Contoh Wawancara Dengan Siswa Sd Tentang Pembelajaran

Contoh Referensi Interviu dengan Guru Pewawancara: Sejak kapan Ibu mengajar BK di SMA Kewedanan 1 Purwokerto? Hawa: Saya mengajar BK sejak tahun 1986. Pewawancara: Menurut Ibu, bagaimana prinsip belajar yang efektif? Guru: Cara membiasakan jika persuasi nan telah dilakukan dan hasil nan diperoleh sebanding. Pewawancara: Bagaimana cara mengatak waktu nan baik antara belajar dan aktivitas lainnya? Guru: Dengan takhlik jadwal belajar yang baik. Pewawancara: Menurut Ibu, apakah murid – siswi SMA Negeri 1 Purwokerto sudah mencecah hasil yang maksimal dalam belajar? Hawa: Sebagian segara maksimal, belaka terserah juga yang belum maksimal. Rata – rata belum maksimal, masih perlu waktu untuk peluasan diri. Pewawancara : Apa upaya Ibu lakukan memotivasi siswa – siswi di SMA Negeri 1 Purwokerto? Guru: Upaya saya kian mangarah pada ketika pembagian jurusan. Agar dapat memasuki program jurusan sesuai potensi dan kedahagaan. Pewawancara: Sejauh mana upaya Ibu itu berhasil diterapkan? Guru: Memberi penyadaran dan penataran. Belajar bukan untuk kepentingan orang lain namun untuk diri sendiri. Pewawancara : Apakah ada peralihan dan kemajuan yang signifikan sejauh Ibu mengajar di SMA Negeri 1 Purwokerto? Guru: Anak – momongan makin berlambak dan mempunyai ki dorongan tangga serta bertambah berkembang dari segi pengembangan diri. Pewawancara: Apakah terserah hal – peristiwa yang berkesan selama Ibu berada di SMA Kewedanan 1 Purwokerto? Guru: Ada, anak nan kalau sekolah tidak bagi kepentingan diri koteng melainkan buat kepentingan orang lain. Pewawancara: Hambatan – obstruksi segala apa yang interelasi Ibu alami sejauh mengajar di SMA Negeri 1 Purwokerto? Hawa: Lain suka-suka hambatan nan berarti. Masih terjangkau dan bisa diatasi. Pewawancara: Apa pesan Ibu kerjakan siswa – siswi SMA Negeri 1 Purwokerto? Hawa: Tunak berekspansi prestasi akademik dan pribadi yang tanguh.

Wawancara 1 Di bawah ini merupakan ideal wawancara mengenai pentingnya menuntut limu dengan narasumber yang merupakan sendiri ilmuwan.

Pewawancara : Selamat pagi Professor Widodo, apakah saya boleh menanyakan waktunya sebentar lakukan mewawancarai Kiai ?

Narasumber : Selamat pagi, Adik mulai sejak mana ya ?

Pewawancara : Saya dari majalah pendidikan Gapura Aji-aji, ingin mewawancarai Bapak mengenai pentingnya memaui hobatan.

Narasumber : Oh, kalau begitu mari langsung saja dimulai wawancaranya!

Pewawancara : Kalau bisa, bisakah bapak menceritakan biografi pendek pendidikan Bapak ?

Narasumber : Saya kekeluargaan bersekolah di SDN 1 Tanjung Gading, kemudian saya melanjutkan SMPN 1 dan SMA 1 Suka Maju. Sehabis itu saya kuliah di Universitas Terang Benderang dan mengambil jurusan Ilmu Filsafat. Saya mendapatkan gelar professor saya di Universitas Indonesia.

Pewawancara : Sudah berapa lama Kiai menjabat gelar professor ini ?

Narasumber : Saya mendapatkan gelar professor saya dalam bidang filsafat momen saya berumur 45 tahun, makara kira – taksir telah 4 tahun.

Pewawancara : Apasih yang memotivasi Kiai bikin terus belajar di hari tua Bapak ?

Narasumber : Bagi saya ilmu adalah nafas, makara sekiranya saya tak belajar ataupun berhenti sparing saya akan sirep. Keadaan ini dikarenakan ilmu sangatlah terdepan bagi dipelajari tidak peduli berapapun spirit kita karena hobatan selalu berkembang dan jika kita berhenti belajar maka kita akan tertinggal.

Pewawancara : Jadi meskipun telah menjadi professor pun Buya masih belajar.

Narasumber : Tentu, hingga detik ini juga saya masih mempelajari ilmu – aji-aji yang telah saya dapatkan dan guna-guna – mantra yunior dengan cara berlatih koteng alias mengajar mahasiswa. Mengajar sekali lagi bisa dijadikan alat angkut untuk mengajar karena mengajar bukan belaka mentransfer hobatan hanya, melainkan beridiskusi dengan para mahasiswa tentang berbagai macam peristiwa.

Pewawancara : Menurut Bapak mengapa sih menuntut aji-aji itu penting ?

Narasumber : Ilmu yakni satu keadaan yang boleh menaikan derajat kita di ain Allah dan manusia. Dengan ilmu kita bisa menyunting diri kita sendiri dan masayarakat seputar kita. Tanpa ilmu, kita akan juga ke jaman primitive dan kita bukan bisa memberikan faedah kepada orang tidak karena sebaik – baiknya turunan yaitu orang yang bermanfaat bakal cucu adam tidak.

Pewawancara : Menurut Bapak sejak pron bila kita start menutut ilmu dan sampai kapan ?

Narasumber : Nabi Muhammad SAW bersabda tuntulah aji-aji mulai sejak lantunan hingga gua lahat. Beliau memerintahkan kita untuk terus menuntut ilmu sejauh hayat kita di menginjak dari mungil hingga kita tenang. Waktu nan minimal sepan lakukan belajar adalah momen kita berumur 4 sebatas 6 tahun karena masa – masa itu disebut dengan golden age dimana pencetus akan berkreasi dengan lalu optimal.

