Kasus Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sd Pak Sukardi







TUGAS AKHIR Penelaahan (TAP)


KASUS Alat penglihatan Kursus


BAHASA INDONESIA


ILMU Kabar Pataka


SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN


Description: http://4.bp.blogspot.com/_4WrhpQjxAQY/TOvKCEfr20I/AAAAAAAAAAM/5J2NBPLUgnE/s1600/logo_universitas_terbuka.jpg




Maka itu


Shofi SYAMSUENI


NIM.



815192179




Kementerian PENDIDIKAN DAN Peradaban Perkumpulan Membengang


UPBJJ MALANG POKJAR KASEMBON
MALANG


PROGRAM S-1 PGSD


2012


KASUS Netra PELAJARAN BAHASA INDONESIA (NON ilmu pasti)



Bu Indah hawa bahasa Indonesia papan bawah IV. Ia akan mengajar materi pantun dengan tema membaca.

Hawa berangkat tutorial dengan mengimlakan pantun jenaka di buku kelongsong. Karena absurd semua siswa tertawa.Guru merasa plong karena boleh memotivasi siswa. Kemudian guru mencatat puisi lama tersebut di papan tulis, selesai mencatat suhu mengklarifikasi fitur – fitur pantun, semua pesuluh tutup mulut mendengarkan. Guru mulai mencatat

beberapa pantun di dalam buku kelongsong di papan tulis buat dibaca bersama makanya siswa, ketika hawa batik pelajar banyak yang gempita, papan bawah mulai ramai. Guru memarahi mereka seketika siswa diam kegenturan.Guru menyinambungkan mengingat-ingat puisi lama. Selesai mencatat hawa mengaji pantun dan siswa mengikutinya, kegiatan tersebut berlanjut sampai kegiatan inti selesai. Lalu guru memasrahkan evaluasi tetapi kesudahannya sangat mengecewakan 60% siswa nilainya dibawah tolok (70) dan siswa masih belum bisa meneraplan fitur – fitur pantun ke internal sebuah kelong.

Cak bertanya:

Temukan permasalahan dan memberikan solusi dengan menggunakan bagan berpikir memecahkan komplikasi.


1.




Identifikasi informasi penting


·




Mengajarkan topik adapun pantun


·




Suhu mengambil contoh pantun di rahasia


·




Menggunakan metode khotbah


·




Suhu menulis ulang pantun di buku ke papan tulis


·




Pesuluh banyak nan ramai


·




Temperatur marah


·




Hasil evaluasi mengesalkan


·




Pelajar masih belum reaktif dengan fitur – fitur puisi lama


2.




Permasalahan berpokok kasus tersebut


·




Kok temperatur mengambil contoh pantun di buku?


·




Mengapa guru menggunakan metode syarah?


·




Mengapa master menggambar ulang kelong di taktik ke papan tulis?


·




Mengapa siswa banyak yang banyak?


·




Kok suhu berang?


·




Mengapa hasil evaluasi mengecewakan?


·




Mengapa peserta masih belum paham dengan fitur – fitur pantun?


3.




Penyebab masalah


·




Karena persiapannya terbatas


·




Suhu menjeput jalan pintas agar cepat radu


·




Karena guru lain dapat menguasai kelas


·




Hawa tidak bisa membimbing siswa untuk bersikap baik


·




Karena guru hanya orasi dan mencatat puisi lama di resep


·




Karena master tidak memberikan kesempatan siswa untuk menemukan sendiri fitur – fitur pantun


4.




Separasi masalah


·




Sebelum mengajar hawa harus mempersiapkan materi, perigi, dan metode yang cocok bagi pelajaran pantun, bagaikan dengan master membuat pantunsendiri dan membacanya di depan papan bawah.


·




Seharusnya hawa memperalat metode yang cocok bikin latihan puisi lama inquiry atau urun pendapat.


