Rangkuman Pembelajaran Pkn Di Sd Pdgk4201 Modul 1


Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh

Bagaimana pemberitaan anda hari ini? Semoga selalu sehat-sehat saja, dan saya do’akan kepada barangkali pun yang telah membaca kata sandang ini, supaya:

  1. Nan belum boleh jodoh, sebaiknya segera dapat kebalikan. Aamiin….
  2. Nan belum dapat pekerjaan, mudahmudahan mendapatkan pekerjaan. Aamiin….
  3. Yang sedang berkarya, kiranya rezkinya makin melembak. Aamiin….
  4. Yang medium bersekolah, seyogiannya sekolahnya berkah dan mendapatkan aji-aji nan bermanfaat. Aamiin….



Pembelajaran Ke-1


Hakikat, Fungsi, dan Tujuan PKn di SD


A.
Hakikat Pendidikan Kewarganegaraan

Hakikat alias dasar pendidikan kewarganegaraan ini bersumber bermula sebuah Kurikulum nan lahir sejak tahun 1946 di awal tahun kemerdekaan sampai pada era sekarang ini dan dari kurikulum itulah muncul etiket-nama ain tutorial.

Alat penglihatan pelajaran Pendidikan Kewargaan Negara (PKN) dikenal saat Kurikulum SD hari 1968. Menurut Kurikulum SD perian 1968 Pendidikan Kewargaan Negara mencangkup memori Indonesia, Geografis, dan Civic yang diartikan laksana permakluman Kewargaan Negara. Internal Kurikulum SMP 1968 PKN mencangkup materi sejarah Indonesia dan pengelolaan Negara, sedangkan kerumahtanggaan Kurikulum SMA 1968 PKN lebih banyak berisikan materi UUD 1945.

Terserah dua istilah nan perlu dibedakan, yakni Kewargaannegara dan Nasional. Menurut Somantri (1967) Kewargaannegara merupakan terjemahan pecah “Civics” yang merupakan alat penglihatan les sosial dengan intensi untuk membina dan mengembangkan anak jaga agar menjadi penduduk negara yang baik (good citizen). Warga negara nan baik yakni warga negara nan tahu, cak hendak dan mampu mengerjakan baik (Somantri 1970). Sementara itu Kewarganegaraan digunakan internal perundangan mengenai status halal warga negara berdasarkan UU No. 2 Tahun 1949.


B.
Kelebihan dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Kewarganegaran (PKn) memiliki guna seumpama wahana kurikuler peluasan karakter warga negara Indonesia nan demokratis dan berkewajiban. Padahal bakal peserta didik Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berfungsi untuk memberikan proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta pelihara selama waktu, lakukan memberikan keteladanan, pembangunan kemauan, dan pengembangan kreatifitas dalam proses pembelajaran.

Tujuan Pendidikan Nasional terhadap siswa disekolah yaitu bagi melebarkan wawasan, sikap, keterampilan semangat dan berkehidupan yang demokratis. Sesuai dengan konsep “Learning democracy, in democracy, and for democracy”- belajar tentang demokrasi, dalam peristiwa yang demokratis, dan kerjakan membangun nasib demokratis dengan PKn laksana wahana kurikuler yang utama.


Pembelajaran Ke- 2


Ira Lingkup Pkn di SD

Netra pelajaran Pkn merupakan netra pelajaran yang menitikberatkan pada pembentukan warga Negara yang memahami dan mewah melaksanakan peruntungan-hak dan kewajibannya buat menjadi warga Negara Indonesia nan cerdas,terampil, diamanatkan maka itu Pancasila dan UUd 1945.

Pkn di Sd berujud seyogiannya siswa didik mempunyai kemampuan sebagai berikut.

  1. Berpikir secara kritis, rasional, dan berharta privat mennggapi isu nasional.
  2. Berpartisipasi secara aktif dan berkewajiban, dan bermain k langsungsecara cerdas n domestik kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta anti korupsi.
  3. Berkembang secara positif dan demokratis bakal membentuk diri berdasarkan karakter – fiil masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama bangsa-nasion lainnya.
  4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa enggak kerumahtanggaan percaturan dunia secara sambil dan enggak berbarengan dengan memanfaatkan TIK.


Struktur Kurikulum SD

Struktur kurikulum SD disusun bersendikan standar kompetensi jebolan dan kriteria kompetensi mata tuntunan dengan bilangan laksana berikut:

a.
Kurikulum SD memuat 8 ain pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.

b.
Subtansi mata cak bimbingan IPA dan IPS di SD merupakan IPA terpadu dan IPS terpadu.

c.
Pembelajaran sreg kelas I-III melalui pendekatan tematik, sedangkan papan bawah IV-VI menerobos pendekatan ain pelajaran.

d.
Jam latihan lakukan setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana termasuk internal struktur kurikulum.

e.
Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.

f.
Minggu efektif intern satu hari pelajaran ( dua semester ) yaitu 34-38 minggu.

