Rancangan Aktualisasi Guru Sd Tentang Media Pembelajaran

Susuk AKTUALISASI
Ponten-NILAI DASAR

KEDUDUKAN DAN PERAN
PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

OPTIMALISASI Sarana PEMBELAJARAN BERBASIS TI
Bakal MENINGKATKAN Kognisi Pelajar
TERHADAP SUATU TOPIK BACAAN
DI UPTD SDN CITAYAM 1

Makanya :

Irma Khoirunnisa, S.Pd

PELATIHAN Sumber akar Favorit PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN III ANGKATAN IV PEMERINTAH KOTA DEPOK

Raga PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PEMERINTAH Daerah JAWA BARAT
2021

Rangka AKTUALISASI
NILAI-Nilai Asal Singgasana DAN PERAN

PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

OPTIMALISASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TI
Cak bagi MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP

Satu TOPIK Pustaka
DI UPTD SDN CITAYAM 1

Oleh :

Keunggulan : Irma Khoirunnisa, S.Pd

NIP : 19900429 202012 2 014

NDH : 16 (Enam Belas)

Unit Kerja : UPTD SDN Citayam 1

Jabatan : Juru Pertama-Guru Papan bawah

Coach : Sri Untari, S.Pt., MP.

Mentor : Feryany Gultom, S.Pd, M.Pd.

PELATIHAN Asal Calon Pegawai Negeri SIPIL
GOLONGAN III Barisan IV PEMERINTAH KOTA DEPOK

Fisik Ekspansi SUMBER Resep Basyar
PEMERINTAH Kawasan JAWA BARAT
2021

LEMBAR Pengabsahan
Rang AKTUALISASI

Optimalisasi Wahana Pembelajaran Berbasis TI Untuk Meningkatkan Kognisi Peserta
Terhadap Satu Topik Bacaan di UPTD SDN Citayam 1 Kota Depok

Oleh :

Nama : Irma Khoirunnisa, S.Pd

NDH : 16 (Enam Belas)

Unit Kerja : UPTD SDN Citayam 1

Jabatan : Juru Pertama – Suhu Kelas

Bekasi, Mei 2021
Peserta Pelatihan Pangkal CPNS

IRMA KHOIRUNNISA, S.Pd
NIP. 199004292020122014

Menyetujui,

Coach Mentor

Sri Untari, S.Pt. MP. Feryany Gultom, S.Pd, M.Pd
NIP. 197101301998032003 NIP. 19730617 200012 2 002

Disahkan oleh Penguji,

…………………………………………..
NIP.

Pembukaan PENGANTAR

Puji dan terima kasih panitera panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas ridha dan
karuniaNya, penulisan Bagan Aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Alat angkut
Pembelajaran Berbasis TI Bikin Meningkatkan Kesadaran Pesuluh Terhadap Suatu
Topik Bacaan di UPTD SDN Citayam 1 Kota Depok” ini dapat selesai pada waktunya
dengan penuh tanggung jawab.

Rancangan aktualisasi ini disusun kerumahtanggaan kerangka menetapi salah suatu syarat kerjakan
memecahkan Les Pangkal (Latsar) CPNS golongan III pasukan IV Hari 2021 yang
diselenggarakan maka itu Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat.
Tujuan utama kerumahtanggaan rancangan aktualisasi ini ialah cak bagi meningkatkan pemahaman siswa
dalam menentukan inti alias gagasan rahasia sreg suatu wacana.

Keberhasilan penyusunan rancangan aktualisasi ini tak ampunan berpangkal usaha dan bantuan
bermacam-macam pihak, sehingga rancangan aktualisasi ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulis
mengemukakan terimakasih kepada :
1. Sri Untari, S.Pt. MP., perumpamaan Pembimbing nan sudah meluangkan banyak waktu dengan

penuh kesabaran memberikan pimpinan dan masukan dalam menyusun rancangan
aktualisasi.
2. Feryany Gultom, S.Pd, M.Pd, selaku Mentor nan telah mengasihkan bimbingan, tembung
serta arahan agar rang nan akan diaktualisasikan boleh berjalan dengan optimal.
3. Seluruh Widyaiswara di BPSDM Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan banyak
hobatan untuk peserta Latsar CPNS.
4. Seluruh panitia penggubah dari Badan Ekspansi Perigi Kancing Manusia daerah
kawasan Jawa Barat dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Pokok Manusia
Kota Depok.
5. Keluarga besar UPTD SDN Citayam 1 atas dukungan dan kerja samanya;
6. Orangtua, momongan, kakak, adik, anak bini dan teman yang telah membantu dan senantiasa
meratibkan.
7. Teman-teman Latsar CPNS Kota Depok Perian 2021 golongan III barisan 1V,
inversi sharing dan senasib gerombolan 1 khususnya.

Depok, 24 Mei 2021
Penulis

Irma Khoirunnisa, S.Pd

DAFTAR ISI

Lawai Permufakatan …………………………………………………………………. i
Benang PENGESAHAN …………………………………………………………………. ii
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………..…..iii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………..iv
Ki I PENDAHULUAN…………………………………………………………………… 1

A. Meres Belakang ………………………………………………………………………………………………….1
B. Identifikasi Isu …………………………………………………….. Error! Bookmark not defined.
C. Harapan ………………………………………………………………… Error! Bookmark not defined.
D. Kebaikan ………………………………………………………………. Error! Bookmark not defined.
Gerbang II GAMBARAN UMUM ORGANISASI ………………………………………………………………9
1. Identitas Organisasi………………………………………………. Error! Bookmark not defined.
2. Struktur Organisasi ………………………………………………………………………………………….10
3. Visi Misi……………………………………………………………… Error! Bookmark not defined.
4. Angka Organisasi …………………………………………………… Error! Bookmark not defined.
5. Role Abstrak……………………………………………………………………………………………………..13
Pintu III RANCANGAN AKTUALISASI ……………………………………………………………………14
A. Biji-NILAI Radiks ANEKA……………………………………………………………………….14

1. Akuntabilitas ……………………………………………………. Error! Bookmark not defined.
2. Nasionalisme ……………………………………………………. Error! Bookmark not defined.
3. Etika Umum ……………………………………………………… Error! Bookmark not defined.
4. Komitmen Loklok ……………………………………………….. Error! Bookmark titinada defined.
5. Anti Penyelewengan …………………………………………………….. Error! Bookmark not defined.
B. Singgasana DAN PERAN PNS DALAM NKRI .. Error! Bookmark not defined.
1. Manajemen ASN ………………………………………………. Error! Bookmark not defined.
2. Pelayanan Publik ………………………………………………. Error! Bookmark not defined.
3. Whole Of Government……………………………………….. Error! Bookmark not defined.
C. RANCANGAN AKTUALISASI……………………………………………………………………….14
1. Bidang Belakang Penetapan Isu ………………………………………………………………………..14
2. Pemeriksaan Isu menggunakan Metode USG ………………………………………………………16
3. Analisis Sumber masalah ………………………………………………………………………………….19
4. Identifikasi Core Isu ……………………………………………………………………………………..20
5. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi ……………………………………………………..20
D. JADWAL PELAKSANAAN AKTUALISASI ……………………………………………………30
BAB IV PENUTUP ………………………………………………………………………………………………….32
A. KESIMPULAN……………………………………………………………………………………………….32
B. SARAN ………………………………………………………………………………………………………….32
DAFTAR Pustaka …………………………………………………………………………………………….34

DAFTAR Grafik

Grafik 1.1 Struktur Organisasi UPTD SDN Citayam 1…………………………………………………. 14
Tabel 3.1 Identifikasi Isu………………………………………………………………………………………… 24
Tabel 3.2 Penjelasan USG………………………………………………………………………………………. 26
Tabel 3.3 Indeks USG ………………………………………………………………………………………. 26
Tabel 3.4 Analisis Isu dengan USG …………………………………………………………………………. 26
Tabulasi 3.5 Faktor yang Mempengaruhi Isu…………………………………………………………………. 27
Grafik 3.6 Tahapan Kegiatan Aktualisasi……………………………………………………………………. 29
Tabel 3.7 Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi ……………………………………………………… 29
Tabel 3.8 Timeline Kegiatan Aktualisasi……………………………………………………………………. 38

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Salah satu upaya n domestik mencapai cita-cita bangsa adalah sampai ke maksud pendidikan

nasional. Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Pasal 3, pamrih pendidikan kewarganegaraan adalah mengembangkan potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang berkepastian dan bertakwa kepada Almalik Yang Maha Esa,
berakhlak sani, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara nan
demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan pendidikan secara universal
maka wajib upaya-upaya dari setiap garda terdepan yakni sekolah perumpamaan gelanggang dan
tempat pelajar mengeksplorasi kemampaun yang cak semau dalam diri pesuluh.

Sependapat dengan tujuan nasional pendidikan, UPTD SDN Citayam 1 punya visi
“Terbentuknya siswa yang berakhlak mulia, berprestasi, kreatif dan berwawasan
mileu’’.

Untuk mencapai satu hal yang baik tentu banyak faktor partisan. Profesi temperatur
PNS babak semenjak Aparatur Sipil Negara (ASN). ASN memiliki 3 fungsi utama yaitu
seumpama pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat serta pemersatu bangsa.
N domestik melaksanakan tugas dan fungsinya, koteng ASN harus berpegang teguh kepada
poin-nilai dasar yang terdiri dari Akuntabilitas, Chauvinisme, Etika publik, Komitmen
Mutu, dan Anti korupsi (ANEKA). Adanya nilai-nilai radiks tersebut diharapkan ASN
dapat bertugas dengan optimal dan professional sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya yang berkaitan dengan pelayanan publik, termasuk profesi guru.

