Cara Memilih Media Pembelajaran Matematika Di Sd

Kriteria Melembarkan Media Pembelajaran dan Penjelasannya

Gurubagi.com. Penerimaan nan efektif tentunya memerlukan perencanaan yang baik. Sama dengan dengan pemilihan
media
yang akan digunakan dalam  pembelajaran.

Media pembelajaran
yang majemuk jenisnya tentu enggak akan digunakan secara serentak dalam kegiatan pembelajaran. Hawa harus dapat melakukan seleksi wahana yang sesuai dengan materi pembelajaran.

Media
merupakan pelecok satu komponen utama dalam menjalankan proses pembelajaran. Kedatangan media pengajian pengkajian, karena dapat membantu pembelajaran seperti mana yang diinginkan.

Baca :

Tolok Memilih Media Pembelajaran

Berikut ini adalah 10 (dasa) kriteria dalam menentukan kendaraan penerimaan yang tepat .

1. Sesuai dengan Tujuan Pembelajaran

Media pembelajaran dapat membantu mendukung ketercapaian harapan pembelajaran, sehingga memiliki kelanjutan dengan materi yang diajarkan.

Selain itu, agar tidak terjadi tidak  tumpang tindih dengan kepentingan lain yang kemudian dapat memengaruhi dalam pencapaian tujuan.

2. Karakteristik Media  Sesuai dengan Proses Penataran

Guru internal memilih media harus sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran, sehingga tak menghalangi  proses pembelajaran.

Ketidaksesuaian karakteristik materi dengan media akan  menembakkan ketidakcocokan pada proses pengajian pengkajian itu sendiri.

3. Berlambak Mendukung Isi dan Bahan Pembelajaran

Media pembelajaran harus mampu mendukung isi serta incaran pembelajaran. Tanpa dukungan tersebut  proses pengajian pengkajian akan sama saja dengan atau minus memperalat ki alat.

Lakukan menjadikan wahana pendedahan sesuai dengan kriteria, maka dukungan terhadap isi materi dan bahan penerimaan haruslah terpenuhi.

Jika tak memenuhi unsur tersebut, sebaiknya jangan menunggangi sarana pengajian pengkajian,  karena akibatnya tak akan bisa sesuai maksud.

4. Wahana Mudah Diperoleh

Kemudahan memperoleh media pembelajaran menjadi menjadi faktor bermakna bagi proses penerimaan. Resiko kebinasaan terhadap media pembelajaran dapat pelahap terjadi, sehingga suhu harus menemukan pengganti media nan baru.

5. Kemudahan Dalam Pengaksesan

Wahana pengajian pengkajian juga harus menunaikan janji standar, yaitumemiliki kemudahan pengaksesan misal riuk satu penyebab kesuksesan dalam komunikasi.

Hal ini menjadi berharga karena akan berkaitan langsung dengan skill atau kepakaran para penggunanya. Pendedahan dengan media tidak akan melanglang jika para penggunanya tidak bisa menguasai bagaimana cara mengakses sarana tersebut.

Kesukaran mengakses sarana  akan membuat penggunanya tidak akan bisa memanfaatkan sarana nan ada dengan baik.

Media yang justru harusnya membantu proses pembelajaran, terlebih akan membentuk proses pendedahan bukan berjalan optimal.

6. Penggunaan Tidak Memakan Waktu yang Lama

Media penelaahan harus dapat bertabiat efisien bagaikan proses komunikasi efektif. Di dalam hal ini, langkah media tidak membutuhkan waktu yang lama.

Persiapan kendaraan yang  lama justru akan membantut proses belajar peserta didik, dan menghabiskan waktu.

7. Kesesuaian Media Penelaahan dengan Jalan angan-angan Peserta Bimbing

Teristiadat juga ditegaskan bahwa alat angkut penataran haruslah mempunyai kesesuaian dengan cara berfikir peserta didik  dalam berkomunikasi dan berorganisasi.

Karena tanpa keadaan tersebut, peserta didik tidak akan bisa menerima apa yang tersuguh bermula  sarana pengajian pengkajian.

Kesesuaian media dengan jalan angan-angan peserta pelihara boleh menyedot minat mereka cak bagi membiasakan.Jangan hingga pemanfaatan sarana pembelajaran justru menurunkan minat sparing petatar didik.

