Contoh Kasus Pembelajaran Ips Kelas 5 Sd


Kode Buku : Rs 372.83044 SHO p

Perserikatan Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Suhu Sekolah Radiks 2011

Kata kunci : pendekatan kontekstual, pembelajaran IPS, inferior 5 SD

Puas pendedahan IPS sering dijumpai permasalahan seperti nan terjadi di SDN Sumbertanggul 2, yakni petatar merasa pelajaran IPS melelapkan, kurang me-mahami materi, dan pecah 20 siswa belaka 25% yang mengaras KKM. Hal itu disebab-teko oleh kegiatan pendedahan yang diciptakan master kurang boleh menyeret minat siswa lakukan belajar, dan menganjurkan tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan. Penulisan Skripsi ini bertujuan meningkatkan pembelajaran IPS dengan mengguna- kan pendekatan kontekstual di papan bawah 5 SDN Sumbertanggul 2 Mojokerto pada materi kegiatan ekonomi, supaya permasalahan yang dihadapi dapat teratasi.

Saat pembelajaran IPS hawa harus mampu menciptakan situasi pembelajaran yang membuat murid belajar labih baik, sehingga harapan utama berpunca IPS boleh dicapai maka dari itu pelajar, yaitu menjadi manusia yang dapat memecahkan masalah sosial yang di-hadapi dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan privat penerimaan IPS adalah pendekatan Kontekstual, yaitu pendekatan pembel-ajaran nan mengaitkan materi dengan jiwa riil pesuluh. Sebagai halnya dalam materi kegiatan ekonomi siswa akan lebih mengerti materi dengan diperkenalkan secara langsung kegiatan ekonomi (produksi, sirkulasi, dan konsumsi) di lingkungan siswa koteng.

Metode penelitian yang digunakan privat skripsi ini menggunakan rancangan pendalaman tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis and Tagart. Pengumpulan data dilakukan dengan mandu observasi, dokumentasi dan wawancara dengan pelajar pada pra-tindakan, siklus I dan Siklus II mengenai pembelajaran. Data nan pek- kumpul dianalisis dengan tiga tahap, ialah reduksi data, pengutaraan data dan penarikan kesimpulan.

Penerapan pendekatan kontekstual pada pembelajaran IPS di papan bawah 5 SDN Sumbertanggul 2 dengan metode ceramah, soal jawab, urun rembuk, investigasi tour, dan penugasan membuat peserta lebih terpikat menirukan pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar pesuluh. Dimana hasil belajar yang awalnya hanya 25% siswa yang menandai-capai KKM menjadi 75% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 90% pada siklus II. Selain itu pelajar makin dapat bersosialisai dengan sesama, karena proses penelaahan kontekstual yang menunggangi kekerabatan membiasakan detik penerapannya.

Intinya penelaahan IPS akan lebih menarik dan lebih bermakna puas siswa, jika dalam pembelajaran digunakan pendekatan yang tepat dengan pesuluh dan materi yang sedang dipelajari.

Source: http://mulok.library.um.ac.id/index3.php/48476.html

Posted by: skycrepers.com