Model Dan Metode Pembelajaran Ips Sd

A. Kendaraan Penerimaan IPS DI SD

1.Pengertian Media

Media dalam Harfiah berasal terbit Bahasa Latin, yang yakni bentuk jamak mulai sejak “ medium” nan memiliki arti blantik atau dengan kata lain perabot untuk mencapai sesuatu. Alat angkut menurut bilang ahli :

1. Assosistion for Education and Communication Technology (AECT)

Media yaitu segala rajah nan dipergunakan untuk proses penyaluran informasi

2. Education Assiciation ( NEA )

Media adalah benda nan dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca ataupun dibicarakan beserta instrument yang boleh dipergunakan dengan baik internal kegiatan sparing mengajar sehingga dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional

3. Koyo K dan Zulkarimen Nst. (1983 )

Alat angkut adalah sesuatu yang boleh menyalurkan wanti-wanti dan boleh erotis pikiran,parasaan, dan kemauan seseorang sehingga dapat menjorokkan tercapainya proses sparing pada dirinya

Pecah ketiga pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah sesuatu yang bersifat menggenangi pesan dan boleh erotis pikiran, perasaan, dan kerinduan petatar, sehingga dapat terjadi proses belajar mengajar pada dirinya. Dan penggunaan media nan efektif dapat membuat pelajar bertambah aktif dan sesuai dengan tujuan yang akan terengkuh.

Sedangkan bilang ahli berpendapat mengenai media pendidikan, antara lain:

1. Husein Achmed

Media pendidikan merupakan keberagaman yang berjasa sesuatu benda nan dapat diraba, dilihat didengar dan bisa diamati melampaui hangit kita

2. Oemar Hamalik

Media pendidikan adalah alat, metode, dan teknik nan digunakan intern rangka kian menggenjot komunikasi dan interaksi antara guru dan pelajar dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah

3. Kosasih Djahiri. 1978/1979:66

Media pendidikan adalah barang apa alat sokong yang boleh memperlancar keberhasilan mengajar. Perlengkapan bantu mengajar ini berfungsi iuntuk membantu kesangkilan pencapaian maksud sehingga alat bantu mengajar harus sesuai dengan kegiatan mengajarnya.

Berpangkal ketiga pengertian media pendidikan diatas boleh disimpulkan bahwa alat angkut pendidikan adalah instrumen alias sarana yang digunakan bak broker (medium) bagi bisa menyampaikan pesan privat hingga ke tujuan penataran.

Pembelajaran merupak satu komunikasi nan terdapat unsur-unsur: sumber pesan (temperatur), penerima pesan (siswa), pesan(materi yang akan disampaikan).

Sumber pesan (master): melakukan Encording yakni menerjemahkan gagasan, pikiran, ingatan atau ingatan nya kebentuk lambing tertentu. Lambang boleh berbentuk bahasa, atapun gambar internal peristiwa ini guru harus kecam latar belakang asam garam penerima pesan seyogiannya pesan bisa dengan mudah masin lidah

Penerima Pesan(siswa): mengamalkan decording yaitu memungkiri lambing-lambang yang mengandung wanti-wanti.komunikasi boleh dikatakan efektif segala apa bila pesan dapat diterima maka itu penerima wanti-wanti.

Wanti-wanti(materi) akan membantu hawa dalam penyampaian wanti-wanti.

2. Kelebihan Media

Menurut Basyaruddin Usman dan H. Asnawir (2002;13-15)

1. Media dapat mengatasi berjenis-jenis keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa

2. Media boleh mengamankan ruang kelas

3. Media dapat memungkinkan adanaya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan

4. Kendaraan menghasilkan keseragaman penagmatan

5. Kendaraan bisa menyuntikkan konsep dasar nan moralistis, konkrit, dan realistis

6. Media dapat membangkitkan keinginan dan minat yang bau kencur

7. Sarana dapat menggelorakan motivasi dan merangsang pelajar untuk membiasakan

8. Media dapat memberikan penglaman yang integral dari sesuatu nan konkrit sampai kepada sesuatu nan bersifat kamil

Keadaan-hal nan perlu diperhatikan sebelum menggunakan ki alat

1. Kendaraan yakni episode manunggal (integrated) dengan proses atau system mengajar

2. Media yaitu sumber berpangkal pada data

3. Guru harus memahami benar hirarki daro plong jenis dan kegunaan media yang akan dipakai

4. Media nan akan dipakai seharusnanya diuji kegunaan berpangkal kendaraan yang tersebut

5. Pengusahaan media harus terorganisir secara sistematis

6. Wahana tersebut harus bisa menguntungkan dan memperlancar proses dan merangasang semangat beljar pelajar

3. Neko-neko Alat angkut internal Pengajaran IPS

Menurut Oemar Hamalik(1985:63) ada 4 klarifikasi medi pengjaran antara tidak:

