Model Pembelajaran Berbasis Tik Di Sd

  1. Pendahuluan

Pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu mileu sparing (UURI No. 20/2003: Sisdiknas Bab I, Pasal  1, ayat 20). Menurut UU Sisdiknas tersebut pembelajaran tidak doang interaksi antara guru dan petatar semata-mata sekali lagi menyertakan perigi berlatih, bintang sartan siswa lain semata-mata memperoleh keterangan materi cak bimbingan dari guru tetapi siswa juga dapat memperoleh dari sumber belajar lain. Dan peran master disini sebagai fasilitator, mediator yang membuat situasi kondusif bakal terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri murid.

Memasuki era teknologi siaran dan komunikasi lega momen ini lalu dirasakan pentingnya pemakaian TIK privat kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penelaahan yang diharapkan. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan teori, komunikasi dan teknologi yang menumbuk terhadap praktik kegiatan pendedahan. Pembelajaran berbasis komputer (CBI), Pembelajaran berbasis web                  (e-learning), Pembelajaran berbantukan komputer (CAI) ialah rencana penggunaan TIK yang perlu dilaksanakan privat dunia pendidikan saat ini.

Varietas Model Penelaahan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi


  1. Blended Learning
  2. Konsep Blended Learning

Secara etimologi istilah Blended Learning terdiri berpangkal dua pengenalan yaitu blended dan learning. Alas kata blend berarti campuran, bersama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah baik (Collins Dictionary) atau formula suatu koordinasi kombinasi alias perpaduan (Oxford English Dictionary) (Heinze and Procter,2006:236). Sedangkan learning memiliki makna masyarakat yakni belajar , jadi Blended Learning mengandung makna eksemplar pembelajaran yang mengandung partikel percampuran atau penggabungan antara suatu pola dengan abstrak lainnya. Menurut Ahmed, et.al blended learning adalah pemberkasan beberapa aspek e-learning seperti mana pembelajaran berbasis web, streaming video, audio dengan pembelajaran tradisional secara tatap muka, menurut Elenena Mosa (2006) transendental yang dicampurkan kerumahtanggaan blended learning yaitu dua unsur utama yakni pembelajaran dikelas dengan online learning.

Screenshot_2
Kerangka : Blended Learning

Dari rang diatas boleh dijelaskan bahwa blended learning merupakan transendental penataran yang menggabungkan dua metode pendekatan bakal mencapai tujuan pembelajaran, yaitu pernah eksploitasi pengajian pengkajian berbasis web dan penggunaan metode lihat muka. Blended Learning sebagai gabungan karakteristik pendedahan tradisional dan lingkungan pembelajaran elektronik ataupun e-learning yang menggabungkan beberapa aspek seperti pengajian pengkajian berbasis web, streaming video, komunikasi audio synkronous (lain terpincut dengan waktu setia) dan asynkronous dengan pembelajaran tradisional tatap wajah (terikat dengan hari dan terjadi secara bersamaan). Menurut Bhonk dan Graham (2006) mengklarifikasi bahwa blended learning yakni hubungan berpunca dua sejarah pola perpecahan mengajar dan belajar sistem pembelajaran tradisional  dan sistem penyebaran pengajian pengkajian, yang menekankan peran pusat teknologi berbasis komputer. Blended learning terjadi karena semakin berkembangnya teknologi maka semakin tinggi juga digunakan cak bagi pembelajaran secara online. Pada awalnya penataran tradisional secara tatap muka karena kesuksesan teknologi diperlukan variasi metode dengan memanfaatkan aneka sumber dengan tidak memencilkan ideal bimbingan langsung berpangkal suhu sehingga terjadi perantaraan antara metode pembelajaran tradisional dengan online. Model ini juga memberikan rasa ketertarikan pembelajar ataupun siswa tentang segala apa yang sedang dipelajarinya. Biarpun penataran online memberikan akomodasi kerjakan siswa sahaja ki ajek saja siswa yaitu manusia yang mempunyai kehausan untuk berada dalam satu peguyuban sparing atau kelas, dan peran hawa n domestik model blended learning meskipun enggak dominan tetap diperlukan bikin pembinaan perilaku maupun sikap nan berkiblat pada norma masyarakat.

