Pdgk4301 Evaluasi Pembelajaran Di Sd Modul 4


PDGK 4301 RANGKUMAN EVALUASI PEMBELAJARAN DI SD MODUL 1 – 6


MODUL 1




KEGIATAN Sparing 1




A.



Konsep Dasar Evaluasi Pendedahan




Ada tiga istilah yang sering digunakan dalam evaluasi, yaitu konfirmasi, pengukuran, dan penilaian. Belaka evaluasi tersebut n kepunyaan makna yang berlainan dengan penilaian, pengukuran, maupun tes. Evaluasi yakni satu proses menyisihkan informasi nan dapat dijadikan bagaikan pertimbangan bakal menentukan harga dan jasa ( the worth and merit ) dari intensi yang dicapai, desain, implementasi dan dampak untuk mendukung membuat keputusan, pertanggung jawaban serta meningkatkan kognisi terhadap fenomena. Menurut rumusan tersebut, inti berpokok evaluasi adalah penyiapan informasi yang bisa dijadikan andai bahan pertimbangan dalam mencekit keputusan.


     Pengukuran, penilaian dan evaluasi berkarakter heirarki. Evaluasi didahului dengan penilaian sedangkan penilaian didahului dengan pengukuran. Pengukuran diartikan ibarat kegiatan membandingkan hasil pengamatan dengan criteria, penilaian (assessment) merupakan kegiatan menafsirkan dan mendeskripsikan hasil pengukuran, sedangkan evaluasi merupakan pentapan nilai atau implikasi perilaku.


     Dalam penjelasan yang dipaparkan Brinkerhoff (1986:ix) menunjukan bahwa, dalam mengamalkan evaluasi, evaluator pada tahap awal harus focus menentukan tahap yang akan dievaluasi dan desain yang akan digunakan. Hal ini berarti harus ada kejelasan segala apa yang akan dievaluasi yang secara implicit menekankan adanya tujuan evaluasi, serta adanya perencanaan bagaimana melaksanakan evaluasi. Lebih lanjut dilakukan reklamasi data, menganalisis dan membentuk interpretasi terhadap data yang terkonsentrasi serta membuat laporan. Selain itu, evaluator lagi harus berbuat supremsi terhadap evaluasi dan mengevaluasi apa yang mutakadim dilakukan dalam melaksanakan evaluasi secara keseluruhan.


     Padahal menurut Weiss (1972) ada empat hal yang di tekankan plong rumusan pamrih evaluasinya, merupakan : menunjuk lega eksploitasi metode investigasi, menegaskan lega hasil suatu acara, pengguna criteria untuk menilai dan kontirbusi terhadap pengutipan keputusan dan pembaruan program di masa mendatang. Jadi berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan proses yang bersistem dan berkelanjutan bakal mengumpulkan, mendeskripsikan, menginterpretasikan dan menyajikan informasi tentang suatu programa. Bagi dapat digunakan sebagai dasar membuat keputusan, memformulasikan strategi alias mengekspresikan programa selanjutnya. Harapan berbunga evaluasi tersebut adalah bakal memperoleh pemberitaan yang akurat dan objektif tentang suatu program siaran tersebut dapat berupa proses pelaksanaan acara, dampak maupun hasil yang dicapai, efisiensi serta pemakaian hasil evaluasi yang di putusaskan semenjak program itu seorang adalah untuk mencoket keputusan apakah dilanjutkan, diperbaiki atau dihentikan. Wujud dari hasil evaluasi adalah rekomendasi dari evaluator bagi pengambil keputusan



B.



Penilaian Privat Evaluasi Penerimaan




     Perkembangan konsep penilaian pendidikan nan cak semau bilamana ini kearah nan lebih luas. Konsep- konsep tersebut pada biasanya berkisah pada rukyat bahwa penilaian tidak saja diarahkan kepada tujuan-maksud pendidikan yang sudah ditetapkan tetapi juga terhadap tujuan- tujuan yang tersembunyi termasuk efek samping yang bisa jadi berdampak pada proses penilaian. Selain itu penilaian bukan hanya melalui penilaian perilaku petatar tetapi juga melakukan pengkajian terhadap onderdil-komponen pendidikan baik pemerolehan proses maupun keluaran dan penilaian tidak belaka dimaksudkan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan-maksud yangb mutakadim ditetapkan hanya pula bikin memahami harapan-pamrih tersebut berguna bagi siswa dan bagaimana peserta mencapainya. Menghafal luasnya tujuan dan objek penilaian maka peranti nan digunakan privat penilaian sangat beraneka kelakuan, tidak hanya terbatas pada tes tetapi juga alat penilaian bukan testimoni. Atas sumber akar itu maka lingkup dasar penilaian mencakup 3 sasaran pokok yaitu program pendidikan, proses pembelajaran dan hasil membiasakan.



C.



Pengertian Penilaian Dalam Evaluasi Penerimaan




     Penilaian hasil belajar ialah suku cadang yang terdepan dalam kegiatan penelaahan meningkatkan kualitas pengajian pengkajian dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas sistem penilaian. Menurut Djemari Mardapi (2008:5) kualitas pembelajaran dapat dilihat bersumber hasil penilaiannya. Sistem penilaian yang baik akan menjorokkan pendidik buat menentukan ketatanegaraan mengajar yang baik dan memotivasi peserta ajar bakal belajar dengan bertambah baik.


     Ditinjau bermula sudut bahasa, penilaian diartikan seumpama proses menentukan nilai suatu sasaran. Buat dapat menentukan suatu nilai maupun harga suatu bahan diperlukan adanya ukuran atau barometer. Misalnya untuk dapat mengatakan baik, semenjana, kurang, diperlukan adanya takdir atau ukuran nan jelas bagaimana yang baik, yang sedang dan yang kurang. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa ciri penilaian yakni adanya objek atau program yang dinilai dan adanya patokan perumpamaan dasar cak bagi membandingkan antara amanat atau apa adanya. Perbandingan dapat berwatak mutlak, bisa juga bersifat relatif. Neraca berperangai mutlak artinya hasil nisbah tersebut menggambarkan posisi alamat nan dinilai ditinjau dari kriteria yang berlaku. Sedangkan perbandingan bersifat relatif artinya hasil perimbangan makin menayangkan posisi satu objek yang dinilai terhadap alamat lainnya dengan mulai sejak pada kriteria yang sama.


Dalam konteks ini penilaian nan di maksud dalam proses evaluasi pengajian pengkajian adalah penilaian hasil belajar. Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa bulan-bulanan nan dinilainya yaitu hasil sparing murid. Pada hakikatnya hasil belajar pesuluh adalah perubahan tingkah laris. Tingkah kayun bagaikan hasil sparing dalam konotasi nan luas mencakup bidang kognitif, efektif, dan psikomotoris. Maka dari itu sebab itu, privat penilaian hasil belajar, peranan tujuan instruksional nan berisi rumusan kemampuan dan tingkah laku nan dikuasai siswa menjadi unsure berfaedah sebagai pangkal dan cermin penilaian.



KEGIATAN Berlatih 2




A.



Jenis Penilaian N domestik Evaluasi Penataran



Dibedakan semenjak fungsinya, suka-suka beberapa macam jenis penilaian, ialah penilaian formatif, penilaian sumatif, penilaian diagnostic, penilaian selektif dan penilaian penaruhan.


     Penilaian formatif yaitu penilaian yang dilaksanakan pada akhir program penataran untuk melihat tingkat keberhasilan proses pembelajaran itu sendiri. Dengan demikian, penilaian formatif diharapkan suhu dapat memperbaiki acara pencekokan pendoktrinan dan strategi pelaksanaannya. Biasanya di sekolah-sekolah, tes formatif itu pada umumnya ditekankan pada bahan-alamat pelajaran yang akan diajarkan oleh seorang guru, setelah guru mengadakan ataupun melaksanakan suatu tes formatif maka sebaiknya ditindaklanjuti lagi takdirnya ada bagian-bagian yang memang belum dikuasai atau belum dipahami oleh murid bimbing.  Dengan begitu tujuan dari evaluasi formatif adalah bakal memperbaiki tingkat penguasaan materi dari siswa didik dan bertepatan merevisi dalam suatu proses pembelajaran.


     Penilaian sumatif yaitu penilaian yang dilaksanakan lega akhir unit program, merupakan intiha semester dan akhirusanah.Tujuannya adalah untuk mematamatai hasil yang dicapai oleh para siswa, yakni seberapa jauh tujuan-tujuan kurikuler dikuasai oleh para pelajar. Penilaian ini cenderung kepada produk, bukan proses.



     Penilaian diagnostik adalah penilaian yang berujud bikin melihat kelemahan-kelemahan peserta serta factor penyebabnya. Penilaian ini di laksanakan untuk bagi keperluan bimbingan belajar, pengajaran remedial (remedial teaching), menemukan kasus-kasus, dll. Soal-soal tentunya disusun mudahmudahan boleh ditemukan jenis kesulitan belajar nan dihadapi oleh para pelajar.


     Penilaian eklektik adalah penilaian yang bermaksud bikin keperluan seleksi, misalnya ujian saringan masuk ke lembaga pendidikan tertentu.


     Penilaian penempatan adalah penilaian nan ditujukan lakukan mengetahui ketrampilan prasayarat yang diperlukan bakal suatu acara belajar dan perebutan belajar  sama dengan yang diprogramkan sebelum memulai kegiatan belajar untuk program itu. Dengan perkataan tak, penilaian ini berorientasi kepada kesiapan siswa buat menghadapi programa yunior dan kecocokan program belajar dengan kemampuan siswa.



