Modul 1 Evaluasi Pembelajaran Di Sd

TUGAS Ringkasan EVALUASI PEMBELAJARAN DI SD (PDGK4301)

MODUL 1 & 2 DOSEN PENGAMPU : Dr. IDING TARSIDI, M. Pd.

NAMA NIM SEMESTER KELAS UPBJJ

: GUN GUN AHMAD GUNARI : 857415035 :I : B (Masukan Akademikus) : BANDUNG

PENDIDIKAN Guru SEKOLAH DASAR Universitas TERBUKA TAHUN 2019 GUN GUN AHMAD GUNARI NIM. 857415035

MODUL 1 KONSEP DASAR PENILAIAN DALAM Pengajian pengkajian 1. KONSEP Pangkal PENILAIAN Privat PEMBELAJARAN a. Pengertian penilaian a.

Tes : yaitu organ ukur untuk memperoleh informasi hasil belajar peserta yang memerlukan jawaban etis maupun salah.

Nan termasuk tes : tes objektif dan verifikasi uraian.

Yang termuat bukan pembenaran : pedoman pengamatan, skala rating, skala sikap, dan pedoman wawancara.

b. Pengukuran : kegiatan penentuan kredit dari suatu bahan yang diukur. c.

Asesmen : kegiatan mengumpulkan pengetahuan hasil berlatih murid yang diperoleh pecah berbagai jenis tagihan dan merebus informasi tersebut bagi menilai hasil beajar dan urut-urutan sparing pesuluh.

d.

Evaluasi : penilaian keseluruhan program pendidikan mulai perencanaan suatu acara khasanah pendidikan tertera kurikulum dan penilaian (asesmen) serta pelaksanaannya, pengadaan dan peningkatan kemampuan guru, manajemen pendidikan , dan reformasi pendidikan secara keseluruhan. Kesimpulan : Penilaian : kegiatan untuk memperoleh informasi pencapaian hasil belajar dan kemajua membiasakan siswa serta mengefektifkan penggunaan makrifat tersebut bagi sampai ke harapan pendidikan

b. Geta tes, pengukuran , asesmen, dan evaluasi EVALUASI

PENILAIAN/ ASESMEN PENGUKURAN Pembuktian

c.

Prinsip – prinsip penilaian

1. Membidik plong pencapaian kompetensi 2. Mustakim 3. Adil 4. Bebas 5. Berkesinambungan 6. Mondial 7. Terbuka 8. Signifikan

GUN GUN AHMAD GUNARI NIM. 857415035

d. Pergeseran kamil penilaian hasil sparing Selama ini penilaian hasil belajar pelajar kebanyakan hanya dilakukan dengan menggunakan alat ukur tes sahaja. Dengan prinsip ini maka kita tidak bisa mengukur keseluruhan hasil belajar yang telah dicapai siswa. Karena itu, pakar pendidikan mengusulkan penilaian hasil belajar pesuluh menggunakan asesmen, dengan begitu kita dapat menyukat lain sekadar semenjak hasil berlatih saja tapi juga dari proses berlatih peserta secara menyeluruh.

2. Jenis DAN FUNGSI PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN a. Pengecekan pemilihan dan fungsinya  Ialah : testimoni buat memilih calon yang dapat diterima lakukan mengikuti suatu program.  Kebaikan : menghasilkan calon-calon teerpilih yang dapat dipedulikan bakal mengikuti suatu program. b. Konfirmasi penempatan dan fungsinya  Yaitu untuk meletakkan pesuluh sesuai dengan kemampuannya.  Maslahat : mengategorikan petatar n domestik suatu kelompokyang nisbi homogen kemampuan atau ketrampilannya. c.

Pre test – post test dan fungsinya

 Pre test merupakan buat mencerna sejauh mana siswa mutakadim memahami materi pelajaran nan akan disampaikan.  Post test yaitu untuk menngetagui sejauh mana siswa dapat mencapai maksud program setelah mereka mengimak program tersebut.  Fungsi : menilai efektivitas proses penerimaan d. Pembenaran diagnostik dan fungsinya  Adalah bikin memaklumi kesulitan nan dialami siswa internal mengerti materi tutorial.  Fungsi : langkah semula lakukan menentukan dan menyunting ataupun menghilangkan penyebab kesulitan siswa dalam mengerti satu materi pelajaran. e.

