Cara Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sd

PTK, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar  Melalui Pembelajaran SAL Siswa Kelas III SDN 2 Dayu


Bagan :
galangan.pribadi


Abstrak


Pendalaman ini berjudul:





Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi



Mengenal Diri Seorang



Melangkahi Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL



Pesuluh Kelas bawah III SDN 2 Dayu”


.


Intensi Riset ini adalah lakukan Meningkatkan Hasil Berlatih



Materi



Mengenal Diri Sendiri Melangkahi Penataran Kooperatif Macam
SAL
Peserta Kelas bawah III



SDN 2 Dayu


.


Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (action Research) yang terdiri berbunga 2 (dua) siklus, dan setiap siklus terdiri dari: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan refleksi.


Bersendikan hasil riset tindakan bahwa Pembelajaran Kooperatif Keberagaman
SAL





bisa Meningkatkan Hasil Sparing


Materi



Mengenal Diri Sendiri Petatar Kelas III


SDN 2 Dayu.


Selanjutnya penyelidik merekomendasikan: (1) Bagi Guru yang mendapatan kesulitan yang sama bisa mener


apk


an Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
untuk meningkatkan Hasil Belajar. (2) Agar mendapatkan hasil yang maksimal maka dihahar



apk


an guru lebih



membuat



Pembelajaran Kooperatif Varietas
SAL




nan lebih menjajarkan dan berbagai



.


Kata sosi: Hasil Belajar,
SAL

BAB I

PENDAHULUAN

    1. Rataan Belakang Komplikasi

Pendidikan sebagai suatu usaha buat mencerdaskan arwah bangsa moga menjadi turunan sesudah-sudahnya berjiwa Pancasila. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 akan halnya system pendidikan Kewarganegaraan  juga menyatakan laksana berikut:

“Pendidikan Kebangsaan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta tamadun bangsa nan bermoral privat rangka mencerdaskan roh bangsa, bertujuan kerjakan berkembangnya potensi peserta didik moga menjadi hamba allah yang berketentuan dan bertaqwa kepada Almalik Yang Maha Esa, berakhlak mulia, fit, berilmu, cakap, subur, mandiri, dan menjadi warga Negara nan demokratis serta bertanggung jawab”

Disamping itu, pendidikan juga merupakan satu sarana yang paling efektif dan efisien dalam meningkatkan sumber rahasia manusia untuk mencapai suatu dinamika yang diharapkan.

Beralaskan hasil ulangan harian yang dilakukan di Kelas III SDN 2 Dayu, Kabupaten Barito Timur, diperoleh maklumat bahwa hasil belajar

Materi


Mengenal Diri Sendiri


pesuluh rendah di bawah standar ketuntasan Minimal yaitu dibawah 60.

Faktor-faktor yang menyebabkan keadaan seperti di atas antara lain :

  1. Kemampuan kognitif siswa dalam pemahaman konsep – konsep Pendidikan Papan bawah III masih rendah,
  2. Penataran yang berlantas berorientasi masih monoton dan menjemukan,
  3. Siswa enggak termotivasi untuk belajar Pendidikan Papan bawah III namun sebagai mahfuz semata-mata.

Dengan belajar secara menghapal membentuk  konsep–konsep Bahsa Inggris yang sudah masin lidah menjadi mudah dilupakan. Keadaan ini merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh seorang temperatur. Suhu dituntut makin kaya dalam mempersiapkan penelaahan nan akan dilaksanakan.

Dikembangkan, misal dalam pemilihan cermin penataran yang akan digunakan dalam pendedahan seumpama pelecok suatu rangka strategi penerimaan. Kesiapan guru intern memanajemen pendedahan akan mengangkut dampak faktual bagi siswa diantaranya hasil belajar pelajar akan lebih baik dan sesuai dengan indikator yang ingin dicapai. Salah suatu model penelaahan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Materi
Mengenal Diri Seorang
merupakan Penerimaan Kooperatif Tipe
SAL
karena murid dapat terlibat aktif karena mempunyai peran dan tanggung jawab masing–masing, sehingga aktivitas pesuluh sepanjang proses pembelajaran berlangsung meningkat.

Penataran Kooperatif Tipe
SAL
merupakan suatu metode mengajar dengan membagikan lembar soal dan lembar jawaban yang disertai dengan alternatif jawaban yang tersuguh. Siswa diharapkan berlambak mengejar jawaban dan cara penyelesaian dari pertanyaan yang ada.

Bersendikan uraian diatas, maka sebagai peneliti merasa penting melakukan penelitian  terhadap masalah di atas. Oleh karena itu, upaya meningkatkan hasil berlatih

Materi


Mengenal Diri Seorang


petatar dilakukan investigasi Tindakan Kelas dengan kop: “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar


Materi


Mengenal Diri Sendiri


Melalui Pembelajaran Aktif Tipe SAL Siswa Inferior III SDN 2 Dayu “.

    1. Perumusan Masalah

Mencamkan latar belakang masalah maka dapat dirumuskan permsalahan sebagai berikut: “
Bagaimanakah

Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
dapat meningkatkan hasil belajar

Materi


Mengenal Diri Koteng


peserta Kelas bawah III SDN 2 Dayu?”

    1. Tujuan Eksplorasi

Meningkatkan  hasil belajar

Materi


Mengenal Diri Sendiri


menggunakan Pendedahan Kooperatif Keberagaman
SAL
siswa Kelas III SDN 2 Dayu.

1.4

Maslahat

Pengkhususan

Selepas investigasi selesai diharapkan dapat mengasihkan keistimewaan seumpama berikut :

  1. Untuk peneliti : riset ini bisa mempengaruhi pembelajaran, kondusif bikin meningkatkan hasil belajar Materi
    Mengenal Diri Sendiri, memberikan alternative pembelajaran yang aktif, kreatif efektif, dan menyenangkan bagi siswa, serta meningkatkan loklok pembelajaran Materi
    Mengenal Diri Sendiri.
  2. Bakal petatar : untuk meningkatkan pemahaman konsep Materi
    Mengenal Diri Koteng
    sehingga tutorial Materi
    Mengenal Diri Sendiri
    menjadi lebih keteter.
  3. Buat sekolah : penelitian ini boleh menjadi salah satu alternatif komplet pembelajaran bakal meningkatkan kualitas penerimaan.

Gapura II

KAJIAN PUSTAKA

    1. Kajian Teori

      1. Pengertian Hasil Berlatih

Menurut Bloom (kerumahtanggaan Sudjana, 2012: 53) membagi tiga sunyi hasil membiasakan yaitu :

  1. Ranah Psikologis

Berkenaan dengan hasil belajar ilmuwan yang terdiri dari heksa- aspek, yaitu makrifat atau ingatan, pemahaman, petisi, analisis, sintesis, dan evaluasi.

  1. Ranah Afektif

Berkenaan dengan sikap yang terdiri berasal lima aspek merupakan pembelajaran, jawaban maupun reaksi penilaian, organisasi, dan internalisasi.

  1. Ranah Psikomotorik

Berkenaan dengan hasil belajar kegesitan dan kemauan bertindak, terserah enam aspek, adalah: propaganda refleks, ketrampilan persuasi sumber akar, ketrampilan mengecualikan secara okuler, ketrampilan dibidang fisik, ketrampilan komplek dan komunikasi.

Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi makanya dua factor terdepan yaitu:

  1. Faktor berpunca privat diri petatar, meliputi kemampuan yang dimilikinya,

motivasi membiasakan, minat dan ingatan, sikap dan kebiasaan berlatih, kebulatan hati, sosial ekonomi, faktor tubuh dan psikis.

  1. Faktor yang datang pecah luar diri murid atau faktor lingkungan, terutama kualitas pengajaran.

Hasil berlatih yang dicapai menurut Sudjana,  melalui proses membiasakan mengajar yang optimal ditunjukan dengan ciri – ciri laksana berikut.