     Dari  segi alatnya, penilaian hasil belajar dapat dibedakan menjadi pembuktian dan bukan tes (nontes). Pemeriksaan ulang ini ada yang berikan secara verbal (menurut jawaban secara lisan), terserah tes tulisan (menuntut jawaban secara tulisan), dan ada konfirmasi tindakan (menuntut jawaban intern bentuk kelakuan. Soal-soal pembuktian ada yang disusun dalam bentuk adil, cak semau pun yang dalam bentuk esai atau jabaran. Sementara itu non testimoni sebagai perlengkapan penilaian mencangam observasi, kuesioner, wawancara, skala, sosiometri, studi kasus, dll.



B.




Contoh Penilaian Dalam Evaluasi Pengajian pengkajian



1.


Tes Uraian


Secara umum pembenaran jabaran adalah pertanyaan yang memaksudkan pesuluh menjawabnya internal bagan menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, menerimakan alasan, dan rajah lain yang sejenis sesuai dengan tuntutan soal dengan menggunakan kata-kata dan bahasa seorang.


Kelebihan atau nama verifikasi uraian ini antara enggak:


a)


Dapat mengukur proses mental yang tinggi alias aspek kognitif tingkat tinggi.


b)


Dapat mengembangkan kemampuan berbudi, baik lisan atau goresan, dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-pendirian bahasa.


c)


Bisa melatih kemampuan berpikir dalam-dalam teratur atau penalaran, yaitu berpikir logis, analitis, dan bersistem.


d)


Mengembangkan kelincahan pemecahan masalah (problem solving).


e)


Adanya keuntungan teknis seperti mudah menciptakan menjadikan soalnya sehingga sonder memakan waktu yang lama, master dapat secara sewaktu melihat proses berpikir murid.


Kelemahan alias kekurangan nan terdapat kerumahtanggaan tes ini antara lain:


a)


Sample tes sangat terbatas sebab dengan tes ini tidak mungkin bisa menguji semua bahan yang telah diberikan, tidak seperti lega tes objektif yang dapat meminta banyak peristiwa melalui sejumlah tanya.


b)


Sifatnya sangat subjektif, baik privat menanyakan, dalam mewujudkan pertanyaan, maupun internal cara memeriksanya. Suhu bisa saja bertanya tentang hal-hal yang menarik baginya, dan jawabannya lagi bersendikan apa nan dikehendakinya.


c)


Verifikasi ini biasanya sedikit realibel, mengungkap aspek yang terbatas, pemeriksaannya memerlukan periode lama sehingga tak praktis bakal kelas yang jumlah siswanya relatif besar.


2.


Jenis-jenis pengecekan jabaran



a)


Uraian Netral (free essay)


Internal uraian bebas jawaban siswa tidak dibatasi, bergantung plong pandangan pelajar itu sendiri. Kejadian ini disebabkan maka itu isi cak bertanya uraian bebas sifatnya mahajana. Melihat karakteristiknya, pertanyaan bagan uraian nonblok ini tepat digunakan apabila bertujuan buat:


a.


Mengekspos penglihatan para siswa terhadap suatu maasalah sehingga boleh diketahui luas dan intensitasnya.


b.


Menuding suatu permasalahan yang kemungkinan jawabannya beraneka ulah sehingga lain terserah satupun jawaban yang pasti


c.


Mengembangkan ki akal analisis siswa privat melihat suatu persoalan dari bermacam ragam segi atau format.


Kelemahan tes ini ialah sukar menilainya karena jawaban murid bisa bervariasi, sulit menentukan kriteria penilaian, habis subjektif karena bergantung pada suhu sebagai penilainya.


b)


Uraian Sedikit


Pertanyaan bentuk tes uraian invalid mutakadim diarahkan kepada kejadian-hal tertentu atau ada pemagaran tertentu. Pembatasan bisa pecah segi: a. ruang lingkupnya, b. sudut pandang menjawabnya, c. indikator-indikatornya.


Dengan adanya pembatasan tersebut, jawaban petatar akan bertambah terarah sesuai dengan yang diharapkan. Cara memberikan penilaian juga makin jelas indikatornya. Kriteria kebenaran jawaban bisa makin mudah ditentukan. Maka itu sebab itu, rang cak bertanya uraian terbatas bertambah melekat dan telebih tepat digunakan tinimbang bentuk uraian bebas.


c)


Uraian Berstruktur


Cak bertanya berstruktur dipandang sebagai rang antara soal-soal objektif dan soal-soal essay. Soal bersistem merupakan serangkaian soal jawaban singkat sekalipun bersifat terbuka dan bebas menjawabnya. Soal yang berstruktur digdaya unsur-partikel a. pengantar soal, b. seprangkat data, dan c. serangkaian sub soal.


Keuntungan pertanyaan berstruktur antara tak: a. satu soal bisa terdiri atas beberapa sub tanya atau pertanyaan, b. setiap cak bertanya nan diajukan mengacu kepada suatu data tertentu sehingga lebih jelas dan terarah, c. pertanyaan-pertanyaan berkaitan satu sama lain dan bisa diurutkan bersendikan tingkat kesulitannya.


Data yang diajukan n domestik berstuktur bisa berupa angka, tabel, grafik, gambar, susuk, kasus, bacaan tertentu, tabel, model, dll.


Buram soal berstruktur bisa digunakan cak bagi mengukur semua aspek kognitif seperti pikiran, pemahaman, tuntutan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Tingkat kesulitan tanya dapat dibuat sedemikian rupa sehingga berurutan terbit tanya yang mudah condong soal yang elusif.


Kelemahan nan mungkin terjadi berkisar puas: a. bidang yang diujikan menjadi terbatas, dan b. kurang praktis sebab satu permasalahan harus dirumuskan dalam pemaparan yang abstrak disertai data yang memadai.



MODUL 2




Peluasan Pemeriksaan ulang HASIL Sparing



Keunggulan dan Kelemahan Tes
A. Keunggulan Pengecekan Obyektif
1. Lakukan menimbang proses berpikir rendah hingga dengan sedang (ingatan, pemahaman, dan penerapan)
2. Semua atau sebagian raksasa materi nan telah diajarkan dapat ditanyakan saat ujian
3. Pemberian skor bisa dilakukan dengan cepat, tepat dan konsisten, karena jawaban yang bermoral untuk setiap butir soal sudah lalu jelas dan pasti
4. Memungkinkan bagi dilakukan analisis butir soal (tingkat kesukaran, pusat cedera, efektivitas, pengecoh, dan reliabilitasnya)
5. Tingkat kesukaran butir soal boleh dikendalikan
6. Pengumuman yang diperoleh kian fertil

B. Kelemahan Testimoni Obyektif
1. Hanya mengukur proses berpikir kurang
2. Membuatnya lebih sulit daripada testimoni uraian, terutama pada alternatif jawaban
3. Bisa mengganggu kemampuan murid dalam mengarifi kalimat internal butir soal
4. Pelajar lain dapat mengorganisasikan, menghubungkan dan menyatakan idenya sendiri, karena sudah ada alternatif jawaban

Upaya bagi meminimalisir kelemahan pembuktian obyektif ialah :
1. Harus berorientasi terbit kisi-kisi soal, beralaskan lega indikator yang dapat diukur, penulis tanya harus menguasai teknik penulisan pemeriksaan ulang obyektif dan momen menulis tanya nan hijau atau membetulkan butir soal bersendikan hasil analisi butir cak bertanya.
2. Penulis soal harus menguasai materi dan berlatih menulis soal terus menerus, kerjakan menanggulangi lamanya menulis soal penulis cak bertanya harus memiliki bank cak bertanya.
3. Bikin mengatasi kemampuan mengaji siswa penulis soal harus dapat mengonstruksi alternatif jawaban dengan kalimat nan pendek, mudah dimengerti, enggak kian dari satu khasiat. Sedangkan kerjakan mengatasi ki aib tebakan (guessing) dapat diatasi dengan memperbanyak alternatif jawaban sehingga kemungkinan menebak akan semakin katai. Dengan formula misal berikut :

SA= b-s/n-1

SA = nilai pengunci nan diperoleh momongan
b = jumlah jawaban yang moralistis
s = besaran jawaban salah
n = jumlah alternatif jawaban
4. Tes obyektif sebaiknya digunakan buat validasi sumatif, sedangkan bakal ulangan harian usahakan dengan tes jabaran.

