Cara Mengajar Pai Sd Yang Menyenangkan
















N domestik konteks ke-Indonesiaan, pendidikan Islam merupakan adegan berasal system pendidikan nasional. Dimana pembelajaran Agama Islam, dalam konteks kebijakan pendidikan nasional identik dengan pendidikan agama Islam yang diselenggarakan pada pendidikan absah di semua janjang pendidikan, tiba pendidikan anak usia prematur, dasar, menengah dan pendidikan tangga.

Pendidikan Islam merupakan apa kampanye bikin memelihara fitrah makhluk, serta sumber daya insane yang terserah padanya menuju terbentuknya manusia seutuhnya (hamba allah lengkap) sesuai dengan norma Selam. Dengan demikian demikian, tujuan pendidikan Selam berfokus pada tiga dimensi, adalah:pertama, terbentuknya insane kamil (makhluk mondial, conscience) yang mempunyai wajah- paras Qur’ani. Kedua, terciptanya insane kaffah, nan n kepunyaan matra- dimensi religious, budaya, dan ilmiah. Ketiga, penyadaran fungsi hamba allah perumpamaan hamba, khalifah Sang pencipta, serta sebagai waratsatul anbiya’ dan memberikan bekal nan memadai dalam rancangan pelaksanaan kelebihan tersebut.  Tujuan pendidikan Islam tersebut akan terjangkau bila materi pendidikan tersebut diseleksi dan diajarkan dengan baik tepat.

            Tantangan yang dihadapi n domestik Pendidikan Agama Islam sebagai sebuah mata tutorial adalah bagaimana mengimplementasikan pendidikan agama Islam bukan sekadar mengajarkan  pengetahuan tentang agama akan cuma bagaimana mengarahkan peserta jaga semoga memiliki kualitas iman, taqwa dan kesopansantunan luhur. Dengan demikian materi pendidikan agama bukan hanya mengajarkan pengetahuan mengenai agama akan tetapi bagaimana membuat khuluk peserta agar memiliki keimanan dan ketakwaan yang langgeng dan kehidupannya senantiasa dihiasi dengan tata susila yang mulia dimanapun mereka berada, dan dalam posisi apapun mereka berkarya.

Guru adalah ujung tembiang dalam pembelajaran, maka dari itu karena itu master dituntut bakal dapat mnciptakan iklim pembelajaran yang kondusif sehingga dapat teraih maksud pembelajaran yang diinginkan. Metode merupakan salah satu komponen pendidikan yang cukup berarti untuk diperhatikan. Penyampaian materi intern arti penghijauan angka pendidikan sering gagal karena prinsip yang digunakannya kurang tepat. Penyerobotan guru terhapat materi pembelajaran semata-mata belum cukup untuk dijadikan titik sorong keberuntungan suatu proses belajar mengajar.

 Maka, momen ini yang menggeser adalah bagaimana propaganda-persuasi nan harus dilakukan oleh para suhu Pendidikan Agama Selam buat mengembangkan metode-metode pembelajaran yang  dapat memperluas pemahaman peserta didik mengenai ajaran-nubuat agamanya, menyorong mereka untuk mengamalkannya dan sekaligus dapat membentuk moral dan kepribadiannya.

 Berikut disajikan beberapa model penerimaan yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran PAI, antara lain:


A.




Ketatanegaraan Pembelajaran PAI berbasis PAIKEM

Secara psikologis, penerapan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)  kerumahtanggaan proses belajar mengajar diyakini dan sudah lalu manjur berdasarkan pengalaman memiliki dampak substansial terhadap penguatan hasil belajar, kesan yang mendalam dan daya tahan lama dalam album murid didik sehingga tidak mudah lupa terhadap aji-aji publikasi yang diperolehnya, maupun n domestik bahasa psikologi dikenal dengan istilah long
term memory. Beberapa model penerimaan PAI berbasis PAIKEM, antara bukan:


1.




Everyone is a teacher here (setiap murid umpama master)



Langkah- awalan penerapan

a.


Bagikan kertas kepada setiap siswa tuntun dan mintalah mereka untuk menuliskan sebuah pertanyaan adapun materi buku nan telah alias menengah dipelajari, atau topik khusus yang ingin mereka diskusikan di kelas

b.


