Modul 8 Pembelajaran Ipa Di Sd

(1)

Sarana PEMBELAJARAN IPA



PENDAHULUAN

Mendengar kata media, Anda bagaikan primadona guru mungkin tertarik untuk

mengkajinya lebih jauh, alat angkut secara konseptual banyak pendapat yang muncul

menerimakan definisi tentang media. Atwi suparman (1977) mendefinisikan

media sebagai alat nan digunakan bikin menyalurkan pesan atau manifesto semenjak

pengirim kepada penerima wanti-wanti.

Intern aktivitas pembelajaran galibnya, ki alat dapat dapat didefinisikan

sebagai suatu yang dapat membawa informasi dan siaran internal interaksi

yang berlangsung antara guru dengan murid. Demikian pun dalam pembelajaran

IPA media yaitu alat yang membantu dalam memperjelas konsep dan

kognisi konsep IPA yang sedang dipelajari makanya peserta MI.

Awal media menjadi penting dalam proses pembelajaran IPA

dilatarbelakangi oleh kohesi siswa untuk melakukan eksplorasi lingkungan

belajarnya. Sehingga banyak media yang boleh digunakan oleh master dan murid

ketika terlibat intern proses belajar mengajar IPA, namun pemilihan wahana nan

digunakan sangat tergantung kepada konsep yang akan dipelajarinya, kondisi

sekolah, kemampuan serta keterampilan guru dalam memfasilitasi keberadaan

ki alat yang dibutuhkan.

Bagaimana dengan Anda setujukah dalam setiap penerimaan IPA

mengunkan ki alat ? Untuk lebih jelasnya Anda perlu mempelajarinya lebih

lanjur dalam kegiatan belajar pada BBM 8 ini.

(2)

Kegiatan Sparing I : Fungsi media kerumahtanggaan pembelajaran IPA di MI

Kegiatan Belajar II : Merancang dan membuat media pembelajarn IPA

MI

Setelah mempelajari BBM 8 ini, diharapkan Ia bisa :

a. Mendeskripsikan fungsi media n domestik penataran IPA

b. Merancang dan membuat sarana pengajian pengkajian IPA Mihun

Bikin membantu Anda dalam mempelajar BBM 8 ini, ada

baiknya diperhatikan beberapa ilham berikut ini :

1. Tangkaplah pengertian demi signifikasi melalui pemahaman sendiri

dan silih perhatian dengan mahasiswa lain maupun dengan tutor anda.

2. Untuk memperluas wawasan, baca dan pelajari sumur-perigi tak

yang relevan. Engkau bisa menemukan pustaka dari bilang sumber,

tersurat internet.

3. Mantapkan kesadaran Sira dengan mengamalkan latihan dan

menerobos kegiatan diskusi n domestik kegiatan tutorial dengan mahasiswa

lainnya alias teman seprofesi.

4. Jangan dilewatkan buat mencoba menjawab soal-tanya nan

dituliskan pada setiap pengunci kegiatan belajar, Peristiwa ini signifikan cak bagi

mengetahui apakah Anda mutakadim memahami dengan benar kandungan

bahan berlatih ini.

(3)

FUNGSI Sarana DALAM

PEMBALAJARAN IPA DI Kwetiau

A. PENGANTAR

Ketertarikan proses pembelajaran IPA, terjadi ketika guru mampu

mengeksplorasi beragam ki alat yang dapat diterapkan n domestik proses

pembelajannya. Ceramah misalnya menjadi lain terbawa karena dalam prosesnya

lain berlangsung studi pengetahuan, keterampilan ataupun sikap dengan

mempergunakan wahana dalam proses pembelajarannya.

B. Jabaran MATERI

Kata media berpangkal dari bahasa latin “ menengah” yang secara literal

berarti “ tengah” alias “pengantar.” Dengan kata lain sarana adalah cengkau atau

pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penyambut pesan. Menurut Gearlach &

Ely mengatakan bahwa media secara garis besar adalah orang, materi atau

kejadian nan membangun suatu kondisi yang membuat pelajar kreatif

memperoleh pengetahuan keterampilan atau sikap.

Galibnya para juru memiliki persamaan pendapat bahwa membiasakan IPA

yakni mempelajari akan halnya fenomena standard. Fenomena alam ini galibnya sudah

ada dalam pemikirian siswa selama dia berinetraksi dengan lingkungan. Sehingga

mereka sepantasnya telah memiliki pemahaman konsep sendiri tentang semua

fenomena bendera ini, namun belum karuan sama dengan pemahamn konsep para

sarjana, ini sering disebut sebagai miskonsepsi. Alat angkut pembelajaran dapat

berperan misal salah satu alat yang menjembatani antara konsepsi yang sudah

dimiliki siswa dan konsep baru / konsep para jauhari yang dipelajarinya melewati

paradigma penerimaan konstruktivis. Temperatur penganut reaktif konstruktivis akan

meningggalkan metode ceramah, dan beralih pada metode yang dapat

(4)

mengaktifkan siswa bikin memperoleh pengetahuan atau laporan sendiri. Hal

ini sahaja dapat terlakasana dengan baik bila tersedia alat angkut penelaahan yang

sesuai dengan kebutuhan pelajar.

Kendaraan pembelajaran yang dikemas dengan baik dapat menghirup perhatian

siswa dan memotivasi siswa lakukan membiasakan serta mengingatkan pula akan

pemberitahuan dan keterampilan nan sudah lalu dipelajari. Ki alat pembelajaranpun

bisa menggerutu sekali lagi antara konsep-konsep yang sudah lalu diketahui

dengan konsep-konsep yang akan dipelajari. Dengan demikian keberadaan media

pendedahan berfungsi sebagai gawai bantu ataupun media pencekokan pendoktrinan dapat

berfaedah bagi peserta bikin memperoleh informasi dan memperjelas informasi.