·




Seharusnya guru tidak bisa marah – mareh karena dapat menempatkan spirit belajar siswa, guru perlu menegur dan menasehati mereka.


·




Mudahmudahan guru menugaskan petatar buat takhlik puisi lama seorang, dengan memberi contoh cara membuat kelong sendiri dan menerapkan fitur – fitur pantun kedalamnya.


5.




Kekuatan dan kelemahan

Metode inqiry

Kekuatannya

Kelemahan


·




Pelajar bisa menemukan sendiri materi yang dipelajari.


·




Mebuat pelajar berpikir perseptif


·




Walau lama saja seliruh siswa berpikir dalam-dalam


·




Siswayang Makas berlatih tidak dapat menemukan kebobrokan.


·




Siswa nan cerdas cepat radu sehingga seandainya master tidak bisa menguasai kelas siswa akan banyak

Metode ceramah

Kekuatannya

Kelemahannya


·




Murid dapat bekerja samauntuk takhlik pantun.


·




Hanya iswa yang aktif nan mengerjakan


6.




Metode yang seia digunakan merupakan inquiry karena siluruh pesuluh dapat berpikir kritis.


7.




Bu Indah mengajar bahasa Indonesia materi pantun, ia menjelaskan materi dengan mecontoh di buku paket, karena materi itu ada di buku sedangkan suhu mencatatnya ulang sehingga siswa menjadi ramai, master berang siswa bungkam ketakutan. kemudian master menjelaskan materi. setelah diberi evaluasi hasilnya mengecewakan. oeh karena itu sebelum mengajar sebaiknya temperatur membuat awalan yang matang dan membuat RP, hendaknya plong tahun proses pembelajaran berlanjut dengan baik. Hawa mengajar materi kelong dengan mencontoh puisi lama di buku paket, guru tidak berkreasi koteng, padahal buat bertambah mudah membangkitkan minat petatar, guru dapat membuat pantun karya sendiri kemudian diceritakan ke pelajar bahwa pantun ini adalah karya Ibu seorang misalkan tadi pagi sambil memasak di dapur, siswa pasti antusias bagi mendengarkan pantun tersebut. Selesai membacakan guru jangan sewaktu mencatat puisi lama tersebut, tetapi guru membuat pantun pula dengan langkah – langkah membuat isinya dulu lalu mencari sampirannya dengan menerapkan fitur – fitur pantun ke dalamnya pada waktu pembuatan guru menugaskan siswa mendukung guru membuat puisi lama. Setelah pantun bintang sartan guru menulis dibawah pantun itu karya siswa inferior IV, betapa bangganya mereka. Guru berangkat menugaskan pelajar kerjakan berpikir bersama membuat sebuah pantun di papan tulis. Kemudian siswa membuat puisi lama sendiri. Guru memperalat metode mecari seorang fitur – fitur kelong dan membuat kelong koteng seyogiannya siswa lebih lama mengingat materi ini. Jika terserah peserta yang gaduh kita harus memanggil dan mengkondisikan inferior mudahmudahan berjalan lancar, misalkan membagi tugas, atau disuruh membersihkan materi yang baru hanya dijelaskan, jangan simultan marah – marah mudahmudahan siswa tidak menurun kehidupan belajarnya. berikut adalah rencana reformasi pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses pembelajarannya BU Indah.


RENCANA Reformasi Pengajian pengkajian


(RPP)




Sekolah:
SDN Purworejo 02


Mata

Pelajaran:

Bahasa Indonesia


Kelas /

Semester:

IV / 2


Alokasi Waktu: 2 x 35 menit







Tema / Sub

Tema:

Pendidikan




Aspek:

Mendengarkan






Barometer KOMPETENSI:







5.

Mendengarkan pembacaan kelong.



A.






KOMPETENSI DASAR:







5.2 Mengajuk pembacaan puisi lama momongan dengan lafal dan intonasi yang tepat.



B.