Kumpulkan kertas- jeluang tersebut, dikocok dan dibagikan kembali secara serampangan kepada masing- masing siswa didik dan diusahakan pertanyaan tidak pun kepada yang berkepentingan

c.


Mintalah mereka membaca dan memahami pertanyaan di kertas masing- masing, sambil memikirkan jawabannya.

d.


Undang sukarelawan (valunter) untuk membacakan pertanyaan nan ada di tangannya (untuk menciptakan budaya bertanya, upayakan memotivasi siswa buat mengacungkan tangan bagi yang siap membaca-minus langsung menunjuknya)

e.


Mintalah dia memberikan respon (jawaban/penjelasan) atas pertanyaan maupun persoalan tersebut, kemudian mintalah kepada dagi sekelasnya bikin memberikan pendapat atau melengkapi jawabannya

f.


Berikan apresiasi (pujian/tak menyepelekan) terhadap setiap jawaban/tanggapan siswa agar termotivasi dan tak takut salah

g.


Kembangkan diskusi secara lebih lanjut dengan kaidah pesuluh bergantian mengimlakan cak bertanya di tangan masing- masing sesuai waktu yang telah disediakan.

h.


Guru melakukan konklusi .


2.




 Information search

Ancang- langkah pengajian pengkajian:

a.


Tersaji bacaan terkait topik pembelajaran tertentu sesuai SK/KD

b.


Guru mengekspresikan kompetensi berusul topik tersebut

c.


Hawa menciptakan menjadikan pertanyaan untuk memperoleh kompetensi tersebut

d.


Siswa diminta mencari ayat dan hadits terkait

e.


Untuk kelas bawah dalam kelompok kecil

f.


Petatar diminta mencari bahan di perpustakaan /warnet yang sudah lalu diketahui maka dari itu guru bahwa bahan- target tersebut benar2 ada.

g.


Guru membantu dengan cara membagi rerensi kepada mereka

h.


Peserta diminta mencari jawaban dari referensi tersebut nan idbatasi oleh musim (mis 10 menit) oleh hawa

i.


Hasilnya diidiskusikan kepada seluruh inferior

j.


Hawa menjelaskan materi tutorial terkait kompetensi tersebut

k.


Kesimpulan


3.




 Reading Aloud (kebijakan membaca dengan gentur), sesuai bikin materi sejarah

Langkah- langkah penerapan

a.


 Guru memilih sebuah teks ki kenangan Islam yang cukup menarik lakukan dibaca dengan berkanjang.

b.


Guru menjelaskan referensi itu kepada peserta didik dengan singkat. Guru menjelaskan poin- poin kunci ataupun kelainan- masalah rahasia yang dapat diangkat

c.


Guru membagi bacaan teks itu dengan alenia- alenia atau beberapa cara lainnya. Suhu menyuruh sukarelawan- sukarelawan bagi membaca keras bagian- episode yang berlainan

d.


Saat teks- bacaan tersebut melanglang, suhu menghentikan di beberapa arena untuk menekankan point- point tertentu, kemudian guru memunculkan sejumlah pertanyaan dan memberikan contoh- ideal. Guru dapat membuat sawala- diskusi singkat seandainya para siswa pelihara menunjukkan minat intern fragmen tertentu. Kemudian temperatur meneruskan dengan menguji barang apa yang suka-suka internal pustaka tersebut

e.


Agar siswa teradat dengan kalimat toyibah,setiap hendak mendaras sepatutnya mereka meneriakkan kalimat toyibah (Mis. Allahu akbar)

f.


Deduksi


4.




Role Play (main-main peran), sesuai untuk materi tata susila


Langkah- anju pembelajaran:

a.


Menetapkan topik sesuai pembahasan

      Hipotetis: akibat sikap takabur

b.


 Menyusun naskah peran  (dari rumah) lalu mensosialisasikannya kepada siswa.

c.


Rang kelompok dengan anggota 4-5 siswa perkelompok.

d.


Tunjuk sejumlah petatar ke depan bagi memainkan peran

e.


 Bilamana pemain peran memainkan fiil di depan kelas, siswa yang tak diminta bakal mengamati dan menuliskan tanggapan mereka bersama kelompoknya

f.


Masing- masing kerubungan menyodorkan tanggapan kelompoknya di forum kelas

g.


