Contoh Soal Pembelajaran Matematika Sd Ut

(1)

UPAYA MENINGKATKAN Prestasi BELAJAR Pelajar Menerobos METODE
PERMAINAN PADA Indra penglihatan Pelajaran IPA

KELAS V SDN 1 SRITEJOKENCONO
TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Karya Tulis ini Digunakan Cak bagi Menepati Salah Satu Syarat Ain Lektur Teknik Menulis Karya Ilmiah

Maka itu
Tera : …

NIM : …

POKJAR KOTAGAJAH
UPBJJ Bom LAMPUNG

UNIVERSITAS TERBUKA
2011

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Upaya Meningkatkan Prestasi Berlatih Siswa Melalui Metode Permainan Puas Alat penglihatan Pelajaran IPA Kelas bawah V SDN 1 Sritejokencono Tahun Kursus 2011/2012

Mengetahui

(2)

Drs. Hi. SUKIRMAN, S.Pd.M.Pd. Hj. SAENAH ASTRIANI, M.Pd. NIP. 195302031981031002 NIP. 195312171975112002

Perkenalan awal PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah Yang Maha Esa, karena atas rahmatNyalah maka katib boleh menyusun karya ilmiah dengan judul : “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Menerobos Metode Permainan Pada Netra Pelajaran IPA Kelas V SDN 1 Sritejokencono Tahun Tutorial 2011/2012” ini dapat diselesaikan tepat lega waktunya. Penulisan karya ilmiah ini disusun umpama tugas mandiri puas mata khotbah Teknik Menulis Karya Ilmiah. Penulis mengucapkan terima karunia kepada pihak-pihak yang telah kontributif dan mendukung dalam penyelesaian proposal ini.

Akhirulkalam, penulis mencatat bahwa informasi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu katib sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi penulisan karya ilmiah nan lebih baik dan paradigma. Semoga permakluman ini dapat bermanfaat untuk semua pihak.

Kotagajah, 06 Oktober 2011 Penulis

RUDI IMAWAN
NIM 817101672

Maya

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI Belajar SISWA Melewati METODE PERMAINAN PADA Alat penglihatan PELAJARAN IPA

Papan bawah V SDN 1 SRITEJOKENCONO TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Maka itu :

NAMA : RUDI IMAWAN NIM : 817101672

(3)

Penerimaan IPA kiranya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah
(scientific inguriy)
bikin menumbuhkan kemampuan berfikir, bekerja, dan beraksi ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek utama kecakapan hidup. Oleh karena itu pengajian pengkajian IPA di SD menekankan plong kasih pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan kelincahan proses dan sikap ilmiah. Keterlibatan dan aktifitas yang besar internal pembelajaran diharapkan bisa meningkatkan hasil berlatih IPA yang diproleh siswa.

Metode penelaahan permainan n domestik pendidikan IPA di SDN 1 Sritejokencono dahulu tepat untuk diterapkan untuk meningkatkan hasil dan minat belajar peserta.

Sreg pendalaman menggunakan dua diagram pengambilan data, yakni data kualitatif dan kuantitatif nan kemudian dibandingkan total balasannya sebelum dan sesudah menggunakan metode permainan sreg pendedahan IPA di SD.

Hasil studi menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil dan minat belajar siswa dengan menggunkan metode permainan.

Kata Muslihat : Manifestasi belajar, metode permainan, mata pelajaran IPA

DAFTAR ISI

(4)

Daftar pustaka… 17

Pintu I
PENDAHULUAN

A. LATAR Belakang

Siswa SD pada umumnya menganggap mata pelajaran IPA merupakan riuk suatu rataan ilmu pengetahuan yang tergolong sulit dimengerti dan dipahami. Petatar kurang berminat untuk menirukan les IPA, akibatnya skor IPA petatar yang diperolehnya tidak mencapai optimal.

Ilmu Siaran Standard (IPA) merupakan pelajaran nan menegaskan pada belas kasih pengalaman spontan dan kegiatan praktik buat melebarkan kompetensi, sehingga IPA bukan saja penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta–fakta, konsep– konsep,dan kaidah-prinsip saja, sahaja juga merupakan proses penemuan. Pemahaman pengetahuan pan-ji-panji melalui kegiatan belajar mengajar di SD dapat dijadikan lingkaran Aji-aji Pengetahuan Alam pada pendidikan selanjutnya.

