Beban Belajar Tambahan Kurikulum 2013 Sd

tirto.id – Kurikulum Merdeka adalah episode dari paket Merdeka Belajar Episode ke-15 yang diluncurkan makanya Kemendibudristek pada Februari 2022. Rencananya, ratusan ribu sekolah akan memulai penerapan kurikulum ini pada masa ajaran baru 2022/2023.

Kurikulum Merdeka boleh diimplementasikan di level PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga pendidikan tunggal. Saja, lakukan waktu ini, penerapannya lain terbiasa dan semata-mata menjadi riuk satu mulai sejak 3 opsi kurikulum yang bisa dipilih maka itu setiap sekolah.

Mengantisipasi krisis pembelajaran akibat taun, Kemendibudristek mengasihkan kebebasan ke setiap sekolah untuk memintal salah satu dari 3 opsi kurikulum. Ketiganya adalah Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan), dan Kurikulum Merdeka.

Pilihan kurikulum boleh disesuaikan dengan daya produksi sekolah maupun kebutuhan dan karakteristik murid jaga. Khusus untuk penyortiran Kurikulum Merdeka, kementerian menyempatkan pol yang berfungsi kontributif sekolah menilai kesiapan masing-masing dalam menerapkannya.

Keleluasaan bagi sekolah ditegaskan lagi melalui Inskripsi Edaran Fisik Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 2774/H.H1/KR.00.01/2022.

SE Pejabat BSKAP terbitan 28 Juni 2022 itu [PDF] menyatakan, implementasi Kurikulum Merdeka secara mandiri merupakan riuk suatu dari 3 seleksian yang boleh diambil oleh sekolah.

Khusus di pilihan Kurikulum Merdeka, terdapat 3 kategori yang bisa dipilih untuk diterapkan oleh sekolah, ialah bagaikan berikut:

  • Kategori Mandiri Sparing
    (menerapkan sejumlah babak dan prinsip Kurikulum Merdeka, tapi tetap menggunakan Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Darurat).
  • Kategori Mandiri Berubah
    (menerapkan Kurikulum Merdeka tiba tahun ajaran 2022/2023, dan menggunakan perangkat ajar yang disediakan Mimbar Merdeka Mengajar untuk jenjang PAUD, Inferior I, Kelas bawah IV, Papan bawah VII, Kelas X).
  • Kategori Mandiri Berbagi
    (menerapkan Kurikulum Merdeka, dengan melebarkan sendiri beraneka rupa perangkat jaga buat PAUD, Kelas I, Kelas IV, Inferior VII, Kelas bawah X).

Hingga Juli 2022, sesuai data
Kemdikbudristek, sebanyak 143.265 sekolah di 514 kabupaten/kota (34 provinsi) siap menerapkan Kurikulum Merdeka.

Adapun berlandaskan isi SK BSKAP terbaru Nomor 044/H/KR/2022, terdapat 142.663 sekolah yang akan menjadi penghasil implementasi Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023. Terserah juga 35 sekolah Indonesia di luar negeri yang akan menerapkan kurikulum hijau ini.

Daftar sekolah yang ditetapkan bintang sartan pelaksana Kurikulum Merdeka dapat dicek via link berikut:

Link SK Kepala BSKAP Tanggal 12 Juli 2022.


Konsep Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan penataran intra-kurikuler yang berjenis-jenis. Mulanya disebut Kurikulum Prototipe, Kurikulum Merdeka dirancang sebagai kerangka proses pembelajaran yang variabel.

Dalam penerapannya, para suhu mendapatkan keleluasaan lakukan memilih berbagai perlengkapan asuh. Tujuannya agar pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan minat para peserta bimbing.

Dari segi konsep, Kurikulum Merdeka n kepunyaan perbedaan yang signifikan dengan Kurikulum 2013, karena dirancang dengan konteks berbeda. Kemunculan Kurikulum Merdeka berkaitan dempang dengan dampak pandemi Covid-19 yang telah menghambat aktivitas pembelajaran di sekolah.

Mengutip laman resmi Sistem Informasi Kurikulum Nasional, fokus penerapan Kurikulum Merdeka pada pendedahan materi-materi esensial, serta pengembangan karakter dan kompetensi petatar didik.

Kurikulum Merdeka memiliki tiga karakteristik utama.
Pertama, penerimaan diarahkan berbasis projek cak bagi mengembangkan
soft skills

dan fiil murid jaga, sesuai profil petatar Pancasila.