Menyadur  dan mengklarifikasi


Transendental Skenario:

Akibat Sikap Takabur





Rara anak perempuan nan adv amat cantik, dia berusia 14 perian. Rara menghendaki hobatan di inferior VIII  MTsN Bakalan Rayung kecamatan Ngusikan kabupaten Jombang.  Rara memang anak asuh orang kaya, papanya sendiri kontraktor yang sukses, ibunya juga seorang dokter yang sangat populer.

Sayangnya, di sekolah Rara tenar sebagai anak asuh nan sombong. Sira demen meremehkan temannya, terutama teman- temannya nan miskin. Bahkan bukan rikuh- segan Rara meludah apabila suntuk di depan teman- temannya yang miskin. Kamu juga sering memaki teman- temannya dengan hinaan dan ejekan yang tidak pantas didengar. Karena sifatnya itu, Rara tidak disukai oleh temnan- temannya.

            Plong satu hari, Bu Temperatur PAI menjatah tugas kelompok kerjakan takhlik karya tulis tentang Perkembangan Guna-guna Pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah. Satu kerumunan terdiri mulai sejak 4 anak adam anak. Seyogiannya dapat dikerjakan secara keramaian di rumah, Bu temperatur menyuruh siswa kerjakan menentukan sendiri anggota kelompok yang rumahnya saling menempel

Bu Guru           : “anak asuh- anak, bagaikan tugas akhir mata pelajaran PAI, ibu minta kalian membuat sebuah karya tulis tentang Perkembangan Guna-guna Pesiaran pada masa Dinasti Abbasiyah. Tugas ini kalian kerjakan bersama keramaian nan anggotanya terdiri dari empat anak adam. Upayakan anggota kerumunan kalian rumahnya saling berpasangan, agar memudahkan mengerjakannya.

Para siswa       :  “Baik buuuuuu….”

Andin               : Tika, Sinta dan Fatimah…kalian setumpuk sama aku aja ya…kondominium kita cerek bersampingan”.

Fatimah           : Iya..aku setuju….lusa sore bisa kita untuk di rumahmu ya dien….aku akan bawain daya- gerendel ayahku tentang ki kenangan ibnu Abbasiyah..

Andin               :  Okey…..sekata…

Rara                :  Din..aku masuk kelompokmu ya…kondominium kita cerek sanding…

Andin               :  “Maaf ra….kita sudah berempat…lagian..mana mau kamu berteman dengan kami…kamu kan suka mengejek kami peminta-minta…coba kamu taris sama teman- teman yang lain..mana tahu Ratna mau…

Fatimah           :  “din…udah ah..gak usah nambah orang..kelompok kita telah cukup. Biar dia cari kelompok tidak aja.

Rara                :  “Rat…aku mau setumpuk setara kamu ya….

Ratna               :  “Aku sih mau aja ra..tapi..maaf..tara- antiwirawan kelompokku gak kepingin ada kamu di kelompok kami…

(Rara kecewa sekali…)

Rara                : “Dasar kalian semua beloh…aku ini orang kaya..aku bisa beli kalian semua….!!!!

(Teman- teman sekelasnya mencibir sedarun menjawab…..Huuuuuuuuuuuu……….)

Bu Guru     : “Gimana anak anak..kalian dah menentukan kelompok kalian? Bantu datanya di setor ke ibu ya…….? Rara…ada barang apa kamu marah- marah? Kamu sudah bisa kelompok?

Rara                :  “Belum bu..ini anak- anak kere maunya keropok dengan orang yang setinggi kerenya..gak cak hendak dengan saya..saya bagi sendiri aja bu….!z”

Bu Guru           : “Husy….kamu tak boleh mengatakan sebagaimana itu..harta itu titipan Allah..sekiranya sewaktu- musim diambil kita bukan bisa mengerjakan apa- apa…maka dari itu karena itu..kita tidak boleh sombong dengan harta atau kecantikan yang kita miliki…jika beliau lain sombong…ibu yakin kutub- temanmu senang berbual mesra dengan dia. Ya sudah..ibu akan cabikan kelompok untukmu…tolong nan rumahnya rapat persaudaraan Rara bersedia ya…anda pasti akan berubah.”

(Rara sipu sekali karena bukan ada seorangpun berpokok temannya nan bersedia buat satu kelompok dengannya, anda pikir, dengan punya uang banyak dia akan bisa dapatkan segalanya, ternyata anda salah).


