Contoh Penerapan Model Pembelajaran Terpadu Dalam Pembelajaran Ipa Sd

Pembelajaran IPA terpadu menjadi salah suatu ciri khas penerapan kurikulum 2013 di SMP. Lega pelaksanaan kurikulum 2006 keterpaduan boleh diasosiasikan dengan sebuah kaca berisi bilang butiran kelici. Tiap butir diisikan secara terpisah, doang dimasukan dalam satu medan. Kerumahtanggaan kurikulum 2013 keterpaduan  itu teradat dimaknai teratur. Bagaimana  teknik mengintegrasikannya para guru terlazim memahami konsep di bawah ini.

Memadukan materi mata tutorial Biologi, Ilmu pisah, Fisika sehingga dengan keterpaduannya memungkinkan pesuluh secara individual ataupun kerumunan aktif mengekspolorasi, mengelaborasi, mengkonfirmasi, dan mengomunikasikan akhirnya  akan takhlik siwa aktif mencari tahu. Keterpaduan penting merajut keterkaitan antara berbagai aspek dan materi yang tertuang dalam Kompetensi Dasar IPA untuk  melahirkan satu atau beberapa tema pembelajaran. Penerimaan terpadu lagi dapat dikatakan pembelajaran yang memadukan materi dalam suatu tema atau tematik.

Untuk mendalami bertambah lanjut pembaca nan budiman, mengunduh materi pelatihan tentang IPA terpadau untuk SMP sebagai berikut:

  • Deskripsi Terpadu
  • PPT IPA Terpadu

PEMBELAJARAN IPA TERPADU

Pendekatan pembelajaran terpadu mata pelajaran Mantra Pemberitahuan Alam (IPA) kerap disebut dengan pendekatan interdisipliner. Model penelaahan terpadu lega hakikatnya ialah suatu hipotetis penerimaan yang memungkinkan peserta pelihara baik secara individual maupun gerombolan aktif berburu, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan autentik (Depdikbud, 1996:3).Pelecok suatu diantaranya ialah memadukan Kompetensi Sumber akar.Melewati penelaahan terpadu peserta didik bisa memperoleh pengalaman sambil, sehingga dapat membukit kurnia bagi menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan adapun hal-hal nan dipelajarinya.Dengan demikian, peserta bimbing terdidik untuk dapat menemukan koteng berjenis-jenis konsep nan dipelajari.

Makna terpadu internal penerimaan IPA adalah adanya keterkaitan antara berbagai aspek dan materi yang tertuang intern Kompetensi Bawah IPA sehingga melahirkan sat atau beberapa tema penelaahan. Penerimaan terpadu juga dapat dikatakan pendedahan yang memadukan materi beberapa ain cak bimbingan maupun kajian ilmu dalam satu tema. Keterpaduan dalam pembelajaran IPA dimaksudkan mudahmudahan penataran IPA makin bermakna, efektif, dan efisien.

Pada pendekatan pembelajaran terpadu mata tuntunan IPA, perangkat pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu kerumahtanggaan rumpun ilmu sosial. Pengembangan pembelajaran terpadu boleh mengambil suatu topik bersumber suatu cabang aji-aji tertentu, kemudian dilengkapi, dibahas, diperluas, dan diperdalam dengan cabang-cabang ilmu nan tidak. Tema dapat dikembangkan dari isu, peristiwa, dan permasalahan yang berkembang, contohnya banjir, pemukiman cemar, potensi pariwisata, IPTEK, mobilitas sosial, modernisasi yang dibahas pecah berbagai ragam ketaatan ilmu-ilmu sosial.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Menengah Pertama ( SMP) sreg kurikulum tahun 2013 terdapat beberapa perubahan diantara adalah konsep pembelajarannya dikembangkan sebagai alat penglihatan pelajaran
integrative science
maupun “IPATerpadu” enggak sebagai pendidikan disiplin aji-aji. Konsep keterpaduan ini ditunjukkan dalam Kompetensi Inti ( Gerbang) dan Kompetensi Dasar ( KD) pembelajaran IPA yakni di intern satu KD sudah lalu memadukan konsep-konsep IPA berusul bidang ilmu biologi, fisika, dan ilmu pengetahuan mayapada dan antariksa (IPBA).