Cak semau heksa- kompetensi yang jadi ciri profil peserta Pancasila, adalah: beriman, bertakwa lega Tuhan YME dan berakhlak mulia; gotong-royong; nalar reaktif; berkebinekaan global; produktif; dan mandiri.

Karena itu, projek penguatan Memoar Petatar Pancasila bisa diarahkan untuk mendorong pesuluh didik mempelajari bilang tema krusial, seperti gaya hidup membenang, ketahanan, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan jiwa berdemokrasi.

Mengutip buku saku Kurikulum Merdeka [PDF], projek untuk penguatan riwayat hidup pelajar Pancasila tak diarahkan diarahkan bagi menjejak level pembelajaran tertentu. Maka itu, ia enggak terpikat dengan konten les.

Kedua, titik api Kurikulum Merdeka tertuju kepada materi esensial mudahmudahan tersedia waktu pas untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar, sebagaimana literasi dan numerasi.

Ketiga, Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas untuk guru dalam menjalankan pembelajaran yang terdiferensiasi, sesuai dengan kemampuan peserta didik. Penataran pun bisa disesuaikan dengan konteks dan muatan lokal.


Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 di SD

Seturut penjelasan di atas, ada sejumlah perbedaan antara Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 yang selama ini diterapkan di sekolah.

Merujuk puas laman Sistem Informasi Kurikulum Nasional, berikut perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 di jenjang SD.

1. Kerangka Dasar

a. Kurikulum Merdeka:

  • Rancangan pematang penting Kurikulum Merdeka adalah harapan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan.
  • Mengembangkan profil siswa Pancasila pada peserta didik.

b. Kurikulum 2013:

  • Rancangan landasan utama Kurikulum 2013 yakni tujuan Sistem Pendidikan Kewarganegaraan dan Standar Nasional Pendidikan.

2. Kompetensi yang Dituju

a. Kurikulum Merdeka:

  • Capaian pembelajaran nan disusun per fase.
  • Capaian Penataran dinyatakan intern paragraf yang merangkaikan laporan, sikap, dan keterampilan bakal mencapai, melantangkan, dan meningkatkan kompetensi.
  • Fase SD/sederajat terdiri bersumber: Fase A (sejajar kelas I dan II SD); Fase B (sejajar kelas III dan IV SD); Fase C (Proporsional kelas V dan VI SD).

b. Kurikulum 2013:

  • Kompetensi Dasar (KD) yang berupa lingkup dan urutan (scope & sequence) dikelompokkan pada 4 Kompetensi Inti (KI), merupakan Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Mualamat, Keterampilan.
  • KD dinyatakan n domestik ponten-poin dan diurutkan cak bagi mengaras KI yang diorganisasikan sendirisendiri-tahun.
  • KD plong Bopeng 1 (Sikap Spiritual) dan Ki 2 (Sikap Sosial) saja ada di pelajaran Pendidikan Agama dan Tata krama, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

3. Struktur Kurikulum

a. Kurikulum Merdeka:

  • Struktur kurikulum dibagi kaprikornus 2 kegiatan pengajian pengkajian utama, yaitu: (1) penataran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler; dan (2) projek pemantapan biografi pelajar Pancasila.
  • Jam Pelajaran (JP) diatur sendirisendiri tahun.
  • Eceran pendidikan boleh mengatur alokasi musim pendedahan secara fleksibel bagi mencapai JP nan ditetapkan.
  • Asongan pendidikan bisa memperalat pendekatan aktivasi penelaahan berbasis mata tutorial, tematik, atau terintegrasi.
  • Mata pelajaran IPAS (Aji-aji Informasi Alam dan Sosial) ialah fusi IPA dan IPS.
  • Bahasa Inggris menjadi netra tutorial saringan, tersidai kesiapan ketengan pendidikan.
  • Satuan pendidikan atau pesuluh didik dapat memilih sekurang-kurangnya satu mulai sejak empat alat penglihatan pelajaran Seni dan Budaya: Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari.

b. Kurikulum 2013:

  • Jam Tuntunan (JP) diatur tiap-tiap minggu.
  • Satuan pendidikan mengatur alokasi waktu pembelajaran secara rutin setiap minggu kerumahtanggaan setiap semester, sehingga pada setiap semester peserta didik akan mendapatkan nilai hasil membiasakan setiap indra penglihatan pelajaran.
  • Eceran pendidikan diarahkan menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis tematik integratif.



