Rangkuman Modul Strategi Pembelajaran Di Sd

TUGAS Kerubungan STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
MODUL 9
KEGIATAN REMEDIAL DAN KEGIATAN PENGAYAAN
Oleh:
1. Dini LADY PUSPITHA               (837380928)
2. HERMIN NURANIFAH               (837413621)
3. SEPTIYAN Lampion TRISTIANA    (837383916)
4. WIDIANTO HARI WIDODO        (837413581)


Acara STUDI S-1 PGSD BI UNIVERSITAS Mendelongop FAKULTAS  KEGURUAN DAN Ilmu pendidikan UNIT Programa BELAJAR JARAK JAUH (UPBJJ) SURABAYA POKJAR JOMBANG 2016


MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN MODUL 9 KEGIATAN REMIDIAL DAN KEGIATAN PENGAYAAN



MODUL 9


      :



KEGIATAN REMEDIAL DAN KEGIATAN PENGAYAAN




KB 1


               :



Kegiatan Remedial





A.    Hakikat, Tujuan, Dan Fungsi Kegiatan Remedial





1.    Hakikat Kegiatan Remedial






N domestik Random House Webster’s College Dictionary (1991), Remedial diartikan sebagai intended to improve poor skill in specified field. Remedial merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki keterampilan nan tekor baik n domestik suatu bidang tertentu.Sekiranya kita kaitkan dengan kegiatan penerimaan, kegiatan remedial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan nan dilaksanakan lakukan memperbaiki kegiatan pembelajaran nan kurang berhasil.Semenjak pengertian tersebut diketahui bahwa suatu kegiatan penataran dianggap perumpamaan kegiatan remedial apabila kegiatan pembelajaran tersebut ditujukan kerjakan membantu peserta yang mengalam kesulitan dalam mengetahui materi pelajaran ataupun internal menguasai kompetensi yang telah ditetapkan.


Her (testing ulang) dapat dianggap sebagai remedial, apabila sebelum her diberikan, guru melaksankan kegiatan pembelajran nan kondusif siswa memahami materi pelajaran yang belum dikuasainya sehingga petatar menguasai kompetensi nan diharapkan.Tetapi, apabila guru langsung menerimakan eksamen ulang tanpa melakukan pembelajaran tambahan yang membantu peserta tanggulang kesulitan yang dihadapinya maka pelaksanaan her tersebut tidaklah tercantum kegiatan remedial.


Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan remedial adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan internal memintasi materi pelajaran.








2.    Maksud dan Kurnia Kegiatan Remedial



Secara umum, tujuan kegiatan remedial adalah sama dengan pembelajran sahih, yaitu membantu siswa mengaras kompetensi atau tujuan penataran yang telah ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Secara individual, kegiatan remedial berujud untuk membantu pelajar yang belum menguasai materi pelajaran melalui kegiatan pendedahan komplemen.




Sebagai salah suatu upaya kondusif murid yang mengalami kesulitan belajar, kegiatan remedial memiliki sejumlah keefektifan nan signifikan bagi keseluruhan proses penelaahan. Warkitri, dkk. (1991) menamakan enam fungsi remedial n domestik kaitannya dengan proses penelaahan. Keenam keefektifan kegiatan remedial tersebut ialah fungsi korektif, kesadaran, penyesuaian, pengayaan, percepatan, dan terapeutik.





a.    Fungsi Korektif






Memperbaiki mandu mengajar dan cara belajar. Kegiatan remedial n kepunyaan fungsi korektif bagi kegiatan pendedahan karena melintasi kegiatan remedial guru merevisi pendirian mengajarnya dan siswa memperbaiki mandu belajarnya. Misalnya, guru mengetahui bahwa nan menyebabkan siswa belum menguasai materi les yaitu karena kurangnya kesempatan bagi berlatih maka hawa harus memperbaiki kegiatan pembelajarannya dengan menerimakan kesempatan kepada siswa cak bagi berlatih.Atau apabila peserta enggak menguasai materi karena penjelasan guru berlebih khayali maka guru harus menggunakan berbagai metode dan sarana nan mempermudah pemahaman petatar terhadap konsep yang dibahas.


b.    Fungsi Pemahaman


Kegiatan remedial mempunyai fungsi pemahaman karena dalam kegiatan remedial akan terjadi proses pemahaman baik pada diri master maupun diri peserta. Bikin hawa, buat melaksanakan kegiatan remedial, master terlebih dahulu harus memahami kemustajaban dan kekurangan kegiatan pembelajaran yanng dilaksanakannya, serta mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakannya. Berlandaskan hasil pemahaman ini, guru memperbaiki kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakannya.