Penerimaan IPA berorientasi puas kemampuan aplikatif, pengembangan kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap mileu sosial dan kalimantang. IPA juga ditujukan untuk pengenalan lingkungan biologi dan pan-ji-panji sekitarnya, serta prolog berbagai macam keunggulan area Nusantara.

Melalui pembelajaran IPA terpadu, peserta didik dapat memperoleh pengalaman spontan, sehingga dapat menambah keefektifan untuk mengakui, menyimpan, dan menerapkan konsep nan telah dipelajarinya. Dengan demikian, peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri beragam konsep yang dipelajari secara mondial (holistik), bermakna, autentik dan aktif.

Cara pengemasan pengalaman sparing yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan asam garam bagi para peserta didik. Pengalaman sparing nan lebih menunjukkan pengait anasir-unsur cermin akan menjadikan proses belajar lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian Aji-aji Pengetahuan Alam (IPA) nan relevan akan membentuk skema kognitif, sehingga anak asuh memperoleh kesempurnaan dan kebulatan informasi. Perolehan keutuhan sparing IPA, serta kebulatan rukyat mengenai nasib, mayapada nyata dan fenomena liwa hanya bisa direfleksikan melalui pengajian pengkajian terpadu.

  1. Model-model Penelaahan Terpadu

Ditinjau dari cara memadukan konsep, kegesitan, topik, dan unit sematisnya/ terpadunya, menurut seorang ahli yang bernama Robin Fogarty (1991) terdapat sepuluh cara atau model dalam merencanakan pembelajaran terpadu. Kesepuluh cara maupun paradigma tersebut adalah: (1)
fragmented, (2)
connected, (3)
nested, (4)
sequenced, (5)
shared, (6)
webbed, (7)
threaded, (8)
integrated, (9)
immersed, dan (10)
networked.
Secara singkat kesepuluh prinsip atau model tersebut boleh diuraikan sebagai berikut.

Tabel 1 Kelakuan Model Pendedahan Terpadu Segel Paradigma Deskripsi Fungsi Kelemahan
Terpisah (Fragmented)

Cermin ini berisikan mata les/ketaatan ilmu yang berlainan dan ubah terpisah Adanya kejelasan dan pandangan nan terpisah kerumahtanggaan suatu mata kursus Keterhubungan menjadi tidak jelas; kian sedikit transfer penerimaan
Keterkaitan/ Keterhubungan

(Connected)
Topik-topik privat satu mata tuntunan/kepatuhan aji-aji gandeng satu setimpal tak.Dalam model ini hubungan satu topik atau antar konsep, keterampilan, atau tugas diekspilisitkan Konsep–konsep utama tukar terhubung, mengarah puas pengulangan (review), rekonseptualisasi, dan asimilasi gagasan-gagasan dalam suatu disiplin Ketaatan-disiplin mantra tidak berkaitan; materi tutorial taat terfokus pada satu disiplin aji-aji
Berbentuk Sarang/ kompilasi (Nested)

Dalam abstrak ini dipadukan berbagai keterampilan pecah berbagai loyalitas ilmu, misalnya kecekatan-keterampilan sosial, berpikir, dan kontent (contents skill) dicapai di dalam satu ain pelajaran (subject area) Membagi perhatian sreg berbagai mata pelajaran yang berbeda internal waktu yang bersamaan, memperkaya dan memperluas pembelajaran Siswa bisa menjadi bimbang dan kehilangan sisi akan halnya konsep-konsep utama dari suatu kegiatan atau les
Intern satu rangkaian (Sequence)

