Contoh Penerapan Model Pembelajaran Terpadu Bab Ipa Kelas 4 Sd

CONTOH PTK IPA KELAS IV SD DENGAN Komplet KOOPERATIF-Tujuan terbit penelitian ini adalah cak bagi meningkatkan hasil belajar IPA kelas 4 dengan model pembelajaran kooperatif tipe Picture and Picture di SD Negeri ……… Kecamatan ……… Kabupaten ……… semester I waktu kursus 2013/2014.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA meningkat setelah penerapan cermin pembelajaran kooperatif diversifikasi Picture and Picture. Eskalasi dapat tertentang dari nilai rata-rata kelas dan yang karuan yaitu jumlah siswa nan memperoleh nilai di atas KKM yaitu 70 alias dapat di lihat berbunga penunjuk ketuntasan yakni sebesar 80%.  PTK ipa sd kelas 4 pdf Skor rata-rata hasil belajar yang diperoleh petatar internal kondisi awal yaitu sebesar 62, pada siklus I meningkat sebesar 5,27 menjadi 67,27 dan siklus II lebih meningkat lagi adalah sebesar 10,06 menjadi 77,33. Jumlah siswa nan belum tuntas menurun, dan yang sudah tuntas meningkat. Sreg kondisi awal ketuntasan hasil berlatih IPA hanya 20,87%, plong siklus I menaiki menjadi 66,13%, dan pada siklus II naik lagi menjadi 86,64%..

Siaran penekanan tindakan papan bawah ini membahas IPA SD yang diberi tajuk
“PENERAPAN Sempurna PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE Bagi MENINGKATKAN HASIL Sparing IPA PADA SISWA Inferior 4 SD NEGERI … KECAMATAN … KABUPATEN …”
. Disini akan di periksa lengkap.

PTK ini bersifat hanya

Bacaan

saja kami tidak kondusif

PLAGIAT
, Bagi Anda yang mendambakan FILE PTK IPA SD KELAS IV ideal dalam rang MS WORD SIAP DI EDIT berusul BAB 1 – BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan pesiaran PTK bisa

(SMS ke 0817-283-4988 dengan Format Pesan PTK  030 SD).

A. PTK IPA SD DENGAN MODEL Pendedahan PICTURE & PICTURE

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan pendirian mencari tahu akan halnya bendera secara sistematis, sehingga lain namun penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta, konsep, ataupun cara belaka tetapi juga merupakan suatu proses kreasi. Contoh ptk ipa sd lengkap Menurut Kurikulum 2006,menyatakan bahwa IPA diperlukan sehari-hari bakal menyempurnakan kebutuhan hamba allah melalui pemecahan ki kesulitan yang bisa di identifikasikan.Penerapan IPA teradat dilakukan secara bijaksana agar bukan berdampak buruk terhadap lingkungan.

Mengingat pentingnya pembelajaran IPA, maka semua siswa moga dapat menguasai les IPA dengan baik. Seumpama seorang guru harus bisa menguasai kemampuan, kecekatan intern melayani materi tutorial IPA dan membutuhkan ide¬ide subur dalam penyampaikan materi kepada siswa sehingga dapat mengembangkan siswa secara global dan utuh karena internal kegiatan IPA melibatkan semua aspek yaitu: emosional, intelektual dan psikomotor sehingga boleh mencapai kemampuan siswa didik yang menghampari : kognitif, afektif, dan psikomotor.

Kadang-kadang teori dan praktek dilapangan sering mengalami kesenjangan. Ini ditunjukkan dari hasil observasi katib di SDN …….. Kecamatan …….. menunjukkan masih banyak ditemukan pelaksanaan pendedahan IPA menggunakan metode syarah sehingga siswa menyengaja bahwa IPA bersifat mahfuz. Kejadian ini mengakibatkan kemampuan petatar baik psikologis, afektif dan psikomotor lain berkembang. Akibatnya sasaran hasil belajar murid belum dapat dicapai secara optimal.

Berdasarkan observasi pesuluh kelas 4 SD Negeri …….. Kecamatan …….. Kabupaten …….. Siswa terbatas antusias intern mengikuti penelaahan IPA dan tingkat kreativitas dalam mengajuk penataran IPA masih minus. Hanya bilang pesuluh saja yang aktif dalam proses pembelajaran, sisanya pasif dan kurang memperhatikan pelajaran. Oleh karena itu teristiadat diadakan perbaikan pembelajaran IPA agar dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran IPA yang makin maksimal dan boleh mengaras umumnya di atas KKM.

Bersendikan uraian kerumahtanggaan satah bokong, bisa dijelaskan bahwa melalui pemilahan metode pembelajaran dan eksploitasi bahan ajar yang tepat dapat meningkatan hasil membiasakan peserta terutama yang mengalami kesulitan belajar. Oleh karena itu akan dilakukan pendalaman akan halnya Penerapan model pembelajaran Picture and Picture lakukan meningkatkan hasil sparing IPA plong siswa kelas 4 SD Negeri …….. Kecamatan …….. Kabupaten …….. semester I Tahun Pelajaran 2013/2014.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan rataan birit komplikasi, penulis mengidentifikasi permasalahan sebagai berikut: 1) Hasil berlatih Aji-aji Pengetahuan Alam (IPA) peserta kelas 4 masih banyak yang dibawah KKM, 2) Kreativitas suhu internal penyaringan model dan metode pendedahan yang masih abnormal, 3) Motivasi peserta nan minus n domestik pendedahan IPA, 4) Kemampuan siswa yang berlainan-beda privat menyerap materi yang diberikan.

Dampak yang akan terjadi apabila tidak diberikan tindak lanjut yakni peserta menjadi bosan dan cenderung tidak memperhatikan les, sehingga efektivitas belajar siswa juga cenderung rendah. Jika hal tersebut tidak taajul diatasi dikhawatirkan siswa tidak berminat mengikuti penerimaan IPA, sehingga efektivitas belajar peserta melandai yang berbuntut plong hasil belajar..