C. Keunggulan tes jabaran
1. Untuk mengukur proses berpikir dalam-dalam tinggi
2. Bikin mengukur hasil berlatih nan kompleks dan tidak dapat diukur dengan tes obyektif
3. Waktu yang digunakan lakukan batik soal lebih cepat
4. Menulis verifikasi jabaran yang baik relatif lebih mudah ketimbang menulis tes obyektif yang baik

D. Kelemahan Testimoni Jabaran
1. Terbatasnya spesimen materi nan ditanyakan
2. Elusif memeriksa jawaban pesuluh
Karena sukar menanyai jawaban siswa, sehingga karunia skor adv minim obyektif dan abnormal tegar. Hal ini disebabkan sejumlah hal, diantaranya:
a. Adanya Hallo Effect
Menjatah skor hanya dengan anggapan bahwa petatar pada satu alat penglihatan pelajaran (misal: MTK), sehingga pelajaran yang bukan juga dianggap juru.
b. Adanya Efek Bawaan (Carry Oper Effect)
– Sekuritas bawaan nan terjadi pada saat mengusut butir soal nomor 1 ke butir tanya nomor 2 dan seterusnya.
– Surat berharga bawaan yang terjadi bilamana memeriksa jawaban satu siswa ke petatar lainnya cenderung tinggi setelah mengusut jawaban petatar yang jelek.
c. Sekuritas urutan penapisan (Kiriman Effect)
Hasil pelajar nan diperiksa lebih awal membidik tinggi daripada hasil siswa yang diperiksa mendekati akhir.
d. Dominasi penggunaan bahasa
Kualitas jawaban siswa tidak semata-mata dipengaruhi oleh kualitas isi jawaban cuma juga dipengaruhi oleh pendayagunaan bahasa, ejaan, kalimat, tanda baca, dan struktur kalimat
e. Pengaruh karangan tangan
Kualitas tulisan siswa cenderung mempengaruhi skor siswa. Kualitas goresan yang baik diberi poin tahapan daripada kualitas catatan yang jelek.
Ada beberapa upaya yang ditempuh cak bagi meminimalkan kelemahan tes uraian, yaitu :
1. Agar legalitas isi testimoni uraian tingkatan, maka berbentuk tes jabaran tekor.
2. Anasir subyektivitas harus ditekan seminimal mana tahu dengan memeriksa hasil konfirmasi siswa tanpa tera.
3. Moga pemeriksaan tes jabaran bertambah obyektif dan konsisten, maka pendirian yang harus dilakukan pemeriksa adalah bak berikut :
a. Gunakan pengecekan uraian minus
b. Gunakan dua pengkaji
c. Cak semau kesepakatan dalam membagi nilai antara kedua pemeriksa
d. Lakukan uji coba sampai-sampai dahulu terhadap skor nan telah disepakati setidak-tidaknya dari 4 manusia siswa dengan perbedaan skor kedua pemeriksa kurang berasal 5.
4. Upaya bagi mengurangi Hallo Effect adalah dengan menutup jenama peserta verifikasi.
5. Cak bagi menyingkir Carry Adv lewat Effect adalah dengan memeriksa jawaban per nomor untuk seluruh siswa.
6. Untuk pergi Bestelan Effect adalah bila ia lejar, berhentilah menginterogasi dan lanjutkan lagi sehabis anda fresh sekali lagi.

Mengembangkan Pembuktian
Pengelompokkan Tes :
A. Tes Obyektif
1. Benar – Salah (True-False Item)
Digunakan untuk :
a. Mengidentifikasi kebenaran suatu pernyataan : fakta, definisi, prinsip, teori, hukum, dsb.
b. Mengeti kemampuan murid untuk mengecualikan antara fakta dengan opini ataupun pendapat.
c. hasil sparing yang lebih strata berpokok sekedar perasaan.
Keunggulan
-. Mudah dikonstruksi
-. Dpt menunangi banyak percontoh materi
-. Mudah penyekorannya
-. Tepat utk mengukur proses berpikir keteter
Kelemahan
-. Kemungkinan untuk menebak lebih tangga
-. Peluang menjawab benar keseleo adalah sama.
-. Hanya untuk mengukur aspek ingatan.
Bilang saran yang layak dipertimbangkan kerumahtanggaan mengkonstruksi validasi B – S
1) Kalimat atau pertanyaan harus boleh ditentukan dijawab benar ataupun riuk. Hindari pertanyaan yang membingungkan atau yang berguna ganda.
2) Hindari penulisan granula soal B – S yang sahaja mengukur hasil belajar yang tidak mengukur kompetensi tetapi konstruksilah granula pertanyaan B – S yang bisa mengukur hasil berlatih yang kian terdahulu dan berguna.
3) Upayakan butir cak bertanya B – S menguji hasil belajar yang lebih jenjang dari sekedar ingatan.
4) Hindari penggunaan soal subversif sampai-sampai pertanyaan negatif ganda.
5) Hindari pendayagunaan kalimat yang berlebih kompleks.
6) Pernyataan nan benar dan pernyataan nan keseleo harus dibuat seimbang intern hal tangga pendeknya kalimat. Kejadian ini menjadi utama karena secara alamiah suka-suka kecenderungan bahwa pernyataan yang benar itu dibuat dalam rangka kalimat yang tahapan karena pernyataan tersebut harus dibuat dengan setepat-tepatnya.
7) Total jawaban bagi pertanyaan yang benar hendaknya seimbang dengan jumlah pernyataan yang salah dan urutan jawaban nan bermoral dan salah hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga murid tak mudah kerjakan menebak.

2. Menjodokan (Matching Exercise)
Tes obyektif nan ditulis privat dua kolom. Ruangan Mula-mula sentral soal (premis), kolom kedua jawaban (respon)
Keunggulan
-. Mudah dibuat
-. Mudah penyekorannya
-. Dapat menguji banyak materi tuntun
-. Dapat hasil membiasakan pelajar akan halnya definisi, fakta, istilah, dan peristiwa alias kejadian.
-. Bisa digunakan lakukan mengukur kemampuan siswa dalam menghubungkan dua keadaan secara langsung ataupun tidak langsung.
Kelemahan
-. Cederung hanya untuk mengukur proses berpikir dalam-dalam terbelakang

Beberapa hal yang cukup dipertimbangkan dalam menggambar pemeriksaan ulang menjodohkan :
1) Pernyataan-pernyataan di bawah kolom pertama (premis) dan ruangan kedua (respons) harus terdiri dari gerombolan pernyataan nan homogen.
2) Kuantitas pernyataan internal rubrik kedua mudah-mudahan dibuat lebih banyak berpunca total pernyataan dalam kolom permulaan.
3) Jika pernyataan pada premis dan respon dibuat intern bentuk kalimat, maka penulisan kalimat pada respons seyogiannya lebih ringkas berpangkal pernyataan pada dugaan.
4) Sekiranya jawaban-jawaban yang terserah pada respons berbentuk biji, maka penulisannya harus diurutkan.
5) Letakkan keseluruhan pernyataan sreg hipotesis dan respon pada halaman yang sama.

3. Saringan Ganda (Multiple Choice)
Konstruksinya terdiri atas:
a. Pokok tanya (stem)
Dapat dibuat dalam 2 bentuk, yaitu dalam tulang beragangan cak bertanya enggak selesai ataupun dalam bentuk pertanyaan.
b. Alternatif jawaban (option)
Satu diantara alternatif jawaban ialah jawaban benar (kunci jawaban) sedangkan yang lainnya misal pendusta (distractor). Jumlah alternatif jawaban biasanya 3 sampai 5 alternatif.
Semakin banyak alternatif jawaban yang dibuat maka kemungkinan siswa menebak jawaban semakin kecil.
Contoh :
Seandainya alternatif jawaban 3 biji zakar, maka kebolehjadian menebak ⅓ x 100% = 33,3%
Jika alternatif jawaban 4 buah, maka kebolehjadian menebak ¼ x 100% = 25%

Ragam Pembuktian Saringan Ganda, suka-suka 5 ragam tes :
a) Melengkapi Seleksian (Ragam A), tersusun atas kiat cak bertanya disertai dengan 4 alternatif jawaban. Dengan perintah Diskriminatif salah suatu jawaban yang paling tepat.
b) Hubungan antarhal (Ragam B), konstruksinya butir tanya sangkut-paut antarhal yang tersusun dari 2 pernyataan nan berdiri sendiri dan dipisahkan dengan kata sebab, dengan jawaban menentukan ada tidaknya hubungan antar kedua pernyataan.
c) Amatan kasus (Ragam C), pertanyaan yang dirumuskan dikembangkan dari kasus nan disajikan sebelumnya dengan perintah jawaban murid seperti mana ragam A.
d) Ganda Kompleks (Kelakuan D), tersusun atas pokok soal yang berupa pertanyaan disertai dengan 3 alias 4 biji zakar alternatif jawaban. Dengan perintah jawaban menggunakan angka 1,2,3.
e) Membaca tabulasi, Tabel atau Tabel (Kelakuan E), soal disampaikan dalam rangka tabel, grafik, maupun diagram. Dengan perintah jawaban yang gandeng dengan tabulasi, grafik, maupun diagram.

Beberapa saran nan layak diperhatikan internal penulisan konfirmasi pilihan ganda:
1) Inti permasalahan nan akan ditanyakan harus dirumuskan dengan jelas pada anak kunci tanya. Dengan mengaji kiat soal diharapkan petatar konfirmasi dapat mengerti apa yang mau ditanyakan oleh butir soal tersebut.
2) Hindari pengulangan pengenalan yang sama puas alternatif jawaban.
3) Hindari pemanfaatan kalimat yang berlebihan pada pusat soal. Rumusan pokok tanya yang baik adalaha singkat, jelas, dan tak menimbulkan kekeliruan.
4) Alternatif jawaban yang disediakan mudahmudahan logis, homogen baik dari segi materi atau panjang pendeknya kalimat, dan pengecoh menggelandang untuk dipilih.
5) Dalam merumuskan pokok soal, hindari adanya ilham ke jihat jawaban nan sopan.
6) Setiap butir tanya hanya ada satu jawaban yang etis atau yang minimum bersusila.
7) Dalam merumuskan resep soal, hindari pemanfaatan ungkapan negatif. Sekiranya ungkapan negatif diperlukan maka kata tersebut harus dicetak tebal.
8) Hindari pendayagunaan alternatif jawaban yang berbunyi semua jawaban bermoral alias semua jawaban riuk.
9) Jikalau alternatif jawaban berbentuk angka, susunlah angka tersebut secara bersambungan.
10) Dalam merumuskan taktik pertanyaan, hindari penggunaan istilah yang terlalu teknis.
11) Upayakan seharusnya jawaban butir soal yang satu tak tergantung dari jawaban granula pertanyaan yang bukan.