Internal model ini topik-topik diurutkan dan pertepatan-persamaan yang terserah dalam mata cak bimbingan yang dipadukan diajarkan secara bersamaan, Memfasilitasi transfer pembelajaran melangkahi bilang mata cak bimbingan Membutuhkan kolaborasi yang terus menerus dan fleksibilitas yang tinggi karena guru-temperatur memilki kian sedikit otonomi untuk mengurutkan (mereka cipta) kurikulum
Terbagi (Shared)

Internal model ini dipadukan dua mata pelajaran/disiplin aji-aji dan dari mata pelajaran yang dipadukan itu memiliki bagian nan sebanding.Perencanaan tim dan atau pengajaran yang melibatkan dua disiplin difokuskan pada konsep, keterampilan, dan sikap-sikap (attitudes) yang sekelas Terdapat camar duka-pengalaman pendedahan bersama; dengan dua basyar master di dalam suatu skuat, akan lebih mudah untuk berkolaborasi Membutuhkan masa, fleksibilitas, komitmen, dan kompromi
Ambai laba-laba (Webbed)

Konseptual ini memadukan sejumlah mata pelajaran. Pembelajaran dikat dengan tema sehingga dikenal dengan Penerimaan tematis, karena menggunakan suatu tema sebagai dasar penerimaan dalam berbagai ketaatan mata pelajaran Boleh memotivasi petatar-pesuluh: membantu murid-siswa lakukan melihat keterhubungan antar gagasan Tema yang digunakan harus dipilih baik-baik secara diskriminatif moga menjadi bermanfaat, juga relevan dengan kontent

Intern satu alur (Threaded)

Acuan pembelajaran terpadu yang mementingkan pada penguasaan keterampilan.Keterampilan-keterampilan sosial, berpikir, berbagai tipe kecerdasan, dan keterampilan berlatih ‘direntangkan’ melalui berbagai disiplin ilmu/mata tutorial Siswa-murid mempelajari cara mereka sparing; memfasilitas transfer pembelajaran lebih lanjut Disiplin-disiplin ilmu yang bersangkutan tetap terpisah satu sama lain
Terpadu (Integrated)

Acuan pembelajaran terpadu yang memadukan berbagai mapel/disiplin ilmu, tetapi cak semau penetapan prerogatif bakal menemukan konsep, keterampilan, sikap yang sama terbit berbagai kesetiaan hobatan yangsaling bertumpukan n domestik bineka disiplin mantra Mendorong murid-peserta kerjakan melihat keterkaitan dan kesalingterhubungan di antara kepatuhan-disiplin guna-guna; murid-murid termotivasi dengan melihat bermacam-macam keterkaitan tersebut Membutuhkan skuat antardepartemen yang memiliki perencanaan dan waktu indoktrinasi yang selaras
Immersed Internal model ini suhu mendukung murid didik untuk memadukan segala yang dipelajari dengan cara memandang seluruh pengajaran menerobos perspektif parasan nan disukai (kawasan of interest) Keterpaduan berlanjut di internal peserta itu koteng Dapat mempersempit fokus pelajar tersebut
jejaring(Networked) Konseptual ini membelaarkan murid bimbing bikin mengerjakan proses pemaduan topik yang dipelajari melalui seleksi jejaring pakar dan sumur daya. Berkepribadian proaktif; pelajar didik terstimulasi oleh informasi, keterampilan, atau konsep-konsep plonco Bisa bercanggah manah peserta pelihara., upaya-upaya menjadi tidak efektif. Kalau peserta didik lain memiliki kemampuan mengadakan penafsiran ulang terhadap pemahaman yang dimilikinya dan menerap-kannya secara tepat

( Indrawati, 2010)

Pada Kurikulum 2013, KD mata kursus IPA sudah memadukan konsep berpokok aspek fisika, biologi kimia dan IPBA, tetapi tidak semua aspek dipadukan karena pada suatu topik IPA tak semua aspek dapat dipadukan.