1. Perangkat-alat visual yang boleh dilihat sama dengan filmstip, tranparasi, projection, rancangan, ilustrasi, chart, plakat, denah dan globe

2. Organ-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat didengar ialah transkripsi electris, radio, ki kenangan, plong tape recorder

3. Peranti-alat nan dapat dilihat antara lain bioskop, televise, benda-benda tiga dimensi nan biasanay dipertunjukan

4. Dramatisasi antara lain bermain peran,sosiodrama, sandiwara radio boneka

Sedangkan manurut kategorinya alat angkut dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Bersendikan atas penggunananya

  • Media yang tidak diproyeksikan terdiri berusul papan tulis, gambar, peta bola dunia, foto, pola, sketsa, diagram, grafuk
  • Media yang dpoyeksikan terdiri dari slide, filmstrip, overhead, proyector(OHP, Micro projection)

2. Berlandaskan atas gerakannya

  • Alat angkut yang tidak berputar(still) terdiri dari filmstrip, OHP, micro projection
  • Media nan mengalir(motion) antara lain film loop, TV, Vidio, Tape,

3. Berlandaskan fungsinya

  • Visual media, wahana cak bagi dilihat seperti gambar,foto rangka, sketsa,grafik,film,slide
  •  Audio media media yang didengarkan serperti radio, piringan hitam, tape recorder
  • Nikah Visual media dan Audio sarana sama dengan film bicara
  • Print media seperti barang-barang cetak biru, buku, surat kabar, majalah buletin
  • Display sarana seperti papan catat, kusen bulletin, gawang flannel
  • Pengalam sebenarnya dan sintetis sepertu praktikum, permainan, karyawisata, dramatisasi, simulasi

4. Jenis-jenis Alat angkut dalam Pengajaran IPS

1. Kendaraan yang tidak diproyeksikan

  • Susuk diam(still picture) adalah ganbar fotografik atau menyurapai foto grafik yang menggambarkan lokasi tempat, benda, dan objak tertentu
  • Gambar diagram(graihic-materials)adalah bahan-mangsa non fotografik dan berwatak dua dimensi yang dirancang terutama untuk mengkomunikasikan suatu pesan kepada siswa
  • Hipotetis dan realita merupakan media nan menyerupai benda yang sebenrnya dan bersifat tiga dimensi

2. Media visual yang diproyeksikan

Terdiri berusul dua macam antara lain:

a. Media proyeksi yang enggak bergerak

  1. Slide ialah gambar transparent yang diberi bingkai yang di proyeksikan dengan cahaya melalui proyektor
  2. Sinema strip(film rangkai) adalah sebanding seperti mana slide akan tetapi slide menyjikan gambar terpisah sedangkan komidi gambar strp susuk-gambar tersebut tidak terpisah tertapi sudah tersusun secara terpaku
  3. Overhead projector(OHPP adalah instrumen yang dirancang bagi menanyalan korban yang berbentuk lembaran tranparasi sakti tulisan, diagram, atau gambar dan diproyeksikan kelayar yang terletak dibelakang operatornya
  4. Opaque projector adalah benda yang diproyeksikan dalah benda nan sebenarnya
  5. Micro projector berarti buat memproyeksikan benda-benda nan terlalu kecil

b. Media proyeksi yang mengalir

  1. Film dapat digunakan untuk menjernihkan suatu proses aksi, peralihan, maupun pengulangan berbagai kejadian masa lalu
  2. Film loop(loop film) serangkain film ukuran 8 mm ataupun 16 mm nan silih berhubungan
  3. Televise n kepunyaan beberapa kelebihan antara lain menarik, up to date, dan bosor makan siap diterima oleh anak-anak
  4. Video tape recorder(VTR) vudio tape tidak dapat menggantikan bioskop karena masing-masing mempunyai fiil koteng

3. Wahana audio adalah majemuk bentuk alias kaidah perekaman dan tranmisi suara miring untuk tujuan penataran

a. Radio bisa berguna ialah dapat menyodorkan ide-ide baru, kejadian-kajadian, dan hal penting dalam duni pendidikan. Kelebihannya antara lain daya jangkau cukup luas, dala waktu pendek radio dapat menjangkau audience yang sangat samudra

b. Rekaman, contohnya pidato, ceramah, hasil wawancara,sumbang saran dan srbainya. Kelebihannya antara lain play-back dapat dilakukan terkadang dan berulang-ulang

4. Sistem multi kendaraan ialah kombinasi dari bermacam-macam media sumber akar audio visual dan visual yang digunakan lakukan tujuan penelaahan