  1. Karakteristik Blended Learning

Karakteristik berasal Blended Learning adalah :

  1. Pembelajaran secara tradisional (tatap paras) dapat membantu lingkungan membiasakan virtual
  2. Proses pembelajaran didukung oleh penjelasan materi secara mendalam
  3. Menggunakan semua jenis teknologi cak bagi kontributif proses pembelajarannya.

Teori Belajar Nan Melambari Blended Learning

Teori sparing yang mendasari model pembelajaran Blended Learning ialah teori sparing konstruktivisme (pembelajaran istimewa) yang dapat mendorong siswa untuk aktif menemukan cara belajar nan sesuai dengan dirinya dan membangun kenyataan mereka seorang berdasarkan pengalaman makhluk dan mengaplikasikannya secara refleks pada lingkungan mereka. Peran guru sahaja berfungsi sebagai mediator, fasilitator yang membuat kejadian yang kondusif lakukan terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri pesuluh. Karakteristik teori sparing konstruktivisme bakal blended learning (Hasibuan,2006:4) bagaikan berikut :

  1. Siswa aktif
  2. Siswa membangun koteng pengetahuannya
  3. Subjektif, dinamis dan berkembang
  4. Pengolahan dan pemahaman pengetahuan
  5. Siswa belajar secara mandiri / pembelajaran individual

Pembelajaran individual / individual learning dalam teori konstruktivisme yaitu siswa yang aktif mengejar dan membangun pengumuman nya berdasarkan camar duka yang dialami dan kemudian mengarifi menjadi suatu informasi.

Teori berlatih berikutnya yang melambari model Blended Learning adalah teori sparing kognitif yang mengistimewakan bahwa perilaku seseorang ditentukan oleh keonaran serta pemahaman nya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan belajarnya. Pandangan kognitif pada pembelajaran menunjukkan kegiatan mental seperti hadiah alasan analisis dan pemikiran reseptif.

Pendidikan Jarak Jauh Bagaikan Penerapan Model Blended Learning

Pendidikan Jarak Jauh merupakan sekumpulan metode pengajaran dimana aktivitas indoktrinasi dilaksanakan secara terpisah bersumber aktivitas belajar. Alat angkut penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi pemberitahuan. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi dahulu membantu program pendidikan jarak jauh. Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara refleks (cak benar time) ataupun dengan cara menggunakan sistem online sebagai tempat konsentrasi embaran.

Pendidikan jarak jauh berbasis web antara enggak harus memiliki anasir sebagai berikut : (Hamzah B.Uno; 2012)

  1. Muslihat kegiatan siswa, sebagai satu peguyuban web base distance learning harus mampu menjadikan program web ini sebagai sarana membusut kemampuan, membaca materi dan mencari informasi
  2. Interaksi intern grup, siswa dapat saling berdiskusi meributkan materi yang diberikan. Pendidik hadir bagi memberikan tekor ulasan mengenai materi yang dipelajari
  3. Penggalian materi dan ujian
  4. Perpustakaan digital, pada episode ini terdapat siaran tidak abnormal hanya daya, hanya juga celaan, gambar dan sebagainya. Bagian ini hanya bersifat perumpamaan penunjang dan berbentuk data base.
  5. Sistem administrasi peserta pendidik dimana siswa dapat mengintai maklumat mengenai martabat dan prestasi belajarnya.
  6. Materi online di asing mata pelajaran untuk mencium proses pendedahan juga diperlukan materi atau target bacaan berpangkal web lain.

Menurut Bates dan Wulf  Kelebihan sistem manajemen penelaahan berbasis Blended Learning merupakan :

  1. Meningkatkan takdir interaksi penerimaan antara peserta dan master
  2. Memungkinkan terjadinya interaksi pendedahan dimana sekadar dan bilamana tetapi
  3. Menjangkau pesuluh privat cakupan yang luas
  4. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi.pembelajaran.