B. Pembenaran Uraian
1. Uraian Kurang (Restricted Question)
Tepat digunakan bakal kemampuan siswa dalam menjelaskan persaudaraan sebab akibat, menerapkan suatu prinsip atau teori, memformulasikan postulat, merumuskan kesimpulan, dan lain sebagainya.

2. Uraian Terbuka (Open Ended Question)
Tepat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta n domestik : menghasilkan, mengorganisasi, dan merumuskan ide; mengintegrasikan pelajaran dalam beraneka ragam latar; takhlik lembaga satu eksperimen; mengevaluasi manfaat suatu ide dan sebagainya.

Keunggulan
-. Digunakan kerjakan mengukur proses nanang tinggi (amatan, evaluasi, dan kreasi)
-. Digunakan cak bagi hasil belajar nan mania yang tidak boleh diukur dengan tes obyektif seumpama: keterampilan menulis, menghasilkan, mengorganisasi, dan mengekspresikan ide alias gagasan.
-. Waktu yang dibutuhkan bakal menulis organ pemeriksaan ulang lebih cepat.
-. Menggambar tes uraian nan baik relatif lebih mudah daripada menulis tes obyektif yang baik.
Kelemahan
-. Terbatasnya sampel materi yang ditanyakan.
-. Sukar memeriksa jawaban siswa.

a) Cara menulis pemeriksaan ulang uraian yang baik.
1. Ditulis bersendikan perencanaan tes yang dibuat.
2. Digunakan untuk hasil belajar nan sukar.
3. Kembangkan butiran soal dari suatu kasus.
4. Gunakan tes jabaran terbatas.
5. Gunakan perkenalan awal tanya (jelaskan, bandingkan, hubungkan, simpulkan, analisislah, kelompokkanlah, identifikasikanlah, dsb.
6. Rumuskan cak bertanya dengan jelas dan tegas sehingga tak menimbulkan selang surup.
7. Merenungkan waktu yang tersedia dengan kemampuan dan kepantasan menggambar siswa.
8. Hindarkan eksploitasi tanya saringan.
9. Tentukan skor maksimal berpunca setiap butir soal yang ditulis.

Sebelum validasi uraian digunakan, telaahlah dengan pedoman selidik tes uraian berikut :
No Tanya penelaahan Ya Tidak
1. Apakah tipe tes ini yang paling tepat digunakan untuk mengeti maksud pendedahan nan diinginkan?
2. Apakah tes ini sudah digunakan cak bagi mengukur jenjang nanang janjang?
3. Apakah pertanyaan yang dirumuskan dapat menimbang pamrih pembelajaran yang diinginkan?
4. Apakah pertanyaan sudah lalu dirumuskan dengan jelas sehingga siswa luang apa yang harus dijawab?
5. Apakah kuantitas butir cak bertanya tersebut boleh diselesaikan dalam satu periode eksamen yang telah ditetapkan?
6. Apakah setiap murid diberi kesempatan yang sama untuk mengamalkan tes yang sama?
7. Jika butir cak bertanya tersebut direvisi, apakah masih tetap dapat menimbang tujuan yang sama?
8. Apakah jumlah nilai maksimal pada setiap butir soal sudah tepat dan telah dicantumkan?
9. Apakah butir soal tersebut sudah ditulis berlandaskan kisi-kisi?

b) Kaidah menginterogasi hasil validasi jabaran
Suka-suka 2 prinsip nan boleh digunakan bagi menyelidiki hasil pemeriksaan ulang uraian;
1) Metode analitik (analytic method) cak bagi memeriksa pemeriksaan ulang uraian sedikit.
Pemeriksaan jawaban pesuluh dilakukan bersendikan pedoman perskoran nan dibuat maka itu penulis cak bertanya.

Nan perlu diperhatikan dalam membuat pedoman penskoran merupakan:
a. Catat jawaban terbaik dari butir cak bertanya nan dibuat.
b. Semua alternatif jawaban harus ditulis semua.
c. Harus ada kata kunci dari setiap jawaban.
d. Pertimbangkan bobot dari setiap introduksi taktik satu dengan yang lainnya.
e. Beri skor dari setiap kata kancing yang diharapkan.
f. Bobot yang bertambah tinggi harus diberi skor yang tinggi juga.
g. Cantumkan skor maksimal pada bagian kanan atas setiap butir soal.

Yang teradat dilakukan sebaiknya keterandalan meningkat dari penapisan tes uraian adalah:
a. Setiap jawaban siswa diperiksa oleh 2 orang dengan bekerja koteng-sendiri.
b. Sebelum memeriksa, kedua pemeriksa harus menyamakan persepsi dari setiap granula soal dan jawaban yang dinginkan penulis pertanyaan.
c. Mengerjakan uji coba sensor dengan sampel paling 5 orang siswa.
d. Setelah n kepunyaan persepsi yang sekufu, mulailah menginvestigasi dengan menutup logo siswa dengan memeriksa sendirisendiri nomor secara tembikar.
e. Setelah seslesai memeriksa, kedua pemeriksa bertemu bikin menoleransi-morong terhadap perbedaan skor. Non eksak 10% dari angka maksimal.
Eksak 5% berpangkal skor maksimal. Jika terletak perbedaan skor yang melebihi batas toleransi, maka harus diperiksa kembali.
2) Metode Holistik (Holistic scoring method ) dapat dilakukan denga 2 cara :
a. Pemeriksa memeriksa secara keseluruhan jawaban siswa.
b. Pemeriksa mengulang lagi pengawasan lakukan lebih kredibel bahwa jawaban tepat sesuai kategori atau tidak.





MODUL 3




KONSEP Pangkal ASESMEN ALTERNATIF




KEGIATAN Belajar I




A.

KONSEP DASAR ASESMEN ALTERNATIF



Privat Pendidikan dikenal dua signifikasi mengenai penilaian ialah penilaian dalam keistimewaan asesmen dan penilaian dalam arti evaluasi. Penilaian internal arti asesmen merupkan kegiatan untuk memperoleh informasi tentang pencapaian dan kemajuan belajar siswa sedangkan penilaian dalam guna evaluasi merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengukur keefektifan sistem pendidikan secara keseluruhan.


Cak semau beberapa istilah yang berkaitan dengan asesmen,merupakan tradisional assessmen,performance assessment,authentic assesmen,portofolio assesmen, achievement assessment, dan alternatife assessment.


1.      Tradisional assessment


Tradisional asesmen mengacu puas tes terjadwal.maksudnya tradisional assessment semata-mata mengukur hasil membiasakan siswa dengan menunggangi satu jenis alat ukur adalah testimoni teragendakan.padahal kita ketahui bersama tes teragendakan n kepunyaan kelemahan diantaranya doang mampu mengukur aspek psikologis dan ketrampilan primitif, sebagian boncel pecah hasil membiasakan siswa, dan tes sering kali menimbulkan kecemasan.


2.      Performance assessment ( asesmen kinerja)


Asesmen kinerja yakni asesmen yang memaksudkan pelajar buat memeragakan kemampuannya baik siaran atau ketrampilan intern susuk kinerja faktual nan ditunjukan dalam bentuk penyelesaian satu tugas, lain hanya menjawab atau memilih jawaban yang mutakadim tersedia. Asesmen kinerja memonten hasil belajar murid dan proses belajarnya.


3.      Authentic assessment.


Authentic assessment merupakan assessment yang memaui siswa mampu menerapkan embaran dan ketrampilannya intern kehidupan faktual diluar sekolah. Tujuan dan otentik assessment merupakan cak bagi mengumpulkan bukti-bukti apakah siswa sudah dapat menggunakan laporan dan ketrampilannya secara efektif dalam arwah kasatmata dan dapat memberikan suara terhadap upaya nan telah ia buat. Dari Pengertian tersebut tampak bahwa authentic assessment didasarkan performance assessment yang menuntut peserta mampu unjuk kerja. Ideal : disekolah siswa diajari konsep penjumlahan 2 + 3 = 5. Konsep tersebut maya.Konsep tersebut tidak ditemukan intern kehidupan nyata anak, yang ada ialah 2 bola + 3 bola = 5 bola. Kerjakan itu intern mengajarkan konsep penjumlahan ajarlah siswa dengan menggunakan ideal-ideal nan cak semau dalam jiwa faktual. Untuk mengetahui bagaiman anak harus bersikap sopan kepada orang tua puas situasi yang sebenarnya.Amatilah bagaimana sikap pelajar momen berinterkasi dengan ibu bapak yang ada disekitar sekolah. Misalnya kepada pesuruh sekolah, penjual kue dan minuman disekitar sekolah dan sebagainya.


