Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sd

KAJIAN KURIKULUM BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Disusun fungsi memenuhi tugas Mata Ceramah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD

Dosen Pengasuh : Suprapti, S. Pd.

Disusun maka itu : Kelas bawah 5A PGSD

1.
Dwi Anggraeni
10120002

2.
Anisatul Fakhiroh

10120013

3.
Ratih Widya Utami
10120024

4.
Hoky Wulandari
10120036

5.
Novrin Rizqi Muslia
10120051

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS Aji-aji PENDIDIKAN

IKIP PGRI SEMARANG

2012

KAJIAN KURIKULUM BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
A.
Komponen- komponen dalam Kurikulum Bahasa dan Sastra Indonesia di SD
1.
Tujuan Kurikulum Bahasa dan Sastra Indonesia di SD
Indra penglihatan pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan kiranya pesuluh didik n kepunyaan kemampuan sebagai berikut.
a.
Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berperan, baik secara lisan alias tulis.
b.
Menghargai dan berbesar hati menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
c.
Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif buat berbagai tujuan.
d.
Menggunakan bahasa Indonesia kerjakan meningkatkan kemampuan jauhari, serta kematangan romantis dan sosial.
e.
Menikmati dan memanfaatkan karya sastra kerjakan memperluas wawasan memperhalus kesopansantunan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan beristiadat.
f.
Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai harta benda budaya dan intelektual manusia Indonesia.
2.
Isi Kurikulum
Isi kurikulum bahasa Indonesia di dalam KTSP membentangi aspek- aspek kebahasaan misal berikut:
a.
Menyimak
Keterampilan menyimak melatih berfikir atau berpikir logis siswa sehingga petatar dapat menerima, memahami, mengidentifikasi, dan mereaksi laporan yang diterimanya.
b.
Berbicara
Pada masa kanak-kanak kemampuan berbicara berkembang lampau cepat, interpolasi kosa kata semakin hari semakin bertambah lagi. Untuk itu pada masa kanak-kanak inilah kemampuan berbicara tiba diajarkan. Intern penerimaan di sekolah kegiatan ini dapat diawali dengan mengomong di depan papan bawah, misalnya memperkenalkan diri, bertanya jawab dengan kebalikan, bercerita tentang pengalaman, menceritakan tulang beragangan, dsb.
c.
Mengaji
Penataran membaca di SD dibagi dalam dua bagian, yaitu:
1)
Membaca pertama di papan bawah 1 dan 2
Mengaji purwa bertujuan untuk introduksi aksara, tungkai kata, kata,kalimat, dan berkecukupan membaca kerumahtanggaan heterogen konteks.
2)
Mengaji lanjutan di kelas 3 ke atas
Membaca di SD bisa dibedakan misal berikut :
a)
Membaca teknik
Kegiatan membaca teknik bertujuan lakukan melatih menyuarakan lambang-lambang goresan dengan lafal yang benar ddan intonasi nan wajar.
b)
Mendaras kerumahtanggaan lever
Membaca lubuk hati tiba diajarkan dikelas 2. Membaca ini perlu taajul dilatih selepas petatar mengetahui semua huruf. Bahan bacaan yang diberikan sesuai dengan kemapuan siswa.
c)
Mendaras pemahaman
Membaca ini berangkat diajarkan di kelas 3, adalah membaca tanpa suara untuk memafhumi isi teks.
d)
Membaca mulia
Pada dasarnya membaca luhur seperti mana membaca teknik sekadar bahan bacaannya konkret puisi atau fiksi. Sehingga membaca indah bersifat apresiatif.
e)
Membaca cepat
Mendaras cepat mulai diajarkan di inferior 4.   membaca cepat dengan mengasihkan teknik  manuver mata detik membaca. Dan guru menentukan hari kerjakan selesainya membaca sesuai dengan tingkat kesukaran bahan bacaan.
f)
Membaca bacaan
Membaca pustaka diajarkan lakukan berekspansi sikap minat baca pada anak. Untuk itu sekolah perlu menyediakan sarana yaitu ruang perpustakaan dan persendian yang cukup, baik intern jumlah maupun penataannya.
g)
Mengaji bahasa


Membaca bahasa berujud untuk penekannya plong aspek memafhumi kebahasaan. Antara lain makna pemanfaatan alas kata, pendayagunaan imbuhan, ungkapan, serta kalimat.
d.
Menulis
Menulis di SD terdiri dari dua bagian merupakan menulis permulaan dan batik lanjut (riset).