Belajar tidak selamanya bersentuhan dengan situasi-situasi yang konkrit, baik

dalam konsep maupun faktanya. Bahkan dalam realitasnya seringkali bersentuhan

dengan hal-peristiwa yang bersifat komplek, maya dan berada di balik realitas. Oleh

karena itu, media mempunyai andil bikin menjelaskan sesuatu yang berperangai

abstrak. Ketidakjelasan atau kerumitan korban ajar dapat dibantu dengan sarana

yang boleh mewakili kehilangan suhu dalam mengkomunikasikan materi

pelajaran.

Peran media menjadi tidak jelas ketika kendaraan yang digunakan tidak sejalan

maksud pembelajaran yang dibuat ataupun dirumuskan maka itu suhu. Oleh karenanya

pamrih penerimaan harus menjadi ukuran untuk menentukan kendaraan apa nan

paling cocok digunakan internal proses penerimaan di kelas.

Sampa sepanjang mana dan hingga seberapa berfaedah peran media intern

proses penelaahan ?

Dalam proses pembelajaran, fungsi alat angkut menurut Sudjana (1991) merupakan

sebagai berikut :

1. Pengguna media dalam proses berlatih mengajar bukan merupakan kurnia

tambahan, tetapi punya khasiat sendiri andai gawai sokong buat

mewujudkan situasi sparing mengajar yang efektif.

2. Penggunaan media pembelajaran merupakan bagian yang integral berbunga

keseluruha situasi mengajar. Ini berarti behwa media pengajaran

(5)

3. Media internal pencekokan pendoktrinan, penggunaannya bertabiat koheren dengan tujuan

dan isi tutorial.

4. Konsumen media dalam penataran bukan semat-indra penglihatan andai alat

hiburan yang digunakan hanya sekedar melengkapi proses belajar

mengajar meski lebih menarik pikiran siswa.

5. Penggunaan media pembelajaran lebih diutamakan untuk mempercepat

proses belajar mengajar dan membantu siswa n domestik menangkap

pengertian yang diberikan guru.

6. Penggunaan media pembelajaran diutamakan bikin mempertinggi dur

membiasakan mengajar.

Saat guna media pengajaran itu diaplikasikan pataka proses belajar

mengajar, maka peranannya bak berikut :

a. Media yang digunakan suhu sebagai pemancar bermula keteragan terhadap suatu

bahan yang guru berikan di dalam kelas.

b. Media bisa menyodorkan persoalan untuk dikaji lebih lanjut dan

dipecahkan oleh para siswa dalam proses pembelajaran, minimal lain guru

dapat mem[eroleh media sebagai sumber pertanyaan alias stimulasi belajar

bagi siswa.

c. Media sebagai sumber sparing murid, media sebagai alamat konkrit

berisikan bahan yang harus dipelajari oleh peserta, baik spesial maupun

kelompok. Kekonkritan sifat wahana suntuk membantu guru lega saat

menjar IPA di kelas.

Pemakaian wahana intern pembelajaran menurut Faturochman (2007)

adalah sabagai berikut :

a) Menganjur perasaan siswa

b) Mendukung mempecepat kesadaran internal proses penataran

c) Memperjelas penyajian wanti-wanti agar tidak bersifat verbalitis

d) Mengatasi keterlibatan ruang

e) Pebelajaran bertambah komunikatif dan produktif

(6)

g) Menhhilankgna kebosanan siswa dalam membiasakan

h) Meningkatkan cemeti petatar n domestik mempelajari sesuatu dan menimbulka

gairah belajar

i) Meningkatkan kodrat keaktifan dan keterlibatan siswa n domestik kegiatan

pembelajaran.

Mencela penjelasan tadi, bagaimanapun guru harus memiliki

kesadaran terhadap sarana, dan dapat memanfaatkannya secara tepat. Oleh

karena itu, guru perlu menentukan media secara terencana, efektif, efisien juga

sesuai dengan kebutuhan siswa dan sasaran bimbing yang akan diberikan di madrasah.

Kaidah pemilihan media pembelajaran nan akan digunakan di madrasah,

hendaknya memperhatikan hal berikut ini sebagaiman dikemukakan oleh Sudjana

(1991) :

 Menentukan jenis wahana dengan tepat, artinya hawa harus dapat memilih

media manakah yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang akan

diajarkan

 Menentukan atau mempertimbangkn subyek dengn tepat, artinya mesti

diperhitungkan apakah penggunaan wahana itu sesuai dengan tingkat

kematangan ataupun kemampa peserta.

 Menyuguhkan media dengan tepat, artinya teknik dan metode penggunaan

media kerumahtanggaan pembelajaran harus disesuiakan dengan intensi, bahan,

metode, waktu dan sarana pendukung lainnya.

 Memangkalkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan kejadian

yang tepat, artinya pada saat dan kerumahtanggaan situasi bagaimana kendaraan pembelajran

itu digunakan, agar eksploitasi alat angkut itu punya kontrol dan tujuan

yang jelas.

Bagaimana menurut anda ? dengan penjelasan tadi dia telah memperoleh

pemahaman mengenai eksploitasi media pada proses pembelajaran, tentu doang

andapun tentunya dapat menggunakan media pembelajaran itu lega setiap

(7)

Apabila anda dalam pengadaan alat angkut itu mewujudkan seorang bersama

dengan peserta di madrasah hendaknya perhtikan pertaanyaan berikut ini :

 Apakah bahan dasarnya tersedia atau mudah diperoleh ?  Apakah radas pembuatannya tersedia ?

 Apakah pembuatannya tidak terlalu rumit ?

 Apabila menghadapi kesulitan, apakah ada turunan nan dapat

dimintai sambung tangan ?

 Apakah mudah internal penggunaannya maupun malah membahayakan

?

 Apakah tersedia dana untuk membuatnya ?

Ki alat pembelajaran IPA merupakan radas yang sangat dibutuhkan oleh

hawa IPA bagi mendukung siswa dalam mengerti suatu konsep saat belajar

IPA, terutama media nan dapat dioperasionalkan sendiri oleh siswa. Bak alat

bantu, keefektifan dalam penggunaan media itu sendiri habis tergantung puas

kemampuan guru dalam menggunakan dan memfasilitasi media itu sendiri. Kendaraan

pendedahan digunakan untuk mengambil alih sebagian osean peran hawa sebagai

pemberi pesiaran atau pemberi materi pelajaran.

