Modul 9 Materi Dan Pembelajaran Ips Sd

Click here to load reader

Tugas matkul. ips 1 kerumunan ix modul 9 model paradigma penerimaan ips terpadu

  • View
    3.099

  • Download
    302

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Text of Tugas matkul. ips 1 kelompok ix modul 9 model model penelaahan ips terpadu

  • 1. Anis Chumaidah, Asni Fadhilah, Eka Febri Indriyani, Pendar Fitriyana1Kelompok IXTUGAS Alat penglihatan KULIAH IPS 1Merangkum Modul 9, dengan Judul ,”Model-model Pembelajaran IPS Terpadu.”Muslihat Karangan Drs. Ischak, S. U., Penerbit UTSebagai koteng suhu, kemampuan untuk merancang sekaligus menerapkanmodel pembelajaran IPS terpadu dalam proses belajar mengajar denganmenggunakan berjenis-jenis pendekatan/metode sangat bermanfaat buat dikuasai.Pendekatan adalah pendirian umum privat mengawasi dan bersikap terhadap suatumasalah kearah pemecahannya maupun sudut pandang yang digunakan orangdalam memecahkan masalah, dan siuman bahwa tidak ada pendekatan yangpaling manjur bakal digunakan dalam proses belajar mengajar . Semuapendekatan mempunyai kelebihan dan kesuntukan. Oleh karena itu, dalammenggunakannya disarankan bermacam rupa/kombinasi heterogen pendekatan.Faktor-faktor nan mesti dipertimbangkan sebelum memilih metode(pendekatan) dalam proses sparing mengajar, antara lain berikut ini.1. Tujuan pembelajaran.2. Incaran/materi pelajaran.3. Akomodasi (kendaraan dan prasarana).4. Jumlah pelajar.5. Hari dan biaya.Pendekatan/metode merupakan keseleo suatu onderdil dalam proses belajarmengajar. Zarah tersebut nan akan menentukan hidup tidaknya, menariktidaknya proses belajar mengajar. Mengenai komponen proses belajar mengajar yanglain yang terbiasa kita perhatikan, antara lain berikut ini.1. Tujuan yang ingin dicapai/harus dicapai.2. Objek/materi latihan yang akan dibicarakan.3. Evaluasi; penilaian untuk mengetahui sejauh mana murid telah sampaipada maksud.4. Temperatur dan Siswa.KEGIATAN BELAJAR 1MERANCANG DAN MENERAPKAN Teoretis PEMBELAJARAN IPS TERPADU DNGANMENGGUNAKAN PENDEKATAN BERORIENTASI Pemisahan MASALAHA. PENGERTIAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAHMasalah dapat diartikan setiap situasi yang mengundang keragu-raguan,ketidakpastian atau kesulitan nan harus diatasi dan diolah. Selanjutnya,keburukan sosial bermacam-keberagaman; statis-dinamis, segara-kecil, tersisa-kompleks.Dengan demikian, strategi pemecahannya pun harus disesuaikan