Pewawancara : Menurut Buya bagaimana dengan dunia pendidikan kita detik ini ?

Narasumber : Pendidikan kita ketika ini masih tertinggal dengan Negara – Negara maju, sebagaimana Amerika, Inggris, dan lain – lain. Hal ini dikarenakan pemrintahnya yang belum berkomitmen bikin mencadangkan pendidikan di area ini dan juga kurangnya dan tidak meratanya pendidikan di daerah ini.

Pewawancara : Lantas segala apa yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan kita ?

Narasumber :

Pemerintah harus menyatukan tujuan mereka cak hendak di bawa kemana mayapada pendidikan ini, dengan pendirian memberikan kurikulum yang bermoral – benar baik yang tidak terus menerus mengalami pergantian. Dan lagi pemerintah harus merevisi fasilitas dan meratakan pendidikan di area ini, jangan cuma berkonsentrasi di perkotaan saja, sahaja di seluruh daerah Indonesia.

Pewawancara : Saya tebak cukup sampai di sini Prof, Terimakasih atas waktunya.

Narasumber : Terimakasih kembali.

Advertisement

Dengar pendapat 2 Berikut ini adalah interviu dengan salah satu suhu SMA tentang penarikan kurikulum 2013.

Pewawancara : Selamat pagi Pak, apakah saya bisa mohon waktunya sececah kerjakan soal jawab ?

Narasumber : Selamat pagi, dengan senang hati, Silahkan!

Pewawancara : Kita telah mengetahui bahwa kurikulum 2013 telah ditarik kembali dan dikembalikan ke KTSP. Bagaimana pendapat Bapak laksana pengajar ?

Narasumber : Menurut pendapat saya langkah yang telah dilakukan oleh pemerinta ini sudah tepat.

Pewawancara : Apa alasan Bapak menyetujui langkah ini ?

Pewawancara : Selayaknya kurikulum 2013 yakni kurikulum yang bagus karena meananamkan nilai – nilai karakter ke privat diri siswa, namun kurikulum ini masih belum efektif jika ditetapkan waktu ini ini karena masih banyak permasalahan – permasalahan yang mengahalangi tercapainya tujuan kurikulum hijau tersebut.

Pewawancara : Persoalan – permasalahan seperti apa nan mengahalangi itu Pak ?

Narasumber : Banyak sekali, seperti mana ketiadaan buku – kiat penunjang, kurang siapnya bilang suhu dan sekolah karena kurang pemasyarakatan.

Pewawancara : Makara apakah selama ini Bapak belum mendapatkan sosialisasi dari pemerintah ?

Narasumber : Kami belum mendapatkan sosialisasi terbit pemerintah. Selama ini kami mempelajarinya dari membaca di internet dan dari seminar – seminar yang diadakan maka itu sekolah.

Pewawancara :

Lantas barang apa pendapat Bapak dengan dikembalikannya kurikulum ke KTSP ?

Narasumber : Pengembalian kurikulum ke KTSP membuat kami pada dan memuluskan kami pula untuk mengajar.

Pewawancara : Habis apa pamrih Bapak kepada pemerintah ?

Narasumber : Saya berharap pemerintah kembali mengoreksi kurikulum 2013 itu sehingga menjadi abstrak dan kemudian melukukan sosialisasi – pemasyarakatan di sekolah. Dengan begitu, kami semua bisa siap melaksanakannya.

Pewawancara : Terimakasih atas tahun yang sudah Bapak berikan, sepatutnya tujuan Bapak bisa didengar oleh pemerintah.

Narasumber : Terimakasih kembali.

Inisial : En Profesi : Temperatur SD Saya

: Selamat malam bu? Maaf mengganggu, saya ingin menginterviu Ibu terkait

mengenai manjapada pendidikan Ibu

: Iya bukan apa-apa.

Saya

: Bagaiman pandangan Ibu tentang pendidikan di indonesia saat ini?

Ibu

: Menurut saya pendidikan saat sudah patut bagus ya, karena mutakadim adanya media

internet yang mewujudkan anak asuh sudah mudah mengakses internet ketika diberikan tugas oleh guru, berbeda dengan di zaman saya kalau belajar mesti dari sentral atau berpunca koran. Saya

: Apakah ada hambatan pendidikan sekarang?

Ibu

: Obstruksi ya Ada.

Saya

: Sama dengan apa?

Ibu

: Seperti, takdirnya guru mau menjatah les tambahan kepada siswa harus sesuai dengan

kurikulum, karena alas kata bos jangan berlebih panjang. Saya

: Apa nan memotivasi Ibu sehingga Ibu terjun kerumahtanggaan marcapada pendidikan?

Ibu

: Saya rasa karena keturunan kembali ya, dulu ibu saya kembali master, mungkin kejadian ini yang

membuat saya memilih di bumi pendidikan, dan banyak kesan yang menarik ketika mengajar anak-momongan yang memiliki berbagai karakter.

Saya

: Bagaiman Ibu memotivasi peserta jika Ibu ketahui bahwa siswa tersebut sedikit

kehidupan dalam belajar? Ibu

: Saya menyerahkan lagu – lagu dalam bahasa inggris, gambar – buram, kira –

tebakan, sebagai halnya “boleh jadi yang dapat ini akan dikasi ponten 100?” dengan kaidah itu suasana akan kian hidup, jikalau saya ketahui anak-anak tiba bosan saya berikan lagu-lagu bahasa inggris, senang itu anak – anak. Saya : Metode seperti apakah nan Ibu berikan ketika mengajar? Ibu

: Wawancara, ilustrasi dengan mengunakan lembaga- kerangka.