8. Sesuai dengan Situasi dan Kondisi Lingkungan

Guru dalam menggunakan media pembelajaran harus  sesuai dengan keadaan dan kondisi mileu. Misalkan, master tidak perlu  menggunakan media yang membutuhkan tenaga listrik seandainya sreg medan tersebut lain terdapat peredaran listrik.

9. Sesuai dengan Kemampuan Guru

Secanggih apapun sebuah media penataran, seandainya user atau penggunanya tak mampu mengunakan secara optimal, maka pembelajaran tidak akan melanglang.

Dengan demikian, harus terdapat konektifitas antara skill user dan media pendedahan seharusnya penataran dapat optimal.

10. Efektifitas Pendayagunaan Ki alat intern Penataran

Wahana pendedahan harus menunaikan janji kriteri berupa efektifitas penggunaan, dengan  menyesuaikan aspek  waktu, dan skill  agar penggunaanya efektif.

Tentunya penggunaan alat angkut yang efektif dalam proses penataran akan bisa menumbuhkan hasil pengajian pengkajian. Dengan demikian, maka  kendaraan harus ki berjebah memenuhi kriteria misal alat angkut pembelajaran yang tepat.

Demikian penjelasan akan halnya
kriteria melembarkan media pembelajaran. Semoga bermanfaat.

