Modul 2 Evaluasi Pembelajaran Di Sd Pdf

TUGAS KELOMPOK
EVALUASI PEMBELAJARAN DI SD

MODUL 2
PENGEMBANGAN Verifikasi HASIL Sparing

Disusun Makanya:

1. Prematur LADY PUSPITHA
(837380928)

2. HERMIN NURANIFAH
(837413621)

3. SEPTIYAN Dian TRISTIANA
(837383916)

4. WIDIANTO Masa WIDODO
(837413581)

MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN DI SD MODUL 2 PENGEMBANGAN TES HASIL BELAJAR

MODUL 2

PENGEMBANGAN Pengecekan  HASIL Membiasakan

1.    KEGIATAN BELAJAR 1 : Segel DAN KELEMAHAN Pengecekan

A.    Pembenaran Independen

Merek
KELEMAHAN

&

UPAYA Untuk MEMINIMALKANNYA

1.
Tepat digunakan bakal mengeti proses berpikir sedikit

sebatas dengan sedang (ingatan, pemahaman, penerapan).

2.
Semua/sebagian samudra materi nan mutakadim diajarkan dapat

ditanyakan ketika ujian sehingga semua sebagian segara tujuan pengajian pengkajian nan ditetapkan  dalam RPP boleh diukur ketercapaiannya.

3.
Kasih skor pada setiap  siswa dapat dilakukan dengan cepat tepat, dan ki ajek karena jawaban yang benar  kerjakan  setiap  butir pertanyaan  sudah jelas dan pasti.

4.
Memungkinkan untuk dilakukananalisis butir soal.

5.
Tingkat kesukaran soal dapatdikendalikan.

6.
Informasi yang diperoleh lebih kaya
1.
Butir soal yang ditulis cenderung mengukur proses berpikir rendah.

Upaya : moga soal nan ditulis dapat mengukur maksud pembelajaran yang ditetapkan  penulis harus berorintasi pada kisi-ruji-ruji soal.

2.
Membuat pertanyaan tes netral yang lebih baik lebih berat sehingga membutuhkan masa lebih lama.

Upaya : dabir sudah terlatih dengan baik dalam menulis tes objektif.

3.
Kemampuan momongan dapat terganggu oleh kemampuannya kerumahtanggaan mendaras dan menerka.

Upaya : menuliskan butir soal dengan baik sesuai cara penulisan butir soal objektif nan telah ditentukan.

4.
Momongan bukan dapat mengorganisasian , menghubungkan, dan menyatakan idenya sendiri karena semua alternatif jawaban cak bagi setiap tanya mutakadim diberikan maka itu penulis soal.

Upaya: menggunakan tes uraian

B.     Tes Uraian


Keunggulan :

1.
Tepat digunakan untuk menimbang proses berpikir tinggi

2.
Tepat digunakan bakal menyukat hasil belajar yang kegandrungan yang lain boleh diukur

dengan pengecekan netral

3.
Waktu yang digunakan bakal menulis suatu set tes uraian lebih cepat berpunca puas waktu nan digunakan untuk menulis satu set tes netral

4.
Menggambar testimoni uraian nan baik relative bertambah mudah dari pada menulis pemeriksaan ulang objektif.


Kelemahan:

1.
Terbatasnya sampel materi nan ditanyakan

2.
Musykil memeriksa jawaban murid


Pemberian skor nan minus  Nonblok  dan  kurang Teguh Dapat Disebabkan Karena

beberapa kejadian yaitu :

1.
Adanya hallo effect

2.
Adanya bilyet bawaan ( carry oper effect)

3.
Surat berharga gosokan penapisan ( order effect)

4.
Pengaruh pemanfaatan bahasa

5.
Dominasi tulisan tangan


Upaya cak bagi meminimalkan kelemahan :

1.
Upaya bagi meningkatkan besaran sampel materi yang ditanyakan Ketika Ujian Adalah

Mewujudkan tes uraian yang bisa dijawab dengan cepat oleh murid ( testimoni jabaran rendah )

2.
Upaya bikin mengurangi unsur subjektivitas pemeriksa adalah dengan memeriksa hasil ujiantanpa stempel.

3.
Upaya lakukan mengendalikan kesulitan dalam memeriksa hasil tes siswa adalah :

a.
Gunakan tes jabaran terbatas

b.
Gunakan 2 pemeriksa lakukan memeriksa setiap hasil tes siswa

c.
Sepakat tentang cara pemberian skor dengan pemeriksa kedua

d.