2. Anis Chumaidah, Asni Fadhilah, Eka Febri Indriyani, Kilauan Fitriyanadengan kebiasaan dan karakteristik masalahnya, seperti ada yang dipecahkan secaraintuitif, coba-coba, traditional, berdasarkan pengalaman habis, terkaan kasar.Secara umum, terkaan kita mengenal tiga cara separasi masalah.1. Pemecahan ki aib secara otoritatif,2. Pemecahan masalah secara ilmiah,3. Penceraian penyakit secara metafisik.Pendekatan pemecahan masalah adalah pendekatan yang digunakan dalammempelajari IPS terpadu dengan harapan mengingkari keadaan nan aktualmenjadi kejadian, seperti yang dikehendaki dengan memperhatikan prosedurpemecahan yang sistematis.Apabila menunggangi pendekatan pemecahan masalah dalam kegiatanbelajar mengajar kita akan memperoleh manfaat antara lain berikut ini.1. Mengembangkan sikap/ketangkasan murid kerjakan mampu memecahkanpermasalahan serta mencuil keputusan secara netral dan mandiri.2. Mengembangkan kemampuan berpikir murid. Proses berpikir terdiri dariserentetan keterampilan,. Seperti mengumpulkan mualamat/data, membacadan menafsirkan data, dan lain-lain nan penerapannya membutuhkanlatihan dan habituasi.3. Siswa benar-benar menjiwai untuk berpikir dalam-dalam dan mengembangkan minat2dalam berbagai kemungkinan.4. Membina ekspansi sikap penalaran lebih jauh dan pendirian berpikirobjektif, mandiri, paham dan analitis baik secara khusus maupunkelompok.Untuk mencapai pamrih tersebut diatas maka program dan jalannya proseskegiatan belajar mengajar, sebaiknya :1. Memberi kesempatan ekspansi asam garam individu dan berpusatpada murid;2. Dibina suasana belajar yang bebas berbunga tekanan, paksaan dan ketakjuban.B. MERANCANG Contoh PEMBELAJARAAN IPS TERPADU DENGANMENGGUNAKAN PENDEKATAN Pemecahan MASALAHDalam merancang model pembelajaran IPS terpadu dengan menggunakanpendekatan pemecahan masalah, seyogianya melandaskan pada pemikiran kritisdan reflektif yang mengajuk proses kerja umpama berikut.1. Menyadari adanya keburukan.2. Mengejar tajali untuk pemecahannya.3. Pergunakan suatu pemecahan yang cocok dengan kriteria tertentu dantinggalkan probabilitas pemecahan yang bukan.Kita perlu menyeleksi dalam memilih pendekatan pemecahan problem dikelas kerjakan kepentingan proses belajar mengajar. Oleh karena itu harus 3. Anis Chumaidah, Asni Fadhilah, Eka Febri Indriyani, Sorot Fitriyanamemperhatikan kriteria pemilihan masalah. Perumpamaan acuannya adalah kriteriapemilihan masalah seperti yang dikemukakan Quillen dan Hanna, yakniberikut ini.Masalah tersebut bertabiat mahajana dan berulang-ulang sehingga cukup dikena3dan menggelandang perhatian siswa.1. Problem tersebut memadai penting dibahas di kelas.2. Masalah tersebut dapat mengembangkan papan bawah ke sebelah maksud yangdikehendaki.3. Mematamatai peluang tersedianya bahan-bahan yang diperlukan untukpemecahan kebobrokan.4. Ki aib tersebut bisa menjamin kelanjutan pengalaman belajar siswa.Setelah masalah kita ketemukan maka persiapan selanjutnya adalahpemecahan masalah. Ada tiga teladan pemisahan masalah yang dikemukakanoleh para ahli, antara lain John Dewey, Brian Larkin., Lawrence Senesh DavidJohnson. Untuk lebih jelasnya yuk kita perhatikan uraian berikut.1. Persiapan-ancang dan gambaran pemecahan masalah yang dikemukakanJohn Deweya. Merumuskan permasalahan.b. Menelaah persoalan.c. Menciptakan menjadikan/merumuskan asumsi.d. Menghimpun, mengelompokkan data laksana bahan tes dugaan.e. Pembuktian hipotesis.f. Menentukan pilihan separasi/keputusan.2. Dr. Brian Larkin, konsultan keramaian parasan IPS-P3G di Malang 1978mengemukakan langkah-langkah pemecahan kelainan, sebagai berikut.a. Definisi ki aib.b. Identifikasi masalah.c. Analisis akibat.d. Penerapan tolok.e. Pengutipan keputusan.3. Lawrence Senesh, Guru Besar Ekonomi pada Purdue Universitymengemukakan langkah-ancang pemecahan kelainan, terdiri tiga fasesebagai berikut.a. Fase cemeti.b. Fase pengembangan.c. Fase kulminasi.Hal ini didasarkan sreg teori belajar spiral, di mana hawa start dari halyang telah diketahui ke keadaan yang belum diketahui, dari yang tercecer keyang kompleks, dari yang mudah ke nan rumit dan dari yang konkret ke