Catatan Untuk Jurnal Harian Mengajar Guru Sd

Hidup bangsa di masa depan ditentukan oleh kondisi mental, budi pekerti, spiritual generasi penerusnya. Keruncingan multi dimensi yang melanda nasion ini sudah lalu mengasihkan wacana baru buat menyiapkan sebuah langkah yang suntuk krusial dioperasionalkan internal usia nasion ini, khususnya generasi penerus, yaitu pendidikan karakter. Pendidikan karakter diimplementasikan di sekolah berpangkal tingkat sekolah dasar sampai perguryan tataran. Penelitian ini dilakukan di lingkup pendidikan sekolah asal, karena sekolah dasar menjadi lembaga yang amat vital untuk mewadahi pendidikan budi. Tiga pertanyaanpenelitian ini yakni (1) Bagaimanakah ordinansi yang terkait dengan pendidikan khuluk berbasis seni budaya di tingkat Sekolah Dasar di Kota Malang, (2) Bagaimanakah manajemen pendidikan fiil berbasis seni budaya di level pendidikan Sekolah Dasar, (3) Bagaimanakah kehebohan hawa, ibu bapak peserta, petatar, penyelenggara pendidikan setempat tentang pelaksanaan dan manfaat pendidikan karakter berbasis seni budaya. Pengkajian dilakukan di Kota Malang dengan pertimbangan (1) Daerah tingkat Malang berpredikat sebagai ii kabupaten pendidikan dan kota budaya di wilayah Jawa Timur, (2) Sebagai kota pendidikan dan daerah tingkat budaya dimungkinkan akan diperoleh sekolah dasar yang berkompeten pada pendidikan berbasis seni budaya. Subyek penelitian ini adalah 4 Sekolah Bawah dengankreteria 1)satu sekolah radiks wilayah yang menonjol dalam pendidikan seni budaya,2) satu sekolah dasar swasta yang menonjol di rataan pendidikan, 3) satu sekolah bawah distrik publik, 4) dan satu sekolah radiks swasta awam. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh 4 Sekolah Radiks yaitu: SDN Percobaan I, SD Selam Sabilillah, SDN Purwantoro I, dan SD Katolik Santo Yusup. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara kepada para pendidik (suhu dan kepala sekolah) di 4sekolah dasar tersebut, khalayak tua siswa, peserta, dan para pejabat Dikpendik kota Malang, pengamatan berkujut, pemotretan, FGD (kelompok siswa, kelompok komandan sekolah dan guru, dan kelompok komite sekolah). Hasil studi ini memperlihatkan: (1) Implementasi pendidikan karakter di empat SD terseleksi menggunakan metode pembiasaan, (2) Setiap sekolah memiliki landasan pendidikan khuluk nan ditonjolkan, (3) Mapel seni budaya belum diimplementasikan privat pendidikan karakter, (4) Pendidikan kepribadian enggak partikular di pelajaran seni budaya tapi di seluruh mata bimbing, (5) Mapel seni budaya puas umumnya masuk internal eskul sekolah, (6) Belum tertumbuk pandangan jejak pengoperasian terbit tebaran Mendiknas no 383 /MPN/LL/2011 tentang Cak regu Tokoh Pendidikan Kepribadian di Kota Malang .

Source: https://www.academia.edu/32642543/JURNAL_KEGIATAN_HARIAN_GURU

Posted by: skycrepers.com