Dari beberapa eksemplar pembelajaran yang dikemukakan Fogarty (1991), terdapat beberapa model yang potensial untuk diterapkan dalam penelaahan IPA terpadu, yaitu

connected,
webbed,
shared, dan
integrated.

Catur model tersebut dipilih karena konsep-konsep dalam KD IPA punya karakteristik yang berlainan-cedera, sehingga memerlukan contoh nan sesuai agar mengasihkan hasil keterpaduan nan optimal.

Bagaimana pendirian menentukan abstrak keterpaduan untuk penyajian satu topic IPA?

Ada sejumlah konsep yang saling bertautan internal suatu KD. Hendaknya pembelajarannya menghasilkan kompetensi yang utuh, maka konsep-konsep tersebut harus dipertautkan (connected) dalam pembelajarannya. Pada model
connected
ini konsep pokok menjadi materi pembelajaran inti, sedangkan eksemplar maupun terapan konsep yang dikaitkan berfungsi untuk memperkaya.

Ada KD nan mengandung konsep ubah berkaitan saja tak beririsan. Untuk menghasilkan kompetensi yang utuh, konsep-konsep harus dikaitkan dengan suatu tema tertentu setakat menyerupai jala laba-laba. Abstrak semacam ini disebut
webbed. Karena sayang memerlukan tema pengait, maka eksemplar
webbed
lazim disebut sempurna tematik.

Ada sejumlah KD yang mengandung konsep ubah beririsan/taruh tindih, sehingga bila dibelajarkan secara terpisah-pisah menjadi tidak efisien. Konsep-konsep begini memerlukan penerimaan model
integrated
ataupun
shared. Puas contoh
integrated, materi penataran dikemas dari konsep-konsep dalam KD yang selengkapnya beririsan; sedangkan pada model
shared, konsep-konsep dalam KD nan dibelajarkan enggak sepenuhnya beririsan, tetapi dimulai mulai sejak putaran yang beririsan.

Catur model keterpaduan di atas dipilih karena konsep-konsep intern KD IPA memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga memerlukan model nan sesuai moga memberikan hasil yang optimal.

  1. Konsep Pembelajaran IPA Terpadu

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu adapun alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip namun tetapi juga adalah satu proses reka cipta. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa tuntun cak bagi mempelajari diri koteng dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam vitalitas sehari-perian. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman sekalian untuk mengembangkan kompetensi seharusnya mengarungi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan lakukan inkuiri dan berbuat sehingga boleh kondusif petatar didik bikin memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang liwa selingkung.

Secara umum Mantra Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs, membentangi bidang kajian energi dan perubahannya, bumi antariksa, turunan hidup dan proses kehidupan, dan materi dan sifatnya
yang sepatutnya ada sangat main-main dalam membantu peserta didik kerjakan memahami fenomena alam. Mantra Pemberitaan Alam merupakan pengetahuan ilmiah, yaitu pengetahuan nan sudah lalu mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah, dengan ciri: objektif, metodik, sistimatis, global, dan tentatif. Hobatan Pesiaran Alam merupakan ilmu nan resep bahasannya adalah liwa dan segala isinya.

Pendedahan terpadu dalam IPA boleh dikemas dengan Tema/Topik/Materi Ajar tentang suatu referensi nan dibahas berbunga berjenis-jenis sudut pandang atau kepatuhan alamiah yang mudah dipahami dan dikenal peserta didik. Dalam penelaahan IPA secara terpadu, suatu konsep dibahas bermula berbagai aspek bidang kajian intern parasan amatan IPA. Misalnya
konsep energi
di kelas VII dibahas dari kacamata sendang-sumur energi, energi dalam makanan, transformasi energi dalam kurungan, metabolisme sel, respirasi, sistem pencernaan kandungan dan respirasi. Dengan demikian melalui pembelajaran terpadu ini beberapa konsep yang relevan buat dijadikan topik/materi ajar lain perlu dibahas berulang kali dalam satah analisis nan farik, sehingga penggunaan waktu untuk pembahasannya kian efisien dan pencapaian harapan pembelajaran juga diharapkan akan bertambah efektif.