Dengan kegiatan remedial siswa akan makin memafhumi kelabihan dan kelemahan cara belajarnya. Sebelum kegiatan remedial, hawa mengajak siswa mengevaluasi kegiatan belajarnya.Apakah mereka mencacat penjelasan guru dan mengerjakan tugas nan diberikan guru dengan sungguh-sungguh? Dengan kognisi ini petatar diharapkan akan memperbaiki sikap dan cara belajarnya sehingga bisa menjadi lebih baik.


c.    Fungsi Orientasi


Kegiatan remedial n kepunyaan guna penyesuaian karena pelaksanaan kegiatan remedial disesuaikan dengan kesulitan dan karakteristik individu siswa yang mengalami kesulitan sparing.


Karena semua aspek kegiatan remedial disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik individu siswa,  proses pembelajaran tidak akan menjadi beban cak bagi siswa melainkan siswa akan termotivasi belajar dengan giat.


d.    Fungsi Pengayaan


Kegiatan remedial mempunyai khasiat pengayaan cak bagi proses pembelajaran karena menerobos kegiatan remedial guru memanfaatkan perigi berlatih. Dalam kegiatan remedial suhu dapat meminta siswa buat membaca buku lain yanng ada kaitannya dengan materi yang belum dipahami. Guru sekali lagi menerapkan metode mengajar dan alat bantu yang bervariasi. Misalnya, membantu pesuluh yang mengalami kesulitan dalam mengatasi materi, guru dapat meminang peserta cak bagi sumbang saran alias kerja kerumunan maupun mungkin dengan menggunakan radas peraga yang bervariasi. Kegiatan tersebut merupakan pengayaan dalam proses pembelajaran.


e.    Fungsi Akselerasi


Kegiatan remedial memiliki fungsi akselerasi terhadap proses pembelajaran karena melangkahi kegiatan remedial suhu dapat mempercepat penguasan siswa terhadap materi cak bimbingan dengan menambah waktu dan frekuensi pembelajaran. Sonder remedial siswa yang mengalami kesulitan dalam pemahaman akan tertinggal oleh temannya yang telah menguasai materi pelajaran.


f.    Faedah Terapeutik


Kegiatan remedial memiliki kekuatan terapeutik karena melalui kegiatan remedial guru dapat membantu tanggulang kesulitan siswa yang berkaitan dengan aspek sosial-pribadi. Lazimnya pelajar nan merasa dirinya kurang bertelur dalam membiasakan sering merasa rendah diri atau terisolasi n domestik pergaulan dengan saingan-temannya.Dengan membantu mencapai prestasi sparing yang lebih baik melalui kegiatan remedial berarti guru telah membantu siswa meningkatkan rasa percaya diri.


Itulah 6 arti kegiatan remedial dalam proses pembelajaran. Semenjak jabaran di atas jelaslah bahwa kegiatan remedial memiliki fungsi penting dalam membantu pengembangan kemampuan murid secara optimal.


3.    Perbedaan Kegiatan Remedial dari Pengajian pengkajian Biasa


Secara sepintas kegiatan remedial bukan jauh berbeda dengan pembelajaran biasa. Master harus merumuskan tujuan penataran, melebarkan alat evaluasi, memilih dan mengorganisasikan materi pelajaran, dll. Tetapi kalau kita kaji lebih dalam, kedua bentuk pembelajran tersebut farik.Perbedaan kegiatan remedial dengan penerimaan biasa.




