persiapan yang akan kita lakukan dalam mengurangkan dua biji kemaluan bilangan belahan yaitu bak berikut: Buatlah sebuah persegi panjang pada triplek yang telah kita sediakan, kemudian

bagilah persegi tataran tersebut menjadi dua babak yang sama (karena penyebut garis hidup permulaan 2). Dari sisi yang bukan, bagilah persegi pangkat tersebut menjadi tiga penggalan nan sama (karena penyebut kodrat kedua ialah 3). Letakkan plano manggis bercat merah sebanyak ½ episode dari sisi vertikal. Pindahkan satu kertas warna berma, sehingga akan siperoleh 1/3 penggalan. Karena bilangan pengurangannya yakni 1/3, maka baliklah 1/3 bagiannya.

Hitunglah berapa banyak kotak bercelup merah yang terbelakang.

Pintu III Akhir 3.1

Kesimpulan Media yaitu seperangkat alat tolong yang digunakan bagi mengutarakan informasi berpangkal pendidik kepada peserta didik agar dapat menarik minat dan perhatian sehingga proses belajar mengajar yang efektif dan efisien terjadi. Garis besar jenis-jenis media dalah sebagai berikut: (1) Tiang Tulis, (2) Papan Diagram, (3) Papan Tempel, (4) Ki alat Cetak, (5) Kalkulator, (6) Komputer jinjing, (7) Wahana Tayangan. Sasaran manipulatif intern pembelajaran matematika SD merupakan perkakas bantu pembelajaran yang digunakan bakal mengklarifikasi konsep dan prosedur matematika. Perabot ini merupakan penggalan sederum dari netra pelajaran matematika dan dimanipulasikan oleh peserta didik (dibalik, dipotong, digeser, dipindahkan, digambar, dipilah, dikelompokkan alias diklasifikasikan (Muhsetyo, dkk, 2011). Pola alamat manipulatif yaitu: alamat manipulatif

fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pembelajaran-matematika-sd.html

13/15

4/4/2020

Pembelajaran Ilmu hitung SD

dari kertas, eksemplar stik (lidi: terbit rangka janur, dari bambu, atau dari plastik), abstrak persegi dan strip berpunca kayu/tripleks, model kertas terpancur atau berpetak

3.2

Saran Guru SD harus dapat memanfaatkan media dan bahan manipulatif kerumahtanggaan penataran matematika serta bisa mengembangkannya juga agar penerimaan menjadi lebih bermakna untuk peserta didik.

Daftar bacaan Heruman. 2007. Model Penataran Matematika di Sekolah Sumber akar. Bandung: PT Akil balig Rosdakarya. Muhsetyo, Gatot, dkk. 2007. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Jamiah Membengang. Nurtamam, Edi. Pembelajaran Matematika SD. 2013. Bangkalan: UTM Madura.

Masukkan komentar Anda…

Postingan tersohor dari blog ini

Standar Penilaian privat Perspektif Kriteria Nasional Pendidikan Desember 22, 2016

Rajah BACA SELENGKAPNYA

Laporan Observasi Pembelajaran IPS SD Desember 22, 2016

fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pembelajaran-matematika-sd.html

14/15

4/4/2020

Pembelajaran Ilmu hitung SD

Buram BACA Seutuhnya

Diberdayakan maka dari itu Blogger Rajah tema makanya badins

Inskripsi

Laporkan Penyalahgunaan

fitrinurlailiyah.blogspot.com/2016/12/pembelajaran-matematika-sd.html

15/15

Source: https://pdfcoffee.com/media-dan-bahan-manipulatif-dalam-pembelajaran-matematika-sd-4-pdf-free.html

Posted by: skycrepers.com