Rangkuman Pembelajaran Pkn Di Sd Pdgk4201 Modul 2


MODUL 7


KONSEP DAN PRAKTIK DEMOKRASI SERTA PENDIDIKAN DEMOKRASI


Kegiatan Belajar I


Konsep Demokrasi

Demokrasi ialah sebuah prolog dalam bahasa Indonesia yang bersumber dari bahasa inggris “democracy” yang diserap dari dua kata bahasa Yunani “demos” dan ‘ratos” ataupun “kratein”. Demos berarti rakyat, kratos berjasa kontrol.

Kerakyatan merupakan negara dengan prinsip pemerintahannya nan ditandai oleh adanya partisipasi warga negara yang mutakadim dewasa ikut berpartisipasi dalam rezim melalui wakilny yang dipilih.

Kerumahtanggaan penerapan dinegara kesatuan republik indonesia kerakyatan bisa dipandang bagaikan suatu mekanisme dan cita-cita hayat berkelompok yang cak semau dalam UUD 1945 yang disebut kerakyatan. Demokrasi dapat lagi dipandang sebagai pola hidup berkelompok dalam organisasi negara, sesuai dengan kerinduan orang-orang nan semangat dalam keramaian tersebut (demos).

Keinginan makhluk-insan yang ada dalam kelompok tersebut ditentukan oleh rukyat hidupnya (weltanschaung), falsafah hidupnya (filosofiche Gronslag) dan ideologi bangsa yang bersangkutan.

Dengan demikian demokrasi atau pemerintahan rakyat di indonesia didasarkan lega :

1)


Nilai-ponten falsafah pancasila ataupun pemerintahan dari, oloh dan untuk rakyat berdasarkan sila-sila pancasila.

2)


Konversi nilai-skor pancasila sreg kerangka dan sistem rezim

3)


Yakni konsekuaensi dan komitmen terhadap nilai-nilai pancasila dan UUD 1945

Dengan kata tidak bahwa demokrasi di samping seumpama sistem pemerintahan, juga diperlukan proses demokrasi yang meliputi 4 hal ialah :

1)


Mengutamakan kepentingan khalayak

2)


Manusia sebagai bani adam n kepunyaan potensi untuk mengembangkan kekuasaan dan kemampuan

3)


Memperhatikan keseimbangan antara partisipasi dan apatisme

4)


Untuk menyentuh partisipasi perlu ada persilihan terlebih dahulu serta perubahan itu sendiri akan terwujud jikalau adanya partisipasi.

Demokrasi Indonesia sudah lalu menerobos berbagai tipe tahap dan telah sampai sreg tingkat kematangan yang cukup baik, kendatipun dalam faktanya demokrasi di Indonesia masih dibatasi dengan bermacam kebiasaan tertulis atau tak. Makanya karena itu teristiadat diberikan pemahaman yang dapat mengantar bikin memenuhi persyaratan tersebut antara lain melangkaui pemahaman wawasan nusantara.



Kegiatan Belajar 2


Pendidikan Demokrasi Ibarat Esensi PKn

Suatu negara yang menerapkan sistem kerakyatan di mana pun berada pad adasarnya cak bagi mlindungi hak-hak warga negaranya dan secara bukan serempak menginginkan pemukim negaranya mempunyai wawasan, mencatat akan keharusan serta menampakkan partisipasinya sesuai dengan status danperannya dalam publik.

Salah suatu solusi strategis secara konseptual adalah dengan cara memperintim demokrasi dalam berbagai parasan dan aspek hayat. Upaya itu karuan enggak semudah membalikkan tepalak tangan di mana negaranya menganut sistem kerakyatan maka warga negaranya akan demokrastis, belaka memerlukan proses pendidikan demokrasi.

Winaputra (2001) dalam disertasinya memberikan penjelasan bahwa pendidikan demokrasi adalah upaya sistematis nan dilakukan negara dan mahajana cak bagi memfasilitasi anak adam warga negara kiranya memahami, menghayati, mengamalkan dan mengembangkan konsep,kaidah dan nilai kerakyatan sesuai dengan gengsi perannya dalam mahajana.

