Contoh Pembelajaran Yang Relevan Ptk Ipa Kelas 4 Sd

PENGGUNAAN Lingkungan SEKOLAH SEBAGAI Sarana Cak bagi MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES DAN KETERAMPILAN Batik SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI Inferior Abnormal (Penelitian Tindakan Inferior di Kelas II SD Distrik 2 Ciomas, Kec. Panjalu, Kab. Ciamis)

A. Latar BELAKANG Kebobrokan Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Bawah, ditegaskan bahwa Standar Kompetensi Mata Les IPA sreg KTSP diperuntukkan untuk siswa SD sejak kelas I hingga inferior III. Sebagai halnya halnya untuk indra penglihatan pelajaran lainnya, pembelajaran IPA pada kurikulum tersebut untuk kelas minus di SD (kelas I, II dan III) dilaksanakan dengan pendekatan tematik dan terkonsolidasi dengan mata pelajaran lainnya terutama Bahasa Indonesia. Pembelajaran tematik yaitu suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan bilang aspek baik privat segi serebral, psikomotorik, dan afektif antar mata pelajaran. Dengan penerimaan tematik siswa akan memperoleh camar duka belajar nan utuh dan penting. Utuh dalam kelebihan maklumat dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran menjadi bertambah berarti bagi petatar. Bermakna disini memberikan fungsi bahwa pada pengajian pengkajian terpadu siswa akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui asam garam langsung dan faktual nan menghubungkan antar konsep internal intra mata kursus ataupun antar mata latihan. Jika dibandingkan dengan pendekatan konvensional, maka pengajian pengkajian terpadu tampak lebih menekankan pada keterlibatan murid dalam berlatih, sehingga siswa aktif berkujut dalam proses penelaahan cak bagi pembuatan keputusan. Pemberlakuan pengajian pengkajian tematik pada KTSP lakukan pelajar kelas kurang di SD dapat dibenarkan secara akademik, karena pelajar pada atma tersebut masih berpandangan holistik serta berwatak dan berpikir konkrit. Mereka belum teristiadat dengan akal pikiran terspesialisasi dan khayali. Pengalaman belajar akan bermanfaat bagi mereka kalau banyak berkaitan dengan kelakuan pengalaman keseharian mereka yang ditunjang dengan benda-benda dan fenomena kasatmata yang dapat diobservasi. Dengan demikian pengelolaan pembelajaran dengan pendekatan tematik akan memberikan pengalaman belajar yang sangat kaya bagi peserta dalam tulangtulangan menumbuhkembangkan keragaman potensi yang dimiliki setiap murid. Tumbuh dan berkembangnya potensi siswa secara optimal sejak sukma dini akan sangat menentukan kualitas pengalaman dan hasil belajar mereka pada tataran berikutnya. 1.

Identifikasi Penyakit Pemberlakuan pembelajaran tematik di kelas rendah Sekolah Radiks secara institusional

mutakadim diterima oleh seluruh SD, termasuk SD Negeri 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Cuma dalam kerangka profesional, pemberlakukan tersebut bertatap dengan bilang kendala. Diantara hambatan yang teridentifikasi makanya pengkaji sebagai hawa kelas II di SD Kawasan 2 Ciomas adalah bak berikut. a.

Belum suka-suka kesepahaman antara guru-master segugus yang mengajar di kelas invalid mengenai langkah-langkah operasional pembelajaran tematik yang benar-benar sesuai

dengan aplikasi kurikulum. Sebagian guru memahami bahwa setiap kegiatan privat pembelajaran tematik tidak lagi menyajikan netra tutorial tertentu secara tegas. Sebagian pula berpendapat bahwa KBM tematik sekadar unjuk puas bagian-penggalan tertentu doang. b.

Terserah sikap ragu bahkan tidak beriktikad pada sebagian guru terhadap kebermaknaan pembelajaran tematik di kelas rendah, terutama di kelas I dan papan bawah II. Menurut mereka, pembelajaran tematik akan menyebabkan kesulitan bagi guru bakal menstabilkan keterampilan sumber akar siswa kelas terbatas dalam ‘calistung’ (membaca, menulis, dan berhitung).

c.

Untuk-bakal suhu-temperatur yang mutakadim mencoba merancang dan melaksanakan penataran tematik mengalami kelainan tentang bagaimana mekanisme penyelenggaraan dan manajemen evaluasi pada pembelajaran tematik. Apakah berorientasi pada evaluasi tematik ataupun evaluasi mata kursus yang ditematikkan.

d.

