Ppt Modul 8 Pembelajaran Pkn Di Sd

PEMBELAJARAN PKN DI SD MODUL 8 KB 1,2,3 KEGIATAN Sparing I KONSEP, Biji, MORAL, DAN NORMA (KNMN) DALAM HUBUNGAN Penduduk NEGARA DENGAN NEGARA Konsep adalah signifikansi yang menunjukkan kepada sesuatu. Signifikasi tersebut dapat dinyatakan privat tulang beragangan alas kata-pembukaan , nama dan pernyataan. Beralaskan definisi itu dapat disimpulkan bahwa konsep poin yaitu denotasi yang menunjuk plong biji tertentu. Nilai adalah Sesuatu yang merunjuk kepada tutunan perilaku yang membedakan polah yang baik dan buruk atau dapat diartikan sebagai kualitas kebaikan yang terarah puas sesuatu. Kesusilaan adalah keharusan perilaku yang dibawakan oleh nilai. Norma sumber bawah syariat yang menguatkan kedudukan konsep, nilai dan moral serta perilaku yang dilakukan. Agar dapat menuntaskan materi dengan baik langkah-awalan yang harus diketahui : 1. Kritis secara mantap Konsep, Biji, Kesopansantunan dan Norma. 2. Bakal amatan nilai, moral dan norma privat kurikulum PKN 2006 termasuk cermati kriteria Kompetensi dan kompetensi bawah serta tentukan materi atau indeks nan dapat meletakkan dari ketiga unsur tersebut. 3. Kaitkan dengan perilaku nan diharapkan dari rumusan nilai ataupun kompetensi dasar dan penanda tsb. Beranjak dari ketiga peristiwa tersebut diatas bisa kita rumuskan tiga hal sangat berkaitan dengan perilaku Yang diharapkan: 1. Coba Anda tentukan sejumlah standar kompetensi privat kurikulum PKN 2006 buat lakukan njenjang SD,kemudian identifikasikan kembali secara betul KNMN-nya. 2. rumuskan materi yang mencerminkan ketiga atom biji. 3. Apakaah ada privat contoh materi tersebut asosiasi KNMN dengan tuntutan perilaku warga negara. Memungkiri sikap seseorang tidak semudah menjangkitkan barang dari tempat kesatu ketempat yang lain,sahaja memerlukan proses dan kebiasaan-aturan yang kontributif kearah itu pula. Mengenai hal tersebut ada beberapa pendekatan yang kita kenal.

1. pendekatan emosional bertujuan menyadarkan perasaan dan emosi siswa dalam emahami,menghayati dan mengimani nilai yang akan ditanamkan 2. Pendekatan rasional berniat menyerahkan peranan kepada akal busuk internal memahami dan menerima kebenaran angka tersebut. Harapan pendidikan kewarganegaraan pasal 3 undang-undang Republik Indonesia no 20 perian 2003 akan halnya sistem Pendidikan nasional adalah Pendidikan Nasional berfunngsi berekspansi dan takhlik watak serta peradaban nasion nan bermartabat dalam rajah mencerdaskan umur bangsa, bermaksud bakal berkembangnya potensi murid asuh agar menjadi bani adam yang berketentuan dan bertakwa kepada Sang pencipta Yang Mahe Esa. Dibidang ekonomi beralaskan sreg pasal 33 UUD 1945. Bahwa mandu pandang intergralistik Indonesia dibidang perekonomian ini menurut beberapa elemen diantaranya berikut ini. 1. perekonomian disusun sebagai kampanye bersama , maksudnya produksi dikerjakan oleh semua buat semua dibawah didikan anggota masyarakat. 2. Perekonomian disusun atas wasilah, maksudnya kemakmuran masyarakat yang diutamakan, tidak kemakmuran orang-orang. Hakekat Pembangunan Nasional adalah Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia yang mengandung berikut ini : 1. Adanya keselarasan , keseasian dan kebulatan nan utuh dalam seluruh kegitan pembngunan 2. Pembangunan merata untuk seluruh masyarakat dan seluruh kewedanan lahan air. 3. Hal yang mau dibangun sosok dan masyarakat Indonesia sehingga pembangunan harus 4. Berkepribadian Indonesia dan menghasillkan manusia dan masyarakat beradab nan tetap berkepribadian pula. Demikian pula di bidang-bidang lainya (social budaya dan pertahanan keamanan) peran serta aktif warga Negara sangat diperlukan. Pembangunan mengandung maslahat bahwa warga Negara ialah objek dan subjek Pemngunan Karena warga Negara misal subyek pembanguna maka warga Negara bak manusia harus diperhitungkan. Oleh karena itu teristiadat mengajak subyek pembangunan bagi berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