PKN atau Civic Education adalah program pendidikan/pengajian pengkajian yang secara programatik – prosedural berupaya memanusiakan (humanizing) dan membudyakan (civilizing) serta memberdayakan (empowering) sosok/anak didik (diri dan kehidupannya) menjadi penduduk negara yang baik sebagaimana tuntutan prasyarat/ yuridis konstitusional bangsa/negara yang bersangkutan.

Rujukan WNI yang baik dalam NKRI ialah UUD 1945/2003 yang jabarannya terdaftar n domestik TAP MPR dan UU (a.l. UUSPN menjadi kiblat seluruh Program dan Sistem pendidikan ). Menurut landasan konstitusional di atas, maka Visi PKN NKRI lahirnya manusia/ WNI dan hayat masyarakat nasion NKRI religius, cerdas, demokratis dan lawful ness, rukun – tenteram – sejahtera, moderen dan berkeribadian Indonesia. Misi yang diembannya adalah program pendidikan; yang membelajarkan dan melatih anak didik secara demokratis – humanistic – fungsional.

Membelajarkan mudah-mudahan dimaknai memberi pembekalan informasi melek politik – syariat, membina jati diri WNI bertabiat/berbudaya Indonesia, melatih pelakonan diri/roh WNI yang melek politik hukum serta berbudaya Indonesia dalam tatanan hidup umum – bangsa – negara nan moderen. Semenjak gambaran di atas maka jelas target intensi pembelajaran PKN NKRI, yakni:

1.


Secara Programatik memuat bahan tuntun yang kaffah/utuh (Nama) aktual bekal pengetahuan cak bagi arik politik & syariat nan ada/berperan/imperative internal hidup bermasyarakat – berbangsa dan bernegara NKRI yang demokratis sistim agen – konstitusional.

2.


Secara Prosedural target objek pembelajarannya adalah pengutaraan bahan ajar seleksian – fungsional kearah membina, mengembangkan dan membentuk potensi diri anak didik secara kaffah serta kehidupan petatar & lingkungannya (fisik – non fisik) sebagaimana diharapkan/keharusannya ( 6 sumber normative di Indonesia) serta pelatihan pelakonan pemberdayaan peristiwa tersebut dalam dunia faktual astagatranya secara demokratis, humanis dan fungsional.

Wahab (civicus, 2001)


Kegiatan Belajar 3


Sekolah sebagai Laboratorium Kerakyatan

Sekolah dalam Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003 disebut “satuan pendidikan” Sekolah Dasar (SD) sebagai runcitruncit pendidikan merupakan suatu entity (satuan utuh) wahana pendidikan nasional yang menyentuh tujuan pendidikan nasional.

Paradigma pendidikan demokrasi yang terbiasa dikembangan kerumahtanggaan lingkungan sekolah adalah pendidikan demokrasi yang berperilaku multidimensional maupun bersisi stereotip. Sifat multidimensionalnya itu antara tak terwalak pada berikut ini :

1.


Pandangannya yang bermacam-diversifikasi tetapi menyatu

2.


Sikapnya dalam menaruh insan, negara dan awam global secara harmonis

3.


Tujuannya nan diarahkan sreg semua dimensi kecerdasannya

4.


Konteks yang menghasilkan pengalaman belajarnya nan terbuka.

1.