4. Pembelajaran

a. Kurikulum Merdeka:

  • Menguatkan pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap capaian pelajar pelihara.
  • Paduan antara pembelajaran intrakurikuler (sekitar 70-80% mulai sejak jam pelajaran) dan kokurikuler melalui projek penguatan profil peserta Pancasila (seputar 20-30% jam pelajaran).

b. Kurikulum 2013:

  • Pendekatan pembelajaran menggunakan satu pendekatan yaitu pendekatan saintifik untuk semua mata pelajaran.
  • Biasanya, pengajian pengkajian terfokus hanya pada intrakurikuler (bersemuka).
  • Cak bagi kokurikuler dialokasikan muatan belajar maksimum 50% di luar jam bersemuka, tetapi lain diwajibkan dalam rajah kegiatan yang direncanakan secara khusus, sehingga pada umumnya diserahkan kepada kreativitas guru penanggung jawab.

5. Penilaian

a. Kurikulum Merdeka:

  • Penguatan plong asesmen formatif dan pendayagunaan hasil asesmen bagi mereka cipta penerimaan sesuai tahap capaian peserta didik.
  • Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama internal projek penguatan profil pesuluh Pancasila.
  • Bukan terserah pemisahan antara penilaian sikap, pengetahuan, dan ketangkasan.

b. Kurikulum 2013:

  • Penilaian formatif dan sumatif oleh pendidik berfungsi memantau keberuntungan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan pembaruan hasil berlatih peserta ajar secara berkesinambungan.
  • Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik puas setiap mata kursus.
  • Penilaian dibagi menjadi penilaian sikap, keterangan, dan keterampilan.

6. Perangkat Jaga yang Disediakan Pemerintah

a. Kurikulum Merdeka:

  • Rahasia teks dan buku non-teks.
  • Contoh-contoh modul ajar.
  • Alur tujuan pembelajaran.
  • Contoh projek penguatan biografi peserta Pancasila.
  • Arketipe kurikulum operasional satuan pendidikan.

b. Kurikulum 2013:

  • Buku referensi dan sentral non-teks.

7. Gawai Kurikulum

a. Kurikulum Merdeka:

  • Panduan Pengajian pengkajian dan Asesmen.
  • Panduan peluasan kurikulum operasional sekolah.
  • Panduan peluasan projek pemantapan profil siswa Pancasila.
  • Panduan pelaksanaan pendidikan inklusif.
  • Panduan penyusunan programa pengajian pengkajian individual.
  • Modul layanan bimbingan konseling.

b. Kurikulum 2013:

  • Pedoman implementasi kurikulum.
  • Panduan Penilaian.
  • Panduan Pembelajaran setiap jenjang.


Perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 di SMP

Indikator perbedaan kedua jenis kurikulum di SMP sebagai halnya tataran SD. Sesuai penjelasan di laman Sistem Informasi Kurikulum Nasional, berikut ini perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 di tinggi SMP.

1. Lembaga Dasar

a. Kurikulum Merdeka:

  • Gambar landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Kebangsaan dan Tolok Kebangsaan Pendidikan.
  • Mengembangkan memoar peserta Pancasila pada peserta didik.

b. Kurikulum 2013:

  • Rancangan landasan utama Kurikulum 2013 yaitu tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan.

2. Kompetensi yang Dituju

a. Kurikulum Merdeka:

  • Capaian Penelaahan yang disusun sendirisendiri fase.
  • Capaian Pembelajaran dinyatakan dalam paragraf nan merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencecah, memekakkan, dan meningkatkan kompetensi.
  • SMP/sederajat terdiri berbunga satu fase, yaitu Fase D (kebanyakan setara dengan inferior VII, kelas VIII dan kelas IX SMP).

b. Kurikulum 2013:

  • Kompetensi Asal (KD) nan berupa cak cakupan dan urutan (scope & sequence) dikelompokkan sreg 4 Kompetensi Inti (Borek), yaitu: Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengetahuan, Keterampilan.
  • KD dinyatakan dalam poin-poin dan diurutkan cak bagi mencapai KI yang diorganisasikan per tahun
  • KD puas KI 1 (Sikap Spiritual) dan Burik 2 (Sikap Sosial) cuma terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta Pendidikan Pancasila dan Nasional.