Bab I PENDAHULUAN A. Latar Birit Perkembangan hobatan pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan kerumahtanggaan pemanfaat hasi-hasil teknologi dalam proses membiasakan. Para pendidik dituntut agar mampu menggunakan sarana yang dapat disediakan oleh sekolah dan tidak terlayang prospek bahwa kendaraan tersebut sesuai dengan perkembangan dan permintaan zaman. Berbagai keberagaman wahana pengajian pengkajian merupakan salah satu faktor penunjang yang berfaedah intern proses eskalasi kualitas belajar mengajar. Buat mencapai tingkat efisien dan efektivitas nan memadai, salah satu usaha nan perlu dilakukan adalah mengurangi sistem penyampain bahan cak bimbingan yang bersifat normal dan monoton ke arah nan makin baik dengan indicator petatar belajar secara bermakna dengan aktivitas hierarki dalam suasana nyaman-menyabarkan. Hauslah ada katalis, sebagai suplemen proses pembelajaran ialah dengan mengembangkan media sebagai alat bantu alias sumber belajar. Oleh sebab itu bermakna sekali sarana perencanaan sebagai tolak awal yang merupakan satu perencanaan didalam pemilihan kendaraan pembalajaran yang lebih baik dan dapat digunakan bikin proses belajar mengajar nan diharapkan boleh mempertinggi hasil belajar nan dicapai. Media perencanaan dibuat bagi membantu para pendidik membentangkan berbagai materi tersusun secara rapi yang dapat membangkitkan keinginan dan minat nan bau kencur, menyemangati motivasi dan rangsangan kegiatan belajar lega peserta didik. Berbagai spesies media yang disajikan didalam proses belajar mengajar nan dapat membantu urut-urutan pendidikan yang lebih bertamadun, sehingga kompetensi pangkal sparing terjangkau dengan baik. Adanya media penerimaan matematika yang tak tepat eksekusinya, malar-malar menjadi bencana bakal para pendidik. Oleh sebab itu, penting sekali bagi para pendidik dan calon pendidik memahami media sebagaimana barang apa yang tepat dan efektif lakukan siswa. Berdasarkan kondisi di atas perekam terpesona untuk mengkaji dan memberikan maklumat kepada para pendidik dan favorit pendidik, agar bisa membuat media pembelajaran yang efektif. Inilah yang menjadi investigasi penulis dalam referat ini. B. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang masalah di atas dapat diuraikan rumusan ki kesulitan, diantaranya: 1. Segala denotasi media pengajian pengkajian? 2. Apa kriteria dan prinsip penyortiran media pembelajaran ? 3. Segala apa peranan & kegunaan media pembelajaran? 4. Apa kurnia media kerumahtanggaan penataran matematika? 5. Kok pengajian pengkajian ilmu hitung lakukan siswa menggunakan alat angkut? 6. Apa fungsi dan kehabisan menggunakan media n domestik pendedahan ilmu hitung? C. Harapan Penulisan Makalah Harapan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Memahami pengertian wahana penataran 2. Memaklumi kriteria dan prinsip penyortiran media pendedahan 3. Mengerti peranan & kegunaan ki alat pendedahan 4. Mengetahui fungsi sarana dalam pembelajaran matematika 5. Membagi pemahaman mengenai penelaahan ilmu hitung memperalat sarana. 6. Memahami kelebihan dan kesuntukan menggunakan ki alat dalam pembelajaran matematika. D. Manfaat Penulisan Penulisan Makalah Manfaat penulisan makalah ini yaitu : 1. Bagi Calon Tenaga Pendidik Seumpama objek akuisisi bagi calon tenaga pendidik mengenai penggunaan media pembelajaran ilmu hitung yang efektif bagi belajar siswa 2. Bagi Dosen Sebagai pemerolehan bagi dosen apabila cak semau situasi yang belum sesuai materinya dengan nan dosen ketahui. Selain itu, bisa mengasihkan saran dan aduan atas selesainya makalah ini apabila materinya ada nan bukan sesuai intensi. 3. Bagi Tulang beragangan Pendidikan Sebagai pemerolehan yang dapat digunakan dalam rancangan mengedit kualitas media pembelajaran nan efektif bagi siswa di mileu sekolah E. Sistematika Penulisan Referat Lega Ki I Pendahuluan membincangkan tentang latar belakang ki aib, rumusan masalah, pamrih penulisan makalah, kepentingan penulisan kertas kerja yang ditujukan buat primadona tenaga pendidik, dosen, dan lembaga pendidikan. Serta sistematika penulisan makalah. Ki II Pembahasan menggunjingkan tentang denotasi media pengajian pengkajian dan pendedahan ilmu hitung, kriteria dan prinsip seleksi media pembelajaran, peranan dan kegunaan media pendedahan, kekuatan wahana dalam pembelajaran matematika, wahana pembelajaran matematika sarana efektif berlatih siswa, arti dan kekurangan menunggangi media dalam pendedahan ilmu hitung. . Gerbang II PEMBAHASAN A. Pengertian Alat angkut Pembelajaran dan Penelaahan Ilmu hitung Ø Media Pembelajaran Kata media berasal mulai sejak bahasa latin dan adalah bentuk baku bersumber introduksi madya nan secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Wahana adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima wanti-wanti. Media atau teaching aids atau audio visual aids (A.V.A) ialah gawai–organ dalam menolong dalam pembelajaran. Guru memperalat perlengkapan – alat tersebut masa membersihkan pelajarannya kerjakan mencegah verbalisme(mahfuz atau tidak mengerti makna nan jelas). Menurut Blake dan Horalsen ( n domestik Arindawati,2004: 