Pembelajaran IPA agar dilaksanakan secara inkuiri ilmiah
(scientific inguriy)
buat mengoptimalkan kemampuan berfikir, bekerja, dan berpose ilmiah serta mengkomunikasikannya andai aspek signifikan kecakapan spirit. Makanya karena itu pembelajaran IPA di SD menitikberatkan plong pemberian pengalaman belajar secara langsung melangkahi penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Keterlibatan dan aktifitas yang besar dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan hasil berlatih IPA yang diproleh siswa.

Oleh karena itu metode pembelajaran permainan dalam pendidikan IPA di SDN 1 Sritejokencono lalu tepat untuk diterapkan cak bagi meningkatkan hasil dan minat berlatih siswa.

B.
RUMUSAN MASALAH

(5)

1. Apakah penggunaan metode permainan dapat meningkatkan aktivitas membiasakan peserta pada penerimaan IPA ?

2. Apakah ada pertambahan terhadap hasil berlatih siswa privat penelaahan IPA kalau menggunakan metode permainan?

C. Maksud Pendalaman

Pamrih studi ini adalah:

1. Meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran IPA melalui metode permainan di kelas bawah V SDN 1 Sritejokencono.

2. Meningkatkan hasil berlatih siswa melalui metode permainan dalam pembelajaran IPA.

D. HIPOTESIS

Semenjak hasil penulisan karya ilmiah ini diharapkan dapat berarti Bakal siswa:

– Meningkatkan dan memperbaiki hasil belajar siswa. – Meningkatkan minat belajar pelajar dalam proses KBM. – Siswa kian garang dalam berlatih dan tidak membosankan. – Membantu meningkatkan prestasi belajar siswa.

– Kontributif siswa mengembangkan kelincahan mencatat nan baik. – Memberikan keterampilan bagi pelajar bikin mengejar pesiaran koteng. – Dapat melebarkan disiplin dan beban jawab.

Bagi guru:

Dapat mendukung membetulkan pendedahan siswa secara profesional, serta memungkinkan secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.

Kerjakan sekolah:

(6)

KAJIAN Wacana
A. Pengertian Belajar

Menurut Purwanto (1986:85) mengemukakan bahwa belajar ialah setiap perubahan relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari kursus atau asam garam. Menurut Hamalik (1982:82) belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau polah intern diri seseorang yang dinyatakan dalam cara dan bertingkah laku nan baru berkat pengalaman dan latihan.

Menurut Margon (1978) berlatih dapat diartikan perumpamaan hasil akhir dari latihan berupa persilihan tingkah laku yang relatif mantap dan merupakan pengunci berusul suatu periode waktu yang cukup lama. Berasal pendapat Purwanto dan Margon di atas tertumbuk pandangan adanya suatu persamaan yang mendasar bahwa belajar adalah proses pergantian.

B. Konotasi Hasil Membiasakan

Haward Kingsley (1970:75) menjatah tiga keberagaman hasil belajar yakni: 1) Keterampilan dan adat

2) Butir-butir dan kesigapan 3) Sikap dan cita-cita

Dalam rangkaian kegiatan berlatih yang punya ciri-ciri tertentu, Oemar Hamalik (1982:430) mengemukakan bahwa ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut

1. Proses belajar ialah mengalami, mengerjakan, mereaksi dan melampaui.

2. Proses membiasakan itu melalui bermacam-macam pengalaman dan mata pelajaran yang terpusat pada suatu harapan tertentu.

3. Asam garam belajar bersumber terbit kebutuhan dan tujuan yang mendorong senawat secara berkesinambungan.

4. Proses belajar dan hasil belajar dipengaruhi pembawaan dan lingkungan.

5. Proses belajar dan hasil sparing secara material dipengaruhi maka itu perbedaan-perbedaan individual.

6. Proses sparing berlanjut secara efektif apabila pengalaman-pengalaman dan hasil-hasil nan diinginkan disesuaikan dengan kematangan seumpama peserta jaga.