5. Teknik Pemilihan Media dalam Indoktrinasi IPS

Menurut John Jarolimek

1. Tujuan instuksional nan akan dicapai

2. Tingkat usia dan kematanagn anak

3. Kemampuan baca anak

4. Tingkat kesultan dan jenis konsep kursus

5. Kaadaan latar bokong informasi anak

Menurut A. Kosasih

1. Kamampuan dan keadan ekonomi guru,sekolah, pesuluh, serta mahajana

2. Peristiwa dan kemampuan guru privat mengunakan kendaraan

3. Tingkat kamnfaatan alat tersebut

Menurut M. Basyiruddin Usman dan H. Asnawir

1. Tujuan pembelajaran

2. Ketepat gunaan

3. Kondisi siswa

4. Ketersediaan perangkat keras

Jadi bisa disimpulkan pamilihan media memperlihatkan sejumlah aspek antara lain

1. Selaras dan menyampuk tujuan pembelajaran

2. Aspek materi

3. Kondisi siswa

4. Ketersidiaan kendaraan

5. Dapat menguraikan segala apa yang akan di sampaikan kapada siswa

6. Biaya dan pemanfaatan harus sederajat.

B. METODE Pengajian pengkajian IPS DI SD

Kata metode berbunga adri bahasa latin yaitu “methodo” yang berarti “jalan” . Winarno Surachmad (1976:76) menyatakan bahwa metode adalah prinsip nan di privat fungsinya adalah perabot untuk mencapai suatu pamrih. Padahal mengajar diartikan sebagai penciptaan suatu sistem mileu yang memungkinkan terjadinya proses berlatih. Kian jelas lagi ia menyatakan bahwa metode mengajar adalah cara – pendirian pelaksanaan proses belajar mengajar, atau bagaimana teknisnya sesuatu bahan pelajaran diberikan kepada murid – murid di sekolah.

Metode yakni mandu nan dianggap efisien yang digunakan oleh suhu dalam menyampaikan suatu mata cak bimbingan tertentu kepada pesuluh, agar harapan yang telah dirumuskan sebelumnya dalam proses kegiatan penataran dapat tercapai dengan efektif.

Sehubungan dengan kejadian tersebut seorang temperatur dituntut untuk menguasai variasi macam metode mengajar sehingga dapat menentukan metode segala apa yang minimal tepat digunakan dalam proses pembelajarannya, sehingga kecakapan dan pengetahuan yang diberikan oleh suhu betul – betul menjadi nasib baik siswa.

Menurut Ida Badariyah Almatsir suka-suka beberapa factor nan masuk berperan dalam menentukan efektif tidaknya suatu metode mengajar. Faktor tersebut adalah laksana berikut:

1. Pamrih pengajaran

2. Bahan pengajaran

3. Siswa nan sparing

4. Kemampuan temperatur nan mengajar

5. Besarnya jumlah siswa

6. Alokasi periode yang tersedia

7. Fasilitas yang terhidang

8. Media dan sumber

9. Keadaan pada suatu saat

10. Sistem evaluasi

Menurut Winarno Surahmad pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi maka itu beberapa faktor, antara lain:

1. Anak asuh jaga

Perbedaan individual siswa alias pesuluh yang bervariasi mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode.

2. Tujuan

Metode yang dipilih guru harus sesuai dengan taraf kemampuan siswa,artinya metode harus tunduk terhadap pamrih.

3. Peristiwa

4. Penyedia

5. Guru

1. Kriteria Menentukan Metode Pembelajaran

Menurut Cheppy HC ada empat patokan yang dapat digunakan buat menentukan metode,antara lain:

a. Tujuan

Pamrih yakni landasan utama untuk menentukan metode sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan.

b. Kebutuhan dan minat anak

Suhu harus mengarifi kebutuhan – kebutuhan momongan untuk menentukan rancangan kegiatan penelaahan.

c. Prinsip manifestasi guru

Kepribadian suhu bisa dilihat terbit penampilannya. Guru harus mengembangkan cara mengajar yang prestisius dan pandai memilih metode nan tepat sehingga kegiatan pembelajaran akan menyenangkan.

Menurut Husein Akhmad dkk(1981;58) sendiri guru IPS internal memintal metode moga memperhatikan faktor –faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut ialah :

a. Pengajar (guru)

b. Peserta

c. Tujuan nan akan dicapai

d. Materi /bahan

e. Perian

f. Fasilitas yang cawis

2. Macam – Variasi Metode Pendekatan Penataran IPS

a. Contectual teaching and learning (CTL)

Pendekatan CTL yakni konsep berlatih yang mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia kasatmata siswa. Karakteristik pendekatan pembelajarn CTL ialah :

1. Kerja sama

2. Menyenangkan.

3. Pembelajaran koheren

4. Menunggangi berbagai sendang

5. Siswa (aktif,makmur,dan paham) ,guru (harus kreatif).

6. Dinding kelas dan lorong –lorong penuh dengan hasil karya petatar,misalnya kar,lembaga,ceritera,syair.

7. Laporan kepada orang tua tak hanya riil rapor,tetapi bisa berupa hasil karya murid,misalnya laporan / tugas,goresan.

Menurut Widyaiswara LPMP (2005) ,menyatakan bahwa guru dikatakan mutakadim menerapkan pendekatan pendedahan CTL apabila menempuh tujuh komponen,sebagai berikut :

1. Berekspansi pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri,menemukan sendiri, dan mengkontrak seorang pengetahuannya.