Saya : Pengalaman apa tetapi yang Ibu dapatkan selama ibu mengajar di sekolah? Ibu : Camar duka seperti sertifikasi suhu, untuk mengajar dengan profesionalisme, diadakannya diklat, mau ikut sertifikasi harus tes, apa – segala harus tes, jika tidak lulus pembuktian ya harus mengulang kembali tahun depan. Saya : terkait masalah sertifikasi, bagaimana mayoritas guru – suhu yang suka-suka di sekolah ibu, apakah sudah sertifikasi semua? Ibu

: Ya mutakadim semua. Lagi juga memang diharuskan sertifikasi, karena semoga guru

memafhumi bagaimana kaidah – prinsip mengajar yang baik kepada anak dan supaya enggak monoton mandu mengajarnya begitu – itu aja. Hal ini dilakukan ketika diklat, kami dijadiakan sama dengan murid sama dosen dan kami dituntut kerjakan aktif intern sawala, misalnya teman disuruh berbudaya kedepan lalu kami disuruh menanggapi. Saya : Adakah rintangan yang Ibu alami momen mengajar? Ibu : Hambatan… saya rasa momongan yang berat ekor maupun lagi tidak umur, bahkan terserah dikelas kami satu anak yang tidak mau berkata, sehingga kami semua temperatur tunjuk melihatnya, meskipun telah majemuk cara kami gunakan, sebatas kami pernah kombinasi berpura – rajut ingin memperkosanya, namun tegar saja anak itu lain mau bicara, emang sech anak itu pidahan, yang kami takutkan nantinya saat suka-suka eksamen bahasa nan dituntut momongan untuk baca kan susah jadinya. Saya : Apakah Ibu memafhumi ilmu pendidikan? Seberapa pentingkah ilmu keguruan itu? Ibu : ya tahu. Penting jika gurunya abnormal baca ya anak asuh muridnya kurang berkembang, guru kan lagi harus berlatih. Temperatur harus sempat, setidanya n kepunyaan mantra untuk menerangkan ke murid

Saya

: Apakah ada yang ingin ibu sampaikan tersapu tentang pendidikan?

Ibu

: Saya rasa lain ada lagi.

Saya

: Terima kasih bu atas waktunya.

Ibu

: Iya, sama – sejajar.

Pewawancara : Assalamualaikum, Wr.Wb Narasumber

: Waalaikumsalam Wr.Wb

Pewawancara : Ibu, perkenalkan logo saya Novta Nisa Lila, dan rekan Saya Yulia Anggraeni, Ridha Ayu Prastuti dan Muhammad Farid. Disini saya dan teman-tandingan saya membujur tugas wawancara berpunca guru bahasa indonesia saya, apakah diizinkan ? Narasumber

: Iya.

Pewawancara : Terimakasih bu. Narasumber

: Iya sama-sama .

Pewawancara : Mungkin label ibu ? Narasumber

: Etiket saya Drg.Hj.Nurliana Aritonang

Pewawancara : Ibu , lulusan berbunga Universitas mana?? Narasumber

: Saya alumnus semenjak FKG UGM.

Pewawancara : Mutakadim berapa waktu, ibu menjadi dukun gigi ? Narasumber

: Sudah dari hari 1889.

Pewawancara : Kok ibu mengidas dokter gigi, dibandingkan dengan dokterdokter yang lainnya? Narasumber : Takdirnya puas zaman saya sangat, dukun gigi itu adanya di Ii kabupaten, kaprikornus saya tidak siap kalau dahulu di wilayah pedesaan .karena saya seorang wanita, dan itu merupakan gambaran saya.

Pewawancara : Sepanjang ibu bekerja , resiko apa yang pernah dialami dokter saat menindak pasien? Narasumber : Resikonya tidak terserah, sekadar saya pernah menangani pasien yang pron bila itu terlalu lelah atau kurang tidur ,tetapi ia kepingin mencabut gigi . detik ingin disuntik tiba-tiba ia semaput.

Pewawancara : Bagaimana penaganan dokter, apabila ada yang nan diperiksa , ada pasien khusunya anak asuh-anak yang memberontak atau bereaksi ? Narasumber : Kalau anak-momongan memberontak sih, gak terserah kebobrokan sekelas sekali, namun saya harus membujuknya dengan pengenalan-pembukaan nan lembut dan subtil, memberi senyuman diajak berdialog, kalau pasien anak itu sudah merasa nyaman ,dan menikmati, barulah saya mulai bekerja.

Pewawancara : Situasi apa yang mantri senangi dalam menganani pasien ? Narasumber : Saya paling demen, bila pasiennya palamarta,sopan, dengan wajah yang sumeringah, jadi jika pekerjaan nan meletihkan memadai hilang dan tidak terasa bila ada pasien yang semacam itu .

Pewawancara : Segala apa penyebab gigi berlubang, gusi berdarah, dan plak plong gigi ? Narasumber : Pada prinsipnya begitu juga persneling berlubang, gusi berbakat, dan plak transmisi itu karena orangnya tekor steril dalam menyikat gigi maupun elusif sikat gigi. Mungkin juga kamu sikat gigi doang asal menyikat gigi.

Pewawancara : Bagaimana cara membeningkan gigi yang baik dan benar, dan kapan periode yang tepat bikin menyikat gigi ?

Narasumber

: Pada saat sesudah makan dan sebelum tidur.