(7)

9. Hasil-hasil sparing secara fungsional bertali satu sama lain, tetapi dapat didiskusikan secara terpisah.

10. Hasil-hasil belajar adalah pola-transendental ragam, nilai, konotasi, sikap, penghormatan, abilitas dan kesigapan.

Hasil belajar adalah bukti berpangkal operasi yang dilakukan kerumahtanggaan kegiatan membiasakan dan merupakan kredit yang diperoleh pesuluh berusul proses sparing. Ketercapaian satu maksud pembelajaran riuk satunya dapat dilihat dari hasil sparing siswa yang diukur melalui tes.

Hasil membiasakan yakni suatu penanda yang bisa menentukan berdampak tidaknya seseorang intern belajar ( Surachman, 1989) dan menurut Sujana (1995) memunculkan bahwa hasil belajar yaitu kemampuan yang dimiliki pelajar setelah ia menerima pengalaman belajar. Hasil belajar merupakan tingkat kesuksesan yang telah dicapai oleh petatar kerumahtanggaan kurun waktu tertentu.Mulyono (1986) yang dikutip oleh Winkel (1999) mengemukakan bahwa :

Hasil Belajar adalah kemampuan yang diproleh momongan setelah melintasi kegiatan sparing, belajar itu sendiri yaitu suatu proses pecah sseorang yang berusaha untuk memperoleh bentuk perubahan perilaku nan relative mantap.

Berdasarkan pendapat Mulyono boleh disimpulkan bahwa hasil membiasakan ialah persilihan yang dialami seseorang sesudah mengikuti kegiatan berlatih.Bagi memaklumi sepanjang mana keberhasilan murid, diperlukan tes yang akan dinyatakan kerumahtanggaan susuk angka alias biji tertentu. Selain penerimaan bukan hanya dilihat berpokok hasil belajar peserta namun saja dapat dilihat mulai sejak perubahan yang terjadi pada siswa. Situasi ini tentu saja dipengaruhi maka itu proses penerimaan yang sedang berlangsung dan perpautan dialami sebelumnya.

C. Aktivitas Belajar

Aktivitas merupakan bagian yang sangat terdahulu n domestik proses berlatih mengajar. Sardiman (2001 : 93 ) memajukan bahwa : Pada prinsipnya belajar ialah berbuat, berbuat untuk memungkiri tingkah laku makara melakukan kegiatan tidak cak semau sparing kalau tidak ada aktivitas. Aktivitas siswa lain hanya layak mendengarkan dan mengingat-ingat seperti mana lazimnya terwalak di sekolah – sekolah tradisional. Dalam prosesbelajaran, guru terbiasa menggelorakan aktivitas siswa dalam berfikir dan mengamalkan. Slameto (1995 : 36) menyatakan :

(8)

siswa akan mengajukan pertanyaan, menyatakan pendapat, menimbulkan diskusi dengan guru.

Diedrich nan dikutip makanya Sardiman ( 2001:95 ) mewujudkan suatu daftar nan berisi macam – macam kegiatan pelajar, antara lain dapat digolongkan sebagai berikut :
(1) Visual activities,
(2) Oral Activities, (3) Listening avtivities, (4) Writing activities, (5) Drawing activities, (6)
Motor activities. Bila siswa menjadi partisipan yang aktif, maka siswa akan memiliki pemahaman yang makin baik. Pada kegiatan penerimaan, perhatian murid merupakan pemahaman yang menyertai aktivitas siswa. Hamalik (1994:74) berpendapat :

Kegiatan ataupun aktivitas siswa dalam penataran bermakna kerjakan peserta yaitu pelajar memperoleh camar duka langsung, merabuk kerja sama, disiplin sparing, kemampuan berfikir kritis, dan suasana pembelajaran di kelas mennjadi hidup dan dinamis.

Pesuluh dikatakan aktif berlatih sekiranya intern belajarnya berbuat sesuatu nan sesuai dengan tujuan belajarnya, memberikan tanggapan terhadap suatu peristiwa yang terdiri, dan mengalami atau turut merasakan sesuatu dalam proses belajarnya.untuk itu aktivitas pesuluh dalam penerimaan teradat diperhatikan. Sejumlah aktivitas pesuluh nan tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran dimana siswa tak terlibat n domestik kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran
(off task)
seperti (1) berkata yang tidak sesuai dengan pembelajaran, (2) enggak mendengarkan/ mengupas penjelasan suhu, (3) mengerjakan tugas lain. (4) mengganggu teman kerubungan, (5) mencari manah. (Hopkins, 1993 :105).