2. Melaksanakan sepanjang kelihatannya kegiatan inkuiri bikin semua topik / pokok bahasan.

3. Berekspansi rasam kepingin tahu siswa dengan mengajukan pertanyaan.

4. Menciptakan mahajana belajar,misalnya belajar dalam kerubungan – kerumunan.

5. Menghadirkan model sebagai arketipe pembelajaran .

6. Melakukan penilaian yang sebenarnya dengan bermacam rupa cara dan subyektif mana tahu.

Unsur yang terkandung privat CTL antar lain :

1. Konstruktivisme ( constructivism )

2. Menemukan ( inquiry )

3. Menyoal ( Questioning )

4. Masyarakat belajar ( learning community )

5. Pemodelan ( modeling )

6. Refleksi (reflection )

7. Penilaian nan sebenarnya ( authentic assessment )

b. Cooperative learning

Cooperative learning atau sering disebut dengan kooperasi adalah suatu pendekatan pembelajaran yang berisi serangkaian aktivitas yang diorganisasikan. Pembelajaran tersebut difokuskanpada pergantian informasi terstrukturantar sisswa n domestik kelompok nan bersifat social dan pembelajar berkewajiban atas tugasnya masing – masing.

Ada lima mandu buat mencapai hasil maksimal dari pembelajaran dengan model cooperative learning yang yunior dikembangkan,antara bukan:

Saling ketagihan

Bagasi jawab orang seorang

Berhadapan

Komunikasi antar anggota

Evaluasi proses gerombolan

Teknik teknik pembelajarn cooperative learning

1. Teknik mengejar inversi

Teknik ini digunakan bikin memahami suatu konsep alias infor masi tertentu yang harus ditemukan petatar. Keunggulannya murid dapat mencari pasangna sambil belajar menggali suatu konsep atau tema dalam suasana nan ki menenangkan amarah. Tenik ini bisa digunakan intern semua mata cak bimbingan da untuk semua tingkat spirit anak.

2. Bertukar antagonis

Tenik bisa member kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama dengan siswa enggak. Teknik ini jga bisa diterapkan kepada semua mata pelajaran dan semua tingkat umur anak asuh didik.

3. Berpikir berpasangna berempat

Teknik ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri alias bekerjasama dengan siswa lain. Keunggulannya adalah optimalisasi kolaborasi siswa. Teknik ini juga bisa diterapkan pada semua indra penglihatan pelajaran dan semua tingkatan usia anak tuntun

4. Berkeliling gerombolan

Teknik ini bisa diterapkan pada semua mata kursus dan semua tingkatan vitalitas momongan didik. Privat kegiatan keliling kelompok,masing – masing anggota kelompok mendapatkan kesempatan untuk menerimakan kontribusinya dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota lainnya.

5. Jigsaw

Teknik dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran membaca , batik , berujar , dan mendengarkan. Teknik ini dapat diterapkan bakal semua papan bawah dan sejadi lakukan mata cak bimbingan bahasa Indonesia , IPA , IPS , dan Agama.

c. Metode karyawisata

Metode karyawisata dapat dilaksanakan dengan mengadakan pertualangan dan lawatan nan belaka sejumlah jam saja ke wadah atau distrik yang tidak serupa itu jauh berpunca sekolah , asalkan maksudnya menepati tujuan instruksional IPS. Sendiri guru boleh menerapkan metode karya tamasya yang tertuju dan sesuai dengan tujuan instruksionalnya apabila guru mencela situasi – kejadian sebagai berikut :

1. Mengetahui hakikat metode karyawisata

2. Mengerti kurnia dan kelemahan metode karyawisata

3. Mengetahui langkah – awalan yang ahrus dilakukan sebelum pelaksanaannya

4. Punya keterampialn memilih ki akal – pokok bahasan yang cocok dikembangkan dengan metode karyawisata.

Keefektifan metode karyawisata

1). Mendekatkan mayapada sekolah dengan wara-wara

2). Mempelajari suatu konsep atau teori dengan kenyataan dan sebaliknya

3). Membekali pengalaman riil puas siswa.

Langkah – awalan metode karyawisata

1. Tahap persiapan

Meliputi persiapan materi atau topik karyawisata ,persiapan teoritis ,persiapan organ, dan aspek – aspek tidak yang menunjang pelaksanaan karyawisata.

2. Tahap pelaksanaan karyawisata di lapangan

Jika tahap persiapan telah matang dan terperinci, maka tahap pelaksanaan akan lancer.

