Modul 4 Pembelajaran Pkn Di Sd

Makalah PEMBELAJARAN PKN DI SD (PDGK 4201) MODUL 3 & 4

Disusun Bikin Memenuhi Tugas Alat penglihatan Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Kerumunan 2 :

1. 2. 3. 4. 5.

Helyana Jeka Jiwa Citra Kebaikan Setiawan Kuswoyo Aris Munandar Mona Yosa

( 856954443) (856954468) (856954482) (856954475) (856954508)

PENDIDIKAN Temperatur SEKOLAH DASAR BI UNIVERSITAS Membengang 2019

i

Kata pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh SWT yang senantiasa menumpahi kasih, taufik dan hidayahNya sehingga juru tulis dapat menyelesaikan referat ini tepat pada waktunya, guna menetapi keseleo satu tugas ain kuliah Pendidikan Kewarganegaraan semester satu tahun tajali 2019.1. Makalah ini dapat mengasihkan wawasan tentang Keterkaitan Pendidikan Nasional Dengan IPS Dan Netra Tuntunan Lainnya dan Konsep serta Cara Kepribadian Nasional dan Semangat kebangsaan, sayang Tanah Air Dan Bela Negera. Panitera menyadari bahwa makalah

ini masih suka-suka kehilangan, maka dari itu karena itu penulis

memufakati kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca.

Penulis,

.

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………. Sekapur sirih ……………………………………………………………. DAFTAR ISI …………………………………………………………………………

i ii iii

Portal I PENDAHULUAN ……………………………………………………….. 1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………..

1 1

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………… 2.1 Modul 3 Keterkaitan Pendidikan Dan Kewarganegaraan Dengan Ips dan Alat penglihatan Kursus Lainnya ……………………………….. 2.1.1 Kegiatan Belajar 1 ………………………………………………….. Gambara Awam Dan Karakteristik Pendidikan Nasional Serta Mata Pelajaran Ips Dan Alat penglihatan Latihan Lainnya Di Sd………………………………….. 2.1.2 Kegiatan Belajar 2 ………………………………………………….. Keterkaitan Antara Pendidikan Kewarganegaraan Dan IPS…………………………………………………………………. 2.1.3 Kegiatan Belajar 3 ………………………………………………….. Ikatan Meres Studi Pendidikan Kewarganegaraan dengan Mata Pelajaran Lainnya ……………………………….. 2.2 Modul 4 Konsep Serta Prinsip Kepriadian Kebangsaan, semangat Kebangsaaan, belalah tanah air, dan Bela Negara ……………………… 2.2.1 Kegiatan Sparing 1 ………………………………………………….. Konsep dan Cara Kepribadian Nasional 2.2.2 Kegiatan Belajar 2 ………………………………………………….. Konsep Srta Kaidah Semangat kebangsaan 2.2.3 Konsep Serta Prinsip Gegares Tanah air dan Bela Negera ..

2

BAB III KESIMPULAN ………………………………………………………… 3.1 Kesimpulan …………………………………………………………………. 3.2 Saran …………………………………………………………………………..

15 15 15

Lampiran …………………………………………………………………………..

18

iii

2 2

2 6 6 7 7 8 8 11 13

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yaitu satah studi yang berkarakter multifaset dengan konteks lintas parasan saintifik. PKn secara pragmatik n kepunyaan visi sociopedagogis bagi ki melatih penduduk negara yang demokratis dalam konteks yang lebih luas, antara enggak mencakup konteks pendidikan formal dan non-formal. Sementara itu secara umum PKn mempunyai visi stereotip-pedagogis bagi menempa warganegara nan demokratis n domestik konteks pendidikan protokoler. Di Indonesia PKn memiliki visi formalpedagogis, yakni andai ain pelajaran sosial dalam manjapada persekolahan dan perguruan tinggi nan berfungsi laksana sarana buat mendidik warganegara Indonesia yang Pancasilais.

Indra penglihatan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah ain pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri nan beragam dari segi drama, sosiokultural, bahasa, kehidupan dan suku bangsa kerjakan menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan bertabiat yang teguh kepada nasion dan negara Indonesia dengan merefleksikan dirinya dalam kebiasaan berpikir dalam-dalam dan bertindak sesuai dengan takrif Pancasila dan UUD 1945 (Fajar, Arnie. 2005: 141).