Didalam perancangan pendedahan terpadu terserah beberapa cara-mandu nan harus diperhatikan yaitu:

  1. Kekayaan materi yang akan diramu ke dalam pembelajaran terpadu diangkat dari konsep-konsep kunci yang terkandung intern aspek-aspek perkembangan terkait.
  2. Antar konsep taktik yang dimaksud mempunyai keterkaitan makna dan khasiat, yang apabila diramu ke dalam satu konteks tertentu (kejadian, isu, masalah, atau tema) masih punya makna pangkal, selain memiliki makna yang berkembang privat konteks nan dimaksud.
  3. Aktivitas berlatih yang hendak dirancang n domestik pendedahan terpadu mencaplok aspek kronologi momongan.

Tentang ciri-ciri pembelajaran terpadu menurut Hilda Karli dan Margaretha (2002:15) dalam mengemukakan sejumlah ciri pembelajaran terpadu, ialah sebagai berikut.

  1. Holistik, satu peristiwa yang menjadi pusat pikiran dalam pembelajaran terpadu dikaji berusul beberapa satah studi langsung bakal memafhumi satu fenomena dari segala apa sisi.
  2. Bermakna, keterkaitan antara konsep-konsep tidak akan menambah kebermaknaan konsep yang dipelajari dan diharapkan anak berpunya menerapkan akuisisi belajarnya cak bagi memecahkan masalah-masalah nyata di dalam kehidupannya.
  3. Aktif, pembelajaran terpadu dikembangkan melalui pendekatan diskoveri-inkuiri. Peserta didik terlibat secara aktif n domestik proses pembelajaran yang secara tidak langsung boleh memotivasi momongan bikin belajar.
  1. Pelaksanaan Penataran Terpadu

Pengajian pengkajian IPA terpadu mengikutsertakan tiga kegiatan utama merupakan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Di samping itu, pembelajaran IPA terpadu memberikan sejumlah implikasi terhadap suhu, siswa maupun objek ajar nan digunakan.

  1. Perencanaan

Kejayaan pelaksanaan pendedahan IPA terpadu akan lebih optimal kalau guru dalam merencanakan penerimaan tersebut mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta bimbing serta kemampuan sumberdaya pendukung lainnya. Kondisi dan potensi peserta jaga tersebut menghampari: minat, talenta, kebutuhan, dan kemampuan peserta didik. Sedangkan, yang dimaksud dengan kemampuan sumberdaya simpatisan menghampari: kemampuan guru, ketersediaan ki alat dan infrastruktur pembelajaran, serta kepedulian
stakeholders
sekolah.

Seperti mana yang telah diuraikan sebelumnya, cak semau empat model keterpaduan yang potensial diterapkan privat penataran IPA di SMP/MTs,
merupakan: sempurna keterpaduan secara
connected,
shared, webbed, dan
integrated.
Model keterpaduan manapun nan diterapkan oleh temperatur, semuanya berdasarkan pada keterkaitan antar bidang kajian IPA. Untuk pelaksanaan penataran IPA terpadu perlu dilakukan pemetaan konsep dalam satu KD terlebih lampau. Dengan model-lengkap keterpaduan di atas, harus diupayakan tidak satupun konsep yang pencapaiannya parsial tanpa mengaitkan atau memadukannya dengan konsep IPA lain nan relevan.

Contoh alur pemetaan konsep IPA dan penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Penataran) ditunjukkan puas rancangan di sumber akar ini.

Plong kurikulum tahun 2013 khususnya sreg KD IPA SMP, konsep-konsep IPA sudah dipadukan dalam satu KD.

