Materi Pembelajaran Pkn Sd Kelas Tinggi


A.     Pendahuluan

N domestik kaitannya dengan pembentukan warga negara Indonesia yang demokratis dan berkewajiban, cak bimbingan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) punya peranan yang strategis dan terdahulu, yaitu dalam membentuk siswa maupun sikap dalam berperilaku keseharian, sehingga diharapkan setiap individu mampu menjadi pribadi yang baik.

Menerobos mata pelajaran PKn ini, pesuluh sebagai warga negara dapat mengkaji Pendidikan Kewarganegaraan dalam forum yang dinamis dan interaktif. Jika memperhatikan harapan pendidikan kebangsaan di atas, Pembangunan n domestik dunia pendidikan perlu diusahakan peningkatannya. Pada penelitian ini penyelidik meneliti pembelajaran pada bidang studi PKn, karena PKn tidak sejarah maka hal yang sangat substansial nan harus dipelajari merupakan bagaimana penghijauan kesopansantunan puas pelajar sejak dini.

Minat belajar siswa pada parasan PKn ini perlu berbahagia perhatian individual karena minat ialah pelecok satu faktor penunjang kemenangan proses belajar. Di samping itu minat yang timbul bersumber kebutuhan pesuluh yaitu faktor penting bakal siswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan atau usahanya.

Pada prakteknya, pembelajaran PKn masih menghadapi banyak kendala-kendala. Obstruksi-kendala yang dimaksud antara tak:

Purwa,
guru wali mata Pelajaran PKn masih mengalami kesulitan dalam mengaktifkan pesuluh kerjakan terlibat kontan privat proses penggalian dan penelaahan bahan pelajaran.

Kedua,
total petatar setiap kelas cukup besar (40-45 murid). Tersapu dengan besaran pelajar yang cukup ki akbar di setiap kelas ini, proses berlatih dihadapkan pada amanat keikhlasan sarana dan infrastruktur pembelajaran yang terbatas memadai, sehingga situasi tersebut juga menyebabkan guru kurang dapat mengenali sikap dan perilaku individual siswa atau murid secara baik. Hal ini dapat berbuah pada kurangnya perasaan siswa terhadap materi pembelajaran.

Ketiga,
sebagian murid memandang mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata tutorial nan berperilaku abstrak dan teoritis. Jadinya siswa saat mengikuti penataran PKn merasa sepan menyadari dan mengingat konsep-konsep dan teori-teori nan diceramahkan oleh temperatur, tugas-tugas terkonsolidasi nan diberikan dikerjakan secara tidak serius dan bila dikerjakan pun sekedar memenuhi formalitas.
Keempat,
praktik arwah di mahajana baik dalam bidang strategi, ekonomi, sosial budaya, hukum, agama seringkali berlainan dengan wacana nan dikembangkan dalam proses pembelajaran di kelas.

Akibatnya siswa seringkali merasa barang apa yang dipelajari n domestik proses belajar di kelas bawah bak situasi yang sia-sia.
Kelima,
letak sekolah yang terserah di pinggir kota dan kembali dasar siswa pecah pinggir kota adalah rintangan internal pembelajaran, karena wawasan siswa menjadi dulu rendah dan kurang, sehingga intern proses penerimaan murid di kelas menjadi tidak aktif dan tidak bergairah cak bagi refleks proaktif.


B.     Konotasi Alat penglihatan PelajaranPendidikan Kewarganegaraan

Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional, mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kebangsaan (PPKn) berubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan dalam Kurikulum 2004 disebut sebagai mata pelajaran Nasional
(Citizenship). Mata tutorial Kewarganegaraan merupakan mata kursus yang memfokuskan puas pembentukan diri yang berbagai rupa mulai sejak segi agama, sosial kultur, bahasa, usia, dan suku bangsa buat menjadi penghuni Negara Indonesia nan cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Fungsinya adalah andai wahana kerjakan mewujudkan warga negara yang cerdas, terampil, berkarakter yang taat kepada nasion dan negara Indonesia dengan merefleksikan dirinya dalam sifat berfikir dan berperan sesuai dengan proklamasi Pancasila dan UUD 1945 (Balitbang, 2002: 7).