Tujuan Pengajian pengkajian:


§




Murid dapat menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi nan tepat.


§




Siswa mendengarkan pembacaan pantun.


§




Peserta menirukan pembacaan pantun.


§




petatar bisa menguraikan fitur – fitur pantun.


§




Petatar menguraikan isi pantun dengan cara menjawab tanya.


§




Pelajar boleh membentuk pantun sendiri.


v





Kepribadian siswa nan diharapkan:




Gemuk, Dapat dipercaya,

Rasa hormat dan perhatian, Khusyuk, Tanggung jawab, Berani.




C.






MATERI:


§




Pantun anak



D.






METODE PEMBELAJARAN:


§




Inquiry


§




Kasih tugas


§




Protes


§




Pidato



E.






KEGIATAN Pembelajaran:


§




Pendahuluan




. Guru menerimakan salam.




. Mempersiapkan segala sesuatu nan akan mendukung proses penataran.




. Siswa dikondisikan ke dalam situasi yang kondusif.




. Apersepsi

dan

Pecut:


  –




Guru menjelaskan kepada siswa bikin memperhatikan bentuk saat mendengarkan pembacaan pantun, karena gambar tersebut bersambung dengan pantun yang dibacakan.


§




Inti


&






Eksplorasi

Dalam kegiatan penelitian, guru:


F




Guru menjelaskan ciri -ciri pantu dengan misalnya.


F




Guru membuat kelong sendiri.


F




Siswa diajari membuat pantun sendiri.


&






Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, suhu:


.




Pelajar mengajuk guru mendiktekan

pantun karya guru sendiri.






. Siswa diajari menciptakan menjadikan kelong.






. Petatar mencatat

karya sendiri

ke dalam taktik tugasnya.






. Guru mengajukan tanya adapun isi puisi lama yang dibacakan.


.




Petatar menjawab


pertanyaan dengan mendiskusikan bersama dagi sebangkunya.


.




Temperatur berkeliling kecam diskusi siswa.


&






Pembuktian


Dalam kegiatan konfirmasi, guru:


.




Suhu bertanya jawab mengenai hal-hal nan belum diketahui siswa


.




Guru bersama siswa berwawancara meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan pemantapan

dan

penggabungan.



§




Kegiatan

Intiha



Dalam kegiatan akhir, hawa:


.




Siswa

diminta

mencari puisi lama anak bersama kelompoknya. Kemudian, membacakannya di depan inferior dengan lafal dan intonasi yang tepat.


.




Hawa memberi motifasi untuk belajar lebih giat.


.




Salam.



F.






Radas PEMBELAJARAN:


·




Contoh patun



G.






Sumur Penelaahan:


§




Kriteria Isi


§




TBKG.2007.Bina Bahasa Indonesia untuk SD Kelas IV semester 2.hal 50-51.

Jakarta: Erlangga



H.






PENILAIAN:


Penunjuk Pencapaian




Teknik Penilaian


Bentuk Perabot


Contoh Instrumen


·




Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi nan tepat


·




Menjawab tanya ten

tang isi pantun

Teknis pemeriksaan ulang: praktek pengejawantahan

Non validasi: perbuatan

Bentuk: produk dan penugasan

Instrumen: daftar tugas


·




Tirukanlah pembacaan pantun yang bertema pendidikan.



I.






RINGKASAN MATERI (Terlampir)



FORMAT Kriteria PENILAIAN




&






Produk (hasil urun pendapat)


No.


Aspek


Kriteria


Kredit

1.

Konsep

* Semua bermartabat

* Sebagian ki akbar benar

* Sebagian boncel moralistis

* Semua pelecok

4

3

2

1


&






Performansi


No.


Aspek


Standar


Kredit

1.

2.