Privat pelaksanaan pengajaran PKn haruslah diciptakan kondisi pendedahan PKn yang aktif dan kreatif dengan mengintensifkan berbagai sarana dan prasarana yang ada. Ditegaskan dalam KTSP bahwa cara menyajikan cak bimbingan hendaknya memanfaatkan berbagai sarana penunjang yang ada seperti persuratan, peranti peraga, media pembelajaran dan sebagainya. Selain hal-peristiwa tersebut sekali lagi dituntut kreativitas berpangkal seorang guru yang baik, yang berlimpah menyampaikan materi pengajaran yang baik melampaui metode ataupun kebijakan sparing yang relevan dengan menunggangi metode yang sesuai, maka proses pembelajaran akan makin bermakna bagi siswa.

1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 MODUL 3 KETERKAITAN PENDIDIKAN DAN Nasional DENGAN IPS DAN Mata PELAJARAN LAINNYA 2.1.1 Kegiatan Belajar 1 Gambara Awam Dan Karakteristik Pendidikan Kewarganegaraan Serta Alat penglihatan Tutorial Ips Dan Mata Pelajaran Lainnya Di Sd A. PENGANTAR Pembahasan tentang hubungan tau keterkaitan anar mata tuntunan di SD. Maksudnya tiada enggak adalah upaya mengaitkan antar mata pelajaran dapat berlangsung dengan baik sesuai dengan dasar-radiks pertimbangan psikologis lakukan tujuan-tujuan pendidikan. Dasar pertimbangan untuk hal tersebut adalah siswa SD nanang dalam kerangka nan bertabiat holistic (mondial) dan belum bersifat fragmentaris dan detail. Artinya, upaya mengsitkansecara alami tersebut memang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kedewasaan momongan, dengan demikian anak akan belajar bertambah wajar, bermakna, dan dalam suasana yang menanang.

B. Gambaran Umum , Hakikat, Dan Karakteristik Pendidikan Kewarganegaraa 1. Latar Pantat Ki kesulitan Pendidikan kewarganegaraan merupakan ain latihan yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan subur melaksanakan hak-peruntungan dan kewajibannya kerjakan menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berperilaku yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Adapun karakteristik Pendidikan Kebangsaan (PKn) adalah laksana berikut: a. PKn tercatat dalam proses ilmu sosial (IPS); b. PKn diajarkan sebagai mata pelajaran terbiasa berbunga seluruh program sekolah dasarsampai perguruan tinggi; c.

PKn menanamkan banyak nilai, diantaranya poin kognisi, bela negara, apresiasi terhadap eigendom azasi hamba allah, kemajemukan bangsa, pelestarian

2

lingkungan jiwa, tanggung jawab sosial, kepatuhan pada syariat, ketaatan mengupah pajak, serta sikap dan perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme; d.

PKn n kepunyaan ruang lingkup meliputi aspek Persatuan dan Kesatuan nasion, Norma, hukum dan peraturan, Hak asasi insan, Kebutuhan penduduk negara, Konstitusi Negara, Kekuasan dan Politik, Pancasila dan Kesejagatan;

e.

PKn memiliki sasaran pengunci maupun intensi untuk terwujudnya suatu mata kursus yang berfungsi sebagai wahana pembinaan watak nasion (nation and character building) dan pemberdayaan warga Negara;

f.

PKn adalah suatu latar kajian ilmiah dan programa pendidikan di sekolah dan dituruti perumpamaan wahana terdepan serta sari pendidikan demokrasi di Indonesia;

g. PKn mempunyai 3 pusat ingatan adalah Civic Intellegence (kecerdasan dan gerendel nalar pemukim negara baik n domestik ukuran spiritual, rasional, emosional alias sosial), Civic Responsibility (pemahaman akan hak dan tanggung sebagai penghuni negara yang bertanggung jawa dan Civic Participation (kemampuan berpartisipasi warga negara atas dasar beban jawabnya, baik secara idiosinkratis, sosial maupun bagaikan pemimpin hari depan); h. PKn lebih tepat menggunakan pendekatan belajar kontekstual (CTL) untuk mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan, keterampilan, dan karakter warga negara Indonesia. Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu temperatur mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi marcapada riil pelajar dan mendorong petatar membuat rangkaian antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam hidup mereka sehari-tahun; dan i.