5.




Index Card Match  (Mencari Jodoh kartu soal jawab).




Metode ini bisa digunakan lakukan materi tajwid dan qur’an hadits

a.


Buatlah potongan- potongan plano bilang peserta didik dalam kelas dan daluang tersebut dibagi menjadi dua kelompok

b.


Catat potongan ayat pada jeluang pertanyaan dan artinya pada kertas jawaban

c.


Kocoklah kertas tersebut sehingga akan berbaur antara kertas soal dan jawaban

d.


Bagikan setiap petatar satu kertas. Jelaskan bahwa ini aktifitas nan dilakukan bersampingan

e.


Mintalah peserta untuk mencari pasangannya. Jika sudah terserah nan menemukan pasangannya, mintalah mereka untuk duduk berpasangan. Jelaskan pada mereka moga tidak memberikan materi kepada orang tidak

f.


Sehabis semua siswa menemukan pasangannya dan duduk berpasangan, mintalah setiap saingan secara seling bagi membacakan soal dan jawaban dengan kritik yang keras

g.


Akhiri dengan klarifikasi dan pengutipan kesimpulan


6.




Small Group Discussion (Diskusi Kelompok Boncel)

a.


 Untuk kelas menjadi bilang kelompok mungil (tiap gerombolan maksimal 5 murid) dengan menunjuk ketua dan sekretaris.

b.


Berikan soal study kasus (yang dipersiapkan oleh guru) sesuai dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi Pangkal (KD). Contoh: MTs kelas VII akan halnya Kurban dan Aqiqah.

c.


Instruksikan setiap kelompok kerjakan mendiskusikan jawaban pecah kasus tersebut.

d.


Pastikan setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam diskusi.

e.


Instruksikan setiap kelompok cak bagi meladeni hasil diskusinya intern forum inferior  melewati juru bicara nan ditunjuk.

f.


Klarifikasi, pengikatan dan tindak lanjur.

Contoh kasus:

a.


 Setiap hari raya idul adha dating, pak haji Tauhid selalu melaksanakan ibadah kurban dengan gorok seekor sapi bahaduri dan besar. Pak Haji yang rani dan murah hati ini, cinta berniat ketika menyembelih hewan kurbannya dengan niat lakukan 7 anggota keluarganya. Sementara itu, pak Kasan dalam tahun yang proporsional juga berkurban menyembelih kambing dengan niat bakal dirinya sendiri. Nah, bagaimana pendapatmu akan halnya perbedaan kehendak antara Kelongsong Haji Tauhid dengan pak Kasan ketika keduanya melaksanakan ibadah kurban tadi?

b.


Agung adalah anak junjungan- laki ustadz Sanusi nan bau kencur beberapa waktu lalu lahir. Tepat pada hari ke sapta, Ustadz Sanusi mengundang tetangganya untuk menghadiri acara walimatut tasmiyah (tasyakuran anugerah nama anaknya). Sang Ustadz dalam menjamu tamunya sengaja melayani sate dan tongseng embek yang disembelih sehari sebelumnya berjumlah dua ekor dengan kehendak akikah lakukan putra tercintanya. Sementara itu bu Muslihah lagi mengundang jiran selingkung dengan hajatan mengakikahi putrinya yang telah berumur 7 tahun dengan memenggal satu ekor kambing. Bagaimana pendapatmu terhadap ustadz Sanusi dan bu Muslihah yang berbeda dalam mengakikahi anaknya?

c.


Kelongsong Karmin adalah pengelana kambing yang sehari-tahun menjajakan jualannya di pasar kambing dekat rumahnya. Disamping itu, dia juga menyepakati pesanan kambing yang siap disembelih buat kepentingan kurban, akikah atau hajatan lainnya. Pelayanan tunggal yang diberikan ialah membunuh kambing, memototng dan membeningkan dagingnya hingga mengantarkan ke flat pelanggannya. Suatu saat, pak Parman pesan kambing untuk keperluan ibadah kurban kepada pak Karmin dan diberi harga nan murah sekali. Namun pak Parman tergemap sekali ketika melihat pesanannya, karena binatang kurbannya dalam keadaan buta riuk satu matanya. Bagaimana pendapatmu tentang sikap bungkusan Karmin dan bagaimana hokum hewan kurban kemasan Parman tersebut?


B.