Berlandaskan permasalahan nan sudah lalu diuraikan, maka dilakukan penelitian dalam indra penglihatan les IPA di inferior 4 SD Daerah …….. Kecamatan …….. periode pelajaran 2013/2014, dengan penggunaan teoretis penataran Picture and Picture melalui metode diskusi untuk melihat dominasi yang signifikan terhadap hasil membiasakan IPA kelas 4 SD Negeri …….. Kecamatan ………

1.3 Rumusan Masalah

Bersendikan bidang bokong ki kesulitan sebagaimana mutakadim diuraikan, maka rumusan komplikasi dalam penelitian ini dinyatakan sebagai berikut.

Apakah pemanfaatan eksemplar pembelajaran picture and picture boleh meningkatkan hasil berlatih IPA petatar papan bawah 4 Sekolah Sumber akar Negeri …….. Kecamatan …….. pada semester 1 Tahun tutorial 2013/2014?

1.4 Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk : Meningkatkan hasil membiasakan IPA dengan penerapan model penerimaan picture and picture siswa kelas 4 Sekolah Bawah Negeri …….. Kecamatan …….. Semester 1 tahun ajaran 2013/2014. Abstrak ptk ipa sd kelas bawah 4

1.5 Manfaat Riset

1.5.1 Keefektifan bagi siswa

Diharapkan dengan penggunaan model pembelajaran picture and picture plong pendedahan IPA bisa meningkatkan hasil belajar dan minat belajar siswa. Selain itu, peserta menjadi lebih terpelajar dalam hal pemecahan ki kesulitan yang memerlukan pemikiran logis. Siswa juga mendapatkan kesempatan mengungkapkan gagasan dan pendapatnya serta terdidik lakukan bercakap di depan mahajana serta meningkatkan kepercayaan diri siswa.

1.5.2 Manfaat bikin guru

Melintasi penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model penataran picture and picture temperatur menjadi lebih terpaku dalam pencekokan pendoktrinan sehingga tidak saja menunggangi metode ceramah. Selain itu guru pula boleh menjadi lebih berkompeten dalam mendesain teoretis pembelajaran yang berkualitas dan menentramkan khususnya dalam penerapan model pembelajaran picture and picture internal pembelajaran IPA.

1.5.3 Manfaat bagi sekolah

Dengan adanya investigasi tindakan kelas bawah ini, komandan sekolah dapat memaklumi interaksi dan pertautan antara guru dan petatar kerumahtanggaan pembelajaran serta mengetahui keefektifan pembelajaran yang dilakukan makanya suhu. Hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai cermin bagi kepala sekolah privat melakukan supervisi kelebihan meningkatkan kualitas pendedahan dan mutu sekolah yang dipimpinnya.

B.Pola  Ideal PTK IPA SD PDF

BAB II
KAJ IAN Wacana

2.1. Teoretis Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture

Salah suatu abstrak penataran kooperatif nan menjadi bulan-bulanan Penelitian Tindakan Kelas adalah model Picture and Picture. Pembelajaran dengan menggunakan ideal ini merintik-rintik beratkan plong gambar sebagai kendaraan penghutanan satu konsep tertentu.

Menurut Eko Budiono, teoretis penerimaan picture and picture adalah suatu metode belajar yang memperalat susuk dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan mantiki. Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar umpama media dalam proses pendedahan. Gambar-gambar ini menjadi faktor terdahulu kerumahtanggaan proses pembelajaran.

Kelebihan dan Kelemahan Lengkap Penerimaan picture and picture menurut (Hamdani, 2010:89). Kepentingan: 1) Master lebih mengarifi kemampuan tiap-tiap siswa, 2)Melatih murid kerjakan berotak dan sistematis. Kelemahan: 1) Meratah banyak tahun, 2)Banyak siswa yang pasif. Download ptk ipa sd

Sementara itu menurut Istarani (Aprudin, 2012) keistimewaan dan kekurangan picture and picture yaitu:

Fungsi Model Pengajian pengkajian picture andpicture

1) Materi yang diajarkan makin terpatok karena puas awal pembelajaran guru menguraikan kompetensi nan harus dicapai dan materi secara singkat terlebih lampau.

2) Siswa lebih cepat menangkap materi bimbing karena guru menunjukkan gambar-buram tentang materi yang dipelajari.

3) Bisa meningkat taktik nalar atau daya pikir siswa karena pelajar disuruh suhu lakukan menganalisa gambar yang cak semau.

4) Dapat meningkatkan tanggung jawab petatar, sebab guru lamar alasan petatar mengurutkan rang.

5) Penelaahan kian berkesan, sebab pesuluh dapat mengaibkan l angsung gambar yang telah dipersiapkan maka dari itu guru

Kelemahan Komplet Pembelajaran picture andpicture

1) Jarang menemukan rang-gambar nan bagus dan berkulitas serta sesuai dengan materi latihan.

2) Sulit menemukan gambar-gambar yang sesuai dengan siasat nalar ataupun kompetensi siswa nan dimiliki.

3) Baik guru ataupun siswa abnormal terbiasa intern memperalat gambar sebagai bahan penting dalam membicarakan suatu materi pelajaran.

4) Bukan tersedianya dana khusus untuk menemukan ataupun mengadakan tulangtulangan-gambar yang diinginkan

Persiapan-ancang Pembelajaran dengan picture and picture (Hamdani, 2010:89) antara lain :

1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

2) Guru menyajikan materi seumpama pengantar.

3) Guru menunjukkan gambar-bentuk yang berkaitan dengan materi.

4) Guru menunjuk maupun menamai pesuluh secara bergantian lakukan meletuskan atau mengurutkan rencana-gambar menjadi urutan yang masuk akal.

5) Guru mempersunting alasan atau dasar pemikiran pujuk gambar tersebut.

6) Bermula alasan atau pujuk gambar tersebut, guru menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi nan cak hendak dicapai.

7) Guru bersama murid menyimpulkan materi yang sudah diajarkan.

2.1.1 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif  Macam Picture and Picture pada IPA dalam Proses Pendedahan

Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang dikemas bersandar prosedur yang tepat dan sesuai. Sebelum kegiatan dilaksanakan langkah awal ialah membuat perencanaan kasatmata Gambar Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara l engkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik bakal berpartisipasi aktif, serta mengasihkan ruang yang patut bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan anak cucu, minat, dan urut-urutan jasmani serta psikologis peserta didik. RPP disusun untuk setiap KD nan dapat dilaksanakan dalam suatu kali persuaan ataupun lebih. Temperatur mereka cipta penggalan RPP buat setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di eceran pendidikan, (BSNP No 41, 2007).

