Modul 4 Strategi Pembelajaran Di Sd

Kegiatan Belajar 1

KEGIATAN PRA DAN AWAL Pengajian pengkajian


A.



Kegiatan Pra Pembelajaran

Proses pembelajaran akan bertelur dengan baik apabila guru dapat mengkondisikan kegiatan sparing secara efektif. Kondisi tersebut harus dimulai berusul tahapan pembelajaran. Kegiatan pra pembelajaran (prainstruksional) adalah kegiatan pendahuluan pembelajaran yang diarahkan untuk menyiapkn siswa mengikuti kursus. Kegiatan pra pendedahan biasanya bersifat mahajana dan tak berkaitan langsung dengan kompetensi maupun materi yang akan dibahas dalam kegiatan inti pembelajaran.

Upaya yang boleh dilakukan guru plong tahap prapembelajaran di antaranya yaitu sebagai berikut.


1.



Menciptakan sikap dan suasana kelas bawah nan menjajarkan

Kondisi membiasakan dapat dipengaruhi makanya sikap guru di depan papan bawah. Guru harus memperlihatkan sikap yang menyejukkan
kendati pesuluh tidak merasa tegang, kaku, bahkan takut mengikuti penerimaan. Kondisi yang menyenangkan ini harus diciptakan start bersumber semula pendedahan sehingga menyenangkan ini harus diciptakan
start berpokok semula pengajian pengkajian setakat peserta akan mampu mengamalkan aktifitas belajar dengan penuh percaya diri minus ada tekanan nan dapat menghambat kreativitasnya.


2.



Menanyai kehadiran pelajar

Kegiatan yang sahih dilakukan guru pada pertama pembelajaran adalah merakut keberadaan pelajar. Kerjakan menghemat waktu dalam mengecek kehadiran murid, temperatur dapat mengajukan pertanyaan kepada siswa yang hadir tentang siswa yang tidak hadir dan alasan ketidakhadirannya. Dengan belalah merakut kesediaan, secara enggak sewaktu guru telah memberikan motivasi terhadap siswa, berdisiplin dalam mengikuti latihan, dan membiasakan diri memberitahukan ketidakhadirannya kepada guru baik secara lansung maupun melalui temannya secara verbal ataupun tertulis.


3.



Menciptakan kesiapan belajar murid

Kegiatan belajar teradat didasari oleh kesiapan dan hayat membiasakan siswa. Kesiapan belajar siswa yaitu pelecok suatu prisip sparing yang sangat berkarisma terhadap proses dan hasil berlatih siswa. Oleh karena itu, hawa perlu kondusif peluasan ketersediaan berlatih dan menumbuhkan usia pelajar dalam belajarnya.

Ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan master dalam menciptakan ketersediaan dan semangat pelajar kerumahtanggaan membiasakan, diantaranya adalah sebagai berikut:


a.



Kontributif atau membimbing pelajar n domestik mempersiapkan fasilitas/sumber belajaryang diperlukan dalam kegiatan belajar.


b.



Menciptakan kondisi belajar untuk meningkatkan manah pelajar n domestik membiasakan.


c.



Menunjukkan minat dan mumbung hayat nan tinggi dalam mengajar.


d.



Mengontrol (menggapil) seluruh aktivitas siswa mulai dari tadinya sampai intiha pembelajaran.


e.



Menggunakan berbagai kendaraan penerimaan sesuai dengan intensi penataran dan minat siswa.


f.



Mengembangkan kegiatan belajar yang memungkinkan
siswa dapat melakukannya.


4.



Menciptakn suasana belajar yang demokratis

Bagi menciptakan suasana yang berlatih nan demokratis temperatur harus membimbing peserta moga bahaduri menjawab, berani bertanya, berani berpendapat atau bahaduri mengeluarkan ide-ide, dan berani memperlihatkan unjuk kerja (performace). Kegiatan yang dapat dilakukan hawa pada kegiatan prapembelajaran dantaranya mengajukan pertanyaan-pertanyaan bagi dijawab pelajar maupun meminta peserta berpendapat alias mengeluarka gagasan. Suasanya yang demokratis harus dikondisikan sejak awal penerimaan. Guru harus rajin memberikan kesempatan lega siswa untuk mengerjakan daya kreasi. Pemberian kesempatan begitu juga ini akan memingkinkan guru kerjakan meluaskan bakat dan kenggulan nan dimiliki maka itu siswa.


B.



Kegiatan Semula Pendedahan

Kegiatan tadinya pembelajaran dilaksanakan bagi menyiapkan mental pelajar privat memasuki kegiatan inti pendedahan. Selain itu kegiatan semula dilaksanakan bagi menggelorakan motivasi dan perhatian peserta dalam mengikuti pembelajaran, memberikan bayangan nan jelas adapun batas-takat tugas atau kegiatan yang akan dilaksanakan dan menunjukkan perikatan antara pengalaman anak dengan materi nan akan dipelajari.