44), media adalah serokan komunikasi yang digunakan buat menyampaikan wanti-wanti antara sumber (pemberi pesan) dengan penerima pesan. Mc. Luhan, mengemukan bahwa media adalah terusan (channel), karena menyampaikan pesan (informasi) dari sumber informasi itu kepada penyambut informasi. Hamidjo, kendaraan adalah semua lembaga broker nan digunakan maka dari itu bani adam kerjakan menyampaikan atau menyebar ide sehingga ide atau pendapat atau gagasan yang dikemukan bikin sampai kepada akseptor. Privat arti luas kendaraan adalah setiap cucu adam, materi ataupun peristiwa yang memberi kesempatan kepada pembelajar bikin memperoleh pengetahuan, keterampulan dan sikap. Intern pengertian ini suhu, rahasia teks, mileu sekolah termasuk didalamnya. Dalam kepentingan sempit, media adalah dibatasi lega bahan cetak, foto, barang elektronik, radas- alat mekanis, gambar nan disusun dan pesiaran verbal. Mulai sejak bermacam-macam penglihatan, disimpulkan bahwa kendaraan merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan bagi mengairi pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat panas pikiran, perhatian, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga memungkinkan terjadi proses berlatih. · Jenis-diversifikasi Sarana Pembelajaran Banyak sekali jenis media nan sudah dikenal dan digunakan dalam penyajian informasi dan wanti-wanti-pesan pembelajaran. Setiap macam ataupun bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat-sifat wahana tersebut. Hingga detik ini belum ada kesepakatan yang sahih n domestik memilah alat angkut. Inilah jenis-keberagaman alat angkut: 1. Sarana Pandang (visual) Sarana pandang menutupi: gambar buram, maupun gambar terobos pandang. Gambar buram meliputi: Sketsa, lukisan dinding, chart, grafik, dll. Rancangan seruak pandang meliputi : slide, dan rang bergerak. 2. Alat angkut Dengar (audio) Hakekat dari jenis-variasi media dalam kelompok ini yaitu berupa pesan yang disampaikan atau dituangkan kedalam simbul-simbul auditif (verbal dan/maupun non-verbal), yang melibatkan rangsangan indera rungu. Secara umum media audio memiliki karakteristik atau ciri perumpamaan berikut: bernas mengatasi keterbatasan ruang dan musim (mudah dipindahkan dan jangkauannya luas), pesan/program dapat direkam dan diputar kembali sekehendak hati, bisa meluaskan daya imajinasi dan panas kolaborasi aktif pendengarnya, bisa mengatasi keburukan kekurangan guru, resan komunikasinya semata-mata suatu arah, lalu sesuai untuk pengajaran musik dan bahasa, dan wanti-wanti/informasi maupun program terpincut dengan jadwal siaran (lega jenis media radio). 3. Media pandang dengar (audio-Visual) Media pandang dengar meliputi: TV dan Video 4. Media cetak Media Cetak membentangi: buku–buku cak bimbingan, anak kunci wacana, kamus, ensiklopedia 5. Mangsa jasmani nyata Target nyata meliputi lingkungan alam, lingkungan sosial, mileu budaya, nara sumber, dan hasil karya siswa 6. Kendaraan Komputer Ø Penelaahan Matematika Kegunaan matematika bukan hanya tertuju puas peningkatan kemampuan untuk perhitungan kuantitatif, hanya sekali lagi bikin penataan akal pikiran dan khususnya dalam hal pembentukan kemampuan analitis, membuat senyawa, serta evaluasi hingga kemampuan memecahkan masalah. Oleh karena itu tidaklah mengganjilkan apabila ilmu hitung dikatakan memiliki peran ganda, adalah sebagai “paduka tuan” dan umpama “pelayan” (Suhito, 2003:2-3). Berdasarkan kegunaan-kegunaan matematika nan telah dikemukakan inilah, ilmu hitung mesti diberikan kepada pelajar ajar pada setiap jenjang pendidikan. Untuk keperluan penyampaian target-objek matematika yang khayali kepada peserta didik diperlukan system penyampaian objek ilmu hitung. Sistem ini harus menimang kesiapan, kemampuan serta tingkat perkembangan jauhari siswa pelihara. Sistem yang dimaksud ini dikenal dengan sebutan pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika itu sendiri yaitu suatu proses nan diselengarakan makanya guru untuk membelajarkan siswa arti memperoleh ilmu pengetahuan dan kelincahan matematika. Melangkahi pembelajaran matematika diharapkan dapat dicapai dua sasaran pembelajaran, adalah sasaran nan berkaitan dengan efek pendedahan (instructional effect) dan sasaran yang berkaitan dengan efek sampingan (nurturan effect) (Suhito, 2003:4). Kedua sasaran tersebut bisa dicapai apabila peserta didik diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk belajar matematika (doing math) secara holistik dan komprehensif. Membiasakan matematika tak sekedar learning to know, melainkan harus ditingkatkan menjadi learning to do, learning to be, setakat learning to live together. Berdasarkan signifikansi-pengertian yang telah diberikan, maka wahana pembelajaran ilmu hitung merupakan segala apa sesuatu nan digunakan internal kegiatan pembelajaran matematika seharusnya bisa merangsang perhatian, perasaan, minat dan perhatian siswa sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (alias penyelenggara media) dan siswa dapat berlantas secara tepat guna dan berdayaguna. B. Standar dan Prinsip Pemilihan Media Pengajian pengkajian Ø Kriteria pemilihan media pendedahan: 1. Alat angkut harus sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Media harus sesuai dengan materi pembelajaran 3. Wahana harus sesuai dengan strategi pembelajaran/prosedural didaktik 4. Media harus sesuai dengan kategorisasi siswa Ø Prinsip penyaringan media merupakan Setiap alat angkut pembelajaran memiliki jenama masing – masing, maka berasal itulah master diharapkan dapat memilih kendaraan nan sesuai dengan kebutuhan alias tujuan pembelajaran. Dengan intensi bahwa pengusahaan sarana akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan penataran. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pengajian pengkajian, yaitu : 1. Harus adanya kejelasan akan halnya maksud dan harapan pemilihan media penataran. Apakah pemilahan media itu untuk penataran, buat informasi nan berkepribadian umum, ataukah sekedar hiburan hanya memuati perian kosong. Lebih tunggal lagi, apakah untuk pembelajaran kelompok atau individu, apakah sasarannya peserta TK, SD, SLTP, SMU, ataupun pelajar pada Sekolah Sumber akar Luar Biasa, umum pedesaan ataukah masyarakat perkotaan. Dapat lagi tujuan tersebut akan menyangkut perbedaan corak, gerak atau suara. Misalnya proses kimia (farmasi), ataupun pembelajaran pembedahan (kedokteran). 2. Karakteristik Media Pembelajaran. Setiap alat angkut pembelajaran punya karakteristik tertentu, baik dilihat berpunca keunggulannya, kaidah pembuatan maupun prinsip penggunaannya. Memahami karakteristik media pembelajaran merupakan kemampuan bawah yang harus dimiliki guru privat kaitannya pemilahan wahana pembelajaran. Disamping itu menyerahkan kemungkinan pada guru bakal menggunakan bermacam ragam media pendedahan secara bermacam ragam. 3. Alternatif Seleksian, ialah adanya sejumlah wahana nan boleh dibandingkan ataupun dikompetisikan. Dengan demikian guru bisa menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih, takdirnya terwalak beberapa ki alat nan dapat dibandingkan. Selain pendirian pemilihan media pembelajaran menurut Harjanto (1997 : 238) yakni: Pamrih, Keterpaduan (kesahihan),Keadaan peserta pelihara, Ketersediaan,Mutu teknis, Biaya. Selanjutnya nan terbiasa kita ingat bersama bahwa enggak ada suatu mediapun yang sifatnya bisa menjelaskan semua permasalahan atau materi pembelajaran secara tuntas. C. Peranan dan Kegunaan Media Pembelajaran Media dapat di gunakan dalam PBM dengan dua sebelah yaitu: 1. Sebagai alat bantu mengajar (dependen media). 2. Memperjelas presentasi pesan agar tidak bersisa verbalistis (tahu pembukaan-katanya, tetapi enggak tahu maksudnya) 3. Ibarat media berlatih yang dapat digunakan sendiri maka itu siswa (independent media). 4. Dengan menggunakan wahana pembelajaran nan tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif pesuluh. 5. Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah. Selanjutnya menurut Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu : a) Membuat konkrit konsep yang khayali, misalnya untuk menjelaskan distribusi pembawaan. b) Mengangkut obyek yang berbahaya ataupun jarang didapat di internal lingkungan belajar. c) Manampilkan obyek yang bersisa besar, misalnya pasar, candi. d) Memajukan obyek yang tidak bisa diamati dengan mata telanjang. e) Ogok propaganda nan terlalu cepat f) Memungkinkan siswa dapat berinteraksi serampak dengan lingkungannya. g) Membangkitkan motivasi belajar h) Memberi kesan perhatian bani adam bikin seluruh anggota kerubungan belajar. i) Menyajikan informasi berlatih secara konsisten dan bisa diulang maupun disimpan menurut kebutuhan. j) Menyajikan embaran belajar secara serta merta (mengatasi periode dan ruang) k) Mengontrol arah alias kepantasan belajar siswa. D. Maslahat Media internal Pembelajaran Ilmu hitung Dalam suatu proses pendedahan, dua unsur nan amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Levie dan Lents (1982) mengemukakan catur keistimewaan media pembelajran, khususnya media visual, yaitu: 1. Kepentingan Atensi Menyeret dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai referensi materi cak bimbingan. 2. Kepentingan Afektif Media visual bisa terlihat berusul tingkat kenikmatan peserta didik saat belajar alias mengaji referensi yang bergambar. 3. Fungsi Kompensatoris Mengakomodasikan pelajar yang lemah dan lambat mengamini dan memahami isipelajaran yang disajikan dengan wacana ataupun disajikan secara verbal. Menurut Winataputra (Arindawati,2004:47-48), Bahwa media pengajian pengkajian berfungsi sebagai berikut: 1. Bakal mewujudkan situasi belajar mengajar yang bertambah efektif. 2. Alat angkut pendedahan sebagai bagian yang koheren bersumber keseluruhan proses penelaahan. 3. Media penelaahan dalam penggunaannya harus relevan dengan tujuan dan isi penerimaan. 4. Hiburan dan memancing ingatan peserta 5. Bikin menyegerakan proses belajar dalam menyirat harapan dan bahan ajar secara cepat dan mudah. 