3. Tindak lanjutnya pelaksanaan karyawisata (pasca- pun ke bekas)

Kegiatannya menghampari penyusunan dan membuat laporan hasil karyawisata.

Kelebihan dan kelemahan metode karyawisata

Kelebihan metode karyawisata

1. Siswa dapat mengamati obyek secara nyata dan beragam.

2. Murid bisa menjawab dan memecahkan masalah – penyakit dengan cara melihat ,mencoba dan membuktikan secara langsung satu obyek nan dipelajari.

3. Murid bisa pun mendapatka makrifat langsung dari narasumber.

Kelemahan metode karyawisata

1. Kalau bersisa sering dilaksanakan akan mengganggu tulangtulangan tuntunan.

2. Teristiadat pengawasan dan bimbingan hawa.

3. Jika obyek yang dikunjungi terlalu jauh letaknya,menyulitkan transportasi dan pembiayaan.

4. Sekiranya pelaksanaan karyawisata terlalu kaku sifatnya, dapat menurunkan minat siswa terhadap karyawisata , sehingga tujuannya tidak tercapai.

d. Metode role playing (berlaku peran )

Metode role playing enggak bias magfirah dari metode sosiodrama , sebab keduanya ekuivalen – separas dapat diterapkan n domestik pengajaran IPS nan selit belit dipisahkan satu sama lainnya. Role playing yaitu salah satu rangka permainan pendidikan yang dipakai bikin menjelaskan peranan , sikap , tingkah larap ,poin dengan harapan meresapi perhatian , tesmak pandang , dan pendirian berpikir orang lain.

Dengan demikian roel playing adalah sutau teknik atau cara agar para guru dan peserta memperoleh penghayatan nilai – biji dan manah. Padahal sosiodrama bermanfaat mendramatisasikan prinsip tingkah laku di privat hubungan sosial.

Maksud dan manfaat role playing (menurut shaftel)

1. Seharusnya menjiwai sesuatu situasi atau peristiwa yang sememangnya internal realita semangat.

2. Sepatutnya memafhumi apa yang menjadi sebab berpangkal sesuatu serta bagaimana akhirnya.

3. Bakal mempertajam indera dan rasa murid terhadap sesuatu.

4. Andai penyaluran / pelepasan ketegangan dan perasaan – perasaan.

5. Sebagai radas diagnosa hal kemampuan murid.

6. Pembentukn konsep secra mandiri.

7. Menggali peranan – peranan daripada seseorang dalam suatu hayat kejadian / hal.

8. Membina pesuluh dalam kemampuan memecahkan keburukan , berfikir kritis , kajian , berkomunikasi , hidup internal kelompok dan bukan – lain.

9. Melatih anak ke sisi mengendalikan dan membaharui perasaannya , cara berfikirnya , dan perbuatannya.

Langkah – langkah role playing

1. Pemanasan (pengantar serta pembahasan ceritera dari guru )

2. Mengidas petatar yang akan berperan

3. Menyiapkan pemirsa yang akan mengobservasi

4. Mengatur panggung / urat kayu

5. Permainan

6. Diskusi dan evaluasi

7. Permainan berikutnya

8. Diskusi lebih jauh

9. Generalisasi

Masalah – kelainan social yang dapat dijajaki dengan metode role playing yakni seumpama berikut :

1. Kelainan balasan antar pribadi – pribadi

2. Masalah hubungan antar kelompok. Mengekspos komplikasi perikatan antar tungkai , bangsa , kepercayaan.

3. Penyakit keruncingan pribadi krisis antara impitan ayah bunda dan kemauannya , juga antara kelompoknya dengan kemauannya.

4. Komplikasi masa lalu dan sekarang .

e. Metode simulasi

Istilah simulasi berpangkal dari kata simulate nan berjasa pura –rajut dan simulation yang berharga tiruan atau polah yang belaka jaring-jaring – pura. Sebagai metode mengajar, simulasi diartikan sebagai suatu usaha untuk memperoleh pemahaman akan hakikat berusul suatu konsep, prinsip ataupun sesuatu ketangkasan tertentu menerobos proses kegiatan maupun kursus intern situasi tiruan.

Tujuan simulasi

1. Untuk melatih keterampilan tertentu, baik yang berkepribadian professional maupun bikin sukma sehari – masa.

2. Buat memperoleh pemahaman adapun suatu konsep maupun prinsip.

3. Untuk latihan memecahkan masalah.

Manfaat metode simulasi

1. Belajar akan halnya persaingan

2. Sparing kerjasama

3. Belajar emphaty

4. Belajar tentang system social

5. Belajar konsep

6. Sparing menerima ikab

7. Sparing berpikir kritis

Kaidah – prinsip simulasi

1. Simulasi itu dilakukan makanya sekelompok petatar. Tipa kelompok boleh melaksanakan simulasi yang setolok ataupun berbeda.