Pendidikan Nasional ialah sarana bakal melebarkan dan melestarikan kredit mulia dan moral yang berakar pada budaya Bangsa Indonesia nan diharapkan dapat diwujudkan dalam lembaga perilaku dalam nasib sehari-hari siswa baik sebagai insan, masyarakat, warganegara dan anak adam ciptaan Almalik Yang Maha Esa. Perilaku-perilaku tersebut ialah seperti nan termasuk di kerumahtanggaan penjelasan Undang-Undang tentang Pendidikan Nasional pasal 39 ayat (2) yaitu perilaku nan memancarkan iman dan taqwa terhadap Allah Yang Maha Esa privat umum yang terdiri dari berbagai golongan agama, perlaku yang bersifat manusiawi nan nonblok dan beradab, perilaku nan membantu persatuan bangsa dalam masyarakat yang plural kebudayaan dan berbagai rupa kurnia., perilaku nan kondusif kerakyatan yang mengutamakan kepentingan perorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran, pendapat ataupun kepentingan diatas melalui ura-ura dan mufakat, serta perilaku nan mendukung upaya bikin membuat keadilan sosial lakukan seluruh rakyat Indonesia.

Di samping itu Pendidikan Kewarganegaraan juga dimaksudkan umpama usaha lakukan membekali siswa dengan budi pekerti, pengumuman dan kemampuan asal berkenaan dengan gabungan antara sesama pemukim negara maupun antar warga negara dengan negara. Serta pendidikan bela negara seharusnya menjadi warga nagara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara.

PKn merupakan hobatan yang diperoleh dan dikembangkan berlandaskan terpaan moral yang mencari jawaban atas tanya apa, mengapa, dan bagaimana gejala-gejala sosial, khususnya nan berkaitan dengan kesopansantunan serta perilaku manusia. Pendidikan Nasional tercantum pelajaran bidang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari teori-teori serta perihal sosial yang suka-suka di sekitar lingkungan masyarakat kita.

Maka dari itu karena itu dalam pembelajaran PKn perlu diberikan brifing, mereka harus terbiasa bikin mendengar alias menerapkan serta mencatat hal-hal yang berkaitan dengan ilmu PKn, pelecok satu kesuksesan pembelajaran adalah kalau pelajar yang diajar merasa senang dan memerlukan materi ajar. Selain itu juga dengan diterapkannya pemberian tugas dengan bentuk portofolio akan dapat menerimakan diskripsi baru mengenai pembelajaran PKn, dan hal tersebut sekali lagi sebagai penunjang agar siswa tidak merasa kebosanan dalam mengikuti penerimaan portofolio.

C.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembelajaran PKn

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan penataran Pendidikan Kewarganegaraan antara lain adalah misal berikut.

1.       Guru

Seorang guru yang profesional dituntut untuk n kepunyaan kemampuan-kemampuan tertentu, Guru merupakan pribadi yang berkaitan erat dengan tindakannya di kerumahtanggaan kelas, cara berkomunikasi, berinteraksi dengan warga sekolah dan masyarakat umumnya. Membincangkan masalah guru nan baik, (S. Nasution dalam Amin Suyitno, 1997:25) membentangkan dasa kriteria nan baik merupakan: 1) memafhumi dan menghormati siswa, 2) menguasai korban tuntunan nan diberikan, 3) menyesuaikan metode pengajaran dengan bahan latihan, 4) menyesuaikan bahan pengajaran dengan kesanggupan individu, 5) mengaktifkan siswa dalam berlatih, 6) memberikan takrif sehingga terhindar dari sikap verbalisme, 7) mengeluh pelajaran dengan kebutuhan siswa, 8) punya tujuan tertentu dengan tiap pelajaran yang diberikannya, 9) tak terikat maka itu
teks book, dan10) tidak hanya mengajar intern arti memajukan proklamasi saja kepada siswa melainkan senantiasa takhlik pribadi anak.

2.      Siswa

Jika ditinjau berpunca murid, maka banyak faktor-faktor yang perlu mendapat perasaan, malah hubungannya dengan membiasakan PKn. PKn bagi peserta pada umumnya merupakan pelajaran yang tekor disenangi karena kurangnya antusias murid terhadap tuntunan ini. Karena itu dalam interaksi belajar mengajar PKn koteng guru harus menyerang faktor-faktor nan menyangsang siswa, merupakan: 1) Apakah peserta cukup cerdas, cukup berbobot, dan siap belajar PKn? 2) Apakah petatar berperhatian, terpesona dan cak hendak belajar PKn? 3) Apakah pelajar senang dengan kaidah belajar yang kita berikan? 4) Apakah siswa dapat menyepakati les dengan baik dan bermartabat? 5) Apakah suasana interaksi belajar mengajar mendorong petatar sparing?  Dengan faktor-faktor tersebut master bisa menentukan strategi penelaahan nan seperti apa hendaknya pelajar berhasil dalam sparing.