6. Meningkatkan kualitas belajar mengajar 7. Media pembelajaran meletakkan radiks-dasar nan konkrit dalam menjauhi terjadinya penyakit verbalisme. E. Media Pembelajaran Matematika Sarana Efektif Sparing Pelajar Alat angkut pembelajaran dapat digunakan bila siswanya memerlukan untuk memahami sesuatu. Sedangkan bila siswa tersebut proses berpikirnya sudah lalu tidak perlu dengan sambung tangan alat peraga, maka akan cuma-cuma kita memperalat perkakas peraga tersebut. Melembarkan perabot peraga hendaknya siseuaikan dengan kesenangan pesuluh. Bila siswa doyan kepada permainan, pilihlah organ peraga nan merupakan permainan ilmu hitung, dengan catatan tidak lepas dengan tujuan, materi dan strategi membiasakan mengajar yang sekata. Pertimbangan mengapa alat angkut pembelajaran ilmu hitung menjadi sarana efektif bagi pemahaman siswa disebabkan: · Objek matematika nan Khayali, maka mesti peragaan kearah konkrit. · Aturan matematika nan tidak mudah dipahami. · Hirarki matematika ketat normatif · Aplikasi matematika yang kurang nyata · Belajar matematika yang perlu focus, cepat penat dan bosan · Citra pembelajaran matematika adv minim baik (tegak, tegang, bosan, bayak PR) · Kemampuan kognitif petatar masih konkret · Motivasi belajar pesuluh tidak tinggi. Dari hal-kejadian tersebut di atas. Maka perlu sekali adanya katalis baru dalam proses pembelajaran matematika, agar kondisi seperti mana yang telah disebutkan tidak terulang lagi. Media pembelajaran, khususnya alat peraga yang baik haruslah menepati sejumlah persyaratan. Menurut E. T Ruseffendi, dalam bukunya Pengajaran Ilmu hitung Maju seri keempat, beberapa persyaratan yang harus dimiliki alat peraga diantaranya bagaikan berikut: 1. Resistan lama (dibuat dari bulan-bulanan-bahan yang layak langgeng) 2. Bentuk dan warnanya menarik 3. Sederhana dan mudah dikelola (enggak rumit) 4. Format sesuainya sesuai selevel dengan format fisik siswa 5. Boleh menyajikan konsep matematika, baik internal rencana real, kerangka atau diagram 6. Sesuai dengan konsep pada matematika 7. Bisa memperjelas konsep ilmu hitung dan bukan sebaliknya (mempersulit kesadaran konsep matematika) 8. Peragaan itu biar menjadi radiks buat tumbuhnya konsep berpikir dalam-dalam abstrak bagi peserta 9. Bila kita mengharap agar petatar belajar aktif (sendiri maupun berkelompok) perangkat peraga itu supaya dapat dimanipulasikan, yaitu dapat diraba, dipegang, dipindahkan, dimainkan, dipasangkan, dicopot (diambil berasal susunannya) dan lain-tidak, serta 10. Bila mungkin alat peraga tersebut boleh berjasa lipat (banyak). Kesepuluh persyaratan radas peraga di atas dapat kita pergunakan sebagai point-point dalam patokan bakal penilaian sesuatu alat peraga. Pengusahaan alat peraga akan gagal bila: 1. Generalisasi konsep abstrak dari representasi kongkrit tidak tercapai 2. Sekadar sekedar sajian yang tidak memiliki konsep / skor matematika 3. Tidak disajikan pada saat nan tepat. 4. Memboroskan masa 5. Diberikan kepada anak yang sebenarnya tidak memerlukannya 6. Rumit dan bukan menarik 7. Abnormal terganggu menjadi tembelang F. Manfaat dan Kekurangan Menggunakan Media dalam Pembelajaran Matematika Ø Tentang kepentingan menggunakan media dalam pembelajaran matematika antara tak: a) Mangsa tuntunan akan makin jelas maknanya sehingga lebih jelas dipahami pelajar sehingga memungkinkan siswa membereskan tujuan pengajaran lebih baik. b) Metode mengajar akan lebih beraneka ragam c) Murid lebih banyak melakukan kegiatan belajar d) Ki dorongan berlatih dari para pesuluh dapat ditumbuhkan / dinaikkan e) Dapat mengatasi resan pasif berasal para pesuluh Ø Mengenai kehabisan kerumahtanggaan penggunaan alat angkut intern pengajaran ilmu hitung antara bukan: a) Biaya pengadaan b) Camar duka seorang temperatur intern menunggangi media pengajaran tersebut. Gerbang III PENUTUP A. Kesimpulan Secara teknis, media pembelajaran seumpama sendang belajar, yaitu sebagai penyalur, penyampai, penghubung dan lain lain. Fingsi kendaraan penelaahan umpama sumber belajar merupakan fungsi utamannya. Pada dasarnya kebaikan utama media penelaahan merupakan sebagai sumber belajar. Arti arti tak adalah pertimbangan pada amatan ciri ciri masyarakat yang di milikinya, bahasa yang di pakai mencadangkan pesan dan dampak atau surat berharga yang di timbulkannya. Pemilihan media yang tepat, dan sesuai dengan konsep pada matematika adalah keadaan yang mendasar. Jangan sampai konsep matematika nan tidak mememerlukan pertolongan perkakas peraga malah menjadi pilihan. Hal ini belaka akan membuang waktu saja untuk pendidik. Maka nan harus ditekaknkan yaiutu pemahaman guru terhadap kendaraan penataran. B.Saran Bermakna bagi sahabat sekalian, terus belajar, dan memahami berbagai sebelah jiwa yang terus berkembang. Ketika kita ki melatih siswa dalam pelajaran matematika, perlu adanya pemahaman bertambah dan aklimatisasi diri yang cepat agar tidak terjadi miskomunikasi antara keduanya. Peran ki alat sebagai fasilitas pembelajaran instrumen peraga, menjadi sesuatu kejadian nan enggak penting apabila kecil manfaatnya. Media selayaknya akan sangat kondusif kerumahtanggaan mewujudkan maksud pendidikan lamun banyak kesuntukan yang terserah didalamnya. Maka diharapkan kekreatifitasan suhu dalam memilih ki alat mana nan lebih cocok kerjakan diterapkan n domestik kelas. N domestik situasi ini nan harus diperhatikan adalah materi yang akan disampaikan, hal kelas dan sarana pra sarana.