3

lafal

intonasi

kelancaran

* Jelas

* Minus jelas

* Lain jelas

* Baik

* Cukup

* Tekor

* Lancar

* Rendah

* Lain lancar

4

2

1

4

2

1

4

2

1


Adendum


Ringkasan MATERI

Langkah – persiapan membuat pantun:


·




Kita bagi isi dulu


·




Jangan lupa menghitung kaki katanya antara 8 – 12 suku prolog


·




Setelah isi dibuat kita untuk ampaian


·




Membuat sampiran harus dilihat suara akhir sreg isi


·




Suara minor akhir sampiran baris permulaan harus setara dengan isi jajar ke tiga


·




Kritik intiha sampiran baris ke dua harus sebagaimana isi saf ke empat


·




Kalimat pada sampaian terserah kita yang penting suara minor akhirnya ekuivalen


·




Hitung lagi suku katanya


Lengkap

Lakukan tape diberi khamir
Punya permen dibagi – bagi



Tape dibawa menghindari ke Batos
Aku suka permen mentos



Hai muridku yang tak cak hendak rugi

janganlah kita suka membolos

Lari – lari beli obat

kadas
Kronologi – Jalan ke kota badas

Cak semau pesawat abolisi landas






Lari jatuh tersandung batu
Dari badas pergi ke Provokasi

Pesawat menuju ke Palu








Jika kamu memang cerdas

Binatang apa bercula satu


KASUS MATA Les IPA (eksakta)

Bu Rini akan mengajar les IPA materi tendensi magnet kelas bawah 5 semester 2. Pada tahun itu kamu menemukan kit sahaja tidak menemukan, karena sekolahnya sedang direnovasi, bintang sartan barang – dagangan masih bercampur menjadi suatu.

Bu Rini tak ambil nanar anda mulai pelajaran tanpa gawai peraga. BU Rini mengatakan kepada siswa bahwa KITnya masih terselip diantara barang – dagangan, lalu menggaskan pelajar yang mempunyai magnet menjumut dirumahnya, refleks menunggu

siswa itu menjumut magnet master menguraikan tentang materi besi berani.

Sepuluh menit kemudian murid itu unjuk dengan mengangkut satu magnet dan paku.



Pasca- itu siswa mengasihkan besi berani buat hawa, guru start memeragakan minus menugaskan peserta buat melakukan percobaan, karena magnetnya namun suatu dandan percobaan yang membutuhkan perangkat peraga bukan masih banyak terpaksa hanya dijelaskan saja, siswa mendengarkan dan memperhatikan contoh gambar – gambar di gerendel paket. Selesai memperhatikan hawa menyoal kepada siswa “Apakah sudah mengerti?” Siswa menjawab, “Ada soal lain?” “Tidak!”. Karena waktunya sudah berapit guru menerimakan evaluasi, tetapi akhirnya sanyat mengesalkan 60% siswa tak tuntas, bahakan menggunjingkan tanya mereka banyak yang enggak menjawab, waktu guru bertanya jawaban nan tepat apa, mereka namun dian atau senyum saja padahal guru memungkinkan menemukan jawaban di buku paket.

Pertanyaan: Bantulah Bu Rini untuk memperbaiki pembelajarannnya, dan menciptakan menjadikan tulangtulangan perbaikan penelaahan yang benar!


1.




Identifikasi sosi terdepan:


S




Bu Rini mengajar pelajaran IPA materi gaya besi sembrani.


S




Bu Rini tidak membawa media dan tidak berbuat kegiatan awal.


S




Bu Rini menugaskan siswa untuk mengambil magnet.


S




Bu Rini berdemonstrasi dengan materi secukupnya.


2.




Permasalahan dan pertanyaan berpokok kasus tersebut:


S




Siswa tidak praktik refleks hanya mengintai dan mendengarkan.


S




Siswa hanya mendengarkan minus terserah wawansabda.


S




Hasil belajar peserta mengecewakan sedangkan siswa dapat menemukan

jawaban di buku paket.


S




Mengapa bu Rini tidak mengangkut media dan tidak melakukan kegiatan mulanya?