Contoh:

  1. Memahami konsep pengukuran berbagai besaran yang terserah plong diri, khalayak umur, dan mileu tubuh seputar perumpamaan bagian berpunca observasi, serta pentingnyaperumusan satuan terstandar (jamak) dalam pengukuran
  2. Memahami karakteristik zat, serta pergantian fisika dan kimia pada zat nan dapat dimanfaatkan bagi kehidupan sehari-tahun
  3. Mengenal konsep energi, berbagai ragam sumber energi, energi berusul lambung, transformasi energi, respirasi, sistem pencernaan ki gua garba, dan respirasi

Sebelum merancang teladan keterpaduan guru harus mengidentifikasi dahulu seluruh konsep-konsep IPA yang ada privat suatu KD melewati kegiatan analisis Kriteria Kompetensi Jebolan (SKL), Bopeng dan KD. Konsep-konsep nan teridentifikasi lebih lanjut dipetakan maupun dikaitkan n domestik satu Tema atau Topik. Kegiatan berikutnya guru memilih konsep-konsep yang dapat dipadukan buat penyajian pendedahan suatu kali tatap muka.

Kegiatan pemetaan ini dilakukan kerjakan memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh, sehingga dapat menentukan model keterpaduan yang sesuai bagaimana konsep-konsep tersebut integral dalam pembelajaran. Sehingga memudahkan dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Penerimaan (RPP).

Kamil hasil identifikasi konsep yang dapat dipadukan beralaskan analisis SKL, Gapura dan KD nomor 3.5 sreg aspek pengetahuan dan keterampilan termuat pada tabel berikut.

Tabel 2. Konsep atau materi yang dapat dipadukan plong KD nomor 3.5 dengan topik Perubahan benda-benda disekitar kita

Aspek
Barometer Kompetensi Lulusan
Kompetensi Inti
Kompetensi Asal
Spektrum Materi
Pengeta-huan Memiliki pengetahuanFaktual, konseptual dan prosedural dalamIlmu mualamat, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan manusiawi, nasional, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan keadaan yang tampak mata Mengerti pengetahuan (kasatmata, teladan, dan prosedural) berlandaskan rasa ingin tahunya adapun ilmu siaran, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan peristiwa kelihatan mata 3.5 Memahami karakteristik zat, serta perubahan fisika dan kimia puas zat nan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-waktu Perubahan Wujud
Persilihan fisika :• melumer,

• menghilang,

• mengembun,

• menyublim,

• membeku,

• deposisi

Perubahan kimia/reaksi kimia :

Gejala-gejala pada reaksi kimia

Separasi campuran
: evaporasi, filtrasi, dekantasi, destilasi, kromatografi dan sublimasi

Keteram-pilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan ki berjebah dalam ranah abstrak dan nyata sebagai pengembangan bersumber yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam sepi maujud (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan hening khayali (menulis, mengaji, menghitung, batik, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 4.5 Mengerjakan pemisahan sintesis beralaskan sifat fisika dan kimia Berbuat percobaan• Transisi fisika• Perubahan ilmu pisah

• Pemisahan campuran

• Merancang alat buat meleraikan campuran

Mengobservasi, meninterpretasikan hasil percobaan, melaporkan hasil percobaan

Contoh keterpaduan konsep kerumahtanggaan satu KD pada KD nomor 3.5 dengan tema/topik pemersatu Perubahan benda-benda di sekitar kita dan komplet pemetaan konsep internal satu topik untuk satu boleh jadi berhadapan. ( terlampir)

Konsep-konsep IPA didalam suatu KD dapat dipadukan dalam bermacam-macam bentuk komplet keterpaduan sesuai dengan karakteristik konsep dan topik pemersatunya.

Beberapa keadaan yang perlu diperhatikan n domestik merumuskan gancu ataupun memilih topik plong penerimaan IPA terpadu adalah relevan dengan KD-KD yang dipadukan, memperhatikan isu-isu nan aktual dan menarik dan kontekstual, yaitu intim dengan asam garam pribadi peserta didik dan sesuai dengan keadaan lingkungan setempat.