PKn

mengenal

suatu

model

pengajian pengkajian

VCT

(Value

Clarification

Technique/Teknik Pembeberan Ponten), yaitu suatu teknik belajar-mengajar yang membina sikap atau angka tata susila (aspek afektif).

Dari karakteristik nan ada, terlihat bahwa PKn adalah alat penglihatan pelajaran yang memiliki karakter berbeda dengan mata pelajaran lain. Walaupun PKn termasuk kajian aji-aji sosial namun berpangkal sasaran / tujuan akhir pembentukan hasil dari pelajaran ini mengharapkan agar siswa andai penduduk negara n kepunyaan kepribadian yang baik, boleh menjalankan peruntungan dan kewajibannya dengan penuh kesadaran karena wujud cinta atas lahan air dan bangsanya sendiri sehingga tujuan NKRI bisa terwujud.

3

2. Intensi Pendidikan Kebangsaan Pembelajaran PKn memiliki beberapa pamrih untuk murid. Adapun tujuan pembelajaran PKn menurut Pelengkap Permendiknas RI No. 22 Tahun 2006 pp. 272, 280, 287 begitu juga uraian berikut ini: a. Berpikir secara reaktif, masuk akal, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan; b. Berpartisipasi secara aktif dan berkewajiban, dan main-main secara cerdas internal kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta berlawanan-korupsi; c. Berkembang secara konkret dan demokratis cak bagi takhlik diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia moga dapat umur bersama dengan bangsabangsa lainnya; d.

Berinteraksi dengan bangsa-bangsa tidak internal percaturan manjapada secara berbarengan atau tidak sekaligus dengan memanfaatkan teknologi manifesto dan komunikasi.

C. Hakikat Dan Karakteristik Biang Studi Pendidikan Kewarganegaraan 1. Hakikat Biang Investigasi Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan kewarganegaraan yakni program pendidikan berdasarkan Nilai-angka pancasilasebagai kendaraan untuk melebarkan dan melestatikan nilai indah dan Moral nan berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan menjadi asli diri nan diwujudkan n domestik rencana prilaku dalam semangat sehari-perian para Mahasiswa baik sebagai individu, laksana calon suhu/pendidik, anggota masyarakat dan makhluk ciptaan Almalik Nan Maha Esa. Hakikat Pendidikan kewarganegaraan adalah merupakan ain pelajaran yang menitikberatkan pada pembentukkan diri nan beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa, usia, dan suku bangsa buat menjadi warga negara Indonesia nan cerdas, terampil, dan berwatak nan dilandasi maka dari itu Pancasila dan UUD1945. Secara publik maksud Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebagaii berikut: 1. Memberikan pengertian pengetahuan dan pemahaman mengenai Pancasila yng bermartabat dan sah 2. Memangkalkan dan membentuk pola pikir nan sesuai dengan Pancasila dan cirri solo serta watak ke-Indonesian 3. Menanamkan biji tata krama pancasila

4

2.

Karakteristik Biang Studi Pendidikan Kewarganegaraan

Karakteristik Pendidikan nasional (Pendidikan Kewarganegaraan) dengan paradigma baru, yaitu bahwa Pendidikan kewarganegaraan yaitu suatu bidang amatan ilmiah dan program pendidikan di sekolah dan diterima sebagai media utama serta esensi pendidikan demokrasi di Indonesia nan dilaksanakan melangkahi berikut ini. a. Civic Intelligence, yaitu kecerdikan dan gerendel nalar warga Negara baik privat ukuran spiritual, rasional, emosional, maupun sosial. b. Civic Responsibility, adalah kognisi akan nasib baik dan kewajiban sebagai warga Negara yang bertanggung jawab. c. Civic Participation, yaitu kemampuan berpartisipasi penduduk Negara atau dasar muatan jawabnya, baik secara singularis, social, alias perumpamaan pemimpin periode depan.