(1) Kegiatan Pendahuluan

Pendahuluan yaitu kegiatan semula internal suatu perjumpaan pembelajaran yang ditujukan untuk menggiatkan motivasi dan menekankan pikiran peserta didik untuk berpartisipasi aktif internal proses penerimaan (BSNP No 41, 2007). Contoh ptk ipa sd kelas bawah 4 pdf

(2) Kegiatan Inti

Sesuai BSNP No 14 Tahun 2007 bahwa kegiatan inti merupakan proses pendedahan untuk mencapai KD. Kegiatan penerimaan dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang nan layak untuk prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan jalan jasad serta serebral peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses penekanan, elaborasi, dan pemeriksaan ulang.

(3) KegiatanAkhir

Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau deduksi, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjur (BSNP No. 41, 2007).

Pelaksanaan pendedahan merupakan implementasi dari RRP Pelaksanaan pembelajarannya adalah sebagai berikut :

1) Kegiatan tadinya

a. Membeberkan pelajaran dengan salam

b. Melakukan absensi pelajar

c. Mengerjakan apersepsi dan motivasi

2) Kegiatan inti

(1) Penyelidikan

Dalam kegiatan investigasi, master:

a. Melibatkan siswa mencari keterangan yang luas tentang topik/tema materi IPA nan sedang dipelajari.

b. Menyampaikan materi penelaahan mata pelajararan IPA.

c. Mengikutsertakan murid secara aktif internal setiap kegiatan pembelajaran.

(2) Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

a. Memberi wahyu kepada siswa tentang kegiatan nan akan dilakukan (mengurutkan rangka-rencana).

b. Memberi kesempatan kepada siswa cak bagi mengurutkan gambar¬gambar nan tersedia menjadi cumbu yang masuk akal.

c. Menyoal kepada siswa tentang alasan penyusunan gambar¬gambar yang telah dilakukannya.

(3) Konfirmasi

Kerumahtanggaan kegiatan konfirmasi, hawa:

a. Membenarkan kognisi murid yang masih salah tentang materi yang mutakadim dipelajari.

b. Memberi penguatan tentang materi yang mutakadim dipelajari.

c. Bersama siswa mebuat konklusi adapun materi yang sudah dipelajari.

d. Bersama petatar membuat ringkasan materi nan sudah lalu dipelajari.

4) Kegiatan akhir

Kerumahtanggaan kegiatan akhir, guru:

a. Mengamalkan evaluasi penutup pertemuan.

b. Melakukan refleksi.

2.2. Hasil Sparing Ilmu Permakluman Kalimantang (IPA)

Keberhasilan pencekokan pendoktrinan boleh dilihat pecah segi hasil.  Anggapan dasar ialah proses pengajaran nan optimal memungkinkan hasil belajar nan optimal pula. Ada korelasi antara proses pengajaran dengan hasil nan dicapai. Makin besar aksi untuk menciptakan kondisi proses indoktrinasi, kian tinggi pula hasil atau komoditas dari indoktrinasi itu.

Menurut Purwanto (2008:38), hasil belajar merupakan proses intern diri individu nan berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam perilakunya. Sedangkan menurut Sudjana (2011:22), hasil berlatih adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah sira mengakui camar duka belajarnya. Setiap guru tentu mempunyai keinginan hendaknya dapat meningkatkan hasil belajar murid yang dibimbingnya. Karena itu temperatur harus memiliki afiliasi dengan siswa yang dapat terjadi melangkahi proses belajar mengajar. Setiap proses membiasakan mengajar keberhasilannya diukur terbit seberapa jauh hasil sparing yang dicapai pelajar. PTK ipa sd kelas 4 pdf

Berdasarkan jabaran tentang hasil berlatih dapat disimpulkan hasil belajar merupakan hasil penutup Dari proses kegiatan belajar pelajar Dari seluruh kegiatan siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas dan menerima satu pelajaran untuk mencecah kompetensi nan faktual aspek kognitif yang diungkapkan dengan menggunakan suatu gawai penilaian yaitu tes evaluasi dengan hasil yang dinyatakan dalam tulangtulangan nilai, aspek afektif yang menunjukkan sikap peserta dalam mengikuti pembelajaran, dan aspek psikomotorik nan menunjukkan kesigapan dan kemampuan bertindak petatar n domestik mengikuti penerimaan.

2.2.1 Penerapan Model Penerimaan Kooperatif Tipe Picture And Picture

Hasil belajar IPA kelas 4 SD Negeri ……. masih belum optimal. Hal ini disebabkan karena penataran IPA di inferior tersebut tekor berkualitas. Pembelajaran menggunakan metode kuliah. Selain itu pada rata-rata hawa mengajar dengan tak memperhatikan kemampuan berpikir siswa. Pembelajaran masih berpusat pada master (teacher center ). Guru mengajar dengan bersyarah dan mengharapkan pelajar sahaja mendengarkan, mengingat-ingat dan menghafalkan. Selain Berpunca faktor pendidik, faktor lain adalah sebagian osean pesuluh adv minim antusias menerimanya. Siswa makin berperangai pasif, tidak mau mengekspos ide-ide atau penyelesaian atas soal-pertanyaan latihan nan diberikan.

Dengan keadaan yang demikian guru harus merubah kebiasaan mengajar di kelas. Oleh karena itu pencatat berinisiatif menggunakan pembelajaran kooperatif tipe picture and picture melampaui metode diskusi. Diharapkan dengan model pembelajaran ini hasil sparing pesuluh akan meningkat.

Langkah-langkah penelaahan kooperatif spesies picture and picture melintasi metode urun rembuk adalah sebagai berikut:

a. Guru mengemukakan kompetensi yang kepingin dicapai.

b. Guru menyajikan materi sebagai pengantar.

c. Master menunjukkan gambar-rang yang berkaitan dengan materi.

d. Temperatur membagi siwa menjadi bilang kerubungan secara bermacam rupa (racik menurut manifestasi, varietas kelamin)

e. Guru memantau dan membimbing setiap kerubungan dalam berdiskusi.

f. Guru memanggil setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya kedepan papan bawah.

g. Guru bersama siswa menyimpulkan materi nan telah diajarkan

h. Temperatur membagi evaluasi.