  1. Kepuasan dan kemangkakan yang dapat mengintensifkan lecut sparing

      intrinsic lega diri pelajar. Siswa bukan merintih dengan prestasi rendah

      dan engkau akan berjuang lebih gigih bagi memperbaikinya atau

      sedikitnya mempertahankanya apa yang telah dicapai.

  1. Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya, artinya ia senggang kemampuan dirinya dan percaya bahwa sira mempunyai potensi yang tidak kalah berpunca orang lain apabila anda berusaha sebagai halnya mestinya.
  2. Hasil sparing yang dicapai bermakna bagi dirinya, seperti akan tahan lama diingat, membentuk perilaku, berarti cak bagi mempelajari aspek lain, kerinduan dan kemampuan bagi belajar sendiri dan mengembangkan kreativitasnya.
  3. Hasil belajar nan diperoleh siswa secara menyeluruh (komprehensif), yakni mencengap ranah psikologis, pengetahuan ataupun wawasan, hening afektif (sikap) dan ranah psikomotorik, keterampilan alias prilaku.
  4. Kemampuan pelajar bakal mengontrol alias menilai dan mengendalikan diri terutama intern menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan operasi belajarnya.

Oleh  karena itu,  guru  diharapkan  dapat mencapai hasil belajar,

Sehabis melaksanakan proses belajar mengajar nan optimal sesuai

dengan ciri-ciri  tersebut di atas.

      1. Penataran atau
        Student Active Learning

   Pembelajaran atau
Student Active Learning
adalah suatu sistem yang berujud untuk membantu proses membiasakan siswa, nan berisi serangkaian hal nan dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses membiasakan siswa nan berperangai internal (Gagne dan Briggs n domestik Suyatno, 2011:10).

Pembelajaran aktif (Active Learning) adalah pembelajaran yang melibatkan peserta didik kerjakan melakukan sesuatu dan berfikir mengenai segala apa yang dikerjakannya. Dengan demikian esensi pembelajaran aktif sesungguhnya adalah belajar bagaimana belajar (lear how to learn). Bruce Lee menegeskan bahwa “learning is definitely titinada more imitation, nor is it the ability to accumulate and regurgitate fixed knowledge.
Learning is constant process of discovery, a process without end”. (Beattie, 2005)

Definisi ini mengasihkan pengertian bahwa pembelajaran enggak hanya sekedar menirukan, mmengakumulasikan dan mengulang proklamasi dan pengetahuan nan telah diterima, akan saja berlatih itu lebih kepada proses yang berkelanjutan kerjakan menemukan sesuatu proklamasi. Belajar adalah sebuah proses tiada henti. Konotasi ini memberikan arti bahwa belajar adalah aktifitas nan dilakukan siswa tak apa nan dilakukan oleh guru.

Lebih detail, Ujang dkk mendefinisikan
active learning
ataupun pengajian pengkajian aktif sebagai kegiatan membangun makna/pengertian terhadap pengalaman dan informasi (peristiwa, fakta, persepsi, pendapat, perspektif, sikap, perilaku, data, usulan, pendirian, norma, nilai, transendental) yang dilakukan oleh si pembelajar, enggak oleh si instruktur. Kegiatan menciptakan suasana yang berekspansi inisiatif dan tanggungjawab berlatih sang pembelajar, sehingga bertarget terus untuk belajar selama hidupnya dan enggak terampai puas guru/anak adam enggak apabila mereka mempelajari hal-hal mentah (Sukandi, 2002).

Dari beberapa signifikansi di atas bisa disimpulkan bahwa penataran aktif adalah segala apa bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa bertindak aktif dalam proses pembelajaran. Kesimpulan ini memberikan kesadaran bahwa:

  1. Aktifitas berlatih dilakukan siswa.
  2. Membiasakan kian pada proses menemukan.
  3. Tugas guru adalah menciptakan suasana belajar bagi siswa.

Penerapan
active learning
di kelas bawah didasarkan sreg cara bahwa belajar terbaik bagi siswa ialah dengan melakukan, dengan menggunakan semua inderanya dan dengan mengeksplorasi lingkungannya nan terdiri atas orang, peristiwa, tempat, dan kejadian yang terjadi intern atma positif (pembelajaran konstektual). Selain itu melalui belajar dari pengalaman serta merta dan nyata hasil belajar akan lebih optimal dan bermakna bagi siswa (Stanford, 2007).


2.1.1    Indikator Student Active Learning

Menurut Sendi Kurikulum Balitbang Kemendiknas (2010), berikut ini disajikan sejumlah indikator maupun ciri-ciri terjadinya pembelajaran aktif pada
setting
kelas:

  1. Kegiatan belajar satu kompetensi dikaitkan dengan kompetensi tak sreg satu mata tuntunan alias mata pelajaran lain. Setiap pesuluh memiliki beberapa kemampuan dan kecerdasan yang banyak dan setiap kecerdasan tersebut harus dikaitkan antara suatu domain yang lain seperti mana detik siswa berdiskusi, maka disamping mereka ada beberapa kemampuan nan dikembangkan nan saling terkait diantaranya kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi, kemampuan logika, menganalisa, kemampuan bahasa dan lain-lain.
  2. Kegiatan sparing menarik minat pesuluh didik. Pembelajaran akan menarik siswa sekiranya sesuai dengan dunia pelajar. Bakal itu proses pembelajaran kiranya didekati berbunga kegemaran dan kesukaan.
  3. Kegiatan belajar terasa menggairahkan peserta ajar. Kegiatan pendedahan akan lebih optimal jika prosesnya disajikan dengan memberikan tantangan bagi siswa, dengan tantangan itu pesuluh akan termotivasi cak bagi mengikuti proses tersebut hingga akhir pelajaran.
  4. Semua siswa didik terbabit secara aktif dalam kegiatan belajar. Aktifitas belajar aktif hendaknya melibatkan setiap individu di inferior. Sehingga tidak ada pelajar yang mendominasi proses pembelajaran di kelas, dengan demikian setiap siswa akan bekerja buat mengoptimalkan kemampuan saban baik secara fisik maupun pikiran.
  5. Menyorong pesuluh bimbing berfikir secara aktif dan berbenda. Dengan pengajian pengkajian aktif murid akan berperan aktif intern mengejar informasi secara mandiri, kreatif dan bertanggungjawab.
  6. Saling menghargai pendapat dan hasil kerja (karya) teman. Penghargaan terhadap karya siswa akan mengintensifkan motivasi belajar siswa. Apapun hasil karya siswa, murid patut untuk dihargai, apresiasi atas proses dan kinerja mereka, bukan hasilnya.
  7. Mendorong rasa ingin sempat peserta didik buat bertanya. Sebagai penanda dariproses berfikir adalah “cak bertanya”, karena itu pembelajaran aktif harus merangsangkan pesuluh bagi pelahap menanya sehingga otak siswa akan terus bekerja. Kemampuan menanya merupakan kunci dari kejayaan peserta dalam merespon wara-wara.
  8. Menunda peserta didik berbuat ekplorasi (penjelajahan). Aktivitas siswa dalam pembelajaran semoga menerimakan kesempatan kepada murid bakal mengeksplorasi warta seorang dengan melalui simulasi, pengamatan terhadap suatu kasus atau teknik nan lain.
  9. Memurukkan peserta didik menyusun gagasan dan perhatian secara oral, tertulis, dalam rajah susuk, produk 3 ukuran, gerak, tarian dan ataupun permainan.
  10. Menolak murid agar tidak takut berbuat salah.
  11. Menciptakan suasana demen dalam melakukan kegiatan sparing.
  12. Mendorong petatar didik melakukan variasi kegiatan distingtif (mandiri), pengepakan, kelompok, dan maupun seluruh kelas. Pembelajaran aktif agar mengasihkan camar duka belajar kepada peserta secara individual, kompetisi dan kerjasama.


2.1.2 Suasana Pembelajaran
Student Active Learning

Suasana yang diharapkan kerumahtanggaan SAL yaitu Suasana yang membentuk siswa melakukan:

  1. Pengalaman

Anak asuh belajar banyak melalui mengerjakan. Pengalaman sekaligus/nyata mengaktifkan lebih banyak indera. Suka-suka interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Berikut yaitu hal-hal yang dilakukan oleh temperatur seyogiannya siswa bernasib baik asam garam berlatih.