1. Mulailah dengan menyikat gigi yang digunakan untuk mengunyah untuk meredakan cirit-sisa peranakan 2.

Sikat gigi dimiringkan dan disikat memutar dengan sudut sedikat 45 derajat

3. Punahkan adat buruk menyikat transmisi dengan propaganda kiri-kanan. Gerakan nan etis adalah ‘merah-putih’, merupakan dari gusi ke gigi. 4. Sikat gigi dengan kecil-kecil bagi membantu mengurangi plak dan panas isit. Untuk pijatan gusi cak bagi memperlancar aliran bakat. 5. Pindahkan sikat gigi ke posisi vertikal dan fokus dan gigi depan atas dan dasar dalam. Ini adalah bagian gigi gelanggang plak sering terakumulasi. 6. Bersihkan transmisi lega seluruh parasan persneling mencapai celah-jari-jari gigi dan saku gusi 7. Buka congor Anda lebar-tumpul pisau dan sikat juga permukaan lidah, putaran privat pipi dan lagit-langit mulut. Ini adalah ancang penting intern menyikat gigi yang benar, karena kotoran bisa menjadi 80 persen penyebab bau ucapan. 8.

Bila dirasa kurang bersih, bisa diulangi prinsip-cara di atas.

9. Pasca- selesai, bilas ucapan dan sikat persneling dengan air bersih. Dan berkubang sikat gigi bilang menit di dalam air cak bagi membunuh mikroba mulut nan mungkin tertinggal di sikat gigi. Pewawancara : Bagaimana cara memilih sikat gigi yang moralistis ?

Narasumber

:

1. Sesuaikan ukuran sikat gigi dengan rongga bacot, terutama buat gesek bagian yang sulit dijangkau. Selain itu, dengan memiliki sikat gigi nan sesuai dengan rongga perkataan, dapat mengoptimalkan tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi. Terutama bagi yang memiliki struktur persneling patut kecil, disarankan gunakan sikat gigi bermatra kecil pula. Bentuk kepala sikat gigi yang berbentuk oval bisa melindungi gusi dari kemungkinan terluka. 2. Pilihlah bulu sikat gigi nan lumat. Hal ini berharga cak bagi melindungi isit dari prospek ketaton momen menyikat gigi. Sekali lagi, bulu sikat yang terlampau kasar dapat negatif lapisan isit sehingga menyebabkan gigi labil watak. Sebaliknya, takdirnya bulu sikat terlalu halus, kebersihan transmisi menjadi kurang optimal.

3. Sikat gigi dengan pegangan yang cukup sintal dapat membantu kerjakan menggenggam dengan lebih kuat dan mantap, sekalipun dalam kejadian basah. 4. Sekiranya memperalat jenis sikat gigi yang memiliki penutup ketua sikat, pastikan akhir sikat memiliki lubang ventilasi udara. Dengan demikian proses tumbuhnya bakteri akibat tingkat kelembaban yang tahapan di kepala sikat dapat terhindari. 5. Perenggan penggunaan sebuah sikat gigi adalah 3 wulan, jika digunakan lebih dari tempo yang ditentukan, maka berpotensi untuk melukai gusi ketika proses penyikatan berlangsung.

Pewawancara : Apa faktor dan penyebab gigi sensitive ? Narasumber : Transmisi sensitive terjadi karena akar susu-akar susu gigi yang terbuka selain itu ada faktor tak yakni umur,pola makan,arketipe sikat gigi yang tidak etis

Pewawancara : Factor dan penyebab bau nafas , dan bagaimana kaidah mencegahnya ? Narasumber : Factor bau nafas terserah 2, adalah berpangkal dalam seperti dari perut dan berbunga mulut pasien itu tersebut. Misalnya giginya ada yang busuk, plaknya banyak( jigong)nya banyak, gigi nan berlubang tidak di solder. Kalau berbunga mulut masih bau, cek internis .

Pewawancara : Segala ada pengaruhnya bagi anak yang tidak menaksir buah dada sapi, sehingga transmisi sreg balita tergoda tidak segeh? Narasumber : Iya, karena momongan yang tak suka susu bisa menyebabkan gigi tidak sempurna, disebabkan transmisi kekurangan zat kapur, untuk itu anak diusia balita sangat butuh asupan susu bagi pembentukan gigi. Namun anak yang terserah di pesisir pantai yang menghadap di papua, boleh jadi membidik bukan mengenal tetek , tetapi ada pengganti buah dada , merupakan ikan-ikan laut kerumahtanggaan yang mempunyai kalsium juga, untuk pembentukan gigi.

Pewawancara : Kenapa rokok menyebabkan gigi menjadi kuning ? Narasumber : Karena ada zat nikotin yang terkandung didalam rokok, sehingga menempel di meres gigi.

Pewawancara : Bagaimana pendirian menjernihkan gigi bagi perokok, lalu pastagigi yang mana , yang sekata bagi perokok ? Narasumber : Sebagai halnya normal doang, dan harus ke tabib persneling untuk membuat gigi pencandu tersebut takdirnya cak hendak menjadi putih juga. Dan hindari merokok cak agar persneling kita, tidak rusak, dan bukan menjadi asfar. Pewawancara : Segala apa kontrol dan khasiat behel untuk kesehatan gigi kita? Narasumber : Sangat berkarisma, karena behel itu membetulkan kontak persneling kita antara rahang atas dan mandibula , sehingga seandainya rahang atas dan rahang bawah kita normal , untuk gayem dan mengigitnya bagus, maka dari itu jangan mengira behel itu bagus, bukan hanya lakukan life style (gaya nyawa), dan kembali kepada pemakainya , sekiranya pengontrolan persneling behel lain bagus, dan ditempat nan tidak bertanggung jawab, maka gigi itu akan mengalami kehancuran dan berakibat fatal. Manfaat behel itu senyatanya mengembalikan kekuatan gigi.

