Download Buku Strategi Pembelajaran Di Sd Ut


TUGAS





STRATEGI PEMBELAJARAN di SD



MODUL 1 : HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN





Disusun o




leh





:



Ana Andiani

Endang Sri Sulistyowati

Ratna Dwi Jayanti

Eva Ika Rachmawati



MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN MODUL 1 HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD



Program STUDI S-1 PGSD BI




FAKULTAS KEGURUAN DAN Guna-guna PENDIDIKAN




UNIT Program Sparing JARAK JAUH (UPBJJ) SURABAYA




KEGIATAN Belajar 1




Konsep dan Prinsip Belajar Pembelajaran






A.






KONSEP BELAJAR



Menurut Gagne (1985), bahwa membiasakan adalah suatu proses dimana satu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (Tatap Ratna Wilis Dahar, 1989, situasi. 11). Terdapat tiga atribut daya (ciri utama) berlatih, yaitu: proses, perubahan perilaku, dan pengalaman.


1.


Proses


Belajar yaitu proses mental dan romantis atau proses nanang dan merasakan. Seseorang dikatakan belajar bila pikiran dan perasaannya aktif. Aktivitas pikiran dan manah itu sendiri tidak dapat diamati orang lain, akan sekadar terasa makanya yang bersangkutan (orang nan semenjana belajar itu).


Suhu nan tidak boleh mengintai aktifitas pikiran dan perasaan siswa. Yang dapat di amati master adalah manifestasinya, yakni kegiatan siswa sebagai akibat adanya aktifitas pikiran dan perasaan plong diri siswa tersebut.


2.


Perubahan perilaku


Hasil belajar konkret pergantian perilaku atau tingkah laku. Seseorang yang belajar akan berubah maupun makin perilakunya, baik nan berupa mualamat, keterampilan, alias penguasaan ponten-nilai (sikap).



Perubahan perilaku sebagai hasil membiasakan dikelompokkan kedalam tiga tenang (negeri), adalah: pengetahuan (kognitif), ketangkasan (psikomotorik), dan penguasaan nilai-nilai atau sikap (efektif). Ketiga rana tersebut didalam kurikulum 2004 terkandung dalam rumusan kompetensi.


3.


Pengalaman


Belajar ialah mengalami; n domestik kemujaraban sparing terjadi didalam interaksi antara individu dengan lingkungan, baik lingkungan jasad maupun lingkungan sosial. Contoh lingkungan fisik yaitu : buku, organ peraga, dan standard selingkung. Kamil mileu sosial, antara enggak guru, siswa, ahli perpustakaan, dan pembesar sekolah.


Belajar bisa melewati pengalaman sinkron dan melalui asam garam tidak langsung. Belajar melalui pengalaman berbarengan, siswa belajar dengan mengamalkan sendiri atau dengan mengalaminya sendiri.


Perumpamaan transendental, bila siswa mengetahui bahwa sulit jenis patra kelapa bertambah kecil dari pada sulit jenis air, karena mengerjakan sendiri percobaan, maka berlatih semacam itu disebut belajar melalui pengalaman refleks.


Akan tetapi bila siswa mengetahuinya karena mengaji muslihat atau mendengarkan penjelasan guru, maka belajar seperti mana itu disebut belajar melalui pengalaman tidak bersama-sama.


Belajar dengan melalui pengalaman langsung balasannya akan lebih baik karena siswa akan lebih memahami, dan bertambah menguasai pelajaran tersebut.




B.






PRINSIP Membiasakan


    Prinsip berlatih merupakan garis hidup atau hukum yang harus dijadikan pegangan di dalam pelaksanaan kegiatan belajar. Seumpama suatu hukum, mandu belajar akan menentukan proses dan hasil belajar.


1.


Motivasi


   Lecut berfungsi sebagai otak penggerak ativitas. Motivasi membiasakan berkaitan hampir dengan tujuan nan hendak dicapai maka itu sosok yang sedang belajar itu sendiri. Bila seseorang yang sedang belajar menyadari bahwa tujuan yang hendak dicapai berfaedah maupun berfaedah baginya, maka motivasi sparing akan muncul dengan kuat.


2.


Perasaan


    Ingatan erat sekali kaitannya dengan cambuk malah bukan boleh dipisahkan.
Perhatian ialah pemusatan energi psikis (manah dan perasaan) terhadap suatu objek. Lebih terpumpun perasaan puas pelajaran, proses belajar makin baik, dan hasilnya akan baik sekali lagi.
Oleh karena itu guru harus selalu berusaha cak agar perhatian petatar terkumpul pada pelajaran. Memunculkan perhatian seseorang lega suatu target dapat diakibatkan oleh dua hal.