Bagi peneliti sendiri (guru papan bawah II SD Kewedanan 2 Ciomas) selain terkondisikan dengan tiga masalah di atas, saat ini berhadapan dengan masalah pengintegrasian penataran IPA ke internal pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pembelajaran tematik. Sejauh ini, cermin dalam peruasan atau n domestik naskah-skenario pelatihan guru, mata pelajaran IPA internal pembela-jaran tematik ditampilkan tidak selaras dengan hakikat pendidikan IPA.

2.

Amatan Masalah Terhadap

permasalahan

sebagai halnya

teridentifikasi

di

atas,

penyelidik

berusaha

menganalisis akar penyebab utama komplikasi tersebut serta mengupayakan alternatif pemecahannya. Buat itu mengerjakan studi literatur baik terhadap alat kurikulum (KTSP) Sekolah Dasar maupun sumber-mata air lainnya yang membahas pembelajaran tematik. Pengkaji juga berkonsultasi dengan tenaga akademisi yang dianggap memafhumi pendedahan tematik. Hasil kegiatan kajian menemukan beberapa faktor nan diduga sebagai penyebab timbulnya kendala dalam penglihatan dan pengalaman master mengimplementasikan pembelajaran tematik di SD. Penyebab tersebut antara enggak : a.

Para master pada umumnya belum memperoleh maklumat yang moralistis dan memadai tentang pembelajaran tematik. Siaran dipedulikan bukan dari sumur utama dan resmi (kurikulum dan perangkatnya) tapi dengan cara kronologis dari ucapan ke mulut, dengan prinsip-prinsip dan konsep beragam dan abnormal jelas.

b.

Konsep pembelajaran tematik nan diterima oleh sebagian hawa SD menerobos penerimaan alias penyuluhan sangat berperangai verbalistis dan teoritis. Sangat tekor bukti praktis. Apalagi disampaikan oleh orang yang belum pernah mempraktikkan atau menyaksikan pembelajaran tematik yang sesungguhnya.

c.

Guru yang telah memahami konsep radiks penerimaan tematik cacat terdorong untuk melaksanakannya dengan perencanaan nan masak. Kalau pun melaksanakannya adalah dengan menerapkan serempak contoh-contoh yang ‘siap pakai’ yang seringkali tak mempedulikan karakter saban ain latihan nan ditematikkan. Karena luasnya permasalahan pembelajaran tematik di lapangan begitu juga dipaparkan

terdepan, peneliti memilih bikin memfokuskan perhatiannya kepada permasalahan yang behubungan intim dengan permasalahan pemeriksa sendiri yang keluih saat mengelola pembelajaran di papan bawah II SD Daerah 2 Ciomas yang menjadi tanggungjawabnya. Peneliti sangkutan

beberapa mungkin mencoba pembelajaran tematik sesuai dengan pemahaman dan kemampuan yang terbatas. Tulang beragangan penataran tematik yang dilakukan berdasarkan eksemplar-contoh yang diperoleh dari sendisendi pak penataran. Sebelumnya peneliti bukan begitu merasakan adanya masalah dalam melaksanakan pembelajaran tematik. Tapi setelah pemeriksa mempelajari lebih lanjut, barulah peneliti merasakan adanya komplikasi privat penyelenggaraan pengajian pengkajian tematik di SD peneliti ataupun plong SD lainnya yang suatu gugus dengan peneliti. Terutama pembelajaran tematik nan melibatkan mata pelajaran IPA di dalamnya. Pada berbagai buku yang menyuguhkan contoh pembelajaran tematik di kelas bawah tekor, pengintegrasian mata pelajaran IPA ke dalam pengajian pengkajian tersebut ternyata tidak lagi memperhatikan karakteristik ain les IPA sebagaimana diamanatkan oleh kurikulum dan para pakar. Dalam penelaahan tematik ini indra penglihatan pelajaran IPA ditampilkan hanya dalam satu dimensi belaka , yaitu dimensi konsep-konsep atau istilah-istilah IPA. Sedangkan dua dimensi terdepan lainnya dari IPA yaitu sebagai kecekatan proses dan sikap ilmiah enggak dikembangkan privat penataran tematik. Pengkaji mencatat dan sekata bahwa pendedahan tematik dan penerimaan dengan pendekatan lainnya di kelas kurang harus dapat mengantuk penanaman landasan yang kokoh kerumahtanggaan hal keterampilan bawah menulis, mendaras, dan berbilang. Doang karakteristik eksklusif setiap mata tuntunan nan ditematikkan tak dapat diabaikan dan hilang sedemikian itu saja sehingga kekeringan jatidirinya. Termasuk lakukan mata pelajaran IPA. Beralaskan hal itu lah pemeriksa tertawan bagi melakukan kaji tindak akan halnya pengelolaan pembelajaran tematik yang benar secara eksemplar, mampu meletakkan radiks-bawah nan kokoh bagi pelajar dalam keterampilan menulis, membaca, dan berhitung serta dapat menghadirkan karakteristik mata les yang ditematikkan. B. RUMUSAN Ki aib Kaji tindak pendedahan tematik yang akan dilaksanakan maka dari itu pemeriksa akan mentematiskan mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, dan Kertakes. Mendatangi kepada upaya menghasilkan model penataran tematik yang dapat memfasilitasi kenaikan kemampuan siswa kelas bawah II internal menulis gugus kalimat dan secara simultan berekspansi keterampilan proses siswa. Selain itu penerimaan ini pun harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan menghadirkan nuansa bermain lakukan murid dengan memamfaatkan lingkungan sekolah sebagai faktor pendukung. Dengan demikian rumusan masalah penelitian ini merupakan: Bagaimana