Siswa

  • Melakukan pengamatan
  • Melakukan percobaan
  • Mendaras
  • Mengamalkan wawancara
  • Takhlik sesuatu

Guru

  • Menciptakan kegiatan nan beragam.
  • Kecam murid berkarya dan sesekali mengajukan pertanyaan menantang.
  1. Interaksi

Ada suasana diskusi, silih bertanya dan silih mempertanyakan pendapat, ide dan gagasan, agar bisa membangun hubugan?hubungan baru dan  gagah mengungkapkan pendapat sonder rasa merembah.

Pada momen orang lain mempertanyakan pendapat kita atau apa nan kita kerjakan, maka kita akan terpacu kerjakan menjelaskan lebihh lanjut sehingga kualitas pendapat itu menjadi bertambah baik. Berikut yakni hal-­hal yang dilakukan oleh guru agar siswa boleh berbuat interaksi:

Siswa

  • Berdiskusi

Suhu

  • Mendengarkan dan sama sekali mengajukan pertanyaan yang menantang
  • Mengajukan cak bertanya
  • Mendengarkan, tidak menertawakan dan memberi kesempatan bertambah lalu kepada pesuluh lain untuk menjawab.
  • Meminang pendapat hamba allah lain
  • Mendengarkan
  • Meminta pendapat siswa tak
  • Memberi komentar
  • Mendengarkan, sesekali mengajukan pertanyaan yang menantang, memberi kesempatan kepada siswa lain kerjakan memberi pendapat adapun komentar tersebut
  • Bekerja intern kerubungan
  • Berkeliling ke kelompok, sesekali duduk bersama, mendengarkan perbincangan kerubungan dan kadang-kadang memberi komentar atau mengajukan cak bertanya yang menantang


2.2 Strategi SAL:
Modelling the Way

Terserah banyak strategi yang boleh digunakan kerumahtanggaan menerapkan
student active learning
dalam pembelajaran di sekolah. Mel Silberman (kerumahtanggaan Hartono, 2001: 3) mengemukakan 101 rancangan politik yarg dapat digunakan intern pembelajaran aktif. Kesemuannya boleh diterapkan privat pembelajaran di kelas bawah sesuai dengan jenis materi dan tujuan yang diinginkan dapat di capai oleh momongan. Berdasarkan tujuan dan karakteristiknya, ketatanegaraan SAL digolongkan menjadi 5 gerombolan, sebagai berikut:


  1. Based on Card

  1. Question student have

  2. Index card match

  3. Card sort

  4. Everyone is teacher here

  5. Billboard ranking

  1. Based on Discussing

  1. Active debate

  2. Point counter point

  3. Jigsaw learning

  4. The power of two

  5. Active knowledge sharing

  1. Based on Text

  1. Scrabble text

  2. Cro

    ssword puzzle

  3. Reading guide

  4. Guide note taking

  1. Based on Demonstration

  1. Modelling the way

  2. Silent demonstration

  1. Based on Question

  1. Giving question and getting answer

  2. Information search

  3. Planted question

  4. Learning.
    mulai with question



Based on Demontration




(Berbasis Demonstrasi)

Label Politik         :
Modelling The Way
(Menciptakan menjadikan Transendental Praktik)

Tujuan                     :  Bakal mempraktikkan keterampilan istimewa bagi dipelajari di kelas melewati dernonstrasi, dengan memberikan independensi kepada siswa menentukan skenarionya sendiri.

Letak Kegiatan        :  Kegiatan inti

Aplikasi                    :  Seluruh bidang penajaman

Langkah-awalan     :

  1. Selepas pembelajaran satu topik tertentu, carilah topik-topik nan menurut peserta untuk mencoba/mempraktikkan kecekatan yang hijau diterangkan.
  2. Bagilah pesuluh ke privat beberapa kelompok kerdil sesuai dengan besaran mereka. Kelompok-kerumunan ini akan mendemonstrasikan suatu kegesitan tertentu sesuai dengan skenario nan dibuat.
  3. Serah siswa waktu 10 – 15 menit bikin menciptakan naskah kerja.
  4. Serah perian 5 – 7 menit lakukan berlatih.
  5. Secara bergiliran tiap gerombolan diminta mendemonstrasikan kerja masing­masing. Setelah demonstrasi selesai, beri kesempatan kepada gerombolan yang lain untuk memberikan masukan kepada setiap demonstrasi nan dilakukan.
  6. Guru menjatah penjelasan secukupnya untuk mengklarifikasi

Variasi:

  1. Besaran anggota boleh makin banyak dengan membukit peran umpama pengarang naskah, sutradara dan penasehat.
  2. Ciptakan skenario distingtif dan tujuan tertentu (Suyatno, 2011 : 45).


2.3 Hasil Berlatih Pesuluh

Menurut Dimyati dan Mudjiono (intern
juprimalino.blogspot.com, 2011), hasil belajar merupakan peristiwa nan dapat dipandang dari dua sebelah yaitu sisi petatar dan dari sisi guru. Berpunca sisi murid, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental nan lebih baik bila dibandingkan pron bila sebelum membiasakan. Tingkat jalan mental tersebut terwujud plong jenis-keberagaman tenang kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan detik terselesikannya bahan pelajaran,

Menurut Hamalik (2006:30), hasil sparing adalah bila seseorang mutakadim membiasakan akan terjadi perlintasan tingkah laku sreg orang tersebut, misalnya dari

tidak adv pernah menjadi tahu, dan bermula tidak mengerti menjadi mengerti. Beralaskan teori
Taksonomi Bloom
hasil berlatih dalam lembaga penekanan dicapai

melalui tiga kategori ranah, dua diantaranya adalah serebral, dan efektif.

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa Setelah ia mengamini pengalaman belajarnya. Hasil sparing digunakan guru bagi dijadikan matra atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Kejadian ini dapat tercapai apabila pelajar sudah memaklumi belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi Howard Kingsley menjatah 3 macam hasil belajar:

  1. Keterampilan dan kebiasaan
  2. Keterangan dan signifikansi
  3. Sikap dan cita-cita



(www.blogspot.corn/



2012/05/ Pengertian-Hasil-Belajar-Menurut-Para-Ah1i html.scribd.com).

Portal III

METODE Penekanan

    1. S
      eting Penelitian

Eksplorasi ini dilaksanakan di SDN 2 Dayu Kecamatan Karusen Janang Kabupaten Barito Timur Area Kalimantan Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017,  nan ki berjebah

17 km terbit

kota Kabupaten Barito Timur. SDN 2 Dayu Kecamatan Karusen Janang Kabupaten Barito Timur terdiri berasal 1 (satu) orang Atasan Sekolah dan

10

(

Sepuluh
) khalayak suhu. Serta 3 orang Tenaga kependidikan. Terdiri dari 6 (enam) robongan belajar.

    1. Incaran Investigasi

O
bjek Riset ini adalah Siswa Kelas III
SDN 2 Dayu, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah dengan jumlah murid sebanyak 1
4

(

empat belas
), yang terdiri berpunca 4 (
empat
) murid laki – laki dan 10 (
dasa)

siswa cewek.

    1. Prosedur

      Pengkajian

Waktu Penelitian Tindakan Kelas IIIni dilaksanakan sepanjang 3 bulan adalah pada bulan September sam
pai

dengan Nopember 2016. Penelitian ini pada materi Materi
Mengenal Diri Sendiri
diajarkan. Penyelidikan ini direncanakan sebanyak 2 siklus masing – masing siklus 1 siapa pertemuan. Eksplorasi ini menggunakan desain Penekanan Tindakan Papan bawah dengan Siklus.

  1. Siklus I

Lega siklus ini membahas Materi
Mengenal Diri Koteng.