Konseptual pendedahan kooperatif tipe picture and picture ialah model pembelajaran nan memotivasi siswa dalam belajar. Karena penggunaan gambar-rang dalam penguraian materi latihan khususnya IPA, murid lebih tertarik dan materi latihan akan mudah diserap oleh siswa.

Menerobos metode diskusi, secara refleks siswa dilibatkan dalam proses pembelajran. Siswa boleh belajar bertambah aktif dan belajar lakukan bekerjasama dengan teman-teman lainnya, karena internal pembelajaran ini, siswa didorong bakal bagaimana memecahkan sebuah masalah serempak dengan kelompoknya.

Model pembelajaran kooperatif jenis picture and picture melangkahi metode diskusi. Selain siswa aktif dalam kelompoknya di dalam proses pembelajaran, materi yang disampaikan guru menjadi lebih mudah dikabulkan maka dari itu siswa, karena pesuluh akan termotivasi dalam mengikuti tutorial dan belajar mandiri dalam mengerti materi pelajaran. Dengan sedemikian itu, akan perpengaruh puas pencapaian hasil belajar pesuluh yang meningkat.

Pada karenanya dapat diduga pemahaman IPA siswa inferior 4 meningkat, sebab guru mengajar dengan memperalat model pembelajaran kooperatif picture and picture melalui metode diskusi yang lebih menarik. Peneliti berpendapat bahwa kasih suasana bau kencur dengan arketipe pembelajaran kooperatif keberagaman picture and picture melalui metode urun rembuk dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mempelajari pelajaran IPA.

2.3 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

2.3.1 Konotasi Ilmu Takrif Alam”

Menurut H. W. Fowler kerumahtanggaan Trianto (2010:136), ” IPA adalah pengetahuan yang bersistem dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala duniawi dan didasarkan terutama atas pengamatan dan deduksi.” Adapun Wahyana dalam Trianto (2010:136) mengatakan bahwa ” IPA yakni satu kumpulan laporan tersusun secara sistematik, dan dalam penggunaannya secara publik sedikit pada gejala-gejala alam. Perkembangannya tidak hanya ditandai makanya adanya kumpulan fakta, sahaja maka itu adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah.”

Trianto (2010:136) menyadur bahwa ” IPA adalah suatu kumpulan teori yang sistematis, penerapannya secara umum abnormal puas gejala-gejala alam, lahir dan berkembang melalui metode ilmiah sebagai halnya observasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa kepingin adv pernah, membengang, jujur, dan sebagainya.”

2.3.2. Hakikat Ilmu Informasi Alam

Secara singularis keistimewaan dan pamrih IPA berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi intern Depdiknas yang dikutip Trianto (2010:138) yakni sebagai berikut: 1)Menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, 2)Berekspansi keterampilan, sikap dan nilai ilmiah, 3)Mempersiapkan pesuluh menjadi penghuni negara nan melek sains dan teknologi, 4)Mengendalikan konsep sains untuk bekal kehidupan di umum dan meneruskan pendidikan ke tahapan lebih tinggi.

Fungsi dan tujuan tersebut semoga semakin jelas bahwa hakikat IPA semata-mata tidaklah puas dimensi pengetahuan (saintifik), tetapi lebih Mulai sejak itu, IPA lebih menekankan pada dimensis poin ukhrawi, di mana dengan memperhatikan keteraturan di antarbangsa akan semakin meningkatkan keyakinan akan adanya sebuah kekuatan yang maha dahsyat yang tidak dapat dibantah lagi, merupakan Tuhan Nan Maha Esa. Contoh ptk ipa sd lengkap Dengan dimensi ini IPA hakihatnya mentautkan antara aspek l ogika-materiil dengan aspek jiwa-spiritual, yang darurat ini dianggap n kosong, karena suatu anggapan antara IPA dan agama yaitu dua sisi yang berbeda dan tidak mungkin dipersatukan satu setinggi lain dalam suatu bidang kajian. Padahal senyatanya terdapat benang biram ketertautan di antara keduanya.

IPA adalah ilmu pengetahuan alam yang mempelajari gejala-gelaja melangkaui serangkaian proses yang dikenal dengan proses ilmiah yang dibangun atas bawah sikap ilmiah dan alhasil terpuaskan sebagai barang ilmiah yang tersusun atas tiga komponen terpenting berupa konsep, prinsip, dan teori nan berlaku secara universal.

2.3.3. Hakikat Pembelajaran IPA

Penerimaan IPA secara individual sebagaimana tujuan pendidikan secara umum seperti mana tertera kerumahtanggaan taksonomi bloom bahwa: diharapkan bisa menerimakan mualamat (kognitif), yang merupakan tujuan utama Berpokok pembelajaran. Tipe keterangan yang dimaksud adalah pengetahuan dasar Dari prinsip dan konsep yang penting buat jiwa sehari-musim. Pemberitaan secara garis segara adapun fakta nan terserah di alam cak bagi memahami dan memperdalam lebih lanjut, dan melihat adanya manifesto serta keteraturannya. Di samping itu, pendedahan IPA diharapkan pula memberikan keterampilan (psikomotorik), kemampuan sikap ilmiah (afektif), pemahaman, kebiasaan dan apresiasi.(Prihanto Laksmi dalam Trianto, 2010:142)

Beralaskan jabaran tentang pembelajaran IPA, maka Trianto (2010:143) menampilkan tentang hakikat dan tujuan pembelajaran IPA diharapkan dapat memberikan antara enggak sebagai berikut:

a) Kesadaran akan keindahan dan keteraturan alam kerjakan meningkatkan keagamaan terhadap Halikuljabbar Yang Maha Esa.

b) Maklumat, yaitu pengetahuan tentang dasar Semenjak prindip dan konsep, fakta yang suka-suka di bendera. Susunan saling ketergantungan, dan perantaraan antara sains dan teknologi.

c) Keterampilan dan kemampuan untuk menangani peralatan, memecahkan kebobrokan dan melakukan observasi.

d) Sikap ilmiah, antara lain skeptis, peka, sensitif, obyektif, teruji terbuka, benar, dan dapat bekerja sama.

e) Rasam meluaskan kemampuan berpikir analisis induktif dan deduktif dengan memperalat konsep dan prinsip sains untuk menguraikan bermacam-macam hal alam.

f) Apresiatif terhadap sains dengan menikmati dan menyadari keindahan keteraturan perilaku alam serta penerapannya internal teknologi.