Kelemahan  sistem tata pengajian pengkajian berbasis Blended Learning yaitu :

  1. Keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada kemandirian dan motivasi murid.
  2. Akal masuk bagi mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah cak bagi siswa
  3. Siswa dapat cepat merasa bosan dan jenuh ketika mengakses manifesto dikarenakan tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwith yang cukup
  4. Dibutuhkan nya panduan bagi petatar bikin mengejar pesiaran yang sesuai dengan materi, karena pemberitahuan yang terletak di dalam web sangat beraneka ragam

Lebih lanjut secara makin spesifik Profesor Steve dan Soekartawi mensyurkan heksa- tahapan dalam mereka cipta dan menyelenggarakan Blended Learning agar akhirnya optimal, sebagai berikut :

  1. Menetapkan macam dan materi bahan ajar kemudian silih menjadi alamat pelihara yang menyempurnakan syarat bagi pendidikan jarak jauh, maka bahan pelihara dibedakan menjadi 3 macam ialah bahan ajar nan dapat dipelajari sendiri,sasaran asuh yang dapat dipelajari melewati berhadapan, target ajar yang dapat dipelajari secara online.
  2. Menetapkan rancangan bersumber Blended Learning nan digunakan adalah rancangan pembelajaran yang berisikan komponen pendidikan jarak jauh dan tatap muka yang baik.
  3. Menetapkan format semenjak online learning apakah bahan ajar tersedia dalam matra html sehingga mudah untuk di copy paste atau dalam format pdf sehingga tidak mudah di copy paste.
  4. Mengerjakan uji coba terhadap rajah yang telah dibuat dengan tujuan apakah rancangan penataran tesebut boleh dilaksanakan dengan mudah atau sebaliknya.
  5. Menyelenggarakan blended learning dengan baik. Melayani petatar lakukan pengoperasiannya.
  6. Menyiagakan kriteria untuk berbuat evaluasi pelaksanaan blended learning. Seperti akomodasi pelajar buat mengakses dan mengoperasikan program.

Pron bila Dibutuhkan
Blended Learning

Enggak selalu metoda
blended learning
dibutuhkan untuk membereskan masalah pengajian pengkajian jarak jauh. Proses pendedahan
blended learning
lebih tepat diterapkan plong momen seorang siswa membutuhkan tambahan materi pelajaran. Secara lebih luas, kebutuhan
blended learning
menjadi adv amat terdepan pron bila ;

  1. Proses belajar mengajar tak hanya tatap muka, namun menambah waktu pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi jagat maya.
  2. Mempermudah dan mempercepat proses komunikasi
    non-stop
    antara pengajar dan siswa.
  3. Siswa dan instruktur dapat diposisikan sebagai pihak yang berlatih.
  4. Membantu proses akselerasi pengajaran.

Perkembangan teknologi kenyataan yang lampau pesat dewasa ini, khususnya perkembangan teknologi internet turut memerosokkan berkembangnya konsep pembelajaran jarak jauh ini. Ciri teknologi internet yang selalu bisa diakses bilamana saja, dimana saja, multiuser serta menawarkan segala kemudahannya telah menjadikan internet suatu media nan sangat tepat kerjakan urut-urutan pendidikan jarak jauh lebih lanjut. Hal ini lah yang menjadi acuan mengapa untuk saat ini sistem pembelajaran
blended learning
masih sangat baik di terapkan di Indonesia agar lebih dapat terkontrol secara tradisional juga.


Pembelajaran Berbasis Komputer

  1. Konsep Pembelajaran Berbasis Komputer

Pembelajaran berbasis komputer merupakan program pembelajaran dengan menggunakan software komputer jinjing berupa acara komputer yang berisi tentang barang bawaan pembelajaran menghampari : judul, tujuan, materi pengajian pengkajian dan evaluasi pembelajaran. Menurut Robert Heinich Molenda dan James D. Russel (1985:226) dalam Rusman:2012 Sistem komputer dapat menyampaikan pembelajaran secara spesial dan langsung kepada para siswa dengan kaidah berinteraksi dengan mata pelajaran nan diprogramkan ke dalam sistem komputer, inilah yang disebut dengan pengajian pengkajian berbasis komputer.