3. Struktur Kurikulum

a. Kurikulum Merdeka:

  • Struktur kurikulum dibagi menjadi 2 kegiatan penerimaan terdepan, yaitu (1) pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler; dan (2) projek penguatan biografi pelajar Pancasila.
  • Jam Pelajaran (JP) diatur per periode.
  • Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara plastis bagi mencapai JP yang ditetapkan.
  • Asongan pendidikan boleh memperalat pendekatan pengerahan pembelajaran berbasis mata latihan, tematik, maupun terintegrasi.
  • Netra pelajaran Informatika merupakan alat penglihatan pelajaran wajib.
  • Asongan pendidikan atau peserta ajar dapat memilih sekurang-kurangnya 1 pecah 5 cak bimbingan Seni dan Prakarya: Seni Irama, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, maupun Prakarya.

b. Kurikulum 2013:

  • Jam Pelajaran (JP) diatur sendirisendiri minggu.
  • Satuan pendidikan mengatur alokasi waktu penelaahan secara rutin setiap minggu kerumahtanggaan setiap semester, sehingga pada setiap semester peserta asuh akan mendapatkan nilai hasil sparing setiap netra cak bimbingan.
  • Eceran pendidikan diarahkan menunggangi pendekatan aktivasi pembelajaran berbasis netra pelajaran.

4. Pembelajaran

a. Kurikulum Merdeka:

  • Memekakkan pembelajaran terdiferensiasi sesuai tahap capaian peserta asuh.
  • Paduan antara pendedahan intrakurikuler (sekitar 70-80% dari jam pelajaran) dan kokurikuler melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (sekeliling 20-30% jam pelajaran).

b. Kurikulum 2013:

  • Pendekatan pembelajaran menunggangi pendekatan saintifik cak bagi semua netra latihan.
  • Biasanya, pembelajaran terfokus semata-mata puas intrakurikuler (bersemuka).
  • Bakal kokurikuler dialokasikan beban berlatih maksimum 50% diluar jam lihat muka, tetapi tidak diwajibkan dalam tulangtulangan kegiatan nan direncanakan secara khas, sehingga pada umumnya diserahkan kepada kreativitas guru penanggung jawab.



5. Penilaian

a. Kurikulum Merdeka:

  • Stabilitas sreg asesmen formatif dan penggunaan hasil asesmen bagi merancang pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik.
  • Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek pengukuhan profil pelajar Pancasila
  • Enggak suka-suka pemisahan antara penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

b. Kurikulum 2013:

  • Penilaian formatif dan sumatif oleh pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan berlatih, memantau hasil sparing, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil membiasakan peserta ajar secara berkesinambungan.
  • Melantangkan pelaksanaan penilaian autentik pada setiap mata pelajaran.
  • Penilaian dibagi menjadi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

6. Perangkat Bimbing nan Disediakan Pemerintah

a. Kurikulum Merdeka:

  • Sentral pustaka dan rahasia non-teks.
  • Lengkap-contoh modul ajar.
  • Alur tujuan pembelajaran.
  • Pola projek penguatan profil pelajar Pancasila.
  • Contoh kurikulum operasional satuan pendidikan.

b. Kurikulum 2013:

  • Sendi teks dan buku non-teks.

7. Perangkat Kurikulum

a. Kurikulum Merdeka:

  • Panduan pembelajaran dan asesmen.
  • Panduan peluasan kurikulum operasional sekolah.
  • Panduan pengembangan projek stabilitas profil murid Pancasila.
  • Panduan pelaksanaan pendidikan inklusif.
  • Panduan penyusunan program pembelajaran istimewa.
  • Modul layanan arahan konseling.

b. Kurikulum 2013:

  • Pedoman implementasi kurikulum.
  • Panduan Penilaian.
  • Panduan Pembelajaran setiap tahapan.


Perbedaan Kurikulum 2013 & Kurikulum Merdeka di PAUD

Masih mengutip situs resmi Sistem Informasi Kurikulum Kewarganegaraan, berikut ini perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum 2013 di jenjang PAUD (Pendidikan Momongan Jiwa Dini).

1. Kerangka Dasar

a. Kurikulum Merdeka:

  • Rancangan landasan utama Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan.
  • Melebarkan profil pelajar Pancasila sreg peserta jaga.

b. Kurikulum 2013:

  • Rancangan landasan utama Kurikulum 2013 adalah tujuan Sistem Pendidikan Kebangsaan dan Standar Nasional Pendidikan.

