Cari Belajar Praktis Ukur Derajat Untuk Anak Sd


Unduh PDF


Unduh PDF

Busur derajat adalah alat yang digunakan cak bagi mengukur serta menggambar sudut. Alat ini kebanyakan berbentuk sepoteng lingkaran, doang terhidang juga busur derajat varian lingkaran penuh 360 derajat. Jika melihat gawai ini membuat Anda benar-sopan merayang, jangan pernah takut; membiasakan memperalat alat ini relatif mudah. Dengan memahami bagaimana bagian-fragmen busur derajat digunakan bersama serta mengikuti beberapa anju mudah berikut, Anda akan menjadi seorang ahli sudut dalam waktu singkat.

  1. 1

    Perkirakan ukuran sudut nan Anda miliki.
    Kacamata dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok: lancip, jumud, dan siku-tikungan. Kacamata lancip berukuran sempit (cacat semenjak 90 derajat), ki perspektif jumud berukuran lebar (lebih besar dari 90 derajat), dan sudut siku-siku tepat berformat 90 derajat (dua garis yang membentuknya silih tegak lurus).[1]

    Anda boleh mengenali kategori ki perspektif yang hendak Anda ukur semata-mata dengan melihatnya. Menentukan kategori sudut pada langkah pertama kondusif Dia mengidentifikasi skala mana pada gendewa derajat nan harus digunakan.

    • Sepintas, kita dapat mengetahui tesmak tersebut tergolong lancip karena ukurannya kurang berpokok 90 derajat.
  2. 2

    Posisikan pangkal atau puncak sudut yang ingin Anda ukur sreg titik pusat (pusat busar).
    [2]

    Lubang kecil di pertengahan garis pangkal busur derajat yakni pangkalnya. Buatlah puncak ki perspektif berimpit dengan pusat persilangan pada asal tersebut.

  3. 3

    Putarlah busur derajat buat takhlik salah suatu kaki sudut berimpit dengan garis dasar ibu panah derajat.
    Posisikan puncak sudut pada pangkal busar derajat, adv amat secara perlahan putarlah busur derajat sehingga suku sudut tersebut drop di atas garis radiks gandi derajat.
    [3]

    • Garis radiks lung derajat sejajar dengan pinggiran gandi derajat, tetapi garis bawah bukan pinggiran busur derajat yang rata tersebut. Garis dasar berimpit dengan sosi pangkalnya (kunci busur) dan garis tersebut membentang setakat ke titik awal skala puas kedua sisi (kidal dan kanan).
  4. 4

    Ikuti kaki sudut (garis) yang berhadapan panjat ke skala ukuran pada cembung ibu panah derajat.
    Jika garis tersebut tidak melewati lengkung busur derajat, perpanjanglah sehingga melewatinya. Sebagai alternatif, Anda boleh menempatkan bagian got selembar kertas berimpit dengan kaki sudut (garis) lalu memanjangkan garis tersebut sampai menerobos lekuk busur derajat. Ponten nan dilewati maka dari itu garis tersebut adalah ukuran sudut privat satuan derajat.

    • Pada contoh di atas, ukuran sudut adalah 71 derajat. Kita sempat untuk menggunakan rasio nan makin kecil karena pada awalan pertama kita sudah menentukan bahwa ukuran sudut kurang berpunca 90 derajat. Sekiranya kacamata tersebut tumpul, kita akan menunggangi skala yang menandai sebuah sudut kian raksasa pecah 90 derajat.
    • Pada awalnya, skala pengukuran siapa terlihat membingungkan. Sebagian besar busur derajat memiliki dua ruji-ruji jidar yang antagonistis, satu ganggang subur pada sisi sebelah dalam dan jari-jari yang tak di sisi arah luar. Desain demikian membuat alat ini mudah digunakan untuk mengeti kacamata berasal sebelah mana pula.

    Iklan

  1. 1

    Gambarlah sebuah garis lurus.
    Garis tersebut akan menjadi garis acuan sekaligus suku mula-mula dari sudut yang hendak Anda gambar. Garis tersebut akan digunakan bagi menentukan posisi di mana Kamu harus menggambar tungkai sudut yang kedua. Lazimnya nan termudah adalah menggambar garis lurus dalam posisi horizontal di atas jeluang.

    • Untuk menggambar garis tersebut, Sira dapat menggunakan perbatasan gendewa derajat nan rata.
    • Strata garis tidak ditentukan.
  2. 2

    Posisikan radiks gandi derajat puas keseleo satu ujung garis.
    Noktah tersebut akan menjadi puncak berpokok kacamata yang akan Anda rencana. Tandai pada kertas, tepat pada kulminasi tersebut ditempatkan.[4]

    • Sira tidak harus menempatkan titik tersebut pada ujung garis. Titik dapat ditempatkan di mana pun sepanjang garis tersebut, tetapi lebih mudah hanya menggunakan ujung garis.
  3. 3

    Carilah biji derajat lakukan sudut yang ingin Anda rancangan pada perbandingan gendewa derajat yang tepat.
    Buatlah garis acuan tersebut berimpit dengan garis dasar busur derajat, kemudian tandai daluang pada ukuran derajat yang Anda inginkan. Jika Anda akan menggambar sebuah sudut gonjong (kurang dari 90 derajat), gunakan skala dengan suratan yang makin kecil. Buat sudut tumpul (bertambah besar dari 90 derajat), gunakan neraca dengan ketentuan yang lebih lautan.

    • Ingatlah bahwa garis dasar sejajar dengan pinggiran busar derajat, cuma garis radiks tidak pinggiran busur derajat yang rata tersebut. Garis radiks berimpit dengan resep pangkalnya (pusat lung) dan garis tersebut membentang sampai ke titik awal neraca pada kedua sebelah (kidal dan kanan).
    • Puas contoh di atas, matra sudut adalah 36 derajat.
  4. 4

    Gambarlah kaki kedua untuk memecahkan sudut tersebut.
    Untuk menggambar kaki kedua, hubungkan bintik puncak dengan ukuran derajat yang sudah ditandai. Gunakan belebas, pinggiran busar derajat yang rata atau comberan lurus dari alat lain. Suku kedua akan menyempurnakan sudut nan Anda buat. Cak bagi memeriksa keakuratan sudut yang mutakadim Beliau gambar, gunakan busur derajat bagi mengukurnya.

    Iklan

Situasi yang Beliau Butuhkan

  • potlot/bolpoin
  • kertas
  • busur derajat
  • penggaris (opsional)

Tentang wikiHow ini

Halaman ini sudah diakses sebanyak 352.405 barangkali.

Apakah artikel ini kondusif Anda?

Source: https://id.wikihow.com/Menggunakan-Busur-Derajat

Posted by: skycrepers.com