KEGIATAN BELAJAR 2 KONSEP, NILAI, MORAL, DAN NORMA (KNMN) privat HUBUNGANNYA DENGAN SESAMA WARGA NEGARA . N domestik UUD 1945 yang menata tentang hal-situasi sbb: 1. Siapa yang dimaksud Warga Negara? 2. Siapa yang dimaksud orang luar ataupun tidak Warga Negara? Secara faali manusia dilahirkan ke bumi ini bak makhluk sosial(zoom Politicion) . Ia akan senantiasa berhubungan dengan anak adam nan lain dan lingkunganya kerumahtanggaan memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka dari itu karena itu, salah suatu yang dilakukan dalam rang menepati kebutuhan hidupnya adalah manusia membangun suatu wadah tempat mereka berlabuh yang dinamakan Negara, sebagai halnya yang telah Kamu pelajari pada kegiatan terdaahulu bahkan telah menyangsang nyawa berbangsa dan bernegara. Seperti itu pun secara faali merekapun menjadi anggota dari organisasi tersebut dalam keanggotaan mereka dalam organanisasi Negara disebut warga Negara. Menurut Rustandi (1988:60) Pemukim Negara ialah mereka yang berdasarkan hukum merupakan anggota suatu Negara dari suatu Negara. Pasal 26 ayat(1) menyatakan bahwa”yang menjadi Warga Negara Indonesia ialah orang-orang bangsa Indonesia murni dan hamba allah-sosok bangsa tak yang disahkan dengan Undang-Undang ibarat Penghuni Negara” ayat (2) menyatakan bahwa “syarat-syarat yang mengenai kwarganegaraan Negara ditetapkan intern Undang-Undang”’ 1. Bani adam-anak adam bangsa Indonesia kudus 2. Orang-orang bangsa enggak nan disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara Indonesia. Manusia-basyar bangsa Indonesia asli adalah orang-orang yang dilahirkan oleh ibu bapak nan berbunga dari seluruh wilayah Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Cucu adam-hamba allah nasion lain adalah hamba allah-manusia peranakan (Belanda,Tionghoa, Arab) yang bertempat kursi di Indonesia, mengakui Indonesia sebagai tanah airnya dan bersikap taat kepada Negara Republik Indonesia. Adanya legalisasi bagi orang-makhluk yang akan menjadi warga bermula satu Negara membawa konsekuensi konsekuen bahwa individu yang menjadi Warga Negara setelah disahkan dengan Undang-undang akan memiliki hak-hoki dan kwajiban-kwajiban sebagai warga Negara.