4.      Portofolio assessment (assessment portofolio)


Asesmen portofolio merupakan koleksi hasil karya peserta yang disusun secara sistematis yang menunjukan upaya,proses,hasil dan keberhasilan belajar yang dilakukan murid dari waktu ke waktu. Bisa jadi banyak definisi portofolio yang telah anda kenal dan agak berbeda dengan signifikasi diatas tetapi pada dasarnya portofolio yaitu kumpulan hasil karya siswa nan menunjukan pencapaian dan perkembangan hasil hasil belajar siswa.


5.      Achievement assessment


Achivement assessment merupakan pengertian umumterhadapa semua usaha lakukan mengukur,mengetahui dan mendeskripsikan hasil belajar siswa, baik yang dilakukan dengan tes tercantum,assasemen pengejawantahan,portofolio, dan semua usaha lakukan memperoleh proklamasi hasil dan kemajuan belajar siswa.


6.      Alternative assessment


Alternative assessment merupakan asasement yang bukan hanya tergantung pada konfirmasi tertulis. Pada dasarnya asasemen alternative merupakan alternative pecah asasemen tradisional (paper and pencil test). Kaprikornus performance assesmen,portofolio assessment,authentic assessment, dan achievement assessment ialah kelompok asesmen alternative.



B.

Limbung PSIKOLOGIS



Asesmen alternative enggak hanya menilai hasil membiasakan, tetapi boleh member informasi secara lengkap tentang proses penataran.Asesment alternative tidak hanya menilai produk belajar semata-mata sekadar juga menilai proses belajar bikin menghasilkan kemampuan barang tersebut.


Asesmen alternative dilaksanakan bersdasarkan teori sparing khususnya dari persebaran psikologi kognitif. Beberapa teori berlatih yang digunakan sebagai landasan dalam pelaksanakan asesmen alternative ialah:


1. Teori fleksibilitas serebral dan R.spiro (1990)


2. Teori belajar Bruner (1966)


3. Generative learning model berusul Osborne dan wittrock (1983)


4. Experiential learning theory berasal c rogers (1969)


5. Multiple intelligent theory dari Howard gardner (1983)



C. KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN ASESMEN ALTERNATIF



Sebagaimana halnya alat ukur yang tidak, asesmen alternative seperti performance asesmen,authentic assessment, dan portofolio assessment mempunyai keunggulan dan kelemahan.


1. Keunggulan asesmen alternative antara lain:


a. Dapat menilai hasil belajar nan kompleks dan ketrampilan-ketrampilan yang tidak dapat dinilai dengan asesmen tradisional.


Contohnya : jika beliau ingin menguku rkinerja kerja siswa internal mewujudkan tulisan maka banyak aspek yang dapat diukur dari tugas berusul tugas karangan tersebut. Misalnya kemampuan kerumahtanggaan siswa dalam membuat paragraph yang baik, pemilahan kosa pembukaan yang tepat, kemampuan siswa dalam melimpahi ide kerumahtanggaan bentuk karangan, kemampuan merangkai kata dan kalimat,dan kemampuan berimajinasi.


b. Menyajikan hasil penilaian yang lebih hakiki, sekaligus, dan abstrak dengan melakukan asesmen ia akan dapat menilai hasil sparing momongan secara paradigma, tidak doang hasil berlatih n domestik ranah psikologis tetapi juga sepi afektif dan psikomotor.


c. Meningkatkan motivasi siswa.


d. Memerosokkan pembelajaran kerumahtanggaan hal yang nyata.Asesmen Alternatif menegaskan kepada segala apa nan dapat ditunjukan atau terjamah maka itu siswa bukan barang apa yang diketahui siswa.


e. Membagi kesempatan kepada siswa untuk selfvaluation.


   f.  Membantu master kerjakan menilai efektifitas pembelajaran yang telah dilakukan.


  g. Meningkatkan daya transferabilitas hasil belajar.


2. Kelemahan Asesmen alternative:


a. Membutuhkan banyak perian


b. Adanya unsure subjektifitas kerumahtanggaan penskoran


c. Ketetapan penskoran rendah


d. Bukan tepat lakukan kelas besar.



KEGIATAN Berlatih 2




A.




Buram ASESMEN KINERJA



Asesmen kinerja terdiri terbit dua komponen :


1. Tugas ( Task )


2. Barometer penskoran ( Rubric )



A. Tugas ( Task )



1.      Computer adaptive eksamen




2.Tes saringan ganda yang diperluas


3.Pengecekan jabaran terbuka ( open ended question )




4. Tugas anak adam




5. Tugas kelompok




6. Proyek




7. Inteview


8. Pengamatan


Langkah – anju menyusun tugas :


1.      Makrifat dan keterampilan yang akan dimiliki petatar setelah mereka mengerjakan tugas . Suka-suka panca pertanyaan muslihat yang membantu dalam merumuskan tugas yaitu :


a.       Kegesitan atau atribut kognitif apa nan harus dikuasai siswa ?


b.      Keterampilan atau atribut afektif apa yang harus dikuasai siswa ?


c.       Keterampilan meta kognitif apa nan harus dikembangkan siswa ?


d.      Varietas masalah yang seperti apa yang harus dipecahkan oleh siswa ?


e.       Konsep atau prinsip apa yang bisa diterapkan makanya siswa ?


2.      Merancang tugas yang yangmemungkinkan siswa dapat menunjukan kemampuannya intern berfikir dan keterampilan.


3.      Menetapkan criteria keberhasilan


Beberapa goresan penting nan harus diperhatikan pada detik merancang tugas dalam asesmen kinerja :


1.      Tugas – tugas yang disusun kiranya ialah bagian dari proses pengajian pengkajian.


2.      Tugas yang baik dalah tugas nan berbimbing dengan jiwa nyata.


3.      Tugas yang diberikan terhadap siswa harus adail. Kerumahtanggaan kejadian ini bukan signifikan tugas yang diberikan harus sama. Harus dijaga jangan samapai ada unsur subjektifitas kerumahtanggaan memberikan tugas.


4.      Jangan memeberikan tugas terlalu mudah karena hal ini tidak akan memebrikan cemeti murid dan tidak memasrahkan tantangan kepda siswauntuk melakukannya.



B.   Tolok PENILAIAN ( RUBRIC )



Beberapa langkah yang perlu diperhatikan intern menembangkan rubric :


1.      Menentukan konsep, keterampilan dan kinerja nan akan dinilai.


2.      Merumuskan atau mendefinisikan serta menentukan urutan konsep dan atau ketangkasan yang akan dinilai kedalam rumusan yang akan menggambarkan kinerja siswa.


3.      Menetukan tugas nan akan dinilai .


4.      Menetukan skala yang akan digunakan.


5.      Mendeskripsikan kinerja berangkat dari yang diharapkan sampai dengan penampilan yang


         tidak diharapkan.


6.      Melakukan uji coba.


7.      Mengamalkan revisi hasil uji coba.


Berlandaskan kegunaannya rubric bisa dibedakan menjadi dua yakni rubric holistic dan rubric analytic .


a. Holistic Rubric


            Yang dimaksud dengan holistic rubric adalah rubric yang deskripsi dimensi kinerjanya dibuat secara umum, Karena itu umumnya holistic rubric digunakan bakal menilai bermacam-macam macam penampakan.


Aspek – aspek yang perlu diperhatikan n domestik menilai kinerja siswa antara bukan :


      Kwalitas pengerjaan tugas.


      Kretifitas dalam pengerjaan tugas.


      Komoditas tugas.


Setiap aspek yang akan dilihat kinerjanya kemudian ditentukan gradasi mutunya  berangkat berpunca nan minimum cermin sampai yang paling kecil jelek.



Matra penampakan




Ponten




Deskripsi



1. Kualitas pengerjaan tugas


4


3


2


1


Tugas dikerjakan dengan sangat baik dan akurat.


Tugas tergarap dengan baik tetapi tidak akurat


Pengerjaan tugas yang abnormal baik dan adv minim akurat


Pengerjaan tugas tak baik dan bukan akurat.


2. Kualitas intern pengerjaan tugas


4


3


2


1


Mewah memodifikasi  prosedur internal kondisi nan menantang.


Mampu memodifikasi prosedur cuma atas uluran tangan pengajar


Mampu memodifikasi prosedur tapi setelah diberi contoh.


Tugas dikerjakan dengan prosedur baku.


3. Barang tugas


4


3


2


1


Secara keseluruhan produk tugas dulu bagus .


Secara keseluruhan barang tugas bagus .


Secara keseluruhan barang tugas menengah .


Secara keseluruhan produk tugas kurang bagus .


Holistik rubric nan unik dibuat bagi membiji kinerja siswa yang berhubungan dengan keterampilan mengamalkan sesuatu , Ukuran kerjanya yang harus diperhatikan antara tak :


      Kemampuan menggunakan prosedur kerja.


      Kemampuan menunjukan kemustajaban berasal setiap langkah sesuai dengan prosedur, dan


      Kemampuan memodifikasi prosedur nan ada tanpa menyalahi fungsi.



Dimensi kinerja




Skor




Deskripsi



1. Penggunaan prosedur


4


3


2


1


Prosedur digunakan secara cepat dan terampil.


Prosedur digunakan secara cepat tetapi kurang terampil.


Suka-suka kesalahan penggunaan prosedur,digunakan lambat dan canggung.


Bukan memperalat prosedur


2. Kepentingan langkah intern prosedur


4


3


2


1


Berkecukupan menunjukan keistimewaan masing – masing langkah  intern prosedur dengan baik.


Langkah – persiapan kerumahtanggaan prosedur ditunjukan secara publik.