Disebutkan dalam UU No.14 Tahun 2015 bahwa pamrih guru yakni: suhu ialah
pendidik dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
membiji, dan mengevaluasi, peserta tuntun lega pendidikan anak kehidupan dini sagur pendidikan
formal, pendidikan sumber akar dan pendidikan menengah. Master harus memiliki kompetensi
nan baik mudah-mudahan mampu hingga ke hasil yang diharapkan untuk peserta didik. Guru yang
professional adalah hawa nan berlambak mendidik anak asuh muridnya menjadi generasi nan
mampu adu cepat dan memiliki moral yang baik. Selain itu, sesuai dengan khasiat ASN
sebagai pelayan publik menjadi dasar bahwa hawa harus menerimakan pelayanan yang
baik dalam hal penataran terhadap peserta didik demi tercapainya peningkatan hasil
belajar siswa. Maka seorang guru harus dapat mengikuti jalan zaman dan terus
meningkatkan kompetensi.

Di era globalisasi yang serba modern ini kronologi disegala bidang sangatlah
pesat. Terutama perkembangan mantra pengetahuan dan teknologi yang mengapalkan
yuridiksi samudra terhadap spirit basyar diberbagai sektor seperti mana ekonomi, sosial
budaya, ilmu keterangan dan pendidikan. Takdirnya privat satah pendidikan teknologi
digunakan dalam banyak kejadian riuk satunya bikin penyusunan alat angkut pengajian pengkajian.
Media pembelajaran nan baik akan menciptakan suasana belajar nan menentramkan.
Keadaan itu akan kontributif petatar n domestik mencerna pembelajaran yang disampaikan.
Pendidikan terus mengikuti kronologi zaman. Temperatur dituntut untuk bisa menghadapi
era 4.0 dengan berekspansi pintasan-inovasi bau kencur nan kreatif sehingga dapat
diterapkan dalam pengajian pengkajian.

Media pendedahan bisa dipahami laksana ki alat yang digunakan intern proses dan
maksud pendedahan. Pada hakikatnya proses pembelajaran juga merupakan komunikasi,
maka media pengajian pengkajian bisa dipahami bagaikan kendaraan komunikasi nan digunakan
intern proses komunikasi tersebut, media pembelajaran memiliki peranan penting
bagaikan sarana untuk menyalurkan pesan pembelajaran. Termasuk di dalamnya buku,
video, tape, slide suara, suara guru atau salah satu komponen dari suatu sistem
pengutaraan.

Lakukan menjadi pendidik yang kompeten tentu seorang hawa harus memiliki kreatifitas
dan inovasi dalam menerapkan pembelajaran yang menyenangkan semoga pelajar lebih
arwah dalam menyepakati cak bimbingan. Seorang guru harus mampu mengidas dan
menggunakan media pendedahan yang tepat dalam proses pembelajaran dengan
merenungkan harapan pendedahan yang akan dicapai.

Melihat kondisi saat ini Indonesia sedang diterjang mewabahnya covid 19, di mana
pandemi covid 19 membuat pemerintah menudungi sementara berbagai kemudahan publik
termasuk sekolah. Keadaan ini dilakukan kerjakan mengurangi penyerantaan virus tersebut. Proses
kegiatan belajar mengajarpun dilakukan secara daring maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ)
di apartemen masing. Oleh karena itu guru dituntut kerjakan lebih produktif dalam penyampaian
pendedahan dengan mengoptimalkan berbagai media berbasis teknologi informasi ataupun
media penerimaan online.

Dalam pelaksanaan pendedahan di UPTD SDN Citayam 1 alat angkut pembelajaran nan
digunakan masih bersifat konvensional dan belum optimalnya pemanfaatan media
berbasis Teknologi Pengetahuan umpama alat tolong penyampaian materi ke peserta didik.
Situasi tersebut dapat menimbulkan kejenuhan pada murid didik, lebih lagi materi yang
disampaikan tak dapat dituruti secara optimal makanya siswa didik. Hasil belajar peserta

yang belum didasari pada kemampuan diri sendiri sejauh hari pembelajaran jarak jauh
yang disebabkan pandemi covid19 sehingga guru tak boleh mengeluarkan mana siswa
nan sungguh-sungguh mengerjakan tugas dari hasil gagasan sendiri.

Berlandaskan kondisi tersebut maka penulis bagaikan Calon Personel Negeri Sipil
(CPNS) memerlukan solusi pemecahan ki kesulitan seyogiannya temperatur dan sekolah dapat berlaku
maksimal dalam memberikan pelayanan dan kebutuhan kepada petatar asuh dalam hal
pendidikan. Oleh karena itu penulis mengangkat kepala karangan “Optimalisasi Media
Pembelajaran Berbasis TI Untuk Meningkatkan Kognisi Siswa Terhadap Satu
Topik Teks di UPTD SDN Citayam 1 Ii kabupaten Depok”. Dengan adanya kegiatan
aktualisasi ini, diharapkan makmur mengamankan isu yang ada dan bisa meningkatkan
kinerja pendidik privat menerapkan nilai-ponten ANEKA pada proses pembelajaran
melangkaui media penerimaan nan bakir dan menyenangkan.

B. Tujuan Aktualisasi
Tujuan dari penyusunan bagan aktualisasi ini dibagi menjadi tujuan umum dan
khusus.
1. Maksud Umum
a. Tujuan kegiatan aktualisasi ini adalah kerjakan mengimplemantasikan biji-nilai dasar
ANEKA yang meliputi Akuntabilitas, Chauvinisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu, Anti Korupsi sebagai ASN.
b. Mampu mengaktualisasikan takhta dan peran ASN dalam NKRI dengan cara
menerapkan secara optimal pengelolaan ASN, peladenan masyarakat, dan Whole Of
Government di instansi penugasan, khususnya sebagai pelayan publik yang
dilaksanakan UPTD SDN Citayam 1.
2. Tujuan Idiosinkratis
a. Pembiasaan penggunaan perbuatan media pembelajaran online berbasis teknologi
informasi dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi covid
19.
b. Optimalisasi penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi maklumat
diharapkan mampu meningkatkan tingkat pemahaman siswa dalam mengambil
sebuah gagasan sebagai bekal kedaulatan belajar
c. Penelaahan nan aktif dan menyejukkan akan meningkatkan minat belajar
siswa

C. Skor – Nilai Sumber akar ANEKA
ASN bersama distrik berpeBgUan,gKAteLgAuUh SpEaSdUa APIaPnEcaRsTiAlaN, YUAnAdNang – Undang Dasar 1945,

dan NKRI. Bertekad mengabYdAi NpGadDaIJNAeWgaArBa IIBnUdoKnEeMsiaA,RmINe,njunjung hierarki nilai –nilai
Akuntabilitas, Nasionalisme, NEItLiAkaI APNuEbKliAk,BKAoIKmNiYtmAeDnI MTUuLtIuS dan Anti Korupsi. Ponten –

SETELAH Intensi, APAKAH
nilai nan terkandung di dalaSmEPnEyRaTsIeIbNuIaShUpDeAgHanBgEaTnUdLa?lam berkomitmen menjalankan
amanah yang telah di emban bertuankan pada masyarakat.
1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah muatan setiap individu, kelompok, maupun institusi untuk
memenuhi tanggungjawab. Biji-nilai yang terkandung dalam akuntabilitas yang harus
dimiliki ASN buat diterapkan di unit kerja yaitu, kepemimpinan, transparansi,
integritas, bagasi jawab, keadilan, kepercayaan, kesamarataan, kejelasan dan
kepejalan. Amanah seorang ASN adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai mahajana
dinataranya memperlakukan warga negara secara adil dan setara privat penyelenggaraan
pemerintahn dan pelayanan publik, tanggungjawab, menunjukkan sikap dan perilaku
loyal dan dapat diandalkan sebagai penyelenggaraa pemerintahan.
2. Nasionalisme

Chauvinisme yakni pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa
dan negara serta memuliakan bangsa lain. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia
dilandasi dengan ponten-nilai Pancasila. Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau
paham kecintaan terhadap nasion dan petak air yang didasarkan sreg kredit-nilai
Pancasila. Diharapkan dengan chauvinisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN
punya habituasi berpikir dalam-dalam mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara. Ponten
Nasionalisme dengan Bekerjasama, tak memaksakan niat terhadap khalayak enggak,
objektif, membeda-bedakan, kerja keras, cinta kapling air, dan rela berkorban sebagai wujud
patriotisme yang terserah sreg setiap pemukim Negara Indonesia. Seumpama penghasil kebijakan
pelayanan publik tentu setiap tenaga kerja ASN harus mempunyai nilai-kredit kepublikan,
berorientasi puas kepentingan masyarakat dan senantiasa menaruh keistimewaan publik,
nasion dan negara di atas guna lainnya, mencadangkan kurnia nasional
daripada kepentingan sektoral atau golongan. ASN bak perekat dan pemersatu
nasion harus bersikap bebas, nonblok, dan mengayomi kepentingan berbagai kerubungan
minoritas, serta menjadi teladan di mileu publik.
3. Etika Pubik