  1. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini dilakukan awalan–anju untuk melakukan perencanaan tindakan dengan membentuk silabus, bentuk pembelajaran, lembar observasi guru dan siswa, rayon kerja pesuluh, dan membuat alat evaluasi berbentuk pengecekan tertulis dengan acuan pilihan ganda.

  1. Tahap pelaksanaan

Pada tahap  ini dilakukan :

  1. Suhu mengklarifikasi materi Materi
    Mengenal Diri Sendiri
    secara klasikal.
  2. Pengorganisasian siswa yaitu dengan membentuk 3 gerombolan, masing–masing keramaian terdiri dari 4-5 khalayak siswa, kemudian LKS dan siswa diminta untuk mempelajari LKS.
  3. Intern kegiatan penelaahan secara awam petatar melakukan kegiatan sesuai dengan persiapan–langkah kegiatan yang tertera dalam LKS, diskusi kelompok, diskusi antar kelompok, dan menjawab pertanyaan – pertanyaan. Dalam berkarya kelompok siswa tukar mendukung dan berbagi tugas. Setiap anggota bertanggung jawab terhadap kelompoknya.
  1. Tahap Observasi

Pada tingkatan ini dilakukan observasi pelaksanaan tindakan, aspek yang diamati adalah keaktifan siswa dan master dalam proses pembelajaran memperalat sutra observasi aktivitas dan respon pelajar serta temperatur. Sedangkan eskalasi hasil membiasakan peserta diperoleh berbunga tes hasil belajar siswa.

  1. Tahap Refleksi

Lega tahap ini dilakukan evaluasi proses penelaahan pada siklus I dan menjadi pertimbangan untuk merencanakan siklus berikutnya.  Pertimbangan yang dilakukan bila dijumpai satu komponen dibawah ini belum terpenuhi, yaitu umpama berikut :

  1. Peserta mencapai ketuntasan individual ≥ 60.
  2. Ketuntasan klasikal jikalau ≥ 85% semenjak seluruh pesuluh mengaras ketuntasan individual nan diambil dari pemeriksaan ulang hasil berlatih siswa.
  1. Siklus II

Hasil refleksi dan analisis data sreg siklus I digunakan bagi acuan dalam merencanakan siklus II dengan menyunting kelemahan dan kekurangan pada siklus I. Tahapan yang dilalui sama seperti pada tahap   siklus I.

    1. Teknik Penimbunan Data

Ada beberapa teknik akumulasi data yang diterapkan n domestik PTK ini yakni :

    1. Observasi dilakukan oleh guru yang bersangkutan dan seorang

kolaborator bakal membordir perilaku, aktivitas guru dan pelajar selama proses pembelajaran berlangsung menunggangi tali observasi.

b. Tes hasil belajar bikin memaklumi tingkat kognisi siswa.

Perangkat yang dig
u
nakan puas Studi  Tindakan Kelas IIIni terdiri dari:

  1. Lembar Test / ulangan kronik bagi mengetahui hasil belajar siswa.
  2. Lungsin observasi murid buat mengarifi tingkat m
    o
    tivasi siswa.
  3. Lawe observasi Temperatur untuk mengetahui kegiatan penelaahan yang dilakukan oleh Guru.
    1. Teknik Analisa Data

Data hasil penelitian selanjutnya dianalisis secara Deskriptif, seperti berikut ini :

1. Data pemeriksaan ulang hasil hasil belajar digunakan untuk memaklumi ketuntasan

 Belajar murid atau tingkat keberhasilan berlatih pada materi Materi
Mengenal Diri Koteng
dengan menggunakan penelaahan Kooperatif macam Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL. Barometer Ketuntasan Minimal (KKM) secara tersendiri jikalau pesuluh tersebut bernas mencapai biji 60.

Ketuntasan klasikal jika petatar yang memperoleh ponten 60 ini jumlahnya sekitar 85% berasal seluruh kuantitas siswa dan masing – masing di hitung dengan rumus,menurut Arikunto (2012:24) sebagai berikut:


P=


F


N



x 100%






Dimana :         P = Prosentase

                                                F = kekerapan tiap aktifitas

                                                N = Jumlah seluruh aktifitas

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Deskripsi kondisi Awal

            1. Perencanaan

Lega tahap perencanaan guru mempersiapkan tindakan maujud bentuk Pelaksanaan Penataran (RPP) yang sesuai dengan Metode ceramah pada
Materi
Mengenal diri sendiri sub (1) Ayo Berkenalan
. Disamping itu guru juga menciptakan menjadikan Rayon Kerja Petatar (LKS) dan menyusun lembar observasi aktifitas hawa dan pesuluh. Selanjutnya, guru membuat tes hasil belajar. Sebelum pelaksanaan tindakan dilakukan di papan bawah, guru dan observer mendiskusikan rayon observasi.

    1. Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan dilaksanakan pada perian Selasa 8 september 2016 dari pukul 07.00 s.d 08.10 WIB. Kegiatan pembelajaran nan dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penghabisan. Waktu yang dialokasikan kerjakan kegiatan pendahuluan adalah 10 menit, sementara itu alokasi musim buat kegiatan inti ialah 40 menit dan alokasi kegiatan penutup sebesar 20 menit.

Sreg kegiatan pendahuluan, master mengamalkan tiga kegiatan, yaitu (1) menyapa dan mengecek kesanggupan siswa, (2) melakukan
icebreaking
berupa melagu, (3) menggali proklamasi siswa tentang materi nan telah dibahas sebelumnya dan mengaitkan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan selanjutnya. Kegiatan
icebreaking
yang dilakukan guru.

 Melalui kegiatan inti mendesain kegiatan sebaiknya murid boleh mengalami proses menemukan, menyebut dan mempresentasikan. Lakukan dapat menemukan berkaitan dengan
Penataran Kooperatif Spesies SAL,
pertama-tama hawa membagi siswa dalam 3 kerumunan dan setiap gerombolan terdiri dari 4-5 orang peserta.

Guru mengklarifikasi terlebih adv amat tentang tugas siswa, sebelum penugasan dilakukan sehingga peserta tak menjadi khawatir. Selain itu, sejauh diskusi berlanjut hawa keliling keramaian bikin melihat siswa bekerja sambil sesekali mengomentari hasil kerja siswa. Agen setiap kelompok kemudian membacakan hasil sumbang saran kelompok. Pelajar dari kerubungan lain akan ditanyakan pendapatnya terkait jawaban kerumunan nan madya penyampaian. Jika terwalak selang surup, temperatur lebih lagi tinggal meminta sesama murid nan melakukan perbaikan.Pelajar yang hasil temuan gerombolan nan ter-hormat dan mempresentasikan dengan bagus mendapatkan pujian berpunca suhu sedangkan pelajar nan belum melakukan dengan maksimal dimotivasi dan diberi penguatan.

Kegiatan akhir antara lain: (1) melakukan evaluasi bagi mengetahui pencapaian pelajar setelah dilaksanakan pembelajaran dengan kebijakan Pembelajaran Kooperatif Varietas
SAL,
(2) murid mengerjakan kilas balik tentang penelaahan nan bau kencur dilakukan dan (3) siswa dan guru memestakan keberhasilan belajar dengan bertepuk tangan gembira.

    1. Observasi

Partisipasi peserta Kelas III SDN 2 Dayu cak semau pertambahan kerumahtanggaan Kegiatan Pembelajaran lega kondisi awal setelah dilakukan penerapan lengkap pembelajaran menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL. Keadaan ini dapat dilihat dari hasil belajar dan respons siswa terhadap Kegiatan Penelaahan meskipun masih ada sebagain kecil masalah yang muncul pada ketika proses Kegiatan Penelaahan berlangsung. Dengan adanya ki kesulitan yang terjadi pada kondisi semula, maka kami bersama pengamat memikirkan masalah tersebut mudah-mudahan kreatif diperbaiki pada siklus I dengan tujuan semua murid berada meningkatkan hasil belajarnya.

