Modul 1 Pembelajaran Pkn Di Sd

1
Modul 1 Hakikat, Maslahat, dan Intensi Pendidikan Nasional di SD Prof. Dr. H. Udin S. Winataputra, M.A. M PENDAHULUAN odul ini merupakan materi tadinya mata ceramah Pendedahan PKn di SD (PDGK4201). Tentunya bagi Engkau tidaklah asing terhadap istilah pendidikan kewarganegaraan karena istilah itu merupakan salah suatu muatan kurikulum pendidikan bawah dan sedang sebagaimana dirumuskan privat Pasal 37 Undang-undang No. 20 Masa 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (selanjutnya disebut UU Sisdiknas No. 20 Musim 2003). Anda pasti telah mengenalnya dengan baik. Internal modul ini kita akan mempelajari ciri-ciri pokok atau karakteristik dari mata pelajaran Pendidikan Kebangsaan di Sekolah Asal. Pada akhir pembahasan modul, diharapkan Sira memperoleh kemampuan seumpama berikut: 1. menjelaskan hakikat, fungsi, dan harapan PKn di SD; 2. menjelaskan ruang lingkup PKn di SD; 3. menguraikan permohonan pedagogis PKn di SD; Pemahaman terhadap hakikat, kepentingan, dan intensi PKn di SD sangatlah penting bagi Anda sebagai guru mudahmudahan Anda mengarifi betul tentang segala apa, mengapa, dan bagi apa PKn di SD. Pengertian semua itu merupakan modal dasar dalam pelaksanaan tugas profesional Ia. Engkau akan merasa yakin dan percaya diri kerumahtanggaan mengajarkan PKn di SD. Apabila ada pertanyaan dari murid Ia, dengan mudah dan sonder ragu Anda akan boleh menjawabnya dengan jelas dan mudah dipahami. Pembahasan materi bagi mencapai semua kemampuan tersebut di muka akan diuraikan dalam buku pembahasan ibarat berikut.

2
1.2 Penataran PKn di SD Kegiatan Membiasakan 1: Hakikat, fungsi, dan tujuan PKn di SD. Kegiatan Belajar 2: Ulas Lingkup PKn di SD. Kegiatan Berlatih 3: Permohonan Pedagogis PKn di SD. Materi dan cak bimbingan yang suka-suka n domestik kedua kegiatan berlatih tersebut akan dapat Sira cerna dengan mudah bila Kamu mempraktikkan hal-hal sebagai berikut. 1. Pahami setiap konsep atau prinsip nan dibagikan dengan prinsip memahami ciri dan hipotetis nan diberikan dan mencari paradigma lainnya secara aktif. 2. Mantapkan pemahaman Anda melalui refleksi maupun sedimentasi sendiri dan tukar perhatian dengan mahasiswa tidak. 3. Manfaatkan pertemuan tutorial untuk menstabilkan signifikasi Kamu, terutama mengenai konsep atau prinsip nan masih menjadi masalah untuk Sira.

3
PDGK4201/MODUL Horizon Kegiatan Membiasakan 1 Hakikat, Kemustajaban, dan Intensi PKn di SD entu Ia masih ingat, kerumahtanggaan kurikulum Pendidikan Sumber akar 94, terwalak mata kursus “Pendidikan Pancasila dan Nasional”, yang disingkat PPKn. Istilah “Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan”, kapan itu secara hukum tertera n domestik Undang-undang No. 2/1989 akan halnya Sistem Pendidikan Nasional. Sejak diundangkannya UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 secara hukum istilah tersebut sudah berubah menjadi pendidikan kebangsaan. Maka dari itu karena itu, stempel alat penglihatan les tersebut di SD berubah menjadi alat penglihatan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). A. HAKIKAT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Apabila kita kaji secara historis-kurikuler mata pelajaran tersebut sudah lalu mengalami pasang surut pemikiran dan praksis. sejak lahir kurikulum tahun 1946 di sediakala kebebasan sampai lega era reformasi sekarang. Oleh karena itu, n domestik Kegiatan Belajar 1 ini, kita akan mengkaji perkembangan mata pelajaran itu. Dengan cara itu, kita akan dapat membandingkan karakteristik mata les nan serupa intern bineka konteks dan kurun hari. Secara singkat kita akan menganalisis setiap kurikulum tersebut. Tentu saja tidak akan dilakukan secara tuntas karena situasi itu tidak yakni cakupan modul dan ain pidato ini. Hal yang akan kita selidik hanyalah mengenai status dan isi mata pelajaran sepersaudaraan mata pelajaran tersebut dalam kurikulum-kurikulum tersebut. Dalam Kurikulum 1946, Kurikulum 1957, dan Kurikulum 1961 tidak dikenal adanya mata pelajaran pendidikan nasional. Dalam kurikulum 1946 dan 1957 materi tersebut itu dikemas dalam ain pelajaran Pengetahuan Awam di SD atau Tata Negara di SMP dan SMA. Hijau dalam Kurikulum SD tahun 1968 dikenal alat penglihatan tuntunan Pendidikan Kewargaan Negara (PKN). Menurut kurikulum SD 1968 Pendidikan Kewargaan Negara mencakup Sejarah Indonesia, Geografi, dan Civics yang diartikan andai embaran Keanggotaan Negara. Dalam kurikulum SMP 1968 PKN tersebut mencakup materi rekaman Indonesia dan Tata Negara, sedang dalam kurikulum SMA 1968 PKN lebih banyak berisikan materi UUD Sementara itu,, menurut kurikulum SPG 1969 PKN mencakup rekaman