S




Mengapa bu Rini menugaskan pesuluh bikin menjeput magnet?


S




Mengapa bu Rini berunjuk rasa dengan materi seadanya?


S




Mengapa siswa tidak praktik langsung hanya melihat dan mendengarkan?






Mengapa peserta hanya mendengarkan tanpa suka-suka temu ramah?


S




Mengapahasil belajar siswa menghampakan sedangkan peserta dapat menemukan

jawaban di anak kunci paket?


3.




Penyebab kebobrokan


S




Bu Rini kurang melakukan persiapan / bahkan tidak mengamalkan persiapan.


S




Bu Rini sebelum mengajartidak mengakali organ dan bahan yang akan digunakan.


S




Karena alat nan digunakan bukan memadai.


S




Karena siswa lain diberi kesempatan untuk mengamati sendiri dan menemukan jawaban sendiri.


S




Bu Rini hanya berceramah membuat peserta bosan.


S




Waktunya hanya sedikit / guru kurang boleh menerapkan alokasi periode sehingga waktu untuk kegiatan penutup rendah.


S




Karena mereka minus mendalami materi dan hanya mendengarkan ceramah master.


4.




Alternatif pemecahan masalah


S




Seharusnya bu Rini sebelum mengajar menciptakan menjadikan dan berbuat persiapan dengan matang, mengecoh instrumen dan korban, dan mengeset alokasi waktu agar tidak menghabiskan jam tutup. Sekiranya alat dan bahan di sekolah tidak ada cari alternatif enggak, misalnya: kita cari di flat / sebelum praktek menugaskan siswamembawa barang – barang tersebut dari flat sampai keesokan harinya mereka praktik sonder hambatan.

Jangan menugaskan siswa mengambil gawai peraga yang mereka miliki di rumahnya karena dapat menjarah hoki peserta untuk mendengarkan penjelasan temperatur.


S




Guru hendaknya meniadakan metodenya berpokok dominan menggunakan meyode ceramahdiganti dengan metode eksperimen atau demonstrasi.


5.




menganalisis kekuatan dan kelemahan.

Metode inquiry

Kepentingan

Kelemahan


S




Petatar bisa menemukan jawaban sendiri.


S




lebih lama dihafal.


S




Siswa aktif.


S




Nan aktif kebanyakan hanya pesuluh – murid yang pandai dan n kepunyaan kemauan.


S




Jika hawa lain bisa mengkondisikan kelas, kelas akan gaduh pada waktu percobaan.


S




Membutuhkan Waktu nan lama.

Metode demonstrasi

Kepentingan

Kelemahan


S


Siswa dapat melihat secara sekaligus guru berdemonstrasi


S


Tidak menunggangi waktu nan lama.


S


Siswa tidak terjun berbarengan untuk mengamalkan pengamatan


6.




Yang minimal sekata digunakan dalam materi ini adalah metode eksperimen


7.




BU Rini mengajar materi kecenderungan magnet belaka alat peraganya tidak ada engkau menugaskan seorang pesuluh cak bagi mengambilnya di rumah. Karena minimnya alat peraga guru hanya berdemonstrasi dan menerankannya dengan metode kuliah, sehingga siswa abnormal mengerti materi yang diajarkan.Untuk kontributif bu Rini pertama – tama kita tentukan suntuk metode penelaahan adalah Eksperimen. Bu rini harus mewujudkan persiapan penataran yang terpaku dan terprogram dengan baik, tidak lupa alokasi waktunya harus tepat. kemudian menentukan, mencari, dan mengumpulkan alat dan bahan nan akan digunakan. Setelah hipotetis instrumen dan bahan kita praktekkan lebih lagi dahuluagar eksperimen lain gagal, tepatkan waktu dengan eksperimen agar enggak mencuil waktu penutupan.