Pewawancara : Apa bedanya tempat pemasangan behel yang ditukang juru gigi dibandingkan dengan klinik maupun Rumah sakit? Narasumber : Tentu sangat berbeda, karena terbit tempatnya sahaja, kalau di ahli gigi dipinggir jalan belum tentu sudah lalu diberi izin pecah BPOM kesehatan R.I dan suka-suka pihak nan tidak bertanggung jawab, bahkan dapat membuat kebinasaan gigi dan berakibat fatal. sedangkan di Klinik atau Apartemen sakit pasti telah dapat izin pecah BPOM Kebugaran R.I, dan mutiara pelayanan bakal para pasien sudah terjamin dan pelayanan kesegaran, serta perlengkapan-alat pula usil dan terwalak Sinse nan professional.

Narasumber : “Selamat sore juga. Suka-suka yang bisa saya sokong?” Saya

: “Apa boleh saya mewawancarai Sira?”

Narasumber : “Ya, bisa silahkan.” Saya

: “Perkenalkan saya Haniah Nadhifah, siswi pecah SMA Negeri 2 Makassar. Saya

ingin mewawancarai engkau mengenai Perpustakaan Kota di Makassar. Saya mulai pertanyaan pertama, menurut Ia bagaimana keadaan perpustakaan kota di Makassar kini?” Narasumber : “Bisa dibilang lebih modern. Kualitasnya sudah lalu mulai diperbaiki. Antologi-kumpulan bukunya pun saat ini sudah mengajuk perkembangan zaman.” Saya

: “Selayaknya seberapa berarti perbaikan kualitasnya?”

Narasumber : “Bagi perpustakaan yang mendalam berorientasi lega pendidikan sangat

terdahulu. Ini bakal mendorong minat baca masyarakat.” Saya

: “Buku segala apa yang paling menarik minat baca umum menurut Sira?”

Narasumber : “Yang saya ketahui masyarakat terutama generasi akil balig lebih berminat sreg sentral kisah.” Saya

: “Mengapa buku narasi menjadi penarik minat permulaan para pembaca?”

Narasumber : “Karena mungkin gandeng dengan orientasi pendidikan sekarang yang dirasa membosankan. Jadi pendidikan saat ini seharusnya tak sekedar mengejar pengetahuan semata, namun kembali nan meningkatkan minat baca.” Saya

: “Siapakah yang seharusnya bertanggung jawab untuk mengubah minat baca

dari gerendel cerita ke buku pengetahuan?” Narasumber : “Menurut saya pihak keluargalah yang terdepan dan selanjutnya ialah pihak guru di sekolah,” Saya

: “Saya rasa hanya itu yang ingin saya tanyakan, terima karunia atas waktu

luangnya. Selamat sore.” Narasumber : “Ya. Sama-sama. Selamat sore sekali lagi.”

A. .

Kutipan Wawancara

Pewawancara : Aslammualaikum dan selamat siang ibu?

Narasumber

: Wa’alaikumsallam…..

Pewawancara : Magfirah ibu mengganggu waktunya selintas? Saya mahasiswi dari UIR plong kesempatan kali ini saya ingin mewawancarai ibu? Narasumber

: iya tidak segala apa-segala, ada nan bisa ibu tolong?

Pewawancara : terimakasih ibu….. saya kepingin bertanya adapun penyakit-masalah yang ibu hadapi di sekolah ini? selama ibu jawatan mengajar adakah permasalahanpermasalahan nan ibu hadapi di sekolah? Narasumber

: banyak sekali masalah yang saya hadapi dalam mengajar

Pewawancara : begitu ya ibu, misalnya ibu? Narasumber ki alat

: iya, tiba dari kenakalan anak asuh, dukungan orang tua nan rendah, pengajaran, jalan yang rusak ke sekolah dan sebagainya

Pewawancara ya ibu, kalau begitu

: kalau begitu asing halal selit belit dan banyak juga masalahnya

adakah solusi atas itu semua ibu? Narasumber : ya pasti semua problem ada solusinya. Itu terjemur pada diri guru itu koteng kerjakan menyikapi bagaimana masalah itu. Sebenarnya yang pertama, kita harus memiliki modal pengalaman tidak memadai sahaja teori saja, Pewawancara : Begitu ya bu? Sungguh rumitnya ya buk mengajar anak-anak itu? Narasumber

: iya.

Sudahlah, kalau kita guru sudah kualahan untuk menasehatinya maka kita serahkan plong master BP sekolah yang nanti master BP akan berkoordinasi dengan pengampu siswa untuk semua ini, karena peranan ayah bunda itu sangat utama terhadap sokap dan akhlak pesuluh sebagao pengontrol di rumah, sebab anak atau siswa itu kian banyak di rumah berpokok pada disekolah Pewawancara : jadi kalao begitu kita umpama guru atau pendidiklah yang dituntut lebih aktif dan

cermat dalam menyikapi kelainan kenakalan siswa ataupun siswa itu ya bu. Narasumber

: iya sopan sekali nak

Pewawancara : Nah, sekiranya nan masalah dukungan hamba allah jompo dan ki alat pengajaran bagaimana bu? Narasumber

: itu yang paling kecil utama nak.

Jadi dukungan orang tua itu sangatlah penting dalam pendidikan terutama intern proses belajar mengajar. Jadi maksudnya bagaimana kita boleh membina komunikasi antara pihak pendidik atau pihak sekolah dengan wali peserta untuk menciptakam relasi, Pewawancara : amiiin ya allah, semoga ibu senantiasa diberi kelancaran, kemudahan dan menjadi amal ibadah bagi ibu dalam melaksanakan tugas dan semoga pembicaraan kita kaliini signifikan bikin kita semua. Amin…….. Narasumber

: kalau soal jalan yang busuk bagaimana ibu?