Menurut pendapat WS.Winkel (1983:48) menyatakan bahwa aktivitas sparing ata kegiatan belajar adalah : Segala lembaga kegiatan berlatih pesuluh nan menghasilkan suatu perubahan belajar yaitu hasil belajar yang dicapai.

Menurut Abdurrahman (2006:34) menyatakan bahwa aktivitas sparing adalah : Seluruh kegiatan petatar baik kegiatan jasmani maupun kegiatan rohani nan mendukung keberhasilan membiasakan.

Semakin banyak aktivitas yang dilakukan oleh petatar, diharapkan pelajar akan semakin memahami dan mengendalikan pelajaran yang disampaikan guru. Keseleo satu pembelajaran menunggangi alat peraga Seqip IPA adalah bakal meningkatkan aktivitas dan hasil belajar.

Pintu III

(9)

1.
Desain Eksplorasi

Eksplorasi ini merupakan penelitian karya ilmiah. Subjek investigasi adalah siswa kelas V pada SDN 1 Sritejokencono pada pendedahan dikelompokkan menjadi 5 kerumunan terdiri pecah 4 siswa perumpamaan anggotanya dengan jumlah siswa pada satu kelas terdiri bermula 20 peserta.
2. Setting Eksplorasi

Studi ini akan dilaksanakan pada semester gasal plong peserta papan bawah V di SDN 1 Sritejokencono tahun 2011/2012. Karakteristik yang diperhatikan merupakan sebagai berikut : 1) Hasil belajar relatif rendah

2) Aktivitas pelajar kurang

3. Langkah-Langkah Tindakan
A. Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan intern tahap perencanaan ini adalah a. Membuat naskah pembelajaran

b. Membuat rencana pendedahan

B. Pelaksanaan Tindakan

Kegiatan nan dilakukan pada tahap ini yakni mengelola proses sparing melalui metode permainan.

a. Observasi lembar kerja teknologi produksi masa lampau dan masa saat ini.

b. Melakukan pemantauan RPP bikin melihat bagaimana aktivitas petatar momen seluruh proses tindakan dilakukan.

(10)

C. Observasi

Dilaksanakan terhadap pelaksanaan tindakan berdasarkan lungsin observasi dan hasil sparing.
4. Instrumen

Dalam mengadakan pengamatan dan wawancara, digunakan bilang perlengkapan adalah: 1) Mengunakan lembar observasi buat mengamati aktifitas peserta, minat sparing siswa serta

temperatur dalam prose pembelajaran.

2) Menggunakan lembar tes formatif bagi mengukur tingkat pemahaman siswa. 3) Testimoni nan berfungsi sebagai penanda untuk melihat pencapaian harapan pembelajaran.

Diagram 1. Jenis data dan metode pengurukan data

No
Jenis Data
Metode

1 Aktivitas pesuluh sepanjang kegiatan pembelajaran Benang observasi 2 Aktivitas suhu sepanjang kegiatan pembelajaran Rayon observasi

3 Hasil belajar siswa Tes intiha

5. Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh kerumahtanggaan penelitian ini akan dianalisis dengan teknik kualitatif deskriptif dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Pengelompokan data pendahuluan 2. Pengelompokan data akhir

3. Interpretasi 4. Tindakan lanjut

Data Kuantitatif

Tabel 2. Data hasil belajar

(11)

Tes Semula
Tes Intiha
1

2 3

Laporan:

Poin = jumlah jawaban yang bersusila Peningkatan = nilai testimoni akhir – nilai tes awal

Data Kualitatif

Grafik 3. Data untuk melihat aktivitas siswa dalam proses pengajian pengkajian

No Segel Peserta

Aspek

Penilaian
Kuantitas

Nilai
Keterangan
1 2 3 4 5

1 2 3 Keterangan :

1. Aktif dalam urun pendapat 2. Mengeluarkan pendapat 3. Berkarya sama

4. Takhlik garitan 5. Bertanya

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
HASIL

Dari hasil pelaksanaan pendalaman ini notulis mendapatkan hasil misal berikut : Data Kuantitatif

(12)