3.
Metode Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD
Di dalam penerimaan bahasa dan sastra Indonesia di SD master menggunakan banyak metode di antaranya yaitu:

Pidato

Wawancara

Urun rembuk

Permainan

Penugasan

Diskusi
4.
Evaluasi privat Pengajian pengkajian Bahasa dan Sastra Indonesia di SD
Evaluasi dilakukan untuk menimbang sejauh mana pencapaian pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas bisa tercapai. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengecekan dan non tes . Cermin evaluasi dengan teknik tes yaitu sreg aspek mendengarkan , siswa menyimak berita yang dibacakan master kemudian guru memberikan beberapa soal dan siswa menjawab. Padahal puas teknik penilaian non pembenaran biasanya guru memperalat muncul kerja, misalnya sahaja untuk membiji pada aspek mendaras yakni membaca puisi master menggunakan skala rentang dengan memperhatikan barometer- kriteria spesifik berupa kejelasan membaca, suara, intonasi, dan ekspresi wajah. Dengan evaluasi maka dapat diketahui kekurangan maupun masalah yang dihadapi peserta saat pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia serta pencapaian hasil belajar siswa.
B.

Pengembangan Hasil Analisis Kurikulum Bahasa dan Sastra Indonesia di SD
Seia sekata dengan urut-urutan zaman dan privat bagan mempersiapkan peserta ajar menghadapi tantangan hari depan dan menigkatkan mutu pendidikan nasional maka Departemen Pendidikan Nasional merespon dengan menyempurnakan kurikulum secara berkelanjutan, yang diberi logo Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diberlakukan sejak hari 2006. Kurikulum ini merupakan refleksi pemikiran terhadap kurikulum pendidikan dasar dan semenjana sebagai salah satu wujud reformasi pendidikan. Selain materi pendedahan telah disederhanakan, internal kurikulum KTSP standar isi saja disediakan standar paling kecil provisional ekspansi diserahkan puas sekolah yang bersangkutan disesuaikan dengan karakteristik sekolah tersebut. Untuk hingga ke intensi pembelajaran dengan hasil yang baik, penilaian dilakukan bedasarkan pencapaian setiap indeks, tiba dari saat kegiatan belajar berlangsung sampai dengan pengunci pembelajarn dan penilaian kian ditekankan plong penilaian nan bersifat individual. Berlandaskan hal tersebut maka ekspansi kurikulum bahasa dan sastra Indonesia SD khususnya lebih ditekankan sreg bagaimana mengembangkan silabus penerimaan, yang membentangi:
1) Identitas
2) Standar kompetensi,
3) Kompetensi dasar,
4) Indikator
5) materi sendi
6) alokasi waktu
7) penilaian
8) sumber sparing.