Tes formatif dan fungsinya

 yaitu buat mengetahui selama mana pelajar dapat menguasai harapan pembelajaran nan baru doang diajarkan.  Fungsinya untuk membetulkan proses pendedahan nan telah dilakukan. f.

Verifikasi sumatif dan fungsinya

 Yaitu bikin membiji kejayaan siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian proses pembelajaran.  Fungsinya menilai hasil berlatih peserta. g.

Pembuktian muncul kerja yaitu cak bagi menilai performance murid dalam menghayati atau menghasilkan suatu karya atau hasil berlatih.

GUN GUN AHMAD GUNARI NIM. 857415035

MODUL 2

Ekspansi Testimoni HASIL BELAJAR 1. Segel DAN KELEMAHAN Konfirmasi A. Tes Objektif KELEMAHAN &

Segel

UPAYA Untuk MEMINIMALKANNYA

1.

Tepat

digunakan

mengukur

proses

untuk nanang

(perhatian,

mengukur tujuan pembelajaran nan

kesadaran,

yang sudah lalu

ditetapkan penulis harus berorintasi pada

diajarkan

dapat

celah-kisi tanya. 2. Menciptakan menjadikan pertanyaan verifikasi objektif yang

ditanyakan saat ujian sehingga

bertambah

semua/ sebagian samudra harapan

membutuhkan waktu bertambah lama.

pembelajaran yang ditetapkan

Upaya : panitera sudah terlatih d,engan

dalam

baik intern menulis tes adil.

RPP

dapat

diukur

ketercapaiannya.

baik

lebih

langka

sehingga

3. Kemampuan anak bisa terganggu oleh

Pemberianskor pada setiap

kemampuannya dalam membaca dan

pesuluh dapat dilakukan dengan

menerka.

cepat

patuh

Upaya : menuliskan butir pertanyaan dengan

karena jawaban yang bermartabat

baik sesuai kaidah penulisan butir soal

bagi setiap butir pertanyaan mutakadim

objektif yang telah ditentukan.

,tepat,

dan

jelas dan pasti. Memungkinkan

4. Anak asuh tidak dapat mengorganisasian , buat

dilakukan analisis butir pertanyaan. 5.

menyukat proses berpikir rendah. Upaya : mudahmudahan soal yang ditulis dapat

2. Semua / sebagian besar materi

4.

Butir cak bertanya yang ditulis cenderung

terbatas sampai dengan sedang

penerapan).

3.

1.

Tingkat kesukaran pertanyaan bisa dikendalikan.

6. Amanat nan diperoleh kian makmur.

GUN GUN AHMAD GUNARI NIM. 857415035

mencantumkan, dan menyatakan idenya sendiri karena semua alternatif jawaban untuk setiap pertanyaan sudah diberikan oleh notulis tanya. Upaya: menggunakan tes uraian

B. Verifikasi Jabaran  Merek : –

Tepat digunakan untuk mengukur proses berpikir dalam-dalam tahapan

Tepatdigunakan bagi menimbang hasil sparing yang kegandrungan yang tidak boleh diukur dengan tes adil

Waktu yang digunakan untukmenulis suatu set tes jabaran kian cepat dari pada masa yang digunakan buat batik satu set tes objektif

Menggambar pembenaran uraian yang baik relative lebih mudah dari plong menggambar tes adil.  Kelemahan:

Terbatasnya sampel materi yang ditanyakan

Sukar menginterogasi jawaban peserta

 Rahmat poin yang kurang objektif dan cacat konsisten dapat disebabkan karena beberapa hal yaitu : –

Adanya hallo effect

Adanya efek buah tangan ( carry over effect)

Surat berharga urutan pemeriksaan ( titipan effect)

Pengaruh pemanfaatan bahasa

Dominasi garitan tangan

 Upaya cak bagi meminimalkan kelemahan : –

Upaya buat meningkatkan jumlah spesimen materi nan ditanyakan saat testing adalah membuat verifikasi uraian yang bisa dijawab dengan cepat oleh siswa ( tes uraian abnormal )

Upaya buat mengurangi unsure subjektivitas pengkaji adalah dengan memeriksa hasil ujian sonder nama.