3.      Sarana dan Infrastruktur

Pembelajaran akan dapat berlanjut lebih baik sekiranya sarana dan prasaranya menabrak. Sarana yang cukup arketipe seperti perpustakaan dengan buku-buku PKn nan relevan.

4.      Strategi Pengajian pengkajian

Strategi pembelajaran PKn adalah strategi pembelajaran nan aktif, Pengajian pengkajian aktif ditandai maka itu dua faktor yaitu 1) Adanya interaksi antara seluruh komponen dalam proses pembelajaran terutama antara guru dan siswa, dan 2) Berfungsi secara optimal seluruh
sence
siswa yang membentangi indera, emosi, karsa, dan nalar. Privat pembelajaran murid aktif, metode-metode yang dianjurkan antara lain metode tanya jawab, drill, diskusi, eksperimen, karunia tugas, dan lain-lain. Seleksi metode yang diterapkan tentu tetapi disesuaikan dengan mata pelajaran, tujuan pembelajaran, maupun ki alat yang tersedia.

D.
Karakteristik Penataran PKn

Pada materi konsep dasar pendidikan kewarganegaraan telah dikemukakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pelajaran dengan keunikan tersendiri. PKn dimaknai bagaikan pendidikan nilai dan pendidikan strategi kerakyatan. Peristiwa ini mengamndung konsekwensi bahwa kerumahtanggaan peristiwa perancangan pembelajaran PKn perlu mempertahtikan karakteristik pembelajaran PKn itu koteng.

Dalam standar isi 2006 dijelaskan bahwa PKn persekolahan atau mata les PKn adalah mata pelajaran yang mengistimewakan pada pembentukan warganegara yang mengarifi dan mampu melaksanakan milik-hoki dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berperangai yang diamanatkan oleh
Pancasila dan UUD 1945.

PKn dalam kurikulum perguruan hierarki juga bukan maaf bersumber poin-ponten nasion nan dijadikan arah pengembangan PKn sebagai mata syarah. Kompetensi bawah mata kulaih PKn di PT adalah menjadi ilmuwan dan profesional yang mempunyai rasa nasional dan pelalah kapling air, demokratis berkeadaban; menjadi warga negara yang mempunyai daya gigi asu; berdisiplindan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang akur berlandaskan sistem
nilai Pancasila
(S-K Dirjen Dikti No 43/Dikti/2006).

Dalam hal tujuan, PKN persekolahan mempunyai tujuan mudahmudahan pesuluh didik memiliki kemampuan umpama berikut.

a.  Berpikir secara kritis, rasional, dan berbenda internal menanggapi isu kewarganegaraan

b. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi

c. Berkembang secara positif dan demokratis bakal membentuk diri beralaskan karakter-budi masyarakat Indonesia mudahmudahan dapat kehidupan bersama dengan bangsa-nasion lainnya

d. Berinteraksi dengan nasion-bangsa lain dalam percaturan manjapada secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

Menyimak hal-hal di atas, dapat dinyatakan bahwa PKn mengemban misi perumpamaan pendidikan nilai n domestik hal ini merupakan nilai-nilai filosofis dan nilai konstitusional UUD 1945. Di sisi tak adalah pendidikan politik kerakyatan intern rangka membentuk warganegara yang kritis, partisipatif dan bertanggung jawab bikin kelangsungan negara bangsa.

Intern naskah Kurikulum 2006 dinyatakan bahwa Pembelajaran dalam mata cak bimbingan Kewarganegaraan adalah proses dan upaya dengan menggunakan pendekatan berlatih kontekstual bagi mengembangkan dan meningkatkan kepintaran, kesigapan, dan kepribadian warga Negara Indonesia. Pendekatan belajar kontekstual dapat diwujudkan antara lain dengan metode-metode: (1) kooperatif, (2) penemuan (discovery), (3) inkuiri (inquiry) (4) interaktif, (5) eksploratif, (6) nanang peka, dan (7) separasi masalah (problem solving). Metode-metode ini merupakan kharakteristik dalam pembelajaran PKn.


E.     Intensi Mata Kursus Pendidikan Nasional

Pamrih mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah kerjakan meluaskan kemampuan-kemampuan ibarat berikut.