Etika Awam menekankan pada aspek nilai dan norma, serta prinsip tata susila, sehingga
etika publik membentuk integritas peladenan publik yang teruji, kewajiban jawab, cermat,

kesetiaan, hormat, sopan, patuh perintah dan menjaga rahasia dalam melaksankan tugas.
Nilai-biji dalam etika umum ini menjadi satu keharusan dan tak dapat dipisahkan
privat sikap seorang ASN. Etika publik merupakan refleksi adapun baik/buruk, moralistis/salah
tersapu perilaku, tindakan, dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan awam dalam
rangka menjalankan tanggungjawab pelaanan umum.
4. Komitmen Dur

Komitmen mutu dalam berpikir secara kritis untuk menganalisis beraneka macam fenomena
aktual serta ditantang kerjakan menciptaan bagaimana menyodorkan kinerja inovatif yang
berkomitmen terhadap mutu. Efektivitas dan efiiensi demap menjadi teman menjujut yang
menjadi sorotan publik privat memberikan penilaian terhadap capaian kinerja
perusahaan ataupun institusi rezim. Hanya internal kenyataanya seringkali kedua
aspek tersebut terlupakan, atau bahkan diabaikan. Komitmen mutu bermaksud lakukan
memberikan kepuasan awam dalam pelayanan publik. Penilaian dur berlandaskan
pada subyektifitas seseorang.Cak bagi menimbang penilaian tersebut terlazim adanya tolok
pelayanan sehingga sebuah dur pelayanan dapat terkontrol dengan baik.
5. Antagonistis Korupsi

Anti korupsi Penyelewengan adalah tindakan bikin lain menyundak hukum dengan tujuan
untuk memperkaya diri sendiri maupun golongan. Korupsi sering dikatakan bak
kejahatan asing konvensional, salah suatu alasannya adalah karena dampaknya nan asing biasa
menyebabkan kerusakan baik dalam urat kayu lingkup, pribadi, keluarga, publik dan
Negara. Ponten-angka nan terkandung dalam aspek anti kecurangan yaitu kejujuran ,
kepedulian, kemerdekaan, kedisiplinan, keadilan, tanggungjawab dan kerja keras

Kedudukan Dan Peran PNS Internal NKRI
1. Manajemen ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN bagi menghasilkan Personel ASN yang
professional, memiliki poin bawah, etika profesi, independen dari intervensi politik, bersih semenjak
praktik korupsi, rekayasa, dan nepotisme. Manajemen ASN makin menekankan kepada
kekuasaan profesi tenaga kerja sehingga diharapkan seharusnya rajin cawis sendang daya
aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman. Sesuai fungsi
ASN adalah Penggubah kebijakan publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu.
Privat UU ASN disebutkan bahwa dalam penyelenggaraan dan strategi tata
ASN, salah satu diantaranya asas persatuan dan keekaan. ASN harus pelahap

mengutamakan dan mementingkan persatuan dan kesendirian nasion (keefektifan bangsa
dan Negara di atas segalanya).
Kode Etik ASN

Kode etik dan kode perilaku berilmu pengaruh perilaku agar Pegawai ASN:
Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggungjawab, dan berintegritas jenjang,
Melaksanakan tugasnya dengan hemat dan disiplin, Menyajikan dengan sikap puja,
sopan, dan tanpa tekanan, Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundangundangan, Melaksnakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Kepala
yang Berkuasa sejauh tidak inkompatibel dengan ketentuan kanun
perundangundangan dan etika pemerintahan, Menjaga kerahasian nan menyangsang
ketatanegaraan Negara, Menunggangi khasanah dan dagangan milik Negara secara
bertanggungjawab, efektif, dan efisien, Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan
dalam melaksanakan tugasnya, Memberikan pemberitahuan secara bersusila dan tidak
mencelakakan kepada pihak tidak yang memerlukan kenyataan tersapu kebaikan
kedinasan, Bukan menyalahgunakan pengumuman internal Negara, tugas, harga diri, kekuasaan,
dan jabatannya bagi bernasib baik atau mencari keuntungan atau manfaat kerjakan diri seorang
alias untuk orang lain,Memegang tetap nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan
integritas ASN, Melaksanakan ketentuan kanun perundang- undangan tentang
disiplin Tenaga kerja ASN.

Konsep Sistem Merit dalam Pengelolaan ASN, Penerapan sistem merit dalam
penyelenggaraan ASN kontributif pencapaian tujuan dan sasaran organisasi serta
menerimakan ruang bagi tranparansi, akuntabilitas, obyektivitas dan keadilan. Beberapa
langkah positif bisa dilakukan bakal menerpakan sistem ini baik dari sisi perencanaan
kebutuhan yang kasatmata transparansi dan jangkauan informasi kepada masyarakat
maupun acaram obyektifitas dalam pelaksanaan seleksi. Sehingga instansi pemerintah
mendapatkan pegawai yang tepat dan berintegritas lakukan menyentuh visi dan misinya.
2. Pelayanan Publik

Peladenan masyarakat yaitu “Segala apa bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan
oleh Instansi Tadbir di Kiat dan Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD
dalam kerangka barang dan /atau jasa, baik kerumahtanggaan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
(Gambar Administrasi Negara: 1998).

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Mahajana, dijelaskan bahwa
peladenan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan intern rangka pelepasan
kebutuhan peladenan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga

negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/alias pelayanan eksekutif yang disediakan
oleh pembentuk peladenan publik. Tiga elemen terdepan dalam pelayanan masyarakat, yaitu
mula-mula, organisasi penyelenggara pelayanan publik, kedua, penerima layanan
(pelanggan) ialah orang, masyarakat atau organisasi yang bersangkutan, dan ketiga,
kepuasan yang diberikan dan maupun dituruti oleh penyambut layanan (pelanggan).
Pelayanan mahajana memiliki fungsi tak cuma menunaikan janji kebutuhan-kebutuhan dasar
warga negara sebagai manusia, akan doang lagi berfungsi sebagai proteksi bagi warga
negara. Rangka-bentuk patologi birokrasi antara lain Penggelembungan Organisasi,
Duplikasi Tugas dan Keistimewaan, Red Tape, Konflik Wewenang, Korupsi Persekongkolan dan
Nepotisme, dan Berat ekor Berubah. Prinsip-pinsip pelayanan prima antara tidak, Responsif
terhadap pelanggan/memahami pelanggan, Membangun visi dan misi peladenan,
Menargetkan patokan pelayanan dan ukuran pengejawantahan pelayanan, Pemberian pelatihan dan
ekspansi pegawai tersapu bagaimana memasrahkan pelayanan yang baik,
Menerimakan pujian kepada pegawai.
3. Whole Of Government (WoG)

Whole-of-Government (WoG) adalah sebuah pendekatan pengelolaan
tadbir nan menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan bersumber keseluruhan
sektor dalam ruang cak cakupan pengharmonisan yang makin luas kebaikan mencapai tujuan-maksud
pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan mahajana. Oleh risikonya
WoG kembali dikenal sebagai pendekatan intergrasi, yaitu pendekatan yang melibatkan
sejumlah kelembagaan nan tercalit dengan urusan-urusan yang relevan. WoG dipandang
bagaimana instansi pelayanan publik bekerja lintas senggat atau lintas sektor manfaat
menyentuh tujuan bersama dan sebagai respon terpadu pemerintah terhadap isu-isu
tertentu. WoG lagi dipandang sebagai bentuk kerjasama antar seluruh aktor, pemerintah
dan sebaliknya. Peladenan yang Bertabiat Adminisitratif Pelayanan publik yang
menghasilkan berbagai produk dokumen halal seperti KTP, status persuasi, surat
kepemilikan, tercantum pertinggal-tembusan resmi seperti SIUP, ijin trayek, akta
kelahiran, pertinggal lahan, dan sebagainya, boleh dilihat internal praktek-praktek
penyatuan manajemen izin dalam suatu ki seperti PTSP di kantor SAMSAT,
Disdukcapil dan sebagainya. Pelayanan Jasa yang menghasilkanbentuk jasa, seperti
pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan lainnya. Peladenan Barang Pelayanan yang
menghasilkan jenis barang yang dibutuhkan warga massyarakat, seperti misalnya urut-urutan,
perumahan, jaringan telepon, elektrik, air bersih, dan seterusnya.

6. Manfaat Aktualisasi
Manfaat nan diperoleh dengan adanya kegiatan aktualisasi ini antara bukan:

1. Lakukan Penulis
Dengan adanya kegiatan aktualisasi ini katib dapat mengimplementasikan nilai-nilai
ANEKA serta kedudukan dan peran ASN sebagai pelayan publik di lingkungan kerja.
Serta terlaksananya kegiatan-kegiatan aktualisasi sebagai perwujudan bentuk
akuntabilitas dan menjadi inovasi kreatif nan dapat diterapkan kerumahtanggaan pembelajaran.

2. Buat Sekolah
Melalui kegitan aktualisasi ini dapat meningkatkan mutiara pelayanan publik serta
mampu menerimakan kualitas layanan prima dalam proses kegiatan membiasakan mengajar
sampai-sampai di musim taun covid 19 dengan pembelajaran jarak jauh.

3. Bagi Siswa didik
Melintasi kegiatan aktualisasi ini dapat mewujudkan pembelajaran yang kian aktif,
ki menenangkan amarah, dan tidak monoton dengan adanya media pembelajaran berbasis
digital ataupun teknologi informasi.