2. Semua siswa harus terlibatlangsung menurut peran masing – masing.

3. Penentuan topic dapat dibicarakan bersama antara guru dengan siswa disesuaikan dngan tingkat kemampuan kelas , tingkat sekolah ,dan situasi setempat

4. Petunjuk simulasi dapat disiapkan lebih dulusecara terperinci atu secara garis besarnya saja terjemur berpangkal rang dan tujuan simulasi

5. Kiranya dapat dicapai tujuan yang menyangkut aspek serebral,afektif dan psikomotorik.

6. Harus diingat bahwa simulasi itu dimaksudkan untuk les keterampialn agar bisa menghadapi pengetahuan yang baik.

7. Harus digambarka situasi nan teoretis dan proses yang berturut –turut nan diperkirakan nterjadi kerumahtanggaan situasi yang sepatutnya ada.

8. Hendaknya diusahakan terintegrasinya beberapa guna-guna, serta terjadinya sejumlah proses seperti akibat – akibat, problem solving dsb.

Langkah – anju simulasi

1. Tahap I :aklimatisasi

  • Mengemukakan pokok bahasan dan konsep yang akan disimulasikan.
  • Menjelaskan paradigma dan permainannya.

2. Tahap II : cak bimbingan peserta

  • Menetapkan skenario
  • Tugas – tugas peran
  • Latihan sumir

3. Tahap III : pelaksanaan simulasi

  • Kegiatan permainan dan pengaturannya
  • Baliakn dan penilaian
  • Penjernihan kesalahan konsep
  • Kesinambungan simulasi

4. Tahap IV :debriefing dengan pesuluh

  • Ikhtisar keadaan dan persepsi.
  • Kesulitan dan pemahaman.
  • Analisis proses.
  • Perbandingan antara kegiatan simulasi dan bumi maujud.
  • Kaitan kegiatan simulasi dan materi pelajaran.
  • Buram ulang simulasi.

Kelebihan dan kelemahan metode simulasi

1. Kelebihan

  • Aktivitas simulasi menyenagkan pesuluh sehingga siswa terseret untuk ikut berpartisipasi
  • Memungkinkan eksperimen berlantas minus memerlukan lingkungan yang sebenarnya
  • Mengurangi keadaan –a peristiwa yang terlalu teladan , sebab lamun mengenai generalisasi tetapi dikerjakan dalam bentuk aktivitas.
  • Kebijakan ini menimbulkan respon yang positif bersumber siswa nan lamban kurang cakap dan minus motivasinya.
  • Simulasi menimbulkan berfikir kritis siswa, sebab mereka terlibat n domestik amatan maupun proses kemenangan simulasi.

2. Kelemahan

  • Simulasi menghendaki banyak imajinasi dari guru dan petatar
  • Memaksudkan pengelompokkan siswa yang fleksibel sejenis itu pula urat kayu kelas bawah atau bangunan yang pas
  • Cerbak mendapatkan fitnahan berpokok ibu bapak siswa karena aktivitasnya mengikutsertakan permainan.

Metode lainnya :

· Metode ceramah adalah metode yang awam dipakai. Di dalam bentuknya nan klasik guru menjatah lektur (expository), sedangkan murid duduk mendengar, mencatat, dan menghapal

· Metode urun rembuk, sekiranya metode kuliah belum dinilai patut efektif, maka setelah guru selesai berkhotbah boleh diikuti dengan diskusi antara master dengan siswa maupun antara siswa dengan peserta lainnya mengenai materi yang dibahas.

· Metode Wawancara berlangsung intern interaksi antara master dan pelajar setelah master radu berkhotbah/ceratai materi. N domestik metode wawansabda terdapat beberapa macam pertanyaan yang harus dikenali oleh guru, diantaranya :

a. Pertanyaan mengingat/hafalan tujuannya untuk mengungkap apakah petatar telah memperoleh dan menguasai sejumlah maklumat aktual yang diperlukan.

b. Pertanyaan deskriptif, siswa-siswa diminta untuk memberikan penjelasan/jawaban (deskripsi) yang lebih rinci fakta yang mereka ketahui, membandingkannya, kemudian menghimpun dan megorganisasikannya.

c. Pernyataan menjelaskan, peserta tidak saja mengingat dan mengorganisasikan jawaban tetapi pula membuat kesimpulan

d. Pertanyan sintesis, peserta diminta untuk menghimpun, mengkombinasikan, menghubungkan, atau mengeluh bagian-bagian isi maupun fakta

e. Pertanyaan memilih, pesuluh diminta bakal memilih di antara alternatif-alternatif, membentuk pertimbangan atas dua atau lebih kemungkinan terbaik menurut tolok nan kemungkinan terbaik menurut kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

f. Cak bertanya termengung, siswa diminta berburu dan menentukan jawaban yang bisa diterima.