Kegiatan-kegiatan nan boleh dilakukan guru dalam tahap kegiatan
awal pembelajaran. Diantaranya ibarat berikut:


1.



Menimbulkan motivasi dan manah siswa

Menyalakan motivasi dan perhatian siswa ialah kegiatan nan perlu dilaksanakan pada setiap strata kegiatan pembelajaran. Khususnya sreg tahap semula pembelajaran, siswa terlazim difokuskan
perhatiannya pada materi yang akan dibahas. Kerjakan itu, guru moga melakukan kegiatan yang dapat menjujut ingatan siswa. Msalnya dengan menyampaikan cerita yang menimbulkan pertanyaan, menunjukkan tulangtulangan maupun alat peraga,
penguraian soal atau alat peraga yang menarik perasaan
bisa menimbulkan ki dorongan belajar siswa. Dengan tumbuhnya motivasi pada pesuluh, proses pembelajaran akan berlangsung lebih mudah.


2.



Memberi Acuan

Dalam kaitan dengan kegiatan semula pembelajaran, memberi komplet diartikan laksana upaya guru dalam menyampaikan secara individual dan singkat gambaran umum tentang hal-peristiwa nan akan dipelajari dan kegiatan yang akan ditempuh selama pembelajaran berlanjut. Kegiatan yang dapat dilakukan suhu dalam membagi acuan, diantaranya sebagai berikut.


a.



Memberitahukan tujuan(kemampuan) yang diharapkan atau garis besar materi yang akan dipelajari

Kegiatan yang minimum awal nan perlu dilakukan master sebelum membahas pelajaran adalah memberitahukan tujuan atau kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa pasca- pembelajaran dilakukan atau garis besar materi yang akan dipelajari siswa. Dengan laporan tersebut siswa akan memperoleh gambaran yang jelas tentang kemampuan yang dikuasai dan ruang cak cakupan materi yang akan dipelajari.


b.



Menyampaikan alternatif kegiatan belajar nan akan ditempuh siswa

Dengan membentangkan kegiatan yang akan dilakukan selam pembelajaran berlangsung, siswa akan terarah usahanya untuk mencapai kemampuan atau menuntaskan topik-topik tersebut. Misalnya seandainya intern pembelajaran akan digunakan
urun pendapat maka hawa harus mencadangkan teknik/prosedur diskusi tersebut jika yang digunakn eksperimen maka guru harus menganjurkan teknik/prosedur eksperimen maupun jika pembelajaran akan berlangsung dengan kerja kerubungan maka guru membentuuk kelompok dan memunculkan teknik ataupun prosedur kerja gerombolan tersebut, dan sejenis itu pula adapun politik-garis haluan lainnya.


3.



Membuat Kaitan

Pelajar akan terhibur terhadap pelajaran nan diberikan apabila mereka melihat kaitan maupun hubungan dengan apa yang mutakadim dikenal atau sesuai dengan asam garam mereka terdahulu ataupun sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Oleh karena itu pelecok suatu mandu untuk menyedot dan memusatkan perhatian siswa terhadap materi
yang akan dipelajari adalah dengan menciptakan menjadikan pengait.


a.



Mengajukan pertanyaan tentang bahan tuntunan yang telah dipelajari sebelumnya

Apabila materi yang akan dibahas memiliki kaitan simultan alias menuntut pemilikan siswa terhadap materi sebelumnya maka kegiatan mulanya pembelajaran dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang incaran pelajaran yang telah dipelajari siswa. Dengan menunjukkan hubungan antara apa yang mutakadim dipelajari siswa dengan materi yang akan dipelajari,
siswa akan memperoleh paparan yang utuh tentang materi dan siswa mengaram bahwa materi dan siswa mematamatai bahwa materi yang dipelajari tidak berdiri hanya saling berkaitan.


b.



Menunjukkan manfaat materi yang dipelajari.

Pelajar akan termotivasi untuk mengikuti tutorial apabila mereka melihat manfaat yang akan diperoleh apabila mereka tanggulang materi tersebut. Untuk itu, lega kegiatan sediakala pembelajaran hawa kiranya menunjukkan kaitan antara penguasaan kompetensi atau materi nan dipelajari dengan kegunaannya n domestik usia sehari-waktu. Misalnya, apabila guru akan membahas adapun makanan bergizi, hawa dapat menunjukkan manfaat tutorial tersebut bakal pertumbuhan tinggi dan berat tubuh murid.


c.



Meminta siswa mengemukakan pengalaman yang berkaitan dengan materi nan akan dibahas

Puas kegiatan awal pembelajaran temperatur dapat menunangi siswa bagi mengemukakan pengalamannya nan berkaitan dengan materi yang
akan dibahas. Misalnya ketika akan membahas tentang bentuk pemukaan dunia, temperatur bisa meminta anak lakukan mengemukakan pengalaman berliburnya (kepantai maupun kepegunungan). Dengan melihat pengait antara apa yang akan dipelajari dengan pengalaman yang dimiliki, diharapkan siswa akan termotivasi dan memusatkan perhatiannya pada kursus yang akan berlantas.