Untuk perancangan RPP, selanjutnya hawa membuat indikator dan mereka cipta naskah pembelajaran nan ogok keterpaduan konsep.

  1. Pelaksanaan Penelaahan

Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan konsep
integrative science
dapat diterapkan tiba terbit kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, sampai kegiatan pengunci. Penataran IPA terpadu dapat dilaksanakan melalui acuan-kamil pembelajaran inovatif, misalnya acuan penerimaan inkuari, siklus belajar atau pemecahan masalah. Strateginya dapat menunggangi pembelajaran kooperatif atau pengajaran langsung. Pendekatan dapat menggunakan kegesitan proses, lingkungan atau STM, metode dapat menggunakan eksperimen, demonstrasi, orasi dan tidak-enggak. Langkah-langkah atau sintaksnya dimodifikasi sesuai transendental keterpaduan yang dipilih dan pendekatan
scientific.

  1. Penilaian

Dalam pembelajaran terpadu, guru harus melakukan penilaian baik privat proses penelaahan ataupun sebagai hasil proses pengajian pengkajian. Penilaian proses dapat dilakukan suhu secara langsung dengan menunggangi teknik observasi baik ketika peserta didik berkarya kerubungan, misalnya menyampaikan gagasan. Penilaian proses pun dapat dilakukan terhadap kinerja, baik kasatmata barang fisik yang dihasilkan anak dalam proses/setelah proses pembelajaran maupun penampakan mengerjakan sesuatu konkret keterampilan motorik. Sedangkan aspek sikap dapat dinilai plong waktu proses pembelajaran. Penilaian sikap dapat dilakukan berkaitan dengan berbagai objek sikap, misalnya sikap terhadap apa yang mutakadim dipelajari, sikap terhadap guru, dan sikap terhadap proses pendedahan. Puas kurikulum 2013 dianjurkan menerapkan penilaian autentik. Penilaian ini berlaku bagi semua pembelajaran, sehingga pada pengajian pengkajian IPA secara terpadupun penilaian tetap menerapkan penerimaan autentik.

  1. Kekuatan dan Keterbatasan Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran terpadu n kepunyaan kelebihan dibandingkan dengan pendekatan jamak, merupakan sebagai berikut.

  1. Camar duka dan kegiatan berlatih peserta didik akan selalu relevan dengan tingkat perkembangan momongan
  2. Seluruh kegiatan belajar lebih berfaedah cak bagi murid didik sehingga hasil belajar akan dapat bersikeras lebih lama.
  3. Penerimaan terpadu menumbuhkembangkan keterampilan berfikir dan sosial peserta jaga.
  4. Pembelajaran terpadu menghidangkan kegiatan nan berkepribadian realistis dengan permasalahan yang sering ditemui dalam nasib/lingkungan riil petatar didik
  5. Sekiranya pembelajaran terpadu diracang bersama, dapat meningkatkan kerja sama antar hawa bidang kajian terkait, guru dengan peserta ajar, petatar didik dengan peserta jaga, peserta pelihara/suhu dengan nara sumur; sehingga membiasakan lebih menyenangkan, membiasakan dalam situasi nyata, dan dalam konteks yang lebih bermakna

Di samping ada kelebihan di atas, penelaahan terpadu memiliki keterbatasan, terutama kerumahtanggaan pelaksanaannya, yaitu pada perancangan dan pelaksanaan evalusi yang lebih banyak menuntut guru untuk berbuat evaluasi proses, dan tak hanya evaluasi dampak pembelajaran sinkron doang. Puskur, Balitbang Diknas (tt:9) mengidentifikasi beberapa keterbatasan pembelajaran terpadu antara tak dapat ditinjau berpunca beberapa aspek, ialah misal berikut.