Ruang skop mata latihan Pkn untuk pendidikan dasar dan madya meliputi aspek-aspek sebagai berikut:

a.
Persatuan dan kesatuan bangsa

meliputi kehidupan berbaik privat perbedaan, cinta Indonesia dan kemangkakan misal bangsa Indonesia, sumpah pemuda, keutuhan NKRI, partisipasi dalam pembelaan Negara, sikap positif terhadap NKRI.

b.
Norma, Hukum dan Peraturan

Meliputi tertib dalam semangat keluarga, tata tertib di sekolah, norma nan bermain di umum, ordinansi-peraturan kewedanan, norma-norma internal jiwa berbangsa dan bernegara, sistem syariat dan kehakiman kebangsaan, syariat dan peradilan internasional.

c.
HAM

Meliputi hak dan bagasi anak. Milik dan kewajiban anggota masyarakat, instrument nasional dan internasional HAM dan penghormatan dan perlindungan HAM.

d.
Kebutuhan warga Negara

Meliputi gotong royong, harga diri sebagai warga masyarak, Kemerdekaan berorganisasi, Kemerdekaan mengkhususkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Performa diri, Persamaan kedudukan warga negara.

e.
Konstitusi Negara

meliputi Kabar otonomi dan konstitusi yang pertama, Konstitusi-konstitusi nan pernah digunakan di Indonesia, Hubungan pangkal negara dengan konstitusi.

f.
Kekuasan dan Politik

meliputi Tadbir desa dan kecamatan, Tadbir daerah dan kedaulatan- Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya garis haluan, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers privat mahajana demokrasi.

g.
Pancasila

menghampari kedudukan Pancasila sebagai pangkal negara dan ideologi negara, Proses formulasi Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan biji-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila seumpama ideologi membengang.

h.
Globalisasi

menutupi Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi.”


Penerimaan Ke-3


Aplikasi Pedagogis PKn di SD

  • Cak bimbingan pedagogis intern modul ini diartikan sebagai camar duka membiasakan (learning experiences) yang bagaimana yang diperlukan untuk mencapai maksud pendidikan kewarganegaraan, kerumahtanggaan pengertian ketuntasan penguasaan kompetensi kebangsaan yang tersurat dan tersirat dalam lingkup isi dan kompetensi dasar.
  • Implikasi berasal radius isi PKn SD/Laksa perlu dikaitkan dengan esensi kualitas penghuni Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Makanya Karena itu, guru terbiasa merumumskan bervariasi implikasi berusul tuntutan isi PKn terhadap wawasan demokrasi, sikap demokratis, dan kewajiban jawab serta perilaku demokratis.
  • Dengan introduksi tak pkn menuntut terwujudnya camar duka belajar yang berperilaku utuh memuat belajar serebral, sparing poin dan sikap, dan belajar perilaku. Oleh krena itu, PKn seharusnya enggak lagi melerai-misahkan domain-domain perilaku dalam belajar.
  • Proses pendidikan yang dituntut dan menjadi kepedulian PKn adalah proses pendidikan yang terpadu utuh, yang juga disebut perumpamaan tulang beragangan confluent education.
  • Aplikasi pedagogis memerlukan persiapan mental, profesionalitas, dan hubungan social master-murid yang koesif. Guru seyogianya siap member contoh dan menjadi contoh.
  • Dalam PKn berlaku pada postulat bahwa value is neither tought now cought, it is learned. Postulat tersebut mengandung makna bahwa skor tidak distorsi diajarkan atau kembali ditangkap sendiri tetapi dicerna melalui proses berlatih. Oleh karena itu, nilai harus termuat dalam materi pelajaran PKn.
  • PKn merupakan indra penglihatan pelajaran ain pelajaran dengan visi terdepan sebagai pendidikn demokrasi yang bersifat ‘multidimensional karena merupakan pendidikan nilai demokrasi, pendidikan kesopansantunan, pendidikan social, dan masalah pendidikan politik. Cuma, yang paling menonjol adalah bak pendidikan nilai dan pendidikan moral. Oleh karena itu, secara pendek PKn dinilai umpama mata pelajaran yang mengusung misi pendidikan nilai dan adab.
  • PKn merupakan programa pembelajaran kredit dan moral pancasila dan UUD 45 yang bermuara pada terbentuknya watak Pancasila dan UUD 45 dalam diri siswa didik. Watak ini pembentukannya harus dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi keterpaduan konsep tata krama, sikap etik dan perilaku budi pekerti demokrasi yang bersumber dari pancasila dan UUD 45. Dengan demikian pula kita dapat menegaskankembali bahwa PKn merupakan suatu bentuk ain pelajaran yang mencerminkan konsep, strategi dan nuansa confluent education yang memusatkan perasaan pada ekspansi manusia Indonesia seutuhnya.

Source: https://www.wahyudiansyah.com/2020/11/hakikat-fungsi-dan-tujuan-pendidikan-kewarganegaraan-di-sd.html

Posted by: skycrepers.com