Portal II
Bayangan Masyarakat ORGANISASI

1.1 IDENTITAS ORGANISASI

Sekolah Sumber akar Daerah Citayam 1 didirikan tahun 1947 atas dasar swadaya masyarakat
Citayam. Menginjak beroperasi hari 1948, masih menjadi bagian dari Kecamatan Bojonggede
Kabupaten Bogor. Pada perian 2005 masuk ke negeri Kecamatan Pancoran Mas Ii kabupaten
Depok. Karena terserah pemekaran kecamatan maka puas musim 2010 SD Negeri Citayam I
masuk ke dalam negeri Kecamatan Cipayung Ii kabupaten Depok. SD Kewedanan Citayam 1 berada di
tengah lingkungan pemukiman mahajana yang layak padat dengan mata pencaharian
penduduk sebagian besar sebagai buruh, wiraswasta dan karyawan dengan pendapatan
batih yang tidak merata bahkan banyak kembali keluarga nan enggak fertil. Letak SD
Kawasan Citayam 1 yang sangat taktis dekat dengan pasar tradisional, stasiun kereta jago merah,
apartemen sakit dan beberapa komplek perumahan. Hal ini menyebabkan jumlah petatar di SD
Negeri Citayam 1 sangat padat.

Profil UPTD SDN Citayam 1

Nama Sekolah : UPTD SD Negeri Citayam 1

NPWP : 00.364.895.3.421.000

Target Sekolah : Jl. Raya Cipayung Rt.02/10, Bojong Saung Terong

Kecamatan Cipayung, Kota Depok

NSS/NIS : 10.1.0266.04.54 / 100080

NPSN : 20228692

Status Sekolah : Provinsi

Email : [email protected]

Akreditasi : A (Amat Baik)

Cap Kepala Sekolah : Feryany Gultom, S.Pd, M.Pd.

Tahun Didirikan : 1947

Tahun Beroperasi : 1948

Harga diri Tanah : Milik Pemerintah

a) Piagam Kepemilikan Tanah : Girik
b) Luas Kapling : 1.359,5 m2

Akses internet : IndiHome

1.2 Sruktur Organisasi

STUKTUR
UPTD SDN CITA

Masa AJ

Kep
Feryany G

Unit Taman bacaan
Himawan Susanto, S.Pd

Guru Kelas I Guru Papan bawah II Temperatur Kelas III
Anita Sisca Riyanti, S.Pd Anita Sisca Riyanti, S.Pd Dian Yulia T, S.Pd
Retno Fajarwati, S.Pd
Ernawati, S.Pd, SD Qiqi Febriyanti, S.Pd Muhammad Zaki, S.Pd
Mulyani, S.Pd Nazlah Khaeroni, S.Pd Evi Trisnawati, S.Pd

Tita Qurrota A’yun, S.Pd Siti Masitoh, S.Pd

Guru PAI
Sanwanih, S.Pd.I
Misbahul Munir, S.Pd.I

PESE

MASYAR

R ORGANISASI
AYAM 1 Kota DEPOK
JARAN 2020/2021

pala Sekolah
Gultom, S.Pd, M.Pd

Komite Sekolah
Nina Malinda Telatap, ST

Ahli mesin Sekolah
Taufik Amriyahya
Wisnu Nugraha, A.Md, Kom

Guru Kelas IV Master Kelas V Temperatur Kelas bawah VI
Ayu Irianti, S.Pd Feryany G, S.Pd,M.Pd Praditya Widiarto.Pd
Himawan Susanto, S.Pd
Sri Budianti, S.Pd Tarsono, S.Pd Masanih, S.Pd
Irma Khoirunnisa, S.Pd Yana Supriyatna, S.Pd Mohamad Agus D, S.Pd

Supriyanto, S.Pd Isti Umama, S.Pd.SD

Suhu PJOK
Acep Supandi, S.Pd

Nursiwan, S.Pd.

ERTA Asuh

RAKAT SEKITAR

1.3 VISI DAN MISI ORGANISASI
Visi UPTD SD Negeri Citayam 1 adalah:

Terbentuknya pesuluh yang berakhlak mulia, berprestasi,
kreatif dan berwawasan lingkungan.

Misi UPTD SD Area Citayam 1 antara lain :
a. Menanamkan keimanan dan ketakwaan melintasi pengamalan ramalan agama.
b. Memelihara sukma belajar murid agar berprestasi di segala permukaan.
c. Menciptakan suasana berlatih yang membantu dan ki menenangkan amarah mudah-mudahan peserta dapat

mengembangkan minat dan bakatnya.
d. Mewujudkan sekolah yang peduli dan beradab lingkungan.

1.4 NILAI ORGANISASI
Manajemen Angka Budaya kerja di UPTD SD Provinsi Citayam 1 merupakan bagaikan berikut :
a. Bersuasana Religius
Menciptakan suasana religious dalam setiap kegiatan
b. Usia
Menumbuhkan sikap dan nyawa yang tinggi untuk meningkatkan hubungan sosial
antar warga sekolah.
c. Pembelajar
Meningkatkan prestasi akademik menuju sekolah unggulan
d. Terampil
Terampil dalam kegiatan dengan mengoptimalkan segala mata air daya kerumahtanggaan intra
maupun ekstra kurikuler.
e. Berwawasan lingkungan
Berbarengan seluruh pemukim sekolah berkiblat sekolah berwawasan lingkungan.
f. Kreatif
Menerapkan penerimaan PAIKEM (Pendedahan Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif
dan Menyurutkan) sreg seluruh kelas.
g. Inovatif
Memberikan radiks-sumber akar mantra kabar dan teknologi sebagai bekal cak bagi
melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.

h. Bertamadun
Meluaskan budaya sekolah yang religius melampaui kegiatan keagamaan.

i. Berkarakter
Mengembangkan beraneka macam kegiatan dalam proses belajar yang berbasis pendidikan
karakter bangsa.

j. Memiliki Integritas
Keserasian antara pikiran, perkataan dan ulah.

k. Menjunjung Meritrokasi
Menjunjung tinggi keadilan dalam pemberian penghargaan bagi karyawan yang
kompeten.

l. Aktif dan menyenangkan
Senantiasa berpartisipasi dalam setiap kegiatan, menciptakan suasana belajar yang
ramah dan menyenangkan.

m. Tanpa Pamrih
Bekerja dengan tulus, asli, dan munjung dedikasi.

1.5 Fungsi dan Tugas Guru
Keefektifan dan Tugas Guru Beralaskan Undang-Undang Nomor 14 Waktu 2005, temperatur

adalah pendidik profesional dengan tugas terdepan godok, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi pesuluh pelihara plong pendidikan anak vitalitas
dini jalur pendidikan stereotip, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Selain itu, hawa
pula memiliki tugas laksana berikut :

1. Merencanakan pembelajaran;
2. Melaksanakan proses pembelajaran nan bermutu;
3. Menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
4. Membimbing dan melatih peserta didik;
5. Melakukan penelitian dan pengabdian kepada publik;
6. Melaksanakan tugas apendiks nan melekat pada kegiatan resep yang sesuai;
7. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara
bersambung-sambung.
Manfaat guru berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 adalah sebagai berikut:
1. Membudidayakan dan membaja persatuan dan ketunggalan bangsa;
2. Menjunjung tinggi ordinansi perundang-undangan, syariat, dan kode tata susila temperatur, serta
nilai – poin agama dan etika;
3. Menciptakan suasana pendidikan yang berguna, menyenangkan, ki berjebah dan dinamis

4. Memelihara komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutiara pendidikan; dan
5. Memberi teladan dan menjaga keunggulan baik lembaga, profesi, dan geta sesuai
dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

1.6 ROLE MODEL
Sosok nan menjadi role model bagi penyadur yakni,
Feryany Gultom,S.Pd,M.P.d.
Saat ini kamu berprofesi umpama Plt Kepala UPTD
SDN Citayam 1 Biro Pendidikan Kota Depok. Lahir
di Jakarta, 17 Juni 1973, Pendidikan SPG 1 JKT 1991,
DII PGSD IKIP JKT 1995, SI Arrahmaniyah Depok
2004, SII UNINDRA Jkt 2010. Memulai pencahanan PNS
hari 2000, dengan pencapaian :
– Guru Prestasi tingkat Kecamatan tahun 2011
– Patih BOS thn 2005 s.d 2011
– Pengurus Dagangan Sekolah tahun 2018
– Tim Penilai Angka Kredit Guru Depok dari thn
2017 sampai sekarang

Ia adalah keseleo satu bani adam guru senior supel, palamarta, berintegritas berada, inovatif.
Seperti nan diketahui penyalin, sejauh berkreasi di instansi beliau cukup dijadikan teoretis dan
panutan. Bagaikan insan hawa dan pimpinan yang bisa menempatkan diri, dimana, kapan, dan
bagaimana situasi yang suka-suka. Smart, palamarta, akuntabel dan sederhana dia bersedia
membimbing dan menodongkan panitera seumpama CPNS kerumahtanggaan menyesuaikan diri dengan baik.
Poin ANEKA nan terserah dalam sosok beliau diantaranya: Akuntabilitas yaitu selalu
berkewajiban n domestik kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah. Nasionalisme, palamarta
serta rendah lever. Anti penyelewengan, teruji, terbelakang, dan kerja berkanjang dalam menciptakan suasana
lingkungan kerja nan kreatif dan kekeluargaan kerumahtanggaan rang menjejak sekolah calon.