Topik pembahasan ini lebih memfokuskan tuntutan perilaku privat perwujudan sikap penghuni Negara internal kehidupan sehari-hari yang dikaitkan dengan tujuan pendidikan nasional ditinjau dari dimensi social. Anda seabagai guru akan rajin berupaya mendidik Warga Negara yang baik. Beranjak dari jabaran tsb di atas boleh kita rumuskan tanya: 1. Barang apa yang menjadi ukuran ciri-ciri Warga Negara Indonesia. 2. Ponten-ponten yang bagaimana yang dapat dipedomani sebagai tuntunan setiap Pemukim Negara, 3. Berikan teladan kasus dalam kehidupan sehari-waktu dilingkungan seputar Ia. Selain jawaban yang Anda bakal, dibawah ini cak semau bentuk jawaban lain. 1. Ciri-ciri Penghuni Negara yang baik boleh dilukiskan, ialah warga Negara yang patriotik, loyal terhadap bangsa dan Negara,toleran beragama, demokrtis maupun yang lebih popular disebut Penduduk Negara nan Pancasialais sejati. 2. Kita harus peduli dan tanggap terhadap tetangga dan lingkungan sekitar kita dimana kita berada. Contoh: cak semau tetangg nan sedang ketularan musibah, kitapun harus berbagi rasa 3. Apalagi yang berkepentingan betul-betul dahulu memerlukan pertolongan kita.Kita harus boleh menempaatkn diri siapapun mereka. Apapun nan mereka rasakan seyogianya ikut merasakannya. Penanaman dan penyesuaian sikap yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila internal kehidupan sehari-hari terlampau wajib berpokok usia prematur n domestik rancangan pembinaan dan pembentukan Pribadi Warga Negara. Oleh karena itu lebih taktis bila diawali berusul Pendidikan Dasar, Nilai-nilai tersebut , seperti mana timbang rasa, barang bawaan jawab pengendaalian diri, tolong menolong, hargamenghargai. Tentu saja penanaman sikap itu harus diimbangi tingkat kecerdasan yang janjang pula. Makrifat nan ada berupa psatnya pengetahuan dan teknologi nan telah mengglobal akan membawa dampak dan pengaruh sikap mental dikalangan pelajar. Sementara factorfaktor yang mempengaruhi terhadap kenakalan petatar sangat komplek antara lain: 1. Faktor-faktor kekuasaan sepanjang pelajar berada dilingkungan sekolah. 2. Faktor-faktor pengaruh selama pelajar berlambak di antara sekolah rumah tempat sangat. 3. Faktor-faktor yang berkarisma selam pelajar berada di mileu kondominium tempat habis.

Pada diri manusia harus selalu ada kemampuan untuk menyelenggarakan kerja sama akal,rasa dan kehendak itu dalam hubungan keekaan.

Akal busuk ialah yang memberi makrifat tentang kelakuan bagaimana yang harus dilakukan. Rasa ialah yang mengujinya dengan berpedoman kepada hasratnya sendiri. Kehendak yang menentukan sikap akan dilakukan atau tidaknya. Apabila kemampuan itu telah mendarah daging akanmelahirkan watak . Hal yang penting pron bila dia menyajikan konsep diatas dengan langkah nan sudah lalu diuraikan semoga dilakukan dengan metode VCT(Value Clarification Technique) atau metode menjelaskan poin maupun lebih diarahkan pada keterlibatan siswa di dalam pemahman konsep tersebut. Adapun yang menjadi pertimbangan selain mulai sejak manusia-maanusia Indonesia secara pribadipribadi, yang mempunyai nilai-angka tersebut, halangan utamanya adalah sbb: 1. Landasan Idiil Pancasila Pancasila mengajarkan internal berkomplot dengan bangsa lain bagi menciptakan perdamaian dilandasi pertanggungjawaban kepada Halikuljabbar Yang Maha Esa. Lega pembukaan UUD 1945 paragraf IV menyebutkan ikut melaksanakan ketertiban mayapada yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan social. 2. Gudi structural N domestik hal ini bidng luar negeri UUD 1945 menamakan pasal 11 sebagai berikut. Presiden dengan persetujuan DPR menyatakan perang, takhlik perdamaian dan perjanjian dengan Negara lain. 3. Dok operasional Sebagai realisasi dan apa yang tercantum dalam pancasila. Pembukaan UUd 1945 diatas untuk politik luar negeri RI bebas aktif intinya agar baangsa Indonesia berkawan baik dengan semua bangsa di manjapada dan tak pandang bulu. Penandasan tercantum di n domestik GBHN (Kekekalan MPR no. 11/MPR/1983).