Upaya buat mengatasi kesulitan kerumahtanggaan memeriksa hasil testimoni pesuluh ialah :

 Gunakan konfirmasi uraian abnormal  Gunakan 2 pemeriksa bagi menyelidiki setiap hasil pembenaran siswa  Cocok tentang pendirian pemberian skor dengan pemeriksa kedua  Bagi uji coba pemeriksaan –

Upaya untuk mengurangi hallo effect yakni dengan menghilangkan / menudungi segel peserta konfirmasi

Upaya kerjakan menjauhi carry oper effect adalah dengan mandu memeriksa jawaban tanya no 1 untuk keseluruhan pesuluh mentah kemudian hijau memeriksa soal no 2 lagi cak bagi keseluruh siswa begitu selanjutnya sampai butir soal ragil

Upaya menghindari kiriman effect yaitu dengan berhenti memeriksa jika anda sudah merasa lejar dalam memeriksa.

GUN GUN AHMAD GUNARI NIM. 857415035

2. MENGEMBANGKAN TES A. Testimoni Netral 1) Tes benar salah / true false item –

Fungsi :

 Mengukur kemampuan siswa untuk mengidentifikasi kebenaran suatu pernyataan tentang fakta, definisi, prinsip, teori, syariat, dan sebagainya.  Menakar kemampuan peserta unuk mengasingkan antara fakta dengan pendapat atau opini.  Menakar hasil belajar yang kian tinggi bermula sekedar manah. –

Cap : mudah dikonstruksikan, dapat mennanyakan banyak sampel materi, mudah penskoran, tepat digunakan kerjakan mengukur proses berpikir sederhana.

Kelemahan : kemungkinan siswa n domestik menebak jawaban sangat tinggi yaitu 50%, sebagian raksasa soal ter-hormat salah hanya digunakan untuk mengukur hasil berlatih siswa nan tertinggal adalah aspek ingatan.

2) Tes menyandingkan / matching exercise –

Adalah tes objektif yang ditulis dalam dua kolom. Kolom mula-mula yakni pokok pertanyaan/postulat dan kolom kedua ialah jawaban / respon.

Tera : mudah dibuat, mudah penskorannya, dapat menguji banyak materi yang telah diajarkan lega siswa.

Kelemahan : butir soal yang dibuat cenderung hasil sparing yang sederhana.

3) Tes pilihan ganda / multiple choice –

Perbuatan pembuktian pilihan ganda :

a.

Melengkapi pilihan ( ragam A) Tersusun atas rahasia soal dengan empat / panca alternatif jawaban.

b. Koalisi antarhal (ragam B) Tersusun atas pokok cak bertanya terdiri berpokok dua pernyataan yang netral dipisahkan dengan kata sebab. c.

Analisi kasus (ragam C)

d. Ganda kompleks (ragam D) e.

Mendaras diagram , tabulasi, atau grafik ( polah E )

Mengkonstruksi tes objektif yang baik

a.

Saran intern mengkonstruksi tes B-S Kalimat / pernyataan harus bisa ditentukan dijawab moralistis/ salah. Hindari pernyataan yang membingungkan/ berguna ganda. Hindari penulisan butir soal nan sahaja mengukur hasil belajar nan tdk mengukur kompetensi. Upayakan butir soal tsb menguji hasil berlatih yang lebih tinggi berpokok sekedar ingatan. Hindari penggunaan pernyataan subversif apalagi pernyataan destruktif ganda. Hindari pendayagunaan kalimat nan terlalu kompleks. Pernyataan etis dan keseleo harus dibuat seimbang privat hal penulisan kalimaat.