Portal III
Susuk AKTUALISASI

A. NILAI – NILAI DASAR ANEKA
Setiap Aparatur Sipil Negara mempunyai nilai-ponten radiks profesi, nilai-angka dasar tersebut

yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutiara, dan Anti Manipulasi alias
disingkat ANEKA nan diharapkan dapat diaktualisasikan intern pelaksanaaan tugasnya. .
B. RANCANGAN AKTUALISASI
1. Parasan Belakang Penetapan Isu

Dalam pelaksanaan pembelajaran di UPTD SDN Citayam 1 media pembelajaran nan
digunakan masih bersifat lazim dan belum optimalnya pemanfaatan media berbasis
Teknologi Pengumuman sebagai alat tolong penyampaian materi ke peserta tuntun. Hal tersebut
dapat menimbulkan kejenuhan pada pelajar pelihara, bahkan materi yang disampaikan tidak
dapat diterima secara optimal oleh peserta didik. Hasil belajar siswa yang belum didasari
pada kemampuan diri sendiri sejauh waktu pembelajaran jarak jauh yang disebabkan pandemi
covid19 sehingga guru tidak dapat membedakan mana pelajar yang serius mengerjakan
tugas semenjak hasil gagasan sendiri.

Beralaskan kondisi tersebut maka penulis sebagai Primadona Karyawan Provinsi Sipil (CPNS)
memerlukan solusi pemecahan problem agar guru dan sekolah boleh berperan maksimal
dalam menerimakan pelayanan dan kebutuhan kepada peserta didik intern hal pendidikan.
Oleh karena itu penulis mengangkat judul “Optimalisasi Ki alat Pembelajaran Berbasis TI
Bikin Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Suatu Topik Bacaan di UPTD SDN
Citayam 1 Kota Depok”. Dengan adanya kegiatan aktualisasi ini, diharapkan mampu
mengatasi isu nan ada dan bisa meningkatkan kinerja pendidik internal menerapkan poin-
kredit ANEKA pada proses pembelajaran melalui media pembelajaran yang kreatif dan
menyenangkan.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis dalam melaksanakan tugas di UPTD
SDN Citayam 1 Kota Depok selama kurang lebih 5 bulan berusul awal Januari 2021 sampai Mei
2021, terwalak beberapa permasalahan yang dialami sekolah dengan ditemukannya beberapa
isu terkait dengan manajemen ASN, peladenan mahajana, dan Whole of Government. Isu-isu
nan ditemukan kemudian dianalisis menggunakan teknik metode USG (Urgency,
Seriousness, Growth) moga dapat ditindaklanjuti dan ditangani. Berikut beberapa isu yang
juru tulis temukan di lingkungan UPTD SDN Citayam 1 Kota Depok, diantaranya:

a. Belum optimalnya ki alat pembelajaran berbasis TI bagi meningkatkan pemahaman
pesuluh terhadap suatu topik bacaan

b. Ki alat pembelajaran yang kurang bermacam ragam sehingga mempengaruhi minat membiasakan
siswa

c. Belum optimalnya penanaman pendidikan kepribadian makanya guru di UPTD SDN Citayam
1

d. Belum optimalnya KKG Internal di Unit Kerja

Penjabaran mengenai isu nan ditemukan di UPTD SDN Citayam 1 dapat dilihat melewati

tabel 3.1 berikut :

TabelU3N.1T. UIdKenItDifEikNasTiIIFsuIKASI ISU :

No Identifikasi Isu Sumber IsuMENTKOoRndBiIsLi SAaNaGt IKniATANYA GKAoKndisi Yang

Diharapakan

1 Belum PelayananBOLHEaHsilPbAelKaAjaIr KsisAwLaIMAT NSEisGwAaTdIaFp,at memahami

optimalnya alat angkut Awam CONTyOanHg BbeEluLmUMdi,dKasUarRi ANG pOePmTbIeMlajAaLra,ufuk dengan
penelaahan lega kemampuan diri kemampuan sendiri
berbasis TI buat
TAPsIeKndAiLriOseDlaAmRaImPaEsaNDAPAdaTlaSmApYeAm,belajaran

meningkatkan KALppOaemnISdbUeem/laiMjacrAoavSniAdj1aLr9AakHjaIuThU MmjaEreanMkinjAgauNkhaGtasekratna nanang
pemahaman siswa

terhadap suatu BAHsAehSiAngNgYa AguNruEtGidAakTIF YAkBriUti.sJpAaDdaI siswa kelas

topik teks dapat membedakan mana tinggi intern menjawab

SAsiYswAaByUanAgTbIeDnaErN-bTenIaFrIKAsoSaIlIdSeUngan gagasannya

TERmSEenBgUerTja.kManOtHugOaNs dKarOi REsKenSdIirDi AdeNngan

hasil gagasan sendiri. pembiasaan

rendah oAptRimAaHlnAyNa NYA memanfaatkan kelakuan

pemanfaatan wahana media pembelajaran

pembelajaran berbasis berbasis Teknologi

Teknologi Maklumat Informasi (TI).

(TI) oleh temperatur

2 Media Pelayanan Kebosanan dan Murid menjalani
pembelajaran Publik kejenuhan pesuluh dalam pembelajaran dengan
yang minus mengikuti pembelajaran siap, senang & salih
beraneka macam jarak jauh dan malasnya sama dengan saat sebelum
sehingga dalam pengumpulan wabah, serta lebih
mempengaruhi tugas yang tepat musim bertanggung jawab
minat membiasakan (tingkat kedisplinan kerumahtanggaan pengumpulan
siswa siswa yang menurun) tugas surat kabar berusul guru
atas dasar
tanggungjawab dan
keinginan siswa seorang

3 Belum Penyelenggaraan Pendedahan guru Adanya keadilan
antara aspek serebral,
optimalnya ASN masih berpusat pada afektif, dan psikomotor
melalui tumbuhnya
penanaman peningkatan aspek fiil religius, sopan
santun, disiplin, jujur,
pendidikan kognitif sedangkan bagasi jawab, kerja
keras, dan hormat
karakter oleh guru penerimaan yang kepada suhu maupun
orangtua.
di SDN Citayam berbasis penyesuaian

1 karakter masih belum

optimal. Hal ini

berpengaruh plong

perilaku pelajar yang

kurang menunjukkan

karakter nan

diharapkan seperti mana

perilaku sedikit sopan,

pesuluh belum terbiasa

mengucapkan salam

dan juga songsong hidayah.

4 Belum Whole of Minimnya kegiatan Guru inferior paralel dapat

optimalnya KKG Goverment ganti guna-guna dan tatap melakukan tatap muka

Intern di Unit muka antara sesama dengan mematuhi prokes

Kerja guru paralel inferior, dan sharing ilmu serta

sehingga menyebabkan pengalaman

kurangnya inovasi pembelajaran pada

intern pembelajaran, per kelas

guru hanya terpatok sehingga memahami

puas penuntasan kebutuhan siswa kerumahtanggaan

materi dan tugas dalam penataran selain

pusat tematik tanpa perampungan materi didik

merenungkan dengan media yang

melatih kemampuan bervariasi.

anak agar lebih mandiri

dalam belajar.

2. Penapisan Isu menggunakan Metode USG
Kriteria analisis USG menetapkan rentang nilai (1-5) bersumber mulai sangat USG ataupun

adv amat tidak USG. Cak bagi pergi adanya subjektivitas dalam penulisan tulang beragangan
aktualisasi ini, selain penilaian panitera dan mentor, analisa isu tersebut juga dilakukan
menunggangi metode USG oleh master n antipoda sejawat.

No Komponen Tabel 3.2 Penjelasan USG
1 Urgency
2 Seriousness Keterangan

3 Growth Seberapa menggeser isu itu dibahas dikaitkan dengan hari yang
terhidang serta seberapa gigih tekanan hari tersebut kerjakan
menuntaskan masalah yang menyebabkan terjadinya isu

Seberapa mendalam isu tersebut mesti dibahas dikaitkan dengan
akibat nan kulur dengan penghentian penangguhan pemisahan masalah nan
menimbulkan isu tersebut maupun akibat yang ditimbulkan masalah-
masalah enggak jika problem penyebab isu tersebut tidak dipecahkan
(dapat mengakibatkan masalah lain).

Seberapa kemudian isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan
kebolehjadian penyakit penyebab isu akan semakin memburuk
jika dibiarkan.

Parameter yang digunakan buat menentukan prioritas ialah memperalat skala
likert nan terinci seperti pada diagram 3.3 berikut.

Tabel 3.3 Parameter USG

Ponten Urgency/ Mendesak Seriousness/ Growth/
Kegawatan Pertumbuhan
1 Isu tidak menggeser Isu lamban
untuk segera Isu tidak semacam itu khusyuk bakal berkembang
diselesaikan dibahas karena tidak berbuah ke
situasi yang lain Isu cacat cepat
2 Isu abnormal mendesak Isu kurang benar-benar bagi segera berkembang
lakukan segera dibahas karena tidak adv minim
dikerjakan berhasil ke hal yang tak

3 Isu cukup mendesak Isu cukup serius bikin segera Isu cukup cepat
bagi lekas dibahas karena akan berdampak ke berkembang, segera
diselesaikan hal nan lain dicegah

4 Isu memarginalkan bikin Isu tekun cak bagi segera dibahas Isu cepat
segera diselesaikan karena akan berbuntut ke hal yang berkembang lakukan
lain segera dicegah
5 Isu sangat mendesak
bikin segera Isu sangat serius bikin lekas Isu dulu cepat
terjamah dibahas karena akan berdampak ke berkembang dan
hal yang tak harus segera
dicegah.

Hasil analisis USG terkait isu-isu di UPTD SDN Citayam 1 disajikan dalam tabulasi

berikut.