Langkah – langkah privat prosedur ditunjukan secara cacat


Langkah – awalan dalam prosedur ditunjukan rendah dapat dipahami


3. kemampuan memodifikasi prosedur


4


3


2


1


Rani memodifikasi prosedur dalam keadaan menantang.


Mampu memodifikasi prosedur tapi dengan sambung tangan instruktur.


Mampu memodifikasi prosedur sehabis diberi contoh maka dari itu pembimbing


Tidak mampu memodifikasi prosedur..


b. Analitic Rubric


            Analitic rubric yaitu  rubric nan dimensi maupun aspek kinerjanya dibuat lebih rincidemikian pun deskripsi setiap aspek kinerjanya.


Model rubric tugas karangan  dengan topic pengalaman detik perlop semester, panjang karangan dan komponen – komponen serta rontok pengumpulan tugas telah di tentukan :



Aspek pengejawantahan




Indeks




skor




Deskripsi



1. Struktur gubahan


a. Judul


b. Pembukaan


c. Isi


d. Penutup


4


3


2


1


4


3


2


1


4


3


2


1


4


3


2


1


Judul berupa frase, penulisannya tepat, kepala karangan sesuai isi karangan.


Kepala karangan bukan frase, penulisannya tepat,judul sesuai dengan coretan.


Titel bukan frase, penulisannya kurang tepat, judul sesuai dengan isi garitan.


Judul enggak frase penulisannya tidak tepat, judul tidak sesuai dengan isi karangan.


Cak semau dan mengarah ke isi karangan


Ada dan minus cenderung ke isi karangan


Ada hanya tak condong ke isi karangan


Tak ada prolog


Isi lengkap dan jelas


Isi abstrak tetapi cacat jelas


Isi kurang lengkap tetapi jelas


Isi tidak langkap dan tidak jelas


Cak semau dan merupakan konklusi isi tulisan


Ada tapi kurang sesuai dengan isi gubahan


Ada tepai lain sesuai dengan isi karangan


Lain ada pengunci


2. Penggunaan bahasa


a. kosa pembukaan


b. Struktur kalimat


C. Alinea


d. Ejaan


4


3


2


1


4


3


2


1


4


3


2


1


4


3


2


1


Makna dan bentuk tepat


Makna tepat,tulangtulangan tekor tepat


Makna kuarang tepat, rang tepat


Makna dan bagan tidak tepat


90% – 100% Struktur kalimat ter-hormat


80% – 89% Struktur kalimat etis


60% – 79 % Struktur kalimat moralistis


Kurang mulai sejak 60% Struktur kalimat bermartabat


Ada satu pokok pikiran dan dikembangkan dengan jelas


Cak semau satu pokok ingatan dan pengembangannya kurang jelas


Ada makin berusul satu kancing perasaan dan dikembangkan dengan jelas


Ada kian dari satu sosi perhatian dan pengembangannya tidak jelas


90% – 100% moralistis


80% – 89% benar


70% – 79 % bersusila


Minimal banyak69% ter-hormat



KEGIATAN BELAJAR 3




ASESMEN PORTOFOLIO




A.

Pengertian dan Tujuan Portofolio



Portofolio adalah himpunan hasil karya murid nan disusun secara sistematis yang menunjukan upaya, proses, hasil dan kemajuan membiasakan nan dilakukan siswa dari tahun ke waktu.


Pada dasarnya portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa yang dapat menunjukkan pencapaian dan perkembangan hasil belajar siswa.Portfolios is a purposeful collection of student work that tells the story of student achievement or growth. Portfolios are titinada folders of all work a student does.



Kumpulan hasil karya pelajar dalam folder dapat dikatakan perumpamaan portofolio sekiranya kumpulan hasil hasil karya tersebut bisa mengilustrasikan kronologi hasil sparing siswa dari waktu ke masa.


Definisi portofolio menuerut Paulson “a purposeful collection of student work that exhibits the student’s efforts, progress and achievements in one or more areas. The collection must include student participation in selecting contents, the criteria for selection, the criteria for judging merit and evidence of student self-reflection”.



Tiga prinsip terdahulu privat asesmen portofolio:collect, select, reflect, padahal lebih rinci karakteristik portofolio :


1.      Asesmen portofolio yakni asesmen yang menghendaki adanya kerjasama antara murid dengan guru


2.      Asesmen portofolio tak hanya sekedar kumpulan hasil karya hanya yang terdahulu adanya proses pemilahan yang dilakukan berpijak criteria tertentu untuk dimasukan ke dalam karya murid


3.      Hasil karya siswa dikumpulkan berusul masa ke waktu yang digunakan siswa untuk refleksi sehingga peserta mampu mengenal kelemahan dan keefektifan karya yang dihasilkan dan kelemahan tersebut digunakan sebagai objek pembelajaran berikutnya


4.      Kriteria penilaian yang digunakan harus jelas baik bagi temperatur maupun bagi siswa dan diterapkan secara setia.


Menurut John Mueller, intensi utama portofolio adalah untuk riuk satu semenjak tiga tujuan:


1.      Menunjukkan urut-urutan hasil belajar siswa


2.      Menunjukkan kemampuan siswa secara langsung


3.      Membiji secara keseluruhan pencapaian hasil belajar peserta


Portofolio memberikan bukti substansial hasil kerja pelajar, informasi tambahan untuk standardized test, memberikan catatatn kepada pelajar kerjakan melakukan refleksi diri dan ialah mandu terbaik kerjakan mengkomunikasikan pencapaian hasil belajar pesuluh kepada orangtua siswa.


Untuk membedakan portofolio sebagai asesmen dan portofolio umpama hasil karya, Shakelee et.al (1997) mengemukakan seumpama berikut:


Portofolio Umpama Asesmen


(bagaimana saya menunggangi bukti?)


Portofolio Bak Hasil Karya


(cak kenapa saya mengumpulkan bukti?)


1.   Sebagai dok pengembangan level berikutnya


1.   Bagaikan representasi keterampilan yang telah dimiliki


2.   Untuk mempromosikan peluasan berikutnya


2. Sebagai bukti peluasan suatu senyap


3.   Seumpama bukti kemampuan yang sudah lalu dicapai


3. Untuk menunjukan kemampuan yang dimiliki


4.   Cak bagi memodifikasi pengajaran yang akan dilakukan


4.  Laksana bahan nan akan di bahas n domestik satu pertemuan


5.   Bikin menyesuaikan kurikulum


5. Ibarat bahan pelaporan


Ada sejumlah onderdil terdahulu yang harus diperhatikan n domestik penggunaan portofolio sebagai asesmen:


1.      Portofolio hendaknya punya criteria penilaian yang jelas, partikular, dan mengarah pada research based criteria


2.      Dapat digunakan sebagai mata air informasi yang mengenal dengan baik kemampuan dan kesigapan peserta


3.      Berbagai pendirian yang mesti diperhatikan damal pengmpulan bukti yang berkontribusi terhadap portofolio yaitu: bukti-bukti tercetak (printed materials) alias bukti non-printed (non-printed materials)


4.      Portofolio dapat terdiri dari berbagai bentuk informasi seperti karangan, hasil lukisan, skor tes, foto dan sebagainya


5.      Kualitas portofolio harus ditingkatkan dari waktu ke tahun


6.      Setiap netra tuntunan boleh jadi mempunyai gambar portofolio yang berbeda terbit yang enggak


7.      Portofolio harus dapat diakses secara langsung oleh orang-orang nan bersangkutan terhadap portofolio tersebut.



B.

Perencanaan Portofolio



Okta- pedoman yang harus diperhatikan kapan merencanakan portofolio Shaklee et.al (1977):


1.      Menentukan criteria atau standar nan akan digunakan sebagai dasar asesmen portofolio


2.      Pertal criteria atau kriteria tersebut kedalam rumusan-rumusan hasil belajar yang dapat diamati


3.      Memperalat criteria, memeriksa pangsa radius dan urutan materi dalam kurikulum untuk menentukan perkiraan perian nan diperlukan lakukan mengumpulkan bukti yang diperlukan


4.      Menentukan orang-orang yang berkepentingan secara spontan dengan portofolio siswa


5.      Menentukan diversifikasi-jenis bukti nan harus dikumpulkan


6.      Menentukan cara yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan berdasar bukti nan dikumpulkan


7.      Menentukan system nan akan digunakan cak bagi mengomongkan hasil portofolio, pelaporan informasi dan keputusan asesmen portofolio


8.      Mengatak bukti-bukti portofolio bersandar nyawa, papan bawah, atau isi agar kita dapat membandingkan



C.

Pelaksanaan Portofolio



Privat pelaksanaan asesmen portofolio, tugas guru yaitu :


a.       Menunda dan memotivasi siswa


b.      Memonitor pelaksanaan tugas


c.       Memberikan umpan balik


d.      Memamerkan hasil portofolio siswa



D.

Pengumpulan Bukti Portofolio



Kumpulan karya murid boleh dikatakan portofolio kalau kumpulan karya tersebut yaitu representasi dari kumpulan karya terpilih yang menunjukkan pencapaian dan perkembangan belajar pelajar dalam rangka pencapaian pamrih pembelajaran. Setiap penggalan alias pemenggalan dari karya dalam portofolio dimaksudkan untuk mencapai tujuan pembelajaran nan solo. Karya siswa harus dapat menunjukkan urut-urutan maupun bukti bahwa petatar sudah mencapai tujuan tertentu.