   Mula-mula, bani adam itu merasa bahwa target tersebut memiliki gancu dengan dirinya; umpamanya dengan kebutuhan, cita-cita, asam garam, bakat, dan minat.
Kedua, bahan itu seorang dipandang memiliki sesuatu yang lain dari yang lain, atau yang lain dari yang sudah biasa.


3.


Aktivitas


Seperti mutakadim dibahas didepan, bahwa belajar itu sendiri yakni aktivitas, ialah aktivitas mental dan emosional. Bila ada siswa yang duduk di papan bawah bilamana pelajaran berlangsung, akan tetapi mental emosionalnya tidak terbabit aktif didalam situasi pembelajaran itu, sreg hakikatnya siswa tersebut bukan ikut membiasakan.


4.


Balikan


Peserta perlu dengan buru-buru mengetahui apakah yang ia lakukan didalam proses penerimaan maupun yang ia terima dalam proses bembelajaran tersebut sudah lalu benar atau belum. Bila ternyata masih pelecok, pada bagian mana iamasih pelecok dan cak kenapa riuk serta bagaimana seharusnya ia mengamalkan kegiatan belajar tersebut.


Untuk itu pesuluh mesti sekali memperoleh balikan dengan segera, biar ia tidak terlanjur berbuat kesalahan yang bisa menimbulkan pil belajar.


5.


Perbedaan spesial


Belajar tidak boleh diwakilkan kepada individu lain. Tidak belajar, berarti tidak akan memperoleh kemampuan. Belajar dalam khasiat proses mental dan emosional terjadi secara khas. Jika kita mengajak disuatu inferior sudah barang tentu bilangan aktifitas belajar para siswa beragam.


Di samping itu, siswa belajar sebagai pribadi individual, yang memiliki perbedaan mulai sejak pesuluh lain. Perbedaan itu kelihatannya dalam keadaan: pengalaman, minat, bakat, rasam sparing, kecerdasan, macam belajar, dan sebagainya. Dengan demikian, suhu nan menyamaratakan petatar, menganggap semua siswa sama sehingga perlakukan mereka ekuivalen.



KEGIATAN BELAJAR 2




Perbedaan Pendekatan, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran




A.





PENDEKATAN Penelaahan



Menurut Joni (1992/1993) pendekatan yaitu cara umum dalam memandang permasalahan atau incaran analisis. Dengan demikian, dapat dikemukakan bahwa pendekatan pengajian pengkajian adalah cara memandang terhadap pembelajaran. Killen (1998) mengemukakan dua pendekatan utama internal pendedahan, merupakan pendekatan nan berpusat pada aktivitas guru (teacher centered) dan pendekatan nan berpusat puas aktivitas peserta (student centered).



B.





STRATEGI PEMBELAJARAN



Menurut Joni (1992/1993) kebijakan adalah ilmu atau pusat didalam memanfaatkan segala mata air yang dimiliki dan /atau yang bisa dikerahkan untuk mencapai tujuan yang sudah lalu ditetapkan. Dimyati dan Seodjono (Skuat dosen MKDK Kurikulum dan Pembelajaran, 1996) mengedepankan bahwa strategi dalam pembelajaran merupakan kegiatan hawa untuk merefleksikan dan mengupayakan terjadinya kerapatan antara aspek-aspek bersumber komponen pembentukan sistim pembelajaran.
Joni (1992/1993) mengemukakan bahwa yang menjadi acuan penting dalam penentuan strategi pembelajaran adalah tercapainya intensi pembelajaran.



C.





METODE Pendedahan



Dalam bahasa inggris
method
berarti kaidah. Apabila kita kaitkan dengan pengajian pengkajian, metode adalah cara yang digunakan suhu dalam membelajarkan siswa.




D.





TEKNIK PEMBELAJARAN



Teknik pembelajaran mengacu pada kelakuan spesial penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu, seperti kemampuan dan kebiasaan guru, kesiapan peralatan, ketersediaan siswa, dan sebagainya (joni, 1992/1993).


Teknik pembelajaran merupakan wujud konkrit pecah penggunaan metode, strategi, dan pendekatan pembelajaran. Bersumber ancang-ancang atau teknik penerimaan, kita dapat mengetahui metode, politik, dan pendekatan yang digunakan intern suatu proses pembelajaran.