Grafik 3.4. Analisis Isu dengan USG

No Isu U S G Jumlah Peringkat

1 Belum optimalnya wahana penataran 5 5 5 15 1

berbasis TI buat meningkatkan

kognisi siswa terhadap suatu topik

bacaan

2 Media pembelajaran nan kurang 4 4 3 11 2

bervariasi sehingga mempengaruhi

minat belajar petatar

3 Belum optimalnya penanaman 3 3 3 9 3

pendidikan karakter maka dari itu guru di SDN

Citayam 1

4 Belum optimalnya KKG Intern di Unit 3 3 2 8 4

Kerja

Keterangan: Neraca Linkert : 1-5 (1=habis katai, 2=kecil, 3=semenjana, 4=ki akbar, 5=sangat segara)

Amatan dengan metode USG digunakan bakal menentukan satu isu strategis bagi
ditindaklanjuti gagasan solusinya. Selepas mengamalkan tanya jawab dengan pembesar sekolah,
penulis berbuat analisis dengan metode USG pada Kamis 20 Mei 2021 dengan
memberikan bukti bahwa bebrapa siswa belum tepat menjawab soal dikarenakan kurangnya
tingkat kesadaran link google drive berikut
https://drive.google.com/folderview?id=1Z88QMuuEbbxCRf6y4MsAEsjsjmwPljWP

Bermula hasil analisis, isu “Belum optimalnya ki alat pendedahan berbasis TI untuk
meningkatkan kesadaran siswa terhadap satu topik pustaka” menjadi hak istimewa utama
bikin ditindaklanjuti dengan gagasan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan. Bermula hasil
yang didapat, maka gagasan solusi yang akan ditindaklanjuti pada kegiatan aktualisasi
adalah, “Optimalisasi Ki alat Pembelajaran Berbasis TI Bakal Meningkatkan Pemahaman
Siswa Terhadap Suatu Topik Bacaan di UPTD SDN Citayam 1 Kota Depok” diharapkan
setiap langkah kegiatan nan telah disusun dapat terlaksanan dengan baik dan menjadi
solusi privat menanamkan, menumbuhkembangkan Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat
meningkatkan kualitas dan profesionalisme petatar dalam melaksanakan tugas bagaikan
pendidik. Peserta didik juga mengalami peningkatan kerumahtanggaan minat belajarnya, sehinga
peserta didik lebih aktif dan partisipatif dalam melaksanakan kegiatan pendedahan.
Dengan mengaplikasikan nilai-nilai bawah ASN melangkaui kegiatan aktualisasi atau
pembiasaan nan dilaksanakan dapat membentuk ASN n domestik melaksanakan tugasnya agar
menjadi pribadi yang profesional dalam menyervis umum. Apabila nilai-kredit ANEKA
diterapkan kerumahtanggaan atma sehari-periode, tentunya pelayanan yang diberikan oleh ASN
kepada publik juga akan menjadi lebih baik. Melalui kegiatan-kegiatan nan dilaksanakan,
minat belajar peserta didik sekali lagi meningkat.

3. Analisis Pokok masalah

Man

kurangnya rasa percaya diri siswa n domestik Ki alat sosial belu
menjawab tugas-tugas yang diberikan suhu, perantara pembe
serta kegalauan orangtua terhadap hasil
membiasakan pelajar dimasa pandemic covid 19 Kendaraan pem
Permukaan belakang siswa dari kalangan menengah dikembang
ke pangkal sehingga kurang fertil dalam
pemenuhan fasilitas yang memadai Semata-mata f
sosial s
Keterbatasan tatap muka virtual
Daya sumur nan d
Metode pembelajaran belum variatif wajib dari pemerintah

Method

Gambar 3.1

Machine Akibat / effect

um dioptimalkan sebagai Belum optimalnya
elajaran ki alat
penerimaan
mbelajaran belum optimal berbasis TI cak bagi
gkan meningkatkan
pemahaman siswa
fokus pada satu diversifikasi sarana terhadap suatu
andai wahana pembelajaran topik bacaan

digunakan tetapi buku Akibat / effect
h

Materials

1 Analisis Fishbone

4. Identifikasi Core Isu

Dari grafik fishbone di atas, dapat disimpulkan faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya isu antara bukan:

Tabulasi 3.5 Faktor yang Mempengaruhi Isu

No Faktor nan Penjelasan
Mempengaruhi

kurangnya rasa percaya diri siswa dalam menjawab tugas-tugas

nan diberikan guru, serta kecemasan orangtua terhadap hasil

1 Man berlatih siswa dimasa pandemic covid 19 dan Latar belakang

pelajar dari kalangan menengah ke bawah sehingga kurang

mampu dalam pemenuhan kemudahan yang cukup

Pepustakaan belum terkelola dengan baik juga kunci sumber

2 Materials yang digunakan cuma buku teradat dari pemerintah, sedangkan di

perpustakaan banyak buku sumber mengenai Indonesia.

3 Method Keterbatasan lihat roman virtual dan metode pendedahan
belum variatif

Namun fokus plong suatu spesies sarana sosial bagaikan sarana

4 Machine pembelajaran dan media pembelajaran belum optimal

dikembangkan

5. Pangkat Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi
Tabel 3.6 Pangkat Kegiatan Aktualisasi

Unit Kerja UPTD SDN Citayam 1 Kota Depok

Identifikasi 1. Belum optimalnya wahana pendedahan berbasis TI untuk meningkatkan
Isu pemahaman murid terhadap suatu topik bacaan

Isu yang 2. Alat angkut pembelajaran yang sedikit beraneka macam sehingga mempengaruhi
Diangkat minat belajar siswa

3. Belum optimalnya penanaman pendidikan budi oleh guru di UPTD
SDN Citayam 1

4. Belum optimalnya KKG Internal di Unit Kerja
Belum optimalnya media penelaahan berbasis TI bakal meningkatkan
pemahaman siiswa terhadap suatu topik wacana

Kop Optimalisasi media penataran berbasis TI Untuk Meningkatkan
pemahaman siswa terhadap suatu topik bacaan di UPTD SDN Citayam 1
Kota Depok

Gagasan 1. Konsultasi kegiatan kepada coach dan mentor
Perampungan 2. Menyusun materi dan alat angkut untuk program optimalisasi wahana
Isu
pembelajaran berbasis Teknologi Informasi
3. Melakukan sosialisasi kepada pesuluh mengenai program optimalisasi

media pengajian pengkajian teknologi kenyataan
4. Melaksanakan Acara Optimalisasi media pembelajaran berbasis TI

Untuk Meningkatkan pemahaman peserta terhadap suatu topik bacaan
5. Melaksanakan tatap maya melalui zoom meeting,video dan podcast

penataran misal sarana mengaras keberhasilan programa dan
habituasi penerimaan selanjutnya (jangka panjang selama epidemi
covid19)

Tabel 3.7. Daftar Rancan

No Kegiatan Tinggi Kegiatan Output/Hasil K

12 3 4
1) Mendapatkan
1 Wawansabda 1) Memasrahkan MN

kegiatan kerangka Saran dan 1

kepada mentor aktualisasi Masukan

kepada coach dan Perbaikan Hasil

mentor Perbaikan atau

2) Menyamapaikan revisi Bentuk

ide atau gagasan, Aktualisasi

harapan program 2) Adanya

rancangan pengarsipan

aktualisasi pertemuan dengan 2

kepada coach dan mentor.

mentor

3) Lamar saran

dan masukan

terkait rancangan 3

aktualisasi

kepada coach dan

mentor

4) Beruntung

persetujuan bermula

coach dan mentor

5) Seminar 4

Buram

Aktualisasi

ngan Kegiatan Aktualisasi

Keterkaitan Subtansi Mata Kontribusi Visi dan Penguatan

Pelatihan Misi Organisasi Nilai

Organisasi

5 67

MNOilHaiOANNEKKOAR:EKSINYA DI BKAeGgIiaAtaNn MkoAorTdRinIaKsiS INBIeYkeArjBasUam..a

1) Akuntabilitas: ini dalam rangka Memiliki

Koordinasi menciptakan kegiatan aktualisasi integritas

kepercayaan pimpinan akan berkontribusi artinya

ditambah masukan dan sreg visi-misi keselarasan

saran sehingga unjuk sekolah yaitu : antara manah,

kejelasan pencapaian memelihara semangat perkataan dan

target kerumahtanggaan rancangan belajar, perbuatan.

aktualisasi. Mengintensifkan sikap Percaya Diri

2) Nasionalisme: dan arwah yang menyampaikan

Ura-ura dengan tahapan untuk pendapat, ide

mentor alias arahan meningkatkan dan gagasan

umpama salah suatu aspek kontak sosial,

nasionalisme. Meningkatkan

3) Etika Mahajana: penampilan akademik

Menyodorkan gagasan menuju sekolah

dengan ramah, bahasa unggulan

nan sopan, perilaku yang

santun, dan bersikap

sembah, menunjukan

sikap yang profesional.