Pewawancara : terimalah, itu masalah pemerintah yang harus lebih mengamati keadaan sekolah. Karena pendidikan itu sangat penting bagi masa depan bangsa dan Negara. Maka berasal itu pemerintah harus lebih juga memperhatikan nasib sekolah-sekolah, enggak saja di kawasan kota tetapi di distrik terpencil juga. Narasumber

: amin… Agar harapan ibu dan kita semua terkabulkan ya bu.

Terimakasih ya bu atas perian dan kesempatan nan sudah diberikan kepada saya. Sebaiknya terserah fungsi nya bagi saya dan kita semua. Pewawancara : iya selevel-sama nak

Terbimbing A : “Permisi pak, boleh minta waktunya sejenak?” B : “Oh iya, silahkan namun. Cak semau teradat apa, ya?” A : “Begini pak, saya ingin menyoal adv minim mengenai kesehatan lingkungan sekitar. Menurut buya, mileu seperti apa sih, nan disebut lingkungan sehat?” B : “Kalau menurut bapak, lingkungan sehat yakni lingkungan nan bebas berpokok beraneka macam penyakit.” A : “Bagaimana cara membuat lingkungan kita segak?” B : “Cara agar mileu kita sehat, yang terutama adalah dengan cara menjaga kebersihan. Misalnya membuang sampah di tempatnya, dan membelai serta mengepel keramik setiap magrib.” A : “Lingkungan tidak sehat lazimnya berhubungan dengan nyamuk kan, sampul. Padalah, dimana sahaja sarang nyamuk itu, pak?” B : “Sarang nyamuk serampang itu berpunya di genangan air, di panggung-tempat gelap, di tempat yang cemar, dan dapat juga di belakang pintu, di baju yang digantung. Cara membasminya ialah mengamalkan usaha 3M, dan lainnya.” A : “Terimakasih atas perhatiannya, pak. Saya permisi dulu.” B : “Iya, sekelas-sama.” Kesimpulan : Mileu segar yaitu mileu nan objektif dari penyakit. Bebas juga dari sumber penyakit, misalnya nyamuk, lalat, tikus, dan lainnya. Pendirian membasmi semua itu adalah dengan cara melakukan gerakan 3M, dan menjaga kebersihan lingkungan sekeliling. Habitat sendang kebobrokan biasanya mewah di kubangan air, baju yang menggantung di belakang pintu, medan kotor, gelanggang gelap, dan lainnya. Menjaga kebersihan lingkungan selingkung lewat penting bagi kesehatan.

DIALOG Dengar pendapat Pewawancara : “ Selamat siang. “ Narasumber

: “ Siang. “

Pewawancara : “ Maaf menggangu waktunya sebentar ? “ Narasumber

: “ Oh, iya .. ada segala apa? “

Pewawancara : “ Bolehkah saya mewawancarai sira mengenai kebersihan lingkungan di sekolah. “ Narasumber

: “ Oh, iya boleh silahkan ! “

Pewawancara : “ Terima kasih, baiklah tanpa tinggi tumpul pisau lagi saya langsung cuma dengan tanya pertama. Bagaimana pendapat anda tentang kebersihan lingkungan disekolah? ” Narasumber

: “ Lingkungannya sudah tulus hanya kelasnya masih ada yang cemar. ”

Pewawancara : “ Menurut anda, seberapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan? Dan berikan alasannya! ” Narasumber

: “ Terdahulu sekali, karena kebersihan dapat mempengaruhi kesehatan. “

Pewawancara : “ Setelah anda mengetahui pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, program apa yang akan dia untuk? “ Narasumber

: “ Jum’at salih, Sabtu luhur, Pekan bugar. “

Pewawancara : “ Siapa saja yang berperan dalam kebersihan lingkungan? “ Narasumber

: “ Semua warga sekolah. “

Pewawancara : “ Bagaimana mandu menyadarkan semua warga sekolah akan pentingannya kebersihan sekolah? “ Narasumber

: “ Dengan mengadakan beraneka ragam kegiatan kebersihan. “

Pewawancara : “ Menurut anda, seberapa penting kebersihan lingkungan disekolah lakukan kelangsungan kegiatan berlatih mengajar? “

Narasumber

: “ Habis terdahulu, karena kebersihan lingkungan mengasihkan kenyamanan saat proses berlatih mengajar. “

Pewawancara : “ Bagaimana tanggapan anda mengenai kognisi para siswa akan kebersihan mileu? “

Narasumber

: “ Para siswa belum semuanya menyadari akan pentingannya kebersihan disekolah.”

Narasumber

Narasumber

Pewawancara : “ Apakah kebersihan lingkungan mempengaruhi proses sparing mengajar? “ Narasumber

: “ Sangat berpengaruh. “

Pewawancara : “ Apa alasan mereka bukan memperhatikan kebersihan lingkungan? “ : “ Kali mereka lain peduli dengan kebersihan dan celih untuk membersihkannya. “ Pewawancara : “ Bagaimana menurut engkau tentang kebersihan? “ : “ Kebersihan itu mileu nan tidak kotor dan meciptakan kesehatan pada diri kita. “

Pewawancara : “ Segala apa yang menjadi harapan anda kedepan tentang kebersihan lingkungan di sekolah ini? “

Narasumber

: “ Saya berharap sebaiknya semua warga sekolah sadar akan pentingannya kebesihan lingkungan di sekolah. Karena menjaga kebersihan lingkungan sangatlah berguna bagi kita semua karena boleh menciptakan nasib yang aman, bersih, sejuk, dan segak. “ Pewawancara : “ Terima hadiah atas waktunya. “ Narasumber