Jadi secara umum sarana pembelajaran nan digunakan dalam proses

pembelajaran IPA berfungsi kerjakan :

a. Alat bantu lakukan mewujudkan situasi berlatih dan mengajar yang efektif

b. Putaran integral dari keseluruhan kejadian mengajar

c. Meletakan bawah-pangkal yang konkrit dan konsep yang teladan sehingga

dapat mengurangi kognisi nan bersifat verbalisme.

d. Menggalakkan motivasi belajar siswa

Kendaraan pebelajaran yang dapat digunakan hawa untuk kondusif

(8)

1. Benda-benda konkrit atau nyata.

Benda-benda konkrit yaitu benda barang apa adanya maupun benda asli tanpa

transisi. Dengan memperalat benda konkrit, kualitas pembalajaran IPA akan

meningkat karena siswa tidak semata-mata berlatih barang IPA tapi juga memperoleh

pegetahuan IPA melangkahi keterampila proses sains. Contoh wahana benda konkrit

adalah gabungan listrik, mahluk hidup seperti tumbuhan dan hewan, pesawat

tercecer, benda padat seperti mana batu, benda cair seperti air dan benda tabun sebagai halnya

asap. Benda-benda di atas dapat dibawa ke dalam papan bawah lakukan diamati.

Diklasifikasikan, diukur, dan dipelajari melalui proses sains lainnya.

Gb. Benda Konkrit

2. Mileu Duaja

Buat mengenal lingkungan alam, pesuluh dibawa ke tempat objek yang

akan dipelajari berada atau hidup. Metode belajar begitu juga ini sering disebut

(9)

memperhatikan babak-adegan tanaman atau gerakan air di parit untuk mengamati

dominasi gaya gravitasi terhadap benda-benda di dunia.

Gb. Mileu Alam

3. Kit IPA

Perangkat IPA ini terletak di n domestik suatu peti. Peti ini sakti perangkat bantu

belajar IPA yang pelalah dijumpai di dalam sebuah laboratorium. Alat-perlengkapan

makmal ini dapat digunakan oleh guru untuk didemonstrasikan atau

tergarap koteng oleh siswa. Di intern Kit IPA terdapat bilang benda seperti

tabung reaksi, gelas ukur, corong, pipet tengguli dan sasaran kimia tertentu misal HCl,

H2SO4 dll.

(10)

4.Charta, Slide Gambar hidup, dan Film

Charta dan slide gambar hidup dapat membantu guru dalam membelajarkan siswa

adapun benda, ogan bodi ataupun mahluk nasib yang jauh terbit mileu pesuluh.

Gambar hidup boleh membantu murid bikin memaklumi bermacam ragam ekosistem manjapada seperti

padang jukut, padang kersik halus, hutan hujan angin basah, tundra, laut dan sebagainya yang

letaknya jauh berpokok mileu sekitar siswa. Selain itu film-film tentang hewan

akan mengganjur perhatian siswa dan member motivasi pada peserta buat belajar dan

menanya.

Gb. Charta

5. Film Animasi

Film animasi mengenai fotosintesa, aliran talenta ataupun proses pencernaan

alat pencernaan dapat lebih mudah dipahami siswa dibandingkan bila konsep-konsep

tersebut diinformasikan kepada siswa dengan menggunakan metode orasi.

Fotosintesa, peredaran darah dan proses Pencernaan makanan yakni konsep

yang bersifat khayali, sehingga film animasi dapat mendukung siswa untuk

(11)


6.



Model

Teladan merupakan gambaran tulangtulangan asli dari benda tiga dimensi. Misalnya

acuan paru-paru yang dapat dioperasikan oleh siswa kiranya memahami prinsip kerja

paru-paru manusia dan apa yang menyebabkan rabu mengembang dan

mengempis.

Gb.Model Cara Kerja Alat pernapasan


7.



Torso

Torso adalah arketipe rincihan tubuh manusia terbuat dari korban sintetik

substansial plastik maupun gip, Torso memudahkan pesuluh untuk mempelajari anatomi

bodi insan.

Gb. Torso Raga manusia

(12)

8. Globe

Globe atau bola manjapada yaitu sepersaudaraan peta. Plong globe terwalak pendistribusian

lautan dan daratan serta bisa diputarkan seperti marcapada. Globe cak acap digunakan

untuk membantu pesuluh dalam belajar Mantra Pengetahuan Bumi dan Antariksa

(IPBA) seperti letak suatu ajang di bumi, gerhana surya maupun bulan.

Gb. Globe

9. Infokus dan Reflektor

Peralatan ini n kepunyaan banyak keistimewaan.

(13)

Infokus dapat digunakan cak bagi memperbesar rang dari transparan atau buku,

dan menjadi kodak nan boleh mengilustrasikan suasana internal kelas.

Dengan infokus guru bisa mencontohkan barang apa sesuatu yang tedapat intern

layar computer atau video disk ke layar lebar.

10. Komputer

Komputer nan dihubungkan dengan benang besi telepon dapat digunakan murid

untuk mencari keterangan melintasi jaringan ambai working alias internet. Melalui

internet, pesuluh dan guru dapat mencari bahan serta informasi mengenai sains mulai sejak

seluruh Negara bahkan bumi. Misalnya detik siswa mempelajari adapun cuaca,

siswa dapat mencari curah hujan abu, kecepatan angin bermula berbagai tempat tanpa

Gb. Komputer

harus meninggalkan ruang kelas. Internet lagi bisa meningkatkan kecekatan

nanang siswa melalui warta nan diperoleh. Bahkan dengan fasilitas ini para

siswa bisa saling menoleh informasi melalui e-mail atau tembusan elektronik pecah

(14)

11. Lup dan Lup

Mikroskop digunakan untuk mengamati sasaran-objek yang tidak teramati

dengan mata telanjang, padahal kaca pembesar untuk melihat benda-benda

yang kurang jelas jika dilihat dengan ain telanjang, begitu juga tepung sari bunga.