Kompetensi-kompetensi nan hendak diwujudkan melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dibagi menjadi 3 kerubungan: 1. Komptenesi untuk mengendalikan pemberitaan kewarganegaraan 2. Komptensi untuk menguasai ketrampilan kewarganegaraan 3. Kompetensi kerjakan mengamankan karakteristik kewarganegaraan

D. Satah Studi Pendidikan Nasional Dalam Kurikulum S1 PGSD

1. Pendidikan Nasional Sebagai Indra penglihatan Pelajaran SD Beralaskan landasan konsep Pendidikan Kewarganegaraan, maka keistimewaan dan peran serta harapan Pendidikan Kewarganegaraan secara umum ialah bagaikan berikut: a. Pendidikan nilai dan kesopansantunan Pancasila serta UUD 1945 Yakni pendidikan Poin dan moral karena yang disampaikan ibarat substansi isi Pendidikan Kebangsaan tersebut merupakan kredit-nilai moral nan diperlukan oleh sendiri warga negara dalam berkehidupan sebagai penduduk negara dan masyarakat, yaitu satu usia yang dikenal dengan semangat berbangsa dan bernegara. b. Perumpamaan Pendidikan Politik Pendidikan yang memungkinkan petatar mengetahui apa yang menjadi hak-hak dan muatan-kewajibannya. c. Laksana Pendidikan Kewarganegaraan Diharapkan mengoptimalkan pengertian dan pemahaman pelajar terhadap khasiat dan peran penghuni negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 5

d. Sebgai Pendidikan Hukum dan Kemasyarakatan Tak hanya mendidik pesuluh mempunyai pesiaran dan ketrampilan terhadap barang apa yang menjadi hak dan kewajibannya, sahaja dapat pun menggunakannya n domestik menghadapi persoalan intern kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

2.1.2 Kegiatan Belajar 2 Keterkaitan Antara Pendidikan Kewarganegaraan Dan IPS A. Keterkaitan Antara Pendidikan Kewarganegaraan Dan Ips Serta Bagaimana Keterkaitan Itu Terjadi Pendidikan Kewarganegaraan yang menurut Kurikulum perian 1994 diberi logo parasan Pengkajian Pendidikan Pancasila dan Nasional sebagai upaya mewujudkan wanti-wanti UU system Pendidikan Nasional No.2 musim 1989 Khususnya Pasal 39 Ayat (2) dan (3) Parasan Studi Pendidikan Nasional adalah penggalan dari Parasan Investigasi IPS. Pada dasarnya bersumber dari mata kursus Pendidikan Kewarganegaraan yang terdiri atas Geografi, Ki kenangan, dan Ekonomiserta Civics (Kurikulum SD Masa 1968)

B. Konsep Pendedahan Terpadu Pengertian penerimaan terpadu dapat dilihat seumpama berikut. 1. Penataran yang beranjak bermula suatu tema tertentu bagaikan anak kunci perhatian (center of interest) yang digunakan bikin memahami gejala-gejala dan konsep lain, baik nan berasal dari bidang riset yang berkepentingan maupun dari bidang studi lainnya. 2. Suatu pendekatan pembelajaran yang mengeluh berbagai bidang studi yang mencerminkan dunia faktual di sekeliling dan dalam rentang dan kemampuan kronologi anak. 3. Suatu mandu untuk meluaskan pengetahuan dan keterampilan momongan secara serta merta. 4. Merakit dan menggabungkan sejumlah konsep dalam sejumlah bidang penyelidikan yang berlainan, dengan maksud anak membiasakan dengan lebih baik dan bermakna.

Karakteristik Penerimaan Terpadu Misal suatu proses, penelaahan terpadu memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 1. Berpusat lega anak (child centered) 6

2. Menjatah pengalaman bersama-sama kepada anak. 3. Penceraian anatara bidang investigasi enggak begitu jelas. 4. Menyajikan konsep semenjak bermacam ragam bidang eksplorasi dalam suatu proses penerimaan. 5.

Berkepribadian variabel.

6. Hasil penelaahan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan anak.

C.

Pendidikan Kewarganegaraan Dan Pembelajaran Terpadu

Sumber akar-dasar pertimbangan ekspansi programa pembelajaran terpadu, anatara tak berikut ini. 1. Karakteristik anak SD. 2.

Konsep disiplin ilmu.

3. Standar Kompetensi, Kompetensi Radiks, dan Indikator. 4.

Lingkungan sparing anak.

5.

