Buku Pelajaran Agama Katolik Kelas 3 Sd

Siasat ini merupakan taktik siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Kiat petatar ini disusun dan ditelaah makanya berbagai macam pihak di bawah pengharmonisan Kementerian Pendidikan dan Kultur, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “arsip kehidupan” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai limbung nan dialamatkan kepada perekam dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini

Kita bersyukur kepada Allah allah atas terbitnya buku Pendidikan Agama Katolik dan Adab yang mutakadim direvisi dan diselaraskan sesuai perkembangan Kurikulum 2013.

Agama terutama bukanlah soal memaklumi mana yang bermoral maupun yang keseleo. Tidak ada gunanya mengetahui hanya enggak melakukannya, seperti dikatakan oleh Santo Yakobus: “Sebab seperti mana tubuh tanpa roh adalah hening, demikian jugalah iman minus perbuatan-perbuatan adalah nyenyat” (Yakobus 2:26).

Demikianlah, belajar bukan sekadar lakukan tahu, melainkan dengan belajar seseorang menjadi tumbuh dan berubah. Tidak saja belajar lalu berubah, tetapi juga memungkirkan keadaan. Begitulah Kurikulum 2013 dirancang agar tahapan penataran memungkinkan siswa berkembang semenjak proses menyerap pengetahuan dan mengembangkan kesigapan hingga memekarkan sikap serta nilai-skor luhur kemanusiaan.

Pembelajaran agama diharapkan mampu menambah wawasan keimanan, mengasah keterampilan beragama dan takhlik sikap beragama siswa asuh yang utuh dan berimbang yang mencengam koalisi khalayak dengan Penciptanya, sesama manusia dengan lingkungannya. Untuk itu, pendidikan agama wajib diberi penekanan khusus terkait dengan penanaman karakter dalam pembentukan fiil pekerti nan mulia. Karakter nan ingin kita tanamkan antara lain: kejujuran, kedisiplinan, cinta kebersihan, demap kasih, usia berbagi, optimisme, cak acap lahan air, kepenasaran ilmuwan, dan kreativitas.

Biji-biji karakter itu digali dan diserap dari keterangan agama yang dipelajari para siswa dan menjadi induk bala n domestik pembentukan, ekspansi, peningkatan, pemeliharaan, dan reformasi perilaku momongan asuh mudahmudahan kepingin dan fertil melaksanakan tugas-tugas spirit mereka secara selaras, serasi, setimbang antara lahir-batin, jasmani-rohani, materialspiritual, dan individu-sosial. Sebanding dengan itu, pendidikan agama Katolik secara idiosinkratis berniat membangun dan membimbing pesuluh didik hendaknya tumbuh berkembang mencapai khuluk utuh yang bertambah mencerminkan diri mereka sebagai bentuk Allah, sebab demikianlah “Allah menciptakan basyar itu menurut tulang beragangan-Nya, menurut lembaga Allah diciptakan-Nya engkau” (Kejadian1:27). Sebagai sosok yang diciptakan seturut gambar Allah, manusia terbiasa mengembangkan kebiasaan cinta kasih dan mengirik akan Allah, memiliki kecerdasan, keterampilan, fiil pekerti luhur, memelihara lingkungan, serta masuk bertanggung jawab intern pembangunan mahajana, nasion dan negara. [Sigit D.K.: 2013] Buku pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Khuluk Pekerti ini ditulis dengan arwah itu. Pembelajarannya dibagi-untuk n domestik kegiatankegiatan yang harus dilakukan siswa internal usaha memahami pemberitaan agamanya. Akan namun, butir-butir agama bukanlah hasil pengunci yang dituju. Pemahaman tersebut harus diaktualisasikan internal tindakan nyata dan sikap keseharian yang sesuai dengan tuntunan agamanya, baik dalam bentuk ibadah ritual alias ibadah sosial.

Untuk itu, umpama kunci agama yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, rencana pembelajarannya dinyatakan dalam gambar aktivitasaktivitas. Di dalamnya, dirancang sekaan pembelajaran yang dinyatakan intern kegiatan-kegiatan keagamaan nan harus dilakukan siswa. Dengan demikian, buku ini menuntun apa yang harus dilakukan murid bersama guru dan teman-kutub sekelasnya untuk memahami dan menjalankan ajaran iman katolik.

Buku ini bukanlah satu-satunya perigi belajar bagi petatar. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan n domestik Kurikulum 2013, murid didorong untuk mempelajari agamanya melangkaui pengamatan terhadap sumber berlatih yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Lebihlebih cak bagi usia remaja perlu ditantang untuk peka sekaligus paham dalam menyikapi fenomena alam, sosial, dan seni budaya.

Peran guru sangat utama bikin menyetarafkan daya serap siswa dengan ketersedian kegiatan yang ada pada buku ini. Adaptasi ini antara lain dengan menyibakkan kesempatan luas bikin kreativitas guru untuk memperkayanya dengan kegiatankegiatan enggak yang sesuai dan relevan dengan tempat di mana daya ini diajarkan, baik belajar melalui sendang tertulis alias berlatih langsung dari sendang lingkungan sosial dan alam seputar.

Uang lelah Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia bagaikan rencana yang bertanggungjawab atas wahyu iman Katolik berterima anugerah kepada pemerintah, n domestik hal ini Kementerian Pendidikan dan Peradaban atas kerja sama yang baik selama ini berangkat berusul proses penyusunan kurikulum hingga penulisan buku wacana pelajaran ini.

Sampul
Prolog pengantar
Daftar isi
Pelajaran 1 Pribadi peserta asuh dan lingkungannya
A. Saya Bertaruk dan Berkembang
B. Saya Mampu Mengkhususkan Perbuatan Baik dan Buruk
Pelajaran 2 Yesus kristus
A. Kisahan Yakub
B. Kisah Yusuf
C. Kisah Musa
D. Yohanes Pembaptis
E. Konversasi dengan Nikodemus
F. Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang
G. Bagaikan tentang Anak asuh yang Hilang
Tuntunan 3 Gereja
A. Sakramen Baptis
B. Sakramen Ekaristi
C. Sakramen Insaf
D. Iman
E. Intensi
F. Kasih
Pelajaran 4 Masyarakat
A. Pemimpin Masyarakat
B. Tradisi Publik
C. Melestarikan Lingkungan Alam
Glosarium
Daftar pustaka
Memoar penulis
Profil penelaah
Profil editor
Biografi ilustrator

Source: https://www.myedisi.com/bse/70266/pendidikan-agama-katolik-dan-budi-pekerti

Posted by: skycrepers.com