Secara konsep pendedahan berbasis komputer jinjing berfungsi sebagai sistem pembelajaran individual, maka gawai lunak penataran berbasis komputer jinjing boleh memfasilitasi belajar kepada hamba allah nan memanfaatkannya.  Sreg pembelajaran berbasis komputer murid berinteraksi langsung dengan media interaktif berbasis komputer, sementara guru bermain sebagai desainer dan programer pembelajaran. Kontrol penataran internal pembelajaran berbasis komputer ini sepenuhnya ada di tangan siswa karena menerapkan acuan penerimaan bermedia yaitu secara utuh sejak sediakala sampai akhir menggunakan piranti sistem komputer jinjing (CD Interaktif).

  1. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Komputer

Penelaahan berbasis komputer jinjing punya cara-prinsip sebagai berikut :

  1. Berorientasi pada tujuan pembelajaran

N domestik mengembangkan penelaahan berbasis komputer harus berorientasi puas tujuan penataran baik kepada kriteria kompetensi, kompetensi dasar, dan penanda yang harus dicapai pada setiap kegiatan pengajian pengkajian.

  1. Menjurus pada pendedahan individual

Keadaan ini sangat mengasihkan keleluasaan pada siswa untuk memperalat tahun sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

  1. Merentang lega pembelajaran mandiri

Dalam pelaksanaan nya pengajian pengkajian berbasis komputer jinjing dilakukan secara mandiri dimana temperatur hanya bermain bagaikan penyedia.

  1. Menghadap pada pembelajaran tuntas

Internal pelaksanaan pembelajaran berbasis komputer semua pelajar harus dapat menguasai semua asam garam belajar yang dikemas dalam program pembelajaran berbasis komputer, baik maujud pemahaman materi dan evaluasi yang harus diselesaikan dengan benar.

Teori Belajar Yang Melandasi Pembelajaran Berbasis Komputer

Pembelajaran berbasis komputer jinjing dipengaruhi oleh teori belajar kognitif model pemrosesan amanat, yang mulai berkembang sreg 1960 hingga 1970an. Dalam teoretis ini mengutarakan konsep sistem memori plong khalayak yang mirip dengan sistem rekaman sreg komputer. Berdasarkan sempurna ini, data masuk ke sistem memori melalui notulis sesnsor (sensory register), kemudian dikirim ke penyimpanan jangka sumir (short-term store) selama sekitar 0,5 sebatas 2 menit bikin dianalisis. Dari penyimpanan ini selanjutnya dikirim ke memori jangka sumir atau memori kerja disini informasi disimpan sepanjang 20 menit, kemudian di  dikode menjadi fragmen dari sistem pengetahuan yang disimpan plong rekaman jangka panjang. Dalam proses penyimpanan pada kancah penyimpanan jangka pendek dan memori kerja, sebagian data hilang berbunga sistem.

Pendedahan Berbasis Media Televisi

  1. Media Televisi umpama Sarana Pendedahan

Televisi dapat dijadikan sarana pembelajaran nan efektif dan efisien, dengan adanya berbagai spesies programa acara nan sepan sepan umpama sarana penelaahan. Dalam hal ini alat angkut televisi diletakkan pada tulangtulangan positif, sebagai wahana perubahan pesiaran, pemikiran, dan karya umpama wahana bahan kajian ilmiah, pengarsipan dan enggak sebagainya.

Banyak acara televisi yang mengilustrasikan permakluman penciptaan teknologi terbaru dan berita terkini. Yang tentunya bisa mendukung dalam menggunung mualamat dan wara-wara nan sedang berkembang. Program tersebut dapat dijadikan alternatif sarana pembelajaran di samping belajar sahih di dalam papan bawah dan dapat mempercepat kerja otak kita untuk mengakuri beberapa hal baru akan halnya pengetahuan.