Dalam melakukan eksperimen siswa dikelompokkan dalam gerombolan nan agak gesar sangka – tebak tiap – tiap kelompok berjumlah 5 – 6 orang. Usahakan tiap gerombolan memiliki alat dan bahan yang sma agar tidak sanggam meminjam. sreg masa berkawanan hawa harus gelintar menyerang mandu kerja tera, dan kondusif jika ada kelompo yang kesulitan. Radu membuatrancangan pembelajaran yang akan diajarkan kan bu Rini wajib mewujudkan rencana perbaikan pembalajaran yaitu:


Rang Pelaksanaan Penataran


(RPP)




Sekolah:

SDN Purworejo 02


Ain

Pelajaran:

SAINS


Materi

Pokok:

Energi dan Perubahannya


Inferior /

Semester:

V / 2




Waktu:

2 x 35 menit (1 X pertemuan)




Metode:

Eksperimen, pengutusan


Patokan

Kompetensi:



5. Memahami perkariban antara kecenderungan, gerak, dan energi, serta fungsinya



A.






Kompetensi Dasar

5.1 Mendeskripsikan hubungan antara kecenderungan, gerak dan energi melalui percobaan (kecondongan gravitasi, mode gesek, gaya magnet)



B.






Tujuan Pendedahan **:


o




Siswa dapat mempraktikan keistimewaan kecenderungan magnet.


udara murni




Siswa memehami kekuatan gaya magnet dipengaruhi oleh ketebalan dan jarak.


ozon




memaklumi kecondongan tarik magnet terkuat di daerah antitesis.


&





Karakter siswa yang diharapkan:





Teliti, dapat berinteraksi dengan orang tidak, tanggung jawab khusyuk, kesetiaan, hormat.



C.






Materi Essensial

Tren magnet


ozon




Kekuatan tren magnet



D.






Media Membiasakan


o




KTSP


udara murni




Haryanto, 2004.Sains untuk SD Papan bawah V.Kejadian. 113-116.Jakarta: Erlangga


ozon




Sebuah magnet, paha belalang, paku payung, klip daluang dari besi, saputangan, daluang, karet setip, potlot, uang besi, bujukan kerikil, selembar karton, selembar batu cermin, kubus, pensil, makao tipis, belebas



E.






Rincian Kegiatan Penerimaan Siswa

  1. Pendahuluan

Salam dan absensi

Apersepsi

dan Motivasi:


ozon




Mengulang materi pertemuan sebelumnya


ozon




Menyampaikan Indikator Pencapaian Kompetensi dan kompetensi yang diharapkan

(5 menit)

  1. Kegiatan Inti


&






Penelitian

Dalam kegiatan penyelidikan, suhu:


F




Siswa

dapat Mengetahui atlas konsep adapun tendensi magnet


F




Mengikutsertakan pelajar didik secara aktif n domestik setiap kegiatan penataran; dan


F




memfasilitasi pesuluh didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, maupun lapangan.


&






Elaborasi

Kerumahtanggaan kegiatan elaborasi, master:


F




Petatar berkelompok untuk berbuat pengamatan


F




Siswa mengerjakan LKS cak bagi langkah – ancang pengamatan.


F




Guru menjadi mediator.


F




Siswa membaca permakluman hasil pengamatan.


F




Siswa dibantu guru membuat ringkasan materi dan di catat di siasat.


&






Konfirmasi


Privat kegiatan konfirmasi, guru:


F




Guru bertanya jawab tentang situasi-hal yang belum diketahui murid


F




Temperatur



bersama



murid

bertanya jawab meluruskan

kesalahan




kognisi,

memberikan

stabilitas

dan penyimpulan

(55 menit)

  1. Penutup


udara murni




Memberikan penali semenjak kegiatan:







Gaya tarik magnet nan paling langgeng terletak di putaran kutubnya







Magnet memiliki dua kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan

(10 menit)

  1. Pekerjaan Rumah


o




membaca materi berikutnya



F.






Ringkasan Materi



G.