4.



Melaksanakan Pemeriksaan ulang Awal

Pembuktian awal atau pre-test dilaksanakan bakal dan memafhumi sejauh mana materi ataupun bahan pelajaran nan akan dipelajari sudah dikuasai makanya siswa. Deklarasi ini akan digunakan oleh guru untuk
menentukan dari mana pembahasan materi baru akan dimulai. Testimoni sediakala bisa dilakukan dengan pendirian lisan yang ditujukan pada beberapa siswa yang dianggap representatif (mewakili) seluruh peserta.

Dalam keseluruhan proses pembelajaran, alokasi waktu alias lakukan kegiatan awal pembelajaran relatif singkat. Oleh karena itu, master diharapkan n kepunyaan kemampuan cak bagi menciptakan kondisi awal pengajian pengkajian yang efektif nan mendukung proses dan hasil pendedahan yang optimal. Bikin itu, ada sejumlah peristiwa yang harus dilakukan oleh guru satu bahasa dengan tugasnya di sekolah, khususnya dalam melaksanakan kegiatan semula pendedahan diantaranya adalah master hendaknya :


a.



Memahami latar belakang (terdaftar kemampuan) murid,


b.



Dapat membangkitkan (menggandeng) ingatan murid sehingga perhatian pelajar terpusat sreg latihan yang akan diikutinya.


c.



Bisa menyerahkan bimbingan belajar secara kelompok maupun individu,


d.



Dapat menciptakan interaksi edukatif nan efektif sehigga siswa merasakan adanya suasana belajar yang kesatuan hati dan menyenangkan,


e.



Memberikan stabilitas kepada
siswa


f.



Menanamkan disiplin sreg siswa.

Kegiatan Membiasakan 2

KEGIATAN INTI DALAM PEMBELAJARAN


A.



Pembahasan Materi Pelajaran dalam Pembelajaran Klasikal

Pembelajaran klasikal boleh digunakan apabila materi pelajaran kian bersifat
keterangan atau fakta. Selain itu penataran klasikal terutama ditujukan bikin memberikan informasi atau bak pengantar dalam proses pembelajaran (Depdikbud, 1990)

Alternatif metode yang sering digunakan dalam pembelajaran klasikal adalah metode lektur, dan tanya jawab bervariasi atau metode lain nan dianggap sesuai dengan karakteristik materi cak bimbingan.

Buat menunjang kejayaan pembelajaran klasikal, suhu harus memiliki kemampuan mengelola penelaahan klasikal yang dilandasi oleh implementasi prinsip-prinsip penataran klasikal.


1.



Kaidah-Mandu Pembelajaran Klasikal

Berikut ini beberapa prinsip yang harus
diterapkan kerumahtanggaan pembelajaran klasikal.


a.



Sistematis

Dalam penerimaan klasikal, target cak bimbingan harus disajikan secara berurutan dan caruk mendekati pada tujuan nan sudah ditetapkan. Sajian sasaran pelajaran dapat disampaikan start dari yang mudah sampai pada yang runyam ataupun dari yang sifatnya nyata sampai pada
yang abstrak.


b.



Perhatian dan aktivitas

Kaidah ini menuntut bahwa n domestik pembelajaran klasikal master harus burung laut memberikan perhatian terhadap aktivitas murid secara menyeluruh dalaam kelas. Disamping itu guru juga harus mampu membangkitkan manah pelajar selama proses pendedahan berlanjut.


c.



Alat angkut pengajian pengkajian

Tera media pendedahan adalah boleh mengurangi verbalisme peserta terhadap informasi yg diberikan oleh guru. Banyak objek sekeliling yang dapat dijadikan sebagai media ataupun perigi belajar, apalagi
pembelajaran yang efektif yakni berbasis kontekstual artinya semua alamat yang ada di lingkungan peserta yang dianggap sesuai dengan karateristik materi dan maksud pembelajaran.


d.



Latihan atau penugasan

Pelajaran dan penugasan perlu diberikan puas murid tetapi tidak jebah. Karena takdirnya bukan sesuai dengan kemampuan peserta akan menjadikan beban pelajar dan menyebabkan kekesalan sehingga harapan pemberian tutorial dan tugas lain tercapai.


2.



Kegiatan inti kerumahtanggaan pembelajaran klasikal


Pertama

, meladeni (presentasi) bahan kursus dengan ceramah bermacam ragam.
Kedua,
mengerjakan perhubungan dan memberikan ilustrasi buat meningkatkan pemahaman pelajar terhadap target pelajaran dengan kaidah menghubungkan maupun mengaitkan materi yang semenjana dipelajari dengan situasi nyata atau dengan bahan tutorial yang bukan ayau dengan bahan tuntunan yang menggambarkan sebab akibat.