4. Metode Proyek, pegertian proyek di sini ialah semacam penelitian (inkuiri) nan dilakukan di asing papan bawah/sekolah yang dilakukan oleh peserta kemudian hasil akhir dibawa dan dibicarakan bersama di dalam kelas.

5. Metode inkuiri/discovery, tercantum metode nan paling panjang lidah yang memaui fakta-fakta dan generalisas-generalisasi.

C. STRATEGI Penerimaan IPS DI SD

Pengertian Strategi Pembelajaran IPS SD

Strategi pembelajaran yaitu suatu cara atau teladan yang digunakan oleh guru di dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar. Internal pola tersebut karuan terkandung bentuk- bentuk gabungan perbuatan atau kegiatan guru dan petatar yang mengarah plong tercapainya tujuan-intensi pembelajaran (Raka Joni, 1980).

Strategi pembelajan instruksional adalah pendekatan dalam kegiatan belajar mengajar nan digunakan hawa dalam menggunakan informasi, memilih sumber-mata air, dan mendefinisikan peranan peserta-siswa. (Gerlach dan Ely (1980). Strategi instruksional tersebut mencengap praktik-praktik solo yang digunakan cak bagi mencapai suatu tujuan pembelajaran. Strategi instruksional tersusun atas metode-metode dan teknik-teknik yang akan memungkinkan pembelajar kerjakan mencecah harapan-maksud belajar.

Kaidah-Pendirian Pemilahan Strategi Pembelajaran IPS SD

Prinsip-cara ini adalah satu landasan privat memilih politik sebagaimana apa yang akan kita gunakan internal proses belajar mengajar. Karena kerumahtanggaan menentukan sebuah garis haluan pembelajaran IPS SD kelas tadinya ini harus memperhatikan apa-apa saja nan berhubungan dengan siswa.

1. Penting (meaningful)

2. Integratif (integrative)

3. Berbasis nilai (value based)

4. Menantang (challenging)

5. Aktif (Active)

6. Pengembangan berbagai potensi dasar siswa SD

  • Dorongan kepingin tahu (sense of curiosity)
  • Minat-perhatian (sense of ineterst)
  • Dorongan membuktikan kenyataan (sense of reality)
  • Galakan menemukan sendiri (sense of discovery)
  • Dorongan bertualang (sense of adventure)
  • Dorongan menghadapi tantangan (sense of challen

7. Keberagaman latar belakang lingkungan social siswa

8. Kelangsungan dan tahapan perkembangan sosial siswa

Neko-neko Politik Pembelajaran IPS Sd

a. Penelaahan Kemampuan Berpikir

Penghijauan konsep yaitu penunjang kemampuan berpikir pelajar,Konsep merupakan keadaan lingkungan ( pukul rata ) dari kufu dari besaran benda ataupun fenomena. Komplet konsep yakni tanah, sungai, gunung, tip, seri dan lain-lain. Pengajaran konsep meluaskan kemampuan kognitif berbunga yang terendah sampai tingkat tinggi

Pengajaran konsep boleh dilakukan melalui dua pendekatan:

  • Pendekatan induktif dilakukan dengan mengkaji fenomena- fenomena sosial untuk mendapatkan informasi yang selanjutnya dikembangkan menjadi fakta. Fakta-fakta tersebut dirangkai sehingga menunjukkan adanya suatu kategori atau paritas tertentu.
  • Pendekatan deduktif pengajaran dimulai dengan pemberian konsep dan diteruskan kerjakan menemukan fakta-fakta yang menjadi adegan konsep.

Penerimaan kemampuan berpikir termasuk pun didalamnya yaitu suatu kajian terhadap peristiwa, kejadian, fenomena maupun situasi ( studu kasus) tertentu nan terjadi di tempat tertentu dan bersambung dengan aspek-aspek arwah orang di tahun adv amat, mutakhir ataupun perian yang akan hinggap (S. Hamid Hasan, 1996:192). Sebuah peristiwa bisa dikatakan sebuah kasus alias kejadian karena peristiwa itu unik serta terbatas pada waktu dan tempat terjadinya peristiwa tersebut dan tidak terulang di tempat nan lain. Contohnya, peristiwa kelahiran.

Isu Kontroversial merupakan pendedahan kemampuan berpikir bakal siswa, nan mana Muessig (S. Hamid Hassan, 1996:202) menyatakan bahwa isu kontroversial ialah sesuatu nan mudah dikabulkan oleh seseorang atau gerombolan sekadar juga mudah ditolak maka itu insan alias kelompok lain. Isu kontroversial lahir berasal perbedaan pendapat dan isu kontroversial pun mengakibatkan perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat muncul dari perbedaan pandangan seseorang terhadap sebuah fakta.

b. Garis haluan Pembelajaran Kemampuan Proses

Pemecahan Masalah (Kebobrokan Solving)

Intern pencekokan pendoktrinan IPS SD inferior di persekolahan temperatur dapat mendorong pelajar untuk belajar  memecahkan penyakit dengan menggunakan metode pendekatan pemecahan masala (problem solving).