KEGIATAN BELAJAR 3



Faktor-faktor penentu internal pem


i


l


i


han strateg


i



pembelajaran



Pada keg
i
atan belajar 1 sudah d
i
temukan bahwa pengajian pengkajian adalah satu s
i
stem l
i
ngkungan belajar nan terd
i
r
i


atas komponen tujuan, bulan-bulanan pembelajaran, strateg
i
, alat s
i
swa, dan guru. sebagai suatu sistem, komponen-komponen tersebut asa
i
horizon erat, sal
i
ng mempengaruh
i.


Udara murni
leh karena

i
tu, kerumahtanggaan mem
i
l
i
h dan menggunakan strateg
i

pembelajaran, komponen tujuanya, bahan dan kursus, strategi perabot, siswa, dan guru merupakan faktor-faktor nan sal

i
ng mempengaruh
i
.




Ketatanegaraan pembelajaran yang efekt

i
f yaitu strateg
i


pengajian pengkajian yang sesua
i


dengan komponen penataran la
i
nya. Oleh karena

i
tu hawa d
i
tuntut untuk mem
i
l
i
h stateg
i


pembelajaran.


Faktor-faktor nan perlu d
i
pert
i
mbangkan dalam mem
i
l
i
h strateg
i


penerimaan

i
alah tujuan pembelajaran, jen
i
s dan t
i
ngkat kesul
i
tan mater
i


pendedahan, sarana, periode, s
i
swa dan guru.




A.






TUJUAN PEMBELAJARAN



Gagne mengklar

i
f
i
kas
i

has

i
l-has
i
l belajar atau harapan pembelajaran kedalam l
i
ma jen
i
s tujuan belajar sebaga
i


ber
i
kut :


1.


Keteramp
i
lan

i
ntelektual dengan tahapan-tahapanya.


Keteramp
i
lan

i
ntelektual merupakan keteramp
i
lan p
i
k
i
ran yang j
i
ka d
i
hubungkan dengan pendapat belum termasuk senyap kogn
i
t
i
f.



a.


Kemampuan membedakan (d
i
skr
i
m
i
nas
i
) adalah kemampuan memband
i
ngkan benda-benda secara f
i
s
i
k.



b.


Kemampuan mengenal konsep kongkr
i
t: Menunjukkan satu s
i
fat sasaran alias atr
i
but alamat.



c.


Kemampuan memaham
i


konsep terdef
i
n
i
s
i
: seseorang d
i
katakan telah memaham
i


suatu konsep terdef
i
ufuk
i
s
i

b

i
la orang tersebut boleh menjelaskan dengan cara memasrahkan contoh maupun mendemontras
i
ketel atr
i
but-atribut objek, per
i
st
i
wa, atau sangkutan-hubungan.



d.




Kemampuan menunggangi resan, rumus, hukum/dal
i
l, dan pr
i
ns
i
p: seseorang d
i
katakan telah boleh menunggangi aturan-aturan apab
i
la sendirisendiri
i
lakunya alias

i
a berbuat jalan hidup telah sesua
i


dengan aturan tersebut.



e.




Kemampuan mengendalikan kebobrokan dengan menunggangi berbaga
i


sifat.

2.


Strateg
i


Kogn
i
t
i
f


Strateg
i

kogn

i
horizon
i
f adalah sesuatu proses kekuasaan, ya
i
tu suatu proses

i
nternal nan d
i
gunakan seseorang cak bagi memintal dan mengingkari prinsip-cara member
i
kan perhat
i
an belajar, meng
i
ngat dan berf
i
k
i
r.

3.


I
nformas
i

oral


Yang tercantum informasi verbal yakni nama atau keunggulan, fakta, dan pengetahuan.

4.


Keteramp
i
lan motorik


Yang dimaksud kesigapan-kecekatan motorik tidak hanya mencaplok kegiatan-kegiatan fisik, belaka juga digabung dengan keterampilan-keterampilan psikis.

5.


S
i
kap


S
i
kap (afekt
i
f ) merupakan salah satu ranah per
i
laku manus
i
a ataupun s
i
swa yang merupakan bag
i
an dar
i


tujuan pend
i
d
i
cerek yang t
i
dak dapat d
i
p
i
sahkan dar
i


senyap kogn
i
n
i
f maupun ps
i
komotor
i
k.




B.






Objek Kursus

   Apabila materi yang akan dibahas adalah materi baru bagi siswa maka temperatur sepatutnya memulai kegiatan pembelajaran dengan menguraikan secara singkat atau melakukan demonstrasi nan menarik perhatian siswa. Sebaliknya, apabila materi yang akan dibahas merupakan materi yang sudah dikenal siswa maka guru boleh meminang murid untuk mencadangkan pengetahuannya yang berhubungan dengan materi yang dibahas atau mengajukan permasalahan yang harus tergarap maka dari itu murid.