Pada akhir penataran klasikal, temperatur dapat menunangi murid cak bagi melakukan kegiatan berikut:


a.



Tuntutan objek tuntunan yang telah dipelajari dengan cara tertulis alias verbal.


b.



Merangkum bahan pelajaran yang sudah dipelajari.


B.



Pembahasan Materi Pelajaran dalam Pembelajaran Kelompok

Pembelajaran kerumunan merupakan suatu proses penataran yang didesain internal bentuk gerombolan dengan total murid sesuai dengan kebutuhan dan maksud belajar. Pembelajaran kelompok cenderung digunakan n domestik penelaahan dengan pendekatan CBSA (Cara Sparing Pelajar Aktif) dan dilandasi
oleh pendekatan konstruktivis. Pengajian pengkajian kelompok
memungkinkan siswa cak bagi memngumpulkan warta dan membangun pengumuman secara berekanan.

Pembelajaran kerubungan sering disebut dengan pembelajaran kooperatif (cooperatif learning). Berdasarkan teori, pembelajaran keramaian akan lebih memudahkan pesuluh menemukan dan mengarifi konsep-konsep nan dianggap sulit. Stevens dan Slavin (1995) menyatakan bahwa
pesuluh yang belajar dengan pembelajaran kooperatif selama periode 2 hari ajaran menunjukkan hasil belajar yang bertambah baik dibandingkan dengan hasil belajar peserta yang diorganisasikan secara tradisional. Melalui belajar gerombolan siswa enggak hanya berbahagia kesempatan lakukan mengembangkan konsep, tetapi pula mengembangkan aktivitas sosial, sikap dan nilai (Depdikbud, 1990).

Kesempatan murid untuk membina rasa bagasi jawab, rasa toleransi peluangnya lebih lautan akan dapat diperoleh melalui kegiatan membiasakan kelompok. Lebih jauh pelajar akan memahami bertambah materi pelajaran yang bersifat enigmatis dengan alternatif penyelesaiannya.

Ada beberapa metode nan bisa digunakan dalam pengajian pengkajian kelompok diantaranya sumbang saran, kerja kerubungan, penceraian ki kesulitan, inkuiri, diskaveri, simulasi, dan observasi. Dalam pelaksanaannya pembelajaran keramaian membutuhkan waktu yang relatif lebih banyak. Oleh alhasil guru perlu mencerca alokasi periode yang disediakan semoga tujuan penelaahan boleh tercapai secara optimal.


1.



Mandu-prinsip pembelajaran kelompok


a.



Adanya topik dan permasalahan

Pamrih penting pembelajaran kelompok sesuai dengan sari penelaahan kooperatif yaitu membentuk siswa kerjakan memiliki kemampuan sandar-menyandar serta punya sikap toleransi bertanggung jawab. Oleh karena itu, materi harus mengandung permasalahan maupun antaran nan harus dipecahkan atau terjamah oleh pelajar melalui kerja sekelas sesuai dengan intensi pembelajaran nan telah ditetapkan. Dengan demikian tugas guru lega prinsipnya adalah menyasarkan atau mengkondisikan kegiatan belajar sehingga siswa mampu bekerja sama intern memecahkan permasalahan atau mengkaji bahan pelajaran, tugas maupun proyek yang ditugaskan guru.


b.



Pembentukan kerumunan

Karakteristik murid yang teristiadat diperhatikan n domestik pembentukan kelompok diantaranya kepandaian, spesies kelamin, kelancaran berbicara, dan arti (kondisi fisik). Temporer itu, Semiawan dkk. (1987) membentangkan bahwa berdasarkan pendekatan CBSA, pengelompokan pesuluh dapat dilakukan beralaskan kesenangan berkawan, kemampuan, dan minat.

Setelah pengelompokan dilakukan, siswa diminta cak bagi menentukan ketua gerombolan, penulis/ sekretaris atau pelapor, dan anggota kelompok dengan besaran kelompok dan anggota setiap kelompok sesuai kebutuhan.


c.



Kerja sebanding

Adanya kerja sama yaitu salah satu prakondisi penting nan harus dipenuhi dalam pengajian pengkajian kelompok. Pembelajaran kelompok dilaksanakan untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam berkreasi setimpal, rasa kekompakan, rasa ketabahan, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, aktivitas berangkulan merupakan situasi utama yang harus terjadi dalam pembelajaran kelompok.


d.



Perhatian

Selama kegiatan penerimaan kelompok berlangsung, guru harus menyerang murid secara kelompok sekaligus siswa sebagai orang n domestik kelompok. Setiap pikiran yang diberikan dapat menggarangkan ingatan dan keterlibatan pesuluh dalam kegiatan kelompoknya sungguhpun diarahkan pada siswa secara individu.


e.