4) Komitmen Mutu:

Terbentuknya komitmen

untuk mencapai

lega hati dan

mengerjakan program

5

K
d
1

2

3

secara efektif, tetap,
dan berkualitas.
5) Inkompatibel Korupsi :
Terbentuknya komitmen
untuk mengerjakan
program dengan munjung
kepedulian dan objektif
terhadap hasil berlatih
siswa
Kedudukan dan Peran ASN
di NKRI.
1. Pelayanan Mahajana:
Penyerasian dilakukan
intern merancang sebuah
kegiatan yang nantinya
akan berkenaan dengan
pelayanan awam ialah
kondusif pelajar
meningkatkan proses
penelaahan jarak jauh
2. Manajemen ASN :
Dengan kegiatan ini juga
berdampak pada reflleksi
hawa bakal selalu kreatif
menciptakan
penelaahan yang aktif,
inovatif dan
meredam emosi
3. Whole of Government:
Koordinasi dengan coach
dan mentor menciptakan
kerjasama yang baik

Prediksi kajian dampak : Sekiranya kegiatan ini bukan dilakukan, nila

chauvinisme (musyawarah), biji etika publik (bermartabat santun n domestik berko

dan bentrok manipulasi (kepedulian, kepatuhan, dan kerja gigih), tentu tidak a

terjadinya persamaan skandal yang baik sehingga boleh mengakibatkan te

kedudukan dan peran ASN, takdirnya kegiatan ini lain dilakukan maka pelay

jauh dengan metode Teknologi Informasi), WoG, dan Manajemean ASN

2 Membuat 1) Sosialiasi dan 1) Adanya materi N

rancangan dan diskusi kepada dalam bentuk 1

menyusun siswa dan wali poster/gambar

materi peserta tentang 2) Dibuatnya materi

pembelajaran program dan intern bentuk

dengan kendaraan pembagian video

audio visual kelompok 3) Dibuatnya materi

dalam dalam bentuk

pembelajaran podcast

2) Menyiapkan 4) Tersedia rundown

materi dan daftar ceklis

penelaahan kegiatan. 2

berkaitan 5) Metode

dengan pembelajaran

penyampaian yang digunakan

gagasan atau ide adalah e-learning 3

pokok lega 6) Adanya materi

bacaan substansial jaga nyata ppt

video, podcast, perumpamaan materi di

poster/gambar zoom meeting,

dan zoom poster/gambar, 4

untuk mengaras tujuan

bersama dalam kemajuan

pendidikan nasional

umumnya dan unit kerja

khususnya.

ai ANEKA: Akuntabilitas (muatan jawab dan kepercayaan), angka

oordinasi), komitmen dur (penyamaan kegaduhan cak bagi tujuan bersama),

akan tercapai dan akan menjadi satu aspek yang menyebabkan enggak

erhambatnya bagan yang sudah dirancang dalam aktualisasi. Dalam kejadian

yanan publik (kondusif siswa kiranya makin memahami pembelajaran jarak

Falak juga tidak bisa terimplementasi dengan baik.

NILAI ANEKA: Kegiatan ancang, Terbabit aktif

1) Akuntabilitas: akumulasi bahan- intern setiap

Tanggung jawab internal mangsa dan materi ini sumbang saran yang

kegiatan takhlik media selaras dengan yang menjadi

pembelajaran ini tertera intern visi pertanyaan

tercermin prioritas nan dan misi : peserta didik,

tahapan dalam Terampil dalam wali murid.

mendahulukan kegiatan dengan Integritas yakni

manfaat awam dan mengoptimalkan harmoni

kewajiban sebagai segala perigi daya antara pikiran,

pendidik Inovatif mulut, dan

2) Nasionalisme: Memberikan dasar- kelakuan.

adil internal memberi dasar ilmu Loyalitas merupakan

keramaian siswa dengan pengetahuan dan Tepat tahun

tak memilah-milah teknologi andai internal Membuat

3) Etika Publik: bekal cak bagi lembaga dan

Menyampaikan meneruskan ke rancangan

bagan program sekolah yang lebih media

penerimaan dengan tataran. penataran

bermoral santun dan ramah Berperilaku yang sesuai

4) Komitmen Loklok: Mengembangkan dengan program

meeting podcast dan video,
3) Menyiagakan google form

rencana 5
kegiatan
Program K
4) Menyiapkan d
Metode 1
Pembelajaran 2
kerjakan penerapan
di kelas yang 3
diampu.
5) Membuat
konsep media
pembelajaran
dengan zoom
meeting, ppt,
gambar/poster,
podcast dan
video, google
form

K
d

Mempersiapkan programa bervariasi kegiatan
yang berorientasi puas dalam proses belajar
mutu, efektif, dan yang berbasis
berkualitas. pendidikan karakter
5) Inkompatibel Korupsi bangsa.
Jujur, tidak menjumut
hasil karya oranglain,
tanpa menambat
sumbernya bak
referensi dalam media
pengajian pengkajian
Geta dan peran ASN
di NKRI
1) Pelayanan Publik:
Menyiapkan materi dan
media pendedahan
2) Pengelolaan ASN:
Mengeset jadwal kegiatan
beserta materi agar
berkorelasi dengan
program
3) Whole of Government :
Bekerjasama dengan pengasuh
murid, siswa, coach dan
mentor untuk ganti
berkordinasi rancangan
acara sehingga dapat
terlaksa dengan baik dan
lancar.

Kedudukan dan Peran ASN
di NKRI:

W
K
m
p
d
a
f
d
k
s
4

Taksiran Kajian Dampak: Kegiatan membentuk rancangan wahana pembelaj

materi dan video pembelajaran yang diperlukan. Tidak sahaja itu, penyus

baik. Tanpa adanya nilai-nilai Akuntabilitas, Patriotisme, Etika Publ

materi nan berkualitas dan efektif. Selain itu, nilai Peladenan Umum

penumpukan bahan ini. Bila guru pembimbing mengabaikan ketiga hal i

3 Merumuskan 1) Menyiapkan 1) Tersusunnya RPP N

kerangka silabus sebagai cermin 1

pelaksanaan 2) Menentukan temperatur dalam

pengajian pengkajian kompetensi inti melaksanakan

(RPP) dan kompetensi proses

dasar pembelajaran

3) Menyiapkan dengan rendah

dan memilih modifikasi sesuai 2

materi rancangan

pembelajaran aktualisasi

4) Menyusun

persiapan- 3

langkah

pembelajaran

akan digunakan

Whole of Government,
Komitmen loklok Guru
menggunakan aplikasi sarana
penerimaan audio visual
dengan memanfaatkan
aplikasi zoom, slide show dan
form seumpama bentuk skor
sumber akar komitmen mutu yakni
makmur dan inovatif semoga
siswa siap menghadapi era
4.0

jaran, penting bakal guru buat mempersiapkan segala sesuatunya seperti

sunan rundown kegiatan lagi penting agar acara bisa bepergian dengan

lik, dan Komitmen Loklok, guru penatar tidak boleh menghasilkan

k, Manajemen ASN dan Whole of Govement juga turut andil privat

ini, hawa tidak dapat maksimal momen mengaplikasikan materi di papan bawah.

NILAI ANEKA: Kegiatan ini selaras Memiliki

1) Akuntabilitas: dengan yang integritas yaitu

Berkewajiban atas tercantum kerumahtanggaan visi keselarasan

program nan dibuat dan misi yakni antara manah,

dengan membuat RPP melaksanakan mulut, dan

yang berkaitan dengan pembelajaran perbuatan.

program. tematik berintegrasi Pembelajar

2) Etika Publik: melalui program yaitu gelojoh

Menghargai komunikasi, optimalisasi media berusaha

konsultasi, dan partisipasi penerimaan dan mengembangka

dengan guru-hawa bukan. Menerapkan n kompetensi

3) Komitmen mutu: pembelajaran dan

RPP dibuat dengan gosokan PAIKEM profesionalisme.

kegiatan yang seefektif (Pembelajaran Aktif,

kelihatannya meski tercipta Inovatif, Kreatif, Kesetiaan ialah

internal kegiatan
pembelajaran

K
d
1

2

Perhitungan Analisis Dampak: Kegiatan KBM berjalan seperti biasa namun

teknolgi informasi, diharapkan bakir memotivasi siswa moga berada

Akuntabilitas, Etika Publik dan Komitmen Loklok guru tidak dapat m

misinterpretasi, dan kurangnya kooperasi baik dari guru dan siswa. Selai

kegiatan pelaksanaan acara ini. Tanpa manajemen dan bawah pelayan

akan berjalan dengan baik.

4 Melaksanakan 1) Mengerjakan 1) Adanya kegiatan 1)

pembelajaran pembelajaran interaksi

melangkaui zoom zoom meeting pembelajaran

meeting dengan membagi melintasi zoom

pelajar intern meeting

setiap sesi dan 1) Adanya tugas

kerubungan internal tulang beragangan 2)

2) Melakukan google form

pembelajaran

aktif diantaranya,

penguraian

penerimaan yang Efektif dan Tepat waktu

berkualitas. Menyenangkan) dalam Membuat

Kedudukan dan Peran ASN Lembaga RPP

kerumahtanggaan NKRI yang sesuai

1) Tata ASN: RPP dengan program

dibuat secara terpadu,

disesuaikan dengan

acara Cinta Watan.

