Contoh Rpp Sd Model Pembelajaran Berbasis Masalah

2. Contoh RPP Pembelajaran Matematika SD Berbasis Masalah

Dalam pereka cipta RPP, kita tak terlepas bersumber ketentuan nan dicanangkan dalam standar proses. Buat memahami dengan jelas dan rinci mengenai onderdil- komponen RPP, Ia dapat mempelajarinya pada Permendiknas no 41 tahun 2007 adapun Kriteria Proses lakukan Satuan Pendidikan Dasar dan Madya maupun pada modul pelengkap BERMUTU dengan judul: ‘Penyusunan Silabus dan RPP’ hari 2009. Berikut ini akan disajikan contoh RPP pengajian pengkajian matematika SD dengan hipotetis PBL.

Rencana Pelaksanaan Pengajian pengkajian Dengan Model Penerimaan Berbasis Masalah

Sekolah

: SD PPPPTK Ilmu hitung

Kelas/Semester : IV/2 Mata Cak bimbingan : Matematika Besaran Pertemuan: 1 x pertemuan

1. Standar Kompetensi: 6. Menggunakan belahan kerumahtanggaan pemecahan problem 2. Kompetensi Asal: 6. 3 Menjumlahkan retakan

3. Indikator Pencapaian Kompetensi

a. Mengenal konsep pencacahan 2 pecahan berbeda penyebut. b. Menentukan hasil penjumlahan 2 bongkahan farik penyebut.

4. Tujuan Pembelajaran

a. Dengan diskusi kelompok pelajar boleh menemukan prinsip menjumlahkan bongkahan berbada penyebut.

b. Secara kelompok dan insan petatar dapat menentukan hasil enumerasi 2 rekahan berbeda penyebut. 5. Materi Bimbing: Penjumlahan pecahan berlainan penyebut.

Penerapan Pola PBL Pada Pendedahan Matematika SD

6. Materi Prasyarat:

a) Mengenal pecahan b) Mengenal istilah pembilang dan penyebut c) Mengenal pecahan senilai d) Menjumlahkan 2 bongkahan berpenyebut sama

7. Alokasi Hari: 2 jam cak bimbingan @ 35 menit

8. Media/Organ dan Sumber Berlatih

a. Lawai persoalan b. Peraga blok pecahan c. Lembar tugas d. Buku matematika bagi papan bawah IV

9. Model/Metode Penerimaan

a. Model Pembelajaran: PBL b. Metode pembelajaran: tanya jawab, diskusi, pengutusan, dan demontrasi

10. Persiapan-langkah Pengajian pengkajian a. Pendahuluan: Tahap 1: Orientasi peserta sreg situasi masalah.

1) Guru menyodorkan tujuan penelaahan dan pokok-resep materi yang akan dipelajari. 2) Apersepsi, yaitu melalui temu duga guru mengingatkan kembali tentang: pecahan dan lambangnya, istilah pembilang dan penyebut, retakan senilai, dan penghitungan 2 bongkahan selaras penyebut.

3) Memberikan motivasi, yaitu dengan mengasihkan permasalahan sreg murid model: “ Ibu punya 2 tusuk kue yang telah dipotong menjadi 3

dan 4 fragmen. Kue-kue ini akan ibu bagikan kepada 3 orang momongan dan masing-masing anak akan mendapatkan 2 racikan kue yang berlainan. Berapa bagian kue nan dituruti masing-masing momongan?.” Momongan diberi kesempatan berpikir dalam-dalam sejenak, kemudian guru menyampaikan pada pesuluh: “ikutilah penerimaan dengan baik maka kalian akan dapat menjawab permasalahan tersebut.”

b. Kegiatan Inti Tahap 2: Mengorganisasi siswa untuk membiasakan.

1) Pelajar bekerja dalam kerubungan kerdil beranggotakan 4 sampai 5

Penelaahan Berbasis Ki kesulitan Matematika di SD

pesuluh.

2) Siswa bekerja intern kelompok mengatasi permasalahan yang diajukan master (lembar permasalahan terlampir). Ada 3

permasalahan sepadan nan akan dibahas siswa privat kelas. Masing- masing gerombolan membincangkan 1 permasalahan dan dimungkinkan 1 persoalan dibahas 2 gerombolan.

Tahap 3: Membimbing studi khusus maupun kelompok.

1) Hawa memberi kesempatan luas kepada petatar untuk berfikir dan bertindak menurut pendirian saban dan master berperan sebagai fasilitator.

2) Guru berkeliling untuk memperhatikan, memotivasi dan memfasilitasi serta membantu siswa nan memerlukan.

Tahap 4: Meluaskan dan menyajikan hasil karya.

1) Pesuluh mempresentasikan hasil pekerjaan/penuntasan kelainan dan alasan atas jawaban permasalahan di depan kelas. Kerumunan yang lain

menanggapi alias mengkomunikasikan hasil kerja gerombolan yang mendapat tugas.

2) Temperatur memberi penstabilan terhadap jawaban siswa, yakni dengan mengacu sreg jawaban siswa dan menerobos pertanyaan jawab menggunjingkan penyelesaian

problem yang seharusnya. 3) Mengacu pada perampungan jawaban siswa, guru dan pelajar membuat

penegasan atau inferensi cara menjumlahkan 2 pecahan berpenyebut seimbang.

c. Akhir

Tahap 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses penceraian masalah.

1) Temperatur dan pelajar membuat penegasan alias kesimpulan cara menentukan hasil pencacahan 2 suratan berbeda penyebut .

2) Hawa mengadakan refleksi dengan menanyakan kepada siswa adapun: hal- hal nan dirasakan siswa, materi yang belum dipahami dengan baik,

kesan dan wanti-wanti selama mengikuti pembelajaran. 3) Murid mengamalkan tugas-tugas yang diberikan guru.

Penerapan Teoretis PBL Pada Pendedahan Matematika SD

11. Penilaian Hasil Membiasakan:

a. Penilaian proses dilakukan pada saat peserta berbuat diskusi dan presentasi, merupakan keterlibatan dan aktivitas pelajar dalam kelompok, kolaborasi siswa selama proses pembelajaran. Penilaian yang boleh digunakan adalah penilaian unjuk

kerja, afektif, atau sikap (contoh terlampir). Penilaian hasil didasarkan pada hasil kerja siswa seperti penyelesaian

b. permasalahan lembar kerja dan lembar tugas atau latihan.

Suplemen RPP 1. Utas Permasalah cak bagi Didiskusikan oleh Kelompok

a. Lawai Permasalahan 1

Source: https://text-id.123dok.com/document/rz3xve19z-contoh-rpp-pembelajaran-matematika-sd-berbasis-masalah-pembelajaran-berbasis-masalah-matematika-di-sd.html

Posted by: skycrepers.com