Kebijakan Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis PAIKEM

Berikut ini yakni beberapa contoh strategi PAIKEM yang dapat digunakan untuk rumpun indra penglihatan pelajaran Bahasa Arab;


1.




Musykilatut thullab

Strategi ini untuk materi yang mutakadim diajarkan sebelumnya

Persiapan- langkah:

a.


Pasca- menerangkan materi , guru memberikan potongan daluang nol kepada murid hendaknya diisi pertanyaan nahu nan belum dipahami

b.


Potongan plano yang ampuh pertanyaan tadi seyogiannya diberikan kepada teman sebelahnya untuk dibaca dan diberi tanda checklist (v) jika kamu ingin memafhumi jawabannya. Jika bukan, harus langsung diberikan lega p versus berikutnya.

c.


Kertas tadi bergulir terus hingga kembali ke pemiliknya, kemudian dihitung tanda checklist tersebut.

d.


Daluang nan minimal banyak mendapatkan checklist merupakan ki kesulitan nan mendapatkan prerogatif untuk dijawab.

e.


Lalu murid bersama temperatur mempersoalkan jawabannya

f.


Tanya yang belum terjawab dapat djawab puas peryemuan berikutnya.

g.


Guru dan siswa mengamalkan kesimpulan, klarifikasi dan tindak lanjut.


2.




Tahlilul Khotho’

Tentang persiapan- langkahnya adalah sebagai berikut:

a.


 Siswa diminta menulis sebuah karangan pendek sesuai dengan topic yang dibahas.

b.


Pasca- dikoreksi, suhu mengidentifikasi dan mengidentifikasi mana kesalahan umum yang berfrekwensi tinggi (common mistake) serta mana yang merupakan kesalahan khusus (nan melakukan kesalahan tersebut jumlahnya sedikit)

c.


Siswa diminta menganalisa bersama- setimbang kesalahan yang berfrekwensi tinggi.

d.


Guru menjelaskan letak kesalahan dan membetulkannya secara syariat qawaid

e.


Guru dan peserta mengambil kesimpulan


3.




Ta’biirus shuroh

a.


Hawa menyiagakan buram terkait topic/ materi indra penglihatan pelajaran

b.


Lamar siswa untuk mengamati susuk secara gemi

c.


Menjatah siswa privat beberapa gerombolan

d.


Diminta semua anggota kelompok mencatat daftar kata (bahasa Arab) sebanyak- banyaknya sesuai hasil pengamatan terhadap gambar (mesti dibatasi perian)

e.


Seterusnya setiap kerubungan memformulasikan kalimat arketipe dalam bahasa Arab dan menulisnya di kayu tulis

f.


Lebih jauh setiap kelompok mendiskripsikan/ ta”bir cerita tentang bagan nan diamati dalam bahasa Arab

g.


Klarifikasi dan kesimpulan


C.




Metode Pembelajaran dalam Alqur’an


1.




Metode Amtsal

Adalah membayangkan sesuatu yang abstrak dengan yang bukan yang lebih konkrit kerjakan mencecah harapan.

Tujuan




Mendorong orang bakal berbuat sesuai perumpamaan




Memahami sesuatu yang niskala menjadi lebih konkrit




Menyorong siswa buat tidak berbuat seperti yang ditamtsilkan

Implementasi dalam penerimaan:

Materi : Infaq dan sadaqah.

Langkah- langkah pembelajaran:

a.


Guru membentangkan pokok bahasan nan hendak disajikan

b.


Hawa menyerahkan pre test lisan untuk mengukur sejauhmana tingkat penguasaan siswa

c.


Guru mengangkat ayat- ayat tamtsil  atau hadist yang relevan dengan pokok bahasan, menyuruh siswa bakal membaca ayat- ayat tersebut

d.


Temperatur mengawali tamtsil dengan menerimakan pertanyaan- soal yang mengarah kepada pembahasan dan menginventarisir jawaban siswa

e.


Guru membersihkan konsep infaq dengan ki alat gambaran suatu nilai yang ditanam dengan baik dan benar serta hasil yang akan diperolehnya, serta memberikan gambaran biji yang ditanam dengan cara yang kurang baik serta hasil nan akan diperolehnya. Dengan demikian peserta akan memperoleh gambaran adapun infaq fi sabilillah dan yang tak fi sabilillah sehingga akan memunculkan hidup berinfaq karena mereka telah melihat gambaran keuntungan yang akan diterima akibat prinsip menanam suatu ponten dengan prinsip yang baik dan bermartabat, serta gambaran kerugian yang akan diderita akibat menanam satu biji dengan cara yang tidak baik maupun salah

f.