2.3.4. Pembelajaran IPA di Sekolah Bawah

Dalam kurikulum Tingkat Ketengan Pendidikan (KTSP) 2006 cak bagi SD/MI dijelaskan mengenai pembelajaran IPA, yaitu:

Ilmu Kabar Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alamsecara berstruktur, sehingga IPA tak cuma penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, ataupun kaidah-kaidah hanya namun pun ialah suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi pelajar didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan selanjutnya kerumahtanggaan menerapkannya di privat kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada karunia camar duka l angsung untuk berekspansi kompetensi agar menjelajahi dan memafhumi duaja seputar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan buat inkuiri dan berbuat sehingga dapat kondusif peserta didik buat memperoleh pemahaman nan lebih mendalam tentang bendera sekitar. BSNP (2007:13)

Proses belajar mengajar IPA makin ditekankan sreg pendekatan kegesitan proses, hingga siswa dapat menemukan fakta-fakta, membangun konsep-konsep, teori-teori dan sikap ilmiah siswa itu seorang nan akhirnya boleh berpengaruh positif terhadap kualitas proses pendidikan maupun produk pendidikan.

Pembelajaran IPA dilakukan untuk mengintensifkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan nyawa. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SD/Bihun menitikberatkan puas karunia pengalaman belajar secara bersama-sama menerobos penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.

2.3.5. Intensi Penelaahan IPA di Sekolah Dasar

Maksud mata tutorial IPA di SD dalam kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 yaitu:

1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Yang mahakuasa Yang Maha Esa berlandaskan keberadaan, keindahan, dan kemesraan alam ciptaanNya.

2. Mengembangkan pesiaran dan kognisi konsep-konsep IPA yang signifikan dan dapat diterapkan kerumahtanggaan semangat sehari-hari.

3. Meluaskan rasa ingin tahu, sikap konkret, dan kesadaran tentang adanya wasilah nan saling mempengarui antara IPA, l ingkungan, teknologi dan awam.

4. Melebarkan keterampilan proses kerjakan mengusut alam sekitar, memecahkan masalah, dan mewujudkan keputusan.

5. Meningkatkan kesadaran cak bagi dolan serta kerumahtanggaan memelihara, menjaga, dan mel estar i teko l ingkungan alam. Lengkap ptk ipa sd kelas 4 semester 2

6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan barang apa keteraturan andai salah satu ciptaan Tuhan.

7. Memperoleh untuk kenyataan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjudkan pendidikan ke SMP/MTs.

Beralaskan kurikulum tingkat ketengan pendidikan (KTSP) 2006, mata pelajar IPA lega asongan pendidikan SD/MI membentangi aspek-aspek laksana berikut:

1. Makhluk hidup dan proses kehidupan, ialah manusia, dabat, tanaman dan interaksinya dengan l ingkungan, serta kesehatan

2. Benda atau materi, sifat-rasam dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas

3. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, seronok, magnet, listrik, terang dan pesawat keteter

4. Dunia dan dunia semesta menghampari: kapling, manjapada, tata surya, dan benda¬benda langit l ainnya

Berdasarkan ruang l ingkup penataran IPA di tingkat SD/MI, maka materi tentang kenampakan permukaan bumi merupakan materi yang dijelaskan di kelas tiga pada semester dua dengan kriteria kompetensi yaitu memahami kenampakan meres dunia, panah dan pengaruhnya bagi basyar, serta hubungannya dengan pendirian manusia menernakkan dan melestarikan tunggul, dan kompetensi radiks yaitu mendeskripsikan kenampakan permukaan bumi di lingkungan sekitar.

2.4.Kerangka Pikiran

Berdasarkan meres belakang dan amatan referensi, maka dapat digambarkan bagan susuk berfikir sebagai berikut :

Susuk 2.1

2.5. Presumsi Pendalaman maupun Tindakan

Beralaskan limbung teori dan rajah berfikir diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut. Pendayagunaan sempurna pembelajaran kooperatif diversifikasi picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada pesuluh kelas bawah 4 SD Negeri ……. Kecamatan ……. Kabupaten ……. Semester 1 Masa Pelajaran 2013/2014.

C.CONTOH Acuan Pesiaran PROPOSAL PTK IPA SD WORD

Bab III
METODE PENELITIAN

3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Pengkhususan

Penekanan ini dilakukan di SD Negeri ……….. Kecamatan ……….. dengan upaya meningkatkan hasil berlatih siswa dengan menerapkan metode picture and picture melintasi metode diskusi, dimana SD tersebut terwalak di negeri penulis sehingga melincirkan katib buat mengerjakan penelitian. Subjek berasal studi tindakan kelas ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri ……….. Kec ……….. pada semester I perian pelajaran 2013/2014.

Karakteristik siswa papan bawah 4 SD Negeri ……….. Kec ……….. antara 10 tahun sampai 11 masa dengan jumlah 30 siswa. Kebanyakan guru di SD tersebut masih menggunakan pendedahan nan konvensi onal dimana pembelajaran berfokus pada guru. Sehingga siswa sering merasa jenuh selama proses pembelajaran dan kurangnya ki dorongan n domestik belajar khususnya ain pelajaran IPA.

Penelitian ini dilaksanakan sepanjang 2 bulan merupakan bulan Juli sampai bulan Agustus 2013. yaitu menyusun prosposal penelitian dan instrumennya. contoh ajuan ptk sd Pada bulan Juli awalpenelitian sudah start melaksanakan validitas instrumen merupakan soal dilanjutkan dengan melaksanakan investigasi tindakan kelas Siklus I. Pada rembulan Medio Agustus penyelidik melakukan tindakan kelas Siklus II. Sehabis itubulan Agustus penyelidik mulai membuat warta hasil eksplorasi.