Untuk uji coba pemeriksaan

4.
Upaya lakukan mengurangi hallo effect merupakan dengan mengademkan / mengerudungi   keunggulan peserta tes

5.
Upaya cak bagi menghindari carry over effect yaitu dengan mandu menyelidiki jawaban soal no 1 bakal keseluruhan siswa baru kemudian hijau mengusut soal no 2 juga  Bikin keseluruh

Pelajar semacam itu seterusnya sampai butir soal anak bungsu

6.
Upaya menjauhi kiriman effect

yaitu dengan berhenti menanyai kalau anda mutakadim merasa payah privat memeriksa.

2.  KEGIATAN Membiasakan 2 : Melebarkan Validasi

A.    Tes Objektif

1)
Tes benar pelecok / true false item

Fungsi :


Mengukur kemampuan siswa bikin mengidentifikasi kebenaran satu pernyataan akan halnya fakta, definisi, prinsip, teori, syariat, dan sebagainya.


Mengukur kemampuan siswa unuk membedakan antara fakta dengan pendapat alias opini.


Mengukur hasil belajar nan lebih tinggi dari sekedar manah.

Keunggulan : mudah dikonstruksikan, dapat mennanyakan banyak sampel materi, mudah penskoran, tepat digunakan buat mengukur proses berpikir dalam-dalam keteter.

Kelemahan : prospek petatar dalam menebak jawaban tinggal tinggi yaitu 50%, sebagian raksasa soal benar riuk semata-mata digunakan kerjakan menakar hasil belajar siswa nan tertinggal yaitu aspek ingatan.

2)
Testimoni menjodohkan / matching exercise


Yaitu tes objektif yang ditulis dalam dua kolom. Kolom pertama merupakan pokok soal/premis dan kolom kedua merupakan jawaban / respon.


Tanda : mudah dibuat, mudah penskorannya, dapat menguji banyak materi yang mutakadim diajarkan pada pelajar.


Kelemahan : butir cak bertanya yang dibuat cenderung mengukur hasil belajar nan terlambat.

3)
Validasi pilihan ganda / multiple choice


Polah tes pilihan ganda :

a.
Melengkapi sortiran ( ragam A)

Tersusun atas pokok soal dengan empat / panca alternatif jawaban.

b.
Afiliasi antarhal (ragam B)

Tersusun atas pokok soal terdiri dari dua pernyataan yang independen dipisahkan dengan kata sebab.

c.
Analisi kasus (ragam C)

d.
Ganda kompleks (perbuatan D)

e.
Mendaras tabel , grafik, atau tabel ( ragam E )


Mengkonstruksi tes independen yang baik

a.
Saran dalam mengkonstruksi pembuktian B-S


Kalimat / pernyataan harus dapat ditentukan dijawab etis/ keseleo. Hindari

Pernyataan nan membingungkan/ bermakna ganda.


Hindari penulisan granula cak bertanya yang sekadar hasil belajar yang tdk mengukur kompetensi.


Upayakan butir soal tsb menguji hasil belajar yang lebih tinggi dari sekedar ingatan.


Hindari penggunaan pernyataan destruktif apalagi pernyataan negatif ganda.


Hindari penggunaan kalimat yang berlebih mania.


Pernyataan benar dan pelecok harus dibuat setolok intern kejadian penulisan kalimaat.


Besaran jawanan untuk pernyataan benar/ salah harusnya seimbang.

b.
Saran dalam mengkonstruksi tes menjodohkan


Pernyataan pernyataan dibawah kolom permulaan ataupun kedua harus terdiri mulai sejak   pernyataan yang homogen.