  1. Aspek Guru:

Suhu harus berwawasan luas, punya kreativitas tahapan, keterampilan metodologis yang handal, rasa beriktikad diri nan tinggi, dan nekat mengemas dan mengembangkan materi. Secara akademik, guru dituntut untuk terus menggali pemberitaan ilmu butir-butir yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca kancing agar pencaplokan bahan ajar tak terfokus pada bidang kajian tertentu doang. Tanpa kondisi ini, maka pembelajaran terpadu dalam IPA akan sulit terwujud.

  1. Aspek peserta pelihara

Penataran terpadu menuntut kemampuan membiasakan siswa jaga yang relatif “baik”, baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. Peristiwa ini terjadi karena model pembelajaran terpadu mengistimewakan lega kemampuan analitik (mengurai), kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan), kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). Bila kondisi ini bukan dimiliki, maka penerapan model penelaahan terpadu ini sangat sulit dilaksanakan.

  1. Aspek sarana dan sumber pembelajaran

Penelaahan terpadu memerlukan bahan bacaan ataupun sumber wara-wara nan pas banyak dan bervariasi, kelihatannya juga fasilitas internet. Semua ini akan menunjang, memperkaya, dan mempermudah pengembangan wawasan. Bila sarana ini tidak dipenuhi, maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat.


  1. Aspek kurikulum

Kurikulum harus fleksibel, berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman pesuluh pelihara (bukan pada pencapaian alamat penyampaian materi). Guru perlu diberi wewenang dalam meluaskan materi, metode, penilaian keberhasilan penerimaan pesuluh didik.


  1. Aspek penilaian

Pengajian pengkajian terpadu membutuhkan mandu penilaian yang menyeluruh (komprehensif), yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari bilang bidang kajian terkait nan dipadukan. N domestik kaitan ini, hawa selain dituntut untuk menyisihkan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif, juga dituntut lakukan berkoordinasi dengan guru enggak, bila materi latihan berusul dari guru nan farik.


  1. Suasana penelaahan

Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan keseleo satu bidang kajian dan ‘tenggelam’nya latar amatan enggak. Dengan pengenalan lain, pada momen mengajarkan sebuah TEMA, maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan mal susunan tersebut sesuai dengan kognisi, selera, dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri.

Dengan diberlakukannya Kurikulum untuk IPA SMP perian 2013 dimana plong setiap KDnya sudah memadukan materi aspek fisika, biologi, ilmu pisah dan IPBA maka diharapkan akan mempermudah pada suhu IPA SMP kerumahtanggaan melayani pembelajaran IPA dengan secara terpadu atau menerapkan
integrative science. Contoh yang ada pada
hand out
ini dapat dimodivikasi dan dikembangkan pula sesuai dengan kreatifitas Anda kerumahtanggaan merencanakan pembelajaran IPA, cuma teguh sesuai dengan konsep keterpaduan dalam pembelajaran.

Daftar pustaka

  • Fogarty, R. 1991.
    The Mindful School : How to Integrate the Curricula.
    Palatine, Illinois: IR/KIylight Publising, Inc.
  • Fogarty, R.
    Ten Ways to Integrate Curriculum,
    Educational Leadership volume 49 No. 2 Oktober 1991.
  • Indrawati, .2010. Model Pembelajaran IPA Terpadu cak bagi SMP. Bandung: PPPPTK IPA.
  • Kementerian Pendidikan Nasional.2010. Panduan Pengembangan Pembelajaran IPA Secara Terpadu., Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Medium Purwa
  • Kementerian Pendidikan Kewarganegaraan. 2013. Kompetensi Dasar SMP/MTs, Jakarta
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Waktu 2007 tentang
    Standar Proses Bagi Ketengan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  • Tho Lai Hoong & Hasnah. 2003. Science Form 2 Volume 1. Integrated Curriculum For Secondary Schools: Malaysia: Kum Vivar Printing Sdn Bhd.



Source: https://viramusa.wordpress.com/2015/08/06/model-pembelajaran-ipa-terpadu/

Posted by: skycrepers.com