Kooperasi pesuluh Kelas III SDN 2 Dayu dalam kegiatan sparing mengajar Kelas III. Hal ini tertentang dari hasil belajar siswa pada kondisi awal. Hasil belajar pesuluh pada kondisi awal enggak dengan penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
dengan besaran 1

4

terletak

8

siswa atau 57 % nan tuntas dan yang enggak tuntas terserah

6

Peserta atau 4

3
% yang lain tuntas, dengan kredit galibnya sebesar 58,6. Data dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini.

            Tabel.1 hasil ulangan harian kondisi awal

No

Nama Siswa

Nilai

Butir-butir

1

Rosan Priatama


60

Tuntas

2

Reksy Dayu R


50

Tidak Tuntas

3

Aurel Okta I


60

Tuntas

4

Bayu Satrio


55

Tidak Tuntas

5

Cika Enjeli


70

Tuntas

6

Chelsi Florensa


50

Tidak Tuntas

7

Elsi Julianti


65

Tuntas

8

Erli Delvina


70

Tuntas

9

Imela Agustin


55

Tidak Tuntas

10

Nita Efrani


65

Tuntas

11

Risda Amelia


60

Tuntas

12

Vaius Juniar


50

Bukan Tuntas

13

Umanda Trisna


60

Tuntas

14

Gita Kisra


50

Lain Tuntas

Jumlah

82
0

Rata-rata

58,6

Ketuntasan Klasikal

57%

    1. Refleksi

Intensi utama penelitian ini adalah kerjakan mencerna peningkatan hasil belajar puas materi Materi
Mengenal Diri Sendiri
Multikultural dengan menerapkan Pengajian pengkajian Kooperatif Spesies
SAL
ternyata hasil yang didapat poin rata-rata sebesar 58,6 dan secara klasikal sebesar 57%. Keadaan ini masih jauh dari harapan. Makanya karena itu refleksi yang dikemukakan akan difokuskan pada peningkatan hasil belajar siswa pada materi Materi
Mengenal Diri Koteng.

Pada kondisi awal terdapat kekurangan pemahaman siswa pada materi target Materi
Mengenal Diri Sendiri. Menurut pengamat, ada sejumlah keadaan yang menyebabkan situasi ini terjadi.
Mula-mula, petatar tidak titik api sreg pengisian LKS sehingga ada putaran tertentu dari isi LKS yang tidak terisi dengan sempurna.
Kedua,
peserta banyak melakukan hal–hal di luar konteks pembelajaran,  seperti bermain dengan teman sekolompoknya.
Ketiga,
diantara satu atau dua kelompok enggak mampu menjawab dengan baik tanya yang diberikan suhu pada saat evaluasi di akhir pelajaran.

           Terbit temuan kekurangan tersebut maka peneliti mewujudkan strategi hijau untuk mengurangi penyebab kekuangan pemahaman siswa tersebut di atas, selanjutnyaakan diterapkan pada siklus I. Buat penyakit yang pertama peneliti menugaskan tiga orang siswa sreg setiap gerombolan untuk menggambar hasil kegiatan agar semua LKS terisi semua. Dengan mandu demikian maka data yang terkumpul menjadi lengkap sehingga siswa makin mencerna materi pengklasifikasian baru, semoga mengurangi siswa yang ganti bermain dengan temannya. Padahal ki kesulitan yang ketiga, peneliti menerimakan penjelasan lebih detail tentang materi Materi Mengenal Diri Koteng khususnya cak bagi pertanyaan yang musykil atau tak mampu dijawab oleh kerumunan dalam sawala. Disamping itu untuk penyakit yang ketiga ini penjelasannya dibantu oleh pengamat.

4.1.2 Deskripsi hasil siklus 1

         1. Perencanaan

Pada tahap perencanaan guru mempersiapkan tindakan faktual tulangtulangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan Metode Penelaahan Tipe Student Active Learning (SAL) dengan Materi
Materi
Mengenal diri seorang sub (2) Mengenal Anggota badan
. Disamping itu guru juga membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) dan merumuskan benang observasi aktifitas temperatur dan siswa. Lebih lanjut, suhu membentuk tes hasil belajar. Sebelum pelaksanaan tindakan dilakukan di inferior, guru dan observer mendiskusikan lembar observasi.

    1. Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan pada hari Selasa

22

September 2016 dari palu 07.00 s.d 08.10 WIB. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan terdiri dari tiga tahap adalah kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan intiha. Waktu nan dialokasikan untuk kegiatan pendahuluan adalah 10 menit, sedangkan alokasi perian lakukan kegiatan inti adalah 4

0

menit dan alokasi kegiatan penutup sebesar 20 menit.

Pada kegiatan pendahuluan, suhu melakukan tiga kegiatan, yaitu (1) menyapa dan melibas kehadiran siswa, (2) melakukan
icebreaking
berupa menyanyi, (3) menggali pengetahuan siswa dan mengaitkan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan lebih lanjut. Kegiatan
icebreaking
yang dilakukan guru.

 Melangkahi kegiatan inti mendesain kegiatan agar peserta dapat mengalami proses menemukan, memanggil dan mempresentasikan. Untuk dapat menemukan berkaitan dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL,
permulaan-tama guru memberi peserta dalam

4

keramaian dan setiap kelompok terdiri dari 3

-4

orang siswa.

Hawa menjelaskan malah lalu tentang tugas murid, sebelum penugasan dilakukan sehingga pelajar bukan menjadi gugup. Selain itu, selama urun pendapat berlangsung guru berkeliling kelompok lakukan mengintai pesuluh berkreasi serta merta sesekali mengomentari hasil kerja petatar. Perwakilan setiap kelompok kemudian membacakan hasil diskusi kelompok. Siswa bersumber kerumunan lain akan ditanyakan pendapatnya terkait jawaban kelompok nan sedang presentasi. Takdirnya terwalak kekeliruan, suhu terlebih dahulu menunangi sesama siswa nan melakukan perbaikan. Murid yang hasil temuan kelompok yang benar dan mempresentasikan dengan bagus mendapatkan pujian berbunga temperatur sedangkan siswa yang belum mengamalkan dengan maksimal dimotivasi dan diberi penguatan.

Kegiatan akhir siklus I antara lain: (1) mengamalkan evaluasi untuk mengetahui pencapaian petatar sehabis dilaksanakan pembelajaran menggunakan Pendedahan Kooperatif Jenis
SAL,
(2) siswa melakukan kilas erot tentang penelaahan yang baru dilakukan dan (3) siswa dan master merayakan keberhasilan membiasakan dengan bertampar tangan gembira.

    1. Observasi

      1. Hasil Membiasakan Siswa

Partisipasi pesuluh Kelas III SDN 2 Dayu suka-suka peningkatan dalam Kegiatan Pembelajaran pada siklus 1 setelah dilakukan penerapan Pembelajaran Kooperatif Spesies
SAL. Hal ini dapat dilihat bersumber hasil berlatih dan respons peserta terhadap Kegiatan Penerimaan kendatipun masih suka-suka sebagain kecil komplikasi yang muncul puas saat proses Kegiatan Penataran berlanjut. Dengan adanya masalah nan terjadi pada siklus I, maka kami bersama pengamat merefleksikan masalah tersebut agar fertil diperbaiki puas siklus II dengan maksud semua petatar kreatif meningkatkan hasil belajarnya.

Partisipasi siswa Kelas III SDN 2 Dayu dalam kegiatan sparing mengajar Pendidikan Kelas III. Situasi ini tertentang dari hasil belajar pelajar plong siklus I. Hasil belajar siswa lega siklus I dengan penerapan hipotetis penerimaan memperalat Penerimaan Kooperatif Tipe
SAL
dengan jumlah siswa

14

orang, terletak 10 pesuluh ataupun 71,4% yang tuntas dan nan tidak tuntas ada

4

Siswa maupun 2

8,6
% yang tidak tuntas, dengan nilai lazimnya 66,8 . Data boleh dilihat puas tabel 3 dibawah ini.