Sasaran/sumur-sumber penunjang

2.1.3 Kegiatan Belajar 3 Susunan Bidang Penyelidikan Pendidikan Kewarganegaraan dengan Ain Tutorial Lainnya Selain memiliki keterkaitan dengan bidang studi IPS, Pendidikan Kewarganegaraan juga memiliki keterkaitan dengan mata pelajaran atau bidang studi lainnya. Model yang dapat digunakan dalam penelaahan Pendidikan Kewarganegaraan yang dihubungkan dengan bidang studi lainnya yaitu cermin webbed (ambai laba-laba) maupun model integrated (terpadu) .Model Webbed, melibatkan sebanyak mungkin konsep bersumber setiap kepatuhan bikin mengkaji secara tuntas dan komprehensif tema yang ditetapkan, nan karuan saja disesuaikan dengan tingkat perkembangan murid SD Teladan integrated ,pemaduan sejumlah topik berbunga mata pelajaran nan berbeda, tetapi esensinya sama internal sebuah tema tertentu memfokuskan pada tema buat dapat menunjukkan keterhubungan mata pelajaran dalam mengklarifikasi tema

7

2.2

MODUL 4

KONSEP SERTA Pendirian Fiil NASIONAL, Sukma KEBANGSAAAN , Gelojoh Persil AIR, DAN BELA NEGARA

2.2.1 Kegiatan Belajar 1 Konsep dan Kaidah Kepribadian Kebangsaan

Nasion Indonesia memiliki hayat sosial budaya yang berdasarkan khuluk bangsa yang dapat menerima pengaruh budaya enggak dan tidak memungkirkan zakiah diri bangsa.

A. Keanekaragaman bangsa Indonesia sebagai Kepribadian Kewarganegaraan Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, dapat di tatap dari 2 kacamata pandang yakni secara melintang dan secara vertikal. Tesmak pandang harizontal tak menunjukkan tingkatan yaitu antara lain : 1. Perbedaan fisik dan ras 2. Perbedaan suku bangsa 3. Perbedaan agama animisme dan dinamisme 4. Perbedaan keberagaman kelamin

B.

Satah pinggul Keanekaragaman Bangsa Indonesia Secara geografis, kondisi kepulauan nasion Indonesia berlainan seperti mana perbedaan iklim, curah hujan abu, temperatur, kelembapan peledak, jenis tanah, morfologi, tata air, flora dan faunanya.terdapat kembali wilayah daratan yakni sawah, ladang, pegunungan, rawa-pandau dan sungai. Secara sosiologis dan kultural, dampak teknologi insan yang berkembang secara berabad-abad menghasilkan tamadun nan berbeda. Meskipun demikian terdapat beberapa kesejajaran yang merujuk ke arah persatuan dan ketunggalan. Ideologi pancasila memiliki karakteristik manusiawi karena memungkinkan untuk dilaksanakan oleh setiap basyar, dengan arti dan keterbatasannyamasingmasing. Sikap dan pribadi Pancasila adalah cucu adam yang sesuai dengan mentalitas pembangunan.

8

C. Keanekaragaman kebuyaan yang yakni molekul kebangsaan dan budi nasional 1. Kebudayaan daerah andai anasir kultur nasional Kebudayaan kebangsaan harus merupakan pencerminan berpunca kebuadayaan daerah karena kebudayaan daerah memilki elemen-unsur antara lain bahasa, kesenian, kepercayaan dan sifat istiadat. Hendaknya kebudayaan nasional tetap dinamis maka kebudayaan nasional harus berpunya menyamakan diri dengan urut-urutan zaman.

2. Kata keanekaragaman budaya di Indonesia Kebudayaan artinya semua hasil karya anak adam yang berdasarkan cipta, rasa, niat dan karya. Yang tercantum kerumahtanggaan “ Bhineka Tersendiri Ika” nan artinya meskipun berbeda-selisih, tetapi tetap satu jua. Makna semboyan Bhineka Tunggal Ika, adalah Indonesia terdiri semenjak bermacam ragam kaki bangsa dan memiliki adat istiadat yang berbeda.