Agar menjadi lebih jelas, marilah kita kaji perbedaan kegiatan remedial berpunca pendedahan biasa dengan menganalisis suku cadang-komponen suatu pembelajaran. Suku cadang-komponen tersebut ialah:



a.    Intensi Pembelajaran



Rumusan tujuan berwatak individual. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan bagi menyentuh kompetensi ataupun harapan yang sudah ditetapkan.Kerumahtanggaan pembelajaran biasa, intensi pembelajaran yang dirumuskan guru berlaku bagi semua siswa.Jadi, bersifat klasikal.Sementara itu, intern kegiatan remedial tujuan penataran yang dirumuskan guru bertabiat tersendiri, tersampir pada kesulitan pelajar. Tujuan penelaahan yang harus dikuasai siswa A mungkin berbeda semenjak maksud penataran yang harus dikuasai siswa B, terjemur lega kompetensi atau tujuan pembelajaran yang belum dikuasai.




b.    Materi Pembelajaran






Materi sesuai dengan kesulitan nan dihadapi. Materi cak bimbingan dipilih dan diorganisasikan berdasarkan tujuan pembelajaran yang mutakadim dirumuskan. Materi yang dibahas dalam remedial akan berbeda antara materi lakukan siswa nan suatu dengan siswa nan lainnya, sesuai dengan kesulitan nan dihadapinya.


c.    Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan pembelajaran dalam kegiatan remedial akan farik semenjak kegiatan pembelajaran jamak. Dalam pembelajaran lazim, nan berpartisipasi adalah seluruh siswa. Hawa memperlakukan siswa semua sama. Darurat itu, dalam kegiatan remedial, pendedahan cuma diikuti oleh pesuluh-pelajar nan memiliki kesulitan sparing tertentu.Kegiatan remedial ini dapat dilakukan secara individu atau kelompok sesuai dengan kesulitan dan karakteristik petatar yang mengikuti kegiatan remedial.


d.    Evaluasi


Perkakas evaluasi bersifat individual dan kelompok. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pendedahan yang dilaksanakan.Alat evaluasi yang digunakan bagi kegiatan pembelajaran biasanya berkepribadian klasikal sedangkan kerumahtanggaan kegiatan remedial alat evaluasiya bersifat istimewa atau kerubungan.


Dari jabaran tersebut boleh disimpulan bahwa penerimaan lazim menerapkan pendekatan klasikal, sementara itu kegiatan remedial menerapkan pendekatan solo atau kelompok.


B.    PENDEKATAN Internal KEGIATAN REMEDIAL


Warkitri dkk. (1991) mengemukakan tiga pendekatan dalam kegiatan remedial.Ketiga pendekatan tersebut adalah pendekatan yang berperilaku preventif, kuratif, dan peluasan. Berikut ini akan dibahas ketiga pendekatan tersebut.


1.    Pendekatan Yang Bersifat Pencegahan


Kegiatan remedial dipandang bersifat preventif apabila kegiatan remedial dilaksanakan kerjakan membantu murid nan diduga akan mengalami kesulitan n domestik mengendalikan kompetensi yang sudah lalu ditetapkan. Kegiatan remedial yang bersifat preventif dilaksankan sebelum kegiatan pembelajaran konvensional dilaksankan.


Suhu yang sudah berpengalaman, dari keakrabannya dengan siswa, mutakadim mengetahui kelemahan siswanya. Berpunca bilang kegiatan guru mengarifi bahwa pesuluh A mempunyai kelemahan dalam mengerjakan pertanyaan-cak bertanya matematika sehingga guru memberi kesempatan bikin berlatihh lebih banyak pun. Lakukan yang belum banyak pengalaman, kamu dapat menunggangi varietas perkakas evaluasi pretest.


Pretest adalah riuk satu jenis perkakas evaluasi yang digunakan suhu sebelum kegiatan penelaahan dilaksanakan. Beralaskan hasil pre-test hawa dapat mengelompokkan siswa menjadi tiga kelompok, adalah kelompok yang berbenda memecahkan kompetensi yang telah ditetapkan kian cepat, kelompok nan sesuai dengan waktu yang ditetapkan, dan yang bukan akan mampu menguasai kompetensi sesuai hari yang ditetapkan. Kegiatan remedial yang diberikan kepada murid yang lain mampu menguasai kompetensi dengan hari yang disediakan disebut remedial berkarakter preventif.


2.    Pendekatan Yang Bertabiat Kuratif


Kegiatan remedial dipandang bersifat kuratif apabila pelaksanaan kegiatan remedial ditujukan untuk membantu mengatasi kesulitan siswa sesudah siswa mengikuti pendedahan biasa. Kegiatan remedial yang bersifat kuratif dilaksanakan karena beralaskan hasil evaluasi pada kegiatan pembelajaran biasa diketahui bahwa pelajar belum mengaras kriteria keberhasilan ataupun kompetensi minimal yang telah ditetapkan.