            Tabulasi.2 hasil ulangan harian siklus I

No

Label Pelajar

Nilai

Pengetahuan

1

Rosan Priatama


70

Tuntas

2

Reksy Dayu R


55

Tak Tuntas

3

Aurel Okta I


70

Tuntas

4

Bayu Satrio


60

Tuntas

5

Muntah berak Enjeli


80

Tuntas

6

Chelsi Florensa


55

Tidak Tuntas

7

Elsi Julianti


75

Tuntas

8

Erli Delvina


80

Tuntas

9

Imela Agustin


60

Tuntas

10

Nita Efrani


75

Tuntas

11

Risda Amelia


75

Tuntas

12

Vaius Juniar


55

Bukan Tuntas

13

Umanda Trisna


70

Tuntas

14

Gita Kisra


55

Enggak Tuntas

Jumlah

935

Biasanya

66,8

Ketuntasan Klasikal

71,4%

      1. Aktifitas Petatar

Hasil penelitian pengamat terhadap aktivitas pelajar sepanjang kegiatan sparing nan menerapkan model Penelaahan Kooperatif Tipe
SAL
pada Materi
Mengenal Diri Seorang
pada siklus 1 adalah rata–rata 3,04 berarti termasuk kategori baik. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.

Untuk mencerna respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang mereka jalani dengan menggunakan Pembelajaran Kooperatif Jenis
SAL
digunakan angket yang diberikan kepada siswa selepas seluruh proses pembelajaran selesai. Hasil angket respons siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Penerimaan Kooperatif Tipe
SAL, ditunjukan pada tabel 3 di bawah ini nan merupakan rangkuman hasil angket akan halnya tanggapan 10 siswa terhadap contoh pembelajaran kooperatif tipe Penelaahan Kooperatif Jenis
SAL
yang diterapkan selama kegiatan pembelajaran materi Materi
Mengenal Diri Sendiri, siswa secara umum mengasihkan tanggapan yang positif selama mengikuti kegiatan pembelajaran dengan senang, siswa sekali lagi merasa senang dengan LKS yang digunakan, suasana inferior, ataupun pendirian pengutaraan materi oleh master, dan model penataran yang baru mereka sambut, selama kegiatan pembelajaran berlantas murid juga merasa doyan karena boleh mmenyatakan pendapat, dan pesuluh merasa memperoleh manfaat dengan model pembelajaran kooperatif spesies Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL.

Grafik 3 Respons petatar terhadap arketipe pembelajaran menggunakan Penelaahan Kooperatif Tipe
SAL

No.

Uraian

Tanggapan Pesuluh

Senang

Tidak Senang

F

%

F

%

1.

Bagaimana perasaan kamu selama mengikuti kegiatan pembelajaran ini ?

13

9
2,9

1

7,
1

Senang

Tidak Senang

F

%

F

%

2.

Bagaimana manah engkau terhadap :

  1. Materi les
  2. Utas kerja peserta (LKS)
  3. Suasana Berlatih di Papan bawah
  4. Cara penyajian materi oleh guru

1
4

13

13

1
4

100

9
2,9

9
2,9

100

0

1

1

0

0

7,1

7,
1

0

Rumpil

Tidak Terik

F

%

F

%

3.

Bagaimana pendapat kamu Mengimak pembelajaran ini

13

9
2,9

1

7,
1

Bermanfaat

Tidak

Signifikan

F

%

F

%

4.

Apakah pembelajaran ini berharga bakal sira ?

1
4

100

0

0

Baru

Tidak Baru

F

%

F

%

5.

Apakah pembelajran ini mentah bagi kamu?

1
4

100

0

0

Ya

Enggak

F

%

F

%

6.

Apakah kamu menginginkan pusat bahasan yang lain menggunakan Penerimaan Kooperatif Diversifikasi
SAL?

13

9
2,9

1

7,
1

Proklamasi :

F =Frekuensi respons pesuluh terhadap penerimaan

     Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL

                                    Cakrawala=Jumlah: 1
4

orang

      1. Aktifitas Hawa

Data hasil pengamatan kemampuan guru kerumahtanggaan mengelola kegiatan pengajian pengkajian kooperatif varietas Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
ditunjukan pada tabulasi 4, bahwa pengelolaan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran  kooperatif tipe Pembelajaran Kooperatif Varietas
SAL
dalam materi kursus
Mengenal Diri Sendiri
pada siklus I sebesar 2.93 yang bermanfaat termasuk kategori baik. Data dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

  Tabel 4. Data Hasil  Pengamatan Penataran
Kooperatif Variasi SAL

No.

Aspek yang diamati

Skor pengamatan

Siklus I

Keterangan

1.

2.

3.

4.

Pesiapan

Pelaksanaan

Pengelolaan Kelas bawah

Suasana Kelas

3,0

2,5

2,5

3,0

Baik

Baik

Baik

Baik

Rata – Rata

2,75

Baik

Warta :

0          –           1,49     =          invalid baik

1,5       –           2,49     =          Sepan

2,5       –           3,49     =          Baik

3,5       –           4,0       =          Sangat Baik

    1. Refleksi

Intensi terdahulu penelitian ini adalah bikin mengarifi peningkatan hasil belajar sreg Materi
Mengenal Diri Sendiri
dengan menerapkan eksemplar pembelajaran kooperatif varietas Penerimaan Kooperatif Keberagaman
SAL. Oleh karena itu refleksi nan dikemukakan akan difokuskan pada peningkatan hasil sparing petatar lega Materi
Mengenal Diri Koteng.

Pada siklus 1 terwalak kesuntukan kognisi siswa lega Materi
Mengenal Diri Sendiri. Menurut pengamat, ada sejumlah keadaan yang menyebabkan peristiwa ini terjadi.
Pertama, siswa tidak titik api pada pencantuman LKS sehingga ada bagian tertentu mulai sejak isi LKS nan bukan terisi dengan sempurna.
Kedua,
pelajar banyak berbuat peristiwa–hal di luar konteks penelaahan, begitu juga bermain dengan pasangan sekolompoknya.
Ketiga,
diantara satu alias dua kerumunan bukan berlambak menjawab dengan baik cak bertanya yang diberikan guru lega ketika evaluasi di akhir kursus.

           Dari temuan kehabisan tersebut maka peneliti membuat garis haluan baru untuk mengurangi penyebab kekuangan kognisi pelajar tersebut di atas, selanjutnyaakan diterapkan plong siklus II. Bagi komplikasi yang pertama peneliti menugaskan tiga hamba allah siswa pada setiap kelompok untuk menulis hasil kegiatan agar semua LKS terisi semua. Dengan cara demikian maka data yang terpusat menjadi pola sehingga siswa bertambah memahami materi pengelompokan baru, kiranya mengurangi siswa yang ubah main-main dengan temannya.

Sedangkan masalah yang ketiga, peneliti memasrahkan penjelasan lebih detail tentang Materi Mengenal Diri sendiri sub (1)
Mengenal Anggota Tubuh
khususnya bakal pertanyaan yang sulit atau tak makmur dijawab oleh kerumunan dalam diskusi. Disamping itu lakukan masalah yang ketiga ini penjelasannya dibantu oleh pengamat.

3. Deskripsi data siklus II

         1. Perencanaan

Pada tahap perencanaan guru mempersiapkan tindakan berupa rajah Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan Metode Penelaahan Varietas Student Active Learning (SAL) dengan memperbaiki kekeringan plong siklus I pada materi Materi Mengenal Diri sendiri sub (1)
Mengenal Anggota Tubuh. Disamping itu guru juga membuat Lawai Kerja Murid (LKS) dan menyusun lembar observasi aktifitas guru dan siswa. Selanjutnya, master takhlik pembenaran hasil belajar.Sebelum pelaksanaan tindakan dilakukan di kelas, guru dan observer mendiskusikan lawai observasi.

        2. Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan plong hari Selasa 13 Oktober 2016 dari pukul 07.00 s.d 08.10 WIB. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan intiha. Hari yang dialokasikan untuk kegiatan pendahuluan merupakan 10 menit, sedangkan alokasi waktu untuk kegiatan inti yakni

40

menit dan alokasi kegiatan  intiha sebesar 20 menit.