yangabstrak.Model Pemecahan Masalah secara Kelompok 4. Anis Chumaidah, Asni Fadhilah, Eka Febri Indriyani, Nur FitriyanaModel ini dikemukakan makanya David Johnson dan Frank Johnson, di manamodel ini mementingkan lega pemecahan masalah secara kelompok,yaitu pada kemampuan mengambil keputusan. Kemampuan pemisahan masalahsecara kelompok meliputi beberapa unsur sebagai berikut.a. Dapat menghasilan kesepakatan akan halnya sesuatu keadaan yang dikehendaki.b. Sepakat menargetkan struktur dan prosedur untuk menghasilkan, memahamidan memakai makrifat yang relevan dengan kejadian yang aktual.c. Semupakat buat menjadwalkan struktur dan prosedur buat menemukankemungkinan separasi ki kesulitan, mengakhirkan dan mempergunakan carapemecahan nan terbaik dan efektif.Ancang-awalan pemecahan kelainan secara kerubungan yang dikemukakanoleh Johnson dan Johnson perumpamaan berikut.a. Definisi masalahb. Diagnosis masalahc. Menyusun alternatif strategid. Penentuan dan penerapan suatu strategie. Evaluasi keberhasilan strategiC. MENERAPKAN Ideal Penataran IPS TERPADU DENGANMENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH4KEGIATAN Berlatih 2MERANCANG DAN MENERAPKAN Paradigma Penelaahan IPS TERPADUDENGAN Memperalat PENDEKATAN HUMANISTIK (WAWASAN BIDANGINTERKEILMUAN)A. Signifikasi PENDEKATAN HUMANISTIKPendekatan humanistik ialah pendekatan dalam kegiatan berlatih mengajaryang menyigi suatu topik/tema yang terdaftar bidang ilmu tertentu denganberbagai disiplin hobatan lain nan relevan (terkait) sehingga para murid melihatmasalah/topik tersebut lengkap dan terpadu.B. Menciptaan Kamil PEMBELAJARAN IPS TERPADU DENGAN MENGGUNAKANPENDEKATAN HUMANISTIKSuatu tema ilmu pengumuman sosial disaturagakan secara lengkap. Hakikatmanusia adalah bulat tidak terkotak-boks dalam ilmu demi ilmu ataupun aspekdemi aspek. Spirit riel kemasyarakatan lagi sama yaitu multidimensional. Oleh karena itu, pembelajaran IPS diharapkan mampumengantarkan dan membina para petatar ke sisi spirit bermasyarakat secarabaik dan fungsional.C. MENERAPKAN Pola Pendedahan IPS TERPADU DENGANMENGGUNAKAN PENDEKATAN HUMANISTIKSebagai komplet, materi sikap menghormati keanekaragaman suku nasion, bisadicontohkan lega peringatan Hari Kartini, para pesuluh memakai baju adatdari berbagai wilayah. Boleh juga dipertunjukkan baju adat pada saat upacara 5. Anis Chumaidah, Asni Fadhilah, Eka Febri Indriyani, Cuaca Fitriyanapernikahan. Juga team kewarganegaraan kita, ketika melawat ke luar provinsi memakaipakaian nasional, ialah baju batik, pecis dan celana corak liar. Itu semuadalam rangka menghormati variabilitas suku bangsa di Indonesia.Demikian contoh sederhana tentang penerapan pendekatan humanistik5dalam proses berlatih-mengajar.N domestik pelaksanaannya seorang guru dapat mengikuti langkah-langkahsebagai berikut.1. Guru memahami intensi pengajian pengkajian.2. Hawa menentukan dan memahami materi latihan yang akan disampaikandan menentukan tema sendi.3. Guru membentuk keramaian kerja nan beranggotakan para pelajar.4. Kelompok tersebut setelah mengetahui tema pokok, kemudian disuruhbekerja sesuai dengan tugasnya yakni membahas suatu tema tertentu dariberbagai sudut pandang loyalitas ilmu nan relevan.5. Setelah selesai maka diadakan pembahasan hasil kerja yang dipimpin olehseorang murid atas arahan guru.6. Hasil pembahasan tersebut disimpulkan.KEGIATAN BELAJAR 3MERANCANG DAN MENERAPKAN MODEL Penelaahan IPS TERPADUDENGAN Menggunakan PENDEKATANWILAYAH (Ilmu permukaan bumi)A. PENGERTIAN PENDEKATAN WILAYAHWilayah atau region adalah suatu wilayah yang memiliki karakteristiktertentu, yang membedakan diri dengan distrik-wilayah tak yang ada disekitarnya. Karakter terpenting nan harus dimiliki suatu region adalahhomogenitas nan khas, dapat berupa aspek tubuh maupun kultural, sepertikesamaan kegiatan ekonomi, bentuk hasil kultur, rencana tadbir,corak bendera, ekualitas iklim, kesamaan permukaan lahan. Provinsi seragam(uniform region) yaitu provinsi berdasarkan keseraga


Source: https://dokumen.tips/documents/tugas-matkul-ips-1-kelompok-ix-modul-9-model-model-pembelajaran-ips-terpadu.html

Posted by: skycrepers.com