Penilaian:


S






Teknik: Kerubungan


S






Bentuk: Laporan dan unjuk kerja


S






Instrumen: Buktikan kekuatan gaya magnet


S






Indikator: Membuktikan kekuatan kecenderungan magnet


S




Rubrik


No.


Indeks


Deskriptor


Skor

1.

2.

3.

4.

Akurasi jawaban

Kerjasama

Sikap

Presisi


S





Tepat


S




kurang


S




tidak


S




baik


S




abnormal


S




enggak


S




baik


S




invalid


S




enggak


S




teliti


S




kurang


S




enggak

4

2

1

4

2

1

4

2

1

4

2

1


LAMPIRAN


Ikhtisar materi


·




Kekuatan mode magnet dipengaruhi oleh:


      .




Ketebalan penahan


b.




jarak magnet terhadap bendamagnetis


·




Gaya besi berani terkuat terletak pada kutubnya


·




Panggung besi berani ialah daerah tertentu disekitar magnet yang masih dipengaruhi makanya gaya tarik besi berani.


·




Garis – garis kecenderungan besi berani adalah pola – pola tertentu yang disebabkan adanya arena magnet.


Lembar kerja Pelajar

Siswa mengamalkan pengamatan dengan LKS yang ada di anak kunci kemasan sains hal: 113-116. Kegiatan 7.2; 7.3; 7,4; 7.5.


Lembar Soal


1.




bertambah baplang penghalang magnet maka bertambah … kekuatan gaya magnet.


2.




Apa yang mempengaruhi kekuatan gaya besi berani?


3.




keefektifan gaya magnet yang minimum besar terketak lega?


4.




Area tertentu disekitar magnet yang dipengaruhi olehgaya tarik besi berani dipengaruhi maka dari itu?


5.




Pola – pola yang membuat kancah magnet disebut!


Anak kunci jawaban


1.




Kecil


2.




Ketebalan dan jarak


3.




Tandingan


4.




Bekas magnet


5.




Garis – garis tren magnet.


KASUS MATA Kursus SENI BUDAYA DAN Kecekatan (SBK)

Bu Asli akan mengajar pelajaran kesenian materi alat irama tradisional. Karena di sekolah tidak cak semau radas musik tradisional dan guru juga invalid boleh memainkan alat musik. Karena di sekolah enggak ada alat – alat irama tradisional dan hawa juga kurang boleh memainkannya, hawa menggunakan organ peraga gambar alat musik tradisional.

Master mulai les dengan menunjukkan alat peraga gambaralat musik tradisional, pesuluh antusias melihat gambar tersebut karena belum pernah tau perlengkapan – perkakas musik tersebut. sambil menunjukkan gambar temperatur mulai menjelaskan alat irama tradisional tersebut, siswa diam mendengarkan, radu menerangkan siswa diberi pertanyaan, saja banyak jawaban siswa yang salah. Guru mengoreksi jawaban siswa yang keseleo. selesai kegiatan inti temperatur membagi evaluasi semata-mata 60% peserta tidak tuntas.

Soal:

Temukan permasalahan dan memberikan solusi dengan menggunakan lembaga berpikir memecahkan kebobrokan.


1.




Identifikasi kunci penting:


·




Mengajar topik adapun perkakas musik tradisional.


·




Di sekolah lain ada alat musik.


·




BU Salih adv minim mahir memainkan alat musik tradisional


·




Menggunakan media gambar.


·




Hawa aktif menerangkan pelajar sengap mendengarkan.


·




Jawaban siswa banyak nan salah.


·




Hasil evaluasi 60% siswa tak tuntas.


2.




Permasalahan dan pertanyaan dari kasus tersebut:


·




Cak kenapa hawa menggunakan media rencana?


·




Cak kenapa guru aktif menjelaskan siswa diam mendengarkan?


·




Mengapa jawaban siswa banyak nan salah?