3.    Pendekatan Nan Bersifat Peluasan


Kegiatan remedial dipandang berwatak pengembangan apabila kegiatan remedial dilaksanakan selama berlangsungnya kegiatan pemebelajaran normal. Melalui kegiatan remedial yang bersifat peluasan, master mengharapkan sepatutnya pesuluh nan mengalami kesulitan dalam mengatasi kompetensi nan ditetapkan secara sedikit berangsur-angsur dan segera boleh mengatasi kesulitan yang dihadapinya.


C.    Tipe-Macam KEGIATAN REMEDIAL


Berikut ini sejumlah tulang beragangan kegiatan remedial yang boleh dilaksanakan temperatur (Suke, 1991):


1.    Mengajarkan Kembali


Melangkaui rancangan kegiatan ini, temperatur menjelaskan sekali lagi materi yang belum dipahami ataupun dikuasai pesuluh.Saat menjelaskan materi tersebut, temperatur harus berorientasi pada kesulitan yang dihadapi petatar.


2.    Menggunakan Perkakas Peraga


Untuk melincirkan peserta dalam mengerti materi pembelajaran, guru seyogiannya menggunakan perkakas peraga dan memberi kesempatan siswa untuk menggunakan alat peraga tersebut.


3.    Kegiatan Kelompok


Diskusi ataupun kerja kelompok dapat digunakan guru bikin kondusif siswa mengalami kesulitan dalam menguasai kompetensi nan dituntut.Yang perlu diperhatikan suhu dalam menerapkan kerja kerubungan privat kegiatan remedial ialah n domestik menentukan anggota keompok.


4.    Tutorial


Kegiatan latihan ialah temperatur meminta bantuan pesuluh lain yang lebih pandai cak bagi membantu pesuluh menghadapi kesulitan internal menyelesaikan kompetensi yang sudah lalu ditetapkan ataupun suhu dapat pula meminta siswa dari kelas yang makin janjang lakukan kontributif adik kelasnya.


5.    Sumber Belajar Yang Relevan


Selain dengan mengajarkan lagi, kegiatan kelompok dan tuntunan, suhu kembali dapat menunggangi sumber belajar lain kerumahtanggaan mendukung siswa menguasai kompetensi nan telah ditetapkan. Suhu meminta siswa untuk mengunjungi saatu instansi tertentu yang berkaitan dengan materi yang belum dikuasainya.


D.    PRINSIP PELAKSANAAN REMEDIAL


Hal-hal yang harus diperhatikan intern kegiatan remedial (Suke, 1991) :


1.    Guru harus mengategorikan siswa nan mengalami remedial sesuai dengan kesadaran petatar mengenai materi penataran.


2.    Pertolongan yang diberikan kiranya sesuai dengan kesulitan nan dihadapi siswa. Tugas atau kegiatan yang diberikan dalam kegiatan remedial jangan terlalu banyak.


3.    Intern menentukan kegiatan remedial temperatur sepatutnya merenungkan spesies kesulitan nan dihadapi siswa serta  faktor penyebab kesulitan tersebut.


4.    Melampaui kegiatan remedial ini, suhu tidak hanya mengharapkan peserta akan berkecukupan menguasai kompetensi yang belum dikuasainya, namun juga timbulnya lecut pada diri siswa untuk berlatih lebih giat dan makin benar-benar sehingga untuk menguasai kompetensi berikutnya peserta diharapkan tidak akan mengalami kesulitan.


E.    PRINSIP PEMILIHAN KEGIATAN


Wardani (1991) menyatakan bahwa dalam memilih bagan kegiatan dan metode yang akan diterapkan dalam kegiatan remedial guru perlu memperhatikan hal-kejadian berikut:


1.    Memanfaatkan tutorial khusus, terutama cak bagi siswa yang mempunyai daya tangkap lemah.


2.    Menekankan lega segi kekuatan yang dimiliki peserta. Dengan memperhatikan kekuatan yang dimiliki siswa diharapkan siswa akan dapat kian cepat mengatasi kesulitan nan dihadapinya. Dalam hal ini, guru sebaiknya lebih mengenal tendensi sparing setiap siswa.