No
Keunggulan Siswa
Nilai
Peningkatan

Verifikasi 1
Pembuktian 2

1 Adi Saputra 55 60 5

2 Ainun Markhamah 60 70 10

3 Anggik Hartian 65 70 5

4 Anggit Ardiyanto 65 70 5

5 Doni Anggara 55 60 5

6 Echya Munica 60 65 5

7 Kholifatul Musholla 60 70 10

8 Leni Nofita Sari 75 75 0

9 Leny Tiana 75 85 10

10 Mella Septiana 65 70 5

11 Mia Wahyu Pertiwi 60 65 5

12 Nanang Arbi P 60 65 5

13 Berpikir

Ardiansyah 75 80 5

14 Nur Usai P 65 75 10

15 Pixka Yuliyanti 60 70 10

16 Rahmat Adi 70 80 10

17 Riyan Yuda 70 80 10

18 Roni Prastiyo
65
70 5

19 Serly Masahul 60 65 5

20 Kuningan Yuniawati
60
65 5

Total 1.280 1.410 130

Tabel 5a. Data aktivitas peserta intern proses pengajian pengkajian sebelum menggunakan metode permainan

(13)

7 Kholifatul

Tabel 5b. Data aktivitas siswa n domestik proses penerimaan menggunakan metode permainan

(14)

17 Riyan Yuda  1 18 Roni Prastiyo   2 19 Serly Masahul   2 20 Perunggu Yuniawati   2

Kuantitas Poin
43

Pengetahuan :

1. Aktif dalam diskusi 2. Mengasingkan pendapat 3. Bekerja sama

4. Takhlik catatan 5. Bertanya

B.
Pembahasan

Dari hasil yang didapat dari data kuantitatif plong tabel 4 kelihatan bahwa kuantitas tes 1 (validasi sebelum mujur metode permainan) adalah 1.280. Sesudah mendapat metode permainan kemudian diberikan tes kembali, yakni pembuktian 2 berkat total biji 1.410 sehingga mengalami peningkatan sebesar 130. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya metode permainan dapat meningkatkan hasil prestasi anak tuntun.

Kemudian pada tabel 5a, merupakan bagi mengarifi data kualitif anak asuh, boleh dilihat bahwa total kredit sebelum mujur metode permainan sebesar 22. Setelah mendapat metode permainan nan boleh dilihat puas tabel 5b didapat 43 skor poin. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa metode permainan lega pelajaran IPA juga bisa meningkatkan kualitas belajar anak didik.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Dari hasil yang didapat serta kajian dari penulis yang dilaksanakan pada SDN 1 Sritejokencono Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah Musim Kursus 2011/2012 maka boleh ditarik kesimpulan bahwa pengusahaan metode permainan plong alat penglihatan pelajaran IPA Kelas V dapat meningkatkan prestasi serta kualitas belajar anak didik.

B. SARAN

(15)

1. Bagi Kiai/Ibu guru nan mengajar di SDN 1 Sritejokencono sepatutnya sekali lagi menunggangi metode dolan untuk dapat meningkatkan manifestasi dan kualitas berlatih anak asuh pada mata pelajaran IPA

2. Bagi turunan tua bangka wali murid biar enggak melarang putra-putrinya cak bagi bertindak, karena memang masa mereka masih ada di situ sepanjang permainan tersebut tidak berbahaya, aman buat anak asuh, dan selalu diawasi.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman dan Erlita. YP. 2006.
Meningkatkan Aktivitas dan Pendudukan Konsep Materi Pokok

Usaha dan Energi Menggunakan Tamsil dan Demonstrasi Dengan Pendekatan

Konstruktivisme. BL. FKIP Unila.

Hamalik, Oemar. 1982.
Ciri-Ciri Belajar. Jakarta: Depdikbud.

Hopkins, D. 1983.
A. Techers Guide tto Classroom Research.
Philadelphia: Open University Press. Kingsley, Haward. 1990.
Penuntun Membiasakan Yang Sukses. Jakarta: Nina Karya Jaya. Sardiman, A.M. 2001.
Interaksi dan Motivasi Sparing Mengajar.

Jakarta: Emir Grafindo Persada.

Sujatmiko,
Kurikulum Berbasis Kompetensi, Jakarta : Depdiknas, 2004 Cak regu SEQIP. 2003.
IPA Suhu Inferior V.

Depdiknas.

Source: https://123dok.com/document/zkeg148z-contoh-karya-ilmiah-karil-ut-care-contoh-karil.html

Posted by: skycrepers.com