2. Kompetensi yang Dituju

a. Kurikulum Merdeka:

  • Capaian Pembelajaran (CP) bagi suatu fase perkembangan anak usia dini, disebut sebagai Fase Fondasi.
  • CP dinyatakan dalam alinea nan merangkaikan makrifat, sikap, dan keterampilan kerjakan mencapai, menyaringkan, dan meningkatkan kompetensi anak usia dini dalam poin agama dan moral, urut-urutan dan identitas diri, serta kompetensi literasi,numerasi, sains, teknologi, rekayasa, dan seni.
  • Capaian Pembelajaran (CP) diharapkan dapat dicapai di akhir layanan PAUD (usia 5-6 tahun).

b. Kurikulum 2013:

  • Kompetensi Dasar (KD) yang berupa lingkup dan urutan (scope and sequence) dikelompokkan pada empat Kompetensi Inti (KI) adalah: Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengumuman, dan Kecekatan.
  • KD disusun berpunca 6 aspek jalan, dinyatakan dalam gambar kredit-poin dan diurutkan, serta merupakan paparan pencapaian STPPA (Patokan Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak asuh Roh Prematur) di pengunci layanan PAUD usia 6 hari.

3. Struktur Kurikulum

a. Kurikulum Merdeka:

  • Struktur Kurikulum pada PAUD (TK/RA/BA, KB, SPS, TPA), terdiri atas kegiatan pendedahan intrakurikuler dan projek pengukuhan riwayat hidup siswa Pancasila.
  • Kegiatan pembelajaran intrakurikuler dirancang agar momongan bisa mencapai kemampuan yang tertuang di capaian pembelajaran. Intisari kegiatan pembelajaran intrakurikuler yaitu bermain berguna sebagai perwujudan “Merdeka Belajar, Merdeka Main-main”. Kegiatan yang dipilih harus memberikan camar duka yang meredakan dan bermakna bagi anak. Kegiatan perlu didukung makanya penggunaan sumber-mata air belajar yang nyata dan suka-suka di lingkungan selingkung anak. Sumber berlatih yang tidak terhidang secara substansial dapat dihadirkan dengan dukungan teknologi dan anak kunci bacaan momongan.
  • Projek penguatan riwayat hidup pelajar Pancasila bertujuan kerjakan memperkukuh upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu plong Kriteria Kompetensi Mantan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Momongan untuk PAUD). Pengukuhan profil peserta Pancasila di PAUD dilakukan internal konteks perayaan tradisi tempatan, serta hari besar kewarganegaraan dan internasional. Pelaksanaan projek penguatan memoar siswa Pancasila menggunakan alokasi waktu kegiatan di PAUD.
  • Alokasi periode pengajian pengkajian di PAUD usia 4 – 6 masa paling sedikit 900 menit tiap-tiap minggu.
  • Alokasi waktu di PAUD nasib 3 – 4 masa paling kecil terbatas 360 (tiga dupa enam puluh) menit sendirisendiri minggu.

b. Kurikulum 2013:

  • Jam Tuntunan (JP) diatur 900 menit saban minggu.
  • Satuan PAUD kerjakan kelompok vitalitas 4-6 masa nan lain boleh mengerjakan penerimaan 900 menit saban minggu teristiadat melaksanakan pengajian pengkajian 540 menit dan ditambah 360 menit pengasuhan terprogram.

4. Pendedahan

a. Kurikulum Merdeka:

  • Bermain-sparing. Pembelajaran anak usia dini berpusat pada momongan.
  • Kegiatan berbasis taktik bacaan anak buat menyaringkan kompetensi literasi.
  • Orientasi penataran untuk mengaras
    well-being
    anak, dengan Capaian Pembelajaran sebagai paradigma dan mencamkan aspek urut-urutan.
  • Penguatan biografi peserta Pancasila dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
  • Rincih pendidikan boleh menunggangi beraneka macam pendekatan pembelajaran.
  • Lain terserah alur untuk tujuan penataran.

b. Kurikulum 2013:

  • Pendekatan pembelajaran yang digunakan yaitu pendekatan keilmuan.
  • Menggunakan 10 prinsip pengajian pengkajian momongan usia dini, ialah: Berlatih menerobos main-main Anak di pangkal jiwa 6 perian kaya pada masa bermain; Berorientasi pada urut-urutan momongan; Mendatangi puas kebutuhan anak; Berpusat pada anak; Penelaahan aktif; Berorientasi sreg pengembangan nilai-angka karakter; Berkiblat pada pengembangan kecakapan hidup; Didukung oleh lingkungan yang kondusif; Berorientasi sreg pendedahan yang demokratis; Pemanfaatan media belajar, sumber berlatih, dan narasumber.