2) Pelayanan Umum :

Penyusunan RPP beserta

perangkat lainnya

merupakan wujud dari

keseriusan upaya

peningkatan layanan

publik

tepi langit ada penambahan materi pada RPP tentang pemanfaatan sarana berbasis

mengikuti program dengan baik dan optimal. Tanpa adanya nilai-biji

menjalankan program dan memungkinkan timbulnya kesalahpahaman,

in itu, biji Tata ASN & Pelayanan Awam kembali turut andil n domestik

nan publik yang baik dan terarah maka pelaksanaan program ini tidak

Akuntabilitas: Visi Terbentuknya Tanpa pamrih
Guru memulai dan peserta tuntun nan artinya bekerja
mengakhiri pengajian pengkajian berprestasi, dengan tulus
dengan berdoa perumpamaan berkarakter dan ikhlas dan
wujud pengalaman sila berwawasan penuh amal.
kesatu pancasila lingkungan”
Akuntabilitas Bernas dan
Melaksanakan kegiatan Misi “Memiliki inovatif artinya
pembelajaran secara tenaga penatar yang punya buku
patuh karena ini kompeten, cipta; memiliki
ialah tugas penting profesional, beriman, kemampuan

materi, tanya 3)
jawab
ide/gagasan lega
suatu bacaan,
pemberian tugas
melalui google
form

K

d

P

p

d

p

M

p

m

Prediksi Analisis Dampak: Kegiatan Membentuk rencana media pembelaj

mengenai materi dan tingkat pemahaman terhadap suatu pembahasan to

dan Komitmen Mutiara, dan Anti Korupsi guru pembimbing bukan boleh derita

Penyelenggaraan ASN sekali lagi timbrung andil dalam pembuatan rencana rancangan m

5 Melaksanakan 1. Melakukan 1. Adanya kegiatan 1

penataran penelaahan interaksi

melalui media menggunakan pembelajaran

podcast dan video dan memperalat

video podcast video dan podcast

ki kenangan suara rekaman suara miring

dan pemberian 2. Adanya tugas 2

tugas dalam tulang beragangan

pendidik Tanggung jawab dan bertaqwa kepada bagi

dalam menjalankan Sang pencipta SWT” menciptakan peristiwa

kegiatan belajar mengajar baru yang

agar terlampiaskan dengan baik berbeda dari

Anti Korupsi yang sudah terserah

Ketaatan dalam pelaksanaan atau yang sudah

KBM, suhu harus disiplin dikenal

terhadap periode bagi setiap sebelumnya

tahap pembelajaran agar (gagasan,

maksud pembelajaran yang metode, atau
mutakadim ditetapkan terjangkau alat)

Kedudukan dan Peran ASN

kerumahtanggaan NKRI

Pelayanan Masyarakat: Bersikap

partisipatif dan bukan

pilih saat melakukan

pembelajaran dan penilaian.

Manajemen ASN: Bersikap

professional momen

melaksanakan kegiatan.

jaran dengan media zoom meeting, poster/rangka akan membantu siswa

opik. Sonder adanya nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Awam,

elaksanakan program dengan baik. Selain itu, nilai Peladenan Umum dan

sarana penerimaan ini.

1) Akuntabilitas: Visi Terbentuknya Tanpa pamrih

Guru memulai dan peserta didik yang artinya berkarya

mengakhiri penataran berprestasi, dengan tulus

dengan berdoa laksana berkarakter dan ikhlas dan

wujud pengalaman sila berwawasan mumbung dedikasi.
kesatu pancasila lingkungan”

2) Akuntabilitas Misi “Memiliki Bakir dan
Melaksanakan kegiatan inovatif artinya

podcast rekaman
suara

3

K
d
1

2
Prediksi Analisis Dampak: Kegiatan Takhlik tulangtulangan media pembel
kejelian siswa mengenai materi dan tingkat pemahaman terhadap suatu p
Etika Masyarakat, dan Komitmen Mutu, dan Anti Kecurangan hawa pembimb
Peladenan Publik dan Manajemen ASN juga turut andil n domestik pembuata

penerimaan secara tenaga pengajar nan memiliki kancing

patuh karena ini kompeten, cipta; punya

ialah tugas penting profesional, berkeyakinan, kemampuan

pendidik Pikulan jawab dan bertaqwa kepada untuk

dalam menjalankan Halikuljabbar SWT” menciptakan situasi

kegiatan berlatih mengajar baru yang

hendaknya terlaksana dengan berbeda dari

baik yang sudah ada

3) Inkompatibel Korupsi atau yang sudah

Disiplin dalam dikenal

pelaksanaan KBM, guru sebelumnya

harus disiplin terhadap (gagasan,

waktu untuk setiap tahap metode, atau

pembelajaran seharusnya tujuan alat)

pembelajaran nan sudah

ditetapkan terulur

Kedudukan dan Peran ASN

dalam NKRI

1) Pelayanan Publik:

Bersikap partisipatif dan

tidak eklektik saat

melakukan pembelajaran

dan penilaian.

2) Penyelenggaraan ASN:

Bersikap professional detik

melaksanakan kegiatan.

lajaran dengan media video dan pocast sejarah suara akan membantu

pembahasan topik. Tanpa adanya nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme,

bing tidak dapat melaksanakan program dengan baik. Selain itu, nilai

an rencana rancangan media pendedahan ini.

C. JADWAL PELAKSANAAN AKTUALISASI

Tabe
Timeline Kegia

No Cap Kegiatan Tahapan Ke

1 Soal jawab kegiatan rancangan 1) Memberikan bagan ak
aktualisasi kepada coach dan coach dan mentor
mentor
2) Menyamapaikan ide ataupun

program rancangan aktual

dan mentor

3) Meminta saran dan masu

aktualisasi kepada coach d

4) Mendapat persepakatan dar

5) Seminar Lembaga Aktu

2 Membuat rencana dan menyusun 1) Sosialiasi dan diskusi kep

materi pembelajaran dengan murid tentang acara da

media audio visual kerubungan internal pembela
2) Menyiapkan materi pemb

dengan penguraian gaga

pada bacaan maujud video

surat tempelan/tulangtulangan dan zoom

3) Menyiagakan buram kegi

4) Menyiagakan Metode Pem

el 3.8 Mei Juni
atan Aktualisasi Minggu ke Ahad Ke
1 2 3 4 51 2 3 45
egiatan

ktualisasi kepada

gagasan, pamrih
lisasi kepada coach

ukan terkait buram

dan mentor

ri coach dan mentor

ualisasi

pada siswa dan wali
an pembagian
wahyu
belajaran berkaitan
asan atau ide pokok
o, podcast,
meeting
iatan Programa
mbelajaran untuk

penerapan di kelas nan d
5) Membuat konsep media p

zoom meeting, ppt, gamb
video, google form

3 Menyusun rencana pelaksanaan 1) Menyiagakan silabus

pembelajaran (RPP) 2) Menentukan kompetensi i

dasar

3) Menyiapkan dan mengidas

4) Mengekspresikan langkah-langk

digunakan intern kegiatan

4 Melaksanakan pengajian pengkajian 1) Mengamalkan pembelajaran

melalui zoom meeting dengan dengan memberi siswa da

kasih materi ppt, kelompok
gambar/poster 2) Melakukan pembelajaran

pengajuan materi, tany

pada satu pustaka, pembe

google form

5 Melaksanakan penataran 1) Melakukan pembelajaran

melangkahi media podcast dan video dan podcast rekaman mercu

tugas

diampu.
pembelajaran dengan
bar/poster, podcast dan

inti dan kompetensi

h materi pembelajaran
kah pembelajaran akan
n penataran

zoom meeting
alam setiap sesi dan

n aktif diantaranya,
ya jawab ide/gagasan
erian tugas melalui

menggunakan video
ra dan pemberian

Bab IV
Akhir

A. Kesimpulan
Rancangan aktualisasi ini mengepas menganalisis kegiatan mensingkronisasikan nilai bawah

PNS nan bisa diterapkan dianataranya Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Dur, dan Antagonistis Manipulasi serta takhta PNS di dalam NKRI seperti Pelayanan Umum ,
Manajemen ASN dan Whole of Government yang akan diaktualisasikan sejauh proses
habituasi. Identifikasi isu yang ada berasal pecah individu, rekan kerja, unit kerja yang telah
dirumuskan melalui analisa USG. Berlandaskan identifikasi isu yang mutakadim dirumuskan maka
diperoleh isu prerogatif atau isu utama yakni “Belum optimalnya sarana penerimaan berbasis
TI bikin meningkatkan pemahaman siswa terhadap satu topik bacaan”. Kemudian bersumber isu
tersebut unjuk gagasan tata isu yang tertuang intern 5 kegiatan. Mengenai kegiatan
tersebut misal berikut:
1. Wawanrembuk kegiatan rang aktualisasi kepada coach dan mentor
2. Menciptakan menjadikan rangka dan menyusun materi pembelajaran dengan media audio okuler
3. Mengekspresikan rencana pelaksanaan penelaahan (RPP)
4. Melaksanakan pembelajaran melalui zoom meeting dengan kasih materi ppt,

gambar/plakat
5. Melaksanakan penelaahan melalui media podcast dan video

Lembaga aktualisasi dibuat karena menjadi perombakan dan panduan untuk
menguasai masalah melalui gagasan isu yang tertuang dalam kegiatan nan dirancang.
Dengan adanya pembuatan rancangan melalui kegiatan-kegiatan aktualisasi tersebut
diharapkan pelaksanaan kegiatan aktualisasi dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan
perencanaan serta meningkatkan kualitas pembelajaran dan peladenan nan prima terhadap
peserta didik.
B. Saran

Saran yang diusulkan pada kegiatan aktualisasi ini yaitu :
1. Laksanakan dengan perencanaan matang.
2. Cinta menerapkan cara koordinasi dengan seluruh komponen sekolah sepatutnya

tercapainya pamrih yang diharapkan.
3. Senantiasa meminta saran masukan kepada mentor dan coach.
4. Selesaikan sedikit berangsur-angsur dan penuh tanggungjawab sesuai nilai-skor bawah ASN.

Source: https://anyflip.com/ecgnx/pkyw/basic

Posted by: skycrepers.com