Kemujaraban pecah kebuyaan nasional sebagai jati diri bangsa bahwa kebudayaan kebangsaan adalah alat penghubung antardaerah dan antarbudaya, alat lambang identitas nasional, lambang kebanggan nasional, pemersatu heterogen suku bangsa dengan kabilah lainnya. 3. Suku-kabilah Indonesia 4. Budaya daerah 5. Membina dan melestarikan budaya daerah dan nasional Guna adanya pembinaan dan pelestarian budaya daerah dan nasional, yaitu supaya supaya bangsa Indonesia makin mengenal dan menganakemaskan budaya sendiri.

D. Bhineka Distingtif Ika dan Integrasi Kebangsaan Konsepsi Bhineka Tunggal Ika lahir di lahir dilatar belakangi oleh keanekaragaman suku nasion Indonesia internal panggung negara wahdah RI. Lakukan mewujudkan suatu ahadiat nasional maka dibentuklah Integrasi Nasional. Integrasi Kebangsaan merupakan suatu proses dan hasil arwah sosial yang di gapai melalui sejumlah tahap. Integrasi kewarganegaraan memasrahkan dampak maujud dalam proses pembangunan antara tidak terpeliharanya penstabilan nasional.

9

E. Landasan Hukum Bhineka Tunggal Ika 1. Pancasila 2. Perkenalan awal UUD 1945 3. Batang tubuh UUD 1945 4. Pembinaan kebudayaan

F. Misi nasion Indonesia di era global 1. Pengamalan pancasila 2. Penegakan kedaulatan rakyat 3. Peningkatan pengalaman ramalan agama 4. Ketentraman publik 5. Perwujudan sistem hukum kewarganegaraan 6. Perwujudan roh sosial budaya 7. Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional 8. Perwujudan kemandirian daerah 9. Perwujudan kesentosaan rakyat 10. Perwujudan aparat negara 11. Perwujudan sistem dan iklim pendidikan nasional nan demokratis 12. Perwujudan politik luar provinsi yang berdaulat.

10

2.2.2 Kegiatan Belajar 2 Konsep Dan Cara Semangat Kewarganegaraan

A. Denotasi dan elemen terbentuknya nasion Makna nasionalisme secara diplomatis adalah manivestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong cak bagi suatu bangsa. Chauvinisme dapat di pandang sebagai satu paham rasa kebangsaan atau kognisi sebagai bangsa yang didasarkan lega adanya rasa sering kepada tanah air bakal mencecah, mempertahankan, mengabdikan identitas dan integrasi kekuatan bangsanya.

Privat perkembangnnya terdapat dua denotasi semangat kebangsaan yaitu nan mula-mula peka nasional nan didasarkan sreg perpaduan politik, ekonomi, sosial dan budaya. Kedua paham nasionalisme yang didasarkan pada faktor kemanusiaan. Faktor-faktor penting lakukan pembentukan bangsa Indonesia antara lain : 1. Persamaan asal anak cucu bangsa 2. Paralelisme cermin kebudayaan 3. Pertepatan tempat tinggal 4. Paralelisme nasib kesejarahannya 5. Paralelisme cita-cita

B. Menunjukkan semangat kebangsaan (Chauvinisme dan Nasionalisme) 1. Bangsa Indonesia Saling pandang a. Monodualistik adalah hakikat sesuatu merupakan 2 unsur yang terjerumus. b. Monopluraris adalah bangsa Indonesia terdiri berpangkal heterogen unsur yang bermacam rupa. c. Integralistik ialah kebersamaan, dan kekeluargaan. 2. Bhineka Tunggal Ika Setiap Kaki bangsa mempunyai kebudayaan yang berlainan-beda. Kita ibarat bangsa Indonesia membina persatuan dan ahadiat intern suasana keanekaragaman merupakan tugas kita bersama.

11

C. Paham nan bertentangan dengan nasionalisme 1. Suknisme, yaitu reseptif kecintaan nan berlebihan terhadap suku nasion serta berusaha meleraikan diri dari semangat suku-suku lain. 2. Nasionalisme ialah rasa cinta persil air nan jebah dengan mengagung agungkan nasion sendiri, dan menghinakan bangsa lain 3. Ekstremisme, yaitu tindakan satu golongan ataupun kelompok yang berusaha menggulingkan pemerintah nan sah melalui mandu-cara yang tidak konstitusional. Kaidah semangat kebangsaan nasion Indonesia dilandasi biji-skor pancasila yang diarahkan agar nasion Indonesia senantiasa : 1. Menaruh persatuan dan ketunggalan, 2. Menunjukan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa. 3. Bangga bagaikan bangsa Indonesia. 4. Mengakuri paralelisme derajat dan kemiripan hak. 5. Mengintensifkan sikap tukar mencintai sesama. 6. Mengembangkan sikap tenggang rasa. 7. Senantiasa menjunjung janjang poin kemanusiaan.