E.

Tahap Penilaian



1.      Penilaian dimulai dengan menentapkan criteria penilaian yang disepakati bersama antara guru dengan siswa puas mulanya pembelajaran


2.      Barometer penilaian yang sudah lalu disepakati diterapkan secara konsisten


3.      Hasil penilaian selanjutnya digunakan sebagai penentuan pamrih pembelajaran berikutnya


4.      Penilaian internal asesmen portofolio lega dasarnya dilakukan secara terus menerus atau berkesinambungan.



KEGIATAN BELAJAR 4




Penilaian Ranah Afektif




A.

KONSEP Radiks



      Kemampuan afektif ialah babak dari hasil sparing siswa yang sangat penting. Kemajuan pembelajaran pada mati kognitif dan psikomotorik habis ditentukan oleh kondisi afektif siswa. Petatar yang memiliki minat belajar dan sikap yang positif terhadap pelajaran akan merasa senang mempelajari alat penglihatan pelajaran tersebut sehingga mereka akan dapat mencapai hasil pengajian pengkajian yang optimal.


       Menurut Krathwohl ( intern Gronlund and Linn, 1990 ),ranah afektif terdiri atas lima level merupakan :


1.   Receiving


       Receiving merupakan kemauan siswa untuk memperhatikan satu gejala ataupun stimulus, misalkan aktivitas dalam kelas bawah,ki akal alias musik.


2.   Responding


       Responding merupakan partisipasi aktif siswa lakukan merespon gejala yang dipelajari.


3.


Valuing


      Valuing yakni kemampuan peserta kerjakan memberikan ponten,keyakinan atau sikap dan menunjukkan suatu derajat internalisasi dan komitmen.


4.


Organization


         Organization merupakan kemampuan anak untuk mengorganisasi poin yang suatu dengan angka yang lain dan konflik antar nilai bakir diselesaikan dan siswa mulai membangun sistem internal yang konsisten.


5.


Characterization


         Characterization adalah level tertinggi dalam ranah afektif. Pada level ini siswa sudah punya system nilai yang berpunya menyelesaikan perilaku setakat lega perian tertentu sampai menjadi model hidupnya.


           Sedangkan karakteristik yang berjasa dalam antap afektif adalah sikap, minat, konsep diri dan nilai.


1.


Sikap


      Menurut Fishbein dan Ajzen seperti mana dikutip oleh Mardapi  (2004), sikap didefinisikan   perumpamaan  predisposisi yang dipelajari bikin merespon secara positif atau negative terhadap suatu mangsa, situasi, konsep alias sosok. Proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila pihak sekolah mewah memungkiri sikap siswa terbit sikap subversif menjadi sikap konkret


2.


Minat


Menurut Getzel (n domestik Mardapi, 2004), minat adalah suatu disposisi yang terorganisir melalui pengalaman yang memerosokkan seseorang untukmemperoleh objek khusus, aktivitas, pemahaman dan ketrampilanuntuk intensi perhatian dan pencapaian. Peristiwa penting pada minat yaitu kebulatan hati untukmemperoleh sesuatu.


3.


Konsep diri


Konsep diri adalah penilaian yang dilakukan individu terhadap kemampuan dan kelemahan diri sendiri ( Smith dalam Mardapi, 2004). Konsep diri terdepan buat menentukan pangkat karir siswa. Dengan memafhumi kemustajaban dan kelemahan diri sendiri maka siswa akan dapat memilih alternative karir yang tepat buat dirinya.


4.


Nilai


Nilai adalah suatu keyakinan nan dalam tentang ragam, tindakan maupun perilaku yang dianggap baik dan yang dianggap tak baik (Rokeach dalam Mardapi, 2004). Sekolah perlu membantu siswa cak bagi menemukan dan menguatkan biji yang signifikan kerjakan peserta agar petatar berkecukupan  mencapai kebahagiaan diri dan subur menyerahkan hal-hal nan positif buat masyarakat.



B.

Sejumlah CARA MENILAI Tenang AFEKTIF



Menurut Ericson (n domestik Nasoetion dan Suryanto, 2002), penilaian afektif boleh dilakukan dengan cara:


1.      Pengamatan langsung, adalah dengan mengamati dan mencatat sikap dan tingkah kayun peserta terhadap sesuatu,benda, orang, gambar atau kejadian. Dari tingkah laku yang muncul kemudian dicari atribut yang mendasari tingkah laris tersebut.


2.      Wawanrembuk, dilakukan dengan memberikan pertanyaan terbuka atau tertutup. Tanya tersebut digunakan sebagai pancingan.


3.      Pol ataupun kuesioner, ialah suatu instrumen pertanyaan alias isian nan sudah disediakan pilihan jawaban baik berupa pilihan soal atau pilihan bentuk angka.


4.      Teknik proyektil, merupakan tugas atau karier alias objek yang belum perhubungan dikenal siswa. Para murid diminta cak bagi mempersoalkan hal tersebut menurut penafsirannya.


5.      Pengukuran gadungan, merupakan pengamatan tentang sikap dan tingkah laku seseorang dimana yang diamati tdak tahu bahwa ia madya diamati.



C.

LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN Gawai AFEKTIF



1.


Merumuskan tujuan pengukuran afektif


Ekspansi perkakas ukursikap bermaksud untukmengetahui sikap petatar terhadap sesuatu objek, misalnya sikap peserta terhadap kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Alat ukur minat bermaksud untuk memperoleh informasi tentang minat siswa terhadap sesuatu. Hasil pengukuran minat akan bermanfaat  bagi sekolah buat mengidentifikasi dan menyenggangkan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan minat pelajar. Padahal bagi siswa akan signifikan bakal mempelajari sesuatu alamat sesuai dengan minatnya.


2.


Mencari definisi konseptual pecah afektif yang akan diukur


Setelah intensi pengukuran ditetapkan maka langkah berikutnya merupakan memformulasikan definisi konseptual dari afektif yang akan diukur.


3.


Menentukan definisi operasional dari setiap afektif yang akan diukur


Penentuan definisi operasional dimaksudkan untuk menentukan pendirian pengkuran    definisi  contoh.


4.


Menjabarkan definisi operasional menjadi sejumlah indikator


Parameter ialah petunjuk terukurnya definisi operasional. Dengan demikian indikator  harus operasional dan dapat diukur. Akurasi pengukuran ranah konektif sangat ditentukan oleh kemampuan produsen instrument privat membuat maupun menyusun indeks.


5.


Menggunakan indikator sebagai transendental batik pernyataan-pernyataan dalam instrument.


Penulisan instrument atau perlengkapan ukur boleh dilakukan dengan menggunakan skala pengukuran. Skala pengukuran yang paling banyak digunakan adalah nisbah Liekert. Neraca Likert merupakan salah satu jenis perimbangan pengukuran hening afektif yang terdiri dari sejumlah soal yang diikuti dengan penilaian responden terhadap setiap pernyataan dengan menggunakan lima neraca mulai dari yang paling sesuai sampai  dengan yang paling enggak sesuai.


6.


Meneliti lagi setiap butir pernyataan


Studi kembali instrument yang selesai ditulis sebaiknya dilakukan oleh orang yang telah memiliki banyak pengalaman dalammengembangkan radas ukur afektif minimal dua insan.Kepada dua orang tersebut diberikan perincisan mulai sejak setiap butiran (tujuan pengukuran,definisi konseptual, definisi operasioanl, indicator dan pernyataan yang dibuat) dan pacak – rambu penulisan pernyataan yang baik seperti yang disarankan oleh Edwards.


7.


Mengerjakan uji coba


Perabot instrument yang telah ditelaah dan diperbaiki,disusun dan diperbanyak lakukan kemudian di uji cobakan dilapangan. Tujuan uji coba adalah untuk memahami perangkat alat ukur tersebut sudah boleh menerimakan hasil pengukuran sama dengan nan kita inginkan.


8.


Menyempurnakan organ


Data yang diperoleh terbit hasil uji coba selanjutnya kita olah bikin memperoleh cerminan adapun validitas dan kredibilitas alat tersebut. Berdasarkan data hasil uji coba kita akan dapat memperbaiki pengumuman pernyataan yang dianggap rengsa. Dengan demikian pada akhir kegiatan ini kita sudah boleh memperoleh gawai radas  yang memenuhi syarat seumpama perangkat ukur yang baik.


9.


Mengadministrasikan perlengkapan


Nan dimaksud dengan mengadministrasikan instrumen  ialah melaksanakan pengambilan data di tanah lapang. Lakukan mengadministrasikan instrumen  di tanah lapang perlu diperhatikan bilang hal ialah:


a.


Ketersediaan perangkat instrumen


Ketersediaan perangkat organ  paling tidak terdiri dari petunjuk cara menjawab dan abstrak  pencantuman alat.


b.


Tenaga alun-alun


Tenaga tanah lapang yang dibutuhkan disesuaikan dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemeriksa. Sebelum terjun ke pelan, petugas perlu dilatih bagaimana melaksanakan reklamasi data di pelan. Pelatihan ini dimaksudkan mudahmudahan semua petugas lapangan mempunyai persepsi yang setara dalam mengambil data.


c.


Kesiapan responden


Sebelum pengurukan data dilakukan kita perlu menghubungi instansi atau unit nan terkait di lapangan agar sreg ketika pengambilan data dilakukan semua responden sudah siap.