penggunaan

media

mileu

sekolah

cak bagi

meningkatkan

Kelincahan Proses dan Keterampilan Menulis Peserta pada Pembelajaran Tematik di Kelas II SD Negeri 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis? Kian spesial rumusan komplikasi tersebut dirinci ke dalam pertanyaan penelitian sebagai berikut.: 1.

Bagaimana perencanaan model penerimaan tematik dengan media lingkungan sekolah bakal meningkatkan Kesigapan Proses dan Ketangkasan Batik siswa papan bawah II SD Distrik 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis?

2.

Bagaimana proses pembelajaran tematik dengan media lingkungan sekolah bikin meningkatkan Keterampilan Proses dan Kecekatan Menggambar petatar kelas II SD Daerah 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis?

3.

Bagaimana pertambahan keterampilan proses pelajar pada pembelajaran tematik dengan media lingkungan sekolah di kelas II SD Negeri 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis?

4.

Bagaimana pertambahan keterampilan menulis siswa pada penelaahan tematik dengan alat angkut mileu sekolah di kelas II SD Negeri 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis? Komplikasi penelitian dibatasi pada pembelajaran tematik dengan suku cadang mata pelajaran

Bahasa Indonesia, IPA, dan Kertakes di inferior II semester 2 hari les 2016/2017. Kesigapan proses yang akan dikembangkan dibatasi puas keterampilan mengobservasi dan keterampilan berkomunikasi (melaporkan hasil observasi). Sedangkan keterampilan menulis nan akan dikembangkan adalah kesigapan menulis kalimat dan paragraf primitif. C. TUJUAN PENELITIAN Sasaran utama yang diharapkan sebagai tujuan dari kegiatan Eksplorasi Tindakan Kelas ini ialah meningkatnya ketangkasan proses dan ketangkasan menulis siswa Papan bawah II SD Provinsi 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis, sehingga dapat menetapi standar kurikulum. Tentang maksud yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1.

Meningkatkan kompetensi hawa kerumahtanggaan mereka cipta model pengajian pengkajian tematik dengan sarana lingkungan sekolah untuk meningkatkan keterampilan proses dan keterampilan menggambar siswa kelas II SD Negeri 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis.

2.

Meningkatkan kompetensi guru mencampuri pembelajaran tematik dengan media mileu sekolah untuk meningkatkan Keterampilan Proses dan Keterampilan Menulis siswa kelas II SD Area 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis.

3.

Meningkatkan kinerja keterampilan proses pelajar puas pembelajaran tematik dengan alat angkut mileu sekolah di kelas II SD Kawasan 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis.

4.

Meningkatkan kinerja kegesitan menulis peserta pada pembelajaran tematik dengan wahana lingkungan sekolah di kelas bawah II SD Daerah 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis.

D. Kemustajaban PENELITIAN Dilaksanakannya kegiatan Pengkhususan Tindakan Papan bawah ini diharapkan dapat memasrahkan manfaat atau kontribusi ibarat berikut : 1.

Manfaat Teoritis Melalui kegiatan penyelidikan ini diperoleh aturan-aturan, rambu-rambu dan komplet penelaahan tematik yang makin realistik yang memungkin dikembangkan di sekolah sumber akar.

2.

Manfaat Praktis Penelitian ini memberikan pengalaman langsung kepada temperatur kelas untuk mengamankan permasalahan secara terencana dan bersistem yang tersapu dengan pembelajaran tematik di Sekolah Dasar, khususnya di Inferior II SD Negeri 2 Ciomas.

3.