  Jumlah pernyataan ruangan kedua dibuat lebih banyak bermula kolom kedua.


  Penulisan kalimat lega respon semoga bertambah ringkas dari premis.


  Sekiranya jawaban pada respon berbentuk angka penulisan harus diurutkan.


  Letakkan keseluruhan pernyataan postulat dan respon pada jerambah yang sama.

c.
Saran dalam mengkonstruksi tes sortiran ganda


  Inti permasalahan yang ditanyakan harus dirumuskan dengan jelas.


  Hindari pengulangan kata yang sama pada alternatif  jawaban.


  Hindari eksploitasi kalimat berlebihan pada sentral cak bertanya.


Alternatif jawaban mudah-mudahan logis, homogen pecah segi materi / tataran pendek   kalimat dan pengecoh menarik untuk dipilih.


  Dalam mengekspresikan pertanyaan hindari adanya petunjuk ke jawaban yang bermoral.


   Setiap pertanyaan semata-mata ada satu jawaban yang benar.


   Hindari penggunaan ungkapan subversif dlm penulisan soal.


Hindari alternatif jawaban yang berbunyi semua jawaban benar / semua jawaban salah.


   Seandainya alternatif jawaban berupa angka, susunlah angka tersebut berurutan.


   Dalam perumusan pertanyaan hindari penggunaan istilah teknis.


   Upayakan mudah-mudahan jawaban soal tidak tergantung jawaban tanya yang lain.

B.     Tes Uraian

# Sejumlah hal yang terlazim diperhatikan n domestik mengkonstruksi tes jabaran yaitu :

1)
Tulis tes jabaran berdasarkan perencanaan tes nan dibuat.

2)
Gunakan tes uraian buat hasil sparing yang sukar.

3)
Kembangkan butiran soal berusul suatu kasus.

4)
Gunakan konfirmasi uraian adv minim.

5)
Usahakan pertnyaan mengungkap pendapat siswa lain cuma fakta.

6)
Rumuskan soal dengan jelas dan tegas.

7)
Rancanglah pertanyaan sesuai masa nan disediakan dalam ujian.

8)
Hindari penggunaan pernyataan pilihan.

9)
Tuliskan skor maksimal yang dapat diperoleh siswa apabila ia berbuat soal dg benar.

# Pedoman penskoran :

1)
barang apa jawaban terbaik dari pertanyaan tersebut? Jika ada jawaban bukan maka jawaban tersebut harus ditulis.

2)
Tandai butir, kata kunci / konsep berguna yang harus unjuk pada jawaban tersebut.

3)
Adakah butir, pembukaan kunci / konsep yang lebih utama dari yang lain.

4)
Beri nilai pada setiap granula, kata kunci / konsep yang harus muncul pada jawaban tersebut.

5)
Butir , kata kunci, ataupun konsep yang lebih berfaedah bisa diberi skor bertambah dari yang bukan.

3.
KEGIATAN BELAJAR 3 : PERENCANAAN TES

Suka-suka  beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat kisi-ganggang antara lain :

a.
Pemilahan sampel materi yang akan diujikan. Pemilihan sampel materi harus diupayakan serepresentatif siapa.

b.
Penentuan jenis tes yang akan digunakan. Penentuan jenis tes yang akan digunakan apakah akan memperalat tes pilihan ganda, tes jabaran, maupun gabungan antara keduanya harus diperhitungkan terutama terkait dengan materi, jumlah butir soal dan waktu pemeriksaan ulang yang disediakan.

c.
Tangga kemampuan nanang nan diujikan harus sesuai dengan kemampuan berpikir yang dilatihkan selama proses pembelajaran.

d.
Tebaran tingkat kesukaran.

e.
Musim ujian yang disediakan

f.
Jumlah butir pertanyaan yang akan ditanyakan tergantung waktu ujian nan disediakan.

Source: https://www.ilmiahku.com/2019/10/makalah-evaluasi-pembelajaran-di-sd-modul-2-pengembangan-tes-hasil-belajar.html

Posted by: skycrepers.com