TABEL 3.1

ALOKASI Masa

Luwes penyelidikan adalah suatu atribut atau adat atau biji semenjak orang, bulan-bulanan atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010:3). Privat pengkhususan ini, terletak dua variabel, yaitu plastis netral atau netral dan laur kasmaran atau dependen. Variabel tersebut merupakan laksana berikut:

a. Variabel nonblok (X)

Menurut Sugiyono (2010:61) plastis bebas yaitu elastis yang mempengaruhi alias yang menjadi sebab mulai sejak perubahannya atau timbulnya variabel dependen maupun terikat. Elastis bebas dalam penyelidikan adalah penerapan model pembelajaran picture and picture. Dalam pembelajaran ini konseptual pembelajaran kooperatif jenis picture and picture dibantu dengan metode diskusi.

b. Variabel tertarik (Y)

Menurut Sugiyono (2010: 61) laur terikat adalah variabel yang dipengaruhi alias yang menjadi akibat karena adanya variabel objektif. Variabel terpincut dalam penekanan ini adalah hasil belajar IPA siswa inferior 4 di SD Distrik ……….. Kecamatan …………Karena hasil belajar merupakan faktor penentu keberhasilan satu pembelajaran. Hasil berlatih internal penajaman ini dapat diartikan bak hasil poin sparing peserta setelah mendapatkan proses penataran di kelas sesuai dengan patokan kompetensi yang ditetapkan. Penulis menjumut SK dan KD sebagai berikut.

Beralaskan SK dan KD pada grafik 3.2, dapat dijabarkan kisi-kisi variabel x dan y sebagai berikut.

3.3 Prosedur Penelitian

Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan intern dua siklus tiap siklus terdiri bersumber 2 mungkin pertemuan dan tiap persuaan 70 menit. Konsep pokok penelitian tindakan menurut Kemmis dan Mc Taggart (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:137) terdapat catur tahap rencana tindakan, menutupi: perencanaan (planning ) , tindakan (acting ) dan pengamatan (observing), dan refleksi (reflecing). Alur n domestik penelitian ini sesuai dengan pendapat Kemmis dan Mc Taggart yang disajikan dalam bagan berikut ini . Prosedur penggalian secara garis besar digambarkan ada rangka di sumber akar ini :

Gambar 3.1

Bagan alur penelitian tindakan kelas (A r i kunto, 2010: 137)

3.3.1 Perencanaan (planning) merupakan kegiatan memformulasikan rancangan tindakan. Kegiatan ini dilakukan bakal awalan pelaksanaan penelitian. Perencanaan dilaksanakan oleh peneliti sebelum tahap pelaksanaan tindakan diterapkan. Kegiatan dalam tahap ini sebagaimana: penyusunan tulisan tangan pengajian pengkajian, pembuatan istrumen pengamatan dan pembuatan sarana/alat peraga.

3.3.2 Pelaksanaan tindakan (acting), ialah implementasi maupun penerapan isi rancangan. Hal yang perlu diingat pada tahap 2 ini ialah pelaksana tindakan harus loyal pada segala apa yang sudah dirumuskan dalam rancangan. Dalam pengkajian ini tindakan nan diterapkan adalah hipotetis pemebelajaran picture and picture melalui metode diskusi dan guru inferior 4 laksana pelaksana tindakan.

3.3.3 Observasi (observing ), merupakan kegiatan mencacat dampak atas tindakan yang dilakukan. Kegiatan observasi ini dilakukan pada saat tindakan diterapkan dalam kelas bawah, sehingga antara pelaksanaan tindakan dan pengamatan berlanjut dalam waktu nan sama. Penelitian tindakan ini dilakukan n domestik susuk kolaborasi. Jika guru kelas 4 telah berperan laksana penyelenggara tindakan maka nan berbuat pengamatan yaitu n antipoda sejahwat guru kelas 4. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara pengamatan terhadap segala apa nan terjadi momen tindakan berlangsung, temu ramah, kuesioner atau cara lain nan sesuai dengan data yang dibutuhkan.

3.3.4 Refleksi (reflecting), yaitu kegiatan evaluasi tentang persilihan yang terjadi alias hasil yang diperoleh atas data yang terhimpun ibarat bentuk dampak tindakan yang sudah lalu dirancang. Berdasarkan langkah ini akan dapat diketahui perubahan yang terjadi dan dilakukan telaah mengapa, bagaimana, dan sejauhmana tindakan nan ditetapkan mampu mengaras perubahan atau mengatasi keburukan secara signifikan. Teladan ptk ipa sd inferior 4 pdf Tahap ini dilaksanakan ketika penghasil mutakadim selesai melakukan tindakan, kemudian tatap muka dengan pengamat dan subjek penelitian (siswa¬peserta yang diajar) untuk sambil mempertanyakan implementasi bagan tindakan. Bertolak berpangkal Refleksi ini pula suatu pembaruan tindakan dalam rencana replanning boleh dilakukan. Jika penelitian tindakan dilakukan melintasi sejumlah siklus, maka dalam refleksi terakhir, peneliti menyampaikan rencana yang disarankan kepada pengkaji tak apabila sira menghentikan kegiatannya.

Rincian prosedur tindakan yang akan dilaksanakan terdiri atas 2 siklus dengan tiga kelihatannya perjumpaan tiap siklusnya,adalah seumpama berikut:

Siklus I

1. Perencanaan (Planning)

N domestik perencanaan siklus I ini , perekam menargetkan seluruh perencanaan tindakan yang akan dilakukan bikin meningkatkanhasil sparing IPA dengan memperalat model pembelajaran picture andpicture. Dengan langkah-ancang sebagai berikut: 1) Memformulasikan Gambar Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan identifikasi ki kesulitan yang meliputi:

a) Hasil belajar Mantra Deklarasi Alam (IPA) pelajar papan bawah 4 masih banyak yang dibawah KKM

b) Kreativitas temperatur n domestik pemilihan kamil dan metode pembelajaran yang masih rendah

c) Motivasi siswa yang invalid privat pembelajaran IPA

d) Kemampuan siswa nan berbeda-beda dalam menyerap materi yang diberikan

2) Mempersiapkan gambar-rang nan sesuai dengan materi pembelajaran.

3) Merencanakan menjatah kelompok-kerubungan siswa.

4) Menyiapkan lembar observasi guru dan pelajar dalam pembelajaran.

5) Menyiapkan lembar evaluasi.

2. Pelaksanaan (acting)

Pada tahap pelaksanaan siklus I ini akan dilakukan 2 kali perjumpaan nan terdiri semenjak 1 kelihatannya proses penataran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture dan 1 kali evaluasi. Setiap proses pengajian pengkajian terdiri berasal kegiatan awal, inti dan penutup yang dirangkum secara umum umpama berikut:

Pertemuan 1

a. Pendahuluan

1 ) Guru membuka pelajaran menghampari berdoa dan presensi

2) Apersepsi

3) Master mengemukakan rumusan komplikasi

4) Memformulasikan postulat

5) Guru mengemukakan harapan pembelajaran

b. Kegiatan inti

~ Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru bersama pelajar:

1 ) Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai rangka tubuh individu.