GUN GUN AHMAD GUNARI NIM. 857415035

Jumlah jawanan untuk pernyataan benar/ salah harusnya seimbang. b. Saran dalam mengkonstruksi tes menjodohkan Pernyataan pernyataan dibawah kolom pertama alias kedua harus terdiri bersumber pernyataan yang homogen. Jumlah pernyataan ruangan kedua dibuat kian banyak dari kolom kedua. Penulisan kalimat pada respon semoga lebih singkat dari premis. Sekiranya jawaban lega respon berbentuk angka penulisan harus diurutkan. Letakkan keseluruhan pernyataan premis dan respon lega pekarangan yang selaras. c.

Saran kerumahtanggaan mengkonstruksi tes pilihan ganda Inti permasalahan yang ditanyakan harus dirumuskan dengan jelas. Hindari pengulangan alas kata nan selevel pada alternatif jawaban. Hindari penggunaan kalimat berlebihan pada anak kunci soal. Alternatif jawaban moga logis, homogen pecah segi materi / panjang singkat kalimat dan pengecoh menarik kerjakan dipilih. Dalam menyusun tanya hindari adanya petunjuk ke jawaban yang benar. Setiap pertanyaan sahaja ada satu jawaban yang bersusila. Hindari penggunaan ungkapan negatif dlm penulisan soal. Hindari alternatif jawaban nan berbunyi semua jawaban sopan / semua jawaban salah. Jika alternatif jawaban maujud angka, susunlah biji tersebut berurutan. Dalam perumusan soal hindari penggunaan istilah teknis. Upayakan moga jawaban soal tidak terampai jawaban cak bertanya yang tidak.

B. Tes Jabaran # Beberapa hal nan mesti diperhatikan privat mengkonstruksi tes uraian yaitu : a) Tulis tes jabaran berdasarkan perencanaan tes yang dibuat. b) Gunakan tes jabaran cak bagi mengukur hasil belajar yang berat. c) Kembangkan butir tanya dari suatu kasus. d) Gunakan tes uraian abnormal. e) Usahakan pertnyaan mengungkap pendapat pelajar bukan cuma fakta. f)

Rumuskan tanya dengan jelas dan tegas.

g) Rancanglah pertanyaan sesuai waktu yang disediakan dalam ujian. h) Hindari pemakaian pernyataan pilihan. i)

Tuliskan kredit maksimal nan boleh diperoleh siswa apabila dia berbuat tanya dg benar. # Pedoman penskoran :

a) apa jawaban terbaik berpokok cak bertanya tersebut? Jika cak semau jawaban bukan maka jawaban tersebut harus ditulis. GUN GUN AHMAD GUNARI NIM. 857415035

b) Tandai butir, kata kunci / konsep signifikan yang harus muncul pada jawaban tersebut. c) Adakah butir, pembukaan rahasia / konsep yang bertambah terdepan berusul nan lain. d) Beri skor pada setiap butir, kata sentral / konsep yang harus muncul puas jawaban tersebut. e) Butir , kata kunci, atau konsep yang lebih terdahulu boleh diberi skor lebih dari yang bukan.

3. PERENCANAAN TES Terserah beberapa hal nan harus diperhatikan dalam takhlik ganggang-kisi antara lain : a.

Seleksi sampel materi yang akan diujikan. Pemilihan sampel materi harus diupayakan serepresentatif siapa.

b. Penentuan jenis pengecekan yang akan digunakan. Penentuan jenis tes nan akan digunakan apakah akan memperalat pengecekan seleksian ganda, testimoni uraian, maupun gabungan antara keduanya harus diperhitungkan terutama terkait dengan materi, besaran butir soal dan waktu tes yang disediakan. c.

Janjang kemampuan berpikir yang diujikan harus sesuai dengan kemampuan berpikir yang dilatihkan selama proses penataran.

d. Taburan tingkat kesukaran. e.

Periode eksamen yang disediakan

f.

Jumlah butir soal yang akan ditanyakan tersangkut musim eksamen nan disediakan.

GUN GUN AHMAD GUNARI NIM. 857415035

Source: https://pdfcoffee.com/modul-1-amp-2-tugas-rangkuman-evaluasi-pembelajaran-di-sd-pdgk4301-pdf-free.html

Posted by: skycrepers.com