: “ Iya, sama-sebanding. “

Transendental Temu ramah TENTANG KESEHATAN BESERTA KESIMPULANNYA Assalamuailaikum Wr. Wb Kesehatan masyarakat momen ini bisa jadi masih ada nan kurang perhatian berbagai penyakit dan pelayanan kebugaran dilingkungan publik. PW : “ Bagaimana kondisi kebugaran mahajana momen ini ?” NR : “ Kondisi masyarakat masa ini tekor memperhatikan kebugaran dirinya koteng .” PW : “ Kok masyarakat minus memperhatikan kesehatan dirinya sendiri ?” NR : “ Karena faktor ekonomi nan menjadi obstruksi untuk berobat.” PW : “ Apa saja spesies penyakit yang sering dialami oleh mahajana.” NR : “DB (Demam Berdarah), menceret, penyakit paru – paru, masalah HIV, penyakit kista, dan masih banyak lagi.” PW : “ Apa penyebab ki aib DB (Demam Berdarah) ?” NR : “ Penyebabnya lingkungan yang kotor dan tak bersih, karena banyak terdapat kubangan – kobak air nan menjadi sarang jentik atau nyamuk serampang..” PW : “ Apa gejala penyakit DB ?” NR : “ Seluruh tubuh panas dingin, serta muntah – muntah dan dugal ..” PW : “ Apakah penyakit DB dapat di cegah ?” NR : “ Bisa.. jikalau lingkungan salih, serta cuk nyamuk anopeles tidak ada, dan paluh air di tutup.” PW : “ Menyerang adegan apa penyakit DB ?” NR : “ Seluruh awak, kalau kondisi tubuh kita lemah hasilnya terjangkit penyakit DB..” PW : “ Apa ki aib HIV itu ?” NR : “ Penyakit yang menuduh sel talenta kalis dapa tubuh manusia.” PW : “ Bagaimanakah prinsip mencegah enyakit HIV supaya tidak turut pada tubuh kita.” NR : “ Jaga kesehatan diri sendiri, dan memperkuat iman supaya tidak mudah terdorong dengan barang atau perbuatan ilegal” PW : “ Bagaimana cara mengatasi ki kesulitan HIV ?” NR : “ Bukan berbuat sex objektif, tidak mengkonsumsi narkoba, dan obat – obatan.” PW : “ Apa gejala penyakit paru – paru itu ?” NR : “ Merokok dan mereguk – minuman keras.” PW : “ Siapa yang gelojoh mengalami maupun terkena ki aib paru – paru ?” NR : “ Semua orang, baik laki – laki maupun amoi dengan usia 50 ke atas.” PW : “ Apakah umum sadar akan pentingnya kesehatan ?” NR : “ Masa ini awam sudah mengerti akan pentng kesehatan ” PW : “ Dengan cara apa masyarakat mengerti akan pentingnya kesehatan ?” NR : “ Pemerintah mengadakan penyuluhan, di Posyandu dll.” PW : “ Siapa nan berkuasa asian jamkesmas/ jamkersal ?”

NR : “ Umum kurang berpunya atau penduduk miskin.” PW : “ Mengapa pemerintah membedakan layanan jamkesmas/ jamkersal ?” NR : “ Untuk kontributif penderitaan awam bakal berobat.” PW : “ Dimana wadah yang bisa mengakses layanan jamkesmas/ jamkersal ?” NR : “ Di RSU (Rumah Sakit Umum)” PW : “ Kok RS. Swasta tidak mengakses layanan jamkesmas/ jamkersal ?” NR : “ Karena RS. Swasta mengirik merasa rugi.” PW : “ Segala apa alasan RS. Swasta menjorokkan layanan jamkesmas / jamkersal lakukan manusia Miskin ?” NR : “ Karean RS. Swasta sifatnya milik sendiri atau Yayasan, jadi lakukan menyervis jamkesmas/ jamkersal tidak bisa, karena merasa rugi dengan enggak adanya kesepakatan antara pihak RS. Swasta dengan pemerintah.” PW : “ Bagaimana kondisi peladenan kesehatan terhadap masyarakat saat ini ?” NR : “ Kalau layanan jamkesmas/ jamkersal sedikit layak lain di utamakan karena alasan gratis minus dipungut biaya. Sedangkan layanan publik selalu diperhatikan dan diutamakan oleh pihak RS.” PW : “ Apakah pemerintah ingat atas keadaan seperti itu ?” NR : “ Sejauh ini pemerintah belum mengarifi cara pelayanan jamkesmas/ jamkersal.” PW : “ Apakah pemerintah perlu melakukan survei ke RSU (Rumah Sakit Swasta) ?” NR : “ Perlu, supaya mengetahui kondisi atau cara pelayanan di RS tersebut.” PW : “ Kami rasa sudah lalu cukup atas informasinya, kami ucapkan terima hadiah sebanyak – banyaknya.“ NR : “ Iya sama – setara, kami selaku dokter dan perawat di RS. Sumber Sentosa merasa gemar boleh menjatah informasi kepada kalian semua.“

2 Teks Contoh Wawancara Mengenai Kesehatan Contoh Wawancara Tentang Kesehatan – Mau membaca seperti segala arketipe teks wawancara mengenai kesegaran? Ikuti teoretis berikut ini.

Wawancara 1 Berikut ini adalah sempurna temu ramah mengenai donor darah yang dilakukan kepada salah seorang narasumber yang berprofesi sebagai tabib.

Pewawancara : Selamat pagi Dok, Saya dari majalah kesehatan, Sehat Gegares. Apakah saya bisa harap waktunya sekilas bakal wawawancara mengenai pentingnya donor danar ?

Narasumber : Selamat pagi, Tentu saja bisa, Silahkan tanyai apa yang ingin kalian ketahui !

Pewawancara : Sebenarnya segala apa sih tranfusi maupun donor talenta itu ?

Narasumber : Donor artinya beramal atau memberi, jadi donor darah adalah proses pemberian ataupun penyumbangan darah yang dilakukan maka itu seseorang yang disebut penyokong kepada manusia tak yang disebut resipien buat intensi transfuse talenta.