5. Penilaian

a. Kurikulum Merdeka:

  • Tidak cak semau pemisahan antara penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  • Teknik dan waktu pelaksanaan asesmen ditentukan oleh guru.
  • Teknik asesmen dan alat di antaranya merupakan: Observasi; Goresan anekdot; Foto bersemarak; Checklist; Portofolio; Teknik dan alat lain yang bisa dimodifikasi sekolah.
  • Pelaporan tertulis ke ayah bunda minimal 6 bulan sekali, yang berisi deskripsi kemajuan Capaian Pembelajaran anak asuh, dan pesiaran atau komunikasi lisan dengan orang bertongkat sendok dapat dilakukan kapan hanya.

b. Kurikulum 2013:

  • Teknik dan peranti penilaian terdiri atas: Pengamatan atau observasi; Percakapan; Penugasan; Muncul kerja; Penilaian hasil karya; Pendaftaran anekdot; Portofolio.
  • Catatan penilaian proses dan hasil membiasakan perkembangan anak asuh dimasukkan ke dalam matra rangkuman penilaian mingguan maupun bulanan untuk dibuat konklusi sebagai asal proklamasi urut-urutan momongan kepada orang tua.
  • Pelaporan yakni kegiatan mengomunikasikan hasil penilaian tentang tingkat pencapaian perkembangan anak.
  • Bentuk pelaporan berupa deskripsi pertumbuhan fisik dan perkembangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak yang dilaporkan kepada ibu bapak dilengkapi dengan apendiks hasil portofolio.
  • Teknik pelaporan dilakukan dengan pendirian bertatap durja.
  • Pelaporan secara tertulis diberikan kepada basyar tua minimal sekali lakukan setiap 6 rembulan, padahal pelaporan secara lisan boleh diberikan sesuai kebutuhan.

6. Organ Bimbing yang Disediakan Pemerintah

a. Kurikulum Merdeka:

  • Panduan Pengembangan Pembelajaran (Buku panduan pendidik PAUD)
  • Panduan Ekspansi Pembelajaran unsur CP Nilai Agama dan Khuluk Pekerti (Trik panduan pendidik PAUD)
  • Panduan Pengembangan Penataran elemen CP Zakiah Diri (Sosi panduan pendidik PAUD)
  • Panduan Peluasan Pembelajaran elemen CP Pangkal-dasar Literasi dan STEAM (Buku panduan pendidik PAUD)
  • Panduan Bermain Berbasis Buku (Rahasia panduan pendidik PAUD)
  • Panduan Pola Ekspansi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (Pusat panduan pendidik PAUD)
  • Panduan Penyusunan Laporan Capaian Pembelajaran (Buku panduan pendidik PAUD)
  • Eksemplar-contoh Intensi Penerimaan ada di tiap daya panduan pendidik
  • Modul Ajar yang tersedia di link ini.

b. Kurikulum 2013:

  • Kancing Panduan Pendidik PAUD untuk anak usia 4-5 Tahun
  • Pusat Panduan Pendidik PAUD bagi anak usia 5-6 periode
  • 22 pola muslihat PAUD.

7. Instrumen Kurikulum

a. Kurikulum Merdeka:

  • Panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah
  • Panduan pengembangan projek penguatan memoar pelajar Pancasila
  • Panduan pendidikan tersendiri.

b. Kurikulum 2013:

  • Kancing rajah sumber akar PAUD
  • Kunci pedoman pengelolaan kelas
  • Daya pedoman pengembangan tema pembelajaran
  • Sentral pedoman penilaian penerimaan
  • Buku pedoman penyusunan SOP
  • Buku Pedoman apa mengapa kurikulum 2013
  • Taktik pedoman penghijauan sikap
  • Buku pedoman pengelolaan pendedahan
  • Buku pedoman penyusunan kurukulum KTSP PAUD.

(tirto.id –
Pendidikan)


Panitera: Addi M Idhom

Editor: Iswara Ufuk Raditya



Source: https://tirto.id/perbedaan-kurikulum-merdeka-dengan-kurikulum-2013-di-sd-smp-paud-gt6S

Posted by: skycrepers.com