Tembung

Guru harus memasrahkan tembung dan bimbingan terhadap pesuluh dalam kelompok bakal membentur kejayaan berlatih secara kelompok. Motivasi pesuluh akan unjuk apabila guru dapat memberikan suasana berlatih yang kondusif, menyabarkan dan efektif.


f.



Perigi belajar dan fasilitas

Pelecok suatu aspek yang mengasihkan trik dukung yang kuat terhadap keberhasilan belajar kelompok adalah kelengkapan sumber belajar. Misalnya untuk tanggulang persoalan diperlukan data/ bahan kenyataan misal bahan kajian, data atau kajian tersebut bisa diperoleh dengan mudah. Atau untuk kerja kelompok siswa memerlukan fasilitas bakal kerja (praktik), fasilitas tersebut tersedia di sekolah atau disediakan siswa.

Ketersediaan sumber belajar ataupun kemudahan nan diperlukan akan menunjang keberhasilan pencapaian tujuan penerimaan secara optimal. Maka dari itu karena itu mata air belajar dan akomodasi harus diupayakan oleh pihak sekolah guna optimalisasi belajar secara kelompok.


g.



Latihan dan tugas

Untuk memperkuat hasil kerja atau hasil membiasakan kerumunan, suhu harus memberikan tugas dan latihan pada semua peserta secara cucu adam nan diorganisasi secara efektif dalam belajar kerubungan.


2.



Kegiatan inti dalam pembelajaran kelompok

Metode yang sering digunakan dalam belajar kerumunan adalah metode diskusi. Metode ini membina pelajar lakukan belajar secara sistematis berdasarkan plong prosedur yang harus ditempuh. Metode diskusi ini lagi perlu ditunjang oleh metode lain sebagai halnya syarah dan wawanrembuk. Berikut contoh prosedur pembelajaran kelompok dengan metode diskusi.

Pada kegiatan pendahuluan guru dapat menyampaikan tujuan yang dicapai dan topik pembelajaran yang akan dibahas internal kegiatan gerombolan. Langkah berikutnya guru mengelompokkan pesuluh sesuai tolok dan memberikan penjelasan sreg siswa adapun strata belajar. Setelah semua siswa memahami tugas dan kegiatan yang harus dilakukan kerumahtanggaan kelompok, selanjutnya pesuluh melakukan urun pendapat bagaikan kegiatan inti pendedahan dengan langkah-langkah laksana berikut.


Mula-mula

, merumuskan komplikasi beralaskan topik pembahasan dan tujuan penerimaan oleh pelajar di sumber akar bimbingan guru.


Kedua

, mengidentifikasi kelainan atau sub-submasalah berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan.


Ketiga,


analisis masalah beralaskan sub-submasalah. Kerumahtanggaan tahap ini siswa dikondisikan secara inddividu dalam kerumunan buat menjawab tanya dan persialaan setakat mencapai suatu tenang dan tenteram lakukan menjawab persoalan gerombolan.


Keempat,


menyusun laporan makanya per kelompok.


Kelima,


melaporkan hasil urun pendapat kerubungan kecil pada seluruh kelompok dilanjutkan diskusi kelas bawah yang langsung dibimbing oleh temperatur berbarengan melaksanakan penguatan pemahaman konsep dan prinsip nan diperoleh dari diskusi.

Pada akhir kegiatan, murid di bawah arahan guru menyimpulkan hasil diskusi berdasarkan maslaah dan sub-submaslah. Sejauh kegiatan gerombolan guru mudahmudahan memonitoring, dan memberi bimbingan atau bantuan apabila keramaian mengalami hambatan ataupun kesulitan dalama mengerjakan tugas gerombolan. Di samping itu, suhu juga perlu memberi senawat dan perasaan biar pembelajaran optimal. Dengan perhatian dan bimbingan guru, siswa akan bisa mengamalkan kegiatan secara efektif dan efisien.


C.



Pembahasan Materi Pelajaran privat Pembelajaran Orang per orang

Kegiatan pembelajaran perseorangan dapat membantu proses penerimaan yang membidik pada optimalisasi kemampuan siswa secara cucu adam. Implementasi KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), yang di dalamnya mencengam implementasi jenis kurikulum, menuntut adanya penyesuaian pembelajaran dengan potensi peserta. Keberagaman kurikulum adalah suatu kurikulum yang dapay memperluas, memperdalam, dan menyetarafkan dengan keragaman kondisi dan kebutuhan, baik menyangkut potensi pelajar atau lingkungan. Salah suatu pendekatan penelaahan yang memungkinkan boleh memfasilitasi aklimatisasi dengan potensi murid (diversifikasi kurikulum) adalah pembelajaran perseorangan. Dengan menerapkan pembelajaran oknum peserta boleh belajar secara optimal sesuai potensi nan dimilikinya.