Gb. Mikroskup

C. LATIHAN

Jawablah pertanyaan di pangkal ini :

1. Apa yang dimaksud dengan media penelaahan IPA ?

2. Apakah faktor yang mempengaruhi efektivitas pendayagunaan media ?

3. Kok media menjadi utama kerumahtanggaan pembelajaran IPA ?

Pacak-rambu jawaban latihan

1. Kerumahtanggaan pembelajaran IPA kendaraan merupakan alat yang membantu dalam

memperjelas konsep dan pemahaman konsep IPA nan semenjana dipelajari

oleh siswa MI.

2. Fungsi privat penggunaan alat angkut itu seorang lampau tergantung sreg

(15)

3. Media menjadi signifikan dalam proses penataran IPA dilatarbelakangi maka dari itu

kohesi peserta untuk melakukan eksplorasi lingkungan belajarnya.

Sehingga banyak media yang dapat digunakan makanya guru dan siswa saat

terlibat dalam proses berlatih mengajar IPA.

D. Ikhtisar

Media pembelajaran adalah alat yang sangat kontributif internal proses

pembelajaran IPA, kaitanya dengan memperjelas konsep dan pemahaman konsep

yang madya dipelajari oleh pesuluh MI

Tingkat keefektivan pengusahaan media sangat tergantung pada kemampuan

guru dalam menggunakan dan memfasilitasi media itu seorang.

Media menjadi penting dalam proses pembelajaran IPA dilatarbelakangi oleh

ketertarikan siswa bikin melakukan eksplorasi lingkungan belajarnya. Sehingga

banyak media yang dapat digunakan maka dari itu guru dan petatar detik terlibat kerumahtanggaan

proses belajar mengajar IPA, sekadar pemilihan sarana yang digunakan sangat

tergantung kepada konsep yang akan dipelajarinya, kondisi sekolah, kemampuan

serta keterampilan hawa dalam memfasilitasi keberadaan media yang dibutuhkan.

E. Validasi FORMATIF (1)

A. IPA yaitu materi pembelajaran yang menggandeng

B. Kohesi peserta untuk melakukan eksplorasi lingkungan belajar

C. Memotivasi temperatur privat menjalankan tugas mengajar

(16)

3. Dalam proses pembelajaran IPA di madrasah, pemilahan media

pembelajarannya akan terampai kepada hal berikut, kecuali……

A. Kondisi sekolah

B. Konsep yang akan dipelajari

C. Kemampuan dan keterampilan guru

D. Tembung belajar peserta

4. Keefektifan dalam penggunaan media itu koteng sangat tergantung pada

……

A. Kemampuan temperatur dalam menggunakan dan memfasilitasi kendaraan itu

sendiri

B. Keterlibatan kepala sekolah dalam mempasilitasi kegiatan pembelajaran

IPA

C. Semua fasilitas pendukung cukup tersedia di Madrasah Ibtidaiyah

D.Masyarakat dalam hal ini ayah bunda siswa memberikan penghargaan

terhadap penggunaan media di madrasah

5. Kognisi petatar terhadap berbagai spesies konsep ideal dalan IPA

misalnya proses penccenaan makanan, ketika akan mempergunakan alat angkut

6. Media menjadi berfaedah dalam proses pembelajaran IPA dilatarbelakangi

maka dari itu …

A. Kemampuan peserta madrasah sangat bergam

B. Karakteristik murid umum berbeda

(17)

D. Ketertarikan siswa bakal melakukan eksplorasi

7. Keefektifan dalam pemanfaatan media sangat tergantung pada ……

A. Kemampuan guru dalam menggunakan dan memfasilitasi wahana itu

sendiri

B. Keragaman minat dan ketertaikan murid terhadap materi IPA

C. Ketangkasan hawa dalam menyiapkan media pembelajaran

D. Rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas guru

8. Torso adalah lengkap potongan bodi anak adam terbuat berbunga bahan sintetik

berupa plastik atau gip, Torso melampiaskan siswa bakal mempelajari …..

A. Anatomi tubuh manusia.

B. Pergerakan pesawat

C. Pertumbuhan tanaman

D. Pengukuran besaran

9. Media pembelajaran bisa dikatakan sebagai organ bantu sparing yang efektif

bagi siswa apabila……..

A. Media penataran IPA yang sangat baik dan berharga mahal

B. Berbenda menghubungkan konsep dan memberikan imformasi

siaran IPA

C. Boleh di panggul kemana-mana sehingga memudahkan dalam

penggunaannya

D. Dibuat bersama-sama dengan siswa baik secara individual ataupun

kelompok

10. Mandu pemilihan media pembelajaran yang akan digunakan di madrasah,

(18)

A. Suhu harus boleh memilih kendaraan manakah yang sesuai dengan pamrih

dan bahan pelajaran yang akan diajarkan

B. Terlazim diperhitungkan apakah pengusahaan wahana itu sesuai dengan

tingkat kematangan ataupun kemampa pesuluh.

C. Teknik dan metode eksploitasi wahana dalam pembelajaran harus

disesuiakan dengan tujuan, incaran, metode, waktu dan kendaraan

pendukung lainnya.

D. Menaruh atau menunjuk-nunjukkan sarana pada waktu, medan dan

situasi yang tepat, artinya kapan dan dalam situasi bagaimana media

pembelajaran itu

F. BALIKAN DAN TINDAK LANJUT

Cocokkan hasil jawaban Ia dengan kunci jawaban Testimoni Formatif 1 nan

cak semau plong bagian belakang target belajar mandiri ini. Hitunglah jawaban Beliau

yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat

penguasaan Ia terhadap materi Kegiatan Belajar 1

Rumus :

Jikalau engkau menjejak tingkat penguasaan 80 % ke atas, maka Anda dapat

meneruskan dengan kegiatan Sparing 2.
Bagus ! Akan tetapi apabila tingkat

penguasaan Anda masah di dasar 80 %, Anda harus mengulang Kegiatan Belajar

(19)

MERANCANG DAN MEMBUAT MEDIA

Pendedahan IPA MI

A. PENGANTAR

Beraneka rupa media yang ditawarkan, namun alat angkut itu lain akan memberikan

keistimewaan ketika enggak digunakan laksana perantara kerumahtanggaan penyampaian

bahan-bahan instruksional untuk memudahkan dalam penacapaian tujuan penelaahan

di Madrasah.