C.




Pelajar


Nan paling berkepentingan privat proses pembelajaran ialah murid menghafaz tujuan yang harus dicapai dari proses tersebut yakni peralihan perilaku siswa.




D.






GURU



      Setiap guru memiliki kelebihan dan keterbatasan




E.






Media (ALAT DAN SUMBER), WAKTU, DAN Rubrik



Perangkat yang menjadi pertimbangan kita dalam memilih dan menggunakan startegi pendedahan ialah instrumen peraga, sama dengan peta, globe, gambar, foto, chart, diagram, dan sebagainya; serta alat-peranti pelajaran, seperti alat-instrumen cak bagi praktik.


Di samping ketersediaan sarana (perangkat dan sendang cak bimbingan), waktu yang tersaji juga harus menjadi pertimbangan guru dalam menentukan ketatanegaraan pendedahan yang akan diterapkan.



KEGIATAN BELAJAR 4




Berbaga


i






jen


i


s strateg


i






pengajian pengkajian





A.






Kebijakan Pembelajaran BERDASARKAN PROSES PENGOLAHAN Pesan





1.






Strategi Pembelejaran Deduktif



Dengan strateg
i


dedukat
i
f mater
i


ataupun objek pembelajaran d
i
olah dar
i


mula
i

yang publik, general

i
sas
i


ataupun rumusnya, yang bers
i
fat singularis tau bag
i
an-bag
i
an, bag
i
an

i
tu bisa substansial s
i
fat, atr
i
but
atau c

i
r
i
-c
i
r
i
. Strateg
i


dedukat
i
f dapat d
i
gunakan dalam mengajarkan konsep, ba
i
k konsep konkret alias konsep terdef
i
ufuk
i
s
i
.




2.






Strategi Pembelajaran Induktif



Dengan strateg
i


i
ndukat
i
f mater
i


atau bahan pembelajaran d
i
olah dar
i


mula
i

nan khusus, (s

i
fat, c
i
r
i


maupun atr
i
but) ke nan masyarakat, general
i
sas
i


maupun rumusan. Strateg
i


i
ndukatif dapat d
i
gunakan dalam mengajarkan konsep. Ba
i
k konsep konkret ataupun konsep terdef
i
tepi langit
i
s
i
.






B.






STRATEGI PEMBELAJARAN Bersendikan PIHAK PENGOLAH PESAN





1.



Strateg
i


penelaahan Ekspos
i
tor
i


Dengan strateg
i


ekspos
i
tor
i


bahan atau mater
i


pengajian pengkajian d
i
olah maka dari itu guru, s
i
swa n
i
nggal ter
i
ma jad
i
, dar
i


hawa, dengan strateg
i


ekspos
i
tor
i

suhu nan mencar

i


dan mengelolah bahan cak bimbingan, yang kemud
i
an menyampa
i
kanya kepada s
i
swa, strateg
i


i
lengkung langit
i


bisa d
i
gunakan d
i
dalam mengajarkan berbaga
i

mater

i


pelajaran, kecual
i

yang s

i
fatnya penceraian komplikasi.




2.



Strateg
i


pembelajaran heuristik


Dengan menggunakan politik pembelajaran ini, nan mencari dan ki melatih pesan adalah siswa. Guru berlaku sebagai fasilitator dan penyuluh kegiatan sparing pesuluh. Jadi nan lebih aktif merupakan siswa sendiri.






C.






Garis haluan Penataran BERDASARKAN Pengaruh GURU



Dikenal dua spesies pembelajaran yaitu politik pembelajaran sendiri guru dan beregu.






D.






STRATEGI PEMBELAJARAN BERDASARKAN JUMLAH SISWA



Dikenal tiga strategi pembelajaran ialah klasikal, gerombolan kecil dan individual. Kebijakan pendedahan klasikal dan kelompok kecil telah kita bagi di SD. Sementara itu politik pembelajaran individual masih langka digunakan.






E.






Ketatanegaraan PEMBELAJARAN Beralaskan INTERAKSI Guru DENGAN SISWA



Ada dua strategi pembelajaran yaitu strategi pembelajaran tatap muka dan politik pembelajaran melangkahi media.

Source: https://www.ilmiahku.com/2019/10/makalah-strategi-pembelajaran-modul-1-HAKIKAT-STRATEGI-PEMBELAJARAN-DI-SD.html

Posted by: skycrepers.com