Modul 11 Strategi Pembelajaran Di Sd

MUDUL 1

HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN

 v

Konsep dan prinsip sparing dan pembelajaran

1.

Belajar n kepunyaan tiga atribut resep ialah:

a.

Membiasakan yakni proses mental dan emosional atau aktivitas perhatian dan manah.

b.

Hasil belajar faktual perubahan perilaku, baik yang menyangkut kognitif, psikomotorik,

c.Membiasakan berkat mengalami, baik mengalami secara langsung maupun mengalami secara

tidak langsung (melalui wahana). Dengan kata lain membiasakan terjadi di intern interaksi

dengan lingkungan. (mileu fisik dan lingkungan sosial).

      2.

Supaya sparing terjadi secarta efektif perlu diperhatikan beberapa prinsip antara tidak:

a.

Motivasi, yaitu dorongan buat melakukan kegiatan belajar, baik lecut intrinsik maupun          lecut ekstrinsik. Motivasi intrinsik dinilai bertambah baik, karena berkaitan serampak dengan tujuan  pembelajaran itu koteng.

b.
Perhatian atau konsentrasi energi psikis terhadap les erat kaitannya dengan ki dorongan. Lakukan memusatkan manah siswa terhadap pelajaran bisa didasarkan terhadap diri pelajar itu sendiri dan ataupun terhadap situasi pembelajarannya.

c.

Aktivitas. Belajar itu sendiri adalah aktivitas. Bila fikiran dan perasaan peserta tidak terlibat aktif kerumahtanggaan situasi pendedahan, plong hakikatnya petatar tersebut tidak membiasakan. Pendayagunaan metode dan media yang bervariasi dapat panas siswa bertambah aktif belajar.

d.

Umpan bengot di dalam berlatih lewat penting, supaya siswa segera menge-tahui bermoral tidaknya jalan hidup yang ia untuk. Umpan kencong dari guru sebaiknya yang mampu menyadarkan siswa terhadap kesalahan mereka dan meningkatkan kognisi pelajar akan pelajaran tersebut.

e.

Perbedaan individual adalah individu tersendiri yang memiliki perbedaan dari yang lain. Guru hendaknya bakir memperhatikan dan menyuguhkan siswa sesuai dengan hakikat mereka masing-masing. Berkaitan dengan ini catatan pribadi setiap peserta dahulu diperlukan.

3.



Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar nan terdiri bermula atom: maksud, objek latihan,

      strategi, perangkat, murid, dan guru.

      Semua elemen atau komponen tersebut tukar berkaitan, ubah mempengaruhi; dan semuanya berfungsi dengan mendatangi kepada harapan
Variabel Garis haluan Berlatih Mengajar


 v

Perbedaan pendekatan,strategi,metode dan teknik penerimaan

1.

Pendekatan strtegi, metode dan teknik pendedahan lega hakikatnya tidak dapat di pisahkan. Ke empat istilah tersebut adalah suatu kesatuan dalam pembelajaran

2.

Pendekatan politik, metode, dan teknik pembelajaran nan akan dan atau medium di gunakan dapat di ketahui terbit langkah langkh pendedahan nan telah tersusun atau medium terjadi

3.

Pendekatan epmbelajaran ialah pendirian umum dalam memandang penelaahan

4.

Strategi penelaahan adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang di miliki dan yang dapat di kerahkan bikin mencapai pamrih pembelajran nan telah di tetapkan

5.

Metode mengajar adalah berbagai macam cara kerja yang bersifat relatif masyarakat yang sesuai sesuai cak bagi mencapai pamrih pembelajaran tertentu

6.

Teknik pembelajaran mengambarkan langkah persiapan menggunakan metode mengajar, yang resan lebih opersional

7.

Faktor faktor yang teristiadat di perhatikan kerumahtanggaan penentu teknik penerimaan diantaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru ketersedian media dan tahun , srta kesiapan siswa

 Ø

faktor faktor penentu internal penyaringan politik dan pembelajaran

1.

faktor faktor yang perlu di pertimbangkan intern n domestik memintal garis haluan pengajian pengkajian ialah      tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajarn, sarana, hari yang cawis,  siswa, dan guru.

2.

Gagne mengklasifikasi hasil hasil belajr atau pamrih pengajian pengkajian kedalam panca tipe harapan beljar sebagai berikut.

a.

Kterampilan intlektual dengan tahapan tahapannya :

1.

Kemampuan membedakan ( diskriminasi )

2.

Kemampuan mengenal konsep konkret

3.

Kemampuan mengerti konsep terdefinisi

4.

Kemampuan meggunakan aturan, rumus hukum dalili kaidah

5.

Kemampuan membereskan masalah dengan menggunakan berbagai adat

b.

Garis haluan serebral ialah kemampuan memilih dan mengubah cara – cara mengasihkan manah , sparing mengingat dan berfikir

c.

Manifesto oral yaitu menyimpan cap / label fakta, dan pengetahuan internal pikiran

d.