  1. Manfaat dan Kelemahan Ki alat Penataran Televisi

Segala jenis alat angkut penerimaan tentu mempunyai kemujaraban dan kekurangan, sebagai halnya sarana pembelajaran televisi memiliki kelebihan dan kesuntukan bagaikan berikut :

Kemustajaban media pendedahan televisi

  1. Berkepribadian sewaktu dan nyata serta dapat meladeni keadaan nan sepatutnya ada
  2. Boleh menciptakan kembali peristiwa masa lampau
  3. Dapat mempertunjukkan banyak informasi, kejadian kejadian mutakhir dan keaneka ragaman budaya
  4. Televisi dapat mengangkut dunia nyata ke ulas kelas melintasi penyiaran spontan dan rekaman

Kelemahan sarana pembelajaran televisi

  1. Sifat komunikasi nya hanya satu arah
  2. Master tidak memiliki kesempatan bagi membetulkan program televisi sebelum disiarkan
  3. Televisi kapan disiarkan akan berjalan terus dan tidak ada kesempatan pada master bikin mengetahui pesan yang disampaikan sesuai dengan kemampuan insan
  4. Takdirnya akan dimanfaatkan di kelas jadwal permakluman dan jadwal pelajaran di sekolah sering kali musykil disesuaikan.

Konsep Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan adalah penyampaian konten atau bulan-bulanan alamat pendidikan nan disiarkan melalui media televisi maupun programa acara televisi nan mengandung wanti-wanti-pesan pendidikan. Televisi pendidikan tak sekedar menghibur tetapi nan bertambah penting adalah mendidik, makanya karena itu, n kepunyaan ciri ciri tersendiri antara lain :

  1. Dituntun oleh sendiri guru melalui pengalaman pengalaman pelajar
  2. Sistematika siaran berkaitan dengan mata les dan silabus dengan harapan penelaahan yang terencana
  3. Teratur dan berurutan, siaran disajikan dengan selang waktu yang beraturan secara berurutan dimana satu butir-butir dibangun alias mendasari siaran lainnya.
  4. Terpadu , siaran berkaitan dengan asam garam belajar lainnya, begitu juga latihan, membaca, diskusi, laboratorium, percobaan, menulis dan pemecahan penyakit.

Berikut adalah sempurna dari televisi pendidikan yang terserah di Indonesia

  • TV Edukasi

TV Edukasi atau sering disingkat TV-E merupakan sebuah stasiun televisi yang unik ditujukan lakukan menyebarkan proklamasi di permukaan pendidikandan berfungsi sebagai kendaraan pembelajaran untuk masyarakat. Sasaran TV Edukasi adalah peserta didik berbunga semua panjang dan macam pendidikan, pegiat pendidikan dan masyarakat.

Kelebihan TV Edukasi

  1. Tv Edukasi membuka pemahaman mengenai makrifat plonco
  2. TV Edukasi sekali lagi berfungsi misal memotivasi anak momongan untuk belajar
  3. TV Edukasi memasrahkan permakluman kepada masyarakat akan marcapada pendidikan
  4. TV Edukasi yakni solusi akan permasalahan tayangan tayangan televisi nan tidak segar.

Kelemahan TV Edukasi

  1. Dari segi penyediaan program kurang meruntun, sehingga program program yang ditawarkan rendah dapat dipedulikan
  2. Program bukan didukung maka itu pendukung acara yang dikenal dengan kata lain siaran siaran TV-E tidak diperankan oleh artis artis tenar.

DAFTAR PUSTAKA

Rusman,dkk,
Pendedahan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi,

Rajawali Pers, Jakarta, 2012.

Uno, Hamzah B,
Model Penerimaan (Menciptakan Proses Belajar Mengajar nan

Bernas
Dan Efektif), Bumi Aksara, Jakarta, 2012.

Munadi Yudhi,
Media Pembelajaran (Sebuah Pendekatan Bau kencur),Korok Persada,

Jakarta, 2010

Source: https://senandungbiru.wordpress.com/2015/06/03/model-pembelajaran-berbasis-t-i-k/

Posted by: skycrepers.com