·




Mengapa hasil evaluasi 60% siswa enggak tuntas?


3.




Penyebab masalah


·




Karena di sekolah tidak ada alat musik tradisional, guru kurang bisa bermain.


·




Karena guru menunggangi media gambar alat nada tradisional sedangkan pelajar belum perantaraan tau perkakas tersebut dan guru menggunakan metode ceramah.


·




Karena siswa hanya melihat gambar sengap dan tak tau bunyinya seperti segala hanya tau cara memainkannya (dipukul, ditiup, dll) dari penjelasan guru, mereka lain ambau sedarun memainkan organ musik tersebut.


·




Karena siswa hanya mendengar dan mencatat.


4.




Alternatif pemisahan masalah


·




Jika instrumen musik tidak ada guru dapat menugaskan peserta mengangkut alat musik tradisional nan dia miliki dari rumah.

Memaggil orang – bani adam yang dapat memainkan instrumen musik tersebut.

Mengajak siswa bikin mengunjungi bengkel seni musik.

Memutar video tentang peranti musik tradisional dan cara memainkannya.


·




Master menyangkal organ peraganya berusul visual diubah ke nan audio optis.


5.




Menganalisis maslahat dan kelemahan.

Menugaskan siswa membawa berasal rumah

Guna

Kelemahan


·




Pelajar dapat ambau sambil memainkanya


·




Petatar yang tidak punya enggak membawa


·




Kadang perkakas musik yang dibawa sama sehingga bukan semua alat musik ada


·




Jika hawa terbatas mahir memainkannya, siswa juga ikut salah memainkanya.

Menaggil orang nan dapat memainkan gawai irama

Maslahat

Kelemahan


·




Makhluk tersebut terampil mamainkan alat musik.


·




Siswa jadi reaktif bagaimana memainkannya


·




Membutuhkan dana nan besar bagi memanggil orang tersebut.


·




Mungkin alat irama yang dibawa belaka cacat.


·




Pelajar tidak bisa bermain secara langsung.

Mengajak petatar mengunjungi sanggar nada

Khasiat

Kelemahan


·




Pesuluh boleh mengaram serempak kaidah memainkan alat nada tersebut.


·




Jika sanggarnya jauh membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar.


·




Petatar semata-mata dapat mengamati gawai irama yang ada disanggar tersebut.

Mengarun video cara memainkan jenis – tipe alat musik dan cara memainkanya

Kekuatan

Kelemahan


·




Semua macam organ nada ada.


·




Cara memainkannya tuntun bermartabat.


·




Evisien, tidak membutuhkan masa dan biaya yang banyak.


·




Siswa dapat melihat secara langsung permainan alat nada tersebut.


·




Peserta lain dapat bermain secara langsung.


6.




Yang paling cocok diterapkan dalam materi ini yaitu memutar video kaidah memainkan jenis – jenis alat irama dan cara memainkanya.



7.





Bu Suci akan mengajar materi instrumen musik tradisional tetapi instrumen musik tersebut lain ada disekolahnya dan sira kurang bisa memainkan peranti musik tersebut, sehingga guru menggunakan media rang untuk mengklarifikasi radas nada tersebut, Kegiatan bu siti benar menggunakan media gambar semata-mata terbatas tepat digunakan karena ki alat tulangtulangan hanya dapat dilihat benda diam tersebut tanpa dapat di dengar padahal materi instrumen musik tradisional Selain menyibuk instrumen irama tersebut juga harus mendengarkan kritik alat musik tersebut dan melihat prinsip memainkannya. Oleh karena itu bu Suci boleh mengganti wahana bagan dengan media video menggunakan
slide.

Karena disamping pesuluh dapat melihat alat nada tersebut mereka sekali lagi dapat melihat cara memainkanya dan mendengarkan suara miring spesial alat musik tersebut.

Source: http://shofiesyamsueni.blogspot.com/2015/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Posted by: skycrepers.com