4
1.4 Pengajian pengkajian PKn di SD Indonesia, UUD, Kemasyarakatan, dan Eigendom Asasi Basyar (HAM). Dalam Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) 1973 terwalak mata pelajaran Pendidikan Keanggotaan Negara (PKN) dan Pengetahuan Kewargaan Negara. Sedikit berbeda, menurut kurikulum PPSP (Proyek Perintis Sekolah Pembangunan) 1973 diperkenalkan mata pelajaran Pendidikan Keanggotaan Negara/Studi Sosial untuk SD 8 perian nan berisikan integrasi materi guna-guna pengetahuan sosial. Sementara itu di Sekolah Sedang 4 musim selain “Penekanan Sosial” terpadu, pun terdapat ain latihan “PKN” sebagai program inti dan “Civics dan Syariat” bagaikan program utama plong jurusan sosial. Internal teks yang berkembang selama ini ada dua istilah yang terlazim dibedakan, yakni kewargaannegara dan kebangsaan. Seperti dibahas maka itu Somantri (1967) istilah Kewargaannegara merupakan terjemahan berbunga “Civics” yang merupakan mata cak bimbingan sosial yang bertujuan membina dan melebarkan anak didik agar menjadi warga negara yang baik (good citizen). Penduduk negara yang baik ialah warga negara yang tahu, ingin, dan mampu berbuat baik” (Somantri 1970) atau secara umum nan mencerna, menyadari, dan melaksanakan nasib baik dan kewajibannya seumpama warga negara” (Winataputra 1978). Di lain pihak, istilah kewarganegaraan digunakan dalam perundangan mengenai harga diri normal warga negara dalam suatu negara, misalnya sebagaimana diatur dalam UU No. 2 Tahun 1949 dan peraturan mengenai diri kewarganegaraan serta peraturan tentang naturalisasi maupun pemerolehan status sebagai penduduk negara Indonesia buat turunan-orang atau warga negara asing. Tetapi demikian, kedua konsep tersebut kini digunakan untuk kedua-duanya dengan istilah nasional nan secara cermin diadopsi bermula konsep citizenship, yang secara awam diartikan laksana situasi-hal yang terkait pada harga diri syariat (legal standing) dan karakter warga negara, sebagaimana digunakan kerumahtanggaan perundang-undangan kewarganegaraan untuk harga diri syariat warga negara, dan pendidikan kewarganegaraan bikin program peluasan karakter warga negara secara kurikuler. B. FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Dalam konteks hidup berbangsa dan bernegara sekolah sebagai media pengembangan penduduk negara yang demokratis dan bertanggung jawab, yang secara kurikuler Pendidikan Kebangsaan nan harus menjadi wahana psikologis-pedagogis nan utama. Jika dirunut secara

5
PDGK4201/MODUL yuridis ada beberapa kadar perundang-undangan nan mengandung amanat tersebut, sebagai berikut. 1. Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan Perubahannya (UUD 1945 dan Perubahannya), khususnya alinea ke-4 nan menyatakan bahwa pembentukan Pemerintah Negara Indonesia dimaksudkan untuk:… melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh mencurah darah Indonesia dan bakal memajukan kesentosaan umum, mencerdaskan roh nasion, dan turut melaksanakan ketertiban manjapada nan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kesamarataan sosial maka disusunlah Kemandirian Nasional Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk kerumahtanggaan satu perpautan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan maju, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan satu Keseimbangan Sosial kerjakan seluruh rakyat Indonesia. 2. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU RI No. 20 Masa 2003 adapun Sisdiknas) khususnya: a. Pasal 3 nan menyatakan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta tamadun bangsa nan bermartabat kerumahtanggaan bagan mencerdaskan nasib bangsa, bermaksud lakukan berkembangnya potensi pesuluh didik agar menjadi turunan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Nan Maha Esa, berakhlak luhur, sehat, berilmu, cakap, berkecukupan, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. b. Pasal 4 mengatakan sebagai berikut. 1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta lain diskriminatif dengan menjunjung panjang eigendom asasi bani adam, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa. 2) Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan nan sistemik dengan sistem mangap dan multimakna.

6
1.6 Pembelajaran PKn di SD 3) Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik nan berlangsung sepanjang hayat. 4) Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun keinginan, dan mengembangkan kreativitas petatar jaga dalam proses penerimaan. 5) Pendidikan diselenggarakan dengan berekspansi budaya membaca, menulis, dan berkira-kira bagi semesta penghuni masyarakat. 6) Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua suku cadang awam melalui peran serta n domestik tata dan pengendalian mutiara layanan pendidikan. c. Pasal 37 ayat (1) yang menyatakan bahwa Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan agama; pendidikan kewarganegaraan; bahasa; ilmu hitung; ilmu pesiaran alam; aji-aji pengetahuan sosial; seni dan budaya; pendidikan bodi dan sport; keterampilan/kejuruan; dan beban lokal; dan ayat (2) yang menyatakan bahwa Kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: pendidikan agama; pendidikan kewarganegaraan; dan bahasa. d. Pasal 38 ayat yang menyatakan bahwa Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai relevansinya oleh setiap keramaian atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di pangkal koordinasi dan supervisi biro pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Periode 2005 tentang Patokan Nasional Pendidikan (PP RI No. 19 Tahun 2005 tentang SNP). Pasal 6 ayat (1) yang menyatakan bahwa Kurikulum SD/MI/ SDLB/ Kelongsong A, SMP/MTs/SMPLB/Paket B, SMA/MA/SMALB/ Paket C, SMK/MAK atau bagan tidak nan selaras terdiri terbit: a. keramaian mata pelajaran keimanan, ketakwaan, dan kesusilaan luhur; b. kerubungan mata pelajaran kebangsaan dan karakter; c. kelompok mata pelajaran hobatan pengetahuan dan teknologi; d. kelompok mata pelajaran estetika; e. kelompok mata tuntunan bodi, olahraga, dan kebugaran.

7
PDGK4201/MODUL Pasal 6 ayat (4) yang menyatakan bahwa Setiap kelompok alat penglihatan pelajaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok netra pelajaran ikut mewarnai pemahaman dan/alias penghayatan pesuluh didik 5. Pasal 7 ayat (2) yang menyatakan bahwa Gerombolan mata pelajaran kewarganegaraan dan karakter plong SD/MI/SDLB/Selongsong A, SMP/ MTs/SMPLB/Sampul B, SMA/MA/SMALB/Paket C, SMK/MAK alias tulangtulangan lain yang setimbang dimaksudkan untuk kenaikan kesadaran dan wawasan peserta ajar akan status, hak, dan kewajibannya dalam nasib bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta pertambahan kualitas dirinya sebagai hamba allah. N domestik konteks itu, khususnya pada pangkat pendidikan dasar dan menengah, sekolah seyogianya dikembangkan laksana pranata atau tatanan sosial-pedagogis yang kondusif atau menjatah suasana bagi tumbuhkembangnya berbagai kualitas pribadi peserta ajar. Kualitas pribadi ini sangat berguna karena akan menjadi pelepas cak bagi berperan sebagai warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, dengan sikap dan perilakunya dilandasi makanya iman dan takwa kepada Yang mahakuasa Yang Maha Esa, akhlak mulia, kesehatan,hobatan, kecakapan, kreativitas, dan independensi. Maka itu karena itu, sekolah sebagai bagian integral dari publik mesti dikembangkan sebagai kiat enkulturasi dan pemberdayaan peserta didik selama hayat, yang mampu membagi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta jaga dalam proses pembelajaran demokratis. Dengan demikian, secara sedikit berangsur-angsur sekolah akan menjadi peguyuban yang memiliki budaya nan berintikan pengakuan dan sanjungan terhadap hak dan kewajiban serta keharmonisan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang tertib, adil, dan berkeradaban. Dalam rangka semua itu mata kursus PKn harus berfungsi sebagai wahana kurikuler pengembangan karakter warga negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab. Mencatat alangkah pentingnya peran PKn dalam proses enkulturasi dan pemberdayaan peserta didik sepanjang sukma, melangkaui anugerah keteladanan, pembangunan kehausan, dan pengembangan daya kreasi peserta didik dalam proses pembelajaran maka dengan menerobos PKn sekolah perlu dikembangkan perumpamaan pusat pengembangan wawasan, sikap, dan kegesitan spirit dan berkehidupan yang demokratis bagi membangun