Dalam bilang konotasi mengenai ki alat penataran sudah tersirat

tujuannya adalah untuk membantu guru n domestik membentangkan pesan-wanti-wanti secara

lebih mudah kepada siswa sehingga siswa dapat mengendalikan pesan-pesan tersebut

secar cepat dan akurat. Kembali menhindarkan semenjak gejala verbalisme, yaitu

mengetahui kata-kata, tetapi bukan memahami arti dan maknanya.

Master n kepunyaan peran yang cukup besar kerumahtanggaan memfasilitasi media

setiap bisa jadi akan menerimakan pendedahan IPA di Madrasah Ibtidaiyah, maka dari itu

karena itu, baiknya guru mampu merancang dan bersama-sama sekali lagi mebuat dan

menunggangi media pembelajaran.

B. Uraian MATERI

Kendaraan penerimaan IPA merupakan segala sesuatu yang boleh digunakan

bikin mengantarkan atau menyampaikan wanti-wanti, substansial bilang pengetahuan,

kecekatan dan sikap kepada siswa sehingga mereka boleh menangkap,

memahami dan memiliki pesan, makna yang disampaikan itu.

(20)

Secara singularis media penataran IPA yang digunakan mempunyai

harapan :

1. Memberikan fasilitas kepada petatar bagi lebih memaklumi konsep,

prinsip, sikap dan kegesitan tertentu dengan memperalat media yang

paling tepat menurut karakteristik materi nan akan disampaikan.

2. Menyerahkan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga

lebih menstimulasi siswa untuk belajar.

3. Memaksimalkan sikap dan keterampilan tertentu bagi menggunakan atau

mengoperasikan media tertentu.

4. Menciptakan situasi belajar yang bukan dapat dilupakan oleh siswa.

Prinsip penyortiran suatu media, dilakukan sebelum mengemudiankan cak bagi

menunggangi media tertentu dalam satu kejadian pembelajaran, seorang guru

mesti mencerna kaidah-cara ataupun faktor-faktor nan harus dipertimbangkan

privat memilih dan menetukan media pembelajarannya.

Akan halnya pendirian pemilihan sarana penerimaan IPA adalah sebagai berikut

:

1. Memilih kendaraan harus berdasarkan pada pamrih pembelajaran dan bahan

pembelajaran nan akan disampaikan.

2. Memintal media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan pesuluh

3. Memilih ki alat harus disesuaikan dengan kemampuan guru, baik dalam

pengadaan ataupun penggunaannya

4. Memilih wahana harus disesuaikan dengan kejadian dan kondisi atau pada

musim, tempat dan situasi yang tepat.

5. Memilih alat angkut harus memaklumi karakteristik semenjak media itu koteng

Sementara itu faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih

alat angkut merupakan umpama berikut :

1. Kenetralan, artinya pemilihan sarana enggak didasarkan puas kegembiraan

pribadi, atau sekedar hiburan sehingga menghiraukan kegunaan dan

(21)

2. Situasi dan kondisi, pemilihan wahana harus disesuaikan dengan kejadian

pendedahan, artinya disesuaikan dengan metode, materi, serta lingkungan

sekolah dan inferior.

3. Kefektifan dan tepat guna pengusahaan artinya pemakaian sarana tidak

sahaja karena melaksanakan pelecok satu komponen pmbelajaran

tetapi apakah ki alat itu berguna bakal memudahkan penguasaan materi

bagi peserta.

Cukup banyak sarana varietas dan tulangtulangan media nan sudah dikenal saat ini,

dari yang terlambat sampai nan berteknologi tinggi, bermula yang mudah dan sudah

ada secara natural sampai kepada yang harus dirancang seorang maka dari itu guru

bersama-setolok dengan peserta.

Dilihat terbit jenisnya media dapat dibagi ke dalam alat angkut auditif, optis dan

wahana pandang dengar. Alat angkut auditif yakni sarana nan hanya mengandalkan

kemampuan kritik saja, seperti radio, cassette recorder, MP3. Media visual adalah

alat angkut yang saja mengandalkan indera penglihatan, pada media ini

menampilkan rajah atau bunyi bahasa yang begerak sinema strip, foto, gambar maupun

lukisan. Media audio visual yakni media yang mempunyai partikel suara dan

unsur rangka, media ini mempunyi kemampuan nan makin baik dibandng dengan

wahana visual dan alat angkut audio.

Dari pemaparan tadi sira boleh jadi berpikir bagaimana dengan media

yang dapat digunakan dalam pendedahan IPA khususnya di Madrasah Ibtidaiyah

? Buat mengarifi situasi itu baiknya beliau memafhumi betul tentang rancangan

pembuatan media nan tepat dan seia bakal digunakan guru internal proses

pembelajaran IPA.

Melihat alangkah besarnya peran media dalam proses pembelajaran IPA,

temperatur terkadang mengalami kesulitan ketika memfasilitasi sarana tersebut yang

secara kebetulan enggak tersedia di Madrasah. Oleh karena itu, master bagimanapun

harus kreatif bakal boleh membuatnya sekalipun berasal bahan-bahan yang terlampau

(22)

Lain cacat barang-barang yang bertaburan di mileu kita, dan

sepatutnya ada kalau kreatif dapat dimanfaatkan untuk dibuat menjadi kendaraan

pembelajaran IPA yang sederhana.

Pelajar secara bersama-ekuivalen dapat diajak serta bakal mencari

komoditas-barang bekas disekitar rumah, atau sekeliling Madrasah. Barang-barang-barang itu kemudian

dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan buat dapat dijadikan media

pembelajaran IPA primitif.