Pewawancara : Bisa jadi sajakah yang dapat berbuat donor pembawaan ?

Narasumber ? Semua orang bisa melakukannya asal telah memenuhi syarat – syarat yang sudah lalu ditentukan, seperti hayat harus memadai minimum 17 masa, lain semenjana menderita kebobrokan parah, lain ada riwayat sakit, berat jasad harus ideal, bilangan HB di dalam pembawaan minimal 12.5 g/dl, impitan darah sistolik 100-180 mm Hg dan diastolic 50-100 mm Hg, dan buat wanita tidak medium haid.

Pewawancara : Takdirnya telah menetapi syarat – syarat yang sudah lalu ditentukan, bagaimanasih tahapan proses kerumahtanggaan proses donor darah ?

Narasumber : Para calaon pendonor akan diperiksa oleh petugas. Jika setuju, calon pendonor harus mengisi lembar isian. Setelah itu takdir HBnya diperiksa. Kemudian para calon pendonor akan diambil darahnya oleh petugas. setelah radu, pendonor harus beristirahat sejurus dan menikmati kas dapur yang diberikan makanya petugas, dahulu petugas akan menerimakan kartu merek anggota donor pembawaan.

Pewawancara : Setelah itu darah nan diterima, akan diapakan Galengan ?

Narasumber : Darah yang mutakadim diterima akan disimpan di privat wadah khusus dan dikirim ke PMI. Di PMI inilah akan dipisahkan antara plasma darah dann HBnya, lewat disimpan sebagai persediaan darah. Jika terserah permintaan talenta bersumber rumah remai cak bagi keperluan medis, kami siap mengirimnya.

Pewawancara : Lantas apasih untungnya donor pembawaan bagi kita ?

Narasumber : Donor pembawaan adv amat bermanfaat. Selain bisa membantu manusia – orang nan madya kesusahan, donor talenta juga boleh membuat awak kita segar. Dengan diambilnya darah dari dalam jasmani kita secara integral, maka akan mendorong tubuh bakal memproses bakat – talenta hijau. Terlebih lagi, pendonor juga bisa mencerna kesehatannya secara rutin karena akan diperiksa maka itu petugas penyumbang pembawaan.

Pewawancara : Baiklah, saya duga sudah pas jelas Dok, Terimakasih atas hari dan informasi yang telah dokter berikan kepada kami.

Wawancara 2 Berikut ini adalah temu duga tentang pentingnya olahraga untuk kesegaran awak dengan narasumber yang yakni pembimbing kesehatan.

Pewawancara : Selamat pagi Pak!

Narasumber : Selamat pagi, terserah keperluan apa ya ?

Pewawancara : Saya berasal majalah kesegaran ingin mewawancarai Bapak tentang pentingnya berolahraga. Apakah Bapak bersedia cak bagi diwawancarai ?

Narasumber :

Dengan senang hati, tanyakan doang apa nan ingin kalian ketahui ?

Pewawancara : Baiklah, bersama-sama saja kita tiba wawancaranya ya Pak! Menurut Bapak, apasih latihan jasmani itu ?

Narasumber : Olahraga adalah rang aktivitas awak yang terstruktur dan terencana, dengan melibatkan anggota badan yang digerakan secara repetitif – ulang dan ditujukan cak bagi miningkatkan kebugaran fisik.

Pewawancara : Apakah olahraga itu utama lakukan kebugaran tubuh kita ?

Narasumber : Tentu sekadar sangat terdepan karena akan banyak sekali guna yang dapat diterima maka itu kita.

Pewawancara : Lantas apa semata-mata manfaat – manfaat nan bisa kita dapatkan mulai sejak berolahraga ?

Narasumber : Banyak sekali, diantaranya merupakan olahraga akan meningkatkan pusat resistan bodi kita sehingga kita tidak mudah terkena komplikasi. Disamping itu, olah tubuh juga bisa meningkatkan sediaan oksigen ke internal otak dan menyebabkan otak berkreasi secara optimal, sehingga boleh meningkatkan kecerdasannya. Ditambah lagi, olahraga dapat membetuk postur raga dan menggelorakan lemak, sehingga dahulu sejadi untuk menempatkan terik badan bagi yang mengalami obesitas, dan sesungguhnya masih banyak lagi manfaat yang bisa kita terima dari olahraga.

Pewawancara : Tadi Bapak mengungkapkan olahraga sangat sejadi bakal menurunkan sulit badan. Lantas olahraga yang sama dengan apakah yang bisa meletakkan jarang tubuh ?

Narasumber : Tentunya sport nan bisa membakar lemak, seperti kardio, lari, berenang, dan lain – bukan. Belaka, harus pula diikuti dengan diet nan sehat.

Pewawancara : Olah tubuh yang sebagaimana barang apa sih yang baik bagi kita ?

Narasumber : Sport yang baik untuk kita adalah olah tubuh yang sesuai dengan tujuan kita. Takdirnya kita mau membentuk otot, maka lakukanlah olahraga yang dapat memperbesar konglomerat ottot, dan jangan berolahraga yang membakar lezat untuk menurunkan berat jasad. Disamping itu, berolahraga juga harus teratur dan jangan berlebihan. Usahakan paling kecil seminggu sekali, dan jika berlebih banyak berolahraga malah akan menghancurkan tubuh kita. Yang terakhir sebagai tambahan, olahraga juga harus diimbangi dengan hidup dan makanan yang sehat. Pewawancara : Baiklah terimakasih atas waktunya Pak!

Narasumber : Terimakasih pun.

Source: https://idoc.pub/documents/contoh-teks-wawancara-dengan-guru-d4pqyggr1rnp

Posted by: skycrepers.com