Puas waktu kegiatan membiasakan mengajar berlangsung, baik sekali jika guru berdiskusi dengan siswa dan melebarkan pusat bahasan dengan menerimakan tamstil nan sesuai dengan mayapada siswa.

g.


Lakukan memperkaya wawasan siswa, tamtsil tak hanya diambilkan pecah alqur’an belaka

h.


Mengajak siswa menjumut kesimpulan

i.


Melakukan posttest.


2.




Metode Kisah Qur’ani

Manfaat Kisah Qurani:




Tertanamnya kebencian terhadap kedholiman dan kecintaan terhadap amal




Tertanamnya rasa seram akan azab Allah dan tumbuhnya harapan akan anugerah Allah




Memperapat rasa percaya diri dan kebanggan terhadap nubuat agama




Menumbuhkan keberanian mempertahankan kebenaran




Timbulnya kognisi melaksanakan perintah agama




Timbulnya rasa keihlasan toleransi dan tawakkal

Ancang

Master mempersiapkan SK dan KD

a.


Mengumpulkan penggalan- penggalan kisah qur’ani yang bersambung dengan SK dan KD

b.


Merumuskan tokoh- dalang internal kisah tersebut cak bagi diingat dan dihapal murid

c.


Mengekspresikan pertanyaan- cak bertanya


 Pelaksanaan

a.


Guru menyebutkan tema pelajaran dan kisah qur’ani nan hendak disajikan

b.


Cerita- kisah qurani yang disajikan dianalogikan dengan pengalaman- camar duka praktis murid dalaam hayat sehari- hari

c.


Dalam penyampaian materi aksi badan, mimik muka harus turut mendukung plong penyampaian terutama pada yang penegasan inti tuntunan

d.


Materi pokok pelajaran disampaikan secara klimaks berpokok suatu adegan kisah.

e.


Guru menyampaikan pertanyaan- tanya yang mutakadim disusun dirumah

f.


Guru menanyakan tokoh- dalang dalam kisahan yang telah disajikan

g.


Petatar dikelompokkan untuk mendiskusikan pelajaran yang boleh diambil dari kisahan

h.


Pesuluh menyodorkan hasil diskusi

i.


Guru mengistimewakan kembali inti pelajaran

j.


Menugaskan pesuluh bikin mengejar kisahnya  secara abstrak dari internet alias taktik

Riuk satu ideal narasi qur’ani tentang peristiwa reka cipta Utusan tuhan Adam As nan dimuat n domestik: QS. Al Baqarah ayat 30- 39, QS. Al Hijir ayat: 28- 40. Kejadian adapun Nabi Ibrahim As berburu Tuhan dimuat internal: QS. Al-an’am ayat: 74-79, dialog ketuhanan nabi Ibrahim dengan kabilah dan orangtuanya dimuat dalam QS. Al-Anbiya’ ayat 51- 67, situasi Nabi Musa internal QS. Al-Qashash ayat 7- 35, Toha ayat 57-73 dan 85- 97 dan QS al Maidah ayat 21-26.


D.




Penutup

Sajian diatas yakni kamil dari sekian banyak hipotetis dan metode penataran nan distorsi diterapkan dalam rumpun mata pelajaran PAI. Tidak ada suatu metode pun nan sempurna, masing- masing memiliki keefektifan dan kekurangan. Oleh karena itu, penerapan multi methode (sejumlah metode) n domestik pembelajaran akan mencecah hasil yang bertambah baik.

Teks :

1.     1.


Ismail SM, 2008,Strategi Penataran Agama Islam Berbasis PAIKEM, LSIS Semarang

2.


Dr.H.Syahidin, 2009, Menyisir Metode Pendidikan dalam Al-Qur’an,Alfabeta Bandung

3.


Dr Zakiyah Darajat Dkk, Metodologi Pengajaran Agama Islam,Bumi Aksara jakarta

Source: http://mamikrosita.blogspot.com/2010/12/model-model-pembelajaran-pai-yang.html

Posted by: skycrepers.com