Guru dapat mengajarkan para murid untuk menghasilkan sebuah media

pembelajaran IPA keteter, tentu saja peserta akan senang saat mereka semua

terlibat dalam pembuatannya.

Gb. Barang Jebolan

Media pembelajaran IPA tercecer artinya yakni media tersebut terbuat

berpangkal barang-barang tamatan sama dengan botol arena minuman, kaleng bekas, jeliken

bekas, karet kerokot, kantong plastik dll. Bisa sekali lagi bahannya harus dibeli tapi

dengan harga nan terjangkau dan tidak mahal sebagaimana benang, perekat, pakis dll.

Sampai pembuatannyapun sederhana sehingga guru bisa menyertakan peserta kerumahtanggaan

proses pembuatannya.

Ketika media pembelajaran ini digunakan siswa menjadi senang karena

(23)

ragu-ragu atau takut momen secara lain sengaja wahana itu rusak karena jatuh, keinjak

dll. Persoalannya ki alat itu dibuat dari bahan eks dan murah juga mudah bagi

dapat diperbaiki.

Di intern pembelajarn IPA dengan pendekatan kesigapan proses hampir

pelahap diperlukan alat-alat pembelajaran. Alat pembelajaran dalam IPA terwalak

dua variasi, yaitu alat percoban dan alat peragaan. Yang dimaksud dengan alat

percobaan adalah perlengkapan-perangkat yang dipakai untuk melakukan percobaan, sedangkan

perabot peraga adalah untuk menunjukkan sesuatu pada saat mengajar IPA di kelas

mungkin kita tidak dapat menunjukkan peristiwa sepantasnya seumpama organ pencernaan

manusia harus mempergunakan paradigma.

Peluasan alat angkut pendedahan tersebut khusus untuk siswa madrasah

sebaiknya terbuat dari objek yang tidak mahal, tertinggal dan mudah di boleh dari

lingkungan, missal kotak alumnus, kaca plastik, pipet, karet gelang, botol-botol

bekas selai dan lain sebagainya.

Gb. Bahan Olahan

Ki alat penelaahan di madrasah enggak harus dibeli, sampai-sampai alat percobaan

atau peranti peraga IPA yang baik merupakan hasil imitasi siswa bersama master.

Bentuk gawai peraga nan dibuat sendiri jelas tidak akan sebagus yang dibeli,

(24)

Ketika membuat media pembelajaran, menurut Sudirman (1991) punya

biji praktis sebagai berikut :

 Meletakan dasar yang konkret mulai sejak konsep niskala sehingga dapat

mengurangi pemahaman yang bersifat verbalisme. Misalnya kerjakan

menjelaskan bagaimana sistem peredaran darah pada manusia digunakan

animasi atau film.

 Menyodorkan objek nan sesak besar yang tidak memungkinkan untuk di

bawa ke kerumahtanggaan inferior, misalnya wilayah perkebunan, pabrik pengolaan tiang,

bintang-bintang nan ki akbar. Misalnya mempergunakan foto-foto maupun

gambar.

 Memperlambat gerakan nan bersisa cepat alias menyeringkan persuasi yang

lambat. Gerakan yang terlalu cepat misalnya manuver pesawat terbang,

mekanisme kerja mesin, pergantian wujud zat, maupun metamorfosa, baiknya

mempergunakan slide komidi gambar.

 Karena informasi nan berasal dari satu sumber serta privat situasi dan

kondisi yang sama, maka dimungkinkan keseragaman pengamatan dan

persepsi siswa.

 Membakar motivasi bisa mengontrol dan mengatur waktu membiasakan

siswa.

 Boleh mengontrol dan mengatur waktu belajar siswa

 Memungkinkan pelajar berinteraksi secara sinkron dengan lingkungannya

(sumber belajar)

 Sasaran pelajaran dapat diulangi sesuai kebutuhan dan atau disimpan untuk

digunakan pada momen yang tak

 Memungkinkan lakukan menampilkan objek yang langka seperti peristiwa

gerhana matahari jumlah alias binatang yang hidup di kutub.

 Menampilkan objek yang sulit diamati maka itu alat penglihatan telanjang, misalnya

(25)

Prinsip ekspansi media pembelajaran adalah : (a) bisa mencecah

harapan ; (b) sesuai dengan karakteristik petatar; (c) mengasihkan kemudahan untuk

petatar privat membiasakan.

Syarat pengembangan wahana penataran IPA di Madrasah adalah :

mudah dilihat, menarik, terlambat, bermanfaat, benar, formal, turut akal geladak dan

integral. Adapun pertimbangan dalam pengembangan wahana pembelajaran,

Beliau kiranya memperhatikan pertanyaan berikut ini :

 Kok ingin menciptakan menjadikan media ?

 Apakah media yang dibuat akan membantu dalam sampai ke harapan

pembelajaran ?

 Bakal barangkali sarana tersebut ?

 Bagaimana karakteristik target (siswa madrasah) yang akan

menggunakan media itu ?

 Apa kemalangan siswa jika tidak memperalat kendaraan tersebut ?  Apakah materi itu sekata disajikan dalam jenis media tersebut ?

Model ekspansi wahana pembelajaran IPA bagaimanapun harus

terkait dengan rumusan patokan kompetensi sreg mata pelajaran IPA bakal Kwetiau,

yang lebih lanjut sira lakukan analisis terhadap materi IPA yang akan

disampaikan
(kajian instruksional).
Serentak dengan itu anda pula perlu

mengidentifikasi siswa Laksa sebagai rujukan cak bagi menentukan penunjuk

penerimaan bersendikan kompetensi dasar.