2) Hawa menjelaskan materi tentang lembaga fisik dan bagian-bagiannya.

3) Guru menyuruh siswa maju kedepan bakal memasangkan rancangan secara urut dan benar.

Elaborasi

Internal kegiatan elaborasi, guru:

1) Membagi siswa kedalam 6 kelompok (satu gerombolan 5 pesuluh).

2) Memberikan pengarahan kepada semua kelompok tentang tugas kelompok yang akan dilakukan.

3) Membagikan lembar kerja siswa kepada setiap kerubungan, masing-masing anggota kerumunan tukar bekerjasama mengatasi tugas yang diberikan.

4) Setiap anggota ganti bekerjasama berbuat fungsi dari bagian rangka khalayak.

5) Dua kelompok tercepat berbudaya ke depan kelas cak bagi mempresentasikan hasil diskusinya.

6) Kelompok lain menyimak dan menanggapi hasil kerja kelompok yang sedang presentasi.

Konfirmasi

Dalam kegiatan konf i rmasi, guru:

1). Suhu bertanya jawab tentang hal-peristiwa nan belum diketahui peserta.

2) Gurubersamasiswa berwawancara meluruskan kesalahanpemahaman, memberikanpenguatan dan penyimpulan.

c. Penutup

1) Guru menanggapi hasil penguraian siswa internal setiap kelompok.

2) Guru bersama peserta merangkum hasil pembelajaran.

3) Pengukuhan, yaitu pelajar didorong lakukan menginternalisasikan konsep, pengetahuan, dan ketrampilan yang baru saja diperoleh n domestik kegiatan sehari-waktu dan menyisipkan pesan moral mengenaisikap dan kerjasama. hipotetis ajuan ptk ipa

Pertemuan 2

a. Pendahuluan

1) Guru membuka tutorial meliputi berdoa dan presensi

2) Apersepsi

3) Hawa memunculkan rumusan masalah.

4) Merumukan hipotesis

5) Guru menyorongkan pamrih penataran

Eksplorasi

Intern kegiatan eksplorasi, hawa bersama petatar:

1) Guru bertanya jawab dengan siswa adapun rang yang ditunjukan.

2) Master menjelaskan materi tentang aneh-aneh diversifikasi provokasi pada tulang bokong dengan menunjukkan susuk-gambarnya.

~ E laborasi

Intern kegiatan elaborasi, suhu:

1) Membagi siswa kedalam 5 kerubungan (satu kelompok 5-6 siswa).

2) Menyerahkan santiaji kepada semua gerombolan mengenai tugas kelompok nan akan dilakukan.

3) Membagikan benang kerja siswa kepada setiap kelompok, per anggota kelompok saling bekerjasama menyelesaikan tugas yang diberikan.

4) Setiap anggota saling bekerjasama menanalisa dan mengerjakan beberapa gambar yang harus dibenarkan.

5) Dua kelompok tercepat beradab ke depan inferior kerjakan mempresentasikan hasil diskusinya.

6) Kelompok lain menyimak dan menanggapi hasil kerja gerombolan yang sedang presentasi.

7) Semua siswa mengamalkan soal-soal evaluasi nan sudah disiapkan guru.

~ Pembuktian

Kerumahtanggaan kegiatan konfirmasi, temperatur :

1) Master membahas jawaban yang mentah saja

2) Guru bersama siswa berwawancara melencangkan kesalahan pemahaman dan menerimakan penguatan.

3) Menerimakan mengadakan penilaian.

c. Penutup

1) Guru bersama pelajar meributkan hasil evaluasi.

2) Hawa mengakhiri penelaahan dengan berdoa.

3. Pengamatan (Observing)

Lega tahap ini, peneliti berbuat pengamatan terhadap:

a. Kegiatan guru intern melaksanakan pengajian pengkajian

b. Kegiatan siswa dalam kejadian ini pengamatan pendamping di r i siswa selama pembelajaran ber l angsung

c. Proses penelaahan dengan menunggangi model pembelajaran kooperatif macam picture and picture melalui metode urun rembuk.

d. Hasil belajar pelajar sehabis melakukan pembelajaran dengan transendental pembelajaran kooperatif tipe picture andpicture melampaui metode sawala.

4. Refleksi (Reflect ing )

a. Melakukan evaluasi proses pembelajaran siklus I, menganalisis kelemahan dan keberhasilan setelah menerapkan model penerimaan kooperatif keberagaman picture and picture melangkahi metode diskusi, kemudian mempertimbangkan langkah seterusnya.

b. Melakukan investigasi pelaksanaan pembelajaran nan dilaksanakan siklus I berhasil maupun tidak.

c. Membuat daftar persoalan nan terjadi lega siklus I

d. Merencanakan perencanaan tindak lanjut bagi siklus II.

e. Pada dasarnya segala kejadian yang didapat privat tahap Refleksi ini digunakan misal bahan perombakan dan pertimbangan akan halnya langkah yang akan diambil pada siklus berikutnya.

Siklus II

Pada siklus II pun kegiatan penelaahan akan dilakukan sejajar begitu juga plong siklus I belaka saja waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan alokasi waktu yang terhidang di SD ajang dilakukannya penelitian. Siklus II merupakan penyempurnaan berbunga kelemahan dan kesuntukan lega siklus I.

3.4 Teknik dan Instrumen Reklamasi Data

3.4.1 Teknik Reklamasi Data

Teknik penumpukan data yang digunakan kerumahtanggaan penelitian untukmengetahui tingkat pemahaman siswa papan bawah 4 kerumahtanggaan mata pelajaran IPA diSD Distrik ……….. Kecamatan ………..setelah dilaksanakan model pembelajaran kooperatif diversifikasi picture and picture melalui metode diskusi ialah:

3.4.1.1 Observasi

Privat menggunakan teknik observasi cara yang paling efektif adalahmelengkapi formulir pengamatan andai perangkat.Format yang disusun berisi item-item tentang peristiwa atau tingkah laris yangdigambarkan akan ter j adi, Arikunto (2010:272). Teknik ini digunakan untukmengetahui proses penataran yang diterapkan guru dalam kegiatan belajarmengajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture melalui metode diskusi serta aktivitas siswapada detik mengikuti pendedahan. PTK ipa sd kelas bawah 4 pdf Kegiatan observasi ini dilakukan pada saat tindakan diterapkan di dalam kelas bawah dan yang melakukan pengamatan ialah guru kelas. Pengamat hanya mesti memberi skor plong lembar isian pengamatan sesuai keadaan nan terjadi sreg momen penerapan tindakan di kelas.