Ketangkasan motorik yaitu kemampuan melakukan kegiatan – kegiatan tubuh

e.

Sikap yaitu kemampuan menampilakn prilaku yang bermuatan nilai nilai

3.

Setiap variasi tujuan penelaahan menurutperoses pembentukan yang berbeda intensi nan           bersifat penguasaan publikasi menuntut kegiatan riset. Intensi yang berwatak penguasaan kelincahan menutut kegiatan membiasakan. Sementara itu, tujuan yang berperilaku sikap dan biji menuntut kegiatan penghayatan terhadap sikap dan skor yang di harapkan di kuasai.

4.

Yang terlazim di pertimbangkan bersumber faktor murid di dalam memilih strategi pembelajaran, antara lain :

a.

Siswa sebagai pribadi tersendiri memiliki perbedaan mulai sejak pelajar lain

b.

Jumlah siswa yang mengikuti tutorial

5.

Faktor fasilitas, ruang dan perian yang terlazim di pertimbangkan dalam memilih kebijakan pembeljaran ialah:

a.

Besaran karakteristis perlengkapan pembelajaran dan peraga

b.

Jumlah karakteristik sendang pembelajaran ( bahan gemblengan dan lingkungkungan )

c.

Ketersediaan ruangan yang di butuhkan

d.

Jumlah hari yang cawis

6.

Faktor guru nan akan mempengaruhi pemanfaatan politik pembelajaran ialah kemampuan menyelesaikan bahan pelajaran dan kemampuan mempelajarkan siswa

 Ø

Berbagai jenis strategi pembelajaran

1.

Atas dasar pertimbangan proses pengolahan pesan.

a.



Strategi Deduktif. Dengan Strategi Deduktif materi atau bulan-bulanan cak bimbingan diolah berbunga mulai nan publik, penyamarataan alias rumusan, ke nan bersifat unik atau adegan-bagian. Adegan itu dapat positif sifat, atribut alias ciri-ciri. Strategi

Deduktif boleh digunakan kerumahtanggaan mengajarkan konsep, baik konsep substansial atau konsep terdefinisi.


b.

Kebijakan Induktif. Dengan Strategi Induktif materi alias bahan pelajaran diolah tiba dari yang idiosinkratis (sifat, ciri atau atribut) ke yang umum, generalisasi ataupun rumusan. Politik Induktif dapat digunakan n domestik mengajarkan konsep, baik konsep konkret maupun konsep terdefinisi.

       2.

Atas pangkal pertimbangan pihak pengolah pesan.

a.

Ketatanegaraan Ekspositorik. Dengan Strategi Ekspositorik bahan atau materi pelajaran diolah oleh master. Siswa tinggal “terima makara” dari guru. Dengan Strategi Ekspositorik guru yang mencari dan mengolah bahan tutorial, yang kemudian menyampaikannya kepada peserta. Strategi Ekspositorik boleh digunakan di kerumahtanggaan mengajarkan berbagai materi pelajaran, kecuali yang sifatnya pemisahan keburukan.

b.


Kebijakan Heuristik. Dengan Strategi Heuristik target alias materi cak bimbingan diolah oleh siswa.

   Petatar yang aktif mencari dan mengolah bahan tutorial. Guru

bak penyedia

mengasihkan dorongan, pimpinan, dan bimbingan.
Kebijakan Heuristik dapat digunakan untuk mengajarkan berbagai materi pelajaran termasuk pemecahan masalah. Dengan Politik Heuristik diharapkan siswa tak hanya perseptif dan mampu melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang sudah lalu ditetapkan, akan tetapi juga akan terbimbing sikap-sikap positif, seperti: kritis, kreatif, inovatif, mandiri, terbuka. Strategi Heuristik terbagai atas Diskoperi dan Inkuiri


      3.

Atas Dasar Pertimbangan Pengaturan Temperatur

a.

Strategi Seorang Guru. Seorang guru mengajar kepada sejumlah siswa

b.



Strategi Indoktrinasi Beregu (Team Teaching). Dengan Pengajaran Beregu, dua orang atau kian guru mengajar sejumlah siswa.

Pengajaran Beregu dapat digunakan di dalam mengajarkan salah suatu mata pelajaran atau sejumlah

indra penglihatan pelajaran nan terkonsentrasi kepada suatu topik tertentu.


     4.

Atas Dasar Pertimbangan Jumlah Siswa

a.

Strategi Klasikal

b.

Strategi Kelompok Kecil

c.

Garis haluan Singularis.

5.



Atas Dasar Pertimbangan Interaksi Temperatur dengan Pesuluh.

     1) Strategi Tatap Durja. Akan lebih baik dengan menggunakan perabot peraga.

  2) Strategi Indoktrinasi Melangkahi Media. Guru tidak serempak kontak dengan pesuluh, akan tetapi suhu “mewakilkan” kepada alat angkut. Siswa berinteraksi dengan alat angkut.

Source: https://akewcikall.blogspot.com/2013/09/strategi-pembelajaran-di-sd-modul-1.html

Posted by: skycrepers.com