Lega waktu ia akan mengembangkan bentuk silabus dan secara integral

media pengajian pengkajian ditentukan, maka seyogiannya anda lakukan terlebih dahulu

pengembangan rancangan media penataran dan mentah setelah itu anda

kembangkan bagaimana media itu dapat diproduksi sendiri bersama dengan

(26)

Diagram. Transendental Pengembangan Ki alat Penataran

Beberapa ideal media pendedahan IPA sederhana yang boleh dibuat

sendiri makanya siswa bersama dengan guru dapat dilhat pada gambar berikut :

Alat bikin membuktikan air bila dipanaskan akan memuai dan bila didinginkan

akan menyusut. M erum uskan SK

M elakuan analisis inst ruksional

M engidentifikasi karakt erist ik sisw a

M erum uskan KD

Pengum pulan bahan pust aka

M engem bangkan Rancangan

M em produksi m edia Penerimaan

(27)

Perangkat kerjakan membuktikan bahwa udara ada dimana-mana

Radas lakukan membuktikan banyi dihasilakan oleh benda nan bergetar

Contoh instrumen percobaan yang dibuat dengan menggunakan objek keluaran dan

n kepunyaan nilai osean bagi siswa di madarasah. Beliau tentu semata-mata boleh

(28)

Percobaan 1 : Aturan-saifat air

Tujuan : Mengetahui bahwa air menempati rubrik

Alat dab Bahan :

1. Sebuah beling minum (jebolan aqua)

2. Sebuah batu

3. Air

Cara Kerja :

1. Ambil sebuah kaca minum letakan di atas meja

2. Masukkan ke kerumahtanggaan gelas tersebut sebuah batu

3. Tuangkan air erat sepenuh kaca

4. Dengan dua biji zakar jari pendamping, cabut batu dari gelas tersebut

5. Perhatikan pemukaan air dalam beling

Percobaan 2 : Rasam sisfat air

Maksud : mengetahaui bahwa air menempati ruangan

Perabot dab Sasaran :

1. Sebuah pot bening

2. Sebuah corong

3. Air

Pendirian Kerja :

1. Cabut sebuah botol bening yang kosong (sebenarnya vas kosong

(29)

2. Rampas sebuah corong atau perkakas lakukan memasukan air

3. Perolehan corong ke dalam mulut jambangan

4. Tuangkan air ke privat boto melangkaui corong

5. Perhatikan apakah air dapat masuk kedalam pot ?

6. Kini corong gotong perlahan, masukan air

sebanyak-banyaknya ke dalam pot, dapatkan air turut ke internal boto ?

Percobaan 3 : Interelasi lapisan kapling

Maksud : buat mengtahui susunan saduran tanah

Alat dan Bahan :

1. Secarik persil yang subur

2. Air yang bening

3. Sebuah gelas alias toples

Cara Kerja :

1. Pergilah ke pekarang madrasah ambilah secebis lahan yang subur

2. Ambilah sebuah gelas ataupun toples, isilah dengan air yang bening kir-kira

du pertiga putaran

3. Masukan segumpal tanah tersebut ke kerumahtanggaan beling atau toples yang telah

(30)

4. Diamkan bilang lama, amati bagaiman keadaan tanah dengan air nan

bercampur tadi.

5. Apakah ada penggalan yang terapungpermukan air ? apakah ada yang

termendak di asal kaca maupun toples ?

Percobaan 4 : Aturan-adat awan

Pamrih : kerjakan membuktikan bahwa udara menempati pangsa

Peranti dan Objek :

1. Kocek plastic berwarna putih

2. Balon karet

3. Botol kosong

4. Air

5. Corong

Pendirian kerja 1 :

1. Ambilah kantong plastik berwarna ikhlas, bukalah kantong plastik tersebut,

peganglah ujungnya. Tutup mulutnya, dengan memutar-mutar plastik yang

dipegang. Apakah nan nampak ? anda perhatikan kantung plastik

(31)

Cara kerja 2 :

Tiup balon reja secara perlahan, balon karet mengembang kendur, hembus lagi

(32)

Percobaan 5 : Awan intern persil

Maksud : utuk membuktikan bahwa di dalam persil terwalak mega

Alat dan Objek :

1. Gelas pintar air

2. Sepotong tanah

Cara Kerja :

Masukan segumpal tanah tandus ke privat degelas air. Perhatikan apa yang

terlihat di permukaan gelas. Adakah gelembung menaiki ke atas ? kalau ada, apakah

itu mega ?

Percobaan 6 : Sumber bunyi

Tujuan : mengetahui bunyi terjadi karena getaran

Alat dan Bahan ;

1. Kejai gelang

2. Piring seng yang cekung

3. Jidar

4. Kaleng bekas wadah roti

5. Seutas tali

Cara Kerja 1 :

(33)

2. Pasangkan karet gelang ditengah piring

3. Tarik dan lepaskan karet gelang itu, apakah anda mendengar suara ?

Mandu kerja 2

1. Letakan jidar plastik dipinggir bidang datar

2. Pegang ujung yang bersampingan pada kenap

3. Tekan abadi-kuat ujung penggaris yang lain dan lempar, adakah terdengar

(34)

C. LATIHAN

1. Coba anda untuk model pengajian pengkajian IPA sederhana bikin membuktikan

bahwa udara n kepunyaan masa dan menempati ruangan

a. Organ dan mangsa apa hanya yang diperlukan

b. Tentukan kaidah kerjanya

D. Ringkasan

Media pembelajaran IPA merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan

bikin mengantarkan atau menyampaikan pesan, berupa sejumlah pengetahuan,

keterampilan dan sikap kepada siswa sehingga mereka boleh menangkap,

mengerti dan punya pesan, makna yang disampaikan itu.

Ideal pembelajaran IPA terlambat atau alat sederhana, adalah alat yang

terbuat berpokok bahan bekas, murah dan bisa dibuat oleh siswa. Murid tidak perlu

mengirik untuk menggunakannya karena sarana itu terbuat bersumber bahan terlambat dan

harganyapun kalau beli sangat murah.

Jenisnya media dapat dibagi ke dalam sarana auditif, visual dan ki alat

audiovisual. Media auditif adalah sarana nan hanya mengandalkan kemampuan

celaan cuma, begitu juga radio, cassette recorder, MP3.

Media okuler adalah media yang sahaja mengandalkan indera penglihatan, pada

alat angkut ini menampilkan gambar atau fon yang begerak film strip, foto, bentuk

atau lukisan.