D. Patriotisme sebagai wujud sikap dan perilaku kebangsaan. Patriotisme diartikan sebagai pecinta/pembela lahan air, seorang pejuang kudrati, pengacara nasion yang mempunyai semangat, sikap, dan pelahap tanah air, dimana dia mengorbankan jiwanya demi kemakmuran tanah air. Tujuan dipahaminya makna patriotisme sesuai dengan tujuan pendidikan Pendahuluan Bela Negara yaitu “Untuk mewujudkan penghuni negara Indonesia yang memiliki tekat, sikap dan tindakan yang teratur, menyeluruh dan terpadu yang dilandasi oleh kecintaan plong petak air intern semangat berbangsa dan bernegara”. Kemustajaban konsep nasionalisme intern kehidupan berbangsa dan bernegara adalah dapat menajdi sumber akar moral dalam mempertahankan eksistensi bangsa dan negara serta dalam mengisi kemandirian.

E. Poin-angka chauvinisme Andai bangsa pejuang bangsa Indonesia telah menunjukkan kegigihannya dan nilainilai kejuangannya terhadap nasion dan negara Indonesia. Dari perjuangan bangsa Indonesia, andai generasi mulai dewasa harus mewah menggali biji-poin kepahlawanan yang terdapat di di dalamnya. Adapun nilai-angka nan terdapat di internal perjuangan bangsa Indonesia dapt di simpulkan menjadi skor persatuan, nilai kecintaan, nilai nasional dan nilai pengorbanan.

12

F. Sikap membengang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 1. Kondisi yang dibutuhkan buat sikap terbuka privat arwah berbangsa dan bernegara. 2. Sisi kebijakan nasional yang transparan.

2.2.3 Kegiatan Belajar 3 Konsep serta Prinsip Belalah Tanah Air dan Bela Negara

A. Konsep dan kaidah belalah ibu pertiwi Sikap sadar dan bertanggungjawab atas nilai-ponten Pancasila adalah pencerminan kepribadian penghuni negara yang patuh kepada dasar negara Pancasila dan UUD 1945 serta mempunyai kecintaan terhadap petak air dan bangsa. Sebagai generasi remaja pahamilah bahwa kita berkewajiban lakukan menernakkan dan melestarikan hasil kerja persisten dan pengorbanan dilandasi oleh hidup kebangsaaan dan rasa cinta ibu pertiwi. Sumpah pemuda dinyatakan mengandung makna psikologis karena para pemuda silam menyadari pentingnya rasa persatuan sebagai bangsa. 1. Mengamalkan skor-poin nan berkaitan dengan rasa besar perut tanah tumpah a. Demap tanah air dan hubungan dengan sila-sila pancasila 1). Caruk petak air 2). Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa 3). Nilai Kemanusiaan yang Independen dan Bertamadun 4). Nilai persatuan Indonesia 5). Angka kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusayawaratan perwakilan 6). Biji kesamarataan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia b.

Tinjauan beberapa aspek latihan tingkah kayun a). Aspek sosial b). Aspek budaya dan tradisi c). Aspek hankamnas

c.

Pengamalan dan tingkah laku cinta tanah air dan bangsa

13

d.

Cara cangkok tingkah laku gegares watan dan bangsa 1. Keteladanan (berstruktur, terpaku, dan berkesinambungan) 2. Pembianaan (menyuntikkan gelojoh tanah air dan bnagsa)

2.

Nilai budi pekerti caruk petak air Ungkapan yang mencerminkan kecintaan mendalam kepada tumpah talenta, rakyat, bangsa dan negara.

B. Konsep dan pendirian bela negara Upaya bakal pembelaan negara kesatuan RI a. Kewajiban warga negara dalam membela negara b. Peraturan perundang-undangan adapun wajib bela negara c. Tindakan yang menunjukan upaya membela negara d. Kooperasi privat manuver pembelaan negara di lingkungannya.