Pada kegiatan pendahuluan, guru melakukan tiga kegiatan, yaitu (1) memanggil dan mengecek kerelaan siswa, (2) mengerjakan
icebreaking
maujud menyanyi, (3)membolongi pengetahuan pesuluh dan mengaitkan dengan materi latihan yang akan diajarkan lebih jauh. Kegiatan
icebreaking
nan dilakukan guru.

 Melintasi kegiatan inti mendesain kegiatan sebaiknya siswa dapat mengalami proses menemukan, menamai dan mempresentasikan. Bakal dapat menemukan berkaitan dengan
Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL,
purwa-tama guru memberi siswa kerumahtanggaan 5 keramaian dan setiap kerumunan terdiri dari 2

-3

bani adam peserta.

Guru menguraikan terlebih silam tentang tugas petatar, sebelum penugasan dilakukan sehingga pelajar tidak menjadi sano. Selain itu, selama diskusi berlantas guru gelintar kelompok lakukan mengawasi siswa bekerja berbarengan kadang-kadang mengomentari hasil kerja siswa. Perwakilan setiap kelompok kemudian membacakan hasil diskusi kelompok. Siswa mulai sejak kelompok lain akan ditanyakan pendapatnya terkait jawaban keramaian nan sedang penyajian. Sekiranya terdapat kekeliruan, temperatur sampai-sampai adv amat meminta sesama murid yang mengamalkan perbaikan.Siswa nan hasil temuan kelompok yang etis dan mempresentasikan dengan bagus mendapatkan penghargaan dari guru sedangkan siswa yang belum melakukan dengan maksimal dimotivasi dan diberi penguatan.

Kegiatan intiha siklus II antara lain: (1)melakukan evaluasi untuk memaklumi pencapaian pelajar setelah dilaksanakan pembelajaran dengan kebijakan
Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL,
(2) pelajar melakukan kilas balik adapun pengajian pengkajian yang bau kencur dilakukan dan (3)peserta dan hawa merayakan keberhasilan belajar dengan bertampar tangan gembira.

          1. Observasi
  1. Hasil Belajar Siswa

Kolaborasi siswa Kelas III SDN 2 Dayu ada pertambahan dalam Kegiatan Pembelajaran pada siklus II pasca- dilakukan penerapan kamil pembelajaran kooperatif menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL. Peristiwa ini dapat dilihat berpangkal hasil belajar dan respons siswa terhadap Kegiatan Penelaahan biarpun masih ada sebagain kecil kelainan yang muncul pada momen proses Kegiatan Pembelajaran berlanjut.

Partisipasi petatar Kelas III SDN 2 Dayu dalam kegiatan belajar mengajar Pendidikan Kelas III. Hal ini terlihat dari hasil berlatih siswa pada siklus II. Hasil belajar siswa lega siklus II dengan penerapan transendental pembelajaran kooperatif macam
Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL
dengan jumlah 1

4

siswa, terdapat

13

siswa atau  92,9% nan tuntas dan yang tidak tuntas terserah 1 Pesuluh atau 7,1% yang tidak tuntas dan nilai lazimnya sebesar 75,4. Data boleh dilihat pada tabel 5 dibawah ini.

Tabel.5 Hasil ulangan harian pada siklus II

No

Stempel Siswa

Angka

Keterangan

1

Rosan Priatama


80

Tuntas

2

Reksy Dayu R


60

Tuntas

3

Aurel Okta I


80

Tuntas

4

Bayu Satrio


70

Tuntas

5

Cika Enjeli


100

Tuntas

6

Chelsi Florensa


60

Tuntas

7

Elsi Julianti


80

Tuntas

8

Erli Delvina


100

Tuntas

9

Imela Agustin


60

Tuntas

10

Nita Efrani


90

Tuntas

11

Risda Amelia


80

Tuntas

12

Vaius Juniar


55

Bukan Tuntas

13

Umanda Trisna


80

Tuntas

14

Gita Kisra


60

Tuntas

Total

1055

Rata-rata

75,4

Ketuntasan Klasikal

92,9%

             Informasi :

              F =Frekuensi respons siswa terhadap pembelajaran kooperatif spesies

                   Pembelajaran Kooperatif Macam
SAL

              N = Jumlah: 1
4

orang

  1. Aktifitas Guru

Data hasil pengamatan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan pengajian pengkajian kooperatif tipe Pembelajaran Kooperatif Diversifikasi
SAL
ditunjukan pada diagram 4, bahwa manajemen pendedahan dengan penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
privat materi pelajaran
Mengenal Diri Koteng
pada siklus I sebesar 2.93 yang berarti termasuk kategori baik. Data dapat dilihat sreg tabel di radiks ini.

Grafik 6. Data Peniliaian pengelolahan pembelajaran menggunakan


             Pembelajaran Kooperatif Macam SAL

No.

Aspek nan diamati

Ponten pengamatan

Siklus II

Keterangan

1.

2.

3.

4.

Pesiapan

Pelaksanaan

Pengelolaan Kelas

Suasana Papan bawah

3,25

2,75

2,75

3,0

Baik

Baik

Baik

Baik

Rata – Rata

3,125

Baik

Keterangan :

0          –           1,49     =          kurang baik

1,5       –           2,49     =          Cukup

2,5       –           3,49     =          Baik

3,5       –           4,0       =          Sangat Baik

  1. Refleksi

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengerti peningkatan hasil membiasakan pada Materi
Mengenal Diri Seorang  dengan menerapkan arketipe penelaahan menggunakan Penerimaan Kooperatif Diversifikasi
SAL. Oleh karena itu refleksi nan dikemukakan akan difokuskan pada peningkatan hasil belajar pelajar pada materi Materi
Mengenal Diri Koteng.

Pada siklus 1 terdapat kekurangan pemahaman siswa lega Materi
Mengenal Diri Koteng. Menurut pengamat, ada beberapa keadaan yang menyebabkan hal ini terjadi.
Pertama, peserta enggak titik api plong pengisian LKS sehingga ada bagian tertentu dari isi LKS yang tidak terisi dengan sempurna.
Kedua,
petatar banyak melakukan hal – hal di luar konteks penataran, sebagai halnya bermain dengan teman sekolompoknya.
Ketiga,
diantara satu atau dua kelompok tidak mampu menjawab dengan baik cak bertanya nan diberikan guru pron bila evaluasi di akhir pelajaran.

Berpangkal temuan kekurangan tersebut maka peneliti menciptakan menjadikan strategi baru bakal mengurangi penyebab kekuangan kognisi peserta tersebut di atas, seterusnya akan diterapkan pada siklus II. Bagi masalah yang pertama pengkaji menugaskan tiga anak adam siswa lega setiap gerombolan untuk batik hasil kegiatan seharusnya semua LKS terisi semua. Dengan cara demikian maka data yang terpumpun menjadi lengkap sehingga murid lebih mencerna materi penggolongan yunior, mudah-mudahan mengurangi murid yang ganti bermain dengan temannya. Sedangkan masalah yang ketiga, peneliti memasrahkan penjelasan lebih detail adapun materi
Mengenal Diri Sendiri
khususnya lakukan soal yang sulit atau tidak bernas dijawab oleh kelompok dalam diskusi.Disamping itu untuk kelainan yang ketiga ini penjelasannya dibantu maka itu pengamat.

B. Pembahasan

1. Hasil Belajar

Hasil penajaman menunjukan bahwa hasil berlatih evaluasi kondisi awal murid Kelas III SDN 2 Dayu untuk
Materi Mengenal Diri Seorang
dengan model pembelajaran mengunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
diperoleh biji rata – rata kondisi mulanya sebesar 58,6 dengan kredit tertinggi adalah 70 terletak 2 individu dan nilai terendah adalah 50 terdapat 4 orang dengan ketentusan belajar 57% dan nan tidak tuntas 4

3
%.