3.4.1.2 Verifikasi

Teknik penimbunan data yang digunakan dalam investigasi ini ialah testimoni kemampuan petatar didik dalam menyelesaikan pertanyaan. Tes digunakan bakal mengetahui sejauh mana keberhasilan proses belajar mengajar yang dilakukan diakhir kegiatan puas tiap siklus dengan memberikan sejumlah soal pembenaran kepada subjek penajaman.

3.4.1.4 Dokumentasi

Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis surat– dokumen baik dokumen terdaftar, gambar alias elektronik. Peneliti memperalat metode ini untukmemperoleh data awal akan halnya nama siswa dan skor hasil ulangan IPA kelas bawah 4 SD Negeri ……….. Kecamatan ……….. Kabupaten …………

3.4.2 Alat Pengumpulan Data

Instrumen pengurukan data yang digunakan dalam penelitian untuk mengetahui tingkat kesadaran dan hasil belajar pelajar kelas 4 kerumahtanggaan alat penglihatan les IPA di SD Daerah ……….. Kecamatan ……….. selepas menunggangi model kooperatif tipe picture andpicture melalui metode diskusi yakni:

a) Lembar observasi

Observasi adalah pengamatan dan inventarisasi secara sistematik terhadap gejala yang terlihat pada sasaran penyelidikan. Data yang ingin diperoleh yakni bakal mengetahui penerapan penelaahan dengan model koopertif jenis picture and picture melalui metode diskusiserta perkembangan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan abstrak koopertif tipepic t ure and picture melalui metode diskusi. Maka dari itu, tali observasi dibedakan menjadi dua yaitu kenur observasi aktivitas guru dan aktivitas murid. Contoh ptk ipa sd paradigma Untuk lembar observasi aktivitas guru digunakan rentang skor 1-4 dengan 19 item. Angka maksimal dari kegiatan pengamatan penelaahan yang dirancang merupakan 76. Kriteria yang ditetapkan berdasarkan kredit tersebut dapat dikategorikan dalam tingkat ” kurang” jika skor hasil pengamatan <19, tingkat “ patut” sekiranya skor hasil pengamatan 19-36, tingkat “ baik” kalau skor hasil pengamatan 37-54, dan tingkat “ lampau baik” sekiranya skor hasil pengamatan 55-76.Adapun kisi-kisi lungsin observasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini

Grafik 3.4

Kisi- Terali Observasi Prestasi Guru

D.DOWNLOAD PTK IPA SD Untuk SYARAT KENAIKAN PANGKAT

DAFTAR PUSTAKA

Agus Suprijono. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarata: Pustaka Membiasakan.

Anita Lie. 2005. Cooperative Learning Mempraktikan Cooperative Learning di Ira-ruang Inferior, Jakarta: PT. Gramedia Wisiasrana Indonesia.

Arends. 1997. Pengajian pengkajian Kooperatif. Yogyakarta: Manjapada Leter

2011. Model-model Pembelajaran. Tersedia di http://rohadiwanasaba.vv. si/20 13/01 /metode-pembelajaran-think-pair-and¬hare-tps/.(7 Februari 2013)

Arif S. Sadiman, dkk. 2011. Media Pendidikan, Signifikasi, Peluasan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Paduka Grafindo Persada.

Hamzah, Amir. S. 1981. Sarana Audio- Visual untuk Pengajaran, Penyinaran dan Pengintaian. Jakarta : PT Gramedia. Halaman 27.

Hermawan Herry Asep,dkk. 2011. Ekspansi Kurikulum.Perserikatan Terbuka, Jakarta.

Ibrahim,dkk.(2010). Penataran Kooperatif. Surabaya: University Press. Syaodih Nana. 2010. Perencanaan Pengajaran. Rineka Cipta.

Isjoni.20 10. Pengajian pengkajian Kooperatif Mebingkatkan kepintaran Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jarolimek, J. dan Parker. W. C. 2010. Pembelajaran Kooperatif. Tersedia di http://id. wikipedia. org/wiki/Pembelajaran_kooperatif. (2 februari 2013).

Latuheru, Jonh D. 1988. Sarana Pembelajaran privat Proses Belajar Mengajar Masa sekarang. Jakarta: Depdikbud Dirjen pendidikan Tahapan Order Pengembangan lembaga pendidikan Tenaga Kependidikan.

Rudi Susiana dan Cepi Riyana. 2008. Media Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurtekpeend FIP UPI.

Rusman. 2012. Pola-model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Salvin, R. E. 2010. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.

Solihatin, Etin. 2009. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung.

2011. Statistika cak bagi Riset. Bandung: Alfabeta.

Sugiyanto.20 10. Lengkap-komplet pembelajaran kooperatif dan inovatif. Surakarta: Yuma Teks.

Trianto. 2011. Model-paradigma penataran inovatif memusat konstruktivitis. Jakarta:Kinerja Pustaka.

Winataputra, S, Udin,dkk. 2011. Restorasi Dalam Pembelajaran Di SD. Universitas Terbabang, Jakarta.

Yamin, Martinis, 2007. Politik Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta.

Cak dapat kasih telah berkunjung di
Musiyanto Blog
yang membahas  Acuan PTK IPA SD TERBARU- ini dapat kontributif Anda n domestik penyusunan laporan Riset Tindakan Inferior (PTK).

Takdirnya berkenan, harap bantuannya untuk memberi vote Google +

Rekomendasikan ini di Google

untuk jerambah ini dengan cara mengklik cembul G+ di sumber akar. Sekiranya akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Syukur atas bantuannya.

Source: https://jasapembuatanptkkurikulum2013.blogspot.com/2018/06/contoh-ptk-ipa-kelas-iv-sd-dengan-model.html

Posted by: skycrepers.com