1.    Berpikir dalam-dalam kritis, konsekuen, dan ki berjebah dalam menanggapi isu kewarganegaraan

2.  Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, serta bertindak secara cerdas intern kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

3.   Berkembang secara positif, dinamis, dan demokratis untuk mewujudkan diri berdasarkan puas fiil-fiil masyarakat Indonesia, hendaknya vitalitas bersama dengan bangsa-bangsa bukan

4.  Berinteraksi dengan nasion-nasion lain intern persatuan atau bukan langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

Mata latihan PKn terdiri dari format wara-wara Kewarganegaraan (civics knowledge) yang mencengam bidang politik, hukum, dan kepatutan. Matra ketrampilan Kewarganegaraan (civics skill) membentangi ketrampilan, partisipasi dalam atma berbangsa dan bernegara. Dimensi kredit-nilai Kewarganegaraan (civics values) mencakup antara lain percaya diri, komitmen, penguasaan atas nilai religius, norma dan moral luhur, ponten keadilan, demokratis, toleransi, kedaulatan khusus, kebebasan berucap, kebebasan pers, kebebasan berserikat dan berkumpul dan perlindungan terhadap minoritas. Netra pelajaran Kewarganegaraan merupakan parasan kajian Interdisipliner artinya materi saintifik Kewarganegaraan dijabarkan bersumber sejumlah disiplin ilmu antara enggak mantra garis haluan, mantra negara, ilmu pengelolaan negara, hukum sejarah, ekonomi, kesopansantunan, dan filsafat (Depdiknas, 2003: 2).


F.
Keefektifan Pendidikan Nasional

Pendidikan Kewarganegaraan n kepunyaan fungsi nan sempurna terhadap perkembangan anak asuh didik. Hal ini diungkapkan dalam Sendi Panduan Pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan kuikulum 1994 adalah bagaikan berikut.

1.   Mengembangkan dan melestarikan angka moral Pancasila secara dinamis dan termengung, yaitu kredit akhlak Pancasila yang dikembangkan itu bakir menjawab tantangan yang terjadi didalam masayarakat, tanpa kehilangan jati diri perumpamaan Nasion Indonesia yang merdeka bersatu dan berdaulat.

2.  Berekspansi dan membina siswa membidik terwujudnya individu seutuhnya yang sadar garis haluan, hukum dan konstitusi Negara Kesendirian Republik Indonesia, bersendikan Pancasila.

3.    Membina pemahaman dan kognisi siswa terhadap koneksi antara sesame warga negara dan pendidikan pendahuluan bela negara sebaiknya mengerti dan berkecukupan melaksanakan dengan baik hak dan kewajibannya ibarat penghuni negara.


G.
Visi dan Misi Alat penglihatan Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

                   Dengan mengupas visi dan misi mata cak bimbingan Pendidikan Kebangsaan, yaitu mewujudkan penduduk negara yang baik, maka selain mencakup dimensi pengetahuan, karakteristik mata les Kewarganegaraan ditandai dengan memberi penekanan pada matra sikap dan kegesitan civics. Bintang sartan, pertama-tama sendiri warga negara perlu memahami dan menguasai pengetahuan yang ideal adapun konsep dan prinsip-prinsip politik, hukum, dan moral
civics. Setelah menyelesaikan pengetahuan, selanjutnya koteng warga negara diharapkan memiliki sikap dan budi sebagai warga negara yang baik serta punya keterampilan Kewarganegaraan dalam susuk keterampilan berpartisipasi privat spirit berbangsa dan bernegara, kecekatan menentukan posisi diri, serta kecakapan sukma (life skills).


H.
Visi dan Misi Indra penglihatan Kursus Pendidikan Kewarganegaraan

                  Ira lingkup mata pelajaran Pendidikan Nasional meliputi aspek-aspek antara tak adalah sebagai berikut.

1.  Persatuan dan Keesaan bangsa, menutupi: Semangat berdamai dalam perbedaan, Burung laut lingkungan, Kebanggaan bak nasion Indonesia, Sumpah Teruna, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara, Sikap kasatmata terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan

2.   Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam semangat keluarga, Penyelenggaraan tertib di sekolah, Norma nan dolan di masyarakat, Kanun-statuta daerah, Norma-norma dalam sukma berbangsa dan bernegara, Sistim syariat dan peradilan nasional, Syariat dan kehakiman internasional.

3.   Hak asasi orang meliputi: Hak dan kewajiban anak, Properti dan bahara anggota awam, Radas nasional dan internasional HAM, Pemajuan, apresiasi dan perawatan HAM.

4.   Kebutuhan penduduk negara menutupi: Kehidupan angkat royong, Harga diri bak warga masyarakat, Independensi berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Performa diri, Kemiripan kedudukan warga negara.

