Contoh Kasus Pembelajaran Ipa Di Sd

Presentasi berjudul: “Penekanan KASUS PEMBELAJARAN IPA KELAS V SD”— Transcript presentasi:


1

Investigasi KASUS PEMBELAJARAN IPA KELAS V SD

SUPRIYADI Q
BIMA PERMANA SUKMA Q
CAROLINA ANGGARAHENI Q
GUFRON TAUFIQ ISMAIL Q
MAGISTER ADMINISTRASI PENDIDIKAN SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA


2

Identifikasi Masalah
Bu Is mengajarkan materi IPA dengan topik organ pernapasan manusia kelas V SD. Wahana yang digunakan adalah gambar dan model organ pernapasan sosok. LKS yang sakti gambar alat pernapasan manusia dan pelajar disuruh untuk menjelaskan tera. Mengadakan apersepsi dengan menyatakan bahwa riuk satu ciri sosok hidup merupakan bernapas. Menyampaikan tujuan pengajian pengkajian merupakan cak agar petatar – siswa mencerna tentang nama – nama perlengkapan pernapasan cucu adam dan fungsinya. Metode yang dipakai protes, tanya jawab, pengutusan, sawala, pidato. Setelah hasil ulangan diperiksa ternyata hanya terserah 10 orang siswa yang nilainya 75 ke atas pecah 30 orang siswa.


3

Analisis Penyebab Masalah

Bu Is terlalu banyak menggunakan metode, sehingga intern pelaksanaan masing-masing metode kurang tuntas.
Bu Is tidak memberikan penguatan/stabilitas materi dan deduksi di intiha kegiatan sparing mengajar sehingga butir-butir murid hanya semenjak hasil penemuan siswa.
Alat angkut yang digunakan bisa jadi kurang relevan dengan materi yang disampaikan
Berdasarkan langkah-ancang kegiatan yang dilaksanakan, Bu Is terlihat kurang menyelesaikan materi.
LKS tidak sepakat sebagai latihan untuk menguji kognisi siswa.


4

Alternatif Pemecahan Masalah

Semoga kerumahtanggaan proses berlatih mengajar, Bu Is tidak sesak banyak memperalat metode, karena kejadian itu malar-malar membuat proses kesadaran konsep menjadi bukan mantap. Pilih beberapa metode saja yang dianggap paling tepat kerjakan mengajarkan materi tersebut.
Pada akhir proses sparing mengajar, hendaknya Bu Is menerimakan pemantapan dan kesimpulan, supaya murid lebih paham terhadap materi yang diajarkan.
Sebelum mengajar seharusnya Bu Is mutakadim menguasai materi sehingga intern pelaksanaannya berjalan dengan lancar, jelas, dan mudah-mudahan yang disampaikan mudah di serap oleh peserta.


5

Teori yang Relevan
Takdirnya diamati lebih dalam, kasus yang muncul dalam penerimaan Bu Is merupakan karena tekor menuntaskan materi. Sedangkan salah satu kompetensi nan harus dimiliki oleh seorang hawa merupakan kompetensi profesional. Artinya ia harus mempunyai pengetahuan yang luas serta kerumahtanggaan dari permukaan investigasi nan akan diajarkan serta penundukan metodologis dalam arti memiliki pengetahuan konsep teoritik, mampu mempunyai metode yang tepat serta berlambak memperalat beraneka rupa metode n domestik proses belajar mengajar. Guru juga harus punya permakluman luas tentang pematang kependidikan dan pemahaman terhadap murid.


6

Teori yang Relevan
Kejadian ini juga seperti mana yang dikemukakan oleh Robert W. Richey (1974) bahwa ciri – ciri profesionalisasi jabatan guru keseleo satunya ialah para temperatur di tuntut memiliki pemahaman serta ketrampilan yang pangkat internal hal bahan pembimbing, metode, momongan didik dan landasan kependidikan.
Johnson (1980) menjabarkan cakupan  kemampuan profesional guru diantaranya adalah penguasaan materi latihan yang terdiri atas penguasaan bahan yang harus diajarkan dan konsep-konsep dasar keilmuan semenjak bulan-bulanan nan diajarkannya.


7

Tindak Lanjut
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penyerobotan materi bagi koteng guru adalah mutlak adanya. Jadi buat mengatasi kasus tersebut di atas, hal nan paling penting yang harus dikerjakan adalah pertambahan kompetensi suhu dengan cara rajin mengaji, menerapkan dan mengembangkan ilmunya.
Dengan ancang semacam ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru yang berkapak plong peningkatan prestasi siswa. Jadi kasus di atas enggak akan terulang lagi.

Source: https://slideplayer.info/slide/14035845/

Posted by: skycrepers.com