MODUL 4




KEGIATAN BELAJAR 1




PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN Maklumat HASIL Berlatih



Maksud utama berpunca kegiatan penilaian adalah bagi mengethaui apakah kompetensi dasar nan telah ditetapkan sudah lalu dapat dicapai makanya pelajar atau belum. Lakukan keperluan tersebut suhu perlu menyusun prosedur penilaian dalam bagan ruji-ruji-kisi pengukuran. Celah-jari-jari pengukuran tersebut antara lain berisi :


(a) aspek yang akan diukur : kognitif, afektif, atau psikomotor,


(b) spesies alat ukur yang digunakan : pemeriksaan ulang alias non-konfirmasi,


(c) teknik ataupun cara pengukurannya : tertulis, oral, atau kelakuan


(d) cara penskoran serta pengolahannya.


Reklamasi dan Pengolah Informasi Hasil Belajar berbunga Pembuktian Tertulis


Informasi hasil belajar nan diperoleh dari verifikasi tertera dikumpulkan dari hasil konfirmasi tercantum yang sudah lalu diolah pelajar, baik yang bersumber dari ulangan harian, tes tengah semester, atau tes intiha semester. Jenis tes nan buruk perut digunakan di pelan yakni tes objektif  dan tes uraian.


A.


Menginterogasi dan Godok Hasil Konfirmasi


1.


Mengusut Hasil pembenaran Adil


Pendirian yang paling umum dilakukan oleh para pegiat pendidikan di lapangan adalah dengan sensor secaar manual. Cara ini tepat dilakukan sekiranya jumlah pelajar tesnya bukan sesak banyak.  Jika jumlah peserta tes sangat besar, maka pemeriksaan secara manual dirasa tidak efektif lagi. Kalau murid tes dalam jumlah osean maka dapat menunggangi fasilitas komputer untuk menskor dan mengolahnya. Pembacaan jawaban siswa bisa dilakukan dengan memperalat bantuan mesin pembaca (scanner machine) dan untuk menempa data lebih jauh dapat digunakan komputer jinjing.


2.


Mengusut Hasil Tes Jabaran


Pemberian skor atau scoring adalah kelainan serius kerumahtanggaan pemeriksaan hasil tes uraian. Menurut Hopkins dan sindikat-konsorsium (1990) terdapt lima faktor yang menjadi persoalan bilamana menginterogasi hasil tes jabaran yaitu ketidaktetapan pemeriksa dalam memberikan poin, adanya hallo effect, carri over effect, order effect, dan adanya surat berharga penggunakan bahasa serta karangan siswa.


3.


Ki menggarap Data Hasil Tes


a
)      Bakal tes adil (tanpa formula teka-teki)


Persentase pemilikan =
    ….

  x  100 %


b
)      Untuk tes jabaran :


Persentase pendudukan =
   ….

x  100 %



B.




Pengumpulan dan Perebusan Embaran haisl Belajar dari Unjuk Kerja Petatar



Informasi hasil belajar yang diperoleh dari unjuk siswa kerja peserta, baik yang berupa unjuk kerja yang sederum diamati guru, pembuatan laporan, pengumpulan hasil karya, pengumpulan portofoio dan bukan sebagianya. Satu hal yang tidak kalah utama adalah informasi nan berkenaan dengan proses selama menghasilkan karya tersebut.


Bikin memperoleh permakluman tersebut sudah lalu dagangan tentu suhu harus mempersiapkan pedoman pengamatan yang dilengkapi dengan kriteria penskoran. Inilah yang dikenal dengan rubrik



KEGIATAN BELAJAR 2




Pendekatan dalam Anugerah Nilai





Mualamat hasil berlatih siswa yang diperoleh dari validasi, pada awalnya masih berupa skor yunior (raw score) yang berupa data tertabur (belum tertata). Karena data belum tertata dengan baik maka guru akan menjumpai kesulitan buat memperoleh gambaran yang jelas tentang hasil belajar siswa tersebut.


Data tersebut perlu diatur sedemikian rupa agar mudah dipahami, misalnya diurutkan dari data terbesar sampai dengan yang terkecil. Dengan mengurutkan hasil tes tersebut maka kamu akan dapat menyibuk dengan mudah rangking siswa.


Apabila kuantitas siswa sedikit (misalnya 10 anak) maka penyusunan datanya boleh engkau bakal dengan mudah dan dapat dengan cepat diketahui rangking kelas pada netra cak bimbingan tertentu. Tetapi jika jumlah peserta engkau banyak maka kumpulan data hasil belajar nan anda sambut akan mudah dipahami sekiranya data tersebut diolah internal rang grafik kekerapan. Cara membuat daftar revolusi kekerapan :


1.      Tentutan rentang, adalah data terbesar dikurangi dengan data terkecil.


2.      Tentukan banyak kelas interval yang diperlukan.


3.      Tentukan janjang kelas pause (p)


4.      Tentukan ujung bawah kelas selang antara bagi data terkecil.


5.      Masukkan semua data ke n domestik kelas interval.


Pendekatan dalam karunia nilai diantaranya:


1.

Pendekatan Penilaian Komplet Norma (PAN)



Adalah satu pendekatan untuk menginterpretasikan hasil berlatih pelajar dimana hasil sparing yang diperoleh seorang siswa dibandingkan dengan hasil membiasakan yang diperoleh kelompoknya. Pemberian nilai seorang peserta dapat diberikan berdasarkan plong pencapaian hasil belajar kelompoknya. Dengan demikian guru dapat mengasihkan skor tertinggi sreg murid nan memperoleh nilai tertinggi dan sebaliknya pelajar yang memperoleh skor terendah diberi nilai terendah.


Jika jumlah peserta banyak (mencapai ratusan) maka penggunaan statistika keteter yaitu haarga rata-rata (mean) dan simpangan baku (SB) akan dulu membantu dalam memberikan nilai untuk seluruh siswa.


Simpangan baku sangat bermanfaat dalam pengukuran varriasi angka. Pada dasarnya simpangan baku menakar seberapa jauh setiap skor menyerak dari mean. Semakin besar harga simpangan absah menunjukkan bahwa selebaran skor dari mean semakin besar. Atau dengan perkenalan awal tak semakin besar harga simpangan baku, data tersebut semakin beraneka ragam. Sebaliknya semakin mungil harga simpangan baku maka data tersebut semakin homogen.



2.



Pendekatan Penilaian Hipotetis Kriteria (Kelongsong)



Dalam PAK keberhasilan setiap momongan tidak dibandingkan dengan hasil hang diperoleh kelompoknya belaka keberhasilan setiap anak akan dibandingkan dengan kriteria yang mutakadim ditetapkan sebelumnya.  Penentuan kriteria menuju plong pencapaian kompetensi alias tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.


          Penerapan Kemasan dalam nasib sehari-hari misalnya intern penataran dosen baru di suatu perguruan tinggi di tentukan dengan kriiteria; berijasah S1 dalam program studi nan relevan, Indeks Prestasi Kumulatif minimal 3,00 dan persyaratan yang lainnya.



     Penilaian



Pengertian penilaian disini mengacu pada penilaian sebagai asesmen ialah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh informasi akan halnya pencapaian hasil membiasakan peserta dan menggunakan informasi tersebut utuk menjejak tujuan pendidikan.



     Penyajian Hasil Penilaian



Bentuk penilaian yang dapat dipergunakan master bakal menilai hasil membiasakan siswa:


a.      Penilaian dengan menggunakan skor.


b.      Penilaian dengan menggunakan kategori.


c.      Penilaian dengan uraian alias narasi


d.      Penilaian kombinasi



Proses Hadiah Nilai



Pelaksanaan penilaian sesuai prinsipnya harus dilakukan pada semua aspek hasil belajar (kognitif, afektif, dan psikomotor) sesuai dengan permohonan kompetensi nan terletak dalam kurikulum. Teristiadat dipahami bahwa penguasaan kompoetensi hasil belajar bikin setiap mata pelajaran tidak sama. Ada mata les yang kompetensi belajarnya bertambah menekankan plong ranah serebral (misalnya matematika), tenang afektif (misalnya Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan), atau sirep psikomotor (misalnya Olah Jasad).


Beberapa jenis peranti ukur dan jenis tagihan yang dapat digunakan dalam proses pemberian ponten antara lain:


a)


Kuis


b)


Pertanyaan lisan


c)


Ulangan buletin


d)


Tugas individu


e)


Ulangan semesteran


f)


Proklamasi tugas ataupun laporan kerja


g)


Tentamen praktek



BUTUH FILE DI ATAS SILAHKAN DI DOWNLOAD Melalui LINK DI BAWAH INI !

Adapun kerjakan petunjuk download kami uraikan sbb:

  1. Klik link download
  2. Kemudian anda akan ikut link Adfly, selanjutnya silahkan Klik Lewati (Skip Ad) yang terserah di kanan atas cucur komputer anda
  3. Sesudah itu beliau akan masuk ke menu Google Drive kami, silahkan klik bunyi bahasa download (↓) yang ada di kanan atas komputer engkau
  4. File akan otomatis menginjak di download silahkan tunggu setakat selesai
  5. Sekiranya proses dari nomor 2 ke nomor 3 gagal ulangi kembali barangkali terjadi gangguan jaringan dan barang apa macamnya.

Source: https://catatanmoelyadi.blogspot.com/2019/10/pdgk-4301-rangkuman-evaluasi.html

Posted by: skycrepers.com