Kegiatan pengajian pengkajian perseorangan ditujukan bikin manampung pengayaan dan perombakan (Depdikbud: 1990: 39). Program pengayaan (enrichment) wajib diberikan pada siswa yang mempunyai penampakan/ kemampuan yang melebihi dari teman sekelasnya. Proogram pengayaan dapat dilakukan oleh setiap siswa nan programnya disesuaikan dengan kondisi siswa dan sekolah yang bersangkutan.

Sementara itu kegiatan reformasi (remedial) dilaksanakan untuk membantu siswa nan kurang berdampak atau yang kinerja belajarnya di bawah umumnya kebalikan sekelasnya. Programa pembaruan juga disediakna utnuk pelajar yang ketinggalan pelajarannya karena tidak masuk dengan alasan izin atau remai.

Penelaahan perseorangan pada dasarnya dilandasi oleh prinsip-kaidah belajar tuntas (mastery learning). Puas biasanya pembelajaran orang seorang diterapkan dalam hidayah tugas
dan atau cak bimbingan. N domestik pelaksanaanya setelah menyampaikan maksud pembelajaran dan mengasihkan brifing adapun tahapan atau teknik belajar yang harus ditempuh oleh
pelajar (kegiatan awal pengajian pengkajian), persiapan selanjutnya (kegiatan inti ppembelajaran) yang dilaksanakan guru yakni sebagai berikut.


Pertama

, menjelaskan secara singkat materi pelajaran yang akan ditugaskan atau dilatihkan pada siswa.


Kedua

, menyerahkan benang kerja atau tugas. Pada tahap ini guru mengasihkan pimpinan atau arahan yang bersistem secara lisan dan tertulis. Selain itu, guru juga kiranya memberikan stimulus supaya peserta mampu berbuat interaksi dan asosiasi sehingga tugas bisa dilaksanakan secara optimal.


Ketiga

, memantau dan menilai kegiatan siswa, plong kesempatan ini temperatur memantau kegiatan yang dilakukan pesuluh dan memasrahkan arahan apabila suka-suka yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas/ latihan.

Pada akhir kegiatan pendedahan, guru memberikan dan menilai tugas yang mutakadim dikerjakan murid serta menyerahkan balikan terhadap pekerjaan murid. Selain itu suhu juga dapat membuat kesimpulan bersama-sebabat pelajar tentang latihan nan ditugaskan.

Selama kegiatan berlantas, guru seharusnya banyak memberikan penguatan terhadap kegiatan dan hasil nan dicapai siswa sehingga perhatian siswa terhadap kegiatan belajar akan meningkat. Selain itu, melintasi penstabilan guru boleh membangkitkan dan memelihara cemeti belajar siswa, boleh mengontrol, dan memodifikasi tingkah larap siswa nan kurang baik, serta bisa mendorong munculnya tingkah laku nan produktif.

Kegiatan Belajar 3

KEGIATAN Pengunci DAN TINDAK LANJUT Pembelajaran

Kegiatan penghabisan dan tindak lanjut pembelajaran dilakukan cak bagi kredibel guru terhadap penugasan kompetensi maka dari itu siswa dan upaya pemantapan penguasaan kompetensi nan diharapkan.


A.



Kegiatan Penutup Pembelajaran

Kegiatan
akhir pembelajaran lain hanya diartikan bagaikan kegiatan untuk menutup pelajaran, akan tetapi yang lebih bermanfaat adalah untuk
mengetahu perebutan siswa terhadap kompetensi nan diterapkan. Dengan melakukan kegiatan pengunci pembelajaran, guru akan mengetahui kompetensi yang sudah dan nan belum dikuasai makanya siswa. Kegiatan yang boleh dilakukan guru adalah memberikan tes, baik lisan maupun tertulis. Selain itu temperatur melakukan kegiatan akhir pembelajaran mudah-mudahan pelajar memperoleh gambaran yang utuh
akan halnya trik-pokok materi yang telah dipelajarinya. Kegiatan tersebut berupa kegiatan meninjau kembali penaklukan siswa.


1.



Meninjau kembali penugasan siswa

Untuk meninnjau penguasaan siswa terhadap materi nan telah dipelajari siswa, suhu dapat berbuat dua cara yaitu merangkum (menyimpulkan) pokok materi atau membuat ringkasan materi pelajaran. Kegiatan merangkum alias mengijmalkan sebaiknya dilakukan oleh pelajar di bawah didikan guru, sehingga bilamana siswa membuat ringkasan atau ikhtisar itu salah atau kurang abstrak, maka master dapat membetulkan atau memenuhi rangkuman maupun ringkasan yang dibuat murid. Dalam melaksanakan kegiatan membuat ringkasan atau ringkasan, hendaknya memperhatikan standar berikut.


a.



Menumpu plong transendental hasil berlatih dan kompetensi radiks


b.



Singkat, jelas dan bahasa (tulisan/ lisan) mudah dipahami


c.



Kesimpulan/ rangkuman/ ringkasan tidak keluar terbit topik yang telah dibahas


d.