Strategi publik pengembangan warga negara yang demokrasi di lingkungan sekolah

a)


Tahun untuk penghargaan merupakan strategi pengembangan demokratis dan bertanggung jawab melalui persuaan bakal memberikan sanjungan atau penghormatan terhadap orang lain.

b)


Hari lakukan nan terhormat merupakan politik pengembangan sikap demokratis dan berkewajiban

c)


Pertemuan perumusan intensi merupakan garis haluan pengemangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan yang sengaja diadakan atas inisiatif guru dan/ayau siswa bagi merumuskan visi ataupun maksud sekolah

d)


Persuaan Legislasi yaitu ketatanegaraan peluasan sikap demokratis dan bertanggung jawab menerobos pertemuan untuk merumuskan ataumenyusun norma atau aturan nan akan main-main di sekolah

e)


Persuaan evaluasi aturan merupakan garis haluan pengembangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan untuk mengevaluasi pelaksanaan norma ataupun rasam yang telah disepakati dan main-main di sekolah.

f)


Pertemuan [erumusan awalan kegiatan merupakan strategi ekspansi sikap demokratis dan bertanggung jawab melangkaui pertemuan untuk menetapkan prioritas atau tinggi kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa di radiks supervise sekolah.

g)


Pertemuan refleksi sparing merupakan stretagi peluasan sikap demokratis dan berkewajiban melangkaui perjumpaan pengendapan dan evaluasi terhadap proses dan/atau hasil membiasakan setelah selesai satu atau bilang pertemuan.

h)


Perjumpaan pemecahan masalah adalah ketatanegaraan ekspansi sikap  demokrasi dan bertanggung jawab melalui perjumpaan terencana bikin memecahkan masalah nan ada di mileu sekitar maupun lingkungan wilayah ataupun nasional yang menyangkut jiwa siswa.

i)


Persuaan isu akdemis yaitu strategi peluasan sikap demokratis dan beranggung jawab melalui pertemuan terencana bagi untuk membahas masalah akademis

j)


Pertemuan perbaikan kelas merupakan strategis  pengembangan sikap demokratis dan berkewajiban melampaui perjumpaan kelas lakukan membahas atau memecahkan komplikasi yang menyanglut kehidupan siswa di kelasnya atau lingkungan sekolahnya

k)


Pertemua tindak lanjut yakni garis haluan pengembangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan terencana untuk meributkan tindak lanjut mulai sejak satu kegiatan bersemarak di lingkungan sekolah

l)


Pertemuan perencanaan adalah  garis haluan pengembangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan terencana untuk menyusun rencana bersama.

m)


Persuaan pengembangan konsep merupakan strategi peluasan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan terencana untuk menyusun satu gagasan mentah yang dimaksudkan untuk mendapatkan uluran tangan atau menyarankan pemecahan atas kebobrokan nan cukup pelik.

n)


Pembahasan situasi pelik merupakan strategi peluasan sikap demokratis dan bertanggung jawab melangkahi pertemuan kerjakan memecahkan masalah yang tercalit sreg peristiwa nan sulit.

udara murni)


Kotak saran adalah strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui akumulasi pendapat secara adil dan rahasia cak bagi memecahkan penyakit nan suka-suka di lingkungans ekolah dan lingkungan sekeliling

p)


Pertemuan kerumahtanggaan pertemuan merupakan strategi pengambangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan kelompok kecil kerumahtanggaan konteks pertemuan klasikal maupun pertemuan besar.

2.


Fungsi dan Peran Sekolah internal mengembangkan Warga negara Yang Demokratis

Sekolah sebagai organisasi mempunyai struktur dan kultur. Ibarat bagian dari struktut birokrasi pendidikan SD merupakan satuanpendidikan dalam lingkungan pemerintah daerah kabupaten.

3.


Mekanisme Kerja dalam Konteks Kesisteman Sekolah

Sekolah bak buram penyelenggara pendidikan dan harus memberdayakan seluruh suku cadang-komponen nan terkait dengan struktur organisasi sekolah yakni sebagai berikut :

a)


Superior Sekolah

b)


Wakil Majikan Sekolah

c)


Kepaniteraan

d)


Dewan Suhu

e)


Unit Makmal

f)


Unit Taman pustaka

g)


Osis

h)


Komite Sekolah

Source: https://maisyakhayla.blogspot.com/2018/04/resume-modul-7-pdgk4201-pembelajaran.html

Posted by: skycrepers.com