14

BAB III Penali DAN SARAN

3.3 KESIMPULAN 1. Pendidikan kewarganegaraan adalah mata tutorial yang menonjolkan plong pembentukan warganegara yang mencerna dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya kerjakan menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan bertabiat yang di amanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Ruang lingkup materi Pendidikan Kewarganegaraan di SD terbagi menjadi 8 (delapan) materi kancing kriteria isi mata les PKn di Indonesia untuk runcitruncit pendidikan dasar dan menengah memuat suku cadang sebagai berikut: (a) Persatuan dan Kesatuan Bangsa; (b). Norma, Hukum dan Kanun; (c). Hoki Asasi Manusia; (d). Kebutuhan Warga Negara; (e). Konstitusi Negara; (f). Kekuasan dan Politik; Pancasila; dan (g). Globalisasi.

2. Konsep serta mandu kepribadian nasional dan semangat kebangsaan Nasion Indonesia mempunyai integritas, sikap, dan ponten karakter yang tidak mudah digoyahkan oleh impitan berasal bangsa enggak, dan bangsa Indonesia memiliki martabat buat tidak mudah tergoyah oleh situasi-haL yang dapat berakibat mengotorkan harkat dan harga diri bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki hidup sosial budaya yang berlandaskan kepribadian bangsa, dan bukan mencontoh budaya bangsa lain budaya kita yang mengakar pada fiil bangsa ini bisa menyepakati supremsi budaya tak, asal kebudayaan itu positif dan bukan mengubah asli diri bangsa.

3.4 SARAN 1.

Pendidikan Kewarganegaran merupakan netra pelajaran penting yang harus dilaksanakan oleh setiap tingkat runcitruncit pendidikan, start bermula Pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Kebijakan ini diterapkan sebaiknya out-put pendidikan dapat menciptakan warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan bertabiat 15

nan setia kepada bangsa dan negara Indonesia dengan merenungkan dirinya n domestik kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan kenyataan Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu menurut hemat katib netra pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan harus tetap ada plong semua jenjang pendidikan. 2. Setelah mempelajari materi tentang konsep serta prinsip kepribadian nasional dan

nasib kewarganegaraan disarankan sepatutnya kita bisa mengenal kaidah-cara budi nasional dan arwah nasional dan dapat menerapkannya dalam sukma sehari-hari secara nyata.

16

Daftar pustaka

Winataputra, Udin S, dkk. 2014. Materi Pokok Pembelajaran PKN di SD. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka http://www.kompasiana.com/pgsd_dhini/Keterkaitan-pendidikan-dan-nasional -dengan-ips-dan-netra-pelajaran-lainnya. diakses pada rontok 09 Oktober 2019 martil 20.45 WIB

http://dodirullyandapgsd.blogspot.co.id/2014/08/ Konsep-serta-prinsip-kepribadiannasional-hidup-kebangsaaan-sering-petak-air-dan-bela-negara.pasa rontok 09 Oktober 2019 pemukul 23.00 WIB

17

DAFTAR PERTANYAAN PERSENTASI KELOMPOK 2: 1. Penanya : Eny Yulianti Pertanyaan

:

Bagaimana prinsip kita mengutarakan Tentang pelalah watan kepada mereka yang tidak mengeyam pendidikan protokoler ?

Jawaban

:  Mengadakan seminar  Meletuskan Baner/ spanduk di medan mahajana  Memasang selebaran tentang Cinta Tanah Air

2. Penanya : Seto Baskoro Pertanyaan

:

Bagaimana cara melestarikan budaya daerah?

Jawaban

:

Ikut mempelajari, dan memperkenalkan kepada anak momongan

3. Penanya : Kurniawan Mu’arif Pertanyaan

:

sebagai bujang pemudi bagaimana cara menunjukan kecintaan kepada tanah tumpah.

Jawaban

:

Dengan kaidah menyinambungkan bantahan bangsa.

18

Source: https://pdfcoffee.com/makalah-pembelajaran-pkn-di-sd-pdgk-4201-modul-3-amp-4-pdf-free.html

Posted by: skycrepers.com