5.    Konstitusi Negara meliputi: Makrifat kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, Konstitusi-konstitusi nan pernah digunakan di Indonesia, Asosiasi dasar negara dengan konstitusi.

6.   Kekuasan dan Garis haluan, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan negeri dan kebebasan, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya garis haluan, Budaya demokrasi menuju awam madani, Sistem tadbir, Pers internal umum kerakyatan.

7.   Pancasila meliputi: takhta Pancasila andai asal negara dan ideology negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan ponten-nilai Pancasila dalam semangat sehari-masa, Pancasila seumpama ideologi terbuka.

8.  Globalisasi menghampari: Globalisasi di lingkungannya, Strategi luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Perantaraan internasional dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi kesejagatan.

DAFTAR PUSTAKA

Budiamansyah, Dasim. 2002.
Portofolio. Bandung: Ganesindo.

Fajar, Arnie. 2004.
Portofolio dalam Pembelajaran IPS. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Fattah Berpikir. 2000.
Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT Muda Rosdakarya.

Munib. Achmad. 2005.
Pengantar Ilmu keguruan. Semarang: UPT MKK Unnes Press.

Nurhadi, Senduk AG. 2003.
Pendidikan Pancasila. Semarang: UPT MKKU Unnes.

Rajak, Abdul H. 1995.
Sistem Pendidikan Nasional. Tunggal: Aneka Mantra

Samana A. 1992.
Sistem Indoktrinasi. Yogyakarta: Kanisius.

Sudjana, Nana. 2004.
Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Bau kencur Al Genindo.

Soeparwoto dkk. 2003.
Psikologi Pendidikan. Semarang: UPT MKK Unnes Press.

Tijan dkk. 2004.
Kewarganegaraan 1. Semarang: Aneka Ilmu.

Tijan, dkk. 2005.
Peningkatan Kualitas Proses dan Hasil Pembelajaran Indra penglihatan Kuliah SSBI. Pemberitahuan Investigasi. Semarang: SP4.

Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wardani, Igak. 2001.
Praktik Mengajar. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.

Wardani, Igak. 2001.
Dasar-sumber akar Komunikasi dan Keterampilan Bawah Mengajar. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud

Depdiknas. 2006.
Sempurna
-m
odel Pembelajaran yang Efektif. Korban Sosialisasi KTSP.
Jakarta. Depdiknas

Depdiknas. 2007.
Pedoman Ekspansi Silabus dan Model Penelaahan. Buku IV. Jakarta: Dikmenum Depdiknas

Permendiknas No 22 masa 2006 mengenai Standar Isi. Lampiran Standar Isi Pendidikan Kewarganegaraan

Suwarma Al Muchtar, dkk. 2007.
Strategi Penerimaan PKn. Jakarta : UT

Budimansyah, Dasim. 2002.
Model Pembelajaran dan Penilaian Portofolio. Bandung: PT Genesido.

Subuh, Arnie. 2004.
Portofolio dalam Pembelajaran IPS. Bandung: PT Cukup umur Rosdakarya.

Depdiknas. 2003.
Kurikulum 2004 mata cak bimbingan Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Depdiknas. 2004.
Pengetahauan Sosial. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Hasan, Karnadi. 2003.
Penilaian Hasil Belajar Berbasis Portofolio. Semarang: Fak Tarbiyah IAIN Walisongo.

Masid, Abdul. dan Andayani, Dian. 2004.
Pendidikan Agama Islam Berbasis
Kompetensi. Jakarta: Rosda.

Moleong, Lexy J. 2000.
Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nazir, Moh, Ph.D. 1999.
Metodologi Riset. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Nurhadi. 2004.
Kuikulum 2004: Pertayaan dan Jawaban,
Jakarta: Gramedia.

Priyanto, Sugeng, AT.
Pedoman Penilaian Kelas. Jakarta: Kementerian Pendidikan Kebangsaan.

Rachman, Maman. 1999.
Strategi dan Langkah-Anju Penelitian. Semarang IKIP Press.

Rina, Tri Kartika. 2006.
Model Penilaian Berbasis Portofolio Sebuah Tinjauan
Kritis. Tri Kartika Rina@yahoo. com. (25 Februari 2006).

Slameto. 1998.
Evaluasi Penelaahan. Jakarta: Bumi Abc.

Sudjana, Nana. 1989.
Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Rosdakarya.

Surapranata dan Hatta. 2004.
Penilaian Portofolio. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Source: https://bagawanabiyasa.wordpress.com/2013/05/16/pembelajaran-pkn-di-sd/

Posted by: skycrepers.com