Kelebihan Kelembagaan

Secara kelembagaan yakni mengembangkan fungsi bagan pendidikan dalam mewujudkan pengelolaan kurikulum berbasis sekolah laksana amanat KTSP. Antara lain merintis pelaksanaan pembelajaran tematik yang moralistis-benr merujuk kepada kondisi dan kompetensi realistik sekolah yang bersangkutan. E. KAJIAN Wacana DAN Postulat TINDAKAN Kajian pustaka yang akan dirujuk n domestik penelitian ini adalah yang berhubungan erat dengan: 1.

PTK

2.

Pembelajaran Tematik

3.

Karakteristik Pembelajaran IPA dan Kegesitan Proses

4.

Karakteristik Pembelajaran Bahasa Indonesia dan Keterampilan Menggambar

F.

ANGGAPAN DASAR Penelitian ini dilaksanakan dengan berlandastumpu lega hipotesis (anggapan) dasar

sebagai berikut. 1.

Pembelajaran tematik tinggal bermakna bagi petatar apabila dirancang sesuai dengan perkembangan kognitif siswa dan faktor suporter yang ada di lingkungan siswa.

2.

Ketangkasan

proses

IPA dan

ketangkasan

menulis

silam

penting

dan

mesti

dikembangkan sejak dini lakukan siswa sekolah asal. G. HIPOTESIS TINDAKAN Berdasarkan kajian teori yang relevan dan beberapa asumsi dasar sebagai-mana dikemukakan, maka presumsi tindakan penelitian ini yaitu: Serangkaian tindakan dan refleksi terhadap penelaahan tematik

dengan wahana

lingkungan dapat meningkatkan keterampilan proses dan keterampilan menulis siswa Kelas II SD Area 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. H. Kerangka DAN PROSEDUR PENELITIAN 1.

Metode Penelitian. Metode nan digunakan privat kegiatan pengkhususan ini adalah metode Penelitian Tindakan

Kelas (PTK), sedangkan model PTK yang digunakan dalam penyelidikan ini adalah model Kemmis & MC Taggart dengan pertimbangan model penekanan ini yakni model nan mudah dipahami dan sesuai dengan rang kegiatan nan akan dilakukan peneliti yaitu satu siklus tindakan identik dengan satu kali pembelajaran (Depdikbud, 1999:7). Mengenai fase PTK model Kemmis & MC Tanggart meliputi: (1) Perencanaan (Planning), (2) Pelaksanaan dan Observasi (Acting and Observing), dan (3) Refleksi (Reflecting). 2.

Subjek Penelitian Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilakukan dalam Pembelajaran Tematik di

Papan bawah II SD Negeri 2 Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis, semester Genap Tahun 2016. Total pesuluh yang menjadi subjek penelitian sebanyak 30 individu terdiri dari 20 insan siswa suami-laki dan 10 manusia peserta pemudi.

3.

Luwes yang Diselidiki Adapun jenis variabel-laur penelitian nan menjadi fokus tindakan pada penelitian adalah: (1)

Fleksibel input, Yakni keterampilan proses dan kesigapan menulis pesuluh sebelum dilakukan Penelitian Tindakan Kelas bawah.

(2) Variabel proses, Adalah tindakan guru privat merancang dan ikutikutan penataran tematik dengan memperalat alat angkut lingkungan sekolah, tersurat di dalamnya upaya-upaya pimpinan hawa dalam memfasilitasi peningkatan kelincahan proses dan keterampilan batik petatar. (3)

Plastis output, Yaitu pertambahan kemampuan guru internal merencanakan dan mengelola proses penerimaan tematik dengan memperalat kendaraan lingkungan sekolah, serta eskalasi keterampilan proses dan kesigapan menulis siswa setelah menirukan siklus penerimaan tematik.

4.

Rajah Tindakan Sebagai halnya telah disebutkan pada bagian metode penelitian, bahwa Penelitian Tindakan Inferior

ini merujuk maupun diadaptasi dari model Kemmis & MC Tanggart dengan pola publik sebagai berikut:

Gambar 1: Galur Dasar Penelitian Tindakan Alur siklus sebagai halnya tergambar internal gambar 1 gambar Pengkajian Tindakan Papan bawah, dijelaskan sebagai berikut: 1)

Rencana Umum a.

Menetapkan pengkaji mitra (observer) yaitu master papan bawah V SD Kewedanan 01 Konstruksi ketapamg. Membangun kesepahaman antara pemeriksa dengan observer tentang konsep dan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas, tema yang diangkat dalam proses pembelajaran, serta penentuan hari pelaksanaan kegiatan Penelitian Tindakan Kelas.

b.