Dapat menggunakan waktusesingkat kelihatannya

Plong dasarnya kegiatan meninjau kembali penguasaan siswa ini dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan ini dapat dilakukan pada setiap penggal kegiatan maupun setelah satu topik dibahas. Selain cak bagi memantapkan penundukan petatar terhadap pokok-siasat materi yang dipelajari, rangkuman atau ringkasan akan lampau berguna sekali bagi petatar yang tidak n kepunyaan buku
sumber atau siswa yang lambat belajar mareka karena bisa mempelajarinya kembali.


2.



Melaksanakan penilaian

Melalui kegiatan penilaian intiha, guru akan mengetahui tercapi tidaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa. Makanya karena itu guru perlu memiliki kemampuan dalam menilai hasil membiasakan peserta. Bakal memaklumi penguasaan siswa, guru dapat memberikan pemeriksaan ulang atau lamar siswa membuat ikhtisar ataupun kesimpulan dari materi yang telah dibahas.

Mengasihkan tes yaitu keseleo suatu kegiatan yang sering dilakukan guru. Untuk itu, guru perlu memiliki kemampuan mengembangkan organ evaluasi untuk mengukur hasil belajar siswa. Tes nan dilakukan puas akhir pembelajaran disebut tes penghabisan (post test), yaitu tes yang ditujukan untuk mengetahui tingkat penguasaan pesuluh terhadap materi yang telah dipelajari.

Temperatur teristiadat mengidentifikasi kegiatan teknikyang dianggap tepat untuk menilai penaklukan siswa karena waktu yang cawis untuk kegiatan penghabisan dan tindak lanjut relatif pendek. Apabila waktu yang dimiliki tidak banyak, guru dapat menunjuk beberapa murid yang dinggap representatif (mewakili) seluruh siswa cak bagi menjawab pertanyaan secara lisan ataupun membuat kesimpulan. Atau apabila waktunya cukup banyak dan memadai, suhu dapat mengamalkan penilaian secara termasuk.


B.



Melaksanakan kegiatan tindak lanjut penerimaan

Berdasarkan hasil kegiatan penutup, guru dapat memahami tingkat keberhasilan pendedahan yang mutakadim dilaksanakan. Bersumber hasil tes, hawa bisa mengetahui ketercapaian tujuan penataran oleh siswa baik secara individual maupun kelas. Dengan mengkritik penguasaan siswa, guru perlu berbuat kegiatan tindak lanjut. Kegiatan tindak lanjut penerimaan bisa dilakukan di luar jam kursus seasuai dengan alokasi perian yang tersedia. Pada prinsipnya, kegiatan tindak lanjur pembelajaran dilaksanakan bakal memaksimalkan hasil berlatih pesuluh. Berikut ini kegiatan tindak lanjut penelaahan yang dapat dilakukan oleh guru seumpama tersebut.


1.



Mengasihkan tugas atau les nan harus diselesaikan di rumah

Dalam memberikan tugas dan latihan, guru teradat memperhatikan periode nan cawis dan kemampuan yang dimiliki petatar. Pemberian tugas enggak boleh menerobos batas kemampuan siswa, sebab dapat takhlik siswa frustasi, jenuh terlebih dapat menurunkan cemeti serta minat belajarnya. Oleh karena itu, belas kasih tugas harus bersendikan pada perencanaan nan efektif dan terpadu. Artinya setiap rahmat tugas harus mendekati puas kompetensi yang dicpai dan berarti bagi petatar. Tugas yang diberikan siswa harus fleksibel dan wajib diintegrasikan (terpadu) dengan mata kursus yang tak.

Ada beberapa hal nan perlu diperhatikan guru dalam memberikan tugas kepada siswa.
Pertama, suhu seharusnya menentukan dan memnjelaskan secara singkat mengenai topik tugas yang dikerjakan oleh siswa.
Kedua, suhu perlu menjelaskan tentang tahapan tugas-tugas nan harus diselesaikan
beralaskan lembaran tugas. Suhu semoga mmemberikan bayangan alternatif penuntasan tugas tersebut.
Ketiga, guru memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya adapun tugas nan belum dipahaminya. Temperatur hendaknya menonjolkan tentang patokan dan batas waktu penyelesaian tugas tersebut.
Keempat, suhu menjelaskan tentang proses penyelesaian tugas apakah dilaksanakan di sekolah alias di flat, sesuai karakteristik tugas yang bersangkutan.
Kelima, murid diminta untuk mengerjakan dan menyerakan tugas sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
Keenam, guru harus menyelidiki dan ceratai setiap tugas yang diberikan. Dengan membahas dan memeberikan balikan terhadap hasil tugas nan dikerjakan, siswa akan memafhumi kemenangan tugas yang dikerjakannya maupun kesalahan nan harus diperbaiki. Pembahasan hasil tugas ini pula dapat dilakukan bersama-sekufu siswa melintasi presentasi dan diskusi hasil tugas. Hal
ini akan memberikan cambuk kepada siswa untuk mengerjakan dengan makin baik tugas berikutnya.