8
1.8 Pembelajaran PKn di SD kehidupan demokrasi. Pendidikan persekolahan seyogianya dikembangkan sebagai wahana sosial kultural kerjakan membangun arwah yang demokratis. Hal ini dapat diartikan bahwa sekolah harus menjadi media pendidikan buat mempersiapkan kewarganegaraan nan demokratis melewati ekspansi kecerdasan spiritual, konsekuen, emosional, dan sosial penghuni negara baik umpama aktor sosial maupun sebagai bos/khalifah puas hari ini dan hari esok. Karakter utama pemukim negara nan cerdas dan baik ialah dimilikinya komitmen bikin secara loyal atau periodik, kepingin dan mampu memiara, dan melebarkan cita-cita dan skor demokrasi sesuai urut-urutan zaman, dan secara efektif dan langgeng menangani dan mengelola ketegangan yang sayang muncul untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia sebagai fragmen integral dari masyarakat menyeluruh nan damai dan sejahtera. Dari kedua konsep dasar tersebut bisa dikemukakan bahwa paradigma pendidikan kerakyatan menerobos PKn yang teradat dikembangkan dalam lingkungan sekolah merupakan pendidikan demokrasi yang bersifat multidimensional atau bersegi-jamak. Rasam multidimensionalitasnya itu antara lain terdapat pada: (1) pandangannya yang pluralistik-uniter (bermacammacam, tetapi berintegrasi dalam pengertian Bhinneka Tersendiri Ika, (2) sikapnya dalam menaruh insan, negara, dan masyarakat global secara harmonis, (3) tujuannya yang diarahkan pada semua dimensi kecerdasan (spiritual, rasional, romantis, dan sosial); dan (4) konteks (setting) yang menghasilkan camar duka belajarnya yang mangap, luwes atau lentur, dan majemuk merujuk kepada dimensi tujuannya. Apabila ditampilkan dalam wujud programa pendidikan, komplet baru ini memaksudkan kejadian-keadaan sebagai berikut. Purwa, memberikan perhatian yang gemi dan kampanye yang mendalam pada peluasan pengertian adapun hakikat dan karakteristik aneka macam demokrasi, bukan semata-mata nan berkembang di Indonesia. Kedua, mengembangkan kurikulum dan pembelajaran yang sengaja dirancang bagi memfasilitasi pelajar agar mampu mengeksplorasi bagaimana cita-cita demokrasi telah diterjemahkan ke dalam kelembagaan dan praktik di berbagai belahan bumi dan intern berbagai kurun waktu. Ketiga, tersedianya sumber berlatih yang memungkinkan siswa rani mengeksplorasi memori demokrasi di negaranya lakukan dapat menjawab persoalan apakah faedah dan kelemahan demokrasi yang diterapkan di negaranya itu secara jernih. Keempat, tersedianya sumber belajar yang boleh memfasilitasi peserta lakukan memahami penerapan

9
PDGK4201/MODUL demokrasi di negara tidak sehingga mereka memiliki wawasan nan luas tentang ragam ide dan sistem demokrasi dalam berbagai konteks. Kejadian sekolah dan kelas dikembangkan demikian rupa sebagai democratic laboratory alias lab demokrasi dengan lingkungan sekolah/kampus nan diperlakukan sebagai micro cosmos of democracy ataupun lingkungan arwah yang demokratis yang berperilaku mikro, dan memperlakukan masyarakat luas sebagai open universal classroom atau sebagai kelas bawah global yang melenggong. Dengan cara itu akan memungkinkan pelajar dapat belajar demokrasi dalam situasi yang demokratis dan bagi intensi melatih diri ibarat penghuni negara yang demokratis dan membangun spirit nan lebih demokratis. Itulah makna berpokok konsep learning democracy, in democracy, and for democracy – belajar tentang demokrasi,dalam situasi nan demokratis, dan bagi membangun semangat demokratis dengan PKn bagaikan sarana kurikuler yang utama. LATIHAN Cak bagi memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! Umpama latihan, Kamu diminta cak bagi menuliskan intern suatu gugus kalimat dengan 5 kalimat, nan mendeskripsikan secara pola adapun apa, mengapa dan untuk apa indra penglihatan latihan Pendidikan Kewarganegaraan di berikan di SD/Kwetiau. Tuliskan lagi pengenalan pusat nan terkandung dalam deskripsi Dia! Ilham Jawaban Latihan Pelajari pun materi nan berkaitan dengan hakikat, manfaat, dan tujuan pendidikan kebangsaan di SD! Rangkuman 1. Mata tutorial PKn di SD menurut Standar Isi 2006, ialah urut-urutan terbaru dari indra penglihatan latihan yang setimbang dalam stempel nan berlainan sejak kurikulum SD 1968.

10
1.10 Pembelajaran PKn di SD 2. Internal kurikulum SD 1968 terdapat mata pelajaran Pendidikan Kewargaan Negara (PKN) nan di dalamnya mencakup materi geografis dan ki kenangan Indonesia serta Civics maupun keanggotaan negara. 3. N domestik kurikulum SD 1975 dan kurikulum SD 1984 netra pelajaran PKN tersebut namanya berubah menjadi Pendidikan Moral Pancasila (PMP). 4. Menurut kurikulum Dikdas 1994 mata latihan itu diberi label Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (kemudian dipakai akronim PPKn). Isi mata pelajaran ini pada dasarnya mencengap konsep dan poin Pancasila sebagai materi yang harus dipahami, dihayati dan diwujudkan dalam sukma sehari-hari sesuai nyawa dan lingkungannya. 5. Konsep Kewargaan Negara yang semula secara khusus membahas masalah hak dan kewajiban penghuni negara, dan konsep kewarganegaraan yang semula secara khusus menggunjingkan ki kesulitan status politik warga negara, mutakadim berkembang menjadi konsep kewarganegaraan kerumahtanggaan kebaikan luas yang mencakup baik tentang hoki dan tanggung maupun harga diri warga negara. Kedua konsep tersebut sekarang digunakan untuk kedua-duanya dengan istilah kebangsaan yang secara abstrak diadopsi berbunga konsep citizenship, yang secara awam diartikan sebagai keadaan-hal yang terkait sreg status hukum (legal standing)dan khuluk warga negara. 6. Tujuan dan isi PPKn SD 1994 berkenaan dengan konsep nilai, tata susila dan norma yang terkandung intern Pancasila dan UUD 45 serta penjabarannya dalam sumur hukum di bawah UUD 45. Bikin tingkat sekolah asal, kurikulum PPKn SD 1994 menjabarkan konsep, nilai, moral dan norma Pancasila dan UUD 45 itu secara “Bertingkat membenang semakin merebak” mulai dari kelas I sampai dengan papan bawah VI. 7. Patut digarisbawahi isi Pasal 3 UU Sisdiknas 20/2003 nan menyatakan bahwa Pendidikan kebangsaan berfungsi mengembangkan kemampuan dan menciptakan menjadikan watak serta tamadun bangsa yang sopan dalam gambar mencerdaskan kehidupan nasion, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta ajar seyogiannya menjadi manusia yang berkeyakinan dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, segar, weduk, rupawan, gemuk, mandiri, dan menjadi penduduk negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 8. Pasal 6 ayat (1) PP N0.19 Perian 2005 tentang Barometer Nasional Pendidikan menyatakan bahwa Kurikulum SD/Kwetiau/ SDLB/Kemasan A, SMP/MTs/SMPLB/Paket B, SMA/MA/SMALB/Paket C, SMK/ MAK atau bentuk lain yang selevel terdiri berasal:

11
PDGK4201/MODUL a. kelompok mata kursus keyakinan, ketakwaan, dan akhlak mulia; b. kerumunan mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; c. kelompok ain tuntunan ilmu pengetahuan dan teknologi; d. kelompok mata pelajaran estetika; e. kelompok netra cak bimbingan raga, olahraga, dan kesehatan. 9. Pentingnya peran PKn dalam proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta pelihara sepanjang hayat, melangkaui pemberian keteladanan, pembangunan kemauan, dan pengembangan daya kreasi siswa didik dalam proses pembelajaran maka melangkahi PKn sekolah wajib dikembangkan sebagai pusat peluasan wawasan, sikap, dan keterampilan hayat dan berkehidupan yang demokratis untuk membangun hayat demokrasi. 10. Pendidikan persekolahan seyogianya dikembangkan sebagai wahana sosial kultural cak bagi membangun vitalitas nan demokratis. Dengan cara itu akan memungkinkan siswa bisa belajar demokrasi dalam situasi yang demokratis dan bakal tujuan melatih diri bagaikan warga negara yang demokratis dan membangun nyawa yang bertambah demokratis. Konfirmasi FORMATIF 1 Pilihlah suatu jawaban yang paling tepat! 1) Mata pelajaran PKn di SD menurut Standar Isi 2006, secara konseptual yakni perkembangan terbaru dari mata pelajaran yang… A. setinggi privat label yang berbeda sejak kurikulum SD 1968 B. sewaktu-waktu berlainan baik dalam pamrih maupun isi C. sama sahaja dengan kurikulum SD tahun 1994 D. sebanding internal misinya, tetapi farik dalam visi kurikulernya 2) Dalam kurikulum mana terdapat indra penglihatan tutorial Pendidikan Kewargaan Negara (PKN) yang di dalamnya mencangam materi Geografis dan Sejarah Indonesia serta Civics maupun kewargaan negara… A. Kurikulum Sekolah Rakyat tahun 1946 B. Kurikulum Sekolah Rakyat perian 1961 C. Kurikulum Sekolah Asal waktu 1968 D. Kurikulum SD PPSP masa 1973

12
1.12 Penerimaan PKn di SD 3) Dalam kurikulum SD 1975 dan kurikulum SD 1984 mata tutorial PKN tersebut namanya berubah menjadi Pendidikan Adab Pancasila (PMP) karena alasan… A. Adanya usulan dari Pemerintah B. Berubahnya landasan hukum C. Agar lebih sesuai dengan isinya D. Adaptasi dengan produk syariat MPR 4) Menurut kurikulum Dikdas 1994 alat penglihatan pelajaran itu diberi label Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (kemudian dipakai abreviasi PPKn). Isi mata latihan ini pada dasarnya mencakup konsep dan nilai Pancasila sebagai materi yang harus… A. dipahami sejarah lahirnya dan perumusannya B. dihayati kredit moral yang terkandung di dalamnya C. diwujudkan kerumahtanggaan kehidupan sehari-masa secara utuh D. dilaksanakan sesuai sukma dan lingkungannya. 5) Konsep Kewargaan Negara nan tadinya secara eksklusif membahas masalah peruntungan dan kewajiban pemukim negara, dan konsep nasional yang awal secara khusus membincangkan penyakit harga diri kebijakan warga negara, telah berkembang menjadi… A. konsep kewarganegaraan n domestik fungsi luas nan mencakup baik mengenai hak dan kewajiban alias status warga negara B. fusi kedua konsep tersebut saat ini digunakan bakal kedua makna kewarganegaraan C. konsep kebangsaan yang secara teladan diadopsi terbit konsep citizenship D. makna umum diartikan sebagai hal-keadaan yang terkait pada status hukum (stereotip standing) 6) Intensi dan isi PPKn SD 1994 berkenaan dengan konsep poin, etik dan norma yang terkandung internal Pancasila dan UUD 45 serta penjabarannya intern perigi hukum di radiks UUD 45. Lakukan tingkat sekolah dasar, kurikulum PPKn SD 1994 menjabarkan konsep, nilai, moral dan norma Pancasila dan UUD 45 itu secara… A. bertajuk mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI B. berjenjang membenang mulai bermula kelas I sampai dengan kelas VI C. berjenjang semakin meluas tiba berpangkal kelas I sampai dengan kelas VI D. berpangkat berkelanjutan semakin meluas mulai dari kelas I sampai dengan papan bawah VI