Mengkaji kurikulum 2006 (KTSP) yang gandeng dengan pembelajaran tematik, penelaahan Bahasa Indonesia, dan pembelajaran IPA di kelas II semester 2.

2)

Pelaksanaan Tindakan Penelitian dipusatkan puas pelaksaan serangkaian pengajian pengkajian yang dipilah ke dalam beberapa siklus tindakan. Lega setiap siklus tindakan diobservasi, dievaluasi dan direfleksi data-data atau temuan yang berhubumgan dengan manifestasi guru dalam menggunakan pembelajaran tematis dengan kendaraan lingkungan sekolah, dan manifestasi pesuluh yang membentangi: a. Keterampilan mencacat b. Keterampilan melaporkan hasil observasi c. Kegesitan batik kalimat d. Kecekatan menulis paragraf

I.

TEKNIK Pengurukan DATA Jenis data yang akan dianalisis adalah data yang dikumpulkan baik bilamana pra-tindakan,

sejauh tindakan, maupun selepas tindakan pembelajaran dilaksanakan. Data tersebut yaitu: Tabel 1 Tipe dan Metode Pengumpulan Data NO

Spesies DATA

1.

Perencanaan pembelajaran tematik

2.

Proses penataran tematik.

METODE

Peranti

Observasi

Lembar pengamatan

a. Aktivitas atau penampakan guru b. Aktivitas atau kinerja siswa 3.

Kenaikan keterampilan proses pelajar.

Observasi

Lawe pengamatan

4.

Kenaikan ketangkasan menulis peserta.

Observasi

Lembar pengamatan

J.

TEKNIK PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA Pengolahan dan analisis data yang dipergunakan intern penelitian ini ialah analisis

deskriptif kualitatif dengan bentuk kajian sebagai berikut: 1. Seleksi data, pengelompokkan dan penggarapan data, dan parafrase data 2. Evaluasi dan refleksi terhadap hasil interpretasi data 3. Tindak lanjut atau rekomendasi. Tulang beragangan perebusan dan amatan data tersebut di atas akan diberlakukan pada setiap siklus tindakan sampai penelitian dianggap selesai. Partikular berkenaan dengan kajian data hasil eksplorasi meliputi: 1.

Analisis, refleksi, dan tindak lanjut terhadap data hasil orientasi dan identifikasi ki kesulitan

2.

Kajian, refleksi, dan tindak lanjur terhadap data perencanaan tindakan riset

3.

Analisis, refleksi, dan tindak lanjut terhadap data hasil pelaksanaan tindakan penelitian

4.

Pembahasan terhadap hasil dan temuan penelitian tindakan

5.

Inferensi dan rekomendasi

K. PUSTAKA RUJUKAN 1.

Al Muchtar, S. (1995). Arah eskalasi mutu pendidikan IPS di sekolah dasar (Kertas kerja). Bandung: Makmal PIPS SD FPIPS IKIP Bandung.

2.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (2006). Kurikulum Tingkat Asongan Pendidikan : Sekolah Dasar. Jakarta.

3.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1996). Pembelajaran terpadu PGSD & S-2 Pendidikan Bawah. Jakarta Depdikbud Republik Indonesia.

4.

Fogarty, R. (1991). The mindful school: How to integrated the curricula palatine, Illinois: IRI / Skylight Publishing Inc.

5.

Hadisubroto, N. & Herawati, I.S, (2004). Pembelajaran terpadu. Jakarta: Universitas Terbuka.

6.

Jahiru, K. (1994). Buku pedoman suhu pengajaran IPS SD. Jakarta: Depdikbud

7.

Joni, R. (1996). Penataran terpadu, Makalah Bahan bakal Program Pelatihan Guru Pamong, BP3GSD Ditjen Dikti.

8.

Natawijaya, RR. & Moesa, A.M.(1992). Ilmu jiwa pendidikan. Jakarta. Depdikbud Republik Indonesia.

9.

Ningrum, E. (2002). Materi dan pembelajaran IPS SD (Modul 9). Jakarta Muslihat Penerbitan Institut Terbuka.

10. Sanusi, A., (1998). Pendidikan alternatif menyentuh azas dasar persoalan pendidikan dan pemasyarakatan. Bandung PT Grafindo Media Pratama. 11. Winataputra, U.S, (2002). Materi dan pembelajaran IPS SD. (Edisi kesatu) Jakarta: Pusat Penerbitan Institut Terbuka

Source: https://idoc.pub/documents/ptk-tematik-sd-kelas-2-14308q0yv94j

Posted by: skycrepers.com