2.



Meributkan pun bahan pelajaran yang belum dikuasai oleh murid

Berpangkal hasil evaluasi yang dilakukan, guru mencerna kemampuan yang sudah dan yang belum dikuasai peserta. Ibarat tindak lanjut pecah adanya kemampuan yang belum dikuasai sisw, suhu agar merancang kegiatan bikin kondusif siswa menguasai kemampuan yang belum dikuasai tersebut. Ada dua kebolehjadian kegiatan yang boleh dilakukan suhu untuk kontributif petatar menguasai kompetensi nan belum dikuasainya.
Pertama, membahas kembali materi yang belum dikuasai siswa pron bila itu juga apabila waktunya terhidang. Atau,
kedua, membahas kembali materi tersebut plong pertemuan berikutnya apabila membutuhkan waktu yang relatif lama. Bakal pembahasan kembali pada pertemuan berikutnya, guru sebaiknya menciptakan menjadikan desain tindak lanjur pembelajaran nan mencaplok rumusan tujuan atau kompetensi yang akan dicapai, kegaitan berlatih, evaluasi, serta sumber sparing yang diperlukan. Desain tersebut didasarkan dari hasil penilaian nan telah dilakukan.


3.



Membaca materi pelajaran tertentu

Kegiatan lain yang dapat dilakukan guru plong tahap tindak lanjut adalah memberikan tugas kepada petatar untuk membaca ki akal sumber pelajaran lain nan membahas topik yang sesuai dengan kompetensi nan diharapkan. Siswa nan belum menyelesaikan materi boleh ditugaskan bikin membaca kunci lain agar boleh memahami materi yang dibahas.
Serta murid yang sudah menguasai kompetensi, dapat ditugaskan membaca sumber resep tak buat memperluas wawasan terhadap topik yang telah dipelajari. Supaya tugas diselesaikan oleh pelajar secara optimal, maka guru sebaiknya mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa maupun mempersunting siswa mewujudkan makrifat hasil bacaannya. Perlu diperhatikan, bahwa kegiatan tindak lanjut ini tidak bisa dilaksanakan pada pelajar di inferior kurang karena pesuluh belum dapat membaca dengan lancar.


4.



Memberikan motivasi maupun didikan belajar

Di samping memberikan balikan terhadap pencahanan siswa, guru juga hendakknya memberikan bimbingan kepada siswa agar mereka mampu menyunting kekurangannya. Bimbingan tersebut boleh berupa pimpinan atau petunjuk yang jelas sehingga tugas nan diberikan dapat dikerjakan secara optimal oleh siswa. Balikan dan arahan ini akan menjadi motivasi alias dorongan kepada siswa bakal terus belajar.


5.



Menyorongkan tentang topik nan akan dibahas plong masa nan akan datang

Apabila hasil penilaian diketahui bahwa pesuluh sudah menguasai kemampuan yang telah ditetapkan, kegiatan tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah mengemukakan alias memberikan bayangan pada siswa tentang topik bahasan atau kompetensi nan akan dipelajari plong pertemuan yang akan hinggap. Kaidah ini dilakukan kerjakan membimbing atau mengarahkan siswa dalam kegiatan berlatih nan dilakukan di luar jam pelajaran dan diharapkan petatar akan mempelajari tambahan pula lewat di rumah materi yang akan dibahas pada persuaan berikutnya sebelum mengajuk pelajaran di sekolah. Bakal mendukung kegiatan tersebut guru perlu menerimakan alternatif kegiatan berlatih secara sistematis yang wajib dilakukan petatar di luar jam pelajaran. Selain itu dengan menyorongkan topik yang akan dibahas lega pertemuan berikutnya, diharapkan pesuluh akan berburu publikasi menerobos kendaraan alias sumber berlatih lainnya kerjakan dibahas sreg pertemuan tersebut.

Setelah guru menganggap kegiatan akhir dan tindak lanjut selesai dilaksanakan secara optimal dan sesuai waktu yang ditentukan maka guru lebih jauh menutup kursus. Apabila jam tutorial berlangsung pada jam yang paling pengunci maka harus dibiasakan siswa menutup tuntunan dengan sembahyang.

Demikian hal yang wajib dilakukan guru plong tahap kegiatan pengunci dan tindak lanjut. Sehubungan dengan hari nan relatif singkat pada tahap ini, maka perlu merencanakan serta melaksanakan kegiatan akhir dan tindak lanjut pendedahan secara efektif, efisien, fleksibel dan sistematis sehingga peserta memperoleh hasil belajar nan optimal.

Source: http://bringinputihbelajar.blogspot.com/2017/01/modul-4-kegiatan-pra-dan-awal.html

Posted by: skycrepers.com