3.    Memanfaatkan penggunaan media nan multi-sensori.


4.    Memanfaatkan permainan umpama alat angkut belajar, terutama untuk petatar yang kurang mempunyai motivasi untuk belajar.


F.    PROSEDUR KEGIATAN REMEDIAL


Langkah-langkah kegiatan remedial :


1.    Analisis Hasil Diagnosa


Melalui kegiatan diagnosa, suhu akan mengetahui para siswa yang teradat mendapat bantuan. Untuk keperluan kegiatan remedial, karuan yang menjadi sorotan adalah petatar-petatar yang mengalami kesulitan dalam sparing yang ditunjukkan dengan tidak tercapainya kriteria keberhasilan belajar.


2.    Menemukan Penyebab Kesulitan


Sebelum kita tiba merancang kegiatan remedial, sampai-sampai adv amat kita harus mengetahui cak kenapa siswa mengalami kesulitan dalam mencapai kompetensi yang diharapkan atau menguasai materi tutorial. Faktor penyebab kesulitan ini harus diidentifikasi oleh suhu karena gejala kesulitan yang sejajar nan ditunjukkan oleh siswa dapat ditimbulkan oleh sebab yang berbeda.


3.    Menyusun rencana Kegiatan Remedial


Setelah kita mengetahui siswa nan perlu mendapatkan kegiatan remedial dan kompetensi-kompetensi yang belum dikuasai setiap siswa serta faktor penyebab kesulitan. Seterusnya kita memformulasikan rencana pembelajaran bagaikan berikut :


a.    Mengekspresikan kompetensi atau tujuan pengajian pengkajian.


b.    Menentukan materi kursus nan sesuai dengan kompetensi


c.    Memintal dan mereka cipta kegiatan remedial sesuai dengan komplikasi dan faktor penyebab kesulitan serta karakteristik petatar.


d.    Merencanakan waktu nan diperlukan bakal melaksanakan kegiatan remedial


e.    Menentukan variasi, prosedur, dan organ penilaian untuk mengetahui tingkat kemajuan petatar.


4.    Melaksanakan Kegiatan Remedial


Biasanya kegiatan remedial dilaksanakan di luar jam belajar resmi. Oleh karena itu, dituntut kerelaan berpokok suhu untuk menyediakan periode tambahan di asing jam belajar, bagi mendukung siswa yang memerlukan.


5.    Menilai Kegiatan Remedial


Untuk memafhumi berhasil tidaknya kegiatan remedial nan sudah lalu dilaksanakan, kita harus melaksanakan penilaian.





MODUL 9


      :



KEGIATAN REMEDIAL DAN KEGIATAN PENGAYAAN




KB






2


           :



Kegiatan Pengayaan





A.    HAKIKAT KEGIATAN PENGAYAAN





Kegiatan pengayaan yakni kegiatan yang diberikan kepada peserta kelompok cepat dalam memanfaatkan kemujaraban waktu nan dimilikinya sehingga mereka memiliki pesiaran yang lebih kaya dan keterampilan yang makin baik.






Kegiatan pengayaan ini berkenan dengan kegiatan pendalam materi pelajaran yang sedang dipelajari, bukan pembahasan materi pelajaran baru.


Tujuan kegiatan pengayaan adalah mengasihkan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam pemilikan materi cak bimbingan yang berkaitan dengan tugas berlatih nan medium dilaksanakan sehingga tercapai tingkat jalan nan optimal.

B.    Varietas KEGIATAN PENGAYAAN


Dalam menciptaan dan melaksanakan kegiatan pengayaan, guru menerapkan pendekatan individual. Menurut Guskey (1989), kegiatan pengayaan kebanyakan berkepribadian berlatih mandiri. Kegiatan pengayaan lebih bersifat fleksibel dibandingkan dengan kegiatan remedial.Yang penting, kegiatan pengayaan hendaklah adalah kegiatan yang menyenangkan dan merangsang kreatifitas siswa. Kegiatan yang dapat dirancang dan dilaksanakan guru :


1.    Tutor Sebaya


Melintasi kegiatan tutor sebaya, pemahaman pelajar terhadap suatu konsep akan meningkat karena di samping mereka harus tanggulang konsep ataupun ide yang akan dijelaskan mereka juga harus mencari teknik bikin menjelaskan konsep maupun ide tersebut. Bagi dapat berlaku sebagai tutor nan baik, siswa harus makmur memberikan penjelasan yang boleh dimengerti oleh temannya, berada memandang satu konsep alias ide dari bermacam ragam sudut pandang. Melalui tutor seangkatan, siswa kelompok cepat dapat meningkatkan pemahamannya terhadap materi pelajaran di samping mengembangkan kemampuan kognitif janjang.