       Bakal meluaskan kurikulum bahasa dan sastra Indonesia di SD ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1.
Hasil Sparing
Hasil berlatih ini memuat gambaran materi yang disajikan pada tiap-tiap aspek dalam bahasa Indonesia yang mendukung tercapainya kompetensi yang telah ditetapkan. Secara garis besar sebagai berikut:
a.
mendengarkan; cerita, berita, bunyi atau suara, perintah, pengumuman, orasi.
b.
merenjeng lidah;dialog, wanti-wanti, keluarga, sandiwara radio pendek, lembaga binar.
c.
membaca; lambang bunyi, suku alas kata, kalimat, paragraf, atlas, berbagai wacana, dan seterusnya.
d.
menulis; abc, suku perkenalan awal, kalimat, paragraf, gubahan dan seterusnya.
e.
sastra; dongeng, puisi, puisi lama, cerita singkat, drama sederhana, dan seterusnya.
f.
kebahasaan; intonasi, lafal, ejaan, tanda baca, kata, kalimat, imbuhan , molekul, dan lebih lanjut.
2.
Pendekatan dan Aktivasi Materi
Untuk menentukan pendekatan apa yang dipakai, serta aktivasi materi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia SD maka banyak hal yang harus dicermati, antara enggak :
a.
fungsi penting bahasa bagaikan adalah ibarat alat komunikasi;
b.
tren pesuluh SD;
c.
perkembangan bahasa petatar SD;
d.
posisi bahasa Indonesia sebagai pelajaran nan strategis.
Dengan demikian pendekatan nan digunakan n domestik pembelajaran bahasa Indonesia adalah memadukan berbagai pendekatan, misalnya
a.
pendekatan komunikatif; bahwa penerimaan bahasa Indonesia harus sesuai dengan konteksnya, maksudnya mengajarkan bahasa dimulai bersumber bagaimana bahasa itu digunakan dalam konteksnya sehari-hari, yang menegaskan kepada kebermaknaan dan kelebihan bahasa.
b.
pendekatan terpadu;secara umum bisa diartikan dengan menghubung-hubungkan beberapa netra pelajaran atau antara aspek dalam satu alat penglihatan tutorial, dengan maksud agar penelaahan itu relevan dan bermakna bagi siswa, nan dikenal dengan istilah tematik.
c.
pendekatan keterampilan proses dan CBSA; pendekatan ini melakukan pengajian pengkajian yang berpusat pada siswa, membiasakan dengan melakukan, dan lain-lain. (Santosa, 2007:3.9)
d.
pengorganisasian materi harus mencermati cara pembelajaran bahwa pembelajaran dimulai dari yang mudah keyang sukar, pecah yang sederhana ke yang kompleks. Selanjutnyakompetensi dasar indra penglihatan pelajaran terdiri atas (1) kompetensi bawah, (2) hasil belajar, dan (3) indikator pencapaian hasil belajar.
3.
Rambu-Pacak
Tonggak-patok merupakan penjelasan dan pedoman bagi pelaksanaan kurikulum, buat mengembangkan, menyusun perencanaan pendedahan, melaksanakan kegiatan pendedahan, dan mengevaluasi pembelajaran. Dalam kurikulum bahasa Indonesia SD terwalak tujuh butiran tunggak-tunggak, yang intinya dapat dikemukakan sebagai berikut
a)
hakikat belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Karena itu, pembelajaran harus diarahkan kerjakan meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan berpikir dalam-dalam dan bernalar serta memperluas wawasan dan mempertajam kepekaan perasaan.
b)
Kemampuan dasar hasil belajar bagi pencapaian barometer kompetensi dan kompetensi dasar yang tercantum dalam KTSP adalah pencapaian hasil belajar paling yang harus dikuasai maka itu pesuluh sedangkan pengembangan dan penanda diserahkan pada guru matapelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik sekolah dan kejadian petatar bagaikan penghuni belajar. Pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
c)
Kompetensi dasar bahasa indonesia SD mencengap aspek mendengarkan, berujar, membaca, menulis, sastra, dan kebahasaan. Aspek-aspek ini harus dikembangkan secara seimbang.

4.
Penataran lega Setiap Inferior
Pada kelas rendah ialah inferior 1,2, dan 3 pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan pembelajaran tematik yaitu penataran bagi menyerahkan pengalaman nan bermakna kepada siswa, di mana materi les bahasa dan sastra Indonesia digabungkan dengan materi pelajaran lain namun masih dalam suatu tema, misalnya tema Mileu dengan memasukkan materi bahasa Indonesia dan IPA. Pembelajaran tematik disarankan dilaksanakan di kelas adv minim hal ini mencermati kecenderungan siswa nan memandang sesuatu sebagai satu wahdah (holistik). Dengan strategi ini, diharapkan penelaahan bertambah berharga. Sementara itu sreg inferior 4, 5, 6 pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia sudah lalu terpisah, karena siswa pada usia ini mutakadim tidak berpikir holistik kembali.
Ciri-ciri pembelajaran tematik:
a)
Menyuguhkan konsep dari beberapa pelajaran privat satu konsep pembelajaran, dengan maksud agar pembelajaran tersebut lebih bermakna, jadi enggak dipaksakan
b)
Bersifat  luwes
c)
Penelaahan  dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
d)
Memberikan  pengalaman langsung kepada siswa;
e)
Berpusat  pada siswa.
Contoh pemetaan tematik

Daftar pustaka

Iwan. 2011. Kajian Kurikulum Bahasa Indonesia intern Pembelajaran di Sekolah Sumber akar. http://www.republika.co.id/berita/kewarganegaraan/publik/11/10/30/. (8 Oktober 2012).
Pringgawidagda, Suwarna. 2002. Strategi Penguasaan Bahasa. Yogyakarta: Adiata Karya Nusa.
Santosa, Puji, dkk. 2010. Materi dan Pengajian pengkajian Bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Uni. 2011. Telaah Kurikulum. http://fashiontegal.blogspot.com/2011/06/telaah-kurikulum-i.html. (8 Okotober 2012).

Source: https://tematikdwi.blogspot.com/2012/12/bahasa-indonesia-untuk-sd.html

Posted by: skycrepers.com