Cara Mengajarkan Kpk Dan Fpb Di Sd Kelas 6

1. Menentukan FPB

Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari dua ganjaran telah kalian pelajari di Kelas bawah V. Kalian lagi telah mempelajari kaidah menentukan faktorisasi prima dari suatu bilangan. Di kelas bawah VI ini Kelipatan Persekutuan Terkecil KPK pula akan kalian pelajari kembali dalam mengurutkan pecahan dan pengerjaan hitung pecahan.

Marilah kita terapkan bikin menyelesaikan masalah berikut. Pak Tugino memiliki 12 salak dan 18 sitrus. Gonggongan anjing dan jeruk tersebut akan dimasukkan ke kerumahtanggaan kantong plastik. Berapa saku plastik yang dibutuhkan, sekiranya setiap kantong weduk gonggongan anjing dan sitrus dengan kuantitas nan sekufu?

Untuk menjawab cak bertanya tersebut, kamu harus mencari FPB terbit 12 dan 18.

Persiapan-langkah pengerjaan FPB.

  • 1. Menentukan faktorisasi prima dari garis hidup-bilangan itu.
  • 2. Mengambil faktor yang seimbang dari bilangan-bilangan itu.
  • 3. Sekiranya faktor yang sama pangkatnya berbeda, nah faktor yang pangkatnya terkecil.

Perhatikan tabulasi berikut ini.

  • Faktorisasi prima dari 12 adalah 12 = 2 × 2 × 3 = 2² × 3.
  • Faktorisasi prima dari 18 merupakan 18 = 2 × 3 × 3 = 2 × 3².
  • FPB dari 12 dan 18 adalah 2 × 3 = 6.

Bintang sartan, kocek plastik nan diperlukan yaitu 6 biji kemaluan. Setiap kocek plastik memuat 2 salak  dan 3 jeruk.

Kini, kalian akan mempelajari cara menentukan FPB berpokok tiga predestinasi. Perhatikan contoh berikut.

Contoh :

Tentukan FPB dari 15, 25, dan 60.

Faktorisasi prima dari 15 adalah 15 = 3 × 5.

Faktorisasi prima dari 25 merupakan 25 = 5 × 5.

Faktorisasi prima semenjak 60 yakni 60 = 2 × 2 ×3 × 5 = 2² × 3 × 5.

Jadi, FPB dari 15, 25, dan 60 yaitu 5.

2. Menentukan KPK

Pendirian menentukan Kelipatan Persemakmuran Terkecil (KPK) berusul dua kadar dengan menggunakan faktorisasi prima sudah ia pelajari di Inferior V. Ingatlah kembali materi adapun KPK tersebut karena kamu akan mempelajarinya bertambah dalam di pintu ini.

Contoh Soal :

Pak Dedeng berbahagia tugas piket di sekolah setiap 12 tahun sekali. Sampul Didi berbahagia tugas piket setiap 18 hari sekali. Terlepas 1 Juli 2010 mereka mendapat tugas piket secara bersamaan. Kapan mereka akan mendapat tugas piket secara bersamaan buat yang kedua?

Untuk menjawab soal tersebut, ia harus mengejar KPK dari 12 dan 18.

Perhatikan anju-langkah menentukan KPK  melangkahi bentuk di sumber akar ini :

  • 1. Tentukan faktorisasi prima dari bilangan-takdir tersebut.
  • 2. Ambil semua faktor yang sama atau tak sama dari garis hidup-kodrat tersebut.
  • 3. Jika faktor yang setimbang memiliki jenjang berbeda, nah faktor yang pangkatnya terbesar.
  • Faktorisasi prima dari 12 adalah 12 = 2 × 2 × 3 = 2² ×3.
  • Faktorisasi prima dari 18 adalah 18 = 2 × 3 × 3 = 2 × 3².

KPK bersumber 12 dan 18 yaitu 2² × 3² = 4 × 9 = 36.

Bintang sartan, Selongsong Dedeng dan Buntelan Didi akan mendapat tugas piket secara bersamaan setiap 36 hari sekali. Coba kamu tentukan rontok berapakah itu ?

Kalian akan mempelajari cara mencari KPK mulai sejak tiga bilangan. Cara menentukan KPK berasal tiga bilangan separas begitu juga dalam mencari KPK berpangkal dua bilangan. Perhatikan model berikut.

Contoh

Tentukanlah KPK bersumber 8, 24, dan 40.

Jadi, KPK terbit 8, 24, dan 40 ialah 120.

Komplet soal KPK 3 kodrat :

Source: https://zonamatematika6sd.wordpress.com/2011/11/23/menentukan-fpb-dan-kpk/

Posted by: skycrepers.com