Media audio visual merupakan media yang mempunyai anasir suara dan unsur

gambar, kendaraan ini mempunyi kemampuan nan bertambah baik dibanding dengan

(35)

E. Testimoni FORMATIF (2)

Wahyu : Pilihlah suatu jawaban yang dianggap minimal tepat

1. Nan tidak tertera kepada tujuan pemanfaatan wahana penerimaan adalah…

A. Kontributif guru dalam mengemukakan pesan makin mudah

B. Siswa dapat lebih mudah menguasai wanti-wanti / materi penataran

C. Menghindarkan berpokok verbalisme alias tahu istilah tapi bukan tahu kepentingan

D. Kontributif pesuluh dalam memaksimalkan sikap berkeyakinan diri

2. Pendirian penyortiran alat angkut pembelajaran IPA sebagai berikut, kecuali…

A. Memilih media harus berdasarkan pada tujuan pembelajaran dan bahan

penataran nan akan disampaikan.

B. Memilih media harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa

C. Melembarkan media bukan harus disesuaikan dengan kemampuan guru, baik

n domestik pengadaan maupun penggunaannya

D. Melembarkan media harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi atau pada

tahun, kancah dan peristiwa yang tepat.

3. Efektif dan efisien dalam pemanfaatan sarana penataran artinya yaitu ………

A. Pemilihan media tidak harus didasakan kesukaan pribadi siswa

B. Pemilihan ki alat harus disesuaikan dengan metode, materi serta lingkungan

madrasah

C. Penggunaan media bermakna bakal memudahkan penguasaan materi bagi

murid

D. Sekedar hiburan untuk menghindarkan kejenuhan dalam pengajian pengkajian

4. Tolok media pembelajaran terlambat, kecuali…

A. Alat nan dibuat berasal bahan kancah

B. Murah dan boleh dibuat maka dari itu siswa

(36)

D. Tidak tegak digunakan siswa

5. Membantu suhu dalam membelajarkan siswa tentang benda atau makhluk

nyawa nan jauh dari lingkungan siswa yaitu…

A. Kit IPA

B. Media ini mempunyi kemampuan yang lebih

C. Adv minim baik dibanding dengan kendaraan visual dan kendaraan audio.

D. N kepunyaan kemampuan lebih baik berbunga sarana optis dan sarana audio

7. Ketika anda mengklarifikasi sistem peredaran pembawaan pada manusia sebaiknya

mempergunakan media positif…

A. Kit IPA

B. Torso

C. Animasi

D. Charta

8. Gerakan yang plus cepat misalnya usaha pesawat udara, mekanisme kerja

mesin, pertukaran wujud zat, atau metamorfosa, baiknya mempergunakan

media…….

A. Charta

B. Torso

C. Lengkap

(37)

9. Ketika anda akan menampilkan objek yang terlalu besar nan tak

memungkinkan bakal di bawa ke dalam kelas, misalnya kawasan perladangan,

industri pengolaan kayu, bintang-bintang yang besar sebaiknya

mempergunakan media…….

A. Charta

B. Teoretis

C. Animasi

D. Foto atau gambar

10. Pendirian pengembangan media pembelajaran adalah sebagai berikut,

kecuali….

A. Dapat mencapai tujuan

B. Sesuai dengan karakteristik siswa

C. Semberikan kemudahan bagi siswa dalam belajar.

D. Sikap dan perilaku petatar meningkat

F. BALIKAN DAN TINDAK Lanjur

Cocokkan hasil jawaban Engkau dengan kunci jawaban Testimoni Formatif 1 yang

terserah lega bagian belakang mangsa belajar mandiri ini. Hitunglah jawaban Dia

yang benar, kemudian gunakan rumus di asal ini bikin mengetahui tingkat

penguasaan Sira terhadap materi Kegiatan Belajar 2

Rumus :

Tingkat Penguasaan = x 100 %

Arti Tingkat Penguasaan :

90 % – 100 % = Baik Sekali

(38)

70 % – 79 % = Pas

< 69 % = Abnormal

Seandainya anda menjejak tingkat penguasaan 80 % ke atas, maka Sira dapat

melanjutkan dengan kegiatan Belajar 2.
Bagus ! Akan doang apabila tingkat

penguasaan Engkau masah di bawah 80 %, Kamu harus mengulang Kegiatan Belajar

(39)

Daya JAWABAN

Pembuktian Formatif 1

1. A 2. B 3. D 4. A 5. B 6. D

7 A

8. D 9. B 10. B

Konfirmasi Formatif 2

(40)

GLOSARIUM

Kit IPA :
Perangkat IPA ini terdapat di dalam suatu peti. Kotak ini berisi perabot tolong membiasakan IPA yang sering dijumpai di dalam sebuah

laboratorium. Perangkat-perabot makmal ini bisa digunakan oleh guru

untuk didemonstrasikan atau dikerjakan sendiri maka dari itu murid.

Kaca pembesar : untuk melihat benda-benda yang cacat jelas jika dilihat

dengan ain telanjang, seperti serbuk sari bunga.

Mikroskop :
alat angkut ini digunakan untuk mengecap incaran-objek yang enggak teramati dengan mata telanjang.

Kendaraan audio visual : merupakan media yang punya unsur kritik dan unsur

gambar, ki alat ini mempunyi kemampuan yang kian baik

(41)

Daftar bacaan

Iskandar, S.M dkk (1977)
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam,
Jakarta : Depdikbud, Dirjen Dikti Bagian PPPGSD

Majid, A (2007)
Perencanaan Pembelajaran. Bandung : Penerbit Rosda Karya

Trisnamansyah, S. (1989) Identifikasi Kebutuhan dan Bahan Berlatih Dalam

Kaitannya Dengan Kurikulum Barang bawaan Lokal, Bandung
: LPM

& FIP UPI

Widodo, A. Dkk (2008)
Pendidikan IPA di SD, Bandung
: UPI Press

Source: https://123dok.com/document/wye1094z-modul-pembelajaran-ipa.html

Posted by: skycrepers.com