2.    Mengembangkan Les


Siswa nan cepat dalam belajar dapat diminta lakukan membuat tanya-soal latihan untuk dikerjakan oleh teman-temannya.Soal-pertanyaan yang dikembangkan tersebut harus disertai dengan rahasia jawaban.


Menyerahkan kesempatan bagi berkujut dalam satu proyek.Kegiatan ini dapat dilakukan cak bagi pendalaman materi yang menuntut banyak latihan.


3.    Mengembangkan Media dan Mata air Pembelajaran


Memberikan kesempatan kepada siswa cak bagi menghasilkan suatu karya nan berkaitan dengan materi yang dipelajari merupakan satu yang menarik buat pelajar kelompok cepat.Hasil karya tersebut dapat riil paradigma, permainan atau karya tulis yang boleh dimanfaatkan andai sumber belajar.


4.    Mengerjakan Proyek


Memberikan tugas kepada siswa dalam melakukan suatu proyek atau laporan, melalui kegiatan ini motivasi membiasakan murid akan meningkat. Mereka akan berusaha untuk mempelajari materi cak bimbingan berikutnya dengan baik sehingga mereka akan berbintang terang kesempatan kembali cak bagi melakukan proyek


5.    Memberikan Permainan, Masalah atau Kompetisi Antarsiswa


Dalam kegiatan pengayaan guru dapat memberikan tugas kepada siswa yang memecahkan satu kebobrokan ataupun permainan yang berkaitan dengan materi tutorial. Di samping mereka berusaha kerjakan memecahkan masalah atau permainan yang diberikan, melalui kegiatan ini mereka juga akan belajar satu sebanding lain dengan membandingkan kebijakan atau teknik nan mereka pergunakan dalam memecahkan permasalahan atau permaian yang diberikan.


C.    FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN PENGAYAAN


Warkitri, dkk. (1991) mengemukakan tiga faktor nan harus dipertimbangkan dalam memilih dan melaksanakan kegiatan pengayaan:


1.    Faktor Siswa


Kesesuaian kegiatan pengayaan dengan minat siswa akan lebih memerosokkan siswa berbuntut dalam belajarnya. Sebaliknya, kegiatan pengayaan nan tidak sesuai dengan minat siswa akan melemahkan semangat pelajar privat mempelajari sesuatu.


Faktor yang harus dipertimbangkan guru internal menentukan kegiatan pengayaan menurut Arikunto (1986) :


a.    Kegiatan di luar kelas lebih disukai siswa daripada kegiatan di dalam kelas.


b.    Kegiatan nan melakukan aktivitas lebih disukai siswa ketimbang hanya dilakukan di pantat meja.


c.    Kegiatan menemukan sesuatu yang baru lebih memberahikan minat siswa daripada kegiatan yang sifatnya penjelasan.


d.    Kegiatan yang cept menunjukkan hasil lebih disukai peserta daripada kegiatan nan menuntut masa yang cukup lama.


2.    Faktor Manfaat Edukatif


Melewati kegiatan pengayaan ini diharapkan siaran ataupun keterampilan, sampai-sampai nilai/sikap yang dimiliki pelajar akan semakin meningkat.


3.    Faktor Masa


Suhu harus berpunya menyesuaikan jenis kegiatan pengayaan dengan kebutuhan siwa dan juga dengan musim nan tersedia. Apabila hari pengayaan sudah habis, siswa agar telah mengamankan materi pengayaan secara utuh dan petatar sudah dapat melihat hasilnya.


Source: https://www.ilmiahku.com/2019/10/makalah-strategi-pembelajaran-modul-9-kegiatan-remidial-dan-kegiatan-pengayaan.html

Posted by: skycrepers.com