Dengan cara pendekatan akan terjalin sebuah komunikasi yang baik antara guru dengan pesuluh sehingga antara master dan siswa tak cak semau pembatas. Yang mana jikalau lain cak semau pewatas antara guru dan pesuluh akan dengan mudah bikin mencari atau mengetahui urut-urutan keluar berbunga suatu persoalan.

Inkuiri

Inkuiri ialah petatar mampu menemukan jawaban koteng pecah soal-pertanyaan yang timbul. Indoktrinasi inkuiri yakni bentuk pengajaran yang mengenalkan konsep-konsep secara induktif. Perbedaaan yang mendasar antara pengajaran inkuiri dengan penceraian masalah yakni pengajaran inkuiri lebih mementingkan pada pengembangan kemampuan penceraian masalah yang terbatas sreg disiplin hobatan enggak pada masalah yang cak semau kerumahtanggaan kehidupan sehari-hari.

Portofolio

Kumpulan pekerjaan petatar tuntun dengan tujuan tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan yang ditentukan. Portofolio galibnya merupakan karya terpilih bermula seorang siswa. Tetapi dapat juga konkret karya terpilih dari satu kelas secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif.

c. Pembelajaran Kooperatif

Penerimaan kooperatif pendedahan yang menghendaki siswa sparing secara bersama-sama, ganti membatu satu sama bukan dalam belajar dan memastikan bahwa setiap makhluk dalam keramaian mencapai tujuan maupun tugas nan telah ditentukan sebelumnya.

d. Pembelajaran Nilai

Berlaku Peran

Suatu proses belajar di mana siswa melakukan sesuatu yang dilakukan orang tidak (S.Hamid Hasan, 1996: 265). Dalam proses belajar berperan peran pesuluh diajak untuk berpikir dalam-dalam, bertindak, dan bermain lain andai dirinya sekadar ibarat sosok lain.

Sosio Drama

Ada perbedaan antara sosio ketoprak dengan bermain peran yakni berperan peran lebih luas pangsa lingkupnya sedangkan ketoprak sosial membatasi puas permasalahan yang menyangsang aspek sosial dalam publik. Perbedaan yang kedua ialah dalam penentuan peran. Privat sosio sandiwara radio sebuah peran dapat ditentukan secara kontan setelah sebuah permasalahan sosial dibahas oleh guru di internal kelas. Peran nan dimainkan oleh siswa tidak memerlukan ancang istimewa sama dengan dalam bermain peran. Dalam sosio sandiwara boneka reaksi spontan siswa dalam memainkan peran lebih diutamakan sehingga segala nan dikemukakan petatar sebagai pemegang peran akan berbeda dengan nan aslinya.

Klarifikasi Nilai (Value Clarification Technique):

VCT Amatan Nilai

VCT Daftar Skor.

e. Penataran Peta dan Globe

Pendedahan ketrampilan kar dan bola dunia yaitu salah suatu metode dalam pembelajaran geografi. Namun, pembelajaran ini tidak hanya menyampuk pembelajaran geografi namun, pembelajaran sejarah, pendidikan kewarganegaraan, sosiologi bahkan Bahasa Indonesia. N domestik penelaahan ini pelajar

diharapkan gemuk mengaji dan menunjukkan panggung serta analisa intern atlas dan tabel. Kita ketahui peta tidak cuma menunjukkan lokasi satu daerah namun, dalam kar mempunyai segudang butir-butir akan halnya penduduk, tempat pariwisata, pertambangan dan lain-lain.

f. Pendedahan Manuver Sosial

  • Newmann (1975:8) model pendedahan aksi sosial yaitu hipotetis dan aktivitas belajar siswa baik di dalam alias dengan kelompok yang dilakukan dengan keterlibatan masyarakat misal aktivitas di mana murid mencontohkan kepeduliannya terhadap masalah-masalah sosial. Misalnya menyelenggarakan penekanan, partisipasi kerja secara sukarela, aktif mengadakan pendampingan di n domestik atau di luar sekolah, dan aktivitas nyata siswa bakal mempengaruhi kebijakan public di masyarakat yang dilakukan di luar sekolah.
  • Nasution (1997:179): model penataran manuver social andai suatu teknik mengajar kepentingan kontributif anak didik mengembangkan kompetensi social atau kebangsaan, sehingga bisa mengikutsertakan diri secara aktif n domestik perbaikan publik.

Referensi :

Source: https://pgsdkita.blogspot.com/2018/12/metode-media-dan-strategi-pembelajaran.html

Posted by: skycrepers.com