Hasil investigasi menunjukan bahwa hasil belajar siswa Inferior III SDN 2 Dayu pada siklus 1 bikin
Materi Mengenal Diri Sendiri
dengan abstrak penataran, Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
diperoleh nilai rata – rata siklus 1 sebesar 66

,8

dengan skor tertinggi adalah 80 terdapat

2

makhluk dan angka terendah adalah 55 terdapat 4 makhluk dengan ketentusan belajar 71,4% dan yang bukan tuntas 2

8,6
%.

Sedangkan pada siklus II bagi materi
Materi Mengenal Diri Sendiri
diperoleh nilai rata – rata siklus II sebesar 75,4 dengan nilai tertinggi merupakan 100 terdapat 2 orang dan nilai terendah adalah 55 terwalak 1 orang dengan ketuntasan belajar 92,9% dan nan tidak tuntas 7,1%. Siswa yang enggak tuntas baik pada siklus I maupun sreg siklus II adalah pelajar nan sama, ini disebabkan pesuluh tersebut pada dasarnya tidak terserah karsa bakal berlatih dan sering tidak ikut sekolah. Beralaskan data hasil belajar siswa pecah siklus I dan siklus II menunjukan adanya pertambahan hasil belajar murid Kelas bawah III SDN 2 Dayu periode tuntunan 2016/2017 menunjukan pertambahan hasil belajar siswa pada materi yang sekufu yaitu
Mengenal Diri Sendiri. Hal ini disebabkan pada siklus I dan siklus II menunjukan eskalasi hasil berlatih pesuluh pada materi nan sama ialah
Mengenal Diri Sendiri. Keadaan ini disebabkan plong siklus I dan siklus II Sudah menerapkan hipotetis pembelajaran kooperatif memperalat Pembelajaran Kooperatif Diversifikasi
SAL.

2.  Aktivitas Petatar

Aktivitas siswa selama kegiatan penataran berlangsung yang menerapkan Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
pada materi
Mengenal Diri Koteng
menurut penilaian pengamat termasuk kategori baik semua aspek aktivitas siswa. Adapun aktivitas pelajar yang dinilai maka itu pengamat yakni aspek aktivitas pesuluh:  mendengar dan memperhatikan penjelasan temperatur, kerja sama kerumahtanggaan kelommpok, berkarya dengan menggunakan alat peraga, keaktifan pesuluh kerumahtanggaan diskusi, memperesentasikan hasil diskusi, menyimpulkan materi, dan kemampuan pesuluh menjawab pertanyaan berbunga guru.

Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan aktivitas petatar yang minimal dominan dilakukan yaitu berkarya proporsional mengerjakan LKS dan berdiskusi. Hal ini menunjukan bahwa siswa saling bekerja sama dan bertanggung jawab lakukan mendapatkan hasil yang baik. Keadaan ini sesuai dengan pendapat santoso (dalam anam, 2000:50) yang menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif mendorong siswa dalam kerumunan belajar, bekerja dan bertanggung jawab dengan sungguh–alangkah hingga selesainya tugas– tugas hamba allah dan kelompok.

3. Pengelolaan Penataran Kooperatif Tipe Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL

        Kemampuan guru dalam tata transendental penelaahan kooperatif menggunakan Penerimaan Kooperatif Varietas
SAL
menurut hasil penilaian pengamat tercantum kategori baik untuk semua aspek. Berfaedah secara keseluruhan suhu telah memiliki kemampuan yang baik privat mencampuri Penataran Kooperatif Tipe
SAL
lega Materi
Mengenal Diri Kotengl. Situasi ini sesuai dengan pendapat Ibrahim (2000), bahwa master berperan penting privat mengelola kegiatan mengajar, yang berharga guru harus kreatif dan inovatif privat merancang suatu kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga minat dan pecut peserta dalam belajar dapat ditingkatkan. Pendapat lain yang membantu adalah piter (dalam Kilauan dan Wikandari 1998). Kemampuan seorang temperatur sangat berjasa dalam pengelolaan pengajian pengkajian sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung efektif dan efisien.

4.Respons siswa Terhadap pembelajaran menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL

        Bersendikan hasil angket respons murid terhadap model pembelajran kooperatif tipe Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
yang diterapkan maka itu peneliti menunjukan bahwa peserta merasa senang terhadap materi pelajaran. LKS, suasana belajar dan cara penyajian materi oleh guru. Menurut siswa, dengan hipotetis pembelajaran kooperatif tipe Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
mereka kian mudah memahami materi les interaksi antara guru dengan siswa dan interaksi antar siswa tercipta semakin baik dengan adanya urun rembuk, sedangkan ketidak senangan pelajar teerhadap abstrak pembelajran kooperatif tipe Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
disebabkan suasana berlatih dikelas nan asa ribut.

        Seluruh peserta (100%) berpendapat baru mengikuti pembelajran dengan Penelaahan Kooperatif Tipe
SAL. Pelajar merasa senang terlebih pokok bahasan selanjutnya menggunakan Penelaahan Kooperatif Spesies
SAL, dan siswa merasa bahwa arketipe pembelajaran kooperatif menunggangi Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
berjasa bagi mereka, karena mereka bisa ganti ki beralih ingatan dan materi pelajaraan yang didapat mudah diingat.

BAB V

Akhir

5.1 Kesimpulan

                 Berdasarkan hasil pendalaman dengan menerapkan model pembelajaran kooperatiftipe menggunakan Pembelajaran Kooperatif Varietas
SAL, maka dapat diambil inferensi misal berikut:

Penggunaan Pembelajaran Kooperatif Tipe
SAL
dapat meningkatkan hasil membiasakan Materi
Mengenal Diri Sendiri
Petatar Kelas bawah III  SDN 2 Dayu.

5.2 Saran

Berdasarkan konklusi di atas, maka peneliti dapat mengasihkan saran–saran, yaitu:

  1. Kepada guru yang mengalami kesulitan nan dapat menerapkan Penerimaan Kooperatif Variasi
    SAL
    sebagai alternatif buat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar kelas bawah.
  2. Kepada guru–master yang ingin menerapkan Pembelajaran Kooperatif Tipe
    SAL
    disarankan untuk membikin Penataran Kooperatif Keberagaman
    SAL
    yang lebih menarik dan bervariasi.

Daftar bacaan

Ahmadi, Tepung. 1997.Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Kukuh

Arikunto, Suharsimi. 2012.
Asal-Radiks Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi

               Fonem

Depdiknas. 2003.UU RI No.20 Periode 2003 tentang system Pendidikan Nasional.

                   Jakarta: Depdiknas

————–. 2004.
Standar Kompetensi Guru Sekolah Sumber akar. Jakarta: Depdiknas

————–.2005.
PP No.19 Tahun 2005 mengenai Standar Nasional Pendidikan.

                   Jakarta: Depdiknas

————-. 2007.
Permendiknas RI No. 41 Periode 2007 tentang Standar Proses.

                  Jakarta: Depdiknas

————-. 1999.
Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Parasan


                  Pendidikan

. Jakarta: Depdikbud

Ibrahim, M. 2005.
Pembelajaran Kooperatif.
UNESA: University Press.

Kemdiknas.2011.Membimbing Suhu dalam Penekanan Tindakan Kelas. Jakarta:

               Kemdiknas

————-. 2011.
Paikem Penataran Aktif Inovatif


                Kreatif Efektif dan Ki menenangkan amarah

.  Jakarta: Kemdiknas

Ngalim, Purwanto.  2008.
Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung:PT

               Taruna Rosda Karya

Ngalim, Purwanto.  2003.
Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pencekokan pendoktrinan.

              Bandung:PT Remaja Rosda Karya

Sudjana, Nana. 2012.
Tujuan Sparing Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Suyatno. 2009.
Pembelajaran Kooperatif Spesies SAL. Surakarta: Tiga

              Serangkai


Source: https://www.kangjo.net/berita/detail/ptk-upaya-meningkatkan-hasil-belajar–melalui-pembelajaran-sal-siswa-kelas-iii-sdn-2-dayu

Posted by: skycrepers.com