DAFTAR Pustaka

Anonim. (2011). Peluasan Sarana Pembelajaran Ilmu hitung. [Online].Tersedia:http://gudangartikel.blogspot.com/2011/03/referat-pengembangan-media-belajar.html [8 Oktober 2011] Darhim.( 2007). Workshop Matematika. Jakarta: Universitas Terbuka. Sabardin. (2008). Media Pendidikan Matematika. Baubau: Sekolah tinggi Dayau Ikhsanuddin Sopyan, Mohamad. (2010). Signifikansi Media Penelaahan. [Online]. Tersedia:http://www.upi.ed/webforumupi/2010/konotasi-media-pembelajaran.html [8 Oktober 2011] Warpala, Barap Sukra. (2009). Media Pembelajaran: Keefektifan, Posisi, Kekuatan, Klasifikasi,danKarakteristiknya.[Online].Tersuguh:http://kompas.com/2009/sarana-pendedahan:maslahat,arti,klasifikasi.html [8 Oktober 2011] Kusuma, Wijaya. (2009). Denotasi Media Pembelajaran. [Online].Tersedia:http://wijayakusuma.wordperess.com/2009/penertian-ki alat-pembelajaran.html [8 Oktober 2011] Wijayanti, Wahyuni. (2010). Penggunaan Media dalam Pendedahan Matematika. [Online].Terhidang:http://wijayanti.blogger/2010/pemanfaatan-media-dalam-penataran-matematika.html [8 Oktober 2011]


Page 2

Source: https://termasyhur.com/kriteria-yang-harus-dimiliki-dalam-memilih-media-pembelajaran-matematika

Posted by: skycrepers.com