13
PDGK4201/MODUL ) Esensi tujuan pendidikan kewarganegaraan nan merupakan jatah makan utama PKn adalah berkembangnya potensi peserta asuh sepatutnya menjadi manusia yang… A. berkepastian dan bertakwa kepada Yang mahakuasa Nan Maha Esa dan berakhlak sani B. berakhlak indah, sehat, sakti, cakap, dan kreatif C. beriman dan bertakwa kepada Yang mahakuasa Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan menjadi warga negara nan demokratis D. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak indah, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab 8) Menurut Pasal 6 ayat (1) PP N0. 19 Hari 2005 adapun Tolok Kewarganegaraan Pendidikan mata pelajaran PKn n domestik Kurikulum SD/MI/SDLB/Paket… A. kelompok indra penglihatan latihan keimanan, ketakwaan, dan tata susila luhur B. keramaian ain pelajaran kebangsaan dan karakter C. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial D. kerubungan ain pelajaran estetika dan kebudayaan 9) Pentingnya peran PKn dalam proses pembudayaan dan pemberdayaan petatar tuntun sepanjang hayat, melalui anugerah keteladanan, pembangunan kerinduan, dan pengembangan kreativitas peserta jaga dalam proses pembelajaran maka melangkahi PKn sekolah wajib dikembangkan ibarat… A. siasat pengembangan wawasan, sikap, dan kecekatan sukma dan berkehidupan yang demokratis B. pusat pengembangan wawasan, sikap, dan keterampilan sukma dan berkehidupan yang demokratis untuk membangun atma demokrasi C. rahasia pengembangan wawasan, sikap, dan kesigapan hidup bakal membangun kehidupan demokrasi D. kancing pengembangan kecekatan hidup dan berkehidupan yang demokratis bikin membangun hayat demokrasi 10) Pendidikan persekolahan seyogianya dikembangkan ibarat ki alat sosial kultural untuk membangun kehidupan nan demokratis. Dengan mandu itu akan memungkinkan siswa… A. dapat berlatih demokrasi dalam situasi yang demokratis B. dapat belajar demokrasi lakukan maksud melatih diri sebagai penghuni negara yang demokratis dan membangun kehidupan yang lebih demokratis

14
1.14 Pembelajaran PKn di SD C. dapat belajar demokrasi dalam situasi yang demokratis dan buat tujuan melatih diri sebagai warga negara dan membangun arwah yang lebih demokratis D. bisa sparing demokrasi bakal harapan melatih diri sebagai warga negara nan demokratis dan membangun spirit yang lebih demokratis Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Pembuktian Formatif 1 yang terletak di adegan akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang bermartabat. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Beliau terhadap materi Kegiatan Belajar 1. Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Bersusila 100% Besaran Cak bertanya Arti tingkat pendudukan: % = baik sekali 80-89% = baik 70-79% = cukup < 70% = minus Apabila hingga ke tingkat penguasaan 80% atau bertambah, Anda dapat menyinambungkan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Dia harus mengulangi materi Kegiatan Membiasakan 1, terutama fragmen nan belum dikuasai.

15
PDGK4201/MODUL D Kegiatan Belajar 2 Ruang Lingkup PKn di SD alam Suplemen Permendiknas No. 22 Waktu 2006 dikemukakan bahwa Ain Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan alat penglihatan pelajaran yang memfokuskan puas pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan properti-hak dan kewajibannya untuk menjadi pemukim negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan maka itu Pancasila dan UUD 1945, sedangkan tujuannya, digariskan dengan tegas, adalah mudahmudahan siswa bimbing n kepunyaan kemampuan bagaikan berikut. 1. Nanang secara kritis, konsekuen, dan kreatif dalam menanggapi isu nasional. 2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan berperan secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta antikorupsi. 3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk menciptakan menjadikan diri berdasarkan khuluk-karakter mahajana Indonesia hendaknya boleh hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya. 4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa tidak dalam percaturan dunia secara sekaligus atau lain langsung dengan memanfaatkan teknologi maklumat dan komunikasi. Sementara itu, ditetapkan juga bahwa Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran sreg setiap runcitruncit pendidikan dituangkan dalam kompetensi nan harus dikuasai pesuluh didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar nan dikembangkan berdasarkan standar kompetensi jebolan. Pikulan lokal dan kegiatan ekspansi diri merupakan bagian integral berpangkal struktur kurikulum pada jenjang pendidikan sumber akar dan menengah. Secara keseluruhan untuk SD/Laksa dalam Permendiknas tersebut ditetapkan Struktur Kurikulum yang secara esensial dikemukakan andai berikut.

16
1.16 Penelaahan PKn di SD Struktur Kurikulum SD/MI Struktur kurikulum SD/Bihun membentangi substansi pengajian pengkajian nan ditempuh dalam satu jenjang pendidikan sejauh enam tahun mulai Kelas I hingga dengan Papan bawah VI. Struktur kurikulum SD/Kwetiau disusun berdasarkan kriteria kompetensi bekas dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan bak berikut. a. Kurikulum SD/MI memuat 8 mata latihan, kewajiban lokal, dan pengembangan diri seperti termuat puas Tabel 1.1. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk berekspansi kompetensi yang disesuaikan dengan ciri tersendiri dan potensi daerah, termasuk merek kewedanan, yang materinya tidak bisa dikelompokkan ke dalam mata kursus yang terserah. Substansi muatan lokal ditentukan makanya satuan pendidikan. Peluasan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh maka itu guru. Pengembangan diri bermaksud memberikan kesempatan kepada pelajar didik kerjakan berekspansi dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, pembawaan, dan minat setiap pelajar didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, master atau tenaga kependidikan nan dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan peladenan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan hidup sosial, membiasakan, dan pengembangan karir peserta bimbing. b. Substansi indra penglihatan pelajaran IPA dan IPS puas SD/MI yakni IPA Terpadu dan IPS Terpadu. c. Pendedahan pada Kelas I s.d. III dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sementara itu pada Kelas IV s.d. VI dilaksanakan melalui pendekatan alat penglihatan cak bimbingan. d. Jam pembelajaran cak bagi setiap mata tutorial dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum 4 jam pembelajaran masing-masing ahad secara keseluruhan. e. Alokasi perian suatu jam penataran yakni 35 menit. f. Minggu efektif intern satu periode pelajaran (dua semester) yaitu minggu.

17
PDGK4201/MODUL Struktur kurikulum SD/MI disajikan puas Grafik 1.1. A. Indra penglihatan Pelajaran Suku cadang Tabel 1.1. Struktur Kurikulum SD/MI Kelas dan Alokasi Waktu I II III IV, V, dan VI 1. Pendidikan Agama 3 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 3. Bahasa Indonesia 5 4. Matematika 5 5. Ilmu Pengetahuan Alam 4 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 3 7. Seni Budaya dan Keterampilan 4 8. Pendidikan Raga, Olahraga dan Kesehatan 4 B. Beban Lokal 2 C. Pengembangan Diri 2*) Jumlah *) Ekuivalen 2 jam pembelajaran Bersendikan Permendiknas No. 22 Musim 2006 Ruang skop mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk pendidikan dasar dan semenjana secara masyarakat membentangi aspek-aspek umpama berikut. a. Persatuan dan Kesatuan bangsa, menutupi umur berdamai kerumahtanggaan perbedaan, Burung laut lingkungan, Kemangkakan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Cowok, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kolaborasi internal pembelaan negara, Sikap positif terhadap Negara Kesendirian Republik Indonesia, Keterusterangan dan panjar keadilan b. Norma, syariat dan peraturan, meliputi tertib dalam roh keluarga, Pengelolaan tertib di sekolah, Norma yang berperan di masyarakat, Ordinansi-peraturan daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistem hukum dan peradilan kebangsaan, Syariat dan kehakiman antarbangsa c. Hak asasi makhluk, meliputi Hak dan kewajiban anak asuh, Hak dan beban anggota publik, Radas kewarganegaraan dan internasional HAM, Pemajuan, penghargaan dan perawatan HAM