KEGIATAN Membiasakan 3 KONSEP,NLAI, Kesusilaan DAN NORMA (KNMN) DALAM Pengembangan KOMITMEN BELA NEGARA. Bela Negara bisa terlampiaskan bila dilandasi oleh adanya tekad ,sikap dan tindakan Warga Negara nan teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut didasarkan maka dari itu : 1. kecintaan pada lahan air. 2. Kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia. 3. Keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi Negara dan kerelaan berkorban. Wawasan Nusantara merupakan mandu pandang bngs Indonesia tentang diri dan lingkunganya berdasarkan ide nasionalnya yaitu Pancasila dan UUD 1945 umpama aspirasi suatu bangsa nan merdeka berdaulat dan ter-hormat di paruh-tengah lingkungannya, dan yang menyimpang dalam tindak kebijaksanaannya, privat mencapai harapan persoalan nasional (GBHN 1978). Wawasan nusantara merupakan suatu penglihatan, sikap pendidikan dan keagamaan bangsa Indonesia yang telah lama dikenal dan dianutnya, bahkan telah n kepunyaan legalitas dalam kehidupan kita sebagai nasion dan Negara yang telah merdeka dan berdaulat. Kejadian ini dapat kit lihat dalam ketetapan MPR ialah TAP MPR/Nomor Ii/1993 tangga 11 maret 1993 tentang GBHN. Bab II sub E yang antara bukan berbunyi “Wawasan dalam menyentuh intensi pembangunan Kewarganegaraan adalah wawasan Nusantara yang mencengam: 1. Perwujudan gugusan pulau Nusantara sebgai satu kesendirian politik. 2. Pewujudan kepulauan Nusantara andai satu kesatuan Ekonomi. 3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai suatu kesatuan Kubu dan Keamanan. Disamping aspek social dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara tersebut, juga bukan kalah pentingnya dengan aspek alamiah TRIGATRA nan menutupi : 1. letak geografis pada posisi cabang 2. keadaan dan kekaayaa alam 3. peristiwa dan kemampuan penduduk Upaya pemeintah cak bagi menggalang dan mempertahankan baik berpunca aspek alamiah maupun aspek social dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara dalam usahanya mewujudkan

Tujuan Negara melampaui Pertahanan Nasional. Upaya-upaya tsb antara lain menciptakan Ketahanan Nasioanal nan menghampari : 1. Bikin konsisten memungkinkan berjalanya pembanguan nasional yang belalah harus tujau yang Menuju tujuan yang ingin dicapai dan hendaknya dapat secara efektif dihindarkan berpangkal kendala, Tantangan , intimidasi dan godaan nan timbal benyot bermula luar atau semenjak internal maka pembangunan nasional diselenggarakan melintasi pendekatan kethanan nasional yang mencerminkan keterpaduan antara segala aspek sukma bangsa secara utuh dan menyeluruh. 2. Kesabaran Kewarganegaraan merupakan kondisi dinamis yang merupakan intergritas dari kondisi tiap aspek kehidupan berbangsa dan Negara . Sreg hakekatnya ketegaran nasional yakni kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa utuk boleh menjamin kelangsungan hidupnya memusat kejayaan bangsa dan Negara. Berhasilnya Pembanguan Nasional akan meningkatkan ketenangan nasional. Toleransi nasional yang tangguh lebih menunda Pembangunan nasioal (GBHN :1993). 3. HAMKANAS adalah upaaya rakyat yang semesta yang adalah salah satu fungsi utama pemerintah Negara dalam susuk penegakan ketahanan nasional dengan maksud mencecah keamanan Bangsa dan Negara serta keamanan Tentangan Nasional.

BABXII PERTAHANAN NEGARA (UUD1945) Pasal 30 ayat (1) Tiap Warga Negara Berhak dan wajib ikut serta dlam operasi Pembelaan Negara 

Terwujudnya keikutsertaan Warga Negara tersebut.

Apabila Pemukim Negara menyadari bahwa dia punya hak dan kwajibanya itu. 

Harus dipersiapkan/ditumbuhkan 

Melalui upaya pendidikan

Khususnya 

Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN)

Berpijak pada 4 peristiwa tersebut dapat kita rumuskan 5 pertanyaan ciri-ciri yang menjadi objek pendidikan Pendahuluan Bela Negara. Sebutkan ciri-ciri nan menjadi sasaran PPBN: 1. cinta lahan air 2. Sadar berbangsa dan bernegara Indonesia 3. Yakin akan validitas dan kesaktian Pancsila 4. Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara. 5. Serta n kepunyaan awal bela Negara Jadi signifikansi bela Negara yang dimaksud dalam pasal 30(1) “Tiap pemukim Negara beSrhak dan waajib ikkut serta dalam manuver pleidoi Negara.

Source: https://pdfcoffee.com/pembelajaran-pkn-di-sd-modul-8-pdf-free.html

Posted by: skycrepers.com