18
1.18 Penelaahan PKn di SD d. Kebutuhan warga negara, menutupi hidup sanggang-royong, Harga diri sebagai pemukim masyarakat, Kedaulatan berorganisasi, Kemandirian membedakan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Penampilan diri, Pertepatan kedudukan penduduk negara. e. Konstitusi Negara, meliputi Takrif kemerdekaan dan konstitusi nan purwa, Konstitusi-konstitusi yang rangkaian digunakan di Indonesia, Hubungan dasar negara dengan konstitusi. f. Kekuasan dan Politik, menghampari Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan negeri dan kemandirian- Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya politik, Budaya kerakyatan memusat masyarakat madani, Sistem tadbir, Pers dalam masyarakat demokrasi g. Pancasila, meliputi kedudukan Pancasila ibarat dasar negara dan ideologi negara, Proses perumusan Pancasila sebagai pangkal negara, Pengamalan ponten-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka. h. Kesejagatan, meliputi Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era kesejagatan, Dampak globalisasi, Kawin internasional dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi. Tunggal lakukan SD/Laksa cak cakupan isi Pendidikan Nasional dikemas dalam Barometer Kompetensi dan Kompetensi Dasar, yang secara sekuensial diorganisasikan perumpamaan berikut. Papan bawah I, Semester 1 Standar Kompetensi 1. Menerapkan kehidupan damai privat perbedaan 2. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah Kompetensi Dasar 1.1 Menguraikan perbedaan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa 1.2 Memasrahkan transendental hayat damai melangkahi kegiatan di rumah dan di sekolah 1.3 Menerapkan hidup berdamai di rumah dan di sekolah 2.1 Menjelaskan pentingnya pengelolaan tertib di rumah dan di sekolah 2.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah

19
PDGK4201/MODUL Inferior I, Semester 2 Standar Kompetensi 3. Menerapkan hak anak di kondominium dan di sekolah 4. Menerapkan muatan anak di flat dan di sekolah Kompetensi Dasar 3.1 Menguraikan hak anak cak bagi bermain, sparing dengan gembira dan didengar pendapatnya 3.2 Melaksanakan hoki anak di kondominium dan di sekolah 4.1 Mengimak pengelolaan tertib di rumah dan di sekolah 4.2 Melaksanakan adat yang berperan di masyarakat Inferior II, Semester 1 Standar Kompetensi 1. Membiasakan usia bergotong royong 2. Menyorongkan sikap gegares mileu Kompetensi Dasar 1.1 Mengenal pentingnya hidup rukun, saling berbagi dan bantu menolong 1.2 Melaksanakan hidup rukun, ubah berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah 2.1 Mengenal pentingnya lingkungan liwa, seperti bumi pokok kayu dan dunia binatang 2.2 Melaksanakan pemeliharaan lingkungan alam Kelas bawah II, Semester 2 Barometer Kompetensi 3. Menampilkan sikap demokratis 4. Menampilkan nilainilai Pancasila Kompetensi Dasar 3.1 Mengenal kegiatan bertransaksi 3.2 Menghargai suara terbanyak (mayoritas) 3.3 Menampilkan sikap cak hendak menerima kekalahan 4.1 Mengenal angka keterbukaan, kedisiplinan, dan senang bekerja kerumahtanggaan kehidupan sehari-musim 4.2 Melaksanakan perilaku jujur, ketaatan, dan senang bekerja kerumahtanggaan kegiatan sehari-hari Kelas III, Semester 1 Tolok Kompetensi 1. Mengamalkan makna Sumpah Pemuda Kompetensi Asal 1.1 Mengenal makna satu nusa, satu bangsa, dan seia sekata 1.2 Mengamalkan poin-nilai Sumpah Jejaka dalam usia sehari-hari

20
1.20 Pembelajaran PKn di SD Standar Kompetensi 2. Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat Kompetensi Pangkal 2.1 Mengenal rasam-kebiasaan yang berlaku di lingkungan publik sekitar 2.2 Menyebutkan arketipe aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar 2.3 Melaksanakan aturan-kebiasaan yang berlaku di lingkungan publik sekitar Kelas III, Semester 2 Patokan Kompetensi 3. Memiliki pamor sebagai orang 4. Memiliki kemangkakan sebagai bangsa Indonesia Kompetensi Radiks 3.1 Mengenal pentingnya n kepunyaan status 3.2 Memberi contoh lembaga harga diri, seperti menghargai diri koteng, mengakui kelebihan dan kekurangan diri koteng 3.3 Memunculkan perilaku yang mencerminkan harga diri 4.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia, seperti kebhinnekaan, kekayaan alam, keramahtamahan 4.2. Menampilkan rasa bangga sebagai anak asuh Indonesia Inferior IV, Semester 1 Kriteria Kompetensi 1. Memahami sistem rezim desa dan pemerintah kecamatan 2. Memahami sistem pemerintahan kabupaten, kota, dan kewedanan Kompetensi Pangkal 1.1 Mengenal lembaga-buram dalam jalinan pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan 1.2 Menggambarkan struktur organisasi desa dan pemerintah kecamatan 2.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan tadbir kabupaten, daerah tingkat, dan kewedanan 2.2 Menggambarkan struktur organisasi kabupaten, kota, dan provinsi Kelas IV, Semester 2 Kriteria Kompetensi 3. Mengenal sistem rezim tingkat pusat Kompetensi Pangkal 3.1 Mengenal lembaga-bentuk negara dalam relasi tadbir tingkat resep, sebagai halnya MPR, DPR, Presiden, MA, MK dan BPK. 3.2 Menyebutkan organisasi pemerintahan tingkat pusat, seperti Presiden, Konsul Kepala negara dan para Menteri

21
PDGK4201/MODUL Standar Kompetensi 4. Menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya Kompetensi Dasar 4.1 Memberikan transendental terbelakang pengaruh globalisasi di lingkungannya 4.2 Mengenali jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi peradaban alam semesta 4.3 Menentukan sikap terhadap dominasi globalisasi yang terjadi di lingkungannya Inferior V, Semester 1 Patokan Kompetensi 1. Memahami pentingnya kesempurnaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2. Memafhumi regulasi perundangundangan tingkat pusat dan daerah Kompetensi Pangkal 1.1 Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.2 Menjelaskan pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.3 Menunjukkan sempurna-model perilaku dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia 2.1 Menjelaskan denotasi dan pentingnya peraturan perundang-undangan tingkat pusat dan daerah 2.2 Memberikan contoh ordinansi perundang-undangan tingkat pokok dan daerah, begitu juga pajak, anti kecurangan, lalu lintas, larangan merokok Kelas V, Semester 2 Standar Kompetensi 3. Memahami kebebasan berorganisasi 4. Menghargai keputusan bersama Kompetensi Dasar 3.1 Mendeskripsikan pengertian organisasi 3.2 Menyebutkan komplet organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat 3.3 Menampilkan peran serta dalam memilih organisasi di sekolah 4.1 Mengenal bentuk-rencana keputusan bersama 4.2 Mematuhi keputusan bersama Inferior VI, Semester 1 Standar Kompetensi 1. Menghargai nilainilai juang intern proses perumusan Pancasila umpama Dasar Negara Kompetensi Dasar 1.1 Mendeskripsikan biji-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila sebagai Pangkal Negara 1.2 Menceritakan secara singkat angka kesetiakawanan dalam proses perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1.3 Meneladani nilai-nilai juang para tokoh yang main-main dalam proses perumusan Pancasila sebagai Asal Negara dalam jiwa sehari-hari

22
1.22 Penataran PKn di SD Kriteria Kompetensi 2. Memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia Kompetensi Radiks 2.1 Mengklarifikasi proses Pemilu dan Pilkada 2.2 Mendeskripsikan rancangan-susuk negara sesuai UUD 1945 hasil amandemen 2.3 Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan distrik Papan bawah VI, Semester 2 Standar Kompetensi 3. Mencerna peran Indonesia internal lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4. Memahami peranan politik luar wilayah Indonesia n domestik era globalisasi Kompetensi Dasar 3.1 Menjelaskan signifikasi kooperasi negara-negara Asia Tenggara 3.2 Mengasihkan cermin peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara di Asia Tenggara 4.1 Menjelaskan ketatanegaraan luar distrik Indonesia yang bebas dan aktif 4.2 Menerimakan contoh peranan politik luar negeri Indonesia dalam percaturan internasional Standar kompetensi dan kompetensi pangkal menjadi jihat dan kalangan bikin mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi cak bagi penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. LATIHAN Bikin memperdalam pemahaman Engkau mengenai materi di atas, kerjakanlah kursus berikut! Sebagai pelajaran Anda secara bersanding (setiap dua orang) diminta bikin berdiskusi dan membagi contoh perilaku warga negara berkenaan dengan esensi tujuan PKn misal berikut. 1) Tuliskan satu contoh perilaku berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif internal menanggapi isu nasional di lingkungan seputar! 2) Tuliskan 3 contoh kegiatan siswa dalam gambar berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas kerumahtanggaan kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta antikorupsi!

23
PDGK4201/MODUL ) Tuliskan suatu cermin ciri perkembangan secara positif dan demokratis bagi membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya! 4) Tuliskan dua lengkap interaksi warga negara dengan nasion-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung maupun bukan langsung dengan memanfaatkan teknologi makrifat dan komunikasi.! Petunjuk Jawaban Latihan 1) Bagi dapat menuliskan contoh tentang perilaku berpikir secara reseptif rasional dan gemuk Dia boleh mengingat kembali atau mengaji putaran materi tentang perilaku berfikir kritis, rasional dan bakir. 2) Coba Sira pelajari pun pembahasan tentang bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara! 3) Dia pelajari lagi tentang materi ciri kronologi secara positif dan demokratis bagi membentuk diri bersendikan karateritis masyarakat Indonesia! 4) Coba, Anda baca kembali pembahasan tentang interaksi penduduk negara dengan memanfaatkan, teknologi deklarasi dan komunikasi! Rangkuman 1. Alat penglihatan Tuntunan Pendidikan Kewarganegaraan yaitu mata pelajaran nan memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan subur melaksanakan hak-hak dan kewajibannya cak bagi menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter nan diamanatkan oleh Pancasila dan UUD Secara masyarakat PKn di SD bermaksud untuk meluaskan kemampuan (1)Berpikir secara peka, masuk akal, dan berlambak intern menanggapi isu kewarganegaraan; (2) Berpartisipasi secara aktif dan berkewajiban, dan bertindak secara cerdas privat kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta antikorupsi; (3) Berkembang secara positif dan demokratis bakal membentuk diri berdasarkan fiil-karakter masyarakat Indonesia agar dapat arwah bersama dengan bangsa-bangsa lainnya; (4) Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain internal percaturan dunia secara kontan alias enggak langsung dengan memanfaatkan teknologi manifesto dan komunikasi.

24
1.24 Pembelajaran PKn di SD 3. Kedalaman barang bawaan kurikulum pada setiap mata cak bimbingan sreg setiap eceran pendidikan dituangkan dalam kompetensi nan harus dikuasai peserta ajar sesuai dengan pikulan sparing yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi sumber akar nan dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Beban lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian terkonsolidasi pecah struktur kurikulum pada hierarki pendidikan radiks dan sedang. 4. Struktur kurikulum SD/Mihun menghampari substansi pembelajaran yang ditempuh dalam suatu jenjang pendidikan selama enam musim mulai Kelas I sampai dengan Kelas bawah VI. Struktur kurikulum SD/MI disusun beralaskan standar kompetensi lulusan dan patokan kompetensi mata latihan. 5. Pikulan materi mengenai Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi Nyawa akur dalam perbedaan, Cinta mileu, Kebanggaan misal bangsa Indonesia, Tulah Bujang, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi kerumahtanggaan pembelaan negara, Sikap nyata terhadap Negara Wahdah Republik Indonesia, Keterusterangan dan tempah keadilan. 6. Pikulan materi tentang Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturan-peraturan daerah, Normanorma dalam jiwa berbangsa dan bernegara, Sistem syariat dan peradilan kewarganegaraan, Hukum dan peradilan internasional 7. Beban materi akan halnya Hak asasi manusia, meliputi: Eigendom dan barang bawaan anak, hoki dan pikulan anggota mahajana, Instrumen nasional dan alam semesta HAM, Pemajuan, pujian dan perlindungan HAM. 8. Muatan materi tentang Kebutuhan warga negara, meliputi: Hidup gotong-royong, Harga diri sebagai warga mahajana, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri, Kemiripan geta penghuni negara. 9. Barang bawaan materi tentang Konstitusi Negara, menghampari Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang purwa, konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan pangkal negara dengan konstitusi. 10. Kewajiban materi tentang Kekuasan dan Politik, menutupi Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem ketatanegaraan, Budaya politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi.

25
PDGK4201/MODUL Muatan materi akan halnya Pancasila, meliputi geta Pancasila seumpama dasar negara dan ideologi negara, Proses formulasi Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-masa, Pancasila sebagai ideologi terbuka 12. Muatan materi tentang Globalisasi, meliputi Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak kesejagatan, Persaudaraan jagat dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi. TES FORMATIF 2 Pilihlah satu jawaban yang minimum tepat! 1) Mata Latihan Pendidikan Nasional merupakan ain pelajaran yang mengistimewakan pada… A. pengembangan potensi penduduk negara nan memahami dan kaya melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 B. pewarisan nilai kepada warga negara agar mengerti dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter nan diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 C. pendewasaan warga negara agar memahami dan subur melaksanakan hak-nasib baik dan kewajibannya buat menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan bersifat yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 D. pengondisian penghuni negara secara sosial moga memahami dan mampu melaksanakan properti-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD ) Tujuan PKn di SD yang mempunyai dimensi perilaku sosial-psikologis dan kultural-kosmopolitan adalah… A. berpikir dalam-dalam secara tanggap, logis, dan kreatif dalam menanggapi isu kebangsaan B. berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta antikorupsi

26
1.26 Pembelajaran PKn di SD C. berkembang secara berupa dan demokratis untuk membentuk diri beralaskan karakter-karakter mahajana Indonesia sepatutnya dapat kehidupan bersama dengan nasion-bangsa lainnya D. berinteraksi dengan bangsa-bangsa tidak dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi 3) Kedalaman beban kurikulum pada setiap mata pelajaran plong setiap eceran pendidikan yang dituangkan dalam kompetensi nan harus dikuasai petatar didik sesuai dengan muatan belajar yang tersurat dalam struktur kurikulum, mencerminkan bahwa PKn SD menganut cara… A. belajar sosial B. belajar perubahan perilaku C. belajar tuntas D. belajar serebral 4) Struktur kurikulum SD/MI, menutupi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam suatu jenjang pendidikan selama enam musim tiba Papan bawah I sampai dengan Kelas VI dan disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran, mencerminkan bahwa kurikulum PKn SD menganut ketuntasan belajar lega tingkat… A. mata pelajaran B. kelas C. asongan pendidikan D. pangkat pendidikan 5) Muatan materi mengenai persatuan dan kesatuan nasion, nan berkenaan dengan wawasan demokrasi ialah… A. hidup rukun dalam perbedaan dan kerap lingkungan B. kebesarhatian sebagai bangsa Indonesia dan Sumpah Jejaka C. keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, keterusterangan dan panjar kesamarataan D. kooperasi dalam pembelaan negara dan Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia 6) Muatan materi adapun norma, hukum dan regulasi, yang mencerminkan perilaku demokratis adalah… A. tertib privat hayat keluarga B. manajemen tertib di sekolah, norma yang berlaku di mahajana

27
PDGK4201/MODUL C. peraturan-peraturan negeri, norma-norma intern nyawa berbangsa dan bernegara D. sistem hukum dan peradilan nasional, hukum dan peradilan internasional 7) Tanggung materi adapun hoki asasi khalayak yang mencerminkan upaya pelaksanaan rancangan manuver kebangsaan HAM adalah… A. milik dan kewajiban anak asuh B. hak dan kewajiban anggota mahajana C. perangkat nasional dan internasional HAM D. pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM 8) Bahara materi tentang kebutuhan warga negara yang mencerminkan sikap demokratis ialah… A. hidup gotong-royong, prestasi diri B. prestise sebagai warga masyarakat C. kemerdekaan berorganisasi, kemerdekaan mengeluarkan pendapat D. menghargai keputusan bersama, persamaan kedudukan warga negara 9) Muatan materi tentang konstitusi negara nan memiliki dimensi wawasan kerakyatan akan halnya akal sehat konstitusional ialah… A. Proklamasi Kemerdekaan dan UUD 1945 B. Konstitusi RIS 1949 C. UUD Sementara 1950 D. hubungan radiks negara dengan konstitusi 10) Muatan materi adapun Pancasila yang berkenaan dengan pembiasaan hidup demokratis adalah… A. singgasana Pancasila sebagai radiks negara dan ideologi negara B. proses perumusan Pancasila umpama dasar negara C. pengamalan nilai-nilai Pancasila kerumahtanggaan vitalitas sehari-perian D. Pancasila ibarat ideologi melangah Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 nan terletak di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban nan bermartabat. Kemudian, gunakan rumus berikut cak bagi mengetahui tingkat perebutan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2. Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Bermartabat 100% Besaran Pertanyaan

28
1.28 Pembelajaran PKn di SD Kurnia tingkat pencaplokan: % = baik sekali 80-89% = baik 70-79% = cukup < 70% = kurang Apabila mengaras tingkat pendudukan 80% atau lebih, Anda dapat menyinambungkan dengan Kegiatan Belajar 3. Bagus! Kalau masih di radiks 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.

29
PDGK4201/MODUL I Kegiatan Belajar 3 Aplikasi Pedagogis PKn di SD stilah pedagogis diserap dari bahasa Inggris paedagogical. Sesungguhnya akar tunjang katanya adalah paes dan ago (bahasa latin), artinya saya membimbing. Kemudian, muncul istilah paedagogy nan artinya ilmu mendidik alias ilmu pendidikan (Purbakawatja 1956). Tuntunan pedagogis n domestik modul ini diartikan sebagai pengalaman sparing (learning experiences) yang bagaimana yang diperlukan bikin menyentuh pamrih pendidikan kewarganegaraan, dalam denotasi ketuntasan aneksasi kompetensi kebangsaan yang tercatat dan tersirat privat lingkup isi dan kompetensi pangkal. Marilah kita menyimak implikasi dari lingkup isi PKn SD/MI terhadap esensi kualitas warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Berikut ini konseptual implikasi berpangkal tuntutan isi PKn terhadap wawasan demokrasi, sikap demokratis dan tanggung jawab, saerta perilaku demokratis. Contoh jabaran Wawasan Demokrasi, dan Sikap serta Perilaku Demokratis di SD/MI Merujuk plong Standar Isi (BSNP) No. Spektrum isi PKN-BSNP 1. Persatuan dan Kesatuan Nasion: Sumpah Cowok Keutuhan NKRI Jaminan Keadilan Kualitas Penduduk Negara nan Demokratis dan Bertanggung Jawab Wawasan Demokrasi Sikap Demokratis dan Tanggung Jawab Perilaku Demokratis Sumpah Pemuda sebagai keputusan nasional organisasi kepemudaan kerumahtanggaan Kongres Jejaka 28 Oktober 1928 Keutuhan NKRI sebagai komitmen kewarganegaraan seluruh komponen bangsa Jaminan Kesamarataan melampaui penegakan hukum yang bebas dan peradilan yang merdeka/tidak memihak

Source: https://docplayer.info/30885220-Hakikat-fungsi-dan-tujuan-